Berita Terbaru
Perjuangan Orang Tua: Ketulusan Sepanjang Masa yang Tak Terbalas
MAJALENGKA, BAZNAS Pepatah lama mengatakan, "Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah." Kalimat ini bukanlah sekadar kiasan, melainkan refleksi mendalam atas ketimpangan cinta yang tulus. Orang tua, melalui perjuangan yang tak terhingga—mulai dari mengandung, melahirkan, mendidik, hingga memastikan masa depan anak—adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam kehidupan setiap insan.
Perjuangan mereka adalah manifestasi pengorbanan tanpa batas yang secara hakiki tidak akan pernah bisa dibayar lunas dengan materi apa pun.
Ketulusan yang Tak Kasat Mata
Ketulusan orang tua sering kali tidak terlihat secara lahiriah, namun terasa dalam setiap denyut kehidupan seorang anak. Ia berwujud keringat ayah yang menetes dalam ikhtiar mencari nafkah, serta dalam setiap doa ibu yang dipanjatkan di sepertiga malam demi kesuksesan sang buah hati.
Orang tua memiliki keteguhan untuk menyembunyikan lelah dan penderitaan, baik fisik maupun mental, hanya demi melihat senyum di wajah anaknya. Pengorbanan ini dilakukan bukan sebagai investasi untuk menuntut "balas budi" di masa depan, melainkan murni karena Unconditional Love atau cinta tanpa syarat. Mereka rela mengesampingkan impian pribadi dan memangkas kebutuhan sendiri agar kepentingan anak senantiasa menjadi prioritas utama.
Mengapa Jasa Orang Tua Tak Terbalaskan?
Terdapat alasan fundamental mengapa perjuangan orang tua berada di level yang berbeda:
Taruhan Nyawa dan Fisik: Seorang ibu bertaruh nyawa saat proses persalinan dan mencurahkan seluruh energinya untuk merawat anak di masa-masa rentan.
Cinta Tanpa Syarat: Orang tua tetap menjadi pelindung terdepan bahkan di saat anak melakukan kesalahan atau mengecewakan mereka.
Investasi Waktu yang Irreversibel: Waktu yang dihabiskan untuk mendidik dan membesarkan anak adalah fragmen kehidupan yang tidak bisa diulang atau dibeli kembali.
Ada sebuah analogi mendalam mengenai hal ini. Ketika seorang anak merawat orang tuanya yang senja, sang ayah berkata: "Anakku, dulu aku merawatmu agar engkau tumbuh dan hidup, sementara engkau merawatku sekarang untuk mengantarkanku menuju akhir hayat." Pernyataan ini menegaskan perbedaan orientasi kasih sayang: orang tua merawat untuk kehidupan, anak merawat untuk perpisahan.
Mewujudkan Bakti di Masa Kini
Meskipun kita menyadari bahwa jasa mereka tidak mungkin terbalas secara utuh, Islam dan nilai kemanusiaan mengajarkan kita untuk memberikan bakti terbaik (Birrul Walidain). Beberapa langkah nyata yang dapat dilakukan antara lain:
Menghadirkan Kebahagiaan Sederhana: Memberikan perhatian melalui komunikasi yang rutin dan meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka.
Menjadi Pribadi yang Bermanfaat: Kesuksesan anak yang diraih dengan cara jujur dan rendah hati adalah kebanggaan terbesar bagi orang tua.
Merawat dengan Kesabaran: Mendampingi mereka di masa tua dengan tingkat kesabaran yang sama saat mereka merawat kita di masa kecil.
Menjaga Adab dan Lisan: Menghindari tutur kata yang kasar dan senantiasa menjaga perasaan mereka dalam setiap interaksi.
Kesimpulan
Orang tua adalah fondasi utama kehidupan. Perjuangan mereka adalah arus cinta yang tak bertepi. Sebagai lembaga yang bergerak dalam kemaslahatan umat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa memuliakan orang tua. Dengan bakti dan penghormatan, kita menghargai setiap tetes keringat dan air mata yang telah menjadi jembatan bagi kesuksesan kita hari ini.
#BAZNAS #BAZNASMajalengka #Majalengka #Parenting #BirrulWalidain #KasihOrangTua #InspirasiIslam #ZakatMenyejahterakanUmat
BERITA22/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Terima Audiensi BAZNAS, Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka Gelar RDP Bahas Penguatan Program SIGAP
Bertempat di Aula Banmusy DPRD Kabupaten Majalengka, Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka pada Selasa (21/04/2026). Pertemuan ini menjadi ajang koordinasi strategis dalam membedah implementasi dan dampak sosial dari Program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP).
Dalam sesi dengar pendapat tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka memaparkan secara komprehensif mengenai urgensi program SIGAP sebagai gerakan edukasi kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Program ini fokus pada pembentukan karakter siswa melalui pembiasaan sedekah dan infak sejak dini.
Transparansi dan Legalitas dalam Sorotan RDP
Di hadapan anggota legislatif, BAZNAS menjelaskan bahwa program SIGAP berdiri di atas landasan regulasi yang matang, termasuk Peraturan Bupati Majalengka Nomor 92 Tahun 2025 dan UU No. 23 Tahun 2011. Untuk memastikan tata kelola yang profesional, BAZNAS juga telah memperkuat aspek legalitas guru di lapangan melalui penerbitan SK Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
"Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan oleh siswa melalui program SIGAP kembali lagi untuk kepentingan siswa dan sekolah, baik untuk perbaikan sarana ibadah maupun bantuan bagi siswa prasejahtera," ungkap pihak BAZNAS dalam paparan RDP tersebut.
Komitmen Stimulus Dana
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat adalah mekanisme back-up anggaran. BAZNAS menegaskan bahwa pihaknya siap menambahkan dukungan dana apabila perolehan infak di sekolah tertentu belum mencukupi untuk membantu siswa yang membutuhkan, sehingga kebutuhan penerima manfaat tetap terjamin secara optimal.
Respon Positif Komisi IV DPRD
Merespon paparan tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program SIGAP. Pihak legislatif menilai langkah BAZNAS ini sangat efektif dalam menyinergikan nilai-nilai keagamaan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan sosial di Kabupaten Majalengka.
Melalui RDP ini, diharapkan tercipta keselarasan pandangan antara eksekutif, legislatif, dan lembaga amil dalam mengawal program-program kemanusiaan yang berdampak luas bagi masyarakat.
#BAZNASMajalengka #RDP #DPRDMajalengka #Majalengka #ProgramSIGAP #ZakatInfakSedekah #TransparansiBAZNAS #PendidikanKarakter
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Jangan Cuma FYP! Saatnya Pemuda Majalengka Jadi Influencer Kebaikan Melalui Filantropi Digital
MAJALENGKA Spill kebaikan yuk! Buat kita generasi muda, hidup di jaman sekarang bukan cuma soal ngejar tren outfit atau scrolling TikTok sampai pagi. Di mata Islam, berbagi itu bukan sekadar formalitas sosial, tapi real ibadah yang pahalanya gak main-main.
BAZNAS Kabupaten Majalengka percaya banget kalau pemuda itu bukan cuma penonton, tapi main character yang bisa bikin perubahan nyata lewat gerakan filantropi digital.
Berbagi: Bukan Cuma Soal Saldo, Tapi Soal Value
Banyak yang mikir berbagi itu harus nunggu mapan atau punya tabungan tujuh turunan. Padahal, Islam itu simple banget. Mau sharing tenaga, ilmu, atau sekadar perhatian ke sesama pun sudah dihitung ibadah.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad)
Jadi, value kita sebagai anak muda tuh diukur dari seberapa banyak kita bisa ngasih dampak positif buat orang di sekitar kita.
Kenapa Harus Anak Muda Majalengka?
Kita punya "senjata" yang nggak dimiliki generasi sebelumnya:
Jago Teknologi: Kita paling paham cara bikin konten viral. Bayangin kalau skill ini dipakai buat ngajak orang sedekah. Gak cuma dance yang viral, tapi gerakan bantu sesama juga bisa masuk trending topic!
Energi Gak Ada Habisnya: Kita punya semangat buat kolaborasi. Dari nongkrong asik, bisa jadi gerakan penggalangan dana yang impactful.
Open Minded: Kita lebih kreatif nyari cara berbagi. Gak harus kaku, bisa lewat konser amal, e-sport for charity, atau sekadar share link donasi di bio Instagram.
Cara "Level Up" Jadi Influencer Kebaikan
Gak perlu ribet buat mulai. Kamu bisa kontribusi lewat hal-hal ini:
Sedekah Sat-Set: Pake QRIS BAZNAS Majalengka. Tinggal scan, nominal kecil pun asal konsisten itu lebih gokil daripada besar tapi cuma sekali.
Jadi Relawan Kece: Join di aksi-aksi sosial atau tanggap bencana. Pengalaman terjun langsung ke lapangan itu lebih mahal harganya dibanding cuma dapet likes di medsos.
Konten Eduaksi: Share info-info bermanfaat soal zakat atau info bantuan. Satu share dari kamu bisa jadi jalan rezeki buat orang lain, lho.
Challenge: Lawan FOMO dengan FOMO Kebaikan
Emang tantangannya berat. Budaya konsumtif dan rasa malas kadang bikin kita lupa sama sekitar. Tapi, yuk kita lawan! Jangan cuma FOMO (Fear of Missing Out) sama barang branded, tapi harusnya kita FOMO kalau nggak ikut andil dalam gerakan kebaikan.
Berbagi itu bukan soal kehilangan, tapi soal investasi jangka panjang buat dunia dan akhirat. Setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini, bakal jadi perubahan besar buat Majalengka kedepannya.
Gaspol! Saatnya buktiin kalau anak muda Majalengka itu nggak cuma pinter gaya, tapi juga punya empati luar biasa.
Salurkan donasi terbaikmu melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Karena yang muda, yang memberi makna!
#BAZNASMajalengka #PemudaMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatItuKeren #FilantropiMilenial #JanganCumaFYP #LocalPrideMajalengka #SedekahSatSet
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Kisah Bapak Koko: Haru dan Bahagia Terima Suntikan Modal dari Program Majalengka MANDIRI BAZNAS
MAJALENGKA Gurat kebahagiaan terpancar dari wajah Bapak Koko, warga Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka. Menjadi salah satu sosok yang gigih berjuang mengembangkan usaha kecilnya, kini ia bisa bernapas lega setelah mendapatkan dukungan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui program Majalengka MANDIRI.
Bantuan modal tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Kepala Divisi Humas Protokoler BAZNAS Majalengka, Fijay Muhamad Faozan, S.H., CPm., bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Majalengka pada Selasa (21/04/2026).
Harapan Baru untuk Usaha Mikro
Bagi Bapak Koko, bantuan ini bukan sekadar tambahan angka, melainkan harapan baru bagi keberlangsungan usaha yang ia geluti saat ini. Saat menerima bantuan tersebut, suasana haru sempat menyelimuti ruangan, menandakan betapa berartinya dukungan tersebut bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya.
"Saya merasa sangat bersyukur dan terharu. Bantuan ini akan langsung saya gunakan sebagai tambahan modal untuk memperkuat usaha saya. Terima kasih banyak kepada BAZNAS Majalengka dan seluruh muzakki atas kepeduliannya kepada kami para pedagang kecil," ujar Bapak Koko dengan penuh rasa syukur.
Dukungan BAZNAS untuk Kemandirian Warga
Kepala Divisi Humas Protokoler, Fijay Muhamad Faozan, menjelaskan bahwa Bapak Koko merupakan salah satu representasi dari target program Majalengka MANDIRI, yaitu para pejuang ekonomi yang memiliki semangat tinggi untuk mandiri namun terbatas secara permodalan.
"Kami melihat semangat Bapak Koko dalam berusaha. BAZNAS hadir untuk memberikan stimulus agar usaha yang dijalankan masyarakat kecil tidak jalan di tempat, melainkan bisa berkembang dan memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi keluarganya," jelas Fijay.
Mengubah Mustahik Menjadi Muzakki
Penyaluran bantuan modal UMKM ini merupakan perwujudan dari visi BAZNAS untuk mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah ke arah yang produktif. Dengan memberikan modal usaha, diharapkan para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf hidupnya.
"Target besar kita adalah transformasi. Hari ini Bapak Koko menerima manfaat (mustahik), namun dengan usaha yang semakin maju berkat modal ini, kita doakan di masa depan beliau bisa menjadi pemberi zakat (muzakki) yang membantu warga lainnya," pungkas Fijay.
Langkah konkret ini menegaskan posisi BAZNAS Kabupaten Majalengka sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah Majalengka.
#BAZNASMajalengka #KisahInspiratif #MajalengkaMANDIRI #ZakatProduktif #PemberdayaanUMKM #InfoMajalengka #KemandirianEkonomi
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Ringankan Beban Warga, Salurkan Bantuan Biaya Pengobatan
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam menebar kemaslahatan. Pada Selasa (21/04/2026), BAZNAS Majalengka secara resmi menyalurkan bantuan biaya kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang mengalami kendala tunggakan pengobatan di slah satu RS Majalengka.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari program Majalengka Peduli, yang dirancang khusus untuk menjadi jaring pengaman sosial bagi warga miskin yang terhimpit persoalan biaya medis di wilayah Kabupaten Majalengka.
Sinergi untuk Kesejahteraan Umat
Prosesi penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Divisi Humas Protokoler BAZNAS Majalengka, Fijay Muhamad Faozan, S.H., CPm., kepada Ibu Iyah Dhaliyah, warga Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi.
Didampingi oleh suaminya, Ibu Iyah tampak haru menerima dukungan tersebut yang akan digunakan untuk melunasi tunggakan biaya perawatan di rumah sakit.
Amanah Muzaki untuk Dampak Nyata
Dalam keterangannya, Fijay Muhamad Faozan menegaskan bahwa dana yang disalurkan merupakan amanah murni dari para muzaki (pembayar zakat) yang dikelola secara profesional dan transparan.
"Penyaluran ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah yang kami kelola benar-benar memberikan dampak produktif. Melalui program Majalengka Peduli, kami ingin hadir secara nyata untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, terutama di sektor kesehatan," ujar Fijay.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS Majalengka akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk fasilitas kesehatan milik daerah, guna memastikan akses layanan kesehatan tidak terhambat oleh faktor ekonomi.
Dengan penyaluran bantuan ini, diharapkan beban masyarakat dapat berkurang dan mereka dapat kembali beraktivitas dengan sehat dan produktif. BAZNAS Majalengka pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menitipkan zakat dan infaknya melalui lembaga resmi demi pembangunan kesejahteraan umat di Kabupaten Majalengka.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaPeduli #ZakatTumbuhBermanfaat #Kemanusiaan #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Rutilahu bagi Warga Leuwikidang melalui Program Majalengka Peduli
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmen nyata dalam menyejahterakan umat. Pada Selasa (21/04/2026), Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, secara simbolis menyerahkan bantuan Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada Bapak Edward, warga Desa Leuwikidang, Kecamatan Kasokandel.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan langsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka dengan suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan.
Perwujudan Program Unggulan "Majalengka Peduli"
Bantuan RLHB ini merupakan bagian integral dari Majalengka Peduli, salah satu dari lima program unggulan yang dicanangkan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah berjuluk Kota Angin tersebut.
Dalam sambutannya, H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa bantuan ini adalah amanah dari para muzaki (pembayar zakat) yang dikelola secara profesional untuk membantu mustahik (penerima zakat) yang benar-benar membutuhkan.
"Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, kenyamanan, dan meningkatkan martabat keluarga penerima manfaat. Ini adalah bukti bahwa zakat hadir sebagai solusi nyata bagi problematika sosial di Majalengka," ujar H. Agus.
Komitmen Pelayanan dan Transparansi
Bapak Edward, selaku penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Majalengka. Baginya, bantuan ini merupakan harapan baru untuk memiliki hunian yang lebih layak bagi keluarganya.
Program RLHB sendiri menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar manusia. BAZNAS Majalengka memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari verifikasi hingga pendistribusian, dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan prinsip 3 Aman: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Tentang BAZNAS Kabupaten Majalengka: BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara terintegrasi. Melalui 5 Program Unggulan (Majalengka Taqwa, Majalengka Cerdas, Majalengka Sehat, Majalengka Ekonomi, dan Majalengka Peduli), BAZNAS berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius, harmonis, dan sejahtera.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaPeduli #ZakatMensejahterakanUmat #RumahLayakHuni #RLHB #InfoMajalengka #ZakatKita #PemberdayaanUmat #Kasokandel #Majalengka2026
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Masjid Miftahul Huda Argamukti
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas fasilitas ibadah di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada Kamis (21/04/2016), BAZNAS Kabupaten Majalengka secara resmi menyerahkan bantuan sarana keagamaan yang ditujukan bagi Masjid Miftahul Huda, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diserahkan langsung oleh Dewan Pengawas Baznas Drs. H. Nursiwanjaya kepada tiga orang perwakilan panitia pembangunan Masjid Miftahul Huda yang hadir memenuhi undangan pihak BAZNAS.
Dukungan untuk Kenyamanan Beribadah
Drs. H. Nursiwanjaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa stimulan ini merupakan bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzzaki di Kabupaten Majalengka. Beliau berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pemenuhan fasilitas masjid sehingga masyarakat Desa Argamukti dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.
"Bantuan ini adalah amanah dari para muzzaki. Kami berharap sarana keagamaan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kemakmuran Masjid Miftahul Huda serta menjadi motivasi bagi warga untuk terus bergotong-royong dalam kegiatan keagamaan," ujar beliau.
Apresiasi dari Pihak Masjid
Perwakilan panitia Masjid Miftahul Huda menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas respons cepat dari BAZNAS Kabupaten Majalengka. Menurut mereka, bantuan ini sangat berarti untuk melengkapi sarana masjid yang saat ini memang sedang membutuhkan perhatian.
Kegiatan penyerahan berlangsung dengan khidmat dan tertib, menandai sinergi yang kuat antara lembaga amil zakat dengan masyarakat di tingkat desa dalam upaya membangun fondasi spiritual yang lebih kokoh di Bumi Sindangkasih.
#BAZNASMajalengka #ZakatPemberdayaan #MajalengkaLangkungSae #InfoBaznas #Argapura #MasjidMiftahulHuda #ZakatKuatkanUmat
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka Hadiri Walimatussafar Haji Kepala Dinas Kesehatan
MAJALENGKA – Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, menghadiri undangan kegiatan Walimatussafar Haji Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, dr. Agus Suratman, S.KM., M.Si, yang bertempat di Rumah Anggur By Kisana, Blok Cibatu, Munjul, Majalengka.
Acara yang berlangsung khidmat pada pukul 16.00 WIB ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, serta jajaran Kepala Puskesmas se-Kabupaten Majalengka.
Doa Restu dari Pimpinan Daerah
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyampaikan ucapan selamat dan doa restu kepada Bapak dr. Agus Suratman beserta istri yang akan menunaikan ibadah ke tanah suci.
"Mari kita bersama-sama mendoakan agar Pak Kadinkes beserta istri senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan mabruroh," ujar Bupati dalam arahannya.
Hikmah Ibadah Haji
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Didin Misbahudin. Dalam ceramahnya, beliau memaparkan makna mendalam di balik ibadah haji sebagai rukun Islam kelima. Beliau menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta bentuk ketaatan atas panggilan-Nya.
Kehadiran BAZNAS sebagai Sinergi Ummat
Kehadiran Ketua BAZNAS Majalengka dalam acara ini mempertegas jalinan silaturahmi yang kuat antara lembaga zakat dengan jajaran Pemerintah Daerah Majalengka. H. Agus Asri Sabana menyampaikan selamat menjalankan ibadah haji kepada dr. Agus Suratman, seraya berharap keberangkatan ini membawa keberkahan bagi keluarga dan juga bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Majalengka kedepannya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama untuk keselamatan para calon jamaah haji asal Kabupaten Majalengka yang akan segera berangkat ke Baitullah.
#BAZNASMajalengka #Walimatussafar #Haji2026 #MajalengkaLangkungSae #DinkesMajalengka #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan #SinergiPemerintah
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Paparkan Program SIGAP di Hadapan Komisi IV DPRD
MAJALENGKA, 21 April 2026 Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, melakukan audiensi strategis bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka di Aula Banmus DPRD, Selasa (21/4). Pertemuan ini secara khusus membahas penguatan dan progres Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli).
Mengenakan seragam Biru BAZNAS, H. Agus Asri Sabana hadir didampingi jajaran pimpinan lengkap, di antaranya Waka I Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., Waka III Embed Humed, M.Pd., Kepala Pelaksana Drs. Uuh Patulloh, Sekretaris Iwan S. Anwar, M.Pd., serta para Kepala Divisi Pengumpulan, DFR, dan Keuangan.
Membangun Karakter Melalui Sedekah
Dalam audiensi tersebut, BAZNAS memaparkan bahwa SIGAP merupakan program inovatif yang menyasar siswa tingkat PAUD, TK, hingga Sekolah Dasar (SD). Program ini bukan sekadar pengumpulan dana, melainkan instrumen edukasi untuk menanamkan karakter gemar bersedekah dan peduli sesama sejak usia dini.
Melalui media "Kencleng SIGAP" yang didistribusikan ke sekolah-sekolah, para siswa diajak menyisihkan sebagian uang saku secara sukarela. Keunggulan program ini terletak pada asas manfaat kembalinya, di mana sebagian dana yang terhimpun akan disalurkan kembali untuk membantu peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
"Program SIGAP adalah investasi karakter. Kita ingin mencetak generasi masa depan yang memiliki empati tinggi. Selain mengedukasi, dana ini juga kembali ke sekolah untuk membantu siswa kurang mampu atau memperbaiki fasilitas belajar," ungkap H. Agus Asri Sabana di hadapan anggota dewan.
Dukungan Legislatif untuk Pendidikan Berbasis Karakter
Pihak Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka memberikan apresiasi positif terhadap langkah BAZNAS yang mulai menyentuh sektor edukasi dasar. Program ini dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam membentuk profil pelajar yang religius dan memiliki kesalehan sosial.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap jangkauan Program SIGAP dapat semakin luas, sehingga semangat "Dari Siswa, Oleh Siswa, dan Untuk Siswa" dapat menjadi gerakan masif di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Majalengka.
#BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfakGenerasiAnakPeduli #EdukasiZakat #KarakterDermawan #MajalengkaPintar #ZakatMensejahterakanUmat
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Peringati Hari Kartini, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sembako Bersama Wartawan Perempuan Indonesia
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka turut menyemarakkan peringatan Hari Kartini tahun 2026 dengan aksi nyata. Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., menghadiri undangan Peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh komunitas Wartawan Perempuan Indonesia Kabupaten Majalengka pada Selasa, 21 April 2026.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat emansipasi. Kehadiran Drs. H. Idi Purnama, M.M. yang didampingi oleh Tim Media BAZNAS Majalengka, merupakan wujud sinergi antara lembaga pengelola zakat dengan insan pers, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Majalengka.
Sinergi dan Kepedulian Sosial
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga membawa misi kemanusiaan. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan sosial yang digagas oleh para wartawan perempuan, BAZNAS menyerahkan bantuan paket sembako.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Drs. H. Idi Purnama, M.M. kepada perwakilan panitia penyelenggara.
"Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kartini-Kartini masa kini, termasuk para wartawan perempuan di Majalengka. Semoga bantuan sembako ini dapat bermanfaat dan menjadi berkah bagi mereka yang membutuhkan melalui koordinasi panitia," ujar H. Idi Purnama di sela-sela acara.
Dukungan untuk Perempuan Majalengka
Melalui momentum Hari Kartini ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan perempuan dan aksi sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Sinergi dengan media massa diharapkan dapat memperluas syiar zakat dan transparansi penyaluran bantuan di wilayah Kabupaten Majalengka.
#BAZNASMajalengka #HariKartini2026 #WartawanPerempuanIndonesia #MajalengkaLangkungSae #ZakatCerdas #Kemanusiaan #PemberdayaanPerempuan
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Berkah di Tengah Sempit: Mengoptimalkan Iman dan Etos Kerja
Seringkali kita merasa terjebak dalam ritme hidup yang menyesakkan. Waktu terasa habis untuk urusan kantor, macet di jalan, atau sekadar menyelesaikan tumpukan pekerjaan rumah tangga. Di titik ini, "keterbatasan kesempatan" sering menjadi alasan untuk menomorduakan pertumbuhan spiritual maupun profesional.
Namun, kualitas hidup seorang mukmin sejati justru diuji saat waktu terasa sempit. Bagaimana kita bisa tetap produktif sekaligus tetap "terhubung" dengan Sang Pencipta? Jawabannya bukan pada berapa banyak waktu yang kita miliki, melainkan pada kualitas niat yang kita tanamkan.
1. Reorientasi Niat: Menjadikan Kerja sebagai Ibadah
Langkah pertama dalam mengoptimalkan etos kerja di tengah keterbatasan adalah mengubah paradigma. Jangan memandang pekerjaan dan ibadah sebagai dua kotak yang terpisah.
Penyatuan Visi: Saat Anda bekerja dengan jujur, disiplin, dan memberikan manfaat bagi orang lain, itu adalah bagian dari ibadah ghairu mahdah.
Spirit Keunggulan: Etos kerja yang tinggi (itqan) adalah perintah agama. Dengan bekerja secara profesional, Anda sedang menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi.
"Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan suatu pekerjaan, ia mengerjakannya dengan itqan (profesional/sungguh-sungguh)." (HR. Al-Baihaqi)
2. Strategi Mikro-Ibadah dalam Padatnya Aktivitas
Jika Anda tidak punya waktu berjam-jam untuk beriktikaf, manfaatkanlah celah-celah kecil (micro-moments) untuk menjaga keimanan:
Zikir di Sela Kesibukan: Gunakan waktu saat berjalan menuju ruang rapat atau saat menunggu lampu merah untuk berzikir. Ini menjaga hati tetap tenang di tengah tekanan kerja.
Manajemen Shalat: Jangan sekadar menggugurkan kewajiban. Jadikan waktu shalat sebagai jeda istirahat mental (mental break) yang efektif untuk menyegarkan kembali fokus sebelum kembali bekerja.
Tilawah Digital: Manfaatkan aplikasi Al-Qur'an untuk membaca satu-dua ayat saat jam istirahat.
3. Produktivitas yang Berkah (The Barakah Effect)
Dalam perspektif Islam, hasil bukan hanya soal angka, tapi soal keberkahan. Waktu yang terbatas bisa menghasilkan dampak besar jika ada keberkahan di dalamnya.
Dimensi
Tindakan Nyata
Etos Kerja
Fokus pada deep work, hindari penundaan, dan hargai waktu orang lain.
Keimanan
Menjaga kejujuran dalam transaksi dan menjaga lisan dari ghibah di kantor.
Keseimbangan
Mengalokasikan waktu berkualitas (quality time) untuk keluarga sebagai bentuk tanggung jawab dunia-akhirat.
4. Menyeimbangkan Timbangan Dunia dan Akhirat
Prinsip utamanya adalah Proporsionalitas, bukan pembagian waktu 50:50 secara kaku. Ada kalanya pekerjaan menuntut fokus lebih, namun jangan sampai mematikan radar spiritual Anda.
Dunia di Tangan, Akhirat di Hati: Bekerjalah seakan Anda akan hidup selamanya (dengan penuh rencana dan ambisi positif), namun beribadahlah seakan Anda akan mati esok pagi (dengan penuh kekhusyukan).
Self-Reflection (Muhasabah): Sebelum tidur, sempatkan 5 menit untuk mengevaluasi: "Apakah hari ini kerja saya sudah jujur? Apakah saya sudah sempat menyapa Tuhan saya hari ini?"
Kesimpulan
Keterbatasan waktu bukanlah hambatan, melainkan bingkai yang memaksa kita untuk lebih kreatif dan tulus. Dengan menyatukan etos kerja yang profesional dan keimanan yang kokoh, setiap tetes keringat di dunia kerja dapat bernilai pahala yang mengalir hingga ke akhirat.
Ingatlah: Kesuksesan sejati adalah ketika tanganmu sibuk membangun dunia, namun hatimu tetap tenang bersandar pada Pemilik Semesta.
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Keberkahan: Persiapan Matang Menuju Hari Raya Idul Qurban
Idul Qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan momentum puncak dari perjalanan spiritual yang penuh makna. Agar hari raya ini tidak berlalu begitu saja sebagai rutinitas tahunan, persiapan yang matang—baik secara spiritual maupun praktis—sangatlah krusial.
Berikut adalah panduan untuk memaksimalkan hari-hari sebelum Idul Qurban agar Anda bisa meraih pahala terbaik.
1. Mengoptimalkan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu yang paling dicintai Allah SWT untuk beramal saleh. Jangan biarkan hari-hari ini terbuang percuma:
Puasa Sunnah: Sangat dianjurkan berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, terutama Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Perbanyak Dzikir: Basahi lidah dengan tahlil, tahmid, dan takbir. Ini adalah bentuk pengagungan kita terhadap kebesaran Allah.
Amalan Jariyah: Tingkatkan sedekah dan kebaikan kecil lainnya kepada sesama sebagai bentuk syukur.
2. Persiapan Ibadah Qurban (Udhuyah)
Jika Anda berniat untuk berqurban, ada beberapa hal teknis dan syariat yang perlu diperhatikan:
Niat dan Dana Halal: Pastikan dana yang digunakan berasal dari sumber yang baik. Ibadah yang diterima dimulai dari ketulusan niat dan kehalalan harta.
Memilih Hewan Terbaik: Pilihlah hewan yang sehat, tidak cacat, dan telah memenuhi syarat umur. Memberikan yang terbaik adalah cerminan ketakwaan kita.
Larangan Memotong Kuku dan Rambut: Bagi yang hendak berqurban, disunnahkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan qurbannya disembelih.
3. Memahami Makna Pengorbanan
Maksimalnya Idul Qurban ditentukan oleh sejauh mana kita memahami esensinya. Idul Qurban adalah tentang ketundukan mutlak Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS.
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37)
Gunakan waktu sebelum Idul Qurban untuk merefleksikan: Apa "Ismail" dalam hidup saya yang masih saya pertahankan melebihi cinta kepada Sang Pencipta?
Checklist Persiapan Idul Qurban
Aspek
Tindakan
Spiritual
Taubat nasuha dan menjaga shalat lima waktu tepat waktu.
Sosial
Mendata tetangga atau kerabat yang berhak menerima daging qurban.
Finansial
Melunasi pembayaran hewan qurban atau menyiapkan dana operasional penyembelihan.
Edukasi
Mempelajari kembali tata cara shalat Idul Adha dan adab penyembelihan hewan.
4. Persiapan di Hari Raya
Agar hari-H berjalan lancar dan penuh berkah, lakukan sunnah-sunnah berikut:
Mandi Besar sebelum berangkat shalat Id.
Tidak makan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha (berbeda dengan Idul Fitri).
Mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian (bagi laki-laki).
Berjalan kaki menuju tempat shalat dan mengambil jalan yang berbeda saat pulang.
Penutup
Menjelang Idul Qurban, mari kita tata kembali hati dan persiapan kita. Dengan perencanaan yang baik, Idul Qurban tahun ini bukan hanya tentang berbagi daging, tetapi tentang meningkatkan derajat ketakwaan kita di sisi Allah SWT. Selamat mempersiapkan diri menjemput hari kemenangan penuh berkah!
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Hari Kartini: Meneladani Semangat Emansipasi Berlandaskan Nilai Islami untuk Muslimah Hebat
MAJALENGKA, BAZNAS – Momentum peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April bukan sekadar seremoni busana adat, melainkan refleksi mendalam atas perjuangan Raden Ajeng Kartini (1879–1904) dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan melalui pendidikan. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, semangat Kartini sangat relevan dengan upaya pemberdayaan umat, khususnya kaum perempuan muslimah.
Akar Islam dalam Perjuangan Kartini
Sejarah mencatat bahwa cita-cita Kartini tidak lepas dari nilai-nilai Islam Nusantara. Sebagai cucu dari ulama besar Jepara, Kiai Haji Madirono, Kartini memiliki kerinduan mendalam untuk memahami Al-Qur'an. Judul legendaris karyanya, Door Duisternis tot Licht atau "Habis Gelap Terbitlah Terang", diyakini terinspirasi dari ayat suci Al-Qur'an: Minadz-dzulumati ilan-nuur.
Kartini ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang indah dan memuliakan ilmu pengetahuan, serta mendorong perempuan untuk keluar dari "kegelapan" kebodohan menuju "cahaya" intelektualitas.
Pendidikan: Fondasi Utama Muslimah sebagai Madrasatul Ula
BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang perjuangan Kartini sejalan dengan prinsip Emansipasi yang Bertanggung Jawab. Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban tanpa memandang gender. Kartini menekankan pentingnya kecerdasan bagi perempuan karena mereka adalah:
Pendidik Pertama: Perempuan sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) bagi generasi penerus bangsa.
Pilar Peradaban: Perempuan yang cerdas akan melahirkan keluarga yang kuat dan berdaya secara ekonomi maupun spiritual.
Penjaga Martabat: Pendidikan adalah kunci untuk melindungi perempuan dari diskriminasi dan keterbelakangan.
Kartini Modern: Menjadi Agen Perubahan
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh muslimah di Kabupaten Majalengka untuk menjadikan peringatan ini sebagai pelecut semangat dalam berkarya.
"Sosok Kartini adalah teladan bagi muslimah modern untuk menjadi agen perubahan yang cerdas dan religius. Kita ingin perempuan di Majalengka mampu berkontribusi sosial dan ekonomi tanpa meninggalkan akidah serta adab yang mulia," ungkapnya.
Melalui program-program pendayagunaan, BAZNAS terus berkomitmen mendukung kemandirian perempuan melalui bantuan modal usaha (Z-Mart/Z-Chicken) dan beasiswa pendidikan, guna mencetak "Kartini-Kartini Baru" yang mandiri dan berdaya.
Mari kita lanjutkan perjuangan Kartini dengan meningkatkan literasi, memperkuat ibadah, dan menebar manfaat bagi sesama.
BAZNAS Kabupaten Majalengka: Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.
#HariKartini #MuslimahInspiratif #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #EmansipasiWanita
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Berdayakan Perempuan Melalui Program Penguatan Ekonomi dan Kemanusiaan
MAJALENGKA – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya dalam melanjutkan semangat perjuangan R.A. Kartini melalui berbagai aksi nyata. Semangat emansipasi kini diwujudkan melalui pemberdayaan para ibu mustahik agar mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi.
Melalui pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Majalengka secara konsisten menjalankan program-program yang menyasar kaum perempuan di berbagai lapisan. Mulai dari pemberian modal usaha serta pendampingan bagi pelaku UMKM perempuan, hingga penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para ibu lansia yang membutuhkan perhatian khusus.
"Semangat perjuangan R.A. Kartini terus hidup dalam setiap langkah kebaikan yang kita lakukan. Dari tangan-tangan tangguh para ibu ini, lahir kemandirian, harapan, dan masa depan yang lebih sejahtera bagi keluarga di Kabupaten Majalengka," ujar perwakilan pimpinan BAZNAS Majalengka.
Pemberdayaan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga menciptakan ketahanan keluarga yang berkelanjutan. BAZNAS Majalengka percaya bahwa dengan memberikan akses dan kesempatan bagi perempuan untuk berdaya, hal tersebut akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Dalam momentum Hari Kartini ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi. Masyarakat dapat menjadi bagian dari lahirnya lebih banyak perempuan berdaya dengan menyalurkan ZIS melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan.
Layanan Muzakki BAZNAS Kabupaten Majalengka:
Website: kabmajalengka.baznas.go.id
WhatsApp: 0821-2416-9964
Telepon: (0233) 282414
#HariKartini2026 #KartiniMasaKini #BaznasMajalengka #PerempuanBerdaya #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Kepedulian Nyata, Mari Berkurban Bersama BAZNAS Majalengka untuk Bantu Sesama hingga Pelosok Desa
MAJALENGKA Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum besar untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka resmi meluncurkan program Berkurban Bersama BAZNAS (BBB) sebagai jembatan bagi masyarakat untuk menebar kebahagiaan yang lebih luas.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menekankan bahwa kurban melalui BAZNAS menawarkan manfaat ganda: kesempurnaan ibadah bagi pequrban dan pemerataan gizi bagi penerima manfaat.
"Kami mengetuk hati seluruh masyarakat untuk menunaikan kurban tahun ini melalui BAZNAS. Dengan berkurban bersama kami, Anda turut memastikan bahwa masyarakat di pelosok desa yang selama ini jarang terjangkau, dapat merasakan nikmatnya protein hewani. Inilah wujud nyata kepedulian kita untuk Majalengka yang Langkung Sae," ujar H. Agus Asri Sabana.
Menjangkau yang Terlupakan: Manfaat Pemerataan Distribusi
Salah satu keunggulan utama program BBB tahun ini adalah sistem distribusi yang terintegrasi. BAZNAS berkomitmen untuk menyalurkan hewan kurban ke wilayah-wilayah dengan tingkat konsumsi daging yang masih rendah (minim kurban). Strategi ini bertujuan agar kebahagiaan Idul Adha tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga dirasakan oleh fakir miskin dan mustahik di daerah terpencil di seluruh pelosok Kabupaten Majalengka.
Kemudahan Berdonasi: Amanah dan Transparan
Untuk memfasilitasi niat baik masyarakat, BAZNAS Majalengka menyediakan kanal pembayaran yang praktis, aman, dan akuntabel:
Scan QRIS Resmi BAZNAS (Tersedia untuk pembayaran instan melalui dompet digital).
Transfer Bank bjb: 0128194665100 (Kode Bank: 110)
a.n BAZNAS KAB MAJALENGKA TEMATIK
Layanan Konsultasi & Laporan
Masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai harga hewan kurban, tata cara pemotongan yang sesuai syariat, hingga mekanisme pelaporan penyaluran dapat menghubungi Layanan Muzakki:
WhatsApp: 0821-2416-9964
Telepon: (0233) 282414
Mari jadikan pengorbanan kita tahun ini sebagai saksi kebaikan di akhirat dan sarana mempererat persaudaraan sesama warga Majalengka. Bersama BAZNAS, kurban Anda hadirkan senyum bahagia.
#BaznasMajalengka #IdulAdha1447H #QurbanBersamaBaznas #KurbanAndaSenyumBahagia #MajalengkaBerbagi #ZakatMajalengka #PemerataanKurban #Kemanusiaan #MajalengkaLangkungSae
BERITA21/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Hikmah Perang Uhud: Pentingnya Kedisiplinan dan Keteguhan Iman
MAJALENGKA, BAZNAS Perang Uhud bukan sekadar catatan sejarah tentang benturan fisik antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy. Lebih dari itu, peristiwa yang terjadi pada 15 Syawal tahun 3 Hijriah (625 M) ini merupakan madrasah besar bagi umat Islam untuk belajar tentang strategi, ketaatan kepada pemimpin, dan bahaya dari melalaikan amanah demi kesenangan duniawi.
Latar Belakang Peristiwa
Mengacu pada catatan sejarah dalam buku Perang Uhud karya Muhammad Ridha, pertempuran ini pecah tepat satu tahun setelah kemenangan besar kaum Muslimin di Perang Badar. Pihak Quraisy membawa kekuatan besar sebanyak 3.000 personel dengan misi membalas kekalahan mereka sebelumnya.
Di sisi lain, Rasulullah SAW awalnya berangkat dengan 1.000 pasukan. Namun, di tengah perjalanan, terjadi pembelotan yang menyisakan 700 pejuang Muslim yang teguh untuk menghadapi kekuatan musuh yang jauh lebih besar secara kuantitas.
Strategi dan Isyarat Kenabian
Sebelum peperangan dimulai, Rasulullah SAW sempat menceritakan mimpi yang dialaminya sebagai isyarat akan datangnya ujian berat sekaligus janji kemenangan di masa depan. Untuk membentengi pasukan, Rasulullah SAW menyusun strategi dengan menempatkan 50 pemanah terbaik di atas bukit Uhud. Beliau memberikan instruksi tegas untuk tidak meninggalkan posisi dalam keadaan apa pun.
Pelajaran dari Kelalaian
Pada fase awal, pasukan Muslim berhasil mendesak musuh. Namun, situasi berbalik drastis ketika sebagian pemanah di atas bukit tergoda oleh harta rampasan perang (ghanimah) dan meninggalkan pos pertahanan. Celah ini dimanfaatkan oleh musuh untuk menyerang dari arah belakang, yang mengakibatkan barisan Muslimin menjadi kacau dan gugurnya para sahabat terbaik, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib.
Hikmah untuk Masa Kini
Peristiwa Uhud mengajarkan kepada kita beberapa poin penting:
Ketaatan adalah Kunci: Ketidakpatuhan terhadap instruksi membawa dampak besar bagi keselamatan kolektif.
Bahaya Hubbud Dunya: Ketertarikan yang berlebih pada materi dapat melalaikan kita dari visi perjuangan yang utama.
Keteguhan dalam Ujian: Kekalahan taktis adalah sarana evaluasi untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat dan sabar.
Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memetik hikmah ini. Kedisiplinan dalam menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk perjuangan nyata dalam membangun umat yang lebih kuat dan mandiri.
Wallahu a'lam bish-shawab.
#BAZNASMajalengka #PerangUhud #SejarahIslam #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #EdukasiIslami #KisahRasulullah #InfoMajalengka
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Doa Sapu Jagat: Permohonan Kebaikan Dunia Akhirat yang Dicintai Rasulullah SAW
MAJALENGKA Dalam kehidupan sehari-hari, setiap Muslim tentu mendambakan keberkahan yang menyeluruh, baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi. Salah satu wasilah terbaik untuk meraih hal tersebut adalah melalui Doa Sapu Jagat. Meski kalimatnya ringkas, doa ini menyimpan makna samudra kebaikan yang mencakup seluruh kebutuhan hamba.
Landasan Sunnah dan Kecintaan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW dikenal sangat menyukai doa-doa yang bersifat Jawami’ul Kalim—yakni kalimat yang singkat namun sarat akan makna mendalam. Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam kitab Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, Nabi SAW lebih mengutamakan doa-doa ringkas yang mencakup segala bentuk kemaslahatan agar tidak menyulitkan umatnya dalam mengamalkannya.
Bacaan Doa Sapu Jagat
Doa ini bersumber langsung dari Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 201) dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan setelah melaksanakan salat fardu maupun sunnah:
???????? ?????? ??? ?????????? ???????? ????? ?????????? ???????? ??????? ??????? ????????
Latin: Rabban?, ?tin? fid duny? hasanah, wa fil ?khirati hasanah, wa qin? 'adz?ban n?r.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Makna dan Keutamaan yang Luar Biasa
Menurut Ibnu Katsir, doa ini adalah permohonan yang paling komprehensif. M. Ghofur Khalil dalam buku Rahasia Dahsyat Energi Sapu Jagat menjelaskan bahwa cakupan doa ini sangat luas:
Kebaikan Dunia: Meliputi kesehatan yang afiat, rezeki yang berkah dan lancar, keluarga yang sakinah, tempat tinggal yang nyaman, serta ilmu yang bermanfaat.
Kebaikan Akhirat: Mencakup kemudahan saat proses hisab, perlindungan dari rasa takut di hari kiamat, hingga anugerah tertinggi yaitu masuk ke dalam surga-Nya.
Manfaat Mengamalkan Doa Sapu Jagat
Merujuk pada literatur Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, setidaknya ada lima keutamaan utama bagi mereka yang istikamah mengamalkannya:
Mendapatkan ketenangan hati, keselamatan, dan kecukupan rezeki.
Diberikan benteng perlindungan dari berbagai keburukan dan musibah.
Mendapat kemudahan dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah SWT.
Dimudahkan saat menghadapi hari perhitungan (Yaumul Hisab).
Meraih ampunan serta rida Allah SWT untuk menghuni jannah-Nya.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa membasahi lidah dengan doa mulia ini. Semoga dengan rutin membacanya, Allah SWT melimpahkan keberkahan bagi diri kita, keluarga, serta membawa kemaslahatan bagi kemajuan Kabupaten Majalengka yang kita cintai.
Zakat membersihkan harta, doa menguatkan jiwa. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu sesama yang membutuhkan.
#BAZNAS #BaznasMajalengka #Majalengka #DoaSapuJagat #DakwahIslam #ZakatMensejahterakanUmat #AmalanSunnah #KebaikanDuniaAkhirat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengatasi Lilitan Utang dalam Islam: Ikhtiar, Tawakal, dan Amalan Doa Sesuai Sunnah
MAJALENGKA, BAZNAS Utang piutang merupakan urusan muamalah yang lazim terjadi di tengah masyarakat. Namun, sebagai seorang muslim, perkara utang bukanlah hal yang boleh disepelekan. Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap tanggung jawab pelunasan utang, karena dampaknya tidak hanya di dunia, melainkan hingga ke akhirat.
Bahaya Meremehkan Utang
Dalam banyak hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan peringatan keras bagi mereka yang lalai dalam melunasi utang. Ruh seorang mukmin akan tetap tertahan dan tidak bisa merasakan kemuliaan di sisi Allah selama utangnya belum ditunaikan.
Dari Sa‘d bin al-A?wal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya saudaramu tertahan karena utangnya, maka pergilah dan lunasilah utangnya.” (HR. Ahmad, disahihkan oleh al-Albani).
Kunci Utama: Niat yang Jujur dan Tawakal
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mengedepankan niat yang tulus saat terpaksa berutang. Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi siapa saja yang memiliki tekad kuat untuk mengembalikan harta yang dipinjamnya.
Sesuai sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa mengambil harta manusia dengan niat untuk menunaikannya, Allah akan menunaikannya untuknya. Dan barang siapa mengambilnya dengan niat merusaknya (tidak membayar), Allah akan membinasakannya.” (HR. al-Bukhari).
Amalan Doa Sahih Saat Terlilit Utang
Selain berupaya maksimal (ikhtiar) secara lahiriah, seorang muslim hendaknya mengetuk pintu langit dengan doa. Berikut adalah beberapa doa sahih yang diajarkan Rasulullah:
1. Doa Mohon Kecukupan Rezeki Halal
?????????? ???????? ??????????? ???? ?????????? ??????????? ?????????? ??????? ???????
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari ketergantungan kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi).
2. Doa Sebelum Tidur (Memohon Pelunasan Utang)
?????????? ????? ????????????... ????? ?????? ?????????? ??????????? ???? ????????
“...Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Awal dan Maha Akhir... Lunasilah utang kami dan cukupkanlah kami dari kefakiran.” (HR. Muslim).
3. Doa Perlindungan dari Kegundahan dan Lilitan Utang
?????????? ?????? ??????? ???? ???? ???????? ???????????... ????????? ???? ???? ???????? ????????? ???????? ??????????
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan... dari lilitan utang dan penindasan manusia.” (HR. Abu Dawud & Bukhari).
4. Doa Memohon Rahmat dan Kekayaan
????????? ?????? ???????... ???????? ????? ??????? ??? ?? ????? ?? ????
“Ya Allah, Pemilik seluruh kerajaan... Rahmatilah aku dengan rahmat yang dengannya Engkau mencukupkanku dari rahmat selain-Mu.” (HR. Ath-Thabrani).
Penutup
Utang adalah beban, namun dengan tawakal yang benar, usaha yang sungguh-sungguh, dan istiqomah dalam berdoa, Allah akan memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka.
Semoga Allah Ta’ala melapangkan kesulitan finansial kita, memudahkan pelunasan utang-utang kita, dan memberkahi setiap rezeki yang kita peroleh. Amin Ya Rabbal 'Alamin.
Informasi & Layanan Zakat, Infak, Sedekah: Kunjungi Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk konsultasi dan penyaluran bantuan bagi asnaf yang membutuhkan.
#BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #EdukasiIslami #DoaPelunasUtang #Tawakal #FiqhMuamalah #MajalengkaLangkungSae #LunasUtang #BerbagiKeberkahan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menggugat Niat: Aktivitas Dunia sebagai Ibadah, Tulus atau Sekadar Modus?
MAJALENGKA, BAZNAS Allah SWT telah membuka pintu ibadah seluas-luasnya bagi hamba-Nya. Tidak hanya melalui jalur ibadah murni (mahdhah) seperti salat dan zakat, tetapi juga melalui aktivitas harian (ghairu mahdhah) yang dijalankan dengan niat yang benar. Sebagaimana sabda Rasulullah ?:
“Amalan-amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya. Dan setiap orang hanya akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Namun, di tengah hiruk-pikuk modernitas, muncul sebuah fenomena retorika yang perlu kita renungkan bersama. Fenomena ini sering datang dari panggung-panggung publik, ruang diskusi profesional, hingga obrolan santai di keluarga. Sebuah tren di mana motivasi duniawi dikobarkan dengan api yang membara, sementara nasihat agama hanya diletakkan sebagai "pelengkap" atau bahkan pembenaran atas ambisi duniawi yang tak bertepi.
Ketimpangan Narasi: Dunia yang Utama, Agama yang Tersisa?
Kita sering menyaksikan tokoh publik atau bahkan diri kita sendiri begitu bersemangat membakar jiwa audiens dengan jargon: “Ayo kerja keras! Kita harus adaptif dan solutif!” Kalimat ini tentu tidak salah. Namun, masalah muncul ketika porsi nasihat agama hanya diselipkan sekilas di akhir pidato panjang: “Yang penting niatnya ibadah.”
Ironisnya, seringkali kalimat tersebut diikuti dengan seruan, “Jangan jadi ritualis! Beragama jangan sekadar ritual saja. Ada hablumminannas!” Pertanyaannya, mengapa kita jarang mendengar keseimbangan yang serupa: “Jangan terlalu ambisius pada dunia! Bukankah selain hablumminannas, ada hablumminallah yang wajib dijaga?”
Kekhawatiran kita adalah terjatuh pada kondisi Kalimatul haq yuradu biha al-bathil—perkataannya benar, namun maksud di baliknya adalah sebuah kekeliruan, yakni mendorong manusia untuk tetap fokus sepenuhnya pada dunia dengan tameng "niat ibadah".
Menempatkan Akhirat sebagai Panglima
Tugas memberi nasihat bukan hanya milik Ustaz atau Kiai. Setiap orang beriman memiliki tanggung jawab moral untuk saling menasihati agar tidak menjadi golongan yang merugi, sesuai amanat QS. Al-Ashr.
Jika dunia ini begitu melelahkan, lantas mengapa kita jarang mengajak sesama untuk "beristirahat" dalam salat? Rasulullah ? bersabda kepada Bilal bin Rabah RA:
“Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan salat.”
Jika hidup ini penuh masalah, mengapa strategi sukses dunia lebih sering digaungkan daripada ajakan merenungi Al-Qur’an? Jika hati sering gelisah, mengapa tips manajemen stres lebih populer daripada ajakan berzikir kepada Allah? Padahal Allah SWT berfirman:
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Prinsip Utama: Kejar Akhirat, Jangan Lupakan Dunia
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memegang prinsip yang digariskan dalam QS. Al-Qasas: 77:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia.”
Ayat ini sangat jelas perintahnya: Kejar akhirat sebagai tujuan utama, dan jangan lupakan bagian dunia. Jangan dibalik. Mari kita jujur pada diri sendiri dan kepada Allah. Apakah aktivitas duniawi kita benar-benar diniatkan sebagai bentuk penghambaan, ataukah itu hanya dalih agar kita bisa terus terobsesi pada materi tanpa merasa bersalah secara spiritual?
Penutup
Marilah kita mulai menata kembali skala prioritas. Ajaklah orang untuk mengenal Allah terlebih dahulu. Ajak mereka salat, ajak mereka berzakat, ajak mereka berzikir. Barulah setelah itu, dorong untuk giat menggapai dunia dengan tetap menjaga niatnya.
Dengan porsi yang tepat, maka seluruh waktu kita—24 jam dalam sehari—benar-benar akan bernilai ibadah yang tulus, bukan sekadar modus keduniaan.
Semoga Allah memberikan kita taufik agar mampu jujur kepada-Nya dan kepada diri kita sendiri. Wallahu waliyyut taufiq.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #NasihatAgama #NiatIbadah #KritikSosial #IslamKaffah #ZakatMemberdayakan #Hablumminallah #Hablumminannas
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Membangun Citra Diri di Dunia Maya: Antara Syiar Dakwah dan Menjaga Keikhlasan Hati
MAJALENGKA, BAZNAS Di era transformasi digital saat ini, dunia maya telah menjadi ruang hidup kedua bagi masyarakat. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi cerminan realita, namun telah bergeser menjadi panggung untuk membangun citra diri (personal branding). Fenomena ini membawa tantangan tersendiri bagi seorang Muslim: Bagaimana kita menempatkan diri antara kebutuhan untuk menampilkan identitas Islam yang baik dengan kewajiban menjaga kemurnian niat?
Personal Branding dalam Perspektif Nabawi
Islam sejatinya sangat memperhatikan citra diri yang baik. Rasulullah ? adalah teladan utama dalam hal ini. Sejak masa mudanya, beliau dikenal dengan gelar Al-Amin (yang terpercaya). Allah ? pun memuji akhlak beliau dalam Al-Qur'an:
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam: 4)
Bagi seorang Muslim, memiliki citra diri yang positif bukan sekadar soal popularitas, melainkan bentuk tanggung jawab representasi agama. Mengingat label Islam melekat pada setiap individu pemeluknya, maka karakter seorang Muslim seringkali menjadi tolok ukur nilai Islam di mata dunia, terutama bagi mereka yang belum mengenal Islam secara mendalam.
Kapan Amalan Perlu Disyiarkan?
Syariat Islam memiliki dimensi wasathiyah (pertengahan). Ada amalan-amalan tertentu yang memang diperintahkan untuk ditunjukkan secara publik sebagai bentuk syiar, antara lain:
Salat Berjemaah: Menunjukkan kekuatan dan persatuan umat.
Syiar Hari Raya & Ramadan: Menumbuhkan semangat ibadah dan kegembiraan kolektif.
Pemberitahuan Pernikahan: Menghindari fitnah dan memperjelas status sosial.
Zakat dan Sedekah secara Kelembagaan: Menunjukkan transparansi dan memotivasi orang lain untuk turut berbagi (QS. Al-Baqarah: 271).
Menimbang Risiko di Balik "Panggung" Digital
Meskipun membangun citra baik itu penting, terdapat risiko besar yang mengintai para "Influencer Saleh" atau siapa pun yang kerap membagikan kebaikannya di media sosial:
Ancaman terhadap Keikhlasan: Pujian manusia ibarat "tebasan leher". Rasulullah ? memperingatkan bahwa ketergantungan pada pujian dapat menjerumuskan seseorang pada sifat ujub (bangga diri) dan riya (pamer), yang pada akhirnya dapat menghanguskan pahala amal tersebut.
Bahaya Penyakit 'Ain: Pandangan kagum yang disertai hasad (iri dengki) dari orang lain di dunia maya dapat berdampak buruk secara nyata pada fisik maupun psikis objeknya.
Berkurangnya Keutamaan Amal Rahasia: Allah ? sangat mencintai hamba yang bertakwa dan tersembunyi (Al-Khafi). Amal yang dirahasiakan—seperti sedekah yang tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya—memiliki kedudukan yang lebih mulia di sisi Allah ?.
Kesimpulan
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, khususnya para penggerak konten digital, untuk bijak dalam menyeimbangkan antara Syiar dan Sirr (rahasia).
Jadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan inspirasi, namun pastikan kita tetap memiliki "simpanan" amal saleh yang hanya diketahui oleh Allah ? saja. Dengan mengedepankan ilmu sebelum bertindak, kita dapat memetik maslahat dari teknologi tanpa harus mengorbankan kesucian niat di dalam hati.
Sumber: Kajian Literasi Islam BAZNAS Majalengka
#BAZNAS #BAZNASMajalengka #Zakat #Infak #Sedekah #PersonalBranding #AkhlakMulia #LiterasiIslam #DakwahDigital #Majalengka
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →