WhatsApp Icon
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah

Islam Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal, Bukan Mempercayai Kesialan Bulan Safar

MAJALENGKA – Memasuki bulan Safar, sebagian masyarakat masih mengaitkannya dengan berbagai mitos tentang kesialan dan musibah. Padahal, Islam menegaskan bahwa tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan secara khusus. Sebaliknya, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan berikhtiar memperoleh rezeki yang halal melalui ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Amalan pembuka rezeki di bulan Safar pada hakikatnya bukanlah ritual khusus yang hanya dilakukan pada bulan tersebut, melainkan berbagai ibadah yang dapat diamalkan sepanjang waktu. Di antaranya adalah memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, menjalin silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Bulan Safar Bukan Bulan Sial

Rasulullah SAW telah meluruskan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan.

Beliau bersabda:

"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu."

(HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220)

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa seorang muslim tidak boleh mengaitkan datangnya musibah ataupun sempitnya rezeki dengan bulan Safar. Setiap kejadian terjadi atas ketetapan Allah SWT dan menjadi bagian dari ujian kehidupan.

Rezeki Datang dari Allah SWT

Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya:

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya."

(QS. Hud: 6)

Namun demikian, Islam mengajarkan bahwa rezeki harus diupayakan melalui kerja keras, doa, ibadah, dan tawakal kepada Allah SWT.

Amalan Pembuka Rezeki yang Dianjurkan Rasulullah

1. Memperbanyak Istighfar

Allah SWT berfirman:

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu."

(QS. Nuh: 10–12)

Istighfar menjadi salah satu sebab turunnya ampunan sekaligus keberkahan rezeki.


2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki

Rasulullah SAW mengajarkan doa:

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu."

(HR. Tirmidzi)

Doa tersebut dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu-waktu mustajab.


3. Menjaga Salat Lima Waktu

Allah SWT berfirman:

"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu."

(QS. Taha: 132)

Salat menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim dan menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.


4. Memperbanyak Sedekah

Rasulullah SAW bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."

(HR. Muslim No. 2588)

Sedekah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam berbagai urusan.


5. Menjalin Silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Silaturahmi merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.


6. Bertakwa kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."

(QS. At-Talaq: 2–3)

Ketakwaan menjadi kunci datangnya pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.


7. Bertawakal Setelah Berusaha

Rasulullah SAW bersabda:

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha dan kerja keras.

Hal yang Perlu Dihindari pada Bulan Safar

Dalam menjalankan ibadah di bulan Safar, umat Islam hendaknya menghindari berbagai keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat, antara lain:

  • Meyakini bulan Safar membawa kesialan.
  • Menganggap ritual tertentu pasti membuka pintu rezeki tanpa dalil.
  • Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki.
  • Mengamalkan hadis palsu maupun tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam.

Islam mengajarkan bahwa seluruh ibadah harus bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh

Selain amalan di atas, bulan Safar dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah, seperti:

  • Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  • Memperbanyak zikir pagi dan petang.
  • Menunaikan salat sunnah.
  • Membantu fakir miskin dan kaum dhuafa.
  • Berbakti kepada orang tua.
  • Menjaga kejujuran dalam bekerja.
  • Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat.
  • Memperbanyak doa untuk keluarga dan umat Islam.

Seluruh amal tersebut menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Mari Sempurnakan Ibadah dengan Berzakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Momentum bulan Safar menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Berbagi kepada sesama bukan hanya menghadirkan manfaat bagi mustahik, tetapi juga menjadi ikhtiar memperoleh keberkahan rezeki sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui:

Bank BJB : 0137402262100
BRI : 004601002689569
BSI : 7313997361
Mandiri : 1340000833334
BJB Syariah : 5190301001182

Website: https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

Telepon: (0233) 282414

 

Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BulanSafar #Safar #AmalanSafar #RezekiBerkah #Sedekah #Zakat #Infak #Istighfar #Silaturahmi #IslamRahmatanLilAlamin #CintaZakat #BerbagiKebaikan #MenebarKeberkahan #KajianIslam #MuslimIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan? BAZNAS Majalengka Dorong Pemberdayaan Mustahik Berkelanjutan

MAJALENGKA — Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan sosial yang memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dalam Islam, zakat merupakan instrumen ekonomi yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan melalui pemerataan kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan solidaritas sosial.

Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengoptimalkan pendistribusian dana zakat agar mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik.

Zakat Menjadi Instrumen Penting Pengentasan Kemiskinan

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki fungsi sosial yang sangat besar. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam.

Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat yang membutuhkan, zakat juga diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik sehingga mereka memiliki kesempatan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Pengelolaan zakat yang profesional memungkinkan lahirnya berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, kemanusiaan, hingga sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Bagaimana Zakat Membantu Mengurangi Kemiskinan?

Optimalisasi dana zakat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, antara lain:

  • Membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal.
  • Memberikan akses pendidikan melalui beasiswa dan bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
  • Mendukung layanan kesehatan melalui bantuan biaya pengobatan dan program kesehatan masyarakat.
  • Memberikan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan kepada pelaku usaha mikro agar mampu mandiri secara ekonomi.
  • Mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi kekayaan yang lebih adil sesuai prinsip ekonomi Islam.

Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

BAZNAS Majalengka Terus Mengembangkan Program Pemberdayaan

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Dana yang dihimpun disalurkan melalui berbagai program unggulan di bidang:

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kemanusiaan
  • Dakwah dan Advokasi
  • Program sosial kemasyarakatan

Pendekatan pemberdayaan menjadi fokus utama agar mustahik tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi memiliki kesempatan meningkatkan kualitas hidup hingga menjadi masyarakat yang mandiri bahkan bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.

Mari Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Rekening Zakat BAZNAS Kabupaten Majalengka

  • Bank BJB: 0137402262100
  • BRI: 004601002689569
  • BSI: 7313997361
  • Mandiri: 1340000833334
  • BJB Syariah: 5190301001182

Layanan Informasi:

 

???? WhatsApp Muzakki: 0821-2416-9964
?? Telepon: (0233) 282414
???? Email: [email protected]
???? Website: kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatProduktif #PengentasanKemiskinan #PemberdayaanMustahik #EkonomiUmat #KesejahteraanMasyarakat #Berzakat #ZakatBerkah #CintaZakat #Sedekah #IslamRahmatanLilAlamin #Majalengka #UntukIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Peran Zakat dalam Membantu Korban Bencana dan Krisis Kemanusiaan

MAJALENGKA 26 Juni 2026 Zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam maupun krisis kemanusiaan. Sebagai instrumen ekonomi syariah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat, zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat para penyintas, tetapi juga mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan sesuai syariat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik), termasuk korban bencana yang kehilangan tempat tinggal, sumber penghasilan, maupun akses terhadap kebutuhan dasar.

Zakat Menjadi Solusi dalam Situasi Darurat

Dalam setiap kejadian bencana, kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan. Bantuan berupa makanan, air bersih, layanan kesehatan, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga perlengkapan pendidikan menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi.

Dana zakat yang dikelola BAZNAS dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan, di antaranya:

  • Bantuan tanggap darurat bagi korban bencana.
  • Distribusi logistik dan kebutuhan pokok.
  • Layanan kesehatan bagi penyintas.
  • Bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak.
  • Penyediaan hunian sementara.
  • Rehabilitasi fasilitas umum.
  • Program pemulihan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pascabencana.

Melalui pendekatan tersebut, zakat tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen BAZNAS dalam Penanganan Bencana

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, BAZNAS terus memperkuat berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Selain memenuhi kebutuhan mendesak, program-program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat agar mampu bangkit kembali setelah bencana.

Kolaborasi dengan pemerintah, relawan, berbagai lembaga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat diterima secara cepat dan efektif oleh para penyintas.

Zakat sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Zakat mengajarkan nilai kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi rezeki dengan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah maupun kesulitan ekonomi.

Optimalisasi pengelolaan zakat menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis syariah, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang lebih tangguh terhadap berbagai risiko bencana dan krisis kemanusiaan.

Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga resmi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik di berbagai daerah.


Mari Tunaikan Zakat melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui:

Rekening Donasi:

  • Bank BJB: 0137402262100
  • Bank BRI: 004601002689569
  • Bank BSI: 7313997361
  • Bank Mandiri: 1340000833334
  • Bank BJB Syariah: 5190301001182

Informasi dan Layanan:

???? Website Sedekah:
https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

???? Website Resmi:
https://kabmajalengka.baznas.go.id

???? Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

?? Telepon: (0233) 282414

 

???? Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatUntukBencana #BantuanKemanusiaan #KrisisKemanusiaan #PeduliSesama #BerbagiKebaikan #TanggapBencana #PemulihanPascabencana #Mustahik #Sedekah #Infak #IndonesiaPeduli

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS RI Buka Jalan Ikhtiar Mustahik Bekerja di Jepang, BAZNAS Majalengka Siap Tangkap Peluang untuk Wujudkan Majalengka Langkung Sae

Majalengka – Ikhtiar memuliakan mustahik melalui pemberdayaan ekonomi terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), BAZNAS RI menghadirkan Program Fasilitasi Magang ke Jepang, sebuah program yang membuka jalan bagi para mustahik memperoleh kesempatan bekerja secara profesional di berbagai perusahaan Jepang dengan penghasilan bersih mencapai Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh masyarakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah kehidupan mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertajuk "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker" yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum, menjelaskan bahwa hingga Juli 2026 program tersebut telah menjangkau 166 penerima manfaat yang berasal dari 10 provinsi melalui delapan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Sebanyak 60 peserta di antaranya telah menjalani praktik kerja di berbagai perusahaan di Jepang pada sektor pengolahan plastik, pengerjaan logam, konstruksi, penataan dan pengepakan, hingga sektor industri lainnya.

"Mereka memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan, bergantung pada sektor pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja," ujar Farid.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi mustahik. Tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja bertaraf internasional, tetapi juga memberikan kesempatan memperoleh penghasilan yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Farid juga mendorong agar BAZNAS Daerah membangun sinergi bersama Dinas Ketenagakerjaan, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dunia usaha, serta berbagai mitra strategis agar program serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menegaskan bahwa kolaborasi BAZNAS dengan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penciptaan akses kerja yang berkelanjutan.

Menurutnya, setiap program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab.

"Intervensi BAZNAS melalui program ini diarahkan agar mustahik mampu keluar dari garis kemiskinan hingga pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki yang turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh program BAZNAS dilaksanakan berdasarkan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka Siap Menyambut Peluang

Menanggapi keberhasilan program tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi atas inovasi pemberdayaan yang diinisiasi BAZNAS RI bersama Kemnaker RI.

Menurutnya, program tersebut menjadi inspirasi sekaligus peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kalangan mustahik melalui jalur pelatihan vokasional dan penempatan kerja yang profesional.

"Bismillahirrahmanirrahim. Program fasilitasi kerja ke Jepang ini merupakan peluang besar yang harus kita sambut dengan penuh rasa syukur dan semangat ikhtiar. BAZNAS Kabupaten Majalengka siap mengambil bagian, bersinergi dengan BAZNAS RI, Pemerintah Daerah, Dinas Ketenagakerjaan, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan agar putra-putri terbaik dari kalangan mustahik di Kabupaten Majalengka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mengangkat harkat ekonomi keluarganya," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia menambahkan bahwa hakikat zakat bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan menjadi wasilah untuk membangun kemandirian umat sebagaimana tujuan syariat dalam mewujudkan kemaslahatan.

"Kami meyakini bahwa zakat yang dikelola secara amanah akan melahirkan mustahik yang berdaya, mandiri, dan insya Allah kelak menjadi muzaki. Inilah cita-cita besar BAZNAS, menghadirkan keberkahan zakat yang mampu mengubah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan berupaya menangkap peluang ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama memajukan Kabupaten Majalengka agar semakin Langkung Sae—masyarakatnya lebih sejahtera, lebih produktif, lebih berdaya saing, serta memperoleh keberkahan hidup di bawah ridha Allah SWT."

H. Agus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial yang mampu melahirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, ketika zakat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan mempercepat terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Program fasilitasi kerja ke Jepang menjadi salah satu contoh nyata bagaimana zakat mampu menghadirkan harapan baru bagi mustahik. Melalui peningkatan kompetensi, akses pekerjaan yang layak, dan pendapatan yang lebih baik, diharapkan semakin banyak keluarga mustahik yang dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi pribadi yang mandiri.

Semoga ikhtiar kolaboratif antara BAZNAS RI, pemerintah, dunia usaha, serta BAZNAS di seluruh Indonesia senantiasa mendapat pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen kebangkitan ekonomi umat, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan Indonesia yang semakin maju, berkeadilan, dan penuh keberkahan.

"Khairunnas anfa'uhum linnas" — Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #MagangJepang #Kemnaker #PemberdayaanMustahik #PendayagunaanZakat #ZakatUntukIndonesia #MustahikBerdaya #IndonesiaMakmur

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Harumkan Jawa Barat di Forum Pelajar Indonesia 2026

26 Juli 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) berhasil lolos seleksi nasional dan dipercaya menjadi wakil Provinsi Jawa Barat pada ajang Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-14 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 5–8 Agustus 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pendidikan BAZNAS mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional.

Ketiga santri tersebut adalah Muhammad Azriel Abqori (kelas X), Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu (kelas XII). Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi nasional yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, hingga akhirnya masuk dalam jajaran 150 pelajar SMA, SMK, dan MA terbaik yang akan mengikuti forum bergengsi tersebut.

Forum Pelajar Indonesia merupakan wadah pengembangan kepemimpinan generasi muda yang mempertemukan pelajar-pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi atas berbagai isu strategis di bidang pendidikan, perlindungan anak, dan pembangunan sumber daya manusia.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri Sekolah Cendekia BAZNAS.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi antara kerja keras para santri, dedikasi para pendidik, serta dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Terpilihnya tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS sebagai wakil Jawa Barat merupakan kebanggaan bagi BAZNAS. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri SCB memiliki kemampuan akademik, kepemimpinan, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional," ujar Idy.

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam mendayagunakan dana zakat secara produktif. Melalui Sekolah Cendekia BAZNAS, BAZNAS terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraih para santri Sekolah Cendekia BAZNAS tersebut.

"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada ananda Muhammad Azriel Abqori, Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu yang telah mengharumkan nama Sekolah Cendekia BAZNAS dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Semoga kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menjadi generasi muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, khususnya generasi muda di Kabupaten Majalengka, agar terus semangat belajar, berprestasi, serta memanfaatkan setiap peluang pengembangan diri yang tersedia.

"BAZNAS meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan produktif, kami berharap semakin banyak lahir generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing yang kelak menjadi pemimpin masa depan Indonesia," tambahnya.

Keikutsertaan para santri dalam Forum Pelajar Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jejaring nasional, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkaya pengalaman dalam merancang berbagai solusi terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat di bidang pendidikan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan umat. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada BAZNAS telah menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi berprestasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


#BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #SekolahCendekiaBAZNAS #ForumPelajarIndonesia #SantriBerprestasi #Pendidikan #ZakatUntukPendidikan #GenerasiEmasIndonesia #JawaBarat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka
26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.

Berita Terbaru

Ketua BAZNAS Majalengka Salurkan Santunan Anak Yatim Bersama KADIN
Ketua BAZNAS Majalengka Salurkan Santunan Anak Yatim Bersama KADIN
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar keberkahan di bulan suci. Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., hadir langsung untuk menyerahkan santunan dalam acara Buka Puasa Bersama yang diinisiasi oleh KADIN Kabupaten Majalengka pada Senin (16/03). Kehadiran Ketua BAZNAS dalam agenda ini menegaskan peran strategis lembaga dalam mengawal penyaluran dana sosial keagamaan agar tepat sasaran, khususnya bagi anak-anak yatim yang menjadi prioritas mustahik di bulan Ramadhan. Zakat dan Kepedulian Dunia Usaha Sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat KADIN Majalengka, H. Agus Asri Sabana menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan pengelola zakat. Menurutnya, BAZNAS hadir sebagai jembatan bagi para pengusaha untuk menunaikan kewajiban sosial dan agamanya secara profesional. "Kehadiran BAZNAS di tengah keluarga besar KADIN adalah bentuk kolaborasi nyata. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari kepedulian para pelaku usaha dapat terdistribusi secara merata kepada mereka yang berhak, seperti anak-anak yatim kita hari ini," ungkap H. Agus. Fokus Bantuan: Kebahagiaan Mustahik Kecil Penyaluran santunan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan Berbagi yang digalakkan BAZNAS Majalengka sepanjang bulan suci. Fokus utama bantuan ini adalah: Santunan Dana Tunai: Memberikan dukungan finansial langsung untuk kebutuhan Idul Fitri anak yatim. Dukungan Psikologis: Menghadirkan keceriaan dan rasa dipedulikan bagi anak-anak kurang beruntung di tengah hangatnya suasana berbuka puasa. Edukasi Infaq: Mengajak para pelaku usaha untuk terus mengoptimalkan infaq dan sedekah melalui kanal resmi BAZNAS guna membangun kemandirian umat di Majalengka. Membangun Majalengka yang Peduli Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga dan komunitas lain di Kabupaten Majalengka untuk semakin masif melakukan aksi serupa. BAZNAS Majalengka terus membuka pintu lebar bagi perusahaan maupun individu yang ingin menyalurkan zakat, infaq, dan sedekahnya untuk dikelola secara transparan dan amanah. "Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membuktikan bahwa dengan gotong royong, tidak ada masyarakat kita yang merasa sendirian dalam kesulitan," pungkasnya. Pewarta: Tim Media BAZNAS Majalengka Situs Resmi: [baznasmajalengka.go.id] Hashtag: #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #RamadhanMubarok #SantunanAnakYatim #MajalengkaBermartabat
BERITA17/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan 520 Paket Sembako di Safari Akhir (Batch 7) Ramadhan 1447 H Di Rajagaluh
BAZNAS Majalengka Salurkan 520 Paket Sembako di Safari Akhir (Batch 7) Ramadhan 1447 H Di Rajagaluh
MAJALENGKA BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam meringankan beban masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial pada puncak rangkaian Safari Ramadhan Batch 7. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami An-Nur, Desa Rajagaluh Kidul, Senin (16/03/2026) ini menjadi momentum penting pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan daerah yang dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta para Kepala Dinas. Mewakili Ketua BAZNAS, Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., turun langsung memastikan bantuan tersalurkan kepada penerima manfaat. Ratusan Paket Sembako untuk 52 Desa Fokus utama bantuan BAZNAS pada Safari Ramadhan kali ini adalah penyaluran paket sembako untuk masyarakat prasejahtera di empat kecamatan, yaitu Rajagaluh, Leuwimunding, Sindangwangi, dan Sumberjaya. Dengan skema alokasi 10 paket per desa, BAZNAS Majalengka mendistribusikan total bantuan sebagai berikut: Kecamatan Rajagaluh: 130 Paket (untuk 13 Desa) Kecamatan Leuwimunding: 140 Paket (untuk 14 Desa) Kecamatan Sindangwangi: 100 Paket (untuk 10 Desa) Kecamatan Sumberjaya: 150 Paket (untuk 15 Desa) Total keseluruhan bantuan mencapai ratusan paket yang tersebar merata di 52 desa, guna memastikan keberkahan Ramadhan dapat dirasakan hingga ke pelosok desa.
BERITA17/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim KADIN
Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim KADIN
MAJALENGKA (BAZNAS) Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Majalengka pada Senin (16/03). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi potret hangatnya sinergi kemanusiaan di bulan suci Ramadhan. Kehadiran H. Agus Asri Sabana dalam acara tersebut mengemban kapasitas ganda, yakni sebagai pimpinan lembaga utama pengelola zakat sekaligus sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat KADIN Kabupaten Majalengka. Hal ini menunjukkan dukungan penuh BAZNAS terhadap inisiatif sosial yang digerakkan oleh sektor dunia usaha. Sinergi untuk Kesejahteraan Umat Momentum ini bukan sekadar ajang silaturahmi antara pengurus KADIN, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak yatim. Penyaluran santunan yang dilakukan diharapkan mampu memberikan kebahagiaan dan motivasi bagi mereka dalam menjalani ibadah di bulan yang penuh berkah. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Majalengka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi KADIN dalam menghadirkan program sosial. "Kolaborasi antara lembaga sosial seperti BAZNAS, dunia usaha melalui KADIN, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama dalam memperluas jangkauan manfaat. Kita ingin memastikan bahwa kebaikan ini dirasakan secara merata oleh mereka yang membutuhkan," ujar H. Agus Asri Sabana. Ramadhan sebagai Momentum Berbagi BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mendorong semangat gotong royong dan empati sosial. Bulan Ramadhan dipandang sebagai momentum emas untuk memperkuat ukhuwah dan memperbanyak amal kebajikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat muncul inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk turut serta menebar kebaikan. Dengan semangat berbagi, visi mewujudkan masyarakat Majalengka yang lebih peduli, religius, dan sejahtera dapat tercapai secara kolektif. Pewarta: Humas BAZNAS Majalengka Editor: Redaksi Website BAZNAS Tag: #BAZNASMajalengka #RamadhanBerbagi #KadinMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius
BERITA17/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tutup Rangkaian Safari Ramadhan 2026, BAZNAS Majalengka Tebar Keberkahan di Rajagaluh
Tutup Rangkaian Safari Ramadhan 2026, BAZNAS Majalengka Tebar Keberkahan di Rajagaluh
MAJALENGKA – Semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan unsur keamanan terpancar kuat dalam penutupan rangkaian Safari Ramadhan Batch 7 Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang mengakhiri agenda Safari Ramadhan Pemkab Majalengka tahun 1447 H/2026 M ini dipusatkan di Masjid Jami An-Nur, Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, pada Senin (16/03/2026). Hadir langsung memimpin kegiatan tersebut, Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD/Kepala Dinas), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., yang menyerahkan bantuan secara simbolis mewakili pimpinan BAZNAS lainnya. Pelayanan Terpadu dan Bazar Murah Safari Ramadhan ini bukan sekadar ajang silaturahmi religi, melainkan pusat pelayanan publik terpadu bagi masyarakat di empat kecamatan: Rajagaluh, Leuwimunding, Sindangwangi, dan Sumberjaya. Kehadiran para Kepala Dinas memastikan berbagai layanan seperti administrasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga pasar pangan murah melalui bazar UMKM berjalan optimal. Bupati Eman Suherman menegaskan pentingnya kehadiran negara secara langsung di tengah masyarakat. "Melalui sinergi antara Sekda, jajaran dinas, dan Forkopimda, Safari Ramadhan ini menjadi sarana integrasi pelayanan publik. Kami ingin aspek religius berjalan selaras dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat," ujar Bupati. Penyaluran Bantuan BAZNAS Majalengka Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan optimalisasi dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan logistik dan stimulan sarana ibadah. Bantuan tersebut diserahkan di Kantor Desa Rajagaluh Kidul dengan rincian sebagai berikut: Paket Sembako: Dialokasikan sebanyak 10 paket per desa untuk total 52 desa di empat kecamatan (Rajagaluh 130 paket, Leuwimunding 140 paket, Sindangwangi 100 paket, dan Sumberjaya 150 paket). Bantuan Sarana Keagamaan: Stimulus sebesar Rp 5.000.000 diserahkan khusus untuk Masjid Jami An-Nur guna menunjang kenyamanan ibadah jamaah. Wakil Ketua 1 BAZNAS Majalengka, H. Muhammad Ridwan, menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang merata di seluruh wilayah Majalengka. Momen Kedekatan dan Kebersamaan Acara mencapai puncaknya pada momen buka puasa bersama dan Shalat Tarawih berjamaah. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi dengan memadatinya area Masjid An-Nur. Kehadiran lengkap unsur pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Sekda, Kepala Dinas, hingga Forkopimda, diharapkan mampu memperkokoh tali silaturahmi antara Ulama (tokoh agama) dan Umara (pemerintah). Sinergi ini menjadi modal utama dalam mewujudkan visi Majalengka yang lebih religius dan "Langkung Sae".
BERITA17/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Dorong Profesionalitas UPZ Kecamatan Sambut Ramadhan 1447 H
BAZNAS Majalengka Dorong Profesionalitas UPZ Kecamatan Sambut Ramadhan 1447 H
MAJALENGKA Sebagai upaya memperkuat tata kelola zakat yang akuntabel di tingkat wilayah, BAZNAS Kabupaten Majalengka secara intensif melakukan pembinaan dan penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan. Langkah ini diawali dengan pertemuan koordinasi bertajuk "Optimalisasi ZIS dan DSKL Ramadhan 1447 H" yang digelar di Aula Gedung BAZNAS Lt. 2, Senin (16/03/2026). Pembinaan ini menjadi sangat strategis mengingat UPZ Kecamatan merupakan ujung tombak BAZNAS dalam menjangkau masyarakat (muzaki dan mustahik) secara langsung, terutama dalam menghadapi lonjakan aktivitas ibadah dan sosial di bulan suci Ramadhan. Mempertegas Peran Strategis UPZ Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan bahwa pembinaan rutin ini bertujuan agar seluruh jajaran UPZ memiliki pemahaman yang sama mengenai regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan zakat. "Pertemuan ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan upaya kami dalam memastikan keberadaan UPZ benar-benar dirasakan manfaatnya. Bagaimana peran UPZ di mata masyarakat dan pemerintah sangat ditentukan oleh integritas dan kinerja yang kita bangun hari ini," ungkap H. Agus di hadapan para pengurus UPZ se-Kabupaten Majalengka. Peningkatan Kualitas Pelayanan: "Langkung SAE" Dalam sesi pembinaan tersebut, BAZNAS Majalengka menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan. Keberhasilan penggalangan dan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada tahun 2025 menjadi tolok ukur untuk peningkatan layanan di tahun ini dengan semangat "Langkung SAE" (Lebih Baik). Apresiasi dan Cinderamata Idul Fitri Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras para pejuang zakat di lapangan, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga memberikan cinderamata khusus menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh UPZ Kecamatan se-Kabupaten Majalengka. Pemberian cinderamata ini merupakan simbol kasih sayang dan apresiasi BAZNAS kepada para pengurus UPZ yang telah menjadi jembatan kebaikan bagi umat. H. Agus berharap perhatian kecil ini dapat menambah motivasi dan kebahagiaan para pengurus UPZ dalam menjalankan tugas mulia di bulan suci. Sinergi dan Pendampingan Berkelanjutan BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh bagi UPZ yang menghadapi kendala di lapangan. H. Agus berharap tidak ada jarak komunikasi antara UPZ dengan kantor pusat BAZNAS maupun dengan stakeholder terkait lainnya. “Pengentasan kemiskinan adalah kerja kolaboratif. Kami di BAZNAS Kabupaten akan terus membina, mendampingi, dan mengapresiasi UPZ agar sinergi gotong royong ini berjalan maksimal hingga ke tingkat desa/kelurahan,” tambahnya. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis dan foto bersama sebagai wujud soliditas keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka. Pewarta: Humas BAZNAS Majalengka Kategori: Pembinaan & Kesejahteraan UPZ Tag: #PembinaanUPZ #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #ApresiasiUPZ #Ramadhan1447H #IdulFitri2026
BERITA16/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dukung Kenyamanan Ibadah, BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Masjid An-Nur
Dukung Kenyamanan Ibadah, BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Masjid An-Nur
MAJALENGKA – Komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat sarana peribadatan umat kembali diwujudkan pada puncak agenda Safari Ramadhan Batch 7. Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid Jami An-Nur, Desa Rajagaluh Kidul, Senin (16/03/2026), BAZNAS secara khusus menyerahkan bantuan stimulus untuk pengembangan fasilitas masjid. Penyerahan bantuan sarana keagamaan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si. didampingi Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M.,Hadir pula menyaksikan momentum tersebut Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, serta para Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Majalengka. Stimulus untuk Peningkatan Fasilitas Masjid Masjid Jami An-Nur menjadi penerima manfaat bantuan stimulan sebesar Rp 5.000.000. Bantuan ini dialokasikan untuk membantu peningkatan sarana dan prasarana masjid guna mendukung kenyamanan jamaah dalam menjalankan aktivitas ibadah, terutama di tengah tingginya antusiasme warga selama bulan suci Ramadhan. Wakil Ketua 1 BAZNAS Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS untuk memastikan rumah ibadah memiliki fasilitas yang layak. "Masjid adalah pusat peradaban dan pembinaan umat. Melalui bantuan stimulan ini, kami berharap Masjid An-Nur dapat terus berbenah sehingga masyarakat Desa Rajagaluh Kidul dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman," ujar beliau di sela kegiatan. Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keagamaan Bupati Eman Suherman memberikan apresiasi atas langkah konkret BAZNAS yang konsisten mendukung pembangunan bidang keagamaan di Majalengka. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dinas terkait, dan BAZNAS sangat krusial dalam mewujudkan kemandirian sarana ibadah di daerah. "Kehadiran kami bersama jajaran Sekda, OPD, dan BAZNAS di sini adalah untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat terkait sarana keagamaan mendapat respon nyata. Masjid yang nyaman akan melahirkan masyarakat yang religius," tutur Bupati. Momen Kebersamaan di Akhir Safari Ramadhan Pemberian bantuan ini menjadi salah satu agenda utama dalam penutupan Safari Ramadhan tahun 1447 H/2026 M. Acara ditutup dengan Shalat Tarawih berjamaah yang diikuti oleh ratusan jamaah yang memadati area Masjid An-Nur. Dengan adanya dukungan sarana ini, diharapkan Masjid Jami An-Nur tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang mampu mempererat silaturahmi antara pemerintah (Umara), tokoh agama (Ulama), dan seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan Majalengka yang "Langkung Sae".
BERITA16/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Kepedulian, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Warga Panyingkiran
Wujudkan Kepedulian, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Warga Panyingkiran
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di sektor kesehatan. Melalui Divisi Digital Fundraising & Retail, BAZNAS menyalurkan bantuan kesehatan kepada Ibu Neneng Susilawati, seorang warga dari Desa Karyamukti, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan langsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka pada Senin, 16 Maret 2026. Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Majalengka, Iwan Setiawan, yang menyerahkan bantuan secara simbolis menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan BAZNAS untuk memastikan warga yang sedang mengalami kesulitan biaya pengobatan dapat terbantu dengan cepat dan tepat sasaran. "Alhamdulillah, hari ini kami dapat bersilaturahmi sekaligus menyerahkan amanah dari para muzaki untuk Ibu Neneng. Bantuan kesehatan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan membantu proses pemulihan beliau agar bisa beraktivitas kembali," ujar Iwan Setiawan di sela-sela penyerahan. Iwan juga menambahkan bahwa dukungan ini merupakan hasil dari optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola secara profesional, termasuk melalui kanal-kanal digital yang kini semakin memudahkan masyarakat untuk berbagi. Sementara itu, pihak keluarga Ibu Neneng Susilawati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas respon cepat dan kepedulian yang diberikan oleh BAZNAS Majalengka. Bantuan ini dinilai sangat berarti di tengah perjuangan mereka menghadapi biaya pengobatan yang tidak sedikit. Penyaluran bantuan kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh para muzaki melalui BAZNAS Majalengka memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Majalengka, termasuk di wilayah Panyingkiran. Mari Terus Tebar Kebaikan! Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu lebih banyak warga yang membutuhkan. Bersama BAZNAS, Zakat Menyejahterakan Umat.
BERITA16/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka: Masjid Harus Jadi Pusat Ibadah Sekaligus Pemberdayaan Ekonomi Umat
Ketua BAZNAS Majalengka: Masjid Harus Jadi Pusat Ibadah Sekaligus Pemberdayaan Ekonomi Umat
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menekankan pentingnya transformasi peran masjid di tengah masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ritual ibadah, tetapi juga menjadi poros pemberdayaan ekonomi dan solusi sosial bagi warga sekitar. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam kegiatan Optimalisasi ZIS dan DSKL Ramadhan 1447 H bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan se-Kabupaten Majalengka yang berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026. Melawan Fenomena 'Bank Emok' Melalui Masjid Dalam arahannya, H. Agus Asri Sabana menyoroti fenomena sosial yang masih menjadi tantangan besar, yakni banyaknya warga yang terjerat pinjaman informal atau "bank emok". Menurutnya, hal ini terjadi karena aspek ekonomi umat di lingkungan masjid belum sepenuhnya tersentuh secara sistematis. “Masjid-masjid itu ingin hidup dengan UMKM-nya. Fungsi masjid selama ini sering kali hanya berfokus pada aspek ibadah saja, sementara dimensi ekonomi masyarakat di sekitarnya belum banyak diintervensi,” ungkap beliau. Beliau menambahkan bahwa selama ini perhatian sering kali tumpah ruah pada pembangunan sarana fisik keagamaan. Padahal, di sekitar masjid terdapat realitas sosial yang membutuhkan perhatian mendesak, seperti lansia yang membutuhkan dukungan, warga kurang mampu, hingga masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dan pendidikan. Optimalisasi Dana ZIS dan Baznas Micro Finance (BMF) Sebagai solusi nyata, BAZNAS Majalengka mendorong penguatan program Baznas Micro Finance (BMF). Melalui program ini, dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) dikelola untuk memberikan bantuan modal dan pendampingan bagi usaha mikro di sekitar masjid. "Kami berharap UPZ Kecamatan dapat berperan aktif dalam memberdayakan dana ZIS di lingkungan masjid. Tujuannya agar kehadiran masjid menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat," tegasnya. Sinergi demi Kesejahteraan Umat Kegiatan yang dilaksanakan di bulan suci Ramadhan 1447 H ini menjadi momentum penting bagi seluruh pengurus UPZ di tingkat kecamatan untuk menyelaraskan langkah. Dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, UPZ, dan pengurus masjid, pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka diharapkan memberikan dampak yang lebih luas dan terukur. Melalui transformasi ini, BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus mewujudkan visi kesejahteraan umat yang merata, di mana masjid tegak berdiri sebagai benteng spiritual sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan. #BaznasMajalengka #ZakatMajalengka #Ramadhan1447H #UPZMajalengka #PemberdayaanEkonomi #MasjidPusatPeradaban
BERITA16/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Sinergi Ramadhan 1447 H, BAZNAS Majalengka Optimalkan Peran UPZ Kecamatan
Perkuat Sinergi Ramadhan 1447 H, BAZNAS Majalengka Optimalkan Peran UPZ Kecamatan
MAJALENGKA, BAZNAS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan strategis bertajuk "Optimalisasi ZIS dan DSKL Ramadhan 1447 H" bersama seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan se-Kabupaten Majalengka. Acara tersebut dilaksanakan pada Senin (16/03/2026) bertempat di Aula Gedung Lantai 2 Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi sekaligus memantapkan langkah dalam mengoptimalkan penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) selama bulan suci Ramadhan tahun ini. Pentingnya Peran UPZ di Masyarakat Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan komitmen seluruh pengurus UPZ Kecamatan. "Terima kasih atas atensi yang luar biasa pada pertemuan ini. Kegiatan ini sangat krusial karena menentukan eksistensi dan peran kita di mata masyarakat, pemerintah, dan yang paling utama di hadapan Allah SWT dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat," ujar H. Agus. Target Performa: Harus "Langkung SAE" Beliau juga menekankan bahwa capaian kinerja pada tahun sebelumnya harus menjadi pemacu semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada para muzaki (pembayar zakat) dan mustahik (penerima zakat). Menurutnya, jika langkah-langkah pada tahun 2025 sudah dinilai baik, maka pada tahun 2026 ini performa BAZNAS hingga ke tingkat kecamatan harus "Langkung SAE" (Lebih Bagus). Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan Lebih lanjut, Ketua BAZNAS menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Majalengka tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan semangat gotong royong dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder di setiap tingkatan. Ia juga berpesan agar pengurus UPZ Kecamatan tidak ragu untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BAZNAS Kabupaten maupun pihak terkait lainnya jika menemukan kendala teknis atau persoalan di lapangan. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas dan komitmen bersama untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan profesional demi kesejahteraan umat di Kabupaten Majalengka. #BaznasMajalengka #ZakatMajalengka #Ramadhan1447H #UPZMajalengka #ZakatUntukUmat
BERITA16/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Transparansi Dana Umat, Paguyuban Welas Asih Raih Legalitas UPZ BAZNAS
Wujudkan Transparansi Dana Umat, Paguyuban Welas Asih Raih Legalitas UPZ BAZNAS
MAJALENGKA Menjaga kepercayaan donatur (muzaki) melalui transparansi menjadi komitmen nyata LKS Paguyuban Welas Asih. Dalam agenda laporan dan penyaluran bantuan di Masjid At-Taqwa, Desa Banjaran, Sabtu (14/3/2026), Bendahara Paguyuban, H. E Harobudin, memaparkan laporan keuangan komprehensif di hadapan para tokoh dan pimpinan daerah. Laporan tersebut merinci penghimpunan dan alokasi dana sosial yang telah konsisten dijalankan selama 29 tahun bagi masyarakat Blok Sukawangi. Apresiasi BAZNAS dan Penguatan Payung Hukum Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, memberikan apresiasi tinggi atas kedisiplinan administratif paguyuban. Menurutnya, keterbukaan laporan keuangan adalah fondasi utama dalam mengelola amanah umat secara syar’i. Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap manajemen yang akuntabel, Ketua BAZNAS menyerahkan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada pengurus Paguyuban Welas Asih. Dengan SK ini, tata kelola keuangan paguyuban kini resmi memiliki payung hukum di bawah naungan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Sinergi untuk Kemaslahatan Masyarakat Pemaparan laporan ini disaksikan langsung oleh Camat Banjaran, Abdul Hanan, S.Sos., M.M., Kepala Desa Banjaran, serta tokoh masyarakat lainnya. Dana yang terhimpun disalurkan secara tepat sasaran kepada: Anak yatim piatu, kaum jompo, dan janda. Keluarga prasejahtera. Imam masjid, guru ngaji, dan guru madrasah di wilayah Desa Banjaran. Camat Banjaran memuji konsistensi paguyuban dalam menjaga tradisi pelaporan terbuka. Kehadiran para pimpinan daerah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pengurus untuk terus meningkatkan profesionalisme demi kemaslahatan umat yang lebih luas.
BERITA16/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ramadan Terasa Cepat Berlalu? Ini Penjelasan Psikologis dan Makna Keberkahannya
Ramadan Terasa Cepat Berlalu? Ini Penjelasan Psikologis dan Makna Keberkahannya
MAJALENGKA – Tidak terasa, kita kini berada di penghujung bulan suci. Banyak di antara kita yang merasakan tanya yang sama: "Mengapa Ramadan tahun ini terasa begitu cepat berlalu?" Padahal, secara objektif, kalender tetap menunjukkan durasi yang sama, yakni 30 hari. Perasaan ini rupanya bukan sekadar imajinasi, melainkan sebuah fenomena yang bisa dijelaskan secara ilmiah dan spiritual. Perspektif Psikologi: Kehadiran Penuh dalam Momen Penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa persepsi manusia terhadap waktu bersifat sangat subjektif. Waktu tidak hanya diukur oleh denting jam, tetapi oleh seberapa besar perhatian (attention) yang kita berikan pada momen-momen tertentu. Ketika seseorang terjebak dalam rutinitas yang monoton dan membosankan, waktu cenderung terasa lambat. Sebaliknya, saat otak kita "terserap" ke dalam berbagai aktivitas yang bermakna, baru, dan menyita perhatian, waktu akan terasa melesat. Di bulan Ramadan, masyarakat Majalengka menjalani perubahan ritme hidup yang drastis. Mulai dari bangun sahur, tadarus Al-Qur'an, mengikuti kajian, hingga aktivitas sosial seperti berbagi takjil dan santunan zakat. Padatnya rutinitas ibadah dan interaksi sosial yang positif ini membuat otak kita terus memproses pengalaman baru yang menyenangkan, sehingga tanpa disadari, kita sudah tiba di penghujung bulan. Ciri Keberkahan Waktu Secara spiritual, waktu yang terasa cepat namun diisi dengan produktivitas adalah salah satu tanda keberkahan. BAZNAS Majalengka memandang fenomena "cepatnya waktu" ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk tidak menyia-nyiakan sisa hari yang ada. "Waktu yang berkah bukan berarti waktunya bertambah lama secara durasi, melainkan seberapa banyak manfaat yang bisa kita tanam di dalamnya," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Ramadan yang terasa singkat adalah sinyal bahwa kita sedang berada dalam fase "khusyuk". Keasyikan dalam beribadah dan melayani sesama melalui zakat, infak, dan sedekah membuat kita melupakan hitungan jam dan lebih fokus pada kualitas perjumpaan dengan Sang Pencipta. Menutup Ramadan dengan Paripurna Mengingat persepsi waktu yang begitu cepat, BAZNAS Majalengka mengajak seluruh muzaki dan munafig di Kabupaten Majalengka untuk memaksimalkan sisa waktu yang ada. Jangan biarkan perasaan "cepat berlalu" ini berakhir dengan penyesalan karena kurangnya amalan. Mari kita kunci kemenangan Ramadan ini dengan menunaikan kewajiban Zakat Fitrah, Zakat Maal, serta memperbanyak sedekah. Melalui program-program kemanusiaan BAZNAS, harta yang Anda keluarkan akan menjadi saksi abadi bahwa meski Ramadan berlalu cepat, jejak kebaikan Anda akan terus mengalir bagi mereka yang membutuhkan. BAZNAS Majalengka: Nikmat Berzakat, Tentramnya Muzaki, Bahagianya Mustahik.
BERITA16/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ramadhan 2026 Segera Berakhir: Hadis Rasulullah Ingatkan Amalan Sangat Bergantung pada Penutupnya
Ramadhan 2026 Segera Berakhir: Hadis Rasulullah Ingatkan Amalan Sangat Bergantung pada Penutupnya
Waktu seakan berlari. Tanpa terasa, Ramadhan 2026 kini berada di penghujung jalan. Bulan penuh rahmat dan ampunan ini segera melambaikan tangan perpisahan, meninggalkan umat Islam dalam hitungan hari. Di sisa waktu yang sempit ini, muncul sebuah pertanyaan besar bagi kita: Sudahkah kita memaksimalkannya, ataukah kita termasuk golongan yang merugi? Momentum ini bukan sekadar hitung mundur menuju Idul Fitri, melainkan peringatan keras untuk merefleksikan diri. Apakah sebulan penuh ini telah kita isi dengan penyesalan dosa yang tulus, atau hanya sekadar menahan lapar dan dahaga? Pentingnya Akhir yang Baik (Husnul Khatimah) Dalam Islam, akhir dari sebuah ibadah memiliki kedudukan yang sangat krusial. Harapan besar masih terbuka lebar di sisa akhir Ramadhan ini bagi siapa saja yang ingin berbenah. Sebagaimana disinggung oleh Ketua Baznas Majalengka, H. Agus Asri Sabana, kualitas ibadah di penghujung bulan harus ditingkatkan sebagai bentuk pertanggungjawaban spiritual. Hal ini sejalan dengan fondasi hukum yang sangat kuat dalam hadis Nabi Muhammad SAW: "Dan hanyalah amalan itu tergantung pada penutupnya." > (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu) Hadis ini memberikan motivasi bahwa meskipun kita mungkin merasa kurang maksimal di awal atau pertengahan Ramadhan, pintu perbaikan masih terbuka lebar di detik-detik terakhir. Fokus pada perbaikan diri sekarang jauh lebih berharga daripada membiarkan waktu terbuang sia-sia. Ukuran Kesuksesan: Penutupan, Bukan Permulaan Seringkali kita merasa pesimis karena merasa ibadah kita di awal Ramadhan tidak sempurna. Namun, para ulama memberikan perspektif yang menyejukkan sekaligus memacu semangat: Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim menegaskan dalam Majmu’ Al-Fatawa: "Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan." Al-Hafizh Ibnu Rajab dalam kitab Lathooiful Ma’arif juga memberikan pesan mendalam: "Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan telah bertekad untuk pergi, dan tidak tersisa waktunya kecuali sedikit, maka siapa yang telah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia sempurnakan, dan siapa yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia menutupnya dengan yang lebih baik." Strategi Memaksimalkan Sisa Ramadhan 2026 Agar kita tidak kehilangan momentum emas ini, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan di sisa hari yang ada: Tingkatkan Intensitas Taubat: Jangan biarkan satu malam pun berlalu tanpa permohonan ampun (istighfar) yang tulus. Sempurnakan Zakat dan Sedekah: Sebagai pembersih harta dan penyempurna puasa, pastikan kewajiban zakat fitrah dan sedekah sunnah tertunaikan dengan baik. Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas: Jika tidak mampu mengkhatamkan Al-Qur'an berkali-kali, fokuslah pada tadabbur dan pemaknaan ayat di hari-hari terakhir. Konsistensi di Garis Finish: Sebagaimana pelari yang menambah kecepatan saat mendekati garis finish, ibadah kita pun harus semakin kencang menjelang Idul Fitri. Kesimpulan Ramadhan 2026 mungkin segera berlalu, namun peluang untuk mendapatkan ampunan Ilahi masih ada hingga fajar Idul Fitri menyingsing. Mari kita tutup bulan suci ini dengan sebaik-baiknya amalan, karena sesungguhnya nilai sebuah ibadah ditentukan oleh bagaimana kita mengakhirinya.
BERITA16/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaksimalkan "Etape Terakhir" Ramadan: Menyucikan Jiwa, Membersihkan Harta
Memaksimalkan "Etape Terakhir" Ramadan: Menyucikan Jiwa, Membersihkan Harta
MAJALENGKA, BAZNAS Tidak terasa kita telah memasuki minggu terakhir di bulan suci Ramadan 1447 H. Momentum ini merupakan "etape emas" bagi setiap Muslim untuk memacu sisa energi spiritualnya. Rasulullah SAW sendiri memberikan teladan dengan memperkencang ibadahnya (mengikat sarung) saat memasuki sepuluh malam terakhir demi mengejar keberkahan Lailatul Qadar. Sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang berkhidmat pada umat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat Kota Angin untuk fokus pada tiga pilar utama di penghujung Ramadan ini: 1. Optimalisasi Ibadah dan Itikaf Sepuluh malam terakhir adalah waktu turunnya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sesuai dengan tuntunan sunnah, umat Islam dianjurkan untuk: Melaksanakan Itikaf: Menghidupkan masjid-masjid di Majalengka dengan berdiam diri seraya berzikir dan bertadarus. Menghidupkan Malam (Qiyamul Lail): Memperbanyak shalat tarawih, witir, dan tahajud terutama pada malam-malam ganjil. Melangitkan Doa Ampunan: Memperbanyak bacaan doa: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni. 2. Menyucikan Jiwa dan Harta melalui Zakat Ramadan bukan hanya soal hubungan vertikal dengan Allah (Hablum Minallah), tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama (Hablum Minannas). BAZNAS Majalengka mengingatkan bahwa minggu terakhir adalah waktu krusial untuk: Zakat Fitrah: Sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan sebagai makanan bagi fakir miskin. Zakat Maal & Sedekah: Membersihkan harta yang kita miliki agar keberkahan mengalir dalam keluarga. Melalui zakat yang dikelola secara resmi, kita memastikan kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan merata oleh seluruh mustahik di pelosok Majalengka. 3. Menjaga Istiqomah dan Refleksi Diri Jangan biarkan euforia persiapan mudik atau hari raya mengendurkan semangat ibadah. Akhir Ramadan adalah waktu untuk evaluasi (muhasabah). Apakah puasa kita telah meningkatkan pengendalian diri, ataukah hanya sekadar menahan lapar? Mari jadikan ibadah sebagai kebutuhan spiritual yang berkelanjutan, bukan sekadar rutinitas tahunan. Pesan Ketua BAZNAS Majalengka: "Mari kita tutup Ramadan tahun ini dengan husnul khatimah. Sucikan jiwa dengan taubat, dan bersihkan harta dengan zakat melalui amil yang resmi dan terpercaya. Semoga kita semua tergolong ke dalam hamba-hamba yang Muttaqin."
BERITA15/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Kemenangan di Tikungan Terakhir: Panduan Hari ke-26 Ramadhan
Menjemput Kemenangan di Tikungan Terakhir: Panduan Hari ke-26 Ramadhan
Tak terasa, langkah kita telah sampai di ambang pintu perpisahan. Memasuki hari ke-26 Ramadhan 1447 H, suasana batin biasanya bercampur aduk: ada rasa rindu yang mulai muncul karena Ramadhan akan segera berlalu, namun ada pula keriuhan persiapan menyambut Idul Fitri. Di "tikungan terakhir" ini, fokus kita sering terbelah antara kekhusyukan ibadah dan keriuhan urusan duniawi. Agar kemenangan yang kita raih menjadi sempurna, berikut adalah panduan strategis untuk menyeimbangkan aspek batiniah dan lahiriah. 1. Sisi Batiniah: Menjaga Api Ibadah Tetap Menyala Banyak orang mulai "kendur" di hari-hari terakhir karena kelelahan fisik. Padahal, justru di sinilah letak puncak perlombaannya. Memburu Lailatul Qadar di Malam Ganjil: Malam ke-27 adalah salah satu malam yang paling dinantikan. Jangan biarkan energi Anda habis untuk urusan pasar atau dapur. Alokasikan waktu khusus untuk Qiyamul Lail (salat malam) dan perbanyak doa: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." Menuntaskan Interaksi dengan Al-Qur'an: Jika Anda memiliki target khatam, hari ke-26 adalah saatnya melakukan "akselerasi". Luangkan waktu di antara jam kerja atau setelah tarawih untuk menyelesaikan juz-juz terakhir. Menunaikan Zakat Fitrah Lebih Awal: Jangan menunggu hingga malam takbiran. Menunaikan zakat di hari ke-26 memberikan ketenangan batin bagi Anda dan membantu petugas zakat (amil) untuk mendistribusikannya secara lebih merata kepada mereka yang membutuhkan. 2. Sisi Lahiriah: Persiapan Matang Tanpa Kepanikan Persiapan lahiriah bukan berarti kemewahan, melainkan bentuk syukur dan penghormatan terhadap hari kemenangan. Manajemen Logistik dan Konsumsi: Pastikan kebutuhan pokok untuk hari raya sudah tersedia. Mencicil persiapan bahan makanan sejak hari ke-26 akan menghindarkan Anda dari kepanikan panic buying atau kemacetan luar biasa di pasar pada H-1. Kerapihan Lingkungan dan Rumah: Kebersihan adalah bagian dari iman. Mulailah menata sudut-sudut rumah agar saat silaturahmi tiba, suasana menjadi lebih nyaman dan khidmat bagi keluarga maupun tamu yang datang berkunjung. Menjaga Stamina Fisik: Seringkali kita terlalu semangat mengejar ibadah malam dan persiapan siang hingga lupa beristirahat. Jaga pola makan saat berbuka dan sahur. Fisik yang bugar adalah kunci agar Anda bisa menjalankan salat Idul Fitri dan bersilaturahmi dengan ceria. 3. Sisi Sosial: Menyambung Tali Silaturahmi Idul Fitri adalah momentum rekonsiliasi sosial. Menyiapkan Komunikasi: Di era digital, menyiapkan pesan ucapan yang tulus (bukan sekadar copy-paste) untuk kolega, atasan, dan keluarga besar sangatlah penting. Mulailah mendata siapa saja yang ingin Anda hubungi secara personal. Dokumentasi dan Syukur: Jika Anda terlibat dalam kegiatan sosial, pastikan laporan atau dokumentasi kegiatan sudah rapi. Ini adalah bentuk transparansi dan rasa syukur atas amanah yang dijalankan selama bulan suci. Kesimpulan: Menutup dengan Husnul Khatimah Ramadhan bukan tentang bagaimana kita memulainya, tapi tentang bagaimana kita mengakhirinya. Gunakan sisa hari yang sedikit ini untuk memperbanyak istigfar atas kekurangan selama sebulan penuh, sembari menyambut hari raya dengan persiapan yang tertata. Semoga di hari ke-26 ini, setiap peluh kita dalam bekerja dan setiap sujud kita dalam doa, diterima oleh Allah SWT sebagai amal jariyah yang sempurna.
BERITA15/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Sampaikan Ucapan Milad dan Doa Terbaik untuk Bupati H. Eman Suherman
BAZNAS Majalengka Sampaikan Ucapan Milad dan Doa Terbaik untuk Bupati H. Eman Suherman
MAJALENGKA Segenap pimpinan dan seluruh keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. Momentum milad ini menjadi ungkapan rasa syukur atas dedikasi dan sinergi yang selama ini terjalin erat antara pemerintah daerah dengan BAZNAS dalam upaya menyejahterakan umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Doa dan Harapan untuk Pemimpin Majalengka Dalam ucapan resminya, BAZNAS Majalengka memanjatkan doa terbaik agar Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah kepada orang nomor satu di Majalengka tersebut: "Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan usia, serta kekuatan dalam setiap langkah pengabdian memimpin dan melayani masyarakat. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan senantiasa diberikan kemudahan, keberkahan, serta membawa kemajuan bagi daerah dalam mewujudkan Majalengka Langkung SAE." Komitmen Mewujudkan Majalengka Langkung SAE Sebagai mitra strategis pemerintah, BAZNAS Majalengka berharap kepemimpinan Bapak Drs. H. Eman Suherman, M.M. terus memberikan dampak positif yang luas. Diharapkan kepemimpinan beliau terus menjadi sosok yang membawa manfaat, kebaikan, serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat Majalengka. Sinergi antara ulama, umaro, dan lembaga zakat diharapkan semakin solid demi mewujudkan visi besar pembangunan daerah yang lebih baik dan religius. Saekeun Majalengka! ? Editor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka Tag: #baznasmajalengka #majalengka #ultah #emansuherman #bupatimajalengka #zakatmembangunumat
BERITA15/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengapa Membayar Zakat, Infaq, dan Sedekah Harus Melalui BAZNAS Majalengka?
Mengapa Membayar Zakat, Infaq, dan Sedekah Harus Melalui BAZNAS Majalengka?
Mendekati penghujung Ramadan, kewajiban membayar Zakat Fitrah menjadi fokus utama setiap Muslim. Namun, seringkali muncul pertanyaan: "Mengapa kita harus menyalurkannya melalui BAZNAS, bukan langsung kepada tetangga atau kerabat?" Khusus bagi masyarakat Kabupaten Majalengka, menyalurkan ZIS melalui BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Majalengka bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan langkah strategis untuk menebar manfaat yang lebih luas dan terukur. 1. Kepastian Sesuai Syariat dan Regulasi BAZNAS adalah lembaga resmi negara yang dibentuk berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011. Pengelolaan zakat di BAZNAS Majalengka diawasi secara ketat oleh Dewan Pengawas Syariah. Zakat Fitrah: Memastikan takaran dan niat sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Legalitas: Memberikan rasa aman kepada Muzaki (pembayar zakat) bahwa dana mereka dikelola oleh institusi yang akuntabel dan transparan. 2. Pendistribusian yang Merata dan Tepat Sasaran Jika zakat hanya diberikan kepada orang di sekitar rumah, seringkali terjadi penumpukan bantuan di satu titik, sementara warga di pelosok desa lain yang lebih membutuhkan justru terlewatkan. BAZNAS Majalengka memiliki data Mustahik (penerima zakat) yang terverifikasi di seluruh kecamatan. Dengan membayar melalui BAZNAS, Anda membantu memastikan bahwa warga di ujung terjauh Majalengka pun merasakan kebahagiaan di hari Idul Fitri. 3. Transformasi Zakat Menjadi Program Produktif Berbeda dengan pemberian langsung yang bersifat konsumtif (sekali habis), BAZNAS Majalengka mengelola sebagian dana Infaq dan Sedekah untuk program pemberdayaan, seperti: Majalengka Cerdas: Bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu. Majalengka Sehat: Layanan kesehatan dan bantuan pengobatan. Majalengka Berdaya: Modal usaha bagi UMKM lokal agar mereka bisa mandiri secara ekonomi dan kelak berubah dari Mustahik menjadi Muzaki. 4. Respon Cepat Tanggap Bencana Lokal Majalengka merupakan daerah yang memiliki titik rawan bencana, seperti longsor atau banjir. Dana yang Anda titipkan melalui BAZNAS memungkinkan lembaga ini memiliki dana siap pakai untuk memberikan bantuan darurat secara cepat saat terjadi musibah di wilayah kita sendiri. 5. Kemudahan dan Transparansi Layanan Saat ini, BAZNAS Majalengka telah beradaptasi dengan teknologi digital. Masyarakat bisa membayar melalui: Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di desa-desa dan instansi. Layanan Digital/Transfer yang memudahkan bagi warga yang sibuk namun ingin tetap istiqomah beribadah. Laporan Terbuka: Masyarakat dapat memantau penggunaan dana melalui kanal media sosial resmi dan laporan tahunan. Kesimpulan: Zakat Fitrah untuk Majalengka yang Lebih Sejahtera Zakat Fitrah adalah pensuci jiwa dan penyempurna ibadah puasa. Dengan menyalurkannya ke BAZNAS Majalengka, Anda tidak hanya menjalankan rukun Islam, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun kemandirian ekonomi umat di Majalengka. Mari bersihkan harta, bahagiakan sesama. Salurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Majalengka.
BERITA15/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka: Kepercayaan Masyarakat adalah Nafas Perjuangan Amilin
Ketua BAZNAS Majalengka: Kepercayaan Masyarakat adalah Nafas Perjuangan Amilin
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran amilin untuk memperkuat integritas dalam menjalankan tugas. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa menjaga kepercayaan masyarakat (public trust) merupakan fondasi utama bagi eksistensi BAZNAS sebagai lembaga negara non-struktural. Menjaga Marwah Lembaga H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa sebagai lembaga resmi yang diamanatkan oleh undang-undang untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS memiliki tanggung jawab moral dan administratif yang besar. "Kepercayaan masyarakat bukan diberikan secara cuma-cuma, melainkan harus kita jemput dengan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Saya mengajak seluruh amilin untuk menanamkan nilai-nilai ini dalam setiap tarikan nafas pengabdian kita," ujar H. Agus di Kantor BAZNAS Majalengka. Fungsi Strategis BAZNAS Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan kembali mengenai peran vital BAZNAS yang tidak hanya sekadar menghimpun dana, tetapi juga menjadi instrumen negara dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Beberapa poin utama yang ditekankan oleh Ketua BAZNAS Majalengka meliputi: Transparansi Pelaporan: Memastikan setiap rupiah yang dititipkan muzaki tercatat dan dilaporkan secara real-time dan terbuka. Ketepatan Sasaran: Program pendayagunaan harus menyentuh delapan asnaf dengan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI). Edukasi Berkelanjutan: Amilin harus aktif mengedukasi masyarakat mengenai peran BAZNAS sebagai lembaga resmi pemerintah agar tidak terjadi dualisme persepsi di lapangan. "Jika amilin sudah menunjukkan kinerja yang bersih dan melayani, maka masyarakat dengan sendirinya akan merasa tenang dan yakin untuk menitipkan zakatnya melalui BAZNAS Majalengka," tambahnya. Komitmen Pelayanan Menutup arahannya, H. Agus berharap BAZNAS Majalengka dapat terus bertransformasi menjadi lembaga yang modern namun tetap memegang teguh kaidah-kaidah syariat Islam. Beliau meyakini bahwa dengan soliditas amilin, BAZNAS akan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Majalengka.#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA15/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Ketenangan di Penghujung Ramadhan: Pesan H. Agus Asri Sabana tentang Keutamaan Hari ke-25
Menjemput Ketenangan di Penghujung Ramadhan: Pesan H. Agus Asri Sabana tentang Keutamaan Hari ke-25
Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadhan, suasana spiritual umat Muslim semakin meningkat. Di tengah persiapan menyambut Idul Fitri, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, mengajak masyarakat untuk tetap fokus meraih keberkahan yang tersisa, khususnya pada hari ke-25 Ramadhan. Keutamaan Hari ke-25 Menurut Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, ditegaskan bahwa umat Islam yang menjalankan puasa hari ke-25 dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa. "Di hari ke-25 ini, Allah SWT menjanjikan anugerah yang menyentuh sisi batin terdalam manusia: Allah menghilangkan rasa takut dan kesedihan dari hati orang yang berpuasa," ungkap beliau. Beberapa keutamaan spesifik yang disebutkan dalam literatur ulama tersebut antara lain: Rezeki Surgawi: Allah memberikan makanan dan minuman sebagai balasan pahala langsung. Ketenangan Psikologis: Hilangnya kecemasan akan masa depan (takut) dan penyesalan masa lalu (sedih). Multiplikasi Pahala: Segala amal ibadah dilipatgandakan secara khusus di penghujung bulan suci. Curahan Rahmat: Mendapatkan keberkahan yang menjadi bekal setelah Ramadhan usai. Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga Lebih lanjut, H. Agus Asri Sabana menekankan bahwa puasa adalah madrasah perilaku. Mengutip pandangan para ulama, beliau mengingatkan bahwa esensi puasa bukan hanya menahan haus dan lapar sejak fajar hingga terbenam matahari. "Agar pahala puasa menjadi sempurna, seorang Muslim harus menjaga perilaku lahir dan batin. Jika hanya dilakukan secara lahiriah tanpa menjaga perilaku, kita khawatir hanya mendapatkan rasa lapar saja tanpa pahala," tegasnya. Untuk meraih kesempurnaan tersebut, beliau mengimbau masyarakat untuk: Menjaga Lisan: Menghindari ghibah (menggunjing) dan berkata sia-sia. Menata Hati: Menghindari prasangka buruk (su'udzon) terhadap sesama. Kendali Diri: Mengelola emosi, hawa nafsu, serta menjaga pandangan dari hal yang tidak baik. Aksi Nyata: Memperbanyak amal kebaikan, termasuk melalui zakat dan sedekah. Optimalisasi Zakat di Akhir Ramadhan Sebagai pimpinan BAZNAS Majalengka, beliau juga mengingatkan bahwa ketenangan hati yang dijanjikan Allah di hari ke-25 ini berkaitan erat dengan kepedulian sosial. Melalui zakat, seorang mukmin tidak hanya menyucikan hartanya, tetapi juga membantu kaum dhuafa di Majalengka agar mereka pun tidak lagi merasa takut akan kelaparan dan sedih karena kekurangan. Beliau berharap masyarakat Kabupaten Majalengka dapat memanfaatkan sisa hari di bulan suci ini dengan memperbanyak i'tikaf dan tadarus. Dengan hati yang bersih, seorang mukmin akan meraih derajat Muttaqin.
BERITA15/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Keberkahan di Penghujung Jalan: Refleksi Ramadhan Hari ke-25
Menjemput Keberkahan di Penghujung Jalan: Refleksi Ramadhan Hari ke-25
MAJALENGKA Tak terasa, langkah kita telah sampai di hari ke-25 bulan suci Ramadhan. Suasana syahdu semakin terasa di masjid-masjid seantero Majalengka, mulai dari kaki Gunung Ciremai hingga wilayah utara. Di titik ini, ada rasa haru sekaligus semangat yang berpacu: haru karena Ramadhan akan segera berpamitan, dan semangat karena kita sedang berada di jantung sepuluh malam terakhir. Keutamaan Malam-Malam Ganjil Hari ke-25 bukan sekadar angka. Dalam tradisi Islam, malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir adalah waktu yang sangat mustajab untuk berburu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda: "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari). Bagi masyarakat Majalengka yang dikenal religius, momen ini biasanya diisi dengan memperbanyak i'tikaf, tadarus Al-Qur'an, dan memperpanjang sujud di malam hari. Inilah saatnya kita "tancap gas" secara spiritual, memastikan tidak ada detik yang terbuang sia-sia. Ramadhan: Madrasah Kepedulian Sosial Di hari ke-25 ini, evaluasi diri bukan hanya soal seberapa banyak rakaat salat kita, tapi seberapa besar dampak keberadaan kita bagi sesama. Ramadhan adalah madrasah (sekolah) untuk mengasah empati. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak seluruh Muzaki dan Munfiq untuk menyempurnakan ibadah puasa dengan menunaikan kewajiban Zakat Fitrah, Zakat Maal, serta memperbanyak Infak dan Sedekah. Mengapa sekarang? Menyempurnakan Puasa: Zakat Fitrah berfungsi mensucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia. Menebar Senyum Lebaran: Agar saudara-saudara kita yang kurang mampu di pelosok Majalengka dapat ikut merasakan kegembiraan saat Idul Fitri nanti. Keberkahan Berlipat: Sedekah di akhir Ramadhan memiliki nilai kemuliaan yang sangat tinggi. Pesan untuk Masyarakat Majalengka Mari kita manfaatkan sisa hari yang sedikit ini dengan meningkatkan kualitas ibadah. Jika di awal Ramadhan masjid kita penuh sesak, maka di hari ke-25 ini, mari kita buktikan bahwa istikamah adalah kunci. Jangan biarkan kesibukan mempersiapkan hidangan atau pakaian baru mengalahkan fokus kita pada Sang Pencipta. Ingatlah, yang paling utama dari Idul Fitri bukanlah baju baru, melainkan hati yang kembali suci (fitrah). "Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Majalengka. Titipan Anda adalah amanah kami untuk membangun Majalengka yang lebih berkah dan sejahtera."
BERITA15/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menyelami Makna Doa Ramadhan Hari ke-25 dan ke-26
Menyelami Makna Doa Ramadhan Hari ke-25 dan ke-26
Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Muslim tiba di lintasan "sprint" spiritual. Di tengah akumulasi kelelahan fisik, doa-doa spesifik pada hari ke-25 dan ke-26 hadir sebagai instrumen vital untuk memperkuat batin, mengikuti Sunnah Nabi, serta mengamankan status Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka). 1. Doa Hari ke-25: Menanamkan Cinta kepada Kesalehan Pada hari ke-25, fokus utama kita adalah penyelarasan hati. Kita memohon agar dianugerahi kecintaan kepada para kekasih Allah (Wali) dan keteguhan dalam menjalankan Sunnah Rasulullah SAW. Transliterasi: Allâhummaj’alnî fîhi muhibban li awliyâika wa mu’âdiyan lia’dâika mustanan bisunnati khâtami anbiyâika yâ ‘âsima qulûbinnabiyyîn. Artinya: ”Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini lebih mencintai para wali-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah Nabi penutup-Mu. Wahai yang menjaga hati para nabi.” 2. Doa Hari ke-26: Memohon Penerimaan dan Perlindungan Aib Memasuki hari ke-26, permohonan bergeser pada aspek Acceptance (penerimaan). Kita menyadari bahwa meski ibadah telah diupayakan maksimal, manusia tetaplah tempatnya khilaf. Transliterasi: Allahummaj’al sa’yii fiihi masykura, wa dzanbii fiihi maghfuura, wa ‘amalii fiihi maqbuula, wa ‘aybii fiihi mastuura, yaa Asma’as-saami’iin. Artinya: “Ya Allah, jadikanlah setiap langkah lakuku di bulan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan dosa-dosaku terampuni, amal-amalku diterima dan segala kejelekanku ditutupi. Wahai Yang Maha Mendengar.” Analisis Spiritual: Melawan "Ramadhan Slump" Mendekati Idul Fitri, sering terjadi fenomena Ramadhan Slump, di mana motivasi ibadah menurun karena kesibukan duniawi yang meningkat (persiapan mudik, belanja, dll). Doa hari ke-25 dan 26 berfungsi sebagai Anchor Reward (jangkar motivasi). Secara psikologis, saat tubuh lelah, otak membutuhkan kepastian akan "penerimaan" (maqbulan) dan "perlindungan reputasi" (mastuura). Mengetahui bahwa Allah akan menutupi aib kita memberikan ketenangan mental yang luar biasa untuk terus beribadah meski merasa tidak sempurna. Tabel Panduan Audit Spiritual (Ramadhan 1447 H / Maret 2026) Dimensi Ibadah Hari ke-25 Ramadhan Hari ke-26 Ramadhan Fokus Utama Affection (Kecintaan) Acceptance (Penerimaan) Target Karakter Cinta Wali & Sunnah Nabi Syukur atas Usaha & Ampunan Proteksi Batin Menjauhi musuh kebenaran Menutup aib & kejelekan Estimasi Waktu Minggu, 15 Maret 2026 Senin, 16 Maret 2026 Status Malam Ganjil (Potensi Lailatul Qadar) Genap (Fase Iktikaf) Kesimpulan: Investasi Jangka Panjang Menghidupkan doa-doa ini bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan bentuk investasi jangka panjang bagi keselamatan akhirat. Keberhasilan spiritual seseorang ditentukan oleh keberaniannya melawan "ego fisik" pada malam-malam transisi menuju kemenangan. Jadikanlah setiap lelah dalam sujud dan iktikaf sebagai sa’yi masykura—usaha yang disyukuri oleh Allah. Kekuatan doa ini terletak pada keyakinan bahwa Allah adalah Asma’as-saami’iin, Dzat yang paling mendengar rintihan hamba-Nya di keheningan malam.
BERITA15/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →