Berita Terbaru
Fikri Hari Rustiyawan Bagikan Praktik Baik UPZ Heubeulisuk, Dorong Pengelolaan Zakat yang Amanah dan Transparan
MAJALENGKA — Penguatan tata kelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi salah satu kunci dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat agar semakin amanah, transparan, dan berdaya guna bagi masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam hari kedua Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan melalui kerja sama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Sabtu (10/10/2026).
Pada sesi lanjutan, Fikri Hari Rustiyawan, S.T., M.Pd., Ketua UPZ MPU Desa Heubeulisuk, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, hadir sebagai pemateri dengan membawakan tema “Penguatan Peran UPZ dalam Pengelolaan Zakat yang Amanah, Transparan dan Berdaya Guna bagi Masyarakat.”
Melalui materi tersebut, Fikri membagikan pengalaman pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Desa Heubeulisuk, termasuk penguatan kelembagaan, sinergi antarunit, tata kelola program, serta penyaluran dana untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 10 masjid, dengan masing-masing masjid mengirimkan tiga orang perwakilan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk meningkatkan kapasitas pengurus masjid dalam mengembangkan manajemen yang profesional sekaligus memperkuat fungsi sosial masjid.
UPZ sebagai Penggerak Pengelolaan Zakat di Tingkat Desa
Dalam pemaparannya, Fikri menjelaskan perjalanan UPZ MPU Desa Heubeulisuk yang tumbuh dari cita-cita bersama unsur ulama dan umara desa untuk membangun kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial.
MPU Desa Heubeulisuk lahir pada 7 Agustus 2019. Selanjutnya, melalui kolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Majalengka, UPZ MPU Desa Heubeulisuk resmi berdiri pada 21 Maret 2022 berdasarkan SK Nomor 007/UPZ-DES/BAZNAS-Kab.Mjl/III/2022.
Kolaborasi tersebut memperkuat peran kelembagaan dalam mengelola dana zakat sekaligus mengembangkan program infak dan sedekah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sinergi MPU dengan Kementerian Agama juga melahirkan program Kampung Zakat yang diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan usaha.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa UPZ di tingkat desa dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pengelolaan zakat yang terorganisasi, dekat dengan masyarakat, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Tiga Aspek Keamanan dalam Pengelolaan Program
Salah satu pokok materi yang ditekankan adalah pentingnya memastikan program pengelolaan zakat berjalan dengan landasan yang jelas. Dalam presentasinya, Fikri menguraikan tiga komponen utama keamanan dasar program, yaitu:
Aman syar'i, yakni memastikan pelaksanaan program sesuai dengan prinsip dan ketentuan syariat Islam.
Aman konstitusi dan regulasi, yaitu memperhatikan ketentuan hukum serta peraturan yang berlaku dalam pengelolaan zakat.
Aman 'adi, yakni mempertimbangkan adat, budaya, dan karakteristik masyarakat setempat.
Ketiga aspek tersebut menjadi kerangka agar program dapat dijalankan secara bertanggung jawab, memperoleh kepercayaan masyarakat, serta tetap selaras dengan nilai keagamaan dan ketentuan yang berlaku.
Di samping itu, keberlangsungan program membutuhkan sinergi antarlembaga, integrasi dan kolaborasi program, serta sosialisasi yang berkesinambungan. Pendekatan kepada masyarakat juga perlu dilakukan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran, dukungan kewenangan yang sesuai, serta pemanfaatan keterampilan dan potensi yang dimiliki masyarakat.
Fikri turut menekankan pentingnya tiga tahapan dalam mengukur keberjalanan program, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dan kesinambungan. Dengan tahapan tersebut, program tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi dapat dievaluasi dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan serta hasil pelaksanaannya.
Mengelola Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Kemaslahatan Umat
Dalam praktiknya, UPZ MPU Desa Heubeulisuk mengembangkan pengelolaan dana zakat serta dana infak dan sedekah melalui program yang berbeda sesuai sumber dan peruntukannya.
Pada pengelolaan zakat, program mencakup penghimpunan zakat fitrah dan zakat mal, termasuk zakat hasil pertanian berupa padi dan jagung. Dana zakat selanjutnya dialokasikan kepada golongan penerima yang berhak sesuai ketentuan delapan asnaf.
Sementara itu, dana infak dan sedekah dikelola untuk mendukung program rutin maupun kegiatan insidental yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Berdasarkan materi presentasi, sejumlah program yang dijalankan meliputi santunan anak yatim dan piatu, bantuan bagi kaum duafa, santunan kematian, kunjungan kepada masyarakat yang sakit, serta dukungan kegiatan syiar Islam.
Dukungan syiar Islam tersebut antara lain diwujudkan melalui bantuan operasional Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), majelis taklim, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Pemisahan pengelolaan berdasarkan sumber dana dan peruntukannya menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban administrasi serta memastikan dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan sesuai tujuan program.
Kampung Zakat Dorong Pemberdayaan Ekonomi Mustahik
Selain program santunan sosial, UPZ MPU Desa Heubeulisuk juga mengembangkan pemberdayaan ekonomi melalui program Kampung Zakat.
Dalam presentasinya, Fikri menjelaskan bahwa Desa Heubeulisuk terpilih sebagai penerima dana hibah dalam program Kampung Zakat yang diinisiasi Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Dana tersebut dialokasikan sebagai modal usaha untuk memberdayakan mustahik atau penerima manfaat zakat.
Salah satu usaha yang direncanakan adalah peternakan burung puyuh petelur. Berdasarkan dokumentasi materi, program tersebut masih berada pada tahap persiapan pembangunan kandang.
Program ini mencerminkan upaya mengembangkan pemanfaatan dana pemberdayaan agar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka peluang usaha yang berpotensi mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Melalui pendekatan tersebut, pengelolaan zakat dapat diarahkan untuk menggabungkan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi, sesuai kebutuhan dan kesiapan masyarakat penerima program.
Memperkuat Profesionalisme UPZ melalui Kolaborasi
Paparan mengenai pengalaman UPZ MPU Desa Heubeulisuk memberikan gambaran bahwa pengelolaan zakat di tingkat desa membutuhkan lebih dari sekadar kegiatan penghimpunan dan penyaluran dana. Diperlukan kelembagaan yang kuat, perencanaan yang terarah, administrasi yang tertib, evaluasi program, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dalam konteks Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern, penguatan kapasitas pengurus masjid dan UPZ menjadi bagian penting untuk membangun tata kelola yang semakin profesional, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka mendorong agar pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan dalam pelatihan dapat menjadi inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan pengelolaan zakat di lingkungan masing-masing.
Dengan pengelolaan yang transparan, penyaluran yang tepat sasaran, dan program pemberdayaan yang berkelanjutan, zakat diharapkan semakin berperan dalam memperkuat solidaritas sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan umat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.
BERITA10/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Angkat Gagasan “Jemaah Sehat, Masjid Kuat”, drg. Gelar Ramdhani Dorong Inovasi Masjid Modern
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mendorong transformasi masjid menjadi pusat peradaban Islam yang makmur, profesional, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang memasuki hari kedua pada Sabtu (10/10/2026), dengan menghadirkan drg. H. Gelar Subhakti Ramdhani, Sp.RKG., CEMHP., sebagai pemateri.
Dalam sesi tersebut, drg. Gelar mengangkat gagasan “Jemaah Sehat, Masjid Kuat”, yang menekankan pentingnya memperluas peran masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan umat.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari 10 masjid, dengan masing-masing masjid mengirimkan tiga orang perwakilan. Komposisi peserta tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama di tingkat pengurus sekaligus mempermudah penerapan hasil pelatihan dalam pengelolaan dan pengembangan program masjid.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam meningkatkan kapasitas pengelola masjid agar mampu menghadirkan program yang inovatif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Masjid Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Pusat Solusi Umat
Dalam paparannya, drg. Gelar Subhakti Ramdhani menjelaskan bahwa kemakmuran masjid tidak semata-mata diukur dari kemegahan bangunan maupun kelengkapan fasilitas fisiknya. Lebih dari itu, masjid perlu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh jemaah dan masyarakat di sekitarnya.
Materi tersebut menyoroti berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, mulai dari kesulitan ekonomi, keterbatasan akses kesehatan dan pendidikan, persoalan utang, hingga tekanan kehidupan yang dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.
Menurut gagasan yang disampaikan, masjid perlu mengambil peran lebih aktif dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah di mimbar, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan solusi terhadap persoalan umat.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, yakni menghadirkan rahmat dan kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, masjid diharapkan menjadi ruang yang inklusif, terbuka, dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Enam Gagasan Program Kesehatan Berbasis Masjid
Salah satu pokok bahasan utama dalam materi “Jemaah Sehat, Masjid Kuat” adalah pentingnya menjadikan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan masjid. Kesehatan merupakan fondasi kehidupan yang berpengaruh terhadap produktivitas, ketahanan ekonomi keluarga, dan kualitas hidup masyarakat.
Untuk mendukung upaya tersebut, drg. Gelar memaparkan sejumlah program yang dapat dikembangkan oleh pengurus masjid sesuai dengan kondisi jemaah, kemampuan pengelolaan, dan potensi kemitraan yang tersedia.
Enam gagasan program tersebut meliputi:
Pengajian tematik kesehatan, berupa edukasi kesehatan umum, gigi, dan mulut yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman serta disesuaikan dengan kebutuhan jemaah.
Pemeriksaan kesehatan dasar berkala, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, berat badan, serta kesehatan gigi dan mulut melalui kerja sama dengan tenaga maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelatihan kader kesehatan masjid, untuk membekali pengurus dengan pengetahuan dasar pertolongan pertama, pemeriksaan tekanan darah, dan prosedur rujukan ke puskesmas atau rumah sakit.
Program Sahabat Lansia, melalui kunjungan rutin, edukasi kesehatan, pendampingan, dan dukungan akses pelayanan kesehatan bagi warga lanjut usia.
Program Masjid Bergizi, berupa dukungan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia dari keluarga kurang mampu.
Layanan konseling kesehatan jiwa, yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan puskesmas, rumah sakit, psikolog, atau psikiater.
Berbagai program tersebut dapat dilaksanakan secara bertahap melalui kolaborasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, BAZNAS, lembaga filantropi, organisasi kemasyarakatan Islam, klinik, serta tenaga kesehatan profesional.
Melalui pendekatan kolaboratif, masjid tidak harus menjalankan seluruh program secara mandiri. Sebaliknya, pengurus dapat membangun kemitraan sesuai kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pengelolaan Profesional dan Transparansi Perkuat Kepercayaan
Selain membahas inovasi kesehatan, materi pelatihan juga menyoroti pentingnya strategi penghimpunan dana serta pengelolaan program masjid secara profesional.
Kepercayaan masyarakat dan calon mitra perlu dibangun melalui program yang nyata, pelaksanaan yang konsisten, serta laporan kegiatan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengurus masjid didorong untuk mendokumentasikan setiap kegiatan melalui berita acara, foto dan video, testimoni penerima manfaat, laporan keuangan, serta laporan dampak program.
Penataan arsip digital dan pemanfaatan media sosial juga menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi publik serta menunjukkan hasil kerja pengelola masjid kepada masyarakat dan calon mitra.
Dengan dokumentasi yang tertib dan laporan yang terukur, masjid diharapkan memiliki portofolio kegiatan yang dapat mendukung pengembangan kemitraan, termasuk dengan lembaga sosial, dunia usaha, dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan umat.
Pemateri Berpengalaman dalam Pelayanan Kesehatan dan Penyelenggaraan Haji
Drg. H. Gelar Subhakti Ramdhani, Sp.RKG., CEMHP., merupakan dokter spesialis radiologi kedokteran gigi di RSUD Cideres, Ketua Dewan Pengawas RSUD Majalengka, sekaligus Anggota Tim Kolaborasi Bupati Majalengka.
Pengalaman profesionalnya juga mencakup pelayanan kesehatan bagi jemaah haji. Pada musim haji 1447 H/2026 M, drg. Gelar bertugas sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) 2026 pada Layanan Kesehatan Kloter KJT 06 Jawa Barat, Embarkasi Kertajati.
Kompetensinya di bidang pelayanan kesehatan haji ditandai dengan sertifikasi Certified Executive Medical Hajj Professional (CEMHP). Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang profesional yang relevan dengan materi mengenai pentingnya pelayanan kesehatan, kepedulian terhadap kelompok rentan, dan penguatan peran komunitas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh perspektif mengenai peluang pengembangan masjid sebagai ruang pelayanan umat yang lebih luas, dengan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, edukasi kesehatan, kepedulian sosial, serta pengelolaan program yang profesional.
Mendorong Masjid yang Makmur dan Berdampak bagi Masyarakat
Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan melalui kerja sama BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Kabupaten Majalengka menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelola masjid dalam menghadapi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Kehadiran 30 peserta dari 10 masjid diharapkan menjadi modal awal untuk memperluas penerapan inovasi di lingkungan masjid masing-masing. Dengan keterlibatan beberapa perwakilan dari setiap masjid, koordinasi internal dan pembagian peran dalam pelaksanaan program diharapkan dapat dibangun secara lebih terarah.
Melalui gagasan “Jemaah Sehat, Masjid Kuat”, pengurus masjid diajak untuk melihat kemakmuran masjid dari manfaat yang dihadirkan bagi umat. Masjid bukan hanya menjadi tempat beribadah, melainkan juga pusat edukasi, kepedulian kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka mendorong agar semangat inovasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang sesuai dengan kebutuhan jemaah, didukung kemitraan yang kuat, serta dijalankan dengan tata kelola yang amanah dan berkelanjutan.
Dengan demikian, masjid diharapkan semakin berperan dalam memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, dan mewujudkan peradaban Islam yang membawa manfaat luas bagi umat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Umat.#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #JemaahSehatMasjidKuat #MasjidModern #PemberdayaanUmat #gelarsubaktiramdani
BERITA10/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Kepala Kemenag Majalengka Tekankan Tata Kelola Masjid Inklusif dan Pemberdayaan Umat
MAJALENGKA — Penguatan tata kelola masjid yang profesional, transparan, dan inklusif menjadi kunci dalam menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat persaudaraan, meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menghadirkan solusi atas persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., saat menjadi pemateri pada hari kedua Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern, Sabtu (10/10/2026), yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Dalam sesi bertajuk “Penguatan Tata Kelola dan Profesionalisme Pengelolaan Masjid”, Euis Damayanti menguraikan strategi penguatan peran masjid agar mampu berkembang menjadi pusat kemajuan masyarakat sekaligus ruang bersama yang nyaman, terbuka, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan umat.
Kepemimpinan Takmir yang Terbuka dan Merangkul Semua Kalangan
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya kepemimpinan takmir atau pengurus masjid yang inklusif, terbuka, dan adil. Pengelolaan masjid perlu melibatkan berbagai unsur masyarakat tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun mazhab, serta memberikan ruang partisipasi bagi generasi muda dan generasi tua.
Keterlibatan lintas generasi menjadi penting agar masjid tetap dekat dengan kebutuhan jamaah dan mampu menjawab tantangan zaman. Karena itu, pengurus masjid perlu mendapatkan penguatan kapasitas melalui pelatihan kompetensi, peningkatan kualitas pelayanan, serta kemampuan menyelesaikan konflik.
Dengan kepemimpinan yang merangkul, masjid diharapkan menjadi tempat yang menyatukan umat, memperkuat persaudaraan, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial.
Transparansi dan Profesionalisme untuk Membangun Kepercayaan
Selain kepemimpinan, profesionalisme dan transparansi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan masjid. Keterbukaan dalam menjalankan amanah akan membantu membangun kepercayaan jamaah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masjid.
Pengelolaan yang akuntabel perlu disertai peningkatan kapasitas pengurus secara berkelanjutan. Dengan demikian, organisasi masjid dapat berjalan lebih tertib, program-programnya lebih terarah, dan pelayanan kepada jamaah semakin baik.
Euis Damayanti juga menekankan pentingnya budaya dialog dalam menghadapi perbedaan dan persoalan di tengah masyarakat. Musyawarah, mediasi, dan islah atau upaya mendamaikan pihak-pihak yang berselisih perlu dikedepankan untuk mencari titik temu dan kemaslahatan bersama.
Dakwah masjid pun diharapkan menjadi sarana penyebaran ilmu, kedamaian, dan persaudaraan, bukan ruang untuk mempertajam perbedaan.
Masjid Berdaya dan Berdampak bagi Masyarakat
Lebih jauh, materi yang disampaikan turut mengangkat program MADADA (Masjid Berdaya Berdampak) sebagai pendekatan untuk memperkuat fungsi masjid dalam pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut mencakup layanan pendidikan dan pembelajaran umat, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, pelestarian lingkungan, serta berbagai upaya untuk menjawab persoalan sosial di lingkungan sekitar.
Melalui fungsi-fungsi tersebut, masjid diharapkan tidak hanya menunggu masyarakat datang untuk beribadah, tetapi juga aktif menghadirkan manfaat dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Konsep ini mempertegas bahwa kemakmuran masjid tidak semata-mata diukur dari aktivitas ibadah, melainkan juga dari kualitas pengelolaan, kuatnya persaudaraan, dan luasnya manfaat yang dirasakan oleh jamaah serta lingkungan sekitarnya.
Mendorong Transformasi Masjid di Kabupaten Majalengka
Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang berlangsung selama dua hari menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk memperkuat kapasitas pengelola masjid dan mendorong inovasi dalam pelayanan umat.
Penguatan tata kelola diharapkan menjadi langkah strategis agar masjid-masjid di Kabupaten Majalengka semakin profesional dalam pengelolaan, terbuka dalam pelayanan, serta mampu mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi dan peningkatan kapasitas pengurus, masjid diharapkan dapat menjalankan empat peran penting secara terpadu, yakni sebagai pusat ibadah, pusat pelayanan, pusat pemberdayaan, dan pusat persaudaraan.
Dengan demikian, transformasi manajemen masjid bukan sekadar pembaruan sistem administrasi, melainkan upaya memperkuat peran rumah ibadah sebagai pusat peradaban Islam yang menghadirkan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Bersinergi Memakmurkan Masjid, Menguatkan Pemberdayaan, dan Menghadirkan Manfaat bagi Umat.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #ManajemenMasjidModern #KemenagMajalengka #TransformasiMasjid #MasjidBerdaya #PemberdayaanUmat #TataKelolaMasjid #MasjidMakmur #IslamicCenterMajalengka
BERITA10/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Serahkan Donasi Kemanusiaan Rp311 Juta untuk Pemulihan Bencana di NTT
MAJALENGKA – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui penyerahan donasi kemanusiaan sebesar Rp311 juta kepada BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam rangkaian kegiatan Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Majalengka, disaksikan seluruh tamu undangan yang hadir.
Donasi tersebut diterima oleh H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepedulian serta kepercayaan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung upaya kemanusiaan bagi masyarakat NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Fitriansyah menyampaikan bahwa BAZNAS RI akan mengalokasikan donasi tersebut untuk mendukung pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan mereka setelah musibah.
Penyerahan secara simbolis di hadapan jajaran tamu undangan menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial tidak mengenal batas wilayah. Dari Kabupaten Majalengka, amanah kebaikan masyarakat dihimpun untuk membantu saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi masa sulit di NTT.
Bagi BAZNAS, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah sendiri, tetapi juga menjadi kekuatan solidaritas kemanusiaan yang dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui donasi Rp311 juta tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. Sinergi dengan BAZNAS RI juga menjadi bagian dari ikhtiar memastikan amanah kebaikan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan pascabencana.
Dari Majalengka untuk NTT, kepedulian menjadi jembatan kebaikan dan harapan untuk bangkit bersama.
#BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BAZNASJawaBarat #PeduliNTT #BantuanKemanusiaan #PemulihanPascabencana #ZakatInfakSedekah #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA09/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS RI: Masjid Modern Bukan Sekadar Megah, tetapi Profesional, Transparan, dan Bermanfaat bagi Umat
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia mendorong penguatan tata kelola masjid agar semakin profesional, modern, transparan, dan tetap kokoh berlandaskan nilai-nilai keislaman serta kemanusiaan. Masjid modern tidak cukup dinilai dari kemegahan bangunan dan kelengkapan fasilitasnya, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan jamaah dan masyarakat sekitar.
Pesan tersebut disampaikan H. Fitriansyah Agus Setiawan, S.Sos., M.I.Kom., CFRM., Direktur Pengumpulan Profesi dan Perorangan BAZNAS RI, yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI dalam kegiatan Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (9/10/2026).
Dalam sambutannya, Fitriansyah menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun masjid yang memiliki sistem pengelolaan semakin baik, keuangan yang transparan, serta hubungan yang semakin dekat dengan jamaah.
“Ini adalah bagian dari upaya kita untuk membangun masjid yang semakin profesional, semakin modern dan transparan, tetapi tetap kuat dalam nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Menurutnya, masjid modern merupakan masjid yang mampu mengembangkan profesionalisme pengurus, menjaga transparansi pengelolaan dana, memperkuat kedekatan dengan jamaah, serta mendorong masyarakat agar semakin aktif dan berdaya.
“Masjid yang maju dan modern adalah masjid yang memiliki tata kelola semakin profesional pengurusnya, semakin transparan keuangan dananya, semakin dekat dengan jamaahnya, semakin aktif dan berdaya masyarakat, dan semakin besar memberikan manfaat untuk umat,” jelasnya.
Kemajuan Masjid Diukur dari Manfaatnya bagi Umat
Fitriansyah menekankan bahwa transformasi masjid harus berorientasi pada manfaat nyata. Kemegahan arsitektur dan kelengkapan sarana memang dapat mendukung kenyamanan beribadah, tetapi hal tersebut perlu diimbangi dengan program yang menjawab kebutuhan jamaah dan masyarakat.
Masjid diharapkan mampu menjadi pusat ibadah, pendidikan, pembinaan generasi muda, pelayanan sosial, serta penguatan ekonomi umat. Dengan pengelolaan yang profesional, potensi masjid dapat dikembangkan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Masjid modern bukan sekadar masjid yang bagus fasilitasnya, tetapi masjid yang semakin besar manfaatnya,” tegasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 10 masjid yang diproyeksikan menjadi percontohan pengelolaan masjid modern di Kabupaten Majalengka.
Melalui pelatihan tersebut, para pengelola masjid diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan, membangun sistem administrasi yang tertib, memperkuat akuntabilitas keuangan, serta mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Perkuat Kepercayaan Masyarakat melalui Tata Kelola Profesional
Dalam pemaparannya, Fitriansyah juga menyinggung hasil survei nasional terhadap masyarakat Muslim yang disebutnya dilaksanakan Bank Indonesia pada Januari 2026. Ia menyampaikan bahwa gambaran dari survei tersebut menunjukkan adanya pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai nilai-nilai keislaman serta kepercayaan terhadap masjid.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah membangun jembatan antara potensi dan kepercayaan masyarakat dengan sistem pengelolaan masjid yang semakin profesional dan terintegrasi.
Kepercayaan jamaah merupakan modal penting bagi pengembangan masjid. Karena itu, pengurus perlu mengelola amanah secara terbuka, menyampaikan penggunaan dana dengan jelas, dan memastikan program yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan.
Tata kelola yang baik diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat, meningkatkan kepercayaan terhadap pengurus, serta mendorong semakin banyak pihak untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan dan sosial berbasis masjid.
Optimalisasi Zakat melalui Penguatan Organisasi Pengelola Zakat
Fitriansyah turut menyoroti pentingnya peran organisasi pengelola zakat (OPZ) dalam mendukung penguatan fungsi masjid. Menurutnya, keberadaan organisasi dan asosiasi yang relevan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat sistem pengelolaan, penghimpunan, pendistribusian, dan pemberdayaan zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan bahwa pembentukan asosiasi atau penguatan kelembagaan tidak dimaksudkan untuk mengambil alih peran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), apalagi menghilangkan tradisi gotong royong dan kepedulian lokal yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Sebaliknya, penguatan kelembagaan diharapkan menjadi sarana untuk menyempurnakan praktik baik yang sudah berjalan melalui sistem yang lebih tertata, profesional, dan terintegrasi.
Dengan sinergi antara DKM, organisasi pengelola zakat, jamaah, dan masyarakat, masjid berpeluang mengembangkan program pemberdayaan yang lebih terukur. Dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara amanah untuk mendukung pendidikan, pelayanan sosial, serta penguatan ekonomi mustahik sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan ini juga membuka ruang bagi masjid untuk tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi sekaligus pusat pengorganisasian kebaikan dan pengembangan kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Majalengka Dorong Masjid Lebih Berdaya
Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat sinergi antara pengelola masjid, pemerintah daerah, lembaga zakat, tokoh agama, dan berbagai unsur masyarakat.
Kegiatan tersebut menghadirkan beragam materi, mulai dari sinergi pemerintah dan masjid, komunikasi digital, transformasi tata kelola, penguatan sumber daya manusia, hingga pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berbasis masjid.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap masjid-masjid peserta dapat mengembangkan pengelolaan yang lebih profesional dan transparan tanpa meninggalkan nilai keikhlasan, kebersamaan, serta semangat gotong royong.
Masjid yang dikelola dengan baik diharapkan semakin dekat dengan jamaah, peka terhadap persoalan masyarakat, dan mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Pada akhirnya, kemajuan masjid bukan semata-mata terlihat dari megahnya bangunan, melainkan dari kuatnya ibadah, luasnya ilmu, terjaganya amanah, dan besarnya manfaat yang dirasakan umat.
Melalui penguatan manajemen masjid dan optimalisasi pengelolaan zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berikhtiar mendukung terwujudnya Majalengka Langkung Sae, dengan masjid yang semakin makmur, masyarakat yang semakin berdaya, dan kepedulian sosial yang semakin kuat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan Amanah, Memakmurkan Masjid, Memberdayakan Umat.
#BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BAZNASJawaBarat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #FitriansyahAgusSetiawan #ManajemenMasjidModern #MasjidProfesional #MasjidTransparan #MasjidBerdaya #PemberdayaanUmat #ZakatInfakSedekah #KolaborasiKebaikan #IslamicCenterMajalengka
BERITA09/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Jabar Apresiasi Kolaborasi BAZNAS Majalengka, Dorong Masjid Tetap Makmur dan Hadir bagi Masyarakat
MAJALENGKA — Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan/Penghimpunan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., mengapresiasi berbagai inovasi dan langkah kolaboratif yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat pemberdayaan umat. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi langkah penting agar masjid tidak hanya berdiri megah, tetapi juga hidup dengan aktivitas ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Ijang Faisal saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 yang diselenggarakan BAZNAS Kabupaten Majalengka di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (9/10/2026).
Dalam pemaparannya, Ijang menilai BAZNAS Kabupaten Majalengka telah menunjukkan berbagai upaya positif melalui program-program yang melibatkan banyak pihak. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sekaligus memperkuat fungsi masjid dalam kehidupan masyarakat.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas apa yang dilakukan BAZNAS Majalengka. Banyak sekali kegiatan luar biasa yang dilakukan, terutama dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkap Ijang dalam sambutannya.
Masjid Harus Hidup, Bukan Sekadar Berdiri
Ijang Faisal menekankan bahwa kemakmuran masjid tidak cukup diukur dari bangunan yang bagus atau fasilitas yang lengkap. Lebih dari itu, masjid harus dipenuhi aktivitas ibadah, pembelajaran, dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi digital, termasuk kemudahan mengakses Al-Qur’an melalui telepon genggam, tidak boleh membuat umat semakin jauh dari masjid.
“Masjid itu harus penuh, harus diisi. Jangan sampai Al-Qur’annya ada di HP, tetapi masjidnya justru kosong. Ini yang harus kita perhatikan,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi semestinya dimanfaatkan sebagai sarana pendukung dakwah dan pembelajaran Islam, bukan menggantikan kebersamaan umat dalam memakmurkan masjid.
Masjid perlu tetap menjadi ruang perjumpaan, tempat memperkuat ukhuwah Islamiyah, membina akhlak generasi muda, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat.
Masjid sebagai Media Pembelajaran dan Pemberdayaan
Lebih lanjut, Ijang menyampaikan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran masyarakat. Melalui pengelolaan yang tepat, masjid dapat menghadirkan kegiatan pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, pelayanan sosial, hingga program pemberdayaan ekonomi.
Menurutnya, pengurus masjid perlu memastikan bahwa kegiatan yang diselenggarakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Aktivitas masjid tidak boleh hanya berfokus pada agenda internal, tetapi juga harus memperhatikan kondisi sosial dan persoalan yang dihadapi warga.
“Bagaimana kemudian masjid itu menjadi media kehidupan kita. Hari ini kita ada kegiatan lagi tentang pemberdayaan, hasil pemberdayaan masjid. Ini yang harus kita lakukan, bagaimana masjid menjadi media pembelajaran di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak masjid telah melaksanakan beragam kegiatan. Namun, pengurus perlu terus mengevaluasi apakah kegiatan tersebut telah menyentuh kebutuhan masyarakat sekitar dan menghadirkan perubahan yang dirasakan secara nyata.
Karena itu, pelatihan manajemen masjid modern menjadi kesempatan penting bagi para pengelola masjid untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan mengembangkan pendekatan yang lebih relevan dengan tantangan zaman.
Kolaborasi Menjadi Kunci Transformasi Masjid
Ijang mengapresiasi langkah BAZNAS Kabupaten Majalengka yang mempertemukan para pengelola masjid dalam kegiatan pelatihan tersebut. Melalui kolaborasi dan berbagi pengalaman, peserta diharapkan memperoleh gagasan baru untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid serta memperluas jangkauan pelayanan umat.
Kegiatan yang melibatkan perwakilan dari 10 masjid ini diarahkan untuk mendorong terwujudnya pengelolaan masjid yang lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Pelatihan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa masjid dan pengelolaan zakat memiliki potensi untuk saling mendukung. Masjid dapat menjadi pusat edukasi dan penghimpunan kepedulian umat, sementara pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dapat membantu memperkuat program sosial serta pemberdayaan masyarakat.
Semangat kolaborasi ini sejalan dengan ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung terwujudnya Majalengka Langkung Sae, melalui penguatan lembaga keagamaan yang tidak hanya aktif dalam kegiatan ibadah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Majalengka berharap masjid-masjid peserta dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran, pelayanan, dan pemberdayaan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pada akhirnya, masjid yang makmur bukan hanya masjid yang ramai dalam pelaksanaan ibadah, melainkan juga masjid yang kehadirannya memberikan ketenteraman, ilmu, kepedulian, dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berikhtiar memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menghadirkan masjid yang hidup, umat yang berdaya, serta masyarakat yang semakin sejahtera.
#BAZNASMajalengka #BAZNASJawaBarat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #IjangFaisal #ManajemenMasjidModern #MasjidMakmur #MasjidBerdaya #PemberdayaanUmat #KolaborasiKebaikan #ZakatInfakSedekah #DakwahDigital #IslamicCenterMajalengka
BERITA09/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bupati Eman Suherman Apresiasi Inisiatif BAZNAS, Transformasi Masjid Jadi Langkah SAEkeun Majalengka
MAJALENGKA — Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara khusus membuka kegiatan Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (9/10/2026).
Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Bupati Eman Suherman menyampaikan apresiasi atas inisiatif Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, dalam menggelar pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam mendukung terwujudnya visi pembangunan daerah, yakni Majalengka Langkung Sae.
Bupati menegaskan bahwa upaya mewujudkan Majalengka yang lebih baik tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan, partisipasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Majalengka tidak akan mampu menjadi lebih baik tanpa dukungan masyarakatnya. Karena itu, diperlukan ikhtiar bersama untuk terus melakukan perbaikan atau SAEkeun Majalengka melalui berbagai bidang kehidupan, termasuk penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Apresiasi tersebut menjadi penguatan bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, pengurus masjid, tokoh agama, dunia pendidikan, generasi muda, serta berbagai unsur masyarakat dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata.
BAZNAS Dorong Masjid Menjadi Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat
Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 diikuti perwakilan dari 10 masjid yang diproyeksikan menjadi percontohan pengelolaan masjid modern di Kabupaten Majalengka.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis yang melampaui fungsi ritual keagamaan. Masjid perlu terus berkembang menjadi ruang pembinaan umat, penguatan pendidikan, pelayanan sosial, serta penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat ritual keagamaan, tetapi juga ruang lahirnya dimensi peradaban, ekonomi, edukasi, dan sosial,” ungkap Agus.
Menurutnya, pengembangan manajemen masjid modern membutuhkan tata kelola yang baik, program yang bermanfaat, serta keterlibatan berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Dengan pengelolaan yang profesional dan inovatif, masjid diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas manfaat bagi umat.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperkuat fungsi masjid sebagai salah satu pilar pembangunan sosial dan keagamaan.
Libatkan Generasi Muda, Hadirkan Masjid yang Adaptif
Agus berharap 10 masjid peserta dapat melibatkan generasi muda dalam kepengurusan maupun pelaksanaan program. Keterlibatan anak muda dinilai penting untuk menghadirkan gagasan kreatif, memperkuat komunikasi digital, dan membuat aktivitas masjid semakin dekat dengan kebutuhan generasi masa kini.
“Dari 10 masjid yang menjadi peserta, kami berharap ada keterlibatan anak-anak muda. Dengan begitu, pengembangan masjid bisa lebih sesuai dengan tren dan kebutuhan generasi sekarang,” katanya.
Untuk memperkaya wawasan peserta, BAZNAS menghadirkan pengelola masjid yang berpengalaman dalam mengembangkan pelayanan dan aktivitas kemasyarakatan, di antaranya Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi dan Masjid Affiliate Al-Kahfi Bunut di Banjaran, Kabupaten Bandung.
Materi pelatihan meliputi sinergi pemerintah daerah dan masjid, strategi komunikasi serta konten digital, transformasi tata kelola, penguatan sumber daya manusia, hingga pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis masjid yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan memperoleh wawasan dan inspirasi untuk membangun masjid yang terbuka terhadap inovasi, ramah bagi berbagai kelompok masyarakat, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Wakaf 500 Mushaf Al-Qur’an dan Donasi Kemanusiaan Rp311 Juta
Selain pelatihan manajemen, kegiatan ini dirangkaikan dengan penyaluran sejumlah program keumatan dan kepedulian sosial.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan wakaf sebanyak 500 mushaf Al-Qur’an untuk majelis taklim dan lembaga pendidikan, termasuk Universitas Majalengka. Pengadaan mushaf tersebut didukung oleh para donatur, salah satunya H. Ade Haris yang memberikan infak sebesar Rp50 juta.
Penyaluran wakaf Al-Qur’an ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pembelajaran, memperluas akses masyarakat terhadap mushaf, serta menumbuhkan kecintaan umat untuk membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Majalengka menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp311 juta untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah.
Semangat berbagi ini menegaskan bahwa pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi jalan menghadirkan pertolongan, harapan, dan kebermanfaatan bagi sesama.
Balai Ternak BAZNAS Dukung Kemandirian Ekonomi Mustahik
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS turut mendukung program Balai Ternak BAZNAS RI bagi Kelompok Suka Mulya di Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.
Program dengan dukungan anggaran Rp500 juta tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha peternakan, memperkuat keterampilan kelompok penerima manfaat, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Program ini sejalan dengan upaya BAZNAS dalam mendorong mustahik agar semakin mandiri melalui pengembangan usaha produktif dan pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, dana zakat tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga diharapkan menjadi sarana untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Sinergi untuk Mewujudkan Majalengka Langkung Sae
Kegiatan ini dihadiri perwakilan BAZNAS RI, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, camat, tokoh agama, unsur pendidikan, perbankan, serta mitra dan donatur BAZNAS.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi pembangunan masyarakat. Pemerintah, BAZNAS, pengurus masjid, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang religius, peduli, berdaya, dan sejahtera.
Melalui Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap 10 masjid peserta dapat menjadi pelopor pengelolaan masjid yang lebih profesional, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pesan Bupati Majalengka mengenai pentingnya dukungan masyarakat menjadi pengingat bahwa mewujudkan Majalengka Langkung Sae merupakan tanggung jawab bersama. Perbaikan daerah atau SAEkeun Majalengka perlu diwujudkan melalui langkah nyata, kolaborasi yang kuat, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berikhtiar mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf agar semakin amanah serta mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan Kepedulian, Menebar Keberkahan, Bersama SAEkeun Majalengka.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #EmanSuherman #ManajemenMasjidModern #TransformasiMasjid #MasjidBerdaya #MasjidMakmurUmatSejahtera #GenerasiMudaMasjid #WakafAlQuran #PeduliNTT #BalaiTernakBAZNAS #ZakatInfakSedekah #PemberdayaanUmat
BERITA09/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Dorong Masjid Naik Kelas, Perkuat Peran Generasi Muda dan Pemberdayaan Umat
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus mendorong transformasi pengelolaan masjid agar semakin profesional, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan umat. Melalui Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026, BAZNAS mengajak pengelola masjid memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pelayanan sosial, literasi digital, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (9/10/2026), diikuti perwakilan dari 10 masjid yang diproyeksikan menjadi percontohan pengelolaan masjid modern di Kabupaten Majalengka. Pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun tata kelola masjid yang amanah, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun peradaban Islam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat ritual keagamaan, tetapi juga ruang lahirnya dimensi peradaban, ekonomi, edukasi, dan sosial,” ungkap Agus.
Menurutnya, pengelolaan masjid pada era modern membutuhkan keterbukaan terhadap inovasi, tata kelola yang baik, serta program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Masjid perlu hadir lebih dekat dengan kehidupan umat, menjadi ruang pembinaan akhlak, penguatan pendidikan, pelayanan sosial, sekaligus pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Karena itu, pelatihan ini diselenggarakan melalui kolaborasi BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk memperkuat kapasitas pengurus masjid dalam mengembangkan program yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Libatkan Generasi Muda, Hadirkan Masjid yang Lebih Adaptif
Salah satu perhatian utama dalam pelatihan ini adalah pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan dan aktivitas masjid. Menurut Agus, anak-anak muda memiliki potensi besar dalam menghadirkan gagasan kreatif, mengembangkan komunikasi digital, serta memperluas jangkauan pelayanan masjid.
“Dari 10 masjid yang menjadi peserta, kami berharap ada keterlibatan anak-anak muda. Dengan begitu, pengembangan masjid bisa lebih sesuai dengan tren dan kebutuhan generasi sekarang,” katanya.
Untuk memperkaya wawasan peserta, BAZNAS menghadirkan pengelola masjid yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan pelayanan dan aktivitas kemasyarakatan, di antaranya Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi dan Masjid Affiliate Al-Kahfi Bunut di Banjaran, Kabupaten Bandung.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi para peserta untuk menghadirkan masjid yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta mampu membangun kedekatan dengan generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Materi pelatihan juga mencakup sinergi pemerintah daerah dan masjid, strategi komunikasi serta pembuatan konten digital, transformasi tata kelola, penguatan sumber daya manusia, hingga pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis masjid yang transparan dan profesional.
Perkuat Kepedulian Sosial melalui Wakaf dan Bantuan Kemanusiaan
Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pengelola masjid, tetapi juga dirangkaikan dengan sejumlah program sosial dan keumatan.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan wakaf sebanyak 500 mushaf Al-Qur’an untuk majelis taklim dan lembaga pendidikan, termasuk Universitas Majalengka. Pengadaan mushaf tersebut didukung oleh para donatur, salah satunya H. Ade Haris yang memberikan infak sebesar Rp50 juta.
Penyaluran wakaf Al-Qur’an ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap mushaf, mendukung kegiatan pembelajaran Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Majalengka juga menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp311 juta untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut mencerminkan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah.
Kepedulian lintas daerah ini menjadi pengingat bahwa zakat, infak, sedekah, dan wakaf tidak hanya bernilai ibadah bagi pemberinya, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan pertolongan dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dorong Kemandirian Ekonomi melalui Program Balai Ternak
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, BAZNAS turut mendukung program Balai Ternak BAZNAS RI bagi Kelompok Suka Mulya di Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.
Program dengan dukungan anggaran sebesar Rp500 juta tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha peternakan, meningkatkan keterampilan kelompok penerima manfaat, serta membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Program ini sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan mustahik agar semakin mandiri secara ekonomi. Melalui pendampingan dan pengembangan usaha produktif, dana zakat diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan, sehingga penerima manfaat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Penguatan ekonomi berbasis masyarakat tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial, yakni membangun kepedulian, menumbuhkan kemandirian, dan memperluas manfaat bagi sesama.
Kolaborasi untuk Membangun Peradaban Umat
Kegiatan ini dihadiri perwakilan BAZNAS RI, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, camat, tokoh agama, unsur pendidikan, perbankan, serta mitra dan donatur BAZNAS.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat fungsi masjid sebagai bagian dari pembangunan masyarakat. Masjid yang dikelola dengan baik berpotensi menjadi ruang sinergi antara kegiatan keagamaan, pendidikan, pelayanan sosial, dan pengembangan ekonomi umat.
Melalui Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap 10 masjid peserta dapat menjadi penggerak perubahan dengan menerapkan tata kelola yang lebih profesional, memperluas partisipasi generasi muda, serta menghadirkan program yang terukur dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, masjid yang makmur bukan hanya masjid yang ramai oleh aktivitas ibadah, tetapi juga masjid yang keberadaannya dirasakan melalui kepedulian, ilmu, persaudaraan, dan kesejahteraan umat.
Dengan semangat Majalengka Langkung Sae, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berikhtiar mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf agar semakin amanah serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan Kepedulian, Menebar Keberkahan, Membangun Kemandirian Umat.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #ManajemenMasjidModern #MasjidMakmurUmatSejahtera #MasjidBerdaya #TransformasiMasjid #GenerasiMudaMasjid #WakafAlQuran #PeduliNTT #BalaiTernakBAZNAS #ZakatInfakSedekah #PemberdayaanUmat #IslamicCenterMajalengka
BERITA09/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Sepanjang September 2026, BAZNAS Majalengka Salurkan Manfaat ZIS kepada 946 Penerima
MAJALENGKA — Alhamdulillah, sepanjang September 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunaikan amanah masyarakat melalui pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Sebanyak 946 penerima manfaat tercatat memperoleh manfaat dari berbagai program yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Penyaluran tersebut merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memastikan dana umat yang dihimpun dapat dikelola secara amanah, profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Beragam bantuan disalurkan melalui lima pilar program BAZNAS Kabupaten Majalengka, yakni Majalengka Peduli, Majalengka Takwa, Majalengka Cerdas, Majalengka Sehat, dan Majalengka Mandiri.
Kelima pilar tersebut menjadi landasan dalam menghadirkan program yang menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari aspek sosial, keagamaan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi dan kemandirian masyarakat.
Menjangkau Beragam Kebutuhan Masyarakat
Sepanjang September, manfaat zakat dan dana sosial yang dikelola BAZNAS Kabupaten Majalengka diwujudkan dalam berbagai bentuk bantuan dan layanan. Di antaranya bantuan rumah layak huni, bantuan sosial, sembako, kebencanaan, sarana keagamaan, pendidikan, kesehatan, penguatan UMKM, hingga wakaf Al-Qur’an.
Beragam bentuk pendistribusian tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu meringankan beban masyarakat sekaligus membuka ruang tumbuhnya keberdayaan para penerima manfaat.
Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sesaat, pendayagunaan zakat juga diarahkan untuk mendorong penerima manfaat agar secara bertahap dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan membangun kemandirian.
Amanah Muzaki, Manfaat untuk Sesama
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyadari bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan masyarakat merupakan amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.
Karena itu, setiap penyaluran diupayakan agar tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariat serta prinsip pengelolaan zakat yang berlaku.
Capaian 946 penerima manfaat selama September 2026 menjadi bagian dari ikhtiar bersama antara BAZNAS, muzaki, munfik, donatur, mitra, dan seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan kemaslahatan.
“Zakat Anda adalah harapan bagi mereka.”
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi pengelola zakat. Dengan zakat yang ditunaikan, insyaallah semakin banyak masyarakat yang terbantu dan semakin luas pula kebermanfaatan yang dapat dihadirkan.
Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi para muzaki dan donatur, serta menjadi jalan hadirnya kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Majalengka.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan Amanah, Menebar Manfaat.
BERITA08/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Dorong SDSS Buka Jalan Anak Keluarga Dhuafa Kuliah dan Bekerja di Jepang
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus mengambil peran strategis dalam mendorong terwujudnya akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam Launching Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS) Kabupaten Majalengka, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar di tempat pelatihan SMK PUI Majalengka, Jalan Suma, Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, tersebut menjadi momentum penting bagi lahirnya inovasi pendidikan yang mengintegrasikan kuliah dengan kesempatan bekerja di Jepang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program SDSS merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Majalengka di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka Eman Suherman bersama Wakil Bupati Majalengka. Dalam implementasinya, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut mengambil bagian penting, khususnya dalam menggagas dan memfasilitasi terbangunnya kerja sama pendidikan dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB).
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kebermanfaatan zakat yang lebih luas, terutama dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS Kabupaten Majalengka sejak awal berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Kami menginisiasi dan memfasilitasi komunikasi langsung dengan Universitas Teknologi Bandung untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui Program Satu Desa Satu Sarjana,” ujar Agus.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting dalam ikhtiar memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, BAZNAS tidak hanya melihat zakat dari sisi bantuan konsumtif, tetapi juga bagaimana dana umat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi mustahik.
“Kami ingin zakat tidak berhenti pada bantuan sesaat. Zakat harus mampu menjadi jalan bagi anak-anak keluarga dhuafa untuk mendapatkan pendidikan, meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan pada akhirnya mengangkat kesejahteraan keluarganya. Insyaallah, inilah semangat zakat dalam membangun kemandirian,” tambahnya.
Pada program SDSS jalur Jepang ini, sebanyak 100 anak dari keluarga kurang mampu menjadi angkatan perdana. Para peserta berasal dari keluarga miskin desil 1–4 berdasarkan data pemerintah desa dan sebelumnya telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, verifikasi lapangan, tes akademik hingga wawancara.
Para peserta juga telah diterima sebagai mahasiswa Universitas Teknologi Bandung (UTB) sejak akhir September 2026.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan fasilitas pelatihan intensif selama tiga bulan. Peserta mendapatkan pembelajaran bahasa dan budaya Jepang, keterampilan kerja, serta fasilitas asrama dan konsumsi sebagai bagian dari persiapan sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Menariknya, setelah berada di Jepang dan mengikuti aktivitas kerja, peserta tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi melalui perkuliahan UTB secara daring pada malam hari.
Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa program tersebut merupakan terobosan baru dalam pengembangan pendidikan sekaligus strategi pengentasan kemiskinan.
“Program ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kita tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi, tetapi mengintegrasikannya langsung dengan kesempatan kerja internasional bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” ujar Eman.
Ia menegaskan bahwa SDSS jalur Jepang tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat, tetapi juga dirancang sebagai strategi untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kapasitas, pengalaman kerja internasional, dan peluang ekonomi yang lebih luas.
Saat ini, angka kemiskinan Kabupaten Majalengka tercatat sebesar 10,31 persen, sementara rata-rata lama sekolah berada pada angka 7,81 tahun. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang penting lahirnya inovasi SDSS sebagai upaya memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menjalankan program tersebut bersama Universitas Teknologi Bandung dengan dukungan Perumda BPR Majalengka.
Bupati Eman juga berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga disiplin, akhlak, dan nama baik Kabupaten Majalengka selama mengikuti pendidikan maupun ketika berada di Jepang.
“Kalian membawa harapan besar keluarga dan daerah. Jadilah duta kebanggaan Kabupaten Majalengka yang berilmu tinggi, berdisiplin dan beradab,” pesannya.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, keterlibatan dalam SDSS menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan zakat sebagai kekuatan pemberdayaan umat. Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, perguruan tinggi, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Majalengka menegaskan, keberhasilan program tersebut bukan hanya diukur dari berapa banyak anak yang dapat berangkat ke perguruan tinggi atau bekerja ke luar negeri, tetapi dari sejauh mana mereka mampu menjadi generasi yang mandiri, berilmu, berakhlak dan kelak memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.
“Insyaallah, ketika ilmu bertemu dengan kesempatan dan didukung dengan doa serta ikhtiar yang sungguh-sungguh, akan lahir generasi Majalengka yang mampu mengangkat derajat keluarganya. Semoga para peserta diberikan kelancaran, keberkahan dan kesuksesan dalam menempuh pendidikan serta menjalankan amanahnya,” tutur Agus.
Program Satu Desa Satu Sarjana diharapkan menjadi model inovatif pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Lebih jauh, program ini menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk mempercepat terwujudnya masyarakat Majalengka yang Langkung SAE—lebih sejahtera, berpendidikan, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dan kebermanfaatan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakat Tumbuh, Umat Tangguh, Majalengka Langkung SAE.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #SatuDesaSatuSarjana #SDSS #PendidikanUntukMustahik #ZakatUntukPendidikan #ZakatPemberdayaan #MajalengkaMendunia #KuliahSambilKerja #GenerasiMajalengka #BAZNASUntukUmat
BERITA08/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Resmikan Peletakan Batu Pertama Balai Ternak Unggulan Berkonsep Zero Waste
MAJALENGKA, 8 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi memulai pembangunan Kandang Balai Ternak melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung di Kampung Pasir Pogor, Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, Kamis (8/10).
Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan peternakan produktif. Balai Ternak ini dirancang bukan sekadar sebagai fasilitas pemeliharaan ternak, tetapi sebagai model pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek peternakan, lingkungan, dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Fasilitas yang dibangun di Kampung Pasir Pogor tersebut memiliki ukuran 7 x 23 meter. Kandang dirancang menggunakan model panggung modern dengan kapasitas hingga sekitar 200 ekor ternak.
Secara teknis, kandang tersebut akan dilengkapi dengan sekitar 80 sekat untuk domba jantan, sementara bagian tengah diperuntukkan sebagai area koloni ternak betina. Penataan tersebut dirancang untuk mendukung pengelolaan ternak yang lebih teratur, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan Balai Ternak.
Yang menjadi keunggulan program ini adalah penerapan konsep integrated farming zero waste, yakni sistem pertanian terpadu yang berupaya mengoptimalkan seluruh potensi yang dihasilkan dari kegiatan peternakan sehingga limbah dapat diminimalkan dan dimanfaatkan kembali.
Melalui konsep tersebut, pengelolaan Balai Ternak diarahkan agar memiliki keterkaitan antara ternak, pengolahan limbah, dan potensi usaha produktif lainnya. Dengan demikian, keberadaan Balai Ternak diharapkan tidak hanya menghasilkan ternak, tetapi juga membangun sebuah ekosistem usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dihadiri Pemerintah Desa dan Kecamatan
Prosesi peletakan batu pertama dihadiri oleh Kepala Desa Cijurey Yusuf Faisal Ghifar, S.Pd. beserta jajaran, Camat Panyingkiran Hj. Nita Dwi Wahyuni S., S.STP., M.Si., serta Pendamping Program Balai Ternak, Sheril.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan dari Pemerintah Desa Cijurey. Dalam sambutannya, Kepala Desa Cijurey Yusuf Faisal Ghifar menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Cijurey sebagai penerima manfaat program kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Desa Cijurey untuk mendukung sekaligus menjaga amanah program tersebut agar dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepercayaan yang diberikan, menurutnya, harus dijawab dengan pengelolaan program secara sungguh-sungguh sehingga program yang dipercayakan kepada Desa Cijurey dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Ia juga berharap keberhasilan pengelolaan program di lapangan dapat semakin memperkuat kepercayaan dan hubungan kelembagaan antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat penerima manfaat.
Diharapkan Beri Dampak Sosial dan Ekonomi
Sementara itu, Camat Panyingkiran Hj. Nita Dwi Wahyuni S., S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas hadirnya program pemberdayaan BAZNAS di Desa Cijurey.
Menurutnya, program Balai Ternak diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam aspek sosial dan ekonomi.
Kehadiran program tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi secara produktif, sekaligus mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat melalui pengelolaan usaha peternakan.
"Semoga program ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang baik bagi masyarakat Desa Cijurey serta dapat dikelola secara berkelanjutan," menjadi pesan utama yang disampaikan dalam sambutannya.
Ketua BAZNAS: Amanah Besar yang Harus Dijaga
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana menekankan bahwa hadirnya Balai Ternak merupakan sebuah amanah besar yang harus dijaga dan dikelola secara sungguh-sungguh.
Ia mengingatkan bahwa proses menghadirkan program tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat. Diperlukan perjuangan, proses koordinasi, serta berbagai tahapan hingga akhirnya pembangunan Balai Ternak dapat dimulai.
Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjaga amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Amanah ini besar. Perjuangan untuk program ini luar biasa dan memakan waktu yang tidak sebentar. Karena itu, amanah yang telah diberikan harus kita jaga dan kelola dengan sebaik-baiknya agar program ini benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat," pesan H. Agus Asri Sabana.
Ia berharap Balai Ternak tidak hanya berhenti sebagai pembangunan fisik kandang, tetapi mampu berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.
Lebih jauh, program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam mengoptimalkan dana zakat melalui program pemberdayaan produktif. Dengan pendampingan yang baik, mustahik diharapkan tidak hanya menerima manfaat, tetapi secara bertahap mampu meningkatkan kapasitas ekonomi dan membangun kemandirian.
Diawali Doa dan Peletakan Batu Pertama
Sebelum prosesi peletakan batu pertama, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Doa tersebut menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar pembangunan Kandang Balai Ternak dapat berjalan lancar, diberikan kemudahan, serta senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.
Setelah doa bersama, prosesi dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Balai Ternak.
Peletakan batu pertama dilakukan secara bersama-sama oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, Camat Panyingkiran Hj. Nita Dwi Wahyuni S., S.STP., M.Si., dan Kepala Desa Cijurey Yusuf Faisal Ghifar, S.Pd.
Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan fasilitas Balai Ternak di Kampung Pasir Pogor, Desa Cijurey.
Dengan mengusung konsep integrated farming zero waste, pembangunan Balai Ternak ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan peternakan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.
Program tersebut sekaligus menjadi wujud ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas. Dari dana zakat yang ditunaikan para muzaki, diharapkan lahir program produktif yang mampu membuka peluang usaha, memperkuat ekonomi masyarakat, dan mendorong penerima manfaat menuju kehidupan yang lebih mandiri.
Pada akhirnya, pembangunan Balai Ternak BAZNAS di Desa Cijurey bukan sekadar pembangunan sebuah kandang. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun kemandirian ekonomi umat, menjaga amanah para muzaki, serta menghadirkan kebermanfaatan zakat yang berkelanjutan.
Semoga setiap proses pembangunan hingga pengelolaannya kelak senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, dan menjadi jalan tumbuhnya kesejahteraan bagi masyarakat Desa Cijurey.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BalaiTernakBAZNAS #BalaiTernak #ZeroWaste #IntegratedFarming #PeternakanProduktif #ZakatProduktif #PemberdayaanEkonomi #KemandirianEkonomi #EkonomiUmat #MustahikBerdaya #Cijurey #Panyingkiran #Majalengka
BERITA08/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
41 ASN MTsN 6 dan MIN 3 Majalengka Siap Tunaikan Zakat Profesi Melalui BAZNAS
MAJALENGKA — Komitmen menunaikan zakat profesi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka terus diperkuat. Sebanyak 41 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari MTsN 6 Majalengka dan MIN 3 Majalengka menyatakan kesiapan untuk menunaikan zakat profesinya melalui mekanisme pemotongan zakat.
Komitmen tersebut terungkap dalam kegiatan Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Zakat Profesi yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka di MTsN 6 Majalengka, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan pemahaman ASN mengenai kewajiban zakat sekaligus mendorong kesadaran bahwa menunaikan zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., didampingi Wahyudin, M.Pd., Staf Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Sementara dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Majalengka H. Taufik Hidayat, S.H.I., M.A., Hk.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta dari MTsN 6 Majalengka dan 11 peserta dari MIN 3 Majalengka. Dari hasil sosialisasi dan monev, seluruhnya menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan zakat profesi melalui pemotongan zakat.
Zakat Profesi sebagai Wujud Ketaatan dan Kepedulian
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., membuka kegiatan sekaligus memberikan penguatan mengenai pentingnya zakat dalam kehidupan seorang Muslim.
Ia mengajak para ASN untuk memandang zakat bukan hanya sebagai kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, diri sendiri, dan sesama.
“Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya salah satunya dengan mengeluarkan zakat,” ujarnya.
Menurutnya, zakat memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Harta yang telah ditunaikan zakatnya diharapkan menjadi harta yang lebih berkah karena kewajiban yang melekat di dalamnya telah ditunaikan.
Pada kesempatan tersebut, Euis juga mengingatkan para pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu menjadi teladan bagi peserta didik. Nilai-nilai keagamaan, menurutnya, tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Berikan contoh kepada anak didik kita. Zakat itu wujud cinta kepada diri dan sesama,” pesannya.
Ia menjelaskan, zakat juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat karena dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada mereka yang berhak menerima, termasuk masyarakat kurang mampu dan peserta didik yang membutuhkan.
BAZNAS Hadir Memperluas Manfaat Zakat
Dalam pengelolaannya, zakat yang dihimpun melalui lembaga amil zakat resmi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan tepat sasaran.
Lingkungan madrasah menjadi salah satu ekosistem yang dapat merasakan manfaat tersebut. Bantuan dapat diarahkan kepada siswa kurang mampu, siswa berprestasi dari keluarga dhuafa, maupun kebutuhan sarana keagamaan dan pendidikan sesuai dengan ketentuan penyaluran zakat.
Madrasah juga memiliki ruang untuk mengajukan proposal bantuan kepada BAZNAS sesuai kebutuhan dan ketentuan program yang berlaku, antara lain untuk mendukung pembangunan sarana ibadah maupun membantu peserta didik yang membutuhkan.
Kepala Kemenag Majalengka menegaskan bahwa pihaknya berupaya memfasilitasi ASN dan masyarakat agar dapat menjalankan kewajiban zakat dengan baik.
“Kita membayar zakat karena cinta kepada Allah, kepada Rasul, kepada diri kita dan kepada sesama. Kami hanya membantu memfasilitasi bapak ibu untuk melaksanakan kewajibannya,” tuturnya.
Dukungan MTsN 6 Majalengka
Sementara itu, Kepala MTsN 6 Majalengka Muhammad Darda, M.Pd., menyampaikan sambutan selamat datang kepada Kepala Kemenag Majalengka beserta jajaran dan tim sosialisasi zakat profesi.
Ia mengajak seluruh peserta untuk turut mendukung program-program BAZNAS sebagai bagian dari upaya menghadirkan kebermanfaatan zakat bagi masyarakat.
“Saya mengajak ibu dan bapak turut menyukseskan program-program dari BAZNAS ini,” ajaknya.
Dukungan dari lingkungan madrasah dinilai penting dalam memperkuat ekosistem zakat, sekaligus memastikan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan pendidikan.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, komitmen 41 ASN yang menyatakan kesiapan menunaikan zakat profesi tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat di Kabupaten Majalengka.
Zakat yang ditunaikan dengan niat lillahi ta'ala, dikelola secara amanah dan disalurkan kepada mustahik sesuai ketentuan syariat, diharapkan mampu menghadirkan keberkahan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Melalui sinergi BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, gerakan sadar zakat diharapkan semakin tumbuh di kalangan ASN dan masyarakat. Sebab, zakat bukan sekadar kewajiban atas harta, tetapi juga jalan untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.
Zakat ditunaikan dengan ikhlas, dikelola dengan amanah, dan disalurkan untuk kemaslahatan umat.
BERITA08/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Meski Malam Menyapa, Kepedulian Tak Berhenti: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk Renovasi Masjid Al-Fatah
MAJALENGKA — Meski hari telah beranjak gelap, langkah kepedulian BAZNAS Kabupaten Majalengka tidak berhenti. Selepas menunaikan Salat Magrib di Masjid Al Abror yang berada di lingkungan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, melanjutkan perjalanan untuk menyerahkan secara langsung bantuan sarana keagamaan bagi Masjid Al-Fatah, Blok Dukuh Pari, Desa Leuwiseeng, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.
Penyerahan bantuan berlangsung di dalam Masjid Al-Fatah dan diterima langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid, didampingi Sekretaris dan Bendahara Panitia Pembangunan. Kehadiran Ketua BAZNAS menjadi bentuk nyata perhatian terhadap ikhtiar masyarakat dalam menjaga, memperbaiki, dan mengembangkan rumah ibadah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat.
Dalam sambutannya, H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka melalui BAZNAS, khususnya atas atensi Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., terhadap perjuangan masyarakat dalam merenovasi Masjid Al-Fatah.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Daerah melalui BAZNAS. Pak Bupati juga memberikan atensi agar perjuangan rekan-rekan panitia dalam merenovasi Masjid Al-Fatah ini dapat dibantu oleh BAZNAS,” ungkapnya.
H. Agus menambahkan, Bupati Majalengka juga menitipkan salam kepada seluruh warga, khususnya jajaran panitia pembangunan yang selama ini dengan penuh keikhlasan dan kegigihan terus berjuang mewujudkan serta memperindah rumah Allah.
Menurutnya, pembangunan dan renovasi masjid bukan sekadar membangun sebuah bangunan secara fisik. Lebih dari itu, masjid merupakan tempat umat mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat ukhuwah, serta menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus.
“Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan menjadi bagian dari amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat. Mudah-mudahan setiap ikhtiar untuk membangun rumah Allah dicatat sebagai amal kebaikan oleh Allah SWT,” tutur H. Agus.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan. Meskipun dilakukan selepas Magrib dan malam telah menyelimuti kawasan Desa Leuwiseeng, semangat panitia dan masyarakat dalam menyambut kepedulian tersebut tetap terasa.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, bantuan sarana keagamaan merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara nyata di tengah masyarakat. Amanah yang dititipkan para muzaki dan donatur terus diupayakan agar kembali menjadi kebermanfaatan bagi umat, termasuk dalam mendukung keberlangsungan rumah-rumah ibadah.
Masjid Al-Fatah di Blok Dukuh Pari menjadi salah satu wujud gotong royong masyarakat dalam membangun sarana ibadah. Perjuangan panitia bersama warga diharapkan terus mendapatkan dukungan sehingga proses renovasi dapat berjalan dengan baik dan masjid semakin nyaman digunakan untuk beribadah serta berbagai kegiatan keumatan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pembangunan dan masyarakat yang telah berikhtiar menjaga serta memakmurkan Masjid Al-Fatah.
Semoga setiap batu, tenaga, waktu, dan rupiah yang disumbangkan untuk rumah Allah menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, bahkan ketika tangan telah berhenti bekerja dan langkah telah terhenti.
“Dan apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah, niscaya akan dibalas dengan sempurna dan kamu tidak akan dizalimi.”(QS. Al-Anfal: 60)
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #MasjidAlFatah #Leuwiseeng #Panyingkiran #BantuanKeagamaan #RenovasiMasjid #RumahAllah #AmalJariyah #PeduliUmat #Majalengka #ZakatUntukUmat
BERITA07/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Penataan Kios Taman Jomantara Munjul
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka turut memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam pembahasan penataan kawasan perdagangan dan kuliner di Taman Jomantara Munjul, Kabupaten Majalengka.
Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran BAZNAS Majalengka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Penataan Kios Pedagang Taman Jomantara Munjul, yang digelar di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka diwakili oleh Kepala Divisi Bidang Pengumpulan, Uju Juhara, dan Kepala Divisi Fundraising dan Retail, Iwan Setiawan, S.S. Keduanya hadir sebagai delegasi Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang pada waktu bersamaan tengah menjalankan agenda kedinasan bersama Kapolres Majalengka.
Rakor yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Majalengka tersebut membahas sejumlah aspek penting terkait penataan, pemetaan, dan revitalisasi kios pedagang serta ruko kuliner atau food court di kawasan Taman Jomantara Munjul yang sebelumnya dikenal sebagai eks Taman Raharja.
Penataan tersebut diarahkan untuk menciptakan kawasan publik yang lebih tertib, rapi, nyaman, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Selain aspek tata ruang, pembahasan juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pemberdayaan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, keterlibatan dalam forum koordinasi lintas sektor ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat diharapkan dapat membuka ruang pemberdayaan ekonomi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Sinergi tersebut sejalan dengan semangat zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat. Pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga diarahkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui program pemberdayaan dan penguatan kemandirian masyarakat.
Melalui koordinasi yang baik, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap penataan kawasan Taman Jomantara Munjul dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku UMKM, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kota yang semakin tertata dan nyaman.
Semangat kolaborasi dan gotong royong tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk mewujudkan kemaslahatan masyarakat Kabupaten Majalengka, sejalan dengan semangat Majalengka Langkung SAE.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan Zakat, Menggerakkan Kemaslahatan.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #ZakatUntukUmat #KemaslahatanUmat #PemberdayaanEkonomi #UMKMMajalengka #TamanJomantara #Munjul #Majalengka #Sinergi #Kolaborasi #EkonomiMasyarakat
BERITA07/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Dukung Conference Santri Mendunia, Perkuat Syiar dan Potensi Generasi Muda
MAJALENGKA, 7 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menunjukkan dukungannya terhadap penguatan kegiatan keagamaan dan pengembangan potensi generasi muda dengan menyerahkan bantuan untuk pelaksanaan Conference Santri Mendunia yang akan digelar di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.
Bantuan tersebut diserahkan pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka, oleh Kepala Divisi Digital Fundraising dan Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Setiawan, S.S. Bantuan diterima langsung oleh Ketua Panitia Conference Santri Mendunia, Albina Fika Laeliyah.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk dukungan BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap kegiatan yang dinilai memiliki nilai positif dalam mendorong generasi santri untuk terus berkembang, berprestasi, serta memiliki wawasan yang lebih luas tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Kepala Divisi Digital Fundraising dan Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Setiawan, S.S., mengatakan bahwa generasi santri memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, kegiatan yang memberikan ruang bagi santri untuk belajar, berdiskusi, berjejaring, dan mengembangkan potensi perlu mendapatkan dukungan bersama.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan turut mendukung kelancaran Conference Santri Mendunia. Santri hari ini tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga harus mampu beradaptasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi di tengah perkembangan zaman. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ruang lahirnya generasi santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu membawa nama baik Majalengka,” ujar Iwan Setiawan, S.S.
Ia menambahkan, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menghadirkan kemanfaatan melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat.
“Insyaallah, setiap amanah dari masyarakat akan terus kami ikhtiarkan agar memberikan manfaat seluas-luasnya. Dukungan terhadap kegiatan positif seperti ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi yang unggul dan berkarakter Islami,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Conference Santri Mendunia, Albina Fika Laeliyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas dukungan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan dan perhatian yang diberikan untuk kegiatan Conference Santri Mendunia. Dukungan ini tentu sangat berarti bagi kami dan menjadi motivasi untuk menyelenggarakan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Semoga kolaborasi dan kebaikan ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ungkap Albina.
Conference Santri Mendunia yang akan dilaksanakan di Kecamatan Sumberjaya diharapkan dapat menjadi ruang positif bagi para santri untuk memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun jejaring dan semangat berprestasi.
BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa pemberdayaan generasi muda, termasuk kalangan santri, merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berakhlak. Melalui sinergi antara lembaga zakat, masyarakat, dan berbagai komunitas, diharapkan semakin banyak kegiatan positif yang mampu memberikan dampak bagi kemajuan generasi penerus.
Semoga bantuan yang disalurkan menjadi bagian dari amal kebaikan, memberikan kebermanfaatan bagi terselenggaranya kegiatan, serta menjadi wasilah lahirnya generasi santri Majalengka yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan mendunia.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASPeduli #ConferenceSantriMendunia #SantriMendunia #SantriBerprestasi #GenerasiSantri #Zakat #Infak #Sedekah #Majalengka
BERITA07/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Amanah Zakat untuk Bantu Pemulihan Kesehatan Warga Sukahaji
MAJALENGKA, 7 Oktober 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menyalurkan bantuan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Eli Permilawati, warga Desa Cikoneng, Kecamatan Sukahaji, sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar BAZNAS dalam meringankan beban mustahik.
Penyerahan bantuan kesehatan tersebut dilakukan pada Rabu, 7 Oktober 2026, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., dan diterima oleh Anisya Aulia Nurzanati, salah satu anggota keluarga penerima bantuan yang mewakili Eli Permilawati.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., menyampaikan bahwa bantuan kesehatan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“BAZNAS hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya para mustahik yang sedang menghadapi kebutuhan kesehatan. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat, membantu proses pengobatan, dan menjadi bagian dari ikhtiar menuju kesembuhan. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak saudara kita yang dapat terbantu,” ujar Drs. H. Idi Purnama, M.M.
Sementara itu, Anisya Aulia Nurzanati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada keluarganya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka yang telah memberikan bantuan kepada keluarga kami. Bantuan ini sangat berarti dan insyaallah dapat membantu kebutuhan pengobatan. Semoga kebaikan seluruh pihak yang telah membantu dibalas oleh Allah SWT dengan pahala dan keberkahan,” ungkap Anisya.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi salah satu wujud nyata dari pengelolaan dana umat yang diarahkan untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat, terutama mereka yang tengah menghadapi kesulitan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya memperkuat pelayanan dan pendistribusian zakat secara tepat sasaran, transparan, serta berorientasi pada kebermanfaatan. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para muzaki dan donatur, BAZNAS berikhtiar menghadirkan kepedulian sekaligus memperkuat semangat saling menolong di tengah masyarakat.
Semoga bantuan yang diberikan kepada Eli Permilawati menjadi wasilah kebaikan, meringankan beban keluarga, serta diberikan kelancaran dalam proses pemulihan kesehatan.
“Zakat adalah amanah. Ketika ditunaikan dan dikelola dengan baik, ia menjadi jalan hadirnya keberkahan dan kemaslahatan bagi sesama.”
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASPeduli #BantuanKesehatan #ZakatUntukMustahik #Zakat #Infak #Sedekah #PeduliSesama #Majalengka
BERITA07/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Tanamkan Kepedulian Sejak Bangku Sekolah, BAZNAS Majalengka Sosialisasikan SIGAP dan ASIK di SMAN 1 Rajagaluh
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat edukasi dan literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) di SMA Negeri 1 Rajagaluh, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka Embed Humed, M.Pd. dan Wakil Ketua IV Drs. H. Idi Purnama, M.M., didampingi Kadiv Digital Fundraising & Retail, Kadiv Pengumpulan, serta Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Majalengka Komisi IV, Efrans Galuh Setiawan, yang juga merupakan alumni SMA Negeri 1 Rajagaluh.
Dalam penyampaiannya, Embed Humed menegaskan bahwa edukasi zakat tidak hanya menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban berzakat, tetapi juga merupakan ikhtiar menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.
Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Majalengka memiliki peran untuk terus menghadirkan edukasi dan literasi zakat kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda di lingkungan pendidikan.
“Edukasi zakat perlu dikenalkan sejak dini, mulai dari PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Karena pendidikan tentang kepedulian dapat dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya melalui infak dan sedekah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, gerakan infak dan sedekah yang diperkenalkan melalui SIGAP dan ASIK tidak berorientasi semata-mata pada besarnya nominal yang terkumpul. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan berbagi, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran untuk menghadirkan kemanfaatan di tengah masyarakat.
Pelaksanaannya pun dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan, tanpa batas nominal tertentu, dan tanpa ketentuan waktu yang mengikat. Dengan demikian, setiap individu dapat berpartisipasi sesuai kemampuan dan keikhlasannya.
SIGAP untuk Siswa, ASIK untuk Guru dan Karyawan
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa SIGAP diperuntukkan bagi siswa sebagai sarana pembelajaran sekaligus pembiasaan untuk berbagi sejak dini.
Melalui gerakan sederhana tersebut, para siswa diajak memahami bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dari kemampuan yang dimiliki masing-masing.
Sementara itu, ASIK ditujukan bagi guru dan karyawan yang telah menunaikan zakat profesi. Program ASIK bukanlah pengganti kewajiban zakat, melainkan menjadi ruang untuk tetap berkolaborasi melalui infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial.
Pesan tersebut menjadi penting agar pemahaman mengenai zakat, infak, dan sedekah tidak tercampur. Zakat memiliki ketentuan syariat dan kewajiban tersendiri bagi mereka yang telah memenuhi syarat, sedangkan infak dan sedekah menjadi bentuk kebaikan yang dapat dilakukan secara sukarela.
Membangun Generasi yang Gemar Berbagi
Kegiatan di SMA Negeri 1 Rajagaluh menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan karakter kepedulian dan kepekaan sosial.
Sebab, membangun budaya berbagi tidak harus menunggu seseorang menjadi dewasa. Kebiasaan tersebut dapat dimulai sejak masa sekolah dengan mengenal, memahami, kemudian membiasakan diri untuk berbagi.
Semangat inilah yang terus diupayakan BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui berbagai program edukasi dan literasi ZIS, agar generasi muda tumbuh menjadi insan yang memiliki kepedulian, kepekaan terhadap sesama, serta kesadaran untuk menjadikan harta dan rezeki sebagai jalan menghadirkan kemanfaatan.
Dengan semangat “dari sedikit menjadi berarti”, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama menumbuhkan budaya berbagi sebagai bagian dari amal saleh dan kepedulian sosial.
Semoga setiap infak dan sedekah yang ditunaikan menjadi amal jariyah, mendatangkan keberkahan bagi para pemberi, serta menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Zakat, Menumbuhkan Kepedulian, Menguatkan Kemaslahatan.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #SIGAP #ASIK #GerakanInfak #GerakanSedekah #LiterasiZakat #EdukasiZakat #GenerasiPeduli #GemarBerbagi #ZakatInfakSedekah #SMAN1Rajagaluh
BERITA07/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka: Sinergi dengan Polres Menjadi Jembatan Kasih Sayang bagi Masyarakat
MAJALENGKA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Majalengka sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Agus saat memimpin kunjungan silaturahmi jajaran BAZNAS Kabupaten Majalengka ke Ruang Kerja Kapolres Majalengka, AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., Rabu (7/10/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, Agus menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan jajaran Kepolisian. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga merupakan salah satu jalan untuk memperluas jangkauan kebaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih untuk kolaborasi dan sinergi selama ini yang senantiasa terjadi dengan baik. Ketika ada agenda atau program dari kepolisian kemudian disinergikan dengan kami, kami justru bangga dan bahagia,” ujar Agus.
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan oleh kepolisian di tengah masyarakat dapat menjadi jembatan kasih sayang bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sinergi tersebut juga menjadi bentuk nyata bahwa kepedulian sosial tidak harus berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat dikerjakan secara bersama-sama.
“Sebab secara tidak langsung, program dari kepolisian itu bisa menjadi jembatan kasih sayang untuk terfasilitasinya elemen masyarakat yang perlu kita bantu,” lanjutnya.
BAZNAS sebagai Jembatan Amanah Masyarakat
Agus menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki amanah untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat agar dapat memberikan manfaat bagi para mustahik.
Namun, dalam pelaksanaannya, BAZNAS menyadari bahwa tidak seluruh bantuan dapat disalurkan secara langsung. Karena itu, menurutnya, kolaborasi dengan berbagai institusi menjadi sangat penting untuk menemukan dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Tidak semua bantuan bisa kami salurkan secara langsung. Salah satunya melalui kolaborasi, melalui sinergi yang dilakukan oleh kepolisian,” jelasnya.
Ia menambahkan, BAZNAS hadir sebagai jembatan dari amanah dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat untuk kemudian disalurkan dalam berbagai program yang memberikan kemanfaatan.
“Kami menjadi jembatan dari titipan dana, zakat, infak, sedekah dari elemen masyarakat. Salah satunya bisa melalui kepolisian.”
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat dan lembaga yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.
Kenalkan SIGAP dan ASIK kepada Jajaran Kepolisian
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga memperkenalkan sejumlah inovasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengembangkan gerakan zakat, infak, dan sedekah, salah satunya melalui program SIGAP — Sedekah Infak Generasi Anak Peduli.
Program tersebut dikembangkan sebagai upaya menanamkan kepedulian dan budaya berbagi sejak usia sekolah melalui gerakan sedekah dan infak di lingkungan pendidikan.
“Barangkali kaget, ini panjenengan sering ke sekolah-sekolah, ke SLTA, SMA, SMK. Ini adalah program pengumpulan dana sedekah infak yang dikemas dalam program SIGAP, Sedekah Infak Generasi Anak Peduli,” terang Agus.
Selain SIGAP, BAZNAS juga mengembangkan ASIK — Aksi Sedekah Infak Karyawan, yang diarahkan untuk membangun budaya berbagi di lingkungan pegawai dan karyawan.
Menurut Agus, berbagai inovasi penghimpunan tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah.
“Alhamdulillah, dari proses pengumpulan yang cukup drastis meningkat, kami bisa banyak berkontribusi untuk membantu para mustahik di Majalengka,” ungkapnya.
Khairunnas Anfa'uhum Linnas
Lebih jauh, Agus mengajak seluruh pihak untuk menjadikan semangat memberi manfaat sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia mengutip sebuah prinsip yang sangat relevan dalam membangun kolaborasi sosial, yaitu “khairunnas anfa'uhum linnas”, sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia lainnya.
“Kita komunikasikan khairunnas anfa'uhum linnas. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat untuk sesamanya,” tuturnya.
Agus juga memberikan dukungan terhadap semangat Kapolres Majalengka yang terus mendorong penguatan kolaborasi dan kehadiran institusi di tengah masyarakat.
“Kita dukung, kita doakan. Semoga Pak Komandan kita, Kapolres Majalengka dan seluruh jajaran sukses berkolaborasi, bersinergi dengan pemerintah daerah, juga dengan BAZNAS Majalengka dalam rangka mewujudkan Majalengka yang Langkung Sae,” pungkasnya.
Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Polres Majalengka. Lebih dari sekadar pertemuan kelembagaan, sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan semakin banyak ikhtiar bersama yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya para mustahik dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari gerakan kebaikan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #PolresMajalengka #SinergiKebaikan #KolaborasiKebaikan #SIGAP #ASIK #Sedekah #Infak #Zakat #Mustahik #KhairunnasAnfauhumLinnas #Majalengka
BERITA07/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Kapolres Majalengka Sambut Hangat Silaturahmi BAZNAS, Tegaskan Komitmen Perkuat Kolaborasi untuk Masyarakat
MAJALENGKA — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan antara jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka dengan Kepolisian Resor (Polres) Majalengka. Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. menyambut langsung kunjungan silaturahmi jajaran BAZNAS Kabupaten Majalengka di Ruang Kerja Kapolres Majalengka, Rabu (7/10/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran pimpinan dan pengurus BAZNAS. Pertemuan berlangsung dalam suasana ramah tamah sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan dan membangun kolaborasi yang semakin kuat untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Majalengka.
Kapolres Majalengka menyampaikan bahwa dirinya merasa terhormat dan bangga atas kunjungan silaturahmi jajaran BAZNAS Kabupaten Majalengka.
“Ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami. Silaturahmi dan ramah tamah audiensi di Polres Majalengka ini menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih erat,” ujar Kapolres.
Menurut AKBP M. Aldy Sulaiman, sejak awal menjalankan tugas di Kabupaten Majalengka, dirinya bersama jajaran berkomitmen untuk membangun komunikasi dan meningkatkan sinergitas dengan berbagai elemen, baik di lingkungan internal maupun eksternal kepolisian.
Ia menilai, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak mungkin diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kebersamaan, komunikasi, dan kolaborasi dari berbagai pihak agar setiap ikhtiar yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Untuk menjawab persoalan masyarakat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak ataupun dua pihak. Butuh semua bersinergi, berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Kapolres juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kehadiran negara yang tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga hadir dalam menjawab kebutuhan sosial di tengah kehidupan masyarakat.
“Ketika berbicara keamanan, maka akan berbicara kondusivitas wilayah. Masyarakat harus paham bahwa kehadiran negara ada untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Hadir di Tengah Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Majalengka juga menceritakan komitmennya untuk terus turun langsung menyapa dan mendengar persoalan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa selama kurang lebih dua bulan menjalankan tugas di Majalengka, dirinya bersama jajaran kepolisian terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, dari pagi hingga malam hari.
Bagi Kapolres, pendekatan kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus memahami kebutuhan nyata yang ada di lapangan.
“Selama dua bulan ini, dari pagi sampai malam kita turun ke masyarakat. Ada dua pendekatan yang harus kami lakukan, tidak hanya eksternal saja, tentunya internal pun harus kami perhatikan,” tuturnya.
Semangat tersebut kemudian diarahkan pada pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat, termasuk BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Kapolres menyebut sejumlah persoalan sosial seperti kebutuhan air bersih, tempat tinggal yang layak, hingga program bedah rumah sebagai contoh kebutuhan masyarakat yang membutuhkan kepedulian dan kerja bersama.
“Untuk menjadikan Majalengka lebih baik, berarti harus ada ikhtiarnya. Semua butuh ikhtiar, butuh usaha,” katanya.
Suasana Akrab, Kapolres: Waktu Terlama Saya Duduk di Ruang Kerja
Kehangatan pertemuan tersebut juga terlihat dari suasana ramah tamah yang berlangsung cukup panjang. Kapolres bahkan menyampaikan secara spontan bahwa pertemuan bersama jajaran BAZNAS menjadi salah satu momen ketika dirinya cukup lama berada di ruang kerjanya.
“Hari ini adalah waktu terlama saya duduk di ruang kerja saya. Luar biasa. Sudah mungkin satu jam setengah saya duduk. Biasanya mungkin cuma 10 menit, 30 menit. Biasanya keluar terus,” ungkapnya disambut suasana penuh keakraban.
Pernyataan tersebut menggambarkan suasana pertemuan yang berlangsung cair dan terbuka. Silaturahmi tidak hanya menjadi agenda kelembagaan, tetapi juga menjadi ruang membangun kedekatan, bertukar pandangan, serta menyatukan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
BAZNAS Apresiasi Komitmen Kapolres
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat serta komitmen Kapolres Majalengka dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak.
Agus menilai, kepedulian dan program sosial yang dilakukan kepolisian dapat menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Ketika ada agenda atau program dari kepolisian kemudian disinergikan dengan kami, kami malah bangga dan bahagia. Sebab secara tidak langsung program dari kepolisian bisa menjadi jembatan kasih sayang untuk terfasilitasinya elemen masyarakat yang perlu kita bantu,” tutur Agus.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS hadir sebagai pengelola amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang terus berupaya memastikan dana umat memberikan manfaat bagi para mustahik.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai khairunnas anfa'uhum linnas, bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberikan manfaat bagi sesamanya.
Silaturahmi yang berlangsung hangat tersebut diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya komunikasi dan kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Polres Majalengka, sehingga berbagai ikhtiar sosial dapat dilakukan secara bersama-sama dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama berbagai unsur di daerah terus mengambil bagian dalam ikhtiar mewujudkan Majalengka Langkung Sae.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #PolresMajalengka #AKBMAlldySulaiman #SinergiKebaikan #KolaborasiKebaikan #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #KhairunnasAnfauhumLinnas #Majalengka
BERITA07/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka dan Polres Perkuat Sinergi, Satukan Ikhtiar untuk Kemaslahatan Masyarakat
MAJALENGKA — Upaya memperkuat sinergitas dan kolaborasi lintas instansi dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka. Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi dan audiensi jajaran BAZNAS Kabupaten Majalengka ke Polres Majalengka, Rabu (7/10/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolres Majalengka tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Pertemuan menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS dan Kepolisian Resor Majalengka dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Hadir mendampingi Ketua BAZNAS, Wakil Ketua I H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua III Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua IV Drs. H. Idi Purnama, M.M., Kepala Pelaksana Drs. Uuh Patulloh, Sekretaris Iwan Saefuddin Anwar, S.ST., M.Pd., serta Kepala Divisi Humas, Hukum & Protokoler Fizay Muhamad Faozan, S.H., M.H., CPM.
Rombongan BAZNAS Kabupaten Majalengka disambut hangat oleh Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Majalengka Kompol Ngadiman, S.Kom., M.M., Kasat Lantas AKP Pandu Renata Surya, S.T.K., S.I.K., M.H., serta Kabag Log AKP Endoy Sahru, S.Sos., M.M.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Majalengka menyampaikan apresiasi atas kunjungan jajaran BAZNAS. Menurutnya, silaturahmi dan komunikasi lintas lembaga merupakan bagian penting dalam membangun kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Persoalan masyarakat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak ataupun dua pihak. Butuh semua bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kapolres Majalengka.
Ia menegaskan, semangat membangun Majalengka agar semakin baik membutuhkan ikhtiar bersama dari berbagai unsur. Kepolisian, lanjutnya, tidak hanya memiliki tugas menjaga keamanan, tetapi juga perlu hadir di tengah masyarakat melalui berbagai pendekatan sosial yang dapat memperkuat rasa aman dan kepedulian.
“Ketika berbicara keamanan, maka akan berbicara kondusivitas wilayah. Masyarakat harus paham bahwa kehadiran negara ada untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Kapolres juga menyampaikan bahwa sejumlah bentuk kepedulian sosial dapat dilakukan secara kolaboratif, termasuk dukungan terhadap kebutuhan air bersih, pembangunan sarana sosial, hingga program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae, dengan mengedepankan kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor.
BAZNAS: Sinergi Menjadi Jembatan Kebaikan
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin dengan baik bersama jajaran Kepolisian.
Ia menilai, kolaborasi antara BAZNAS dan kepolisian dapat menjadi jembatan kebaikan untuk memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ketika ada agenda atau program dari kepolisian kemudian disinergikan dengan kami, kami justru bangga dan bahagia. Sebab secara tidak langsung, program dari kepolisian bisa menjadi jembatan kasih sayang untuk terfasilitasinya elemen masyarakat yang perlu kita bantu,” ujar Agus Asri Sabana.
Menurutnya, tidak seluruh bantuan dapat disalurkan BAZNAS secara langsung. Karena itu, sinergi dengan berbagai lembaga, termasuk kepolisian, menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan kemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan masyarakat.
“BAZNAS menjadi jembatan dari titipan dana zakat, infak, dan sedekah dari elemen masyarakat. Salah satunya bisa melalui kepolisian,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS juga memperkenalkan sejumlah program penghimpunan yang tengah dikembangkan, di antaranya SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) yang menyasar lingkungan sekolah, serta ASIK (Aksi Sedekah Infak Karyawan) bagi pegawai dan karyawan.
Melalui program-program tersebut, BAZNAS terus mendorong tumbuhnya budaya berbagi sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah.
Agus menyampaikan bahwa peningkatan penghimpunan ZIS menjadi modal penting bagi BAZNAS untuk semakin luas menghadirkan manfaat bagi para mustahik di Kabupaten Majalengka.
Ia pun mengajak seluruh elemen untuk terus menguatkan semangat memberikan manfaat bagi sesama.
“Khairunnas anfa'uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Semangat itulah yang terus kita komunikasikan dan kita ikhtiarkan bersama,” ungkapnya.
Menyatukan Langkah untuk Majalengka Langkung Sae
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya kehadiran berbagai institusi di tengah masyarakat. Keamanan, kesejahteraan, kepedulian sosial, serta penguatan ketahanan masyarakat dinilai membutuhkan kerja bersama dan kesinambungan kolaborasi.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyambut positif semangat kolaborasi yang terus dibangun jajaran Polres Majalengka. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan semakin banyak program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
“Semoga Pak Kapolres Majalengka dan seluruh jajaran senantiasa diberikan kemudahan dan kesuksesan dalam membangun kolaborasi serta sinergi bersama pemerintah daerah dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam rangka mewujudkan Majalengka yang langkung sae,” pungkas Agus.
Silaturahmi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Polres Majalengka diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepedulian yang lebih nyata, memperluas manfaat, dan membangun Majalengka melalui semangat kolaborasi serta nilai-nilai kebaikan.
#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #PolresMajalengka #SinergiBAZNAS #KolaborasiKebaikan #Zakat #Infak #Sedekah #SIGAP #ASIK #Majalengka #KhairunnasAnfauhumLinnas #BerbagiKebaikan
BERITA07/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →