Berita Terbaru
Mengulas Program SIGAP: Inovasi BAZNAS Majalengka dalam Membangun Kemandirian Sarana Pendidikan
MAJALENGKA – Dalam rangkaian sosialisasi bersama HIMPAUDI Kabupaten Majalengka, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., memberikan paparan mendalam mengenai teknis dan filosofi program unggulan SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli).
Program ini dirancang sebagai solusi inklusif untuk memperkuat fasilitas pendidikan melalui gerakan filantropi yang dikelola secara mandiri oleh satuan pendidikan.
Mekanisme UPZ: Dari Sekolah untuk Sekolah
Dalam penjelasannya, H. Muhammad Ridwan menekankan bahwa Program SIGAP dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap sekolah. Menurutnya, kekuatan utama program ini terletak pada azas manfaat yang kembali secara utuh ke lingkungan sekolah asal.
"Program SIGAP adalah instrumen pengumpulan infak yang sangat fleksibel namun terukur. Dana yang dihimpun dari siswa melalui UPZ sekolah akan dikelola kembali untuk memenuhi kebutuhan sekolah tersebut. Ini adalah wujud nyata dari kemandirian umat di sektor pendidikan," jelas H. Muhammad Ridwan di hadapan perwakilan Pengurus Daerah dan Cabang HIMPAUDI.
Tiga Pilar Manfaat SIGAP
Lebih lanjut, beliau merincikan tiga kategori utama penyaluran dana SIGAP yang menjadi prioritas bagi sekolah-sekolah di bawah naungan HIMPAUDI, yaitu:
Rehabilitasi Sarana Belajar: Memberikan dukungan bagi renovasi ruang kelas atau pengadaan fasilitas penunjang yang mendesak guna kenyamanan siswa.
Peningkatan Sarana Ibadah: Memastikan setiap sekolah memiliki fasilitas tempat ibadah yang layak untuk mendukung pendidikan karakter religius siswa sejak dini.
Jejaring Pengaman Sosial Pendidikan: Memberikan bantuan cepat bagi siswa dari keluarga kurang mampu atau bantuan darurat bagi warga sekolah yang tertimpa musibah.
Edukasi Melalui Aksi Nyata
H. Muhammad Ridwan juga menambahkan bahwa SIGAP bukan sekadar soal angka penghimpunan, melainkan media praktik bagi anak didik untuk memahami arti berbagi.
"Melalui koin infak yang dimasukkan siswa ke kotak SIGAP, kita sedang mengajarkan mereka bahwa langkah kecil yang dilakukan secara kolektif dapat membangun musala yang megah atau memperbaiki kelas yang rusak. Ini adalah pendidikan karakter yang nyata," pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap jajaran pengurus HIMPAUDI dapat segera mengimplementasikan program ini di tingkat kecamatan hingga desa, demi mewujudkan sarana pendidikan anak usia dini yang lebih berkualitas dan representatif di seluruh wilayah Majalengka.
#BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #WakilKetua1 #HIMPAUDIMajalengka #InfakPendidikan #MajalengkaLangkungSae
BERITA13/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Ekosistem Kedermawanan di Sektor Pendidikan, BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP Bersama HIMPAUDI
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen memperluas jangkauan edukasi filantropi sejak dini. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Sosialisasi Program Unggulan SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli) yang ditujukan bagi jajaran Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang HIMPAUDI Kabupaten Majalengka, bertempat di Lantai 2 Gedung BAZNAS Majalengka, Senin (13/4).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi infak sekaligus memperkuat karakter kedermawanan di lingkungan pendidikan, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), hingga Taman Kanak-kanak (TK).
Menanamkan Karakter Peduli Sejak Dini
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., membuka secara resmi acara tersebut pada pukul 13.00 WIB. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa esensi Program SIGAP bukan sekadar pada penghimpunan dana, melainkan pada nilai edukasi moral bagi generasi penerus.
"Kami ingin menanamkan nilai solidaritas dan karakter peduli sesama sejak usia sedini mungkin. Program SIGAP bukan sekadar penghimpunan, tapi instrumen edukasi bagi generasi muda kita. Bapak Bupati Majalengka berharap di semua sektor, termasuk pendidikan usia dini, bisa menjadi Langkung Sae (Lebih Baik), dan tanggung jawab besar itu ada di pundak bapak dan ibu guru sekalian," ujar H. Agus.
Sinergi dan Transparansi Pengelolaan
Pertemuan ini dihadiri oleh 4 orang perwakilan Pengurus Daerah (PD) HIMPAUDI Kabupaten Majalengka serta 26 orang perwakilan Pengurus Cabang (PC) dari seluruh kecamatan. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi mengenai mekanisme Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah serta sistem transparansi penyaluran dana.
Turut hadir mendampingi Ketua BAZNAS antara lain:
H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si. (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan)
Drs. H. Idi Purnama, M.M. (Wakil Ketua IV)
Drs. Uuh Patulloh (Kepala Pelaksana)
Uju Juhara, S.Pd. (Kadiv Pengumpulan)
Iwan Setiawan (Kadiv Digital Fundraising & Retail)
Mengenal Program SIGAP: Azas Manfaat Kembali
Program SIGAP merupakan inisiatif penghimpunan infak dari siswa yang dikelola secara akuntabel melalui UPZ sekolah masing-masing. Keunggulan utama program ini adalah penerapan azas manfaat kembali, di mana dana yang dihimpun akan didistribusikan untuk kepentingan internal lingkungan pendidikan tersebut, meliputi:
Perbaikan Sarana Pendidikan: Renovasi ruang kelas atau fasilitas penunjang belajar mengajar.
Sarana Ibadah: Pembangunan atau pemeliharaan musala di lingkungan sekolah.
Bantuan Sosial: Pemberian santunan bagi siswa kurang mampu atau bantuan darurat bagi warga sekolah yang membutuhkan.
Melalui sinergi bersama HIMPAUDI, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap gerakan kedermawanan ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang religius, peduli, dan mandiri demi mewujudkan Majalengka yang Langkung Sae.
#BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaq #PendidikanKarakter #MajalengkaLangkungSae #HIMPAUDIMajalengka #FilantropiPendidikan
BERITA13/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pimpinan BAZNAS Majalengka Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun dan Doa Terbaik untuk Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan
MAJALENGKA Segenap pimpinan beserta seluruh staf amil Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Wakil Bupati Majalengka, Bapak Dena Muhamad Ramdhan. Momentum hari bahagia ini disertai dengan harapan besar bagi kemajuan pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, mewakili seluruh keluarga besar amil, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi yang selama ini diberikan oleh Wakil Bupati dalam melayani masyarakat. BAZNAS menilai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
"Kami mendoakan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan usia, serta kekuatan lahir dan batin kepada Bapak Dena Muhamad Ramdhan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin daerah," ungkap rilis resmi pimpinan BAZNAS Majalengka.
Lebih lanjut, BAZNAS Majalengka berharap agar setiap langkah pengabdian yang dilakukan oleh Wakil Bupati dapat membawa perubahan positif, kemajuan yang signifikan, serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi besar daerah untuk mewujudkan Majalengka yang Langkung SAE (Sejahtera, Agamis, dan Harmonis).
Pihak BAZNAS juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Terima kasih atas segala dedikasi dan loyalitas Bapak Wakil Bupati dalam membangun daerah. Semoga dedikasi tersebut menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi diri pribadi, keluarga, dan seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSAE #HBDWabupMajalengka #DenaMuhamadRamdhan #ZakatTumbuhBermanfaat #BaznasMulia #InfoMajalengka
BERITA13/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Perkuat Karakter Siswa, Ketua BAZNAS Majalengka Paparkan Urgensi Program SIGAP kepada Kepala Kemenag Baru
MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka yang baru menjabat, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. Pertemuan yang berlangsung hangat ini dilaksanakan di Kantor Kemenag Majalengka pada Senin (13/04/2026) pukul 08.00 WIB.
Dalam kunjungan resmi ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir didampingi oleh jajaran pimpinan lainnya, yaitu Wakil Ketua 1 H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua 3 Embed Humed, M.Pd., serta Wakil Ketua 4 Drs. H. Idi Purnama, M.M. Kehadiran lengkap jajaran pimpinan ini menunjukkan komitmen kuat BAZNAS dalam mensinergikan program kerja dengan mitra strategis seperti Kementerian Agama.
Mengapa Program SIGAP Sangat Penting?
Pada pertemuan tersebut, H. Agus Asri Sabana memaparkan urgensi program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli). Menurutnya, SIGAP bukan sekadar instrumen penghimpunan dana, melainkan sebuah gerakan edukasi berkelanjutan untuk membangun karakter generasi muda.
Berikut adalah poin-poin penting mengapa program ini krusial untuk diaplikasikan secara luas:
Menanamkan Jiwa Kepedulian Sejak Dini: Program ini melibatkan 300 SD/PAUD/TK untuk melatih empati sosial siswa agar terbiasa peduli terhadap sesama melalui pengelolaan "koin receh".
Mekanisme Inklusif dan Sukarela: Melalui penyebaran kencleng (kotak infak) di sekolah-sekolah, siswa diajak berpartisipasi secara sukarela tanpa paksaan.
Manfaat Kembali ke Sekolah: Dana yang terhimpun disalurkan kembali (dikembalikan) ke sekolah untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan atau aksi sosial di tingkat sekolah tersebut.
Dukungan Regulasi yang Kuat: Program SIGAP telah didukung penuh oleh Pemerintah Daerah melalui Peraturan Bupati (Perbup) No. 92 Tahun 2025, selaras dengan visi Bupati Majalengka dalam membangun kehidupan sosial keagamaan yang "Langkung SAE".
Dampak Nyata bagi Pendidikan di Majalengka
Hingga Maret 2026, program SIGAP telah menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Tercatat total pengembalian dana ke sekolah-sekolah di Majalengka mencapai angka Rp400 juta.
"Kami ingin memastikan bahwa melalui sektor pendidikan formal dan informal, jangkauan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dapat diperluas sekaligus memberikan dampak langsung pada kualitas pendidikan anak-anak kita," pungkas H. Agus Asri Sabana.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara BAZNAS dan Kemenag Majalengka untuk terus bersinergi dalam program-program kemaslahatan umat di Kabupaten Majalengka.
#BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #KemenagMajalengka #SedekahDini #MajalengkaLangkungSAE #KarakterAnak #ZakatPemberdayaan #InfoMajalengka #PendidikanKarakter #SinergiUmat
BERITA13/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Pimpinan BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi dengan Kepala Kemenag Baru, Bahas Program SIGAP
MAJALENGKA Jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka yang baru, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., pada Senin (13/04/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat di Gedung Kemenag Majalengka pukul 08.00 WIB ini menjadi momentum penguatan kolaborasi strategis antarlembaga keagamaan di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan resmi ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., hadir didampingi oleh jajaran pimpinan lainnya, yaitu Wakil Ketua 1 H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua 3 Embed Humed, M.Pd., serta Wakil Ketua 4 Drs. H. Idi Purnama, M.M.
Kehadiran pimpinan lengkap ini merupakan bentuk sambutan hangat atas dilantiknya Dr. Hj. Euis Damayanti yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Majalengka, menggantikan Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd. yang kini mengemban amanah baru sebagai Kabid Urais Kanwil Kemenag Jawa Barat.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini secara khusus membahas keberlanjutan dan pengembangan program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli). Program ini dirancang untuk menyasar lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama guna menanamkan nilai-nilai kepedulian dan literasi zakat sejak dini.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi secara intensif.
"Kami menyambut baik kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS. Sinergi antara Kemenag dan BAZNAS adalah kunci dalam membangun umat, khususnya melalui sektor pendidikan. Program SIGAP ini sangat relevan untuk membentuk karakter siswa madrasah agar memiliki jiwa sosial yang tinggi dan memahami pentingnya berbagi melalui instrumen infaq dan sedekah," ujar Dr. Hj. Euis Damayanti.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan bahwa koordinasi dengan Kementerian Agama bersifat krusial mengingat irisan tugas kedua lembaga yang sangat erat dalam pelayanan keagamaan dan sosial.
"Kehadiran kami hari ini untuk memastikan bahwa kerja sama strategis yang telah terjalin dapat terus meningkat. Dengan kepemimpinan Dr. Hj. Euis, kami optimis Program SIGAP akan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan. Fokus kita bukan hanya pada penghimpunan dana, melainkan edukasi kepada generasi muda untuk peduli terhadap sesama melalui jalur pendidikan formal di bawah Kemenag," ungkap H. Agus Asri Sabana.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk segera menyusun langkah teknis pelaksanaan program di lapangan, guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat dan dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka.
#MajalengkaLangkungSae
#BAZNASMajalengka
#KemenagMajalengka
#KabupatenMajalengka
#Majalengka
#ProgramSIGAP
#SedekahInfaqGenerasiAnakPeduli
#ZakatPemberdayaan
#KementerianAgama
#BAZNASJawaBarat
#SinergiUmat
#PendidikanMadrasah
#LiterasiZakat
#KeluargaBesarKemenag
#PemberdayaanUmat
BERITA13/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Strategi Kerja Fleksibel: Kunci Produktivitas dan Keberkahan Ibadah bagi Insan BAZNAS
MAJALENGKA, 13 April 2026 – Di tengah transformasi era digital yang semakin dinamis, sistem kerja fleksibel seperti remote working dan hybrid kini menjadi tren baru yang menuntut adaptasi cepat. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menekankan pentingnya manajemen waktu yang strategis guna memastikan produktivitas kerja tetap berjalan selaras dengan konsistensi ibadah.
Humas BAZNAS RI menyampaikan bahwa pola kerja fleksibel bukan sekadar kebebasan mengatur jam operasional, melainkan sebuah amanah untuk menyeimbangkan antara tanggung jawab profesional dan kewajiban spiritual.
Disiplin Waktu sebagai Fondasi Utama
Fleksibilitas tanpa kedisiplinan sering kali menjadi bumerang bagi efisiensi. Oleh karena itu, para penggiat kerja fleksibel disarankan untuk menetapkan jam kerja utama yang terstruktur. Dengan memiliki jadwal yang jelas, seorang muslim dapat lebih mudah menyisipkan waktu untuk melaksanakan salat tepat waktu di sela kesibukan.
Penggunaan to-do list harian dan penghindaran multitasking yang berlebihan juga menjadi poin krusial agar pekerjaan selesai tepat waktu tanpa mengorbankan waktu beribadah maupun waktu bersama keluarga.
Prioritas: Kerja adalah Ibadah
Dalam perspektif Islam, bekerja merupakan bagian dari ibadah selama diniatkan dengan benar. Menentukan skala prioritas adalah kunci; mendahulukan panggilan Allah (salat) di atas urusan duniawi justru diyakini akan mendatangkan keberkahan yang memperlancar urusan pekerjaan.
"Pekerjaan yang dilakukan dengan niat ibadah akan membawa kebaikan yang berlipat ganda. Keberkahan itulah yang membuat waktu yang terbatas menjadi terasa luas dan bermakna," tulis rilis tersebut.
Menciptakan Lingkungan dan Menjaga Stamina
Selain aspek manajemen waktu, lingkungan kerja yang nyaman dan Islami—seperti memutar murattal Al-Qur'an—dapat meningkatkan fokus serta ketenangan batin. BAZNAS juga mengingatkan agar para pekerja tidak mengabaikan kesehatan fisik. Pola tidur yang teratur, konsumsi makanan halal yang bergizi, serta olahraga rutin adalah investasi penting untuk menjaga konsistensi produktivitas jangka panjang.
Melalui penerapan tips kerja fleksibel ini, diharapkan masyarakat, khususnya para pengelola zakat dan muzaki di lingkungan Majalengka, dapat meraih kesuksesan duniawi sekaligus menjaga keistiqamahan dalam beribadah. Keseimbangan inilah yang menjadi ruh dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan religius.
#BAZNASMajalengka #KerjaFleksibel #ProduktivitasMuslim #ManajemenWaktu #TipsIbadah #ZakatMembangunUmat #MajalengkaLangkungSae
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Manajemen Waktu ala Rasulullah: Kunci Produktivitas Kerja dan Keberkahan Ibadah
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, menjaga keseimbangan antara tuntutan profesionalisme kerja dan kewajiban spiritual seringkali menjadi tantangan besar bagi umat Islam. Menanggapi fenomena tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzaki dan mustahik, untuk kembali meneladani gaya hidup Rasulullah SAW dalam mengelola waktu agar tercapai produktivitas yang berorientasi pada keberkahan dunia dan akhirat.
Rasulullah SAW merupakan prototipe manusia paling produktif sepanjang sejarah. Beliau bukan sekadar pemimpin umat, melainkan juga seorang pedagang sukses dan kepala keluarga yang harmonis, tanpa sedikit pun mengurangi kualitas penghambaannya kepada Allah SWT.
Tiga Pilar Manajemen Waktu Kenabian
Berdasarkan sirah nabawiyah, terdapat tiga strategi utama yang dipraktikkan Rasulullah dalam membagi waktu secara proporsional:
Optimalisasi Waktu Fajar (The Power of Morning) Rasulullah SAW terbiasa memulai hari sebelum fajar menyingsing. Beliau mengawali aktivitas dengan Shalat Tahajud dan berlanjut hingga Subuh. Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, beliau berdoa: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” Memulai pekerjaan lebih awal terbukti secara ilmiah meningkatkan fokus dan efektivitas kerja.
Prinsip Keseimbangan (Tripartit Waktu) Beliau membagi durasi harian secara adil ke dalam tiga aspek: waktu untuk Allah (ibadah), waktu untuk keluarga, dan waktu untuk urusan umat (pekerjaan/sosial). Prinsip ini menekankan bahwa produktivitas sejati tidak boleh mengorbankan hak-hak keluarga maupun hak sang Pencipta.
Konsistensi di Atas Kuantitas Islam tidak menuntut beban kerja yang melampaui batas, melainkan menekankan pada istiqomah (konsistensi). Amal atau pekerjaan yang dilakukan secara rutin, meskipun kecil, jauh lebih dicintai Allah dibandingkan pekerjaan besar yang dilakukan hanya sesaat kemudian terhenti.
Implementasi di Era Digital
Menghadapi tantangan disrupsi digital yang penuh dengan distraksi, BAZNAS Kabupaten Majalengka mendorong para profesional muslim untuk menerapkan langkah-langkah praktis:
Niat Sebagai Transformasi Ibadah: Menanamkan keyakinan bahwa bekerja mencari nafkah adalah bagian dari jihad dan ibadah jika dilakukan dengan jujur.
Eliminasi Prokrastinasi: Meneladani kesigapan Rasulullah dalam menyelesaikan tugas tanpa menunda-nunda.
Manajemen Restorasi Diri: Memanfaatkan waktu istirahat sejenak (qailulah) untuk memulihkan energi fisik dan mental sebelum melanjutkan rutinitas.
Mengejar Keberkahan Melalui Zakat
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa produktivitas kerja yang maksimal seharusnya linear dengan peningkatan kepedulian sosial. Keseimbangan hidup tidak hanya soal waktu, tetapi juga soal penyucian harta.
"Cara kerja produktif ala Rasulullah tidak hanya menghasilkan materi, tetapi juga keberkahan. Salah satu bentuk nyata keberkahan tersebut adalah ketika hasil kerja kita dapat memberikan manfaat bagi orang lain melalui zakat, infak, dan sedekah," ungkapnya.
Dengan menerapkan manajemen waktu kenabian, diharapkan setiap individu tidak hanya unggul secara karir, namun juga meraih ketenangan batin dan kebahagiaan hakiki.#BAZNASMajalengka #ManajemenWaktu #ProduktifAlaRasul #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #EtikaKerjaIslam #IslamProduktif #KeseimbanganDuniaAkhirat
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Optimalkan Keberkahan, BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Salurkan ZIS Melalui Lembaga Resmi
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen untuk menjadi mitra utama masyarakat dalam menunaikan kewajiban Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS menjamin penyaluran dana yang tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan syariat Islam.
Mengapa Harus Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka?
Menunaikan ZIS melalui BAZNAS bukan sekadar menggugurkan kewajiban, namun memberikan dampak sosial yang terukur. Berikut adalah keunggulannya:
Dikelola Secara Profesional: Menggunakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI).
Transparansi Publik: Setiap dana yang masuk dicatat dan dilaporkan secara berkala.
Program Pendayagunaan: Dana ZIS tidak hanya diberikan secara konsumtif, tetapi juga produktif melalui program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan bagi warga Majalengka yang membutuhkan.
Legalitas Terjamin: Memiliki payung hukum yang kuat dari pemerintah.
Dasar Hukum dan Landasan Syar’i
Pengelolaan zakat oleh lembaga resmi memiliki landasan yang kuat, baik secara konstitusi maupun agama:
1. Landasan Konstitusi
Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2011.
2. Landasan Al-Qur'an
Allah SWT berfirman mengenai peran amil (pengelola) zakat dalam menyucikan harta:
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103)
3. Landasan Hadist
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda saat mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman:
"...Sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat atas harta mereka, yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ajakan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat ekosistem zakat di daerah.
"Zakat yang Bapak/Ibu tunaikan melalui BAZNAS Majalengka bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen penting dalam mengentaskan kemiskinan di tanah tercinta ini. Kami hadir untuk memastikan harta Anda menjadi berkah bagi sesama. Mari kita gotong royong membangun Majalengka melalui zakat yang dikelola secara profesional dan akuntabel."
Layanan Kemudahan Berdonasi
Masyarakat kini dapat menunaikan ZIS dengan mudah melalui layanan daring maupun transfer bank:
???? Layanan Donasi Online: kabmajalengka.baznas.go.id
Daftar Rekening Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka:
Bank
Nomor Rekening
Atas Nama
Bank BRI
004601002689569
BAZNAS Majalengka Infaq
Bank BSI
7313997272
BAZNAS Kab. Majalengka
Bank BRI
004601002688563
BAZNAS Kab. Majalengka
Bank BJB
0132053634100
BAZNAS Kab. Majalengka
BJB Syariah
5190301001181
Baz Kab Majalengka Infaq
BJB Syariah
5190301001171
BAZNAS Kab. Majalengka
Mari Bersama Menebar Manfaat, Bersihkan Harta dengan Zakat!
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perluas Jangkauan SIGAP, BAZNAS Majalengka Sasar Sosialisasi ke Sektor PAUD dan TK
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka resmi mengumumkan langkah strategis untuk mengoptimalkan program unggulan SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli). Dalam upaya memperkuat ekosistem kedermawanan di lingkungan pendidikan, BAZNAS akan memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), dan Taman Kanak-kanak (TK).
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan bahwa percepatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyentuh lembaga-lembaga pendidikan yang selama ini belum terakomodasi secara menyeluruh dalam program SIGAP.
"Kami ingin menanamkan nilai solidaritas dan karakter peduli sesama sejak usia sedini mungkin. Program SIGAP bukan sekadar penghimpunan, tapi instrumen edukasi bagi generasi muda kita," ujar H. Agus dalam sesi diskusi bersama jajaran Amilin di Kantor BAZNAS Majalengka, Jumat (10/04/2026).
Strategi Akselerasi: Gandeng HIMPAUDI 26 Kecamatan
Sebagai langkah awal akselerasi tersebut, BAZNAS Majalengka dijadwalkan akan mengundang pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) dari 26 kecamatan, serta jajaran Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Majalengka pada minggu kedua April 2026.
Pertemuan tersebut dirancang sebagai wadah edukasi mengenai mekanisme Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah, serta transparansi penyaluran dana yang dihimpun.
Mengenal Program SIGAP: Dari Siswa untuk Sekolah
Program SIGAP merupakan inisiatif penghimpunan infak dari siswa yang dikelola melalui UPZ sekolah masing-masing. Keunggulan utama program ini adalah azas manfaat kembali, di mana dana yang terkumpul disalurkan untuk:
Perbaikan Sarana Pendidikan: Renovasi kelas atau fasilitas penunjang belajar.
Sarana Ibadah: Pembangunan atau perbaikan musala di lingkungan sekolah.
Bantuan Sosial: Pemberian santunan bagi siswa kurang mampu atau bantuan darurat di lingkungan pendidikan.
Hingga saat ini, program SIGAP telah berhasil menyalurkan dana hingga ratusan juta rupiah yang dirasakan langsung manfaatnya oleh berbagai sekolah di Kabupaten Majalengka. Dengan masuknya sektor PAUD dan TK, diharapkan cakupan manfaat SIGAP akan semakin luas dan memberikan dampak positif yang lebih masif bagi kualitas pendidikan di wilayah "Kota Angin".
Tag: #BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaq #PendidikanKarakter #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat #HIMPAUDIMajalengka #FilantropiPendidikan
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Zakat Mal dan Sedekah Jariyah: Strategi "Investasi Langit" Menuju Stabilitas Finansial di Kuartal II 2026
MAJALENGKA, BAZNAS Memasuki kuartal kedua (Q2) tahun 2026, dinamika ekonomi pasca-Ramadhan menjadi momentum krusial bagi umat Muslim untuk menata ulang manajemen keuangannya. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menekankan pentingnya integrasi instrumen Zakat Mal dan Sedekah Jariyah sebagai pilar utama dalam menjaga keberkahan dan stabilitas rezeki.
Dalam perspektif syariah, harta bukanlah kepemilikan mutlak, melainkan amanah. Pengelolaan harta melalui zakat bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan investasi spiritual yang berdampak langsung pada tatanan sosial dan ekonomi umat.
Membersihkan Harta, Menyucikan Jiwa
Landasan utama ibadah ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 103:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...”
Zakat Mal berfungsi sebagai instrumen "pembersih" harta, sementara Sedekah Jariyah hadir sebagai aset produktif akhirat yang pahalanya tidak terputus, sebagaimana sabda Rasulullah SAW mengenai tiga perkara yang kekal: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan doa anak saleh.
Urgensi Pengelolaan di Kuartal Kedua 2026
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengidentifikasi tiga alasan utama penguatan zakat saat ini:
Evaluasi Aset Pasca-Lebaran: Menghitung kembali nisab dan haul atas aset seperti emas, tabungan, dan hasil usaha.
Keseimbangan Ekonomi: Menjaga daya beli para mustahik di wilayah Majalengka setelah masa perayaan.
Proteksi Spiritual: Menjadi "asuransi langit" yang memberikan ketenangan di tengah dinamika ekonomi global.
Transparansi dan Kemudahan Layanan
Sebagai lembaga resmi pemerintah, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen pada prinsip 3 Aman: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Untuk memudahkan para muzaki dan donatur, kami menyediakan akses layanan donasi yang transparan dan akuntabel.
Layanan Donasi Online
???? kabmajalengka.baznas.go.id
Daftar Rekening Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bank
Nomor Rekening
Atas Nama
Bank BRI
0046-01-002689-56-9
BAZNAS Majalengka Infaq
Bank BSI
7313-997-272
BAZNAS Kab. Majalengka
Bank BRI
0046-01-002688-56-3
BAZNAS Kab. Majalengka
Bank BJB
0132-053-634-100
BAZNAS Kab. Majalengka
BJB Syariah
5190-301-00118-1
Baz Kab Majalengka Infaq
BJB Syariah
5190-301-00117-1
BAZNAS Kab. Majalengka
Mari Amankan Rezeki dengan Berbagi
Jangan menunda keberkahan. Kontribusi Anda secara nyata membantu menekan angka kemiskinan dan memperkuat kemandirian umat di Kabupaten Majalengka. Karena sejatinya, harta yang kita miliki adalah harta yang kita titipkan di jalan Allah SWT.
#ZakatMuMenolongMu #BAZNASMajalengka #ZakatMal #SedekahJariyah #InvestasiLangit2026 #MajalengkaLangkungSae #LayananZakatDigital
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka Sampaikan Apresiasi: 11.806 Penerima Manfaat Rasakan Berkah ZIS Selama Maret 2026
MAJALENGKA Mengawali kuartal kedua tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi merilis laporan penyaluran Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Langkah ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik atas dana umat yang dikelola.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. AGUS ASRI SABANA, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat, khususnya para Muzakki, Munfik, dan Mutasodik yang telah menitipkan amanahnya.
"Atas nama pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, saya menghaturkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak/Ibu para dermawan. Berkat kepercayaan Anda, sepanjang Maret 2026 ini kami telah berhasil menyalurkan manfaat kepada 11.806 jiwa dan lembaga di seluruh pelosok Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana.
Penyaluran Berbasis Program Unggulan
Dalam laporannya, beliau memaparkan bahwa distribusi dana ZIS dialokasikan secara proporsional melalui lima pilar program unggulan guna menciptakan kesejahteraan umat yang holistik:
Majalengka Peduli (Kemanusiaan): Menjadi fokus utama dengan 10.450 penerima manfaat. Program ini mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), distribusi sembako keluarga prasejahtera, hingga penanganan bencana.
Majalengka Taqwa (Dakwah): Menyentuh 1.316 penerima manfaat melalui penguatan syiar Islam dan renovasi sarana ibadah.
Majalengka Mandiri (Ekonomi): Memberikan stimulan modal kepada 25 pelaku usaha mikro guna mendorong transformasi Mustahik menjadi Muzakki.
Majalengka Cerdas & Sehat: Penyaluran beasiswa bagi pelajar terpilih serta bantuan biaya pengobatan darurat bagi warga yang membutuhkan.
Ajakan Menebar Kebaikan
H. Agus Asri Sabana juga mengingatkan kembali pesan mulia dalam Hadis Riwayat Muslim bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Beliau menegaskan bahwa setiap rupiah yang disetorkan melalui BAZNAS dikelola secara profesional untuk menjadi pembersih harta bagi yang memberi dan menjadi cahaya harapan bagi yang menerima.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempercayakan zakat dan infaknya melalui kanal resmi BAZNAS. Mari kita bersama-sama mewujudkan Majalengka yang lebih berkah, mandiri, dan sejahtera melalui zakat yang memberdayakan," pungkasnya.
Bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat atau melihat laporan lengkap, silakan kunjungi kantor layanan BAZNAS Kabupaten Majalengka atau akses kanal digital resmi kami.
#BAZNASMajalengka #LaporanPublik #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaPeduli #AgusAsriSabana #Maret2026 #ZakatPemberdayaan
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengukir Amanah, Melayani Umat: Optimalisasi Kinerja Amil BAZNAS Kabupaten Majalengka
Amanah bukanlah sekadar jabatan, melainkan sebuah pertanggungjawaban besar yang berpijak pada kepercayaan langit dan bumi. Sebagai institusi pengelola zakat di Kabupaten Majalengka, BAZNAS memikul misi mulia: menjembatani kedermawanan para muzaki dengan kebutuhan para mustahik.
Optimalisasi kinerja amil bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban demi mewujudkan kesejahteraan umat yang merata di tanah asri Majalengka.
Landasan Spiritual: Zakat Sebagai Pilar Keadilan
Menjadi seorang Amil adalah menjadi kepanjangan tangan Allah SWT dalam mendistribusikan keadilan sosial. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 60:
"Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat (amil), para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah..."
Ayat ini menegaskan bahwa posisi Amil adalah posisi legal dan syar’i. Namun, posisi ini dibarengi dengan peringatan keras mengenai integritas. Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa saja yang kami beri tugas melakukan suatu pekerjaan (menjadi amil), lalu kami beri gaji, maka apa yang ia ambil di luar itu adalah harta korupsi (ghulul)." (HR. Abu Daud)
Strategi Optimalisasi Kinerja Amil Majalengka
Untuk mencapai performa terbaik, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen pada tiga pilar utama:
1. Profesionalisme dan Kompetensi
Amilin bukan sekadar pengumpul uang. Mereka harus memiliki kompetensi dalam pemetaan kemiskinan, manajemen keuangan syariah, dan komunikasi yang empatik. Setiap pimpinan dan staf harus terus mengasah diri agar pendayagunaan zakat tepat sasaran dan produktif.
2. Digitalisasi dan Transparansi
Di era keterbukaan informasi, masyarakat Majalengka berhak tahu ke mana setiap rupiah zakat mereka mengalir. Melalui sistem pelaporan digital, BAZNAS memastikan bahwa:
Pencatatan dilakukan secara real-time.
Penyaluran dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
Audit syariah dan audit keuangan dilakukan secara berkala.
3. Pelayanan Sepenuh Hati (Service Excellence)
Komitmen melayani umat berarti memposisikan diri sebagai pelayan, bukan penguasa. Menjemput zakat dengan santun dan menyalurkannya dengan memuliakan martabat penerima adalah kunci keberkahan.
Pesan Untuk Amilin, Pimpinan, dan Masyarakat
Kepada Rekan-rekan Amilin dan Pimpinan: Mari kita ingat bahwa lelahnya kita dalam mengelola zakat adalah lumbung pahala. Jangan biarkan sedikit pun debu ketidakjujuran menempel pada seragam kita. Integritas adalah harga mati, dan profesionalisme adalah cara kita bersyukur atas amanah ini.
Kepada Masyarakat dan Muzaki Majalengka: Terima kasih atas kepercayaan (trust) yang telah Bapak/Ibu berikan. BAZNAS Majalengka hadir sebagai lembaga yang transparan dan akuntabel. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan adalah amanah yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab demi mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan martabat umat di Majalengka.
Kesimpulan
Optimalisasi kinerja BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah ikhtiar kolektif. Dengan sinergi antara amil yang amanah, pimpinan yang visioner, dan dukungan masyarakat yang dermawan, kita akan mewujudkan Majalengka yang Langkung Sae, sejahtera, dan penuh keberkahan.
"Zakat Tumbuh, Umat Tangguh, Majalengka Langkung Sae."
#BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #AmilAmanah #TransparansiZakat #OptimalisasiKinerja #MajalengkaLangkungSae #UmatSejahtera #IntegritasAmil
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
MEMAHAMI MAKNA TA’ABBUDIYAH: MENGAPA JUMLAH RAKAAT SHALAT BERBEDA?
MAJALENGKA, BAZNAS – Dalam menjalankan syariat Islam, umat Muslim seringkali menjumpai ketetapan yang secara lahiriah bersifat dogmatis atau tidak dijelaskan alasan logisnya secara rinci. Hal ini dalam disiplin ilmu fiqih dikenal dengan istilah Ta’abbudiyah, yakni sebuah bentuk kepatuhan murni kepada ketetapan Allah SWT sebagai esensi tertinggi dari ibadah.
Pertanyaan-pertanyaan retoris sering muncul di benak kita: Mengapa shalat Isya, Zhuhur, dan Ashar berjumlah empat rakaat di tengah kesibukan manusia, sementara Subuh hanya dua rakaat? Mengapa pula Magrib berjumlah ganjil yakni tiga rakaat?
Sejarah Penambahan Rakaat Menilik sejarah pensyariatan shalat, Ummul Mu’minin ‘Aisyah RA memberikan penjelasan mendalam melalui riwayat Bukhari dan Muslim. Beliau mengisahkan bahwa pada awalnya, Allah mewajibkan shalat masing-masing hanya dua rakaat, baik dalam keadaan bermukim (di rumah) maupun bepergian (safar).
Namun, seiring dengan peristiwa Hijrah dan menguatnya stabilitas keamanan kaum Muslimin di Madinah, ketetapan tersebut mengalami perubahan. Shalat dalam perjalanan tetap dipertahankan dua rakaat sebagai bentuk keringanan (rukhsah), sementara shalat bagi mereka yang bermukim ditambah menjadi empat rakaat.
Hikmah di Balik Bilangan Rakaat Berdasarkan riwayat Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah, terdapat alasan-alasan indah di balik pengecualian jumlah rakaat pada waktu Subuh dan Magrib:
Shalat Subuh (2 Rakaat): Meski secara jumlah rakaat paling sedikit, Shalat Subuh memiliki karakteristik "panjangnya bacaan". Rasulullah SAW dan para sahabat terbiasa membaca 60 hingga 100 ayat, bahkan hingga surah-surah panjang seperti Al-Baqarah dan Ali 'Imran dalam dua rakaat tersebut. Kekhusyukan dan durasi waktu inilah yang menjadi penyeimbang jumlah rakaatnya.
Shalat Magrib (3 Rakaat): Magrib ditetapkan berjumlah ganjil karena berfungsi sebagai "Witir" atau penutup shalat di siang hari. Sebagaimana shalat malam ditutup dengan Witir, Allah SWT yang Maha Tunggal menyukai hal-hal yang bersifat ganjil sebagai penanda transisi waktu.
Pesan Keikhlasan dalam Beribadah Melalui pemahaman ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah bukan sekadar sebagai kewajiban rutin, namun sebagai wujud ketundukan total kepada Sang Khalik.
Ketidakmampuan nalar manusia dalam menjangkau seluruh rahasia Allah tidak seharusnya menjadi penghalang, melainkan menjadi bukti bahwa ketaatan tanpa menggugat adalah puncak dari keimanan. Sebagaimana kemudahan yang Allah berikan dalam bersuci melalui tayamum saat ketiadaan air, setiap aturan shalat sejatinya mengandung kasih sayang dan hikmah yang mendalam bagi hamba-Nya.
Semoga dengan memahami latar belakang sejarah dan hikmah ini, kita semakin termotivasi untuk mendirikan shalat tepat waktu dan menyempurnakan rukun-rukunnya sebagai pondasi utama sebelum menunaikan kewajiban sosial lainnya, seperti zakat, infak, dan sedekah.
Taggar: #BAZNASMajalengka #EdukasiIslami #HikmahShalat #Tauhid #FiqihIbadah #KajianIslam #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
6 Adab Mencari Ilmu yang Perlu Diketahui
MAJALENGKA, BAZNAS – Ilmu bukan sekadar tumpukan informasi yang dihafal, melainkan cahaya yang menuntun pada keberkahan hidup. Dalam tradisi Islam, para ulama salaf senantiasa menempatkan adab di atas ilmu. Hal ini dikarenakan manfaat dan keberkahan ilmu hanya akan diraih apabila penyerapannya dibarengi dengan akhlak mulia dan niat yang tulus.
Salah satu rujukan utama dalam tatanan adab menuntut ilmu adalah pesan dari Al-Imam Abdullah bin Al-Mubarak rahimahullah. Ulama besar dari generasi Tabi’ut Tabi’in ini merumuskan enam tahapan emas bagi para pencari ilmu agar aktivitasnya bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Enam Pilar Mencari Ilmu
Menurut Imam Abdullah bin Al-Mubarak, keberhasilan seorang penuntut ilmu bertumpu pada enam hal:
Ikhlas: Memurnikan niat hanya karena Allah.
Mendengar dengan Baik: Memberikan perhatian penuh saat ilmu disampaikan.
Memahami: Menggali makna terdalam dari setiap pelajaran.
Menulis: Mengikat ilmu dengan catatan agar tidak hilang.
Beramal: Mempraktikkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Mengajarkan: Menebar manfaat ilmu kepada orang lain.
Tantangan Keikhlasan di Era Digital
Fenomena saat ini menunjukkan tantangan besar dalam menjaga poin pertama, yakni Ikhlas. Seringkali, majelis ilmu—baik fisik maupun digital—dihadiri bukan untuk mencari rida Allah, melainkan sekadar mengisi waktu luang, mencari popularitas, atau bahkan mencari celah kesalahan orang lain untuk bahan perdebatan.
Kita menyaksikan bagaimana konten dakwah terkadang disajikan dengan cara yang kurang patut, seperti meremehkan pihak lain atau sekadar untuk "gagah-gagahan" intelektual. Padahal, Rasulullah ? menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban agama (fardu ‘ain), dan setiap kewajiban adalah ibadah yang syarat utamanya adalah ikhlas.
Niat: Penentu Pahala dan Dosa
Pentingnya niat digambarkan secara lugas oleh Imam Al-Syafi’i yang menyebut hadits niat (Innamal a'malu binniyat) mencakup sepertiga atau bahkan 70 cabang ilmu. Begitu krusialnya posisi niat, hingga Imam Al-Bukhari dan Imam Al-Nawawi menempatkan hadits ini sebagai pembuka dalam karya-karya monumental mereka.
Tanpa keikhlasan, ibadah yang terlihat mulia secara lahiriah bisa menjadi bumerang di akhirat. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Imam Muslim, salah satu golongan yang pertama kali dilemparkan ke neraka adalah orang yang menuntut dan mengajarkan ilmu serta membaca Al-Qur'an hanya agar dipuji sebagai orang saleh atau qari’.
Pesan untuk Muzaki dan Amil
Di lingkungan BAZNAS Kabupaten Majalengka, prinsip keikhlasan ini juga menjadi fondasi dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah. Sebagaimana menuntut ilmu adalah ibadah, maka menunaikan kewajiban zakat dan melayani umat juga harus didasari niat yang tulus.
"Keikhlasan adalah mesin utama yang menggerakkan keberkahan ilmu dan harta. Tanpa itu, kita hanya akan mendapatkan lelah tanpa pahala," ungkap manajemen BAZNAS Majalengka dalam sebuah kesempatan edukasi.
Mari kita kembali menata niat. Semoga setiap langkah kita dalam mencari ilmu dan berbagi manfaat senantiasa dibimbing oleh Allah SWT menuju keridaan-Nya.
#BAZNAS #Majalengka #AdabMenuntutIlmu #Ikhlas #ZakatMensejahterakanUmat #IlmuBermanfaat #DakwahIslam #PesanUlama
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Wasilah Syar’i Melalui Keikhlasan untuk Sesama
MAJALENGKA, BAZNAS – Setiap manusia dipastikan memiliki tumpuan harapan dan untaian doa yang ingin segera dikabulkan oleh Sang Pencipta. Dalam ikhtiar mengetuk pintu langit, tidak jarang sebagian kalangan menempuh berbagai cara—mulai dari yang lurus sesuai syariat hingga tindakan yang justru menjerumuskan pada kemaksiatan dan kekufuran.
Fenomena masyarakat yang menempuh jarak jauh demi bersimpuh di makam-makam, melarung sesaji ke laut, hingga memberikan "mahar" kepada oknum-oknum tertentu demi terkabulnya hajat, menunjukkan adanya desakan hati yang terkadang mengaburkan akal sehat. Hal ini seringkali dipicu oleh rasa kurang percaya diri untuk berdoa secara langsung kepada Allah SWT.
Pentingnya Perantara (Wasilah) yang Syar’i
Dalam diskursus keislaman, konsep wasilah atau perantara dalam berdoa memang diakui, namun memiliki batasan yang tegas. Syariat telah mengatur wasilah yang dibolehkan, seperti bertawasul dengan asmaul husna, amal shalih, maupun meminta doa kepada orang saleh yang masih hidup.
Namun, ada satu metode "langit" yang sering terlupakan oleh banyak Muslim: melibatkan doa para malaikat. Makhluk Allah yang suci dan tidak pernah bermaksiat ini merupakan perantara terbaik bagi mereka yang ingin hajatnya didengar oleh Allah SWT.
Keutamaan Doa di Balik Punggung Saudara
Salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan pengawalan doa dari malaikat adalah dengan mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Darda' radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ? bersabda:
“Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu pasti dikabulkan (mustajabah). Di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang dikirim mendampinginya. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang mendampinginya itu akan berkata: ‘Aamiin, dan untukmu hal yang serupa.’”
Secara jurnalistik-spiritual, ini adalah sebuah "pertukaran" yang luar biasa. Saat kita memohonkan kelapangan rezeki, kesehatan, atau jodoh bagi saudara sesama Muslim, pada saat yang sama, mahluk paling dekat dengan Allah mengaminkan dan meminta hal yang sama untuk kita.
Implementasi Nyata melalui Zakat dan Sedekah
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mempraktikkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan sarana untuk saling mendoakan.
Saat kita membantu muzaki atau mereka yang membutuhkan, doa-doa tulus yang kita panjatkan untuk keberkahan hidup mereka akan memicu "reaksi berantai" dari para malaikat untuk mendoakan kebaikan kita kembali.
"Mengapa kita harus mencari jalan yang tidak relevan, bahkan berisiko syirik, jika syariat telah memberikan jalan yang begitu indah? Mari kita raih keberkahan dengan cara mendoakan kebaikan bagi sesama, karena di situlah rahasia terkabulnya doa kita sendiri berada," tulis pesan dakwah ini.
Daripada terjebak dalam spekulasi gaib yang menyesatkan, marilah kita bersujud menghadap Rabb, lalu mendoakan saudara-saudara kita. Biarkan para malaikat menjadi saksi dan pendukung utama atas segala hajat dan impian kita.
Editor: Tim Media BAZNAS Majalengka
Taggar: #BAZNASMajalengka #ZakatMensejahterakan #DakwahIslam #KeutamaanDoa #TawasulSyari #MalaikatMendoakan #MajalengkaLangkungSae #SpiritIbadah
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Bahaya Virus Kesombongan dalam Komunikasi: Penghambat Keberkahan dan Relasi Sosial
MAJALENGKA – Manusia, dalam fitrahnya sebagai makhluk sosial, mustahil dapat menjalani kehidupan tanpa dukungan orang lain. Di balik setiap kesuksesan seorang pengusaha, pendidik, hingga politisi, terdapat jalinan komunikasi yang sehat dan efektif. Namun, di tengah upaya membangun relasi tersebut, terdapat satu "virus ganas" yang sering kali menjadi penyebab utama kegagalan interaksi manusia: Sifat Sombong.
Sombong sebagai Penghambat Komunikasi Multi-Dimensi
Kesombongan bukan sekadar sikap mental, melainkan penyakit hati yang merusak struktur komunikasi manusia secara vertikal maupun horizontal. Dalam perspektif komunikasi profetik (kenabian), kesombongan memutus dua koneksi utama:
Hubungan Vertikal (Hablum Minallah): Sifat sombong menjadi tirai penghalang masuknya kebenaran Ilahi. Seseorang yang merasa "lebih" sulit untuk tunduk pada sumber kebenaran hakiki, yakni Allah SWT.
Hubungan Horizontal (Hablum Minannas): Secara sosial, individu yang terjangkit virus ini akan sulit menemukan titik koneksi dengan sesama. Mereka cenderung meremehkan orang lain, sehingga kehilangan empati, rasa hormat, dan apresiasi yang merupakan pilar utama komunikasi yang efektif.
Definisi Sombong dalam Tuntunan Rasulullah SAW
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memberikan peringatan keras mengenai bahaya al-kibr (keangkuhan) melalui sabdanya:
"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada penyakit al-kibr (keangkuhan/sombong)." (HR. Muslim, no. 2749).
Lebih lanjut, beliau mendefinisikan sombong secara gamblang:
"Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim no. 91).
Dua indikator inilah—menolak kebenaran dan meremehkan sesama—yang menjadi penghancur pesan dalam setiap proses komunikasi.
Belajar dari Kelembutan Hati Sahabat
Sejarah mencatat bahwa pesan wahyu yang dibawa Rasulullah SAW paling cepat diterima oleh mereka yang memiliki hati yang bersih dari kesombongan, seperti kaum dhuafa dan para budak. Namun, kualitas keimanan yang paling luar biasa ditunjukkan oleh sosok Abu Bakar As-Siddiq.
Meskipun ia berasal dari kalangan bangsawan Quraisy yang terhormat, Abu Bakar tidak memiliki setitik pun rasa angkuh. Ketulusan hatinya membuat pesan-pesan wahyu terkoneksi secara instan tanpa hambatan ego. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan komunikasi dakwah sangat bergantung pada kerendahan hati penerimanya.
Strategi Komunikasi Bebas "Virus" Sombong
Bagi seorang komunikator—termasuk para penggiat zakat dan relawan kemanusiaan—membangun daya tarik melalui apresiasi kepada lawan bicara adalah kunci. Komunikasi akan menuai kegagalan jika disampaikan dengan nada tinggi atau sikap merendahkan.
Untuk meraih kesuksesan dalam setiap interaksi, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
Membangun Koneksi Vertikal: Berdoa dan memohon petunjuk Allah SWT sebelum memulai penyampaian pesan.
Apresiasi Sejak Awal: Memberikan penghargaan dan penghormatan kepada komunikan (penerima pesan).
Pemilihan Narasi yang Tepat: Menggunakan diksi yang santun dan mencari momentum waktu yang pas.
Penutup
Kesombongan adalah musuh nyata bagi keberhasilan hubungan antarmanusia. Dengan membersihkan hati dari rasa angkuh, kita tidak hanya membuka pintu kesuksesan di dunia melalui komunikasi yang efektif, tetapi juga mengamankan jalan menuju jannah-Nya di akhirat kelak.
Wallahu a’lam Bisshawab.
Taggar: #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #KajianIslam #KomunikasiEfektif #BahayaSombong #EtikaMuslim #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengelola Khilafiyah dengan Adab: Kunci Merajut Ukhuwah di Tengah Perbedaan
MAJALENGKA, BAZNAS Perbedaan pendapat dalam masalah khilafiyah furu’iyah (cabang agama) merupakan realitas sejarah yang tak terelakkan dalam perjalanan umat Islam. Namun, di era keterbukaan informasi saat ini, perbedaan tersebut kerap kali menjadi pemicu konflik yang meretakkan persatuan. Menanggapi fenomena ini, penguatan aspek adab di atas sekadar argumen menjadi krusial untuk menjaga harmoni sosial demi mewujudkan masyarakat yang lebih baik.
Khilafiyah Furu’iyah: Persoalan Klasik, Bukan Pemicu Vonis
Secara historis, para ulama salaf telah bersepakat bahwa perbedaan dalam ranah furu’iyah tidak mengeluarkan seseorang dari statusnya sebagai Muslim. Seseorang tidak menjadi kafir hanya karena berbeda pandangan mengenai tata cara ibadah yang bersifat cabang. Hak-haknya sebagai Muslim tetap harus dihormati, dilindungi, dan dijaga kehormatannya.
Pemisahan yang tegas antara masalah furu’iyah dan ushuliyah (pokok akidah) sangatlah penting. Vonis kufur hanya relevan jika terjadi penyimpangan dalam hal fundamental, seperti pengingkaran terhadap keesaan Allah SWT atau status Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir.
Urgensi Adab Sebelum Ilmu
Mengutip catatan dalam Siyaru A’lamin Nubala’, sebuah kisah dari Imam Malik memberikan pelajaran berharga. Ketika beliau ditanya mengenai suatu kewajiban, beliau merujuk pada pendapat Zaid bin Tsabit. Saat penanya membandingkannya dengan pendapat Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas’ud, Imam Malik menekankan pentingnya menghormati tradisi keilmuan setempat guna menghindari gesekan.
"Jika engkau berada di tengah-tengah suatu kaum, maka jangan engkau mengawali untuk mereka dengan sesuatu yang tidak mereka kenal, sehingga mereka pun mengawali untukmu dengan sesuatu yang tidak engkau senangi." (Imam Malik)
Pesan ini menggarisbawahi bahwa kecerdasan intelektual tanpa disertai kearifan sosial (adab) hanya akan melahirkan debat kusir yang destruktif. Dialog yang seharusnya mencerahkan justru bisa bergeser menjadi arena ghibah dan penghujatan jika etika dikesampingkan.
Belajar dari Kearifan Ulama Salaf
Sejarah mencatat betapa ketatnya para ulama terdahulu dalam menanamkan adab. Abdurrahman bin al-Qasim, murid Imam Malik, menghabiskan 18 tahun dari 20 tahun masa belajarnya khusus untuk mendalami adab. Hal ini membuktikan bahwa ilmu tanpa adab laksana pohon tanpa buah; ia ada, namun tidak memberi manfaat bagi keteduhan umat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa semangat moderasi dan saling menghormati adalah modal sosial utama. Dalam semangat Majalengka Langkung Sae, persatuan umat adalah pondasi utama agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat berjalan maksimal tanpa terhambat oleh ego kelompok atau perbedaan paham.
Menuju Perbedaan yang Menjadi Rahmat
Menutup refleksi ini, perkataan Raja’ bin Haywah menjadi pengingat yang indah: "Betapa indahnya Islam yang dihiasi iman, iman yang dihiasi taqwa, taqwa yang dihiasi ilmu, ilmu yang dihiasi kesantunan, dan kesantunan yang dihiasi kelemahlembutan."
Jika kelemahlembutan hilang, maka runtuhlah bangunan kesantunan dan ilmu pun menjadi tidak berguna. Dalam konteks kemasyarakatan di Majalengka, mengedepankan adab dalam setiap perbedaan adalah jalan keselamatan. Dengan adab, perbedaan tidak lagi menjadi azab, melainkan rahmat yang membimbing kita menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Editor: Humas BAZNAS Majalengka Sumber: Kajian Literatur Klasik Islam
#BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #AdabSebelumIlmu #UkhuwahIslamiyah #ModerasiBeragama #Khilafiyah #FiqihSosial #MajalengkaBeradab
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pernikahan sebagai Mitsaqan Ghalizha: Komitmen Suci Membangun Keluarga Sakinah
MAJALENGKA (BAZNAS) – Di dalam syariat Islam, pernikahan bukan sekadar ikatan emosional atau pertemuan dua insan dalam sebuah seremonial. Lebih jauh dari itu, Al-Qur'an menyebut akad nikah sebagai Mitsaqan Ghalizha, sebuah perjanjian yang berat dan kokoh. Istilah ini menyejajarkan kesucian ikatan pernikahan dengan perjanjian para Nabi kepada Allah SWT serta sumpah setia Bani Israil di bawah bukit Thursina.
Landasan Spiritual Keberpasangan
Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini secara berpasangan. Sebagaimana termaktub dalam QS. Yasin (36): 36, prinsip keberpasangan ini merupakan tanda kebesaran-Nya yang menciptakan keseimbangan hidup. Dalam konteks manusia, pernikahan dihadirkan agar setiap individu memperoleh ketenteraman (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).
Melalui akad nikah, terjadi transformasi besar yang sakral: yang haram menjadi halal, maksiat menjadi ibadah, dan kebebasan individual berubah menjadi tanggung jawab kolektif di hadapan Sang Pencipta.
Peran Strategis dalam Keluarga
Dalam membangun fondasi keluarga yang kuat, Islam memberikan panduan peran yang berkeadilan:
Suami sebagai Qowwam (Pemimpin): Suami memikul amanah untuk menjadi pelindung dan pemimpin yang adil. Kepemimpinan dalam rumah tangga bukanlah otoritarianisme, melainkan pelayanan. Meneladani Rasulullah SAW, seorang suami yang mulia adalah mereka yang paling lembut dan baik terhadap keluarganya.
Istri sebagai Rabbatul Bait (Ratu Rumah Tangga): Istri adalah pilar ketenangan dalam rumah tangga. Ketaatan istri kepada suami merupakan kunci keharmonisan yang mampu mengubah rumah menjadi surga sebelum surga yang sesungguhnya (Baiti Jannati).
Keluarga sebagai Madrasah Kebajikan
BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang menjadi fondasi kekuatan umat. Keharmonisan rumah tangga berkorelasi positif dengan kesejahteraan sosial dan spiritual. Ketahanan keluarga yang dibangun di atas nilai-nilai takwa akan melahirkan generasi yang saleh dan mandiri, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur tatanan sosial di Kabupaten Majalengka.
Perjanjian Mitsaqan Ghalizha menuntut kedua belah pihak untuk saling menutup aib, saling menguatkan dalam keimanan, serta setia dalam suka maupun duka. Jika ikatan ini dikelola dengan baik berdasarkan syariat, maka keluarga tersebut tidak hanya akan bahagia di dunia, namun Allah SWT menjanjikan reuni akbar bagi mereka di surga 'Adn kelak.
Penutup
Menempuh bahtera kehidupan baru memerlukan bekal takwa sebagai kemudi utama. Semoga setiap pasangan mampu menjaga amanah suci ini, menjadikan rumah tangga sebagai ladang amal ibadah, dan bersama-sama melangkah menuju ridha Allah SWT.
Selamat menempuh hidup baru bagi para pejuang keluarga. Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap langkah menuju pulau kebahagiaan yang hakiki.
#BAZNAS #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KeluargaSakinah #MitsaqanGhalizha #EdukasiIslam #PernikahanIslami #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Muhasabah dan Urgensi Persiapan Amal Menuju Hari Esok dalam Tinjauan Surah Al-Hasyr: 18
MAJALENGKA, BAZNAS – Dalam mengarungi kehidupan dunia yang fana, seorang mukmin dituntut untuk memiliki visi yang melampaui batas cakrawala materialistik. Al-Qur'an melalui Surah Al-Hasyr ayat 18 memberikan panduan strategis mengenai pentingnya pengelolaan diri, ketakwaan, dan evaluasi amal sebagai bekal perjalanan menuju akhirat.
Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini mengandung kedalaman makna yang menjadi fondasi bagi setiap Muslim dalam beramal, termasuk dalam menunaikan kewajiban Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih baik. Berikut adalah beberapa faidah fundamental yang terkandung di dalamnya:
1. Repetisi Perintah Takwa: Sebuah Peringatan Mutlak
Allah SWT mengulang perintah takwa sebanyak dua kali dalam satu ayat yang sama. Dalam kaidah ilmu tafsir, pengulangan ini menunjukkan urgensi yang sangat tinggi. Takwa bukanlah sekadar identitas, melainkan komitmen yang harus hadir dalam setiap helai napas—baik dalam kondisi ramai maupun sepi.
2. Konsep Nadhor: Bukan Sekadar Melihat, Tapi Memerhatikan
Ayat ini menggunakan kata Faltandhur (hendaklah memerhatikan). Secara etimologis, Nadhor berarti memperhatikan dengan seksama, detail, dan penuh ketelitian. Dalam konteks pengelolaan dana umat di BAZNAS, hal ini mencerminkan pentingnya aspek akuntabilitas dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan.
3. Esensi Muhasabah (Evaluasi Diri)
Umar bin Khaththab RA pernah berpesan, “Hasibu anfusakum qobla an-tuhaasabu” (Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab). Ayat ini adalah dalil utama perintah muhasabah. Seorang muzaki maupun munfik hendaknya mengevaluasi harta dan amalannya, memastikan bahwa kontribusi sosial yang diberikan benar-benar murni demi mengharap rida Illahi.
4. Akhirat sebagai "Hari Esok" yang Dekat
Penggunaan diksi Ghad (Besok) untuk menggambarkan hari kiamat menunjukkan betapa dekatnya fase tersebut. Dengan menganggap akhirat sebagai "besok", seorang mukmin akan lebih terpacu untuk bersungguh-sungguh dalam beramal dan memberikan kemaslahatan bagi sesama tanpa menunda-nunda.
5. Landasan Keilmuan dalam Beramal
Perintah memperhatikan amal secara otomatis merupakan perintah untuk menuntut ilmu. Literasi mengenai zakat dan tata cara ibadah lainnya menjadi kewajiban agar setiap langkah pengabdian kita berjalan di atas rel syariat yang benar.
Kesimpulan Surah Al-Hasyr ayat 18 adalah seruan bagi kita semua untuk berhenti sejenak dan bertanya: "Bekal apa yang sudah saya siapkan untuk hari esok?" Sejalan dengan semangat pembenahan diri dan peningkatan kualitas di berbagai lini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk terus berbenah dan mengoptimalkan zakat serta sedekah sebagai investasi abadi menuju masa depan yang lebih mulia.
#BAZNASMajalengka #Muhasabah #ZakatMensejahterakan #AlHasyr18 #Taqwa #AmalSholeh #IslamRahmatanLilAlamin #MajalengkaLangkungSae
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Saring Sebelum Sharing: Etika Menyebar Informasi dalam Perspektif Hadits
MAJALENGKA Di era keterbukaan informasi saat ini, kecepatan berita seringkali mengalahkan keakuratan. Media massa, media sosial, hingga percakapan sehari-hari dipenuhi dengan berbagai kabar yang belum tentu kebenarannya. Menanggapi fenomena ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzaki dan mustahik, untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi atau "kabar burung."
Menyebarkan setiap hal yang kita dengar tanpa verifikasi bukan hanya berisiko menimbulkan fitnah, tetapi juga merupakan bentuk kedustaan sebagaimana diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Landasan Syariat dalam Berita
Diriwayatkan dari Hafsh bin ‘Ashim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
$$ ext{????? ??????????? ??????? ???? ????????? ??????? ??? ??????}$$
"Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar." (HR. Muslim no. 5)
Pelajaran dari Imam Nawawi
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim memberikan penjelasan mendalam mengenai hadits ini. Beliau menegaskan bahwa seseorang bisa dikatakan berdusta karena berita yang didengar sering kali dibumbui atau ditambah-tambah.
Secara esensial, dusta didefinisikan sebagai memberitakan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Meskipun seseorang tidak berniat berbohong, menceritakan berita yang tidak valid secara otomatis menjerumuskannya pada kedustaan. Jika dilakukan dengan sengaja, maka hal tersebut menjadi dosa yang nyata.
Pesan BAZNAS Majalengka
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa prinsip tabayyun (verifikasi) sangat penting, terutama menyangkut informasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas sumbernya. Pastikan setiap informasi, baik itu program bantuan maupun laporan keuangan, berasal dari saluran resmi BAZNAS Majalengka agar terjaga amanah dan ukhuwah di antara kita," ujarnya.
Marilah kita jadikan lisan dan jari kita sebagai sarana penyebar kebaikan, bukan menjadi corong berita yang tidak jelas muaranya. Ingatlah, menjadi bijak dalam berbagi berita adalah bagian dari takwa.
Tag:
#BAZNASMajalengka #ZakatPemberdayaan #EtikaInformasi #SaringSebelumSharing #Tabayyun #HaditsHarian #MajalengkaLangkungSae #ZakatAmanah
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →