WhatsApp Icon
Apresiasi Capaian Pemkab Majalengka, BAZNAS Komitmen Dukung Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan

MAJALENGKA  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka atas diraihnya penghargaan dari Pikiran Rakyat sebagai “Institusi Pemerintah Daerah Peduli Tata Kelola Lingkungan.”

Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata atas komitmen kolektif jajaran pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Capaian ini sekaligus mempertegas langkah nyata menuju visi Majalengka yang Langkung SAE.

Selaras dengan Visi Nasional dan Program Daerah

Keberhasilan ini dinilai sangat relevan dengan arah kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Di tingkat lokal, visi tersebut diimplementasikan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui program unggulan GEBER JUM’AT (Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jum’at).

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyatakan bahwa sinergi antara pengelolaan lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan adalah kunci keberkahan daerah.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Majalengka. Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan gotong royong seluruh pihak. BAZNAS Majalengka akan terus berdiri beriringan dengan pemerintah untuk memastikan lingkungan tetap terjaga melalui dukungan program-program berbasis pemberdayaan dan kepedulian masyarakat," ungkap H. Agus Asri Sabana.

Peran Aktif BAZNAS dalam Pelestarian Lingkungan

Sebagai lembaga non-struktural, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mengintegrasikan program pendayagunaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) dengan upaya pelestarian lingkungan. Beberapa langkah strategis yang dijalankan meliputi:

  • Aksi Kebersihan Lingkungan: Melibatkan Para Amilin , relawan  dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah secara berkala.

  • Pengelolaan Sampah: Mendorong edukasi pengelolaan limbah domestik untuk meminimalisir dampak lingkungan di tingkat internal kantor dan keluarga.

  • Pengelolaan Zakat Profesional: Memastikan dana umat dikelola secara transparan untuk kesejahteraan masyarakat, yang mencakup aspek kesehatan lingkungan hidup.

Ajakan Gotong Royong

Melalui momentum prestasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang.

Mari bersama-sama kita jaga bumi, mulai dari langkah kecil di lingkungan sendiri, demi terwujudnya Majalengka yang semakin bersih, nyaman, dan Langkung SAE.


#IndonesiaASRI #GeberJumat #BAZNASMajalengka #SaekeunMajalengka #LingkunganHidup #AgusAsriSabana

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Pelepasan Calon Jemaah Haji 1447 H: Ketua BAZNAS Majalengka Turut Antar Tamu Allah ke Tanah Suci

MAJALENGKA Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Halaman Gedung Pendopo Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka pada Sabtu (25/04/2026). Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., hadir langsung dalam seremoni pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Majalengka Tahun 1447 H / 2026 M.

Kehadiran pimpinan BAZNAS ini merupakan bentuk dukungan moril sekaligus komitmen lembaga dalam mengiringi langkah para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima. Dalam kesempatan tersebut, H. Agus Asri Sabana didampingi oleh Ketua Dewan Pengawas dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Rincian Keberangkatan Kloter KJT-06

Berdasarkan laporan resmi dari Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, total jemaah haji asal Majalengka tahun ini mencapai 729 orang. Khusus untuk pemberangkatan Kloter KJT-06, tercatat data sebagai berikut:

  • Jemaah Awal: 439 orang.

  • Kondisi Mutakhir: 2 jemaah wafat sebelum keberangkatan.

  • Total Jemaah Berangkat: 437 orang.

  • Petugas: 4 Petugas Kloter dan 2 Petugas Haji Daerah (PHD).

  • Total Keseluruhan: 443 orang (212 Laki-laki & 231 Perempuan).

Dukungan dan Doa dari BAZNAS

Ketua BAZNAS Majalengka menyampaikan bahwa momen ini adalah perjalanan spiritual yang luar biasa. Ia berharap para jemaah dapat fokus beribadah dan menjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci.

"Kami hadir untuk memberikan dukungan doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana.

Prosesi Pelepasan oleh Pimpinan Daerah

Prosesi pelepasan secara resmi dilakukan oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., didampingi Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka.

Bupati dalam sambutannya berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga nama baik daerah dan saling tolong-menolong antar sesama jemaah selama berada di Arab Saudi. Acara ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati, mengiringi bus jemaah yang mulai bergerak meninggalkan Pendopo menuju bandara.

Semoga seluruh tamu Allah SWT asal Kabupaten Majalengka senantiasa dalam lindungan-Nya dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna.


#BAZNASMajalengka #Haji1447H #TamuAllah #Majalengka #PelepasanHaji2026 #InfoMajalengka #KemenagMajalengka #PelayananUmat #HajiMabrur #JawaBarat

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Momen Emosional di Reuni Akbar MAN Talaga: Ketua BAZNAS Majalengka Pulang Kampung, Salurkan Beasiswa Pendidikan

MAJALENGKA – Gurauan hangat dan pelukan rindu mewarnai Aula MAN 1 Majalengka pada Sabtu (25/04/2026). Ratusan alumni dari lintas generasi berkumpul dalam tajuk Halal Bihalal dan Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) MAN Talaga. Namun, di balik keriuhan nostalgia tersebut, hadir sebuah aksi nyata yang menyentuh sektor pendidikan.

Hadir di tengah-tengah acara, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Kehadirannya kali ini bukan sekadar tamu undangan protokoler, melainkan sebagai seorang "anak yang pulang ke rumah". H. Agus merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995.

Pertemuan Para Tokoh dan Guru Bangsa

Suasana haru memuncak saat alumni angkatan 1993, 1994, dan 1995 bersimpuh memberikan penghormatan kepada guru-guru mereka. Hadir pula Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., sosok guru idola yang kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka.

Dalam sambutannya yang sarat akan refleksi, H. Agus mengenang masa-masa menimba ilmu di madrasah sebagai fondasi utama karakter dan spiritualitasnya saat ini.

"Ketika amanah menakhodai BAZNAS diberikan kepada saya, tekad saya hanya satu: mentasharufkan dana zakat, infaq, dan sedekah seamanah mungkin. Saya ingin memastikan setiap rupiah dari para muzakki menjadi manfaat nyata, terutama bagi masa depan pendidikan anak-anak kita di Majalengka," tutur H. Agus dengan nada bergetar.


Aksi Nyata: Beasiswa Rp 5 Juta untuk Generasi Penerus

Sebagai wujud kepedulian terhadap almamater, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan senilai total Rp 5.000.000,-. Bantuan ini diberikan kepada lima siswa berprestasi namun membutuhkan, dengan masing-masing menerima Rp 1.000.000,-.

Tak hanya itu, kemeriahan acara ditambah dengan penyerahan kadeudeuh dari para alumni untuk para guru dan almamater. Hal ini menjadi simbol terima kasih yang mendalam atas jasa para pendidik yang telah mencetak putra-putri terbaik daerah.

MAN 1 Majalengka: Pelopor Gerakan ZIS

Perlu diketahui, MAN 1 Majalengka saat ini berdiri sebagai Madrasah Percontohan Gerakan ZIS di Kabupaten Majalengka. Melalui program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli), madrasah ini membuktikan bahwa budaya berbagi bisa dipupuk sejak dini di lingkungan sekolah.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh keluarga besar MAN 1 Majalengka. Bantuan yang diberikan diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus mengejar mimpi tanpa perlu merasa gentar oleh kendala biaya.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #BerbagiItuIndah

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Alumni dan Kepedulian Umat: BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa di Reuni Akbar MAN 1 Talaga

MAJALENGKA Momen penuh kenangan dalam acara Halal Bihalal dan Reuni Akbar IKA MAN Talaga (MAN 1 Majalengka) lintas angkatan 1994, 1995, dan 1996 menjadi semakin bermakna dengan adanya aksi nyata kepedulian sosial. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Majalengka tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi para siswa, Sabtu (25/04/2026).

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai pimpinan lembaga, namun juga sebagai bentuk pengabdian kepada almamater yang telah membentuk karakter dan spiritualitasnya.

Daftar Penerima Bantuan Stimulan Pendidikan

Dalam suasana reuni yang penuh kekeluargaan, BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan dengan total nilai Rp 5.000.000,-. Bantuan tersebut diberikan kepada lima orang siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial, dengan nominal masing-masing sebesar Rp 1.000.000,-. Adapun para penerima bantuan tersebut adalah:

  1. Tika (Sindang, Cikijing)

  2. Agung (Cimangguhilir, Bantarujeg)

  3. Dwi Khofifah (Cibeureum, Talaga)

  4. Sida Nurul (Kagok, Banjaran)

  5. Azmi (Jatipamor, Talaga)

H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola BAZNAS harus memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya di bidang pendidikan.

"Alhamdulillah, bertepatan dengan momen silaturahmi angkatan 94, 95, dan 96 ini, BAZNAS dapat berkontribusi untuk membantu siswa-siswi MAN 1 Majalengka. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dititipkan para muzakki menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus belajar tanpa harus terhambat kendala biaya," ujar H. Agus.

Disaksikan Pimpinan Kemenag dan Para Guru

Prosesi penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., yang juga merupakan sosok guru yang sangat dihormati oleh para alumni. Kehadiran beliau menambah kekhidmatan acara yang mempertemukan guru dan murid lintas generasi tersebut.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat memicu semangat gotong royong di kalangan alumni untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Majalengka. Langkah ini sejalan dengan visi "Majalengka Langkung Sae", di mana kesejahteraan masyarakat dibangun melalui sinergi berbagai pihak dan pengelolaan zakat yang profesional serta transparan.

Acara penyerahan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan MAN 1 Majalengka dan keberkahan bagi para muzakki yang telah mempercayakan pengelolaan dananya melalui BAZNAS.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #AlumniPeduli

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Lepas Kloter KJT-06, Ketua BAZNAS Majalengka: Fokus Ibadah, Jaga Kesehatan, dan Raih Kemabruran

MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memberikan respon positif dan apresiasi mendalam atas lancarnya prosesi pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Majalengka Kloter KJT-06. Acara yang berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Pemda Majalengka pada Sabtu (25/04/2026) ini menjadi tonggak awal perjalanan spiritual ratusan tamu Allah menuju Tanah Suci.

Respon Terhadap Dinamika Jemaah

Menanggapi laporan mengenai adanya dua jemaah yang wafat sebelum keberangkatan sehingga total jemaah Kloter KJT-06 menjadi 437 orang (ditambah 6 petugas), H. Agus Asri Sabana menyampaikan rasa duka citanya sekaligus memberikan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Kami mendoakan para jemaah yang telah berpulang ke rahmatullah sebelum sempat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Insya Allah, niat tulus mereka sudah dicatat sebagai pahala haji di sisi Allah SWT," ungkapnya saat ditemui di lokasi pelepasan.

Pesan Khusus untuk Jemaah

Dalam respon resminya, Ketua BAZNAS menekankan pentingnya ketahanan fisik dan kemurnian niat. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan stamina prima, terutama menghadapi perbedaan cuaca di Arab Saudi.

"Pesan saya kepada seluruh jemaah, khususnya Kloter KJT-06, fokuslah pada rangkaian ibadah. Jaga kesehatan, perbanyak minum air putih, dan saling menjaga satu sama lain antar sesama jemaah asal Majalengka," tuturnya.

Untaian Doa untuk Keselamatan

Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS, termasuk Ketua Dewan Pengawas dan Sekretaris BAZNAS, merupakan bentuk dukungan spiritual kolektif. H. Agus Asri Sabana pun memimpin harapan agar perjalanan ini menjadi perjalanan yang berkah.

"Kami senantiasa mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah SWT agar seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam setiap tahapan rukun dan wajib haji. Semoga selamat sampai di tujuan, sehat selama menjalankan ibadah, dan kembali ke tanah air dengan predikat Haji yang Mabrur serta membawa perubahan positif bagi diri dan lingkungan," pungkasnya.

Prosesi ini ditutup dengan suasana penuh haru saat bus jemaah mulai diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Majalengka beserta jajaran Forkopimda, diiringi lambaian tangan dan doa restu dari seluruh tamu undangan yang hadir.


#BAZNASMajalengka #ResponKetuaBAZNAS #Haji2026 #KloterKJT06 #TamuAllah #DoaUntukJemaah #MajalengkaLangkungSae #HajiMabrur #InfoHajiMajalengka 

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I

Berita Terbaru

Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Tekankan Solidaritas demi Capai Target Langkung Sae
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Tekankan Solidaritas demi Capai Target Langkung Sae
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam pertemuan terbaru bersama seluruh jajaran staf, Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Majalengka, Humed, M.Pd., memberikan arahan strategis mengenai pentingnya menjaga harmoni internal organisasi. Beliau mengajak seluruh amilin (pengelola zakat) untuk tetap menjaga dan menguatkan tali silaturahmi serta kebersamaan. Menurutnya, pondasi utama untuk mewujudkan BAZNAS Majalengka yang "Langkung Sae" (Lebih Baik) adalah soliditas tim yang tidak tergoyahkan. "Kesuksesan BAZNAS Majalengka dalam berbagai program, mulai dari penyaluran bantuan hingga pemberdayaan ekonomi umat, bukanlah hasil kerja individu. Ini adalah kesuksesan bersama yang lahir dari sinergi seluruh lini," tegas Humed. Strategi Mempertahankan Prestasi dan Kemajuan Lembaga Mempertahankan prestasi seringkali lebih sulit daripada meraihnya. Untuk memastikan BAZNAS Majalengka tetap berada di jalur kemajuan, Humed membagikan beberapa kiat utama bagi lembaga: Inovasi Berkelanjutan: Jangan cepat puas dengan sistem yang ada. Lembaga harus adaptif terhadap teknologi digital untuk memudahkan muzaki dalam menunaikan zakat. Transparansi dan Akuntabilitas: Menjaga kepercayaan publik melalui pelaporan keuangan yang auditabel dan publikasi program secara berkala. Peningkatan Kompetensi Amilin: Rutin melakukan pelatihan dan sertifikasi agar amilin memiliki keahlian yang relevan dengan perkembangan zaman. Optimalisasi Pendayagunaan: Memastikan setiap rupiah yang disalurkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi para mustahik. Solusi Penguatan Kerja Sama dan Silaturahmi Antar Amilin Guna menghindari kejenuhan dan menjaga ritme kerja yang harmonis, Humed menekankan pentingnya aspek psikologi organisasi melalui beberapa langkah taktis: Komunikasi Dua Arah: Menciptakan ruang diskusi yang terbuka di mana setiap amilin bisa menyampaikan ide maupun kendala tanpa rasa sungkan. Kegiatan "Internal Bonding": Menyelenggarakan kegiatan informal seperti makan bersama atau kajian rutin untuk mencairkan suasana di luar urusan pekerjaan. Budaya Saling Apresiasi: Memberikan penghargaan kecil (recognition) atas pencapaian rekan kerja demi memupuk semangat saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Mitigasi Konflik Sejak Dini: Menyelesaikan setiap perbedaan pendapat melalui musyawarah kekeluargaan dengan mengutamakan kepentingan lembaga di atas ego pribadi. Dengan semangat kebersamaan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka optimis dapat terus memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat Majalengka, sejalan dengan visi menjadi lembaga pengelola zakat yang amanah, transparan, dan profesional. #BAZNASMajalengka #LangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #SilaturahmiAmilin #MajalengkaReligius #AmilZakatProfesional
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Majalengka Langkung Sae, Kemenhaj dan BAZNAS Sinergikan Tata Kelola Dam untuk Kesejahteraan Umat
Wujudkan Majalengka Langkung Sae, Kemenhaj dan BAZNAS Sinergikan Tata Kelola Dam untuk Kesejahteraan Umat
JAKARTA Upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kesejahteraan umat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan semangat Majalengka Langkung Sae, di mana transparansi pengelolaan dana sosial dari tingkat pusat hingga ke daerah menjadi kunci utama. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi memberikan dukungan penuh kepada BAZNAS dalam memfasilitasi tata kelola dam bagi jemaah haji Indonesia. Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya. Transparansi Pusat untuk Dampak Daerah Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menekankan bahwa pengelolaan dam melalui BAZNAS mengedepankan akuntabilitas yang tinggi. Jemaah akan mendapatkan transparansi penuh, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran. Semangat transparansi ini merupakan bagian integral dari upaya kolektif pemerintah untuk memastikan dana sosial dikelola secara profesional. Dampaknya tidak hanya terasa di tanah suci, tetapi juga menjangkau peternak UMKM di berbagai daerah, termasuk di wilayah Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan yang selaras dengan visi pembangunan daerah yang lebih baik. Kolaborasi Inklusif Demi Kemaslahatan “Tata kelola dam oleh BAZNAS bukan sekadar pemenuhan kewajiban ibadah, tetapi memiliki dimensi sosial-ekonomi yang besar. Kami melibatkan peternak binaan di berbagai pelosok untuk penyaluran manfaatnya,” ujar Sodik. Dalam pertemuan tersebut, Kemenhaj juga menekankan pentingnya kolaborasi inklusif yang melibatkan berbagai pihak seperti LAZ dan KBIH. Namun, bagi jemaah yang ibadah hajinya dikelola oleh lembaga pemerintah, sangat disarankan untuk menyalurkan dam melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara. Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang lebih terukur. Dengan tata kelola yang tertib dari pusat hingga ke daerah, cita-cita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata—sebagaimana semangat Majalengka Langkung Sae—dapat terwujud melalui sistem yang lebih transparan, amanah, dan profesional.
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Digitalisasi dan Etika: Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah yang Transparan di Era Transformasi Teknologi
Digitalisasi dan Etika: Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah yang Transparan di Era Transformasi Teknologi
MAJALENGKA – Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah ekonomi global secara fundamental. Fenomena algoritma media sosial yang mampu memetakan kebutuhan pengguna hingga efisiensi e-commerce yang memangkas jarak antara penjual dan pembeli adalah bukti nyata bahwa inovasi digital telah menjadi denyut nadi kehidupan modern. Namun, di tengah kemudahan tersebut, penguatan nilai-nilai etika dan prinsip syariah menjadi instrumen krusial dalam menjaga keadilan ekonomi bagi masyarakat. Dalam perspektif filsafat ilmu, hubungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat simbiosis mutualisme. Ilmu pengetahuan menjadi landasan lahirnya inovasi, sementara teknologi mempercepat akses terhadap informasi. Namun, transformasi ini menyisakan tantangan besar terkait aspek kejujuran dan transparansi. Mengikis Gharar dalam Transaksi Digital Salah satu isu sentral dalam aktivitas ekonomi digital adalah risiko munculnya Gharar—unsur ketidakjelasan atau manipulasi informasi yang dilarang dalam syariat Islam. Praktik ketidaksesuaian antara foto produk dengan realita fisik barang merupakan bentuk degradasi etika bisnis yang mencederai kepercayaan konsumen. Ekonomi Islam menekankan bahwa teknologi seharusnya berfungsi sebagai instrumen untuk menghilangkan ketidakpastian, bukan justru menjadi alat untuk membungkus kebohongan. Penjual yang memegang teguh prinsip syariah akan mengedepankan keterbukaan informasi dalam deskripsi produk, memastikan hak-hak pembeli terpenuhi tanpa ada yang terzalimi. Peran Perbankan sebagai Jembatan Amanah Dalam ekosistem digital, institusi perbankan memegang peran vital sebagai jembatan wewenang yang transparan. Perbankan syariah, khususnya, dituntut tidak sekadar mengelola lalu lintas dana, tetapi menjadi penyedia layanan yang menjamin keamanan harta nasabah dari praktik penipuan digital seperti phishing atau aplikasi ilegal. Teknologi perbankan harus dioptimalkan untuk menciptakan sistem deteksi dini yang melindungi nasabah. Prinsip saling percaya (trust) harus tetap menjadi pondasi utama, meskipun transaksi dilakukan tanpa tatap muka secara fisik. Dengan sistem yang kuat, keadilan bagi pembeli dan hak bagi penjual dapat terjamin secara beriringan. Inovasi untuk Kesejahteraan Umat Kemajuan bisnis tidak boleh hanya diukur melalui angka keuntungan semata, melainkan melalui dampak sosial yang dihasilkan. Inovasi yang mengeksploitasi pelaku usaha mikro atau mengabaikan kesejahteraan pekerja lapangan bertentangan dengan semangat ekonomi Islam. Bisnis yang berlandaskan syariah memastikan bahwa kesejahteraan harus berputar secara adil di seluruh lapisan masyarakat, selaras dengan semangat Majalengka Langkung Sae. Pengelolaan dana sosial yang transparan dari tingkat pusat hingga daerah merupakan bagian integral dari tata kelola yang baik untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Kesimpulan: Teknologi Bermata Dua Teknologi adalah instrumen yang bergantung pada pemakainya. Ia dapat membawa keberkahan jika dibarengi dengan nilai moral, namun bisa menjadi bencana jika dilepaskan dari etika. Ekonomi dan bisnis Islam menawarkan solusi relevan: maju mengikuti zaman dengan tetap mempertahankan ketulusan niat dan kejujuran. Di tengah persaingan digital yang semakin kompetitif, bisnis yang memiliki "hati" dan integritas akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sukses bisnis yang sesungguhnya bukan sekadar mutasi rekening yang meningkat, melainkan ketenangan hati karena mengetahui setiap transaksi dijalankan dengan cara yang benar dan bernilai ibadah. Mari jadikan teknologi dan layanan keuangan sebagai jalan untuk menebar manfaat, memastikan kemajuan digital berjalan selaras dengan rasa kemanusiaan dan keadilan.#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KabupatenMajalengka #ZakatPemberdayaan #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #LiterasiZakat #AmanahDanTransparan #ZakatDigital #MembangunUmat #EkonomiUmat #TeknologiUntukKebaikan #BerkahBerzakat #KeadilanEkonomi
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Menjemput Ridha Allah: Mengulas Urgensi Ikhlas dalam Ibadah dan Muamalah
Menjemput Ridha Allah: Mengulas Urgensi Ikhlas dalam Ibadah dan Muamalah
MAJALENGKA, BAZNAS Ikhlas merupakan fondasi utama dalam setiap helaan napas seorang muslim. Kata yang singkat namun memiliki bobot luar biasa ini menjadi penentu apakah amal seorang hamba diterima di sisi Allah SWT atau justru menjadi sia-sia. Dalam menjalankan syariat, keikhlasan bukan sekadar pelengkap, melainkan syarat mutlak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: “Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2). Dua Syarat Diterimanya Amal BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa menekankan bahwa dalam berzakat, berinfak, maupun bersedekah, niat adalah kunci. Mengutip perkataan Ibnu Mas’ud RA, suatu amal tidak akan bermanfaat kecuali dengan niat yang ikhlas dan tata cara yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanpa keikhlasan, amalan sebesar gunung sekalipun bisa sirna tanpa pahala. Ikhlas: Bukan Hanya dalam Ritual Ibadah Seringkali masyarakat memahami ikhlas hanya terbatas pada salat, puasa, atau zakat. Namun, makna ikhlas jauh lebih luas, mencakup aspek muamalah (hubungan antarmanusia). Dalam Keluarga: Memberi nafkah atau sekadar menyuapkan makanan ke mulut istri dengan mengharap wajah Allah akan bernilai pahala besar. Dalam Sosial: Tersenyum kepada sesama, meminjamkan barang kepada tetangga yang membutuhkan, hingga mengunjungi saudara, semua harus didasari niat karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau takut dicela manusia. Keajaiban Amal Kecil yang Ikhlas Abdullah bin Mubarak pernah berpesan: "Betapa banyak amalan kecil menjadi besar karena niat, dan amalan besar menjadi kecil karena niat." Sejarah mencatat bagaimana seorang pria masuk surga hanya karena menyingkirkan dahan pohon di jalan agar tidak mengganggu orang lain. Begitu pula kisah seorang wanita yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Hal ini membuktikan bahwa Allah tidak hanya melihat kuantitas, melainkan kualitas ketulusan hati pelakunya. Buah Manis Keikhlasan Selain mendapatkan pahala di akhirat, ikhlas memberikan perlindungan nyata di dunia: Benteng dari Godaan Setan: Allah menegaskan dalam QS. Shad ayat 82-83 bahwa setan tidak akan mampu menyesatkan hamba-hamba-Nya yang mukhlis (ikhlas). Penjaga dari Maksiat: Sebagaimana Nabi Yusuf AS yang dijaga dari perbuatan keji karena keikhlasannya, kita pun dapat terhindar dari kemaksiatan jika hati senantiasa terpaut hanya kepada Allah. Penutup Mari kita jadikan momentum ini untuk mengintrospeksi diri. Apakah zakat dan sedekah yang kita keluarkan sudah murni karena Allah? Ataukah masih terselip keinginan untuk dilihat (riya') dan didengar (sum'ah) oleh manusia? Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati kita, menerima setiap amal jariyah kita, dan menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang ikhlas. Amin ya Rabbal ‘alamin. Tanda Pagar (Hashtags): #BAZNASMajalengka #PilihanPastiZakat #IkhlasBeramal #Tauhid #ZakatPembersihHarta #MutiaraHikmah #MajalengkaReligius #KeutamaanIkhlas #ZakatNasional
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Empat Pilar Adab: Kunci Kesalehan Sosial dalam Perspektif Hadits Nabi
Empat Pilar Adab: Kunci Kesalehan Sosial dalam Perspektif Hadits Nabi
MAJALENGKA, BAZNAS – Membangun karakter bangsa yang luhur dimulai dari perbaikan adab individu. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan materi, tetapi juga berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai spiritual dan akhlakul karimah. Imam Abu ‘Amr Ibnu Shalah dalam kitabnya menukil perkataan Imam Abu Muhammad Ibn Abi Zaid, seorang ulama besar mazhab Maliki. Beliau menegaskan bahwa inti serta kunci dari seluruh adab yang baik terangkum dalam empat hadits utama Rasulullah $SAW$. Berikut adalah empat pedoman hidup yang menjadi landasan dalam berinteraksi sosial dan beribadah: 1. Menjaga Lisan (Self-Control) Rasulullah $SAW$ bersabda: "Barangsiapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim) Lisan adalah cerminan hati. Dalam konteks kemanusiaan, menjaga tutur kata sangat penting untuk menjaga harmoni dan menghindari fitnah di tengah masyarakat. 2. Meninggalkan Hal yang Sia-sia (Productivity) Rasulullah $SAW$ bersabda: "Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat." (HR. Tirmidzi) Hadits ini mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal produktif. BAZNAS senantiasa mengajak muzaki dan mustahik untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang memberikan maslahat, baik bagi diri sendiri maupun umat. 3. Mengelola Emosi (Emotional Intelligence) Ketika seorang sahabat meminta wasiat, Rasulullah $SAW$ menekankan: "Jangan marah." (HR. Bukhari) Pesan ini diulang hingga tiga kali, menunjukkan betapa pentingnya kesabaran. Menahan amarah adalah kunci dalam menyelesaikan konflik dan membangun kedamaian sosial. 4. Menumbuhkan Empati (Social Solidarity) Rasulullah $SAW$ bersabda: "Seorang mukmin itu menginginkan untuk saudaranya apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari & Muslim) Inilah ruh dari gerakan zakat. Rasa empati inilah yang menggerakkan kita untuk membantu sesama, memastikan bahwa saudara kita merasakan kesejahteraan yang sama seperti yang kita rasakan. Penutup Keempat hadits di atas bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman untuk diamalkan dalam setiap aktivitas harian kita. Dengan meresapi maknanya, kita dapat mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan. Mari terus tebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah untuk membantu sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat. #BAZNASMajalengka #AdabIslami #HaditsNabi #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #AkhlakulKarimah #MutiaraHikmah #AmalanHarian #ZakatProfesional
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Majalengka Bersama Komunitas Pedagang Jatiwangi Salurkan Santunan bagi Lansia di Ciborelang
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Majalengka Bersama Komunitas Pedagang Jatiwangi Salurkan Santunan bagi Lansia di Ciborelang
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat komitmennya dalam menjangkau mustahik hingga ke pelosok desa. Melalui kolaborasi strategis bersama Komunitas Pedagang Jatiwangi (KOPI), BAZNAS Majalengka menyelenggarakan aksi pendistribusian bantuan bagi warga lanjut usia (lansia) dan kaum jompo di Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, pada Sabtu (11/04/2026). Wujud Kepedulian Melalui Bantuan Tunai Kegiatan yang berlangsung khidmat ini berfokus pada pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai. Keputusan untuk memberikan stimulan berupa dana tunai diambil agar para penerima manfaat memiliki fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan prioritas mereka, baik untuk pemenuhan gizi harian maupun akses layanan kesehatan. Perwakilan Komunitas Pedagang Jatiwangi (KOPI) menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk bakti sosial para pedagang terhadap masyarakat sekitar. "Kami ingin memastikan bahwa kehadiran komunitas kami memberikan dampak nyata. Bantuan ini adalah wujud kasih sayang dan penghormatan kami kepada para orang tua dan lansia di wilayah Jatiwangi," ungkapnya. Kolaborasi Strategis untuk Ketepatan Sasaran Pihak BAZNAS Kabupaten Majalengka menyambut baik inisiatif dari komunitas lokal seperti KOPI. Sinergi ini dinilai menjadi kunci efektivitas dalam pemetaan dan penyaluran bantuan agar lebih cepat dan akurat (tepat sasaran). "Kolaborasi bersama komunitas pedagang seperti KOPI sangat membantu BAZNAS dalam menyisir titik-titik masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Kami mengapresiasi semangat gotong royong ini sebagai pilar kekuatan ekonomi umat," ujar perwakilan BAZNAS Majalengka dalam keterangannya. Detail Penyaluran Bantuan: Unsur Kegiatan Deskripsi Penyelenggara BAZNAS Majalengka & Komunitas Pedagang Jatiwangi (KOPI) Lokasi Desa Ciborelang, Kec. Jatiwangi, Majalengka Kategori Mustahik Lansia dan Kaum Jompo Jenis Bantuan Santunan Tunai Melalui program ini, BAZNAS Majalengka berharap semangat kedermawanan terus tumbuh di tengah masyarakat dan menginspirasi berbagai sektor komunitas lainnya untuk berkolaborasi dalam menebar kebaikan. #BAZNASMajalengka #ZakatPemberdayaan #JatiwangiPeduli #Ciborelang #LansiaSejahtera #Kemanusiaan #InfoMajalengka #SinergiUmat #ZakatMensejahterakan #KOPIJatiwangi
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjaga Hati dari Jerat Pujian: Meneladani Keikhlasan Para Salafus Shalih
Menjaga Hati dari Jerat Pujian: Meneladani Keikhlasan Para Salafus Shalih
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam kehidupan bersosial, pujian seringkali datang sebagai bentuk apresiasi atas sebuah pencapaian atau kebaikan. Namun, bagi seorang mukmin, pujian ibarat pedang bermata dua; ia bisa menjadi motivasi, namun seringkali menjadi pintu masuknya penyakit hati seperti ujub (bangga diri) dan sombong. Penting bagi kita untuk memiliki "benteng" mental agar tetap rendah hati dan tidak merasa di atas angin saat sanjungan datang bertubi-tubi. Esensi Ikhlas: Tak Silau Pujian, Tak Ciut Celaan Para ulama terdahulu telah memberikan resep spiritual mengenai cara menyikapi penilaian manusia. Yahya bin Mu’adz pernah ditanya mengenai kapan seorang hamba mencapai derajat ikhlas. Beliau menjawab dengan analogi yang sangat menyentuh: "Jika keadaannya mirip dengan anak yang menyusui. Ia tidak lagi peduli apakah orang di sekitarnya memuji atau mencelanya." Senada dengan hal tersebut, Dzun Nuun Al Mishri menegaskan bahwa ciri keikhlasan adalah ketika seseorang telah mengerahkan seluruh upaya ketaatan namun hatinya sama sekali tidak "gila" akan pujian manusia. Keikhlasan sejati membuat orientasi amal hanya tertuju pada ridha Allah SWT, bukan pada pengakuan publik. Memandang Kekurangan Diri di Balik Sanjungan Seringkali kita merasa besar hati karena orang lain hanya melihat sisi lahiriah kita. Ibnu 'Atho' dalam kitab Al-Hikam mengingatkan bahwa manusia memuji berdasarkan apa yang nampak, sementara kita sendiri yang paling tahu betapa banyak kekurangan dan aib yang tersembunyi. Beliau menyebut bahwa orang yang paling bodoh adalah mereka yang lebih mempercayai pujian orang lain daripada keyakinan atas kekurangan dirinya sendiri. Bahkan sahabat mulia sekelas Ibnu Mas'ud pun tetap menjaga kerendahan hatinya dengan berkata: "Jika kalian mengetahui aibku, tentu tidak ada dua orang dari kalian yang akan mengikutiku." Panduan Praktis Menghadapi Pujian Agar tetap membumi, berikut adalah ringkasan kiat-kiat dari para ulama untuk menjaga hati: Keyakinan Tauhid: Sadari bahwa segala nikmat dan keberhasilan datangnya dari Allah SWT, bukan semata-mata usaha manusia. Introspeksi Diri: Lebih fokus melihat kekurangan diri daripada menghitung-hitung kelebihan. Keseimbangan Mental: Tidak terlalu bereaksi berlebihan terhadap pujian maupun celaan. Keduanya dipandang sebagai ujian. Konsistensi Beramal: Ada atau tidak adanya pujian, kualitas ibadah dan kinerja harus tetap sama. Orientasi Akhirat: Tidak mengharapkan pujian berkelanjutan, melainkan hanya mengharap pahala dari Allah semata. Mengamalkan Doa Abu Bakar Ash-Shiddiq Sebagai bentuk perlindungan hati, para ulama menyarankan untuk membaca doa yang sering dipanjatkan oleh sahabat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq, saat beliau disanjung oleh orang lain: ?????????? ?????? ???????? ?????? ????????? ??????? ???????? ????????? ???????? ?????????? ?????????? ??????? ?????? ??????????? ????????? ??? ??? ??? ???????????? ????? ???????????? ????? ???????????? "Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan kata-kata mereka." (HR. Al-Baihaqi) Membaca doa ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk pengakuan bahwa kita adalah hamba yang fakir di hadapan Allah. Dengan menjaga hati dari sifat sombong, kita berharap setiap amal zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan tetap bernilai murni hanya untuk-Nya. Editor: Admin BAZNAS Majalengka Sumber: Syu'ab Al-Iman, Al-Hikam, Adab Al-Mufrod #BAZNASMajalengka #Tausiyah #Ikhlas #RendahHati #AdabIslam #TazkiyatunNufus #MajalengkaLangkungSae
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Digital: Memposisikan Al-Qur'an di Tengah Dominasi Smartphone
Refleksi Digital: Memposisikan Al-Qur'an di Tengah Dominasi Smartphone
MAJALENGKA, BAZNAS – Di era disrupsi digital saat ini, smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia. Mulai dari anak-anak hingga lansia, perangkat mungil ini hampir tidak pernah lepas dari genggaman. Fenomena sosial menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat menyentuh layar ponsel mereka setiap tiga puluh menit sekali hanya untuk sekadar memantau arus informasi atau berita. Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar bagi setiap Muslim: Sudahkah penggunaan teknologi ini selaras dengan skala prioritas ibadah kita? Kebutuhan Informasi vs Kebutuhan Spiritual Secara leksikal, berita mencakup segala keterangan mengenai peristiwa yang hangat. Kini, sumber berita tidak lagi terbatas pada jurnalis profesional, melainkan meluas hingga ke lingkaran media sosial seperti Facebook, Twitter (X), dan WhatsApp. Kecepatan arus informasi inilah yang sering kali membius pengguna untuk menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk kembali melakukan audit terhadap aktivitas harian. Sering kali terjadi paradoks di mana sepuluh menit mengakses media sosial terasa sangat singkat, namun sepuluh menit membaca mushaf Al-Qur'an terasa begitu lama. Begitu pula dengan antusiasme mencari klarifikasi isu politik yang jauh lebih tinggi dibandingkan mencari tafsir ayat-ayat Allah. Al-Qur'an sebagai Standar Kemuliaan Merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Allah sejatinya meninggikan derajat suatu kaum karena berpegang teguh terhadap Kitab ini (Al-Qur'an) dan merendahkan kaum lainnya karena menelantarkan Kitab ini.” Syaikh Muhammad Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menekankan bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan tiga tujuan utama: membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkannya. Kebutuhan manusia terhadap petunjuk Al-Qur'an sejatinya jauh lebih besar daripada kebutuhan terhadap udara, karena ia merupakan kunci keselamatan di dunia maupun di akhirat. Menempatkan Teknologi pada Porsinya Pemanfaatan smartphone tentu tidak dilarang. Secara fungsional, perangkat ini sangat bermanfaat sebagai alat bantu komunikasi bahkan sarana membaca Al-Qur'an digital. Namun, tantangan terbesarnya adalah beragam fitur hiburan yang berpotensi melalaikan. Sikap dan perbuatan seseorang mencerminkan apa yang paling ia cintai. Jika perhatian terhadap notifikasi smartphone jauh melampaui perhatian terhadap panggilan Allah, maka diperlukan evaluasi iman yang mendalam. Jangan sampai kecanggihan teknologi justru menjadi tabir yang menjauhkan kita dari kemuliaan Kalamullah. Mari jadikan momentum ini untuk menata kembali prioritas kita. Jadikan teknologi sebagai pelayan bagi ibadah kita, bukan sebaliknya. Pembahasan lebih mendalam mengenai keutamaan Al-Qur'an akan kami ulas pada artikel selanjutnya: "Antara Al-Qur'an dan Smartphone Bagian Ke-2". Editor: Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka Sumber: Adaptasi Artikel Literasi Islam #BAZNASMajalengka #LiterasiIslam #AlQuranSelfie #ZakatMajalengka #RefleksiDiri #DakwahDigital #MajalengkaReligius
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengapa Ghibah Disamakan dengan Memakan Bangkai Saudara? Menyelami Kedalaman Tafsir Surah Al-Hujurat Ayat 12
Mengapa Ghibah Disamakan dengan Memakan Bangkai Saudara? Menyelami Kedalaman Tafsir Surah Al-Hujurat Ayat 12
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam interaksi sosial sehari-hari, sering kali kita terjebak dalam percakapan yang tanpa disadari mengikis pahala amalan: Ghibah. Islam dengan tegas melarang perbuatan ini, bahkan menggambarkannya dengan analogi yang sangat eksplisit dan menggetarkan jiwa. Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 12: "Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik padanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." Rahasia di Balik Analogi "Memakan Bangkai" Mengapa Allah memilih perumpamaan yang begitu mengerikan? Imam Al-Qurthubi dalam karya monumentalnya, Tafsir Al-Qurthubi, membedah empat rahasia besar di balik permisalan ini: Pengoyakan Kehormatan: Sebagaimana seseorang yang memakan daging akan mengoyak daging dari kulitnya, ghibah pun mengoyak kehormatan seseorang. Luka pada harga diri sering kali lebih dalam dan sulit disembuhkan daripada luka fisik. Ikatan Persaudaraan yang Terkhianati: Allah menyebutkan "daging saudara", bukan daging hewan. Ini menunjukkan betapa hinanya mengkhianati ikatan persaudaraan iman hanya demi kepuasan lisan sesaat. Ketidakberdayaan Korban: Orang yang dighibahi disamakan dengan "mayit" (bangkai). Seorang mayit tidak mampu membela diri saat tubuhnya disakiti. Demikian pula orang yang sedang dibicarakan di belakangnya; ia tidak hadir untuk membela kehormatannya. Efek Jera (Preventif): Penggunaan analogi yang menjijikkan bertujuan agar setiap mukmin merasa mual dan benci terhadap perbuatan tersebut, sehingga mereka menjauhinya sejauh mungkin. Ghibah Sebagai Dosa Besar Senada dengan Imam Al-Qurthubi, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menegaskan bahwa penyamaan ini bukan sekadar kiasan biasa. "Ayat di atas menerangkan sebuah ancaman yang keras dari perbuatan ghibah. Dan bahwasanya ghibah termasuk dosa besar," tulis beliau. Pesan Bagi Muzaki dan Munfik BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian amal ibadah. Zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan adalah sarana pembersihan harta dan jiwa. Namun, kesucian tersebut dapat ternoda jika lisan kita tidak terjaga dari membicarakan aib sesama. Mari kita jadikan momentum ini untuk saling menjaga kehormatan saudara kita, sebagaimana kita menjaga harta yang kita titipkan untuk kemaslahatan umat. Bertaubatlah, karena Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Redaksi BAZNAS Kabupaten Majalengka Membangun Umat, Menjaga Martabat. #BAZNASMajalengka #KajianTafsir #AlHujurat12 #JagaLisan #StopGhibah #ZakatMembersihkanJiwa #MajalengkaLangkungSae
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Keberkahan: Menggali Makna Zakat, Infaq, dan Sedekah untuk Kesejahteraan Umat
Menjemput Keberkahan: Menggali Makna Zakat, Infaq, dan Sedekah untuk Kesejahteraan Umat
Dalam perjalanan hidup, harta yang kita miliki bukan sekadar alat pemuas kebutuhan duniawi, melainkan amanah yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Memahami esensi dari Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) adalah langkah awal untuk membersihkan jiwa, menyucikan harta, dan menjemput rida Allah SWT. 1. Memahami Perbedaan ZIS Seringkali kita mencampuradukkan ketiga istilah ini. Berikut adalah panduan ringkas untuk memahaminya: Zakat: Hukumnya wajib bagi yang memenuhi syarat (Nisab dan Haul). Merupakan rukun Islam yang memiliki aturan baku mengenai waktu dan golongan penerimanya. Infaq: Mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan yang diperintahkan dalam Islam. Waktunya bebas dan hukum asalnya adalah sunnah. Sedekah: Cakupannya paling luas. Tidak hanya terbatas pada materi atau uang, tetapi juga mencakup tenaga, ide, hingga senyuman yang tulus. 2. Janji Pahala yang Melimpah Berbagi tidak akan membuat kita miskin. Sebaliknya, Allah SWT menjanjikan investasi akhirat yang luar biasa: Pelipatgandaan Harta: Sebagaimana benih yang tumbuh menjadi ratusan biji, kebaikan yang tulus akan dibalas berlipat ganda. Pembersih Jiwa: Zakat berfungsi mengikis sifat kikir dan sombong serta memberikan ketenangan batin. Penolak Bala: Sedekah dikenal sebagai "tameng" yang dapat menghindarkan kita dari musibah yang tidak terduga. 3. Tips Agar Tidak Lupa dan Terbiasa Berbagi Tantangan terbesar dalam beramal adalah rasa malas dan sifat pelupa. Berikut adalah strategi praktis agar ZIS menjadi gaya hidup: Gunakan Sistem Otomatis: Manfaatkan fitur donasi digital atau pemotongan saldo otomatis setiap tanggal gajian agar kewajiban tertunaikan di awal waktu. Prinsip "Bayar Dulu": Jadikan zakat dan sedekah sebagai pengeluaran pertama dalam pos keuangan, sejajar dengan kebutuhan pokok lainnya. Sediakan Wadah Khusus: Taruhlah celengan atau kotak amal di tempat yang mudah terlihat di rumah untuk membiasakan diri berbagi secara konsisten (istiqomah), meski dalam jumlah kecil. Manfaatkan Pengingat: Pasang alarm atau notifikasi di ponsel pada waktu-waktu utama, seperti setiap hari Jumat atau awal bulan. Penutup: Menuju Majalengka Langkung Sae Setiap rupiah yang kita tunaikan melalui Zakat, Infaq, dan Sedekah bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata dari perbaikan ucap, laku, dan perbuatan kita sebagai pribadi yang bertakwa. Pengelolaan dana sosial yang transparan dan amanah dari tingkat pusat hingga daerah adalah bagian dari upaya kolektif kita untuk mewujudkan tata kelola yang lebih baik. Mari kita jadikan setiap aksi nyata ini sebagai langkah konsisten dalam membangun kesejahteraan umat dan mendukung visi Majalengka Langkung Sae—sebuah komitmen untuk menjadikan daerah kita lebih baik, lebih berkah, dan lebih bermartabat melalui kemuliaan berbagi. #ZakatPembersihHarta #InfaqSedekah #BerkahBerbagi #ZakatUntukUmat #SedekahIstiqomah #InvestasiAkhirat #MajalengkaLangkungSae #TataKelolaUmat #MajalengkaBerbagi #KesejahteraanUmat
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Kebaikan Tidak Melulu Soal Rupiah: Sedekah Ide dan Tenaga yang Tak Ternilai
Kebaikan Tidak Melulu Soal Rupiah: Sedekah Ide dan Tenaga yang Tak Ternilai
Seringkali, ketika mendengar kata "berbuat baik", pikiran kita langsung tertuju pada donasi materi. Padahal, kebaikan memiliki spektrum yang sangat luas. Membantu sesama tidak selalu harus menunggu dompet tebal; setiap niat tulus yang diwujudkan dalam tindakan nyata adalah sebuah kaSAEan (kebaikan). Justru, berbagi melalui ide, gagasan, dan tenaga seringkali memiliki dampak yang jauh lebih "hidup" dan berkelanjutan. Landasan Spiritual Kebaikan Non-Materi Dalam kebijaksanaan spiritual, konsep sedekah sangatlah luas. Tuhan tidak membatasi hamba-Nya untuk mendulang pahala hanya melalui jalur kekayaan. Berikut adalah landasan mengapa ide, tenaga, dan sikap baik adalah ibadah yang sangat mulia: Setiap Tindakan Positif adalah Sedekah: Rasulullah SAW bersabda untuk menegaskan bahwa setiap gerak kita bisa bernilai ibadah: "Setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap hari. Engkau mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah. Engkau menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah. Ucapan yang baik adalah sedekah... dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim). Keutamaan Kata-kata dan Maaf: Al-Qur'an menekankan bahwa sikap dan tutur kata yang baik terkadang jauh lebih berharga daripada materi: "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti..." (QS. Al-Baqarah: 263). Menjadi Manusia yang Paling Bermanfaat: Kebaikan melalui tenaga dan gagasan adalah wujud nyata dari misi kemanusiaan kita: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Ahmad). Mengapa Ide dan Tenaga Bisa Lebih Mulia? Ide adalah Solusi Jangka Panjang: Uang bisa habis dalam sekejap, namun sebuah gagasan atau solusi untuk masalah seseorang bisa mengubah jalan hidup mereka selamanya. Memberikan "kail" (cara/ide) seringkali lebih menyelamatkan daripada sekadar memberikan "ikan". Keterlibatan Emosional yang Mendalam: Saat kita menyumbangkan tenaga, kita sedang memberikan aset yang paling berharga: waktu. Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli kembali, sehingga memberikannya untuk orang lain adalah bentuk pengorbanan yang sangat tinggi. Ketulusan yang Teruji: Berbuat baik dengan tenaga membutuhkan usaha fisik dan komitmen mental. Ini adalah bentuk pengabdian murni yang melibatkan raga dan jiwa secara langsung. Manifestasi kaSAEan dalam Keseharian Mari kita tanam benih kebaikan setiap hari melalui hal-hal sederhana: Sedekah Gagasan: Memberikan saran membangun bagi teman yang sedang merintis usaha atau menyumbangkan ide kreatif untuk kemajuan lingkungan. Sedekah Tenaga: Membantu lansia menyeberang jalan, ikut serta dalam kerja bakti, atau sekadar meringankan beban fisik orang di sekitar kita. Sedekah Sikap: Jangan remehkan kekuatan senyuman. Sebagaimana hadist menyebutkan, "Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu" (HR. Tirmidzi). Penutup Dunia tidak hanya butuh orang kaya yang dermawan, tapi juga butuh manusia-manusia yang peduli dan mau bergerak. KaSAEan yang lahir dari keringat tenaga dan kecemerlangan ide adalah bentuk syukur paling nyata atas fisik dan akal yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Jangan jadikan "tidak punya uang" sebagai alasan untuk berhenti peduli. Mulai hari ini, mari kita jadikan setiap interaksi kita sebagai ladang untuk menabur manfaat. Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak harta yang kita tumpuk, melainkan seberapa luas jejak kebaikan yang kita tinggalkan bagi sesama. Mari jadikan hari-hari kita penuh dengan kebaikan, karena setiap langkah tulusmu adalah sedekah yang tak ternilai.
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjadi Pribadi yang "Langkung Sae": Rahasia Hidup Berkah dalam Islam
Menjadi Pribadi yang "Langkung Sae": Rahasia Hidup Berkah dalam Islam
Setiap manusia diberikan jatah waktu yang sama, namun yang membedakan adalah bagaimana kita mengisi ruang di antara matahari terbit dan terbenam. Dalam ajaran Islam, konsep keberuntungan bukan terletak pada tumpukan harta semata, melainkan pada progres kualitas diri. Ada sebuah ungkapan bijak yang menjadi cermin bagi kita: "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini." 1. Menanamkan Niat sebagai Fondasi Perubahan yang besar dimulai dari niat yang tulus. Untuk membuat hari kita lebih baik, mulailah pagi hari dengan komitmen bahwa segala lelah dan aktivitas kita adalah bentuk ibadah. Tanpa niat yang benar, hari-hari hanya akan menjadi rutinitas yang hampa tanpa nilai di hadapan Allah SWT. 2. Evaluasi Diri (Muhasabah) Kita tidak bisa memperbaiki apa yang tidak kita ukur. Mengambil waktu sejenak sebelum tidur untuk merenungkan apa yang telah dilakukan sepanjang hari adalah kunci. Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati." (HR. Tirmidzi) Dengan muhasabah, kita bisa melihat kekurangan kemarin untuk tidak diulangi hari ini, sehingga kualitas hidup kita pun perlahan meningkat dan menjadi lebih baik. 3. Mengoptimalkan Ikhtiar dan Tawakal Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk berdoa, tetapi juga untuk bekerja keras secara profesional. Keseimbangan antara usaha yang maksimal (ikhtiar) dan penyerahan hasil kepada Allah (tawakal) akan menciptakan ketenangan batin. Jika hari ini kita gagal, tawakal menjaga kita dari keputusasaan. Jika hari ini berhasil, syukur menjaga kita dari kesombongan. Dasar utama dari motivasi ini terdapat dalam firman Allah SWT: ??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ???????????? ?????? ??? ????????? ?????? ? ?????????? ??????? ? ????? ??????? ??????? ????? ??????????? "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hashr: 18) Kata Penutup Menjadi lebih baik dari hari kemarin bukanlah tentang kompetisi dengan orang lain, melainkan kompetisi dengan diri kita sendiri. Mari kita jadikan setiap detik sebagai peluang untuk menebar manfaat, memperbaiki ibadah, dan memperkuat dedikasi kita. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan agar hari-hari yang kita lalui selalu berada dalam keridaan-Nya dan senantiasa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala aspek. #MotivasiIslam #LangkungSae #MuhasabahDiri #IslamiDaily #SelfImprovement #Hijrah #JumatBerkah #MajalengkaLangkungSae
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Cahaya di Usia Dewasa: Saat Gengsi Kalah oleh Nurani
Menjemput Cahaya di Usia Dewasa: Saat Gengsi Kalah oleh Nurani
Banyak anak muda atau orang dewasa hari ini yang terjebak dalam dilema spiritual. Di satu sisi, ada kerinduan mendalam untuk memperbaiki shalat dan memahami rukun Islam. Di sisi lain, ada rasa malu yang membenteng: "Masa sudah sebesar ini belum hafal bacaan shalat?" atau "Malu kalau harus belajar bareng anak kecil." Ketahuilah, bahwa mengakui kekurangan di hadapan Allah adalah bentuk kemuliaan yang tertinggi. Langkah pertama untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae (Majalengka yang Lebih Baik) adalah dengan menciptakan individu-individu yang memiliki kualitas spiritual yang juga langkung sae. Memahami Landasan: Mengapa Harus Sekarang? Belajar agama bukan tentang kapan kita memulainya, tapi tentang ketulusan untuk berbenah. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan-Nya. Landasan Ayat Al-Qur'an: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (QS. Az-Zumar: 53) Landasan Hadits: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." (HR. Ibnu Majah). Tidak disebutkan dalam hadits tersebut bahwa kewajiban itu hanya untuk anak-anak; itu adalah tugas seumur hidup. Solusi Praktis: Belajar Tanpa Harus Malu Jika rasa gengsi masih membayangi, berikut adalah langkah-langkah strategis untuk mulai belajar secara mandiri maupun terukur: 1. Manfaatkan Teknologi (Belajar Mandiri) Di era digital, Anda bisa mempelajari tata cara wudhu dan bacaan shalat melalui video tutorial di YouTube atau aplikasi belajar shalat. Ini adalah langkah awal yang privat untuk membangun rasa percaya diri sebelum terjun ke majelis ilmu. 2. Cari Guru atau Teman Dekat yang Dipercaya Jika malu belajar di TPA (Teman Pendidikan Al-Qur'an) bersama anak-anak, carilah satu orang teman yang sudah paham atau ustadz yang bisa diajak diskusi secara privat. Belajar satu lawan satu seringkali lebih efektif dan menjaga privasi Anda. 3. Fokus pada Rukun Terlebih Dahulu Jangan merasa terbebani dengan hafalan surat-surat panjang. Fokuslah pada rukun shalat (seperti Al-Fatihah, gerakan yang benar, dan thuma'ninah). Islam itu mudah, yang penting adalah keabsahan ibadah kita terlebih dahulu. 4. Ubah Mindset: Belajar adalah Prestasi Hapus pikiran bahwa "belajar saat dewasa itu memalukan". Sebaliknya, tanamkan bahwa "berani belajar saat dewasa adalah keberanian luar biasa". Orang yang belajar Al-Qur'an dengan terbata-bata justru mendapatkan dua pahala: pahala membaca dan pahala usahanya yang susah payah. Kesimpulan: Dimulai dari Diri Sendiri Mewujudkan visi daerah yang lebih baik tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar. Perubahan besar dimulai dari sujud yang benar, hati yang tenang, dan pribadi yang taat. Mari jadikan diri kita pribadi yang Langkung Sae untuk Majalengka yang Langkung Sae. Jangan biarkan gengsi mencuri kesempatan Anda untuk merasakan nikmatnya sujud yang sempurna. Hari ini adalah waktu terbaik untuk memulai. #MajalengkaLangkungSae #PemudaHijrah #BelajarAgama #SelfImprovement #IbadahShalat #Spirituality
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka: Perubahan Daerah Dimulai dari Kesalehan Pribadi yang ‘Langkung Sae’
Ketua BAZNAS Majalengka: Perubahan Daerah Dimulai dari Kesalehan Pribadi yang ‘Langkung Sae’
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, menekankan pentingnya transformasi spiritual sebagai fondasi utama dalam membangun kemajuan daerah. Hal tersebut disampaikannya sebagai refleksi dalam upaya menyelaraskan program pendayagunaan zakat dengan visi besar pembangunan Kabupaten Majalengka. Menurut beliau, indikator keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan juga melalui kualitas religiusitas masyarakatnya. "Mewujudkan visi daerah yang lebih baik tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar. Perubahan besar dimulai dari sujud yang benar, hati yang tenang, dan pribadi yang taat," ujar H. Agus Asri Sabana saat memberikan arahan di Kantor BAZNAS Majalengka. Integrasi Spiritual dan Kemajuan Daerah H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa konsep "Langkung Sae" (Lebih Baik) yang menjadi semangat Kabupaten Majalengka harus berakar pada karakter individu. Individu yang memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta cenderung memiliki integritas, empati sosial, dan semangat gotong royong yang tinggi—tiga pilar utama dalam efektivitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para muzaki (pembayar zakat) dan mustahik (penerima zakat), untuk memulai perubahan dari diri sendiri. Dengan pribadi yang taat, diharapkan pengelolaan dana umat dapat dilakukan dengan lebih amanah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pengentasan kemiskinan di Majalengka. Menuju Majalengka Langkung Sae BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menyejahterakan umat melalui berbagai program inovatif. Namun, H. Agus mengingatkan bahwa efektivitas program tersebut sangat bergantung pada dukungan moral dan spiritual masyarakat. "Mari jadikan diri kita pribadi yang Langkung Sae untuk Majalengka yang Langkung Sae," pungkasnya optimis. Melalui pesan ini, BAZNAS Majalengka berharap dapat memicu gelombang positif di mana ketaatan individu bertransformasi menjadi kekuatan kolektif untuk membangun daerah yang lebih berkah, maju, dan sejahtera. Editor: Humas BAZNAS Majalengka Tagar: #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakan #PribadiTaat #AgusAsriSabana #KabarZakat #MajalengkaLangkungSae
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Jaga Marwah Lembaga, Ketua BAZNAS Majalengka Sebut Tim Media Sebagai "Jembatan Kemanusiaan"
Jaga Marwah Lembaga, Ketua BAZNAS Majalengka Sebut Tim Media Sebagai "Jembatan Kemanusiaan"
MAJALENGKA Di tengah pesatnya digitalisasi informasi, peran Admin Media Sosial dan Website kini bertransformasi menjadi pilar strategis dalam menjaga kredibilitas lembaga publik. Menyadari hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menegaskan pentingnya pengelolaan kanal komunikasi digital yang transparan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada umat. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, sesaat selepas kegiatan Gerakan Jumat Bersih menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus menyoroti dedikasi tinggi tim media yang bekerja di balik layar. Menurutnya, admin media di lembaga pengelola zakat memikul dimensi tanggung jawab yang berbeda dibanding admin pada umumnya. "Admin media BAZNAS adalah wajah dari transparansi kita. Mereka bekerja melampaui sekat waktu. Saat bencana terjadi tengah malam atau warga membutuhkan bantuan darurat di hari libur, mereka tetap siaga mengelola informasi. Ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk khidmah atau pengabdian nyata kepada umat," ujar H. Agus. Transparansi Tanpa Jeda H. Agus menambahkan bahwa setiap konten yang diterbitkan mengandung beban moral dan amanah besar. Admin media berperan sebagai "jembatan kemanusiaan" yang menghubungkan kepercayaan para muzaki (pembayar zakat) dengan harapan para mustahik (penerima zakat). Tantangan yang dihadapi pun tidak ringan. Selain harus mengelola data dengan ketelitian tinggi, tim media dituntut memiliki ketahanan mental dalam menghadapi tekanan informasi yang dinamis. "Ketelitian dalam menyajikan data laporan di website adalah kunci utama kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, integritas menjadi syarat mutlak bagi tim media agar pesan-pesan kebaikan tersampaikan secara tepat, akurat, dan santun," tambahnya. Akselerasi Respon Kemanusiaan Optimalisasi kanal digital ini merupakan bagian dari transformasi sistemik BAZNAS Majalengka menuju tata kelola zakat yang modern. Dengan hadirnya kanal yang aktif dan responsif, diharapkan: Respon Cepat: Mempercepat pelaporan bantuan kemanusiaan darurat di wilayah Majalengka. Real-Time Reporting: Memastikan setiap rupiah dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang terhimpun dapat terinformasikan penyalurannya secara transparan. Edukasi Digital: Memudahkan masyarakat mengakses literasi mengenai zakat kapan saja dan di mana saja. Langkah strategis ini selaras dengan semangat "Majalengka Langkung Sae", di mana BAZNAS terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui inovasi teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #NikmatBerzakat #ZakatTumbuhBermanfaat #TransparansiZakat #DigitalisasiZakat
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Operasional Layanan, BAZNAS Majalengka dan Bank BJB Realisasikan Kolaborasi Pengadaan Kendaraan
Perkuat Operasional Layanan, BAZNAS Majalengka dan Bank BJB Realisasikan Kolaborasi Pengadaan Kendaraan
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui langkah strategis kolaborasi bersama Bank BJB Kantor Cabang Majalengka dalam pengadaan sarana transportasi operasional guna mendukung mobilitas dan efektivitas program di lapangan. Rangkaian sinergi ini dimulai pada 2 April 2026, di mana jajaran BAZNAS Majalengka yang diwakili oleh Kadiv Digital Fundraising & Retail melakukan koordinasi intensif bersama tim Marketing dan Manajer Marketing Bank BJB Majalengka. Pertemuan tersebut menjadi tonggak awal penyelesaian proses administrasi bantuan melalui skema cost sharing (berbagi biaya) antara kedua belah pihak. Penyerahan Simbolis di Hari Berkah Tepat pada Jumat (10/04/2026), prosesi penyerahan resmi satu unit kendaraan operasional dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan fisik tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Manajer Marketing Bank BJB Majalengka kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. Acara penyerahan ini turut disaksikan oleh Kepala Pelaksana serta Kadiv Digital Fundraising & Retail BAZNAS Majalengka. Suasana khidmat menyelimuti momen tersebut, menandai babak baru dalam kerja sama antarinstitusi di Majalengka. Meningkatkan Jangkauan Pelayanan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa pengadaan kendaraan ini merupakan wujud nyata dari sinergi kebaikan yang telah lama dibangun. "Kendaraan ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan sarana krusial untuk mempercepat distribusi bantuan dan menjangkau mustahik hingga pelosok daerah. Kami mengapresiasi dukungan penuh Bank BJB dalam mendukung operasional zakat di Majalengka," ujarnya. Sinergi melalui skema cost sharing ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara lembaga zakat dan sektor perbankan. Dengan adanya dukungan sarana yang memadai, BAZNAS Majalengka optimis dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas dan responsif terhadap kebutuhan umat. Komitmen bersama ini akan terus dirawat dan diperkuat sebagai upaya kolektif dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional serta akuntabel. Editor: Humas BAZNAS Majalengka Tag: #BAZNASMajalengka #BankBJBMajalengka #KolaborasiKebaikan #ZakatMajalengka #PelayananUmat #SinergiOperasional
BERITA10/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Khidmat, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Dukungan untuk Haul KH. Tubagus Latifudin
Sinergi Khidmat, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Dukungan untuk Haul KH. Tubagus Latifudin
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menunjukkan komitmen berkelanjutannya dalam mendukung syiar Islam dan pelestarian nilai-nilai sejarah perjuangan ulama di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada Jumat (10/04/2026), BAZNAS Kabupaten Majalengka menyerahkan bantuan stimulan untuk kelancaran kegiatan Haul KH. Tubagus Latifudin, seorang tokoh ulama kharismatik asal Kecamatan Maja. Penyerahan bantuan ini dilangsungkan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Divisi Humas Protokoler BAZNAS Majalengka, Fijay Muhamad Faozan, S.H., CPm., kepada perwakilan panitia pelaksana Haul yang hadir langsung di lokasi. Bentuk Dukungan Terhadap Syiar Islam Dalam keterangannya, Fijay Muhamad Faozan menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dalam aspek dakwah dan advokasi. "Sosok KH. Tubagus Latifudin adalah inspirasi bagi umat. Melalui bantuan ini, BAZNAS berharap dapat membantu kelancaran kegiatan Haul sehingga nilai-nilai keteladanan beliau dapat terus diserap oleh generasi muda, khususnya di Kecamatan Maja dan umumnya di Kabupaten Majalengka," ujar Fijay. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Majalengka akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan pengentasan kemiskinan secara ekonomi, tetapi juga dalam mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa kemaslahatan bagi umat. Apresiasi dari Panitia Di sisi lain, pihak Panitia Haul KH. Tubagus Latifudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas respon cepat dan kepedulian yang diberikan. Bantuan ini dinilai sangat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan operasional kegiatan yang rencananya akan dihadiri oleh ratusan jamaah. Penyerahan bantuan ini berjalan dengan khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan para muzakki (pembayar zakat) yang telah menyalurkan dananya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Tag: #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #HaulKHTubagusLatifudin #MajaMajalengka #InfoZakat #LayananAktifBAZNAS
BERITA10/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Lewat GEBER JUMAT Upaya Mengetuk Pintu Langit Melalui Kebersihan Lingkungan
BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Lewat GEBER JUMAT Upaya Mengetuk Pintu Langit Melalui Kebersihan Lingkungan
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan daerah, tidak hanya melalui penyaluran zakat, tetapi juga aksi nyata di lapangan. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif BAZNAS dalam program Gerakan Bersih-bersih dan Berkah di Hari Jumat (GEBER JUMAT) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka. Kegiatan rutin yang telah berjalan hingga puluhan chapter ini menyasar berbagai titik fasilitas umum dan area sungai yang memerlukan penanganan kebersihan ekstra. BAZNAS Majalengka hadir sebagai bagian dari kolaborasi lintas dinas—seperti BKPSDM, DLH, Disdik, dan Puskesmas—guna mewujudkan visi Majalengka yang lebih sehat dan asri. Makna Spiritual dan Sosial di Balik "GEBER JUMAT" Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, menyampaikan bahwa keikutsertaan BAZNAS dalam program ini memiliki dimensi makna yang mendalam, baik secara teologis maupun sosiologis. "Bagi kami di BAZNAS, Geber Jumat bukan sekadar menyapu jalan atau memungut sampah di sungai. Ini adalah pengejawantahan dari nilai An-Nazhafatu Minal Iman (Kebersihan adalah sebagian dari iman). Kami ingin memastikan bahwa kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat juga membawa dampak pada kelestarian lingkungan," ujar H. Agus. Lebih lanjut, beliau menekankan tiga poin utama terkait esensi kegiatan ini: Penyucian Lingkungan sebagai Manifestasi Zakat: Sebagaimana zakat berfungsi menyucikan harta, gotong royong membersihkan lingkungan adalah upaya menyucikan ruang publik dari polusi dan potensi bencana seperti banjir. Penguatan Gotong Royong (Silaturahmi): Melalui aksi fisik di lapangan, sekat-sekat birokrasi mencair. Terjadi interaksi positif antara lembaga pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat luas. Kepedulian Sosial Berkelanjutan: Geber Jumat adalah bentuk komitmen jangka panjang. Dengan lingkungan yang bersih, kesehatan masyarakat meningkat, yang pada gilirannya akan mengurangi beban sosial ekonomi warga kurang mampu (mustahik). Komitmen Jangka Panjang H. Agus Asri Sabana juga mengapresiasi arahan Pemerintah Kabupaten Majalengka yang secara konsisten menjaga keberlangsungan program ini. Menurutnya, BAZNAS akan selalu siap bersinergi dalam setiap langkah yang bertujuan untuk kemaslahatan umat. "Kami berharap gerakan ini terus menginspirasi masyarakat agar tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi tumbuh kesadaran mandiri untuk menjaga keasrian lingkungan masing-masing. Bersih lingkungannya, berkah hidupnya," pungkas beliau. Kegiatan Geber Jumat kali ini ditutup dengan koordinasi antar lembaga untuk memastikan area-area yang telah dibersihkan tetap terjaga perawatannya, sekaligus memetakan titik-titik rawan sampah lainnya untuk agenda pekan mendatang. Editor: Humas BAZNAS Majalengka #BAZNASMajalengka #GeberJumat #MajalengkaAsri #ZakatMensejahterakan #KebersihanLingkungan #GotongRoyong #PemerintahKabupatenMajalengka #JumatBerkah #LingkunganSehat
BERITA10/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Pertemuan Alumni MAN 1: Tekankan Solidaritas Tanpa Sekat dan Semangat Berbagi
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Pertemuan Alumni MAN 1: Tekankan Solidaritas Tanpa Sekat dan Semangat Berbagi
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, menghadiri pertemuan panitia kecil rencana Reuni Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka pada Jumat (10/04/2026). Bertempat di Kafe 38, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi teknis, namun juga sarana penguatan silaturahmi antaralumni. Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, H. Agus Asri Sabana memberikan arahan serta pesan moral bagi para alumni. Beliau menekankan bahwa momentum reuni tidak boleh sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan harus menjadi wadah gerakan sosial yang berdampak nyata. Pesan Kesetaraan dan Kepedulian Di sela pembahasan jadwal kegiatan, Ketua BAZNAS Majalengka yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni MAN 1 ini berpesan agar para alumni senantiasa memegang teguh prinsip "Saling Berbagi dan Saling Asuh". Beliau mengingatkan agar perbedaan status sosial atau kondisi ekonomi jangan pernah menjadi penghalang dalam jalinan persaudaraan. "Jangan pernah memandang kasta, garis nasib, atau kondisi ekonomi. Semua adalah teman yang harus kita anggap sebagai keluarga sendiri. Ada saatnya kita butuh mereka, dan ada saatnya mereka akan butuh dengan keberadaan kita," ujar H. Agus. Mendorong Transformasi Menjadi Muzaki Sebagai tokoh penggerak zakat di Kabupaten Majalengka, H. Agus juga mengungkapkan harapannya agar para alumni yang telah mencapai kemapanan ekonomi dapat meningkatkan derajatnya menjadi seorang Muzaki (pemberi zakat). "Syukur bagi rekan-rekan yang kini terlihat mapan. Saya berharap kemapanan tersebut membawa berkah dengan cara berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Inilah wujud nyata dari alumni yang peduli dan menebar manfaat bagi sesama," tambahnya. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah poin penting terkait jadwal dan konsep reuni yang akan datang. Diharapkan, kegiatan tersebut mampu merangkul seluruh lapisan alumni dari berbagai angkatan untuk bersinergi membangun daerah dan membantu sesama. #BAZNASMajalengka #AgusAsriSabana #MAN1Majalengka #ReuniAlumni #MuzakiMembangunUmat #SalingBerbagi #MajalengkaReligius #ZakatPemberdayaan
BERITA10/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan "Majalengka Sehat" untuk Warga Cikasarung
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan "Majalengka Sehat" untuk Warga Cikasarung
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat rentan. Melalui pilar program Majalengka Sehat, BAZNAS menyerahkan bantuan biaya pengobatan kepada Bapak Iman Jaenudin, warga Kelurahan Cikasarung, Kecamatan Majalengka, pada Jumat (10/04). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka oleh Kepala Divisi Pengumpulan, Uju Juhara, S.Pd. Bantuan ini diprioritaskan untuk meringankan beban ekonomi keluarga Bapak Iman yang saat ini tengah berjuang menjalani proses penyembuhan medis. Dalam keterangannya, Uju Juhara menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat merupakan wujud nyata dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran. "Melalui program Majalengka Sehat, kami berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, khususnya untuk urusan kesehatan. Semoga bantuan ini dapat membantu kelancaran proses pengobatan Bapak Iman Jaenudin serta memberikan semangat untuk kembali pulih," ujar Uju Juhara. Apresiasi untuk Para Muzaki Di sela-sela penerimaan bantuan, Bapak Iman Jaenudin mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas kepedulian yang diberikan oleh BAZNAS dan para donatur. Ia menyampaikan pesan khusus bagi para pembayar zakat (muzaki) yang telah menitipkan hartanya melalui BAZNAS. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Majalengka dan khususnya kepada para muzaki. Berkat zakat dan sedekah Bapak/Ibu sekalian, beban pengobatan saya menjadi lebih ringan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ini dengan keberkahan rezeki dan kesehatan yang berlipat ganda untuk para muzaki," ungkap Iman Jaenudin. Mengenal Program Majalengka Sehat Program Majalengka Sehat merupakan salah satu pilar utama pendayagunaan zakat di Kabupaten Majalengka. Program ini dirancang secara komprehensif untuk menyasar warga kurang mampu melalui: Bantuan pembiayaan pengobatan rumah sakit. Pemberian alat bantu kesehatan (seperti kursi roda atau alat bantu dengar). Layanan ambulans gratis bagi masyarakat yang membutuhkan mobilisasi medis darurat. Dengan terus mengalirkan bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menguatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola zakat yang amanah dan transparan. #BAZNASMajalengka #MajalengkaSehat #ZakatMenyehatkan #PilihanMuzaki #Cikasarung #MajalengkaLangkungSae #Kemanusiaan
BERITA10/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →