Berita Terbaru
BAZNAS Majalengka Berduka atas Wafatnya Kepala Desa Traikolot, Duki Sunardi
MAJALENGKA Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya salah satu mitra terbaik di tingkat desa, Bapak Duki Sunardi, yang menjabat sebagai Kepala Desa Traikolot, Kecamatan Palasah. Almarhum dikabarkan tutup usia pada hari ini, Sabtu (07/03/2026).
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sosok pemimpin desa yang dikenal dedikatif dan komunikatif tersebut.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Atas nama pribadi dan seluruh jajaran pimpinan serta staf BAZNAS Kabupaten Majalengka, kami menghaturkan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya. Bapak Duki Sunardi adalah sosok yang selama ini bersinergi baik dengan kami, terutama dalam program-program kemanusiaan di wilayah Desa Traikolot," ujar H. Agus Asri Sabana dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, H. Agus Asri Sabana mendoakan agar segala amal ibadah almarhum selama masa jabatannya maupun dalam kehidupan sehari-hari diterima di sisi Allah SWT.
"Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di tempat yang paling mulia. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini," tambahnya.
Selama menjabat sebagai Kepala Desa Traikolot, almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap kesejahteraan warganya. Sinergi antara Pemerintah Desa Traikolot dan BAZNAS Majalengka telah banyak membantu penyaluran bantuan bagi para mustahik di wilayah tersebut.
Kepergian beliau menjadi kehilangan tersendiri tidak hanya bagi warga Desa Traikolot dan Kecamatan Palasah, tetapi juga bagi mitra kerja seperti BAZNAS yang merasakan peran aktif beliau dalam mendukung tata kelola zakat, infak, dan sedekah di tingkat desa.
BERITA07/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Zakat Fitrah: Jembatan Langit dan Pembersih Jiwa di Penghujung Ramadan
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Di balik ritual menahan diri tersebut, ada sebuah instrumen penutup yang krusial bagi setiap muslim: Zakat Fitrah. Seringkali kita menganggapnya hanya sebagai rutinitas tahunan, namun jika dikupas lebih dalam, zakat fitrah adalah "penyempurna" yang menghubungkan dimensi spiritual kita dengan dimensi sosial.
Mengapa Zakat Fitrah Begitu Penting?
Ada sebuah ilustrasi menarik dalam tradisi Islam: ibadah puasa kita selama sebulan penuh ibarat "tergantung di langit". Ia berada di antara bumi dan langit, menunggu untuk diterima sepenuhnya oleh Allah SWT. Zakat fitrahlah yang menjadi pengantar agar pahala tersebut sampai ke tujuan.
Namun, perlu kita luruskan sebuah kesalahpahaman umum. Menurut pandangan Syekh Abi Bakar Syata, tidak menunaikan zakat fitrah bukan berarti menghapus seluruh pahala puasa Anda. Anda tetap mendapatkan pahala dari lapar dan dahaga yang Anda tahan. Hanya saja, puasa tersebut menjadi kurang sempurna. Zakat fitrah hadir untuk menambal lubang-lubang kecil—ucapan yang sia-sia atau perilaku yang kurang pantas—yang tanpa sadar kita lakukan selama berpuasa.
Dua Sisi Manfaat: Ke Atas dan Ke Samping
Zakat fitrah memiliki filosofi dua arah yang sangat indah:
Secara Spiritual (Hablu Minallah): Menjadi pembersih diri (thohur) bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor. Ini adalah proses "detoksifikasi" jiwa sebelum kita memasuki hari yang fitri.
Secara Sosial (Hablu Minannas): Menjadi jaminan bahwa pada hari raya Idulfitri, tidak ada satu pun orang miskin yang kelaparan atau sibuk meminta-minta. Zakat ini memastikan kebahagiaan menjadi milik kolektif, bukan hanya milik mereka yang mampu.
"Siapa yang menunaikannya sebelum salat hari raya maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah salat hari raya maka termasuk sedekah biasa." (HR. Abu Daud)
Waktu Adalah Kunci
Agar zakat fitrah Anda bernilai sah dan maksimal, perhatikan batasan waktunya. Zakat ini mulai wajib dikeluarkan sejak memasuki bulan Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri ditegakkan. Mengulur waktu hingga setelah salat Id memang tetap bernilai kebaikan, namun statusnya berubah dari zakat wajib menjadi sedekah biasa.
Kesimpulan: Berbagi Kemenangan
Zakat fitrah adalah simbol bahwa kemenangan di hari lebaran tidak boleh dinikmati sendirian. Dengan mengeluarkan sebagian kecil harta kita, kita sedang membersihkan diri sekaligus merajut kepedulian. Mari jadikan zakat fitrah tahun ini sebagai momentum untuk menyempurnakan ibadah dan mengetuk pintu langit dengan tangan yang memberi.#agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA07/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Momen Haru di Istana: Presiden Prabowo Menitikkan Air Mata Saat Apresiasi Peran BAZNAS untuk Palestina
JAKARTA – Suasana khidmat menyelimuti Istana Merdeka, Jakarta, saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar acara silaturahmi bersama 121 kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Dalam pertemuan tersebut, sebuah momen emosional terjadi ketika Presiden Prabowo tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu rakyat Palestina.
Presiden Prabowo secara khusus menyoroti keberhasilan BAZNAS dalam mengorganisasi bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia sehingga benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh warga Palestina yang tengah mengalami krisis kemanusiaan.
"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS. Peran BAZNAS sangat luar biasa dalam memastikan amanah dari rakyat Indonesia tersalurkan dengan tepat kepada saudara-saudara kita di Palestina," ujar Presiden Prabowo dengan suara bergetar.
Dukungan Penuh Pemerintah
Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung setiap langkah kemanusiaan yang diambil oleh lembaga seperti BAZNAS. Sebagai bentuk dukungan nyata, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah senantiasa siap memfasilitasi distribusi bantuan, termasuk dengan mengerahkan alutsista TNI.
"Pemerintah akan terus mendukung, termasuk menyiapkan pesawat Hercules milik TNI AU untuk memastikan bantuan-bantuan tersebut bisa didistribusikan dengan cepat dan aman ke titik-titik yang membutuhkan," tegasnya.
Memperkuat Solidaritas Umat
Acara silaturahmi ini dihadiri oleh 121 kiai dan tokoh ormas Islam dari berbagai penjuru tanah air. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi formal, tetapi juga momentum untuk memperkuat kembali solidaritas kemanusiaan bangsa Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina.
Momen Presiden Prabowo yang tampak terharu menunjukkan kedalaman simpati bangsa Indonesia. Hal ini menjadi suntikan semangat bagi BAZNAS untuk terus bergerak sebagai jembatan kebaikan antara dermawan di Indonesia dengan para mustahik di Palestina.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan para tokoh agama, Indonesia kembali menegaskan posisinya di mata dunia sebagai negara yang berdiri tegak membela nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan internasional.
Tentang BAZNAS: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional. BAZNAS berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan baik di dalam negeri maupun mancanegara sebagai wujud kepedulian sosial umat.
#BAZNAS #PresidenPrabowo #Kemanusiaan #Palestina #ZakatUntukPalestina #SolidaritasIndonesia
BERITA07/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Zakat: Cheat Code Spiritual Agar Bisnis UMKM Makin Melejit dan Berkah
Bagi banyak pengusaha kecil, mengelola bisnis itu rasanya seperti naik roller coaster. Hari ini ramai, besok bisa sepi. Belum lagi urusan modal yang pas-pasan, harga bahan baku yang naik-turun, sampai persaingan pasar yang makin ketat.
Di tengah perjuangan menjaga stabilitas dapur agar tetap ngebul, muncul satu pertanyaan yang sering bikin ragu: "Kalau saya bayar zakat, nanti modal usaha saya berkurang dong?"
Wajar jika perasaan itu muncul. Namun, jika kita melihatnya dari perspektif yang lebih luas, zakat bukanlah "biaya pengurang", melainkan investasi cerdas—baik secara manajemen maupun spiritual.
Bukan Mengurangi, Tapi "Membersihkan" dan Menumbuhkan
Dalam Islam, zakat perdagangan bukan sekadar kewajiban, tapi strategi agar bisnis kita punya "akar" yang kuat. Logikanya sederhana: pohon yang dipangkas dahan tuanya justru akan tumbuh lebih rimbun.
Kapan bisnis Anda wajib zakat?
Nisab: Jika total aset bersih usaha Anda sudah mencapai nilai setara 85 gram emas.
Haul: Aset tersebut telah berjalan selama satu tahun.
Cara Hitung: (Modal + Stok Barang + Keuntungan + Kas) – (Utang/Biaya Operasional).
Tarif: Cukup 2,5% saja. Kecil, kan? Tapi dampaknya luar biasa.
Keajaiban Matematika Langit
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah memberikan perumpamaan yang indah. Menafkahkan harta di jalan Allah itu seperti menanam satu benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir, dan tiap bulir menghasilkan seratus biji.
Artinya, secara hitungan manusia mungkin saldo kita berkurang 2,5%, tapi secara "hitung-hitungan langit", keberkahan yang masuk bisa berlipat ganda. Keberkahan ini bisa wujudnya macam-macam: pelanggan yang loyal, karyawan yang jujur, hingga hati yang tenang meski pasar sedang gojang-ganjing.
Manfaat Nyata untuk Manajemen Bisnis
Percaya atau tidak, rutin berzakat secara tidak langsung memaksa kita menjadi pengusaha yang lebih profesional:
Disiplin Finansial: Karena harus menghitung zakat, Anda jadi rajin mencatat arus kas dan aset. Tidak ada lagi cerita "uang pribadi campur uang toko".
Reputasi Positif: Konsumen zaman sekarang lebih suka belanja di tempat yang punya kepedulian sosial. Bisnis yang amanah akan mendapatkan kepercayaan (trust) lebih tinggi.
Mentalitas Kelimpahan: Berzakat melatih mental pengusaha agar tidak merasa kekurangan, yang justru membuat kita lebih berani mengambil peluang baru.
Menebar Kebaikan Lewat BAZNAS Majalengka
Untuk Anda para pejuang UMKM di wilayah Majalengka, menyalurkan zakat kini lebih mudah dan transparan melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Dana yang terkumpul dikelola secara profesional untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui pelatihan skill dan bantuan modal usaha.
Artinya, zakat Anda turut membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat di sekitar kita. Saat tetangga kita berdaya, daya beli mereka meningkat, dan bisnis kita pun ikut merasakan manfaatnya.
Mari Berbagi, Mari Bertumbuh!
Jangan tunggu kaya raya untuk berzakat, tapi berzakatlah agar usaha Anda menjadi kaya dan berkah. Sekecil apa pun kebaikan yang kita tanam hari ini, akan memberikan dampak besar bagi masa depan umat.
Salurkan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) & DSKL Anda melalui:
Layanan Digital Cepat: kabmajalengka.baznas.go.id/bayarzakat
Transfer Rekening Resmi (a.n. BAZNAS Kab. Majalengka):
bjb Syariah: 5190251578128
bjb: 0132053634100
BRI: 004601002688563
BSI: 7313997272
#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaik #AmanahProfesionalTransparan #ZakatZamanNow #Majalengka #BAZNASMajalengka
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Gak Perlu Nunggu Jadi Sultan Buat Zakat! Emang Boleh?
Banyak yang mikir: "Nanti deh zakatnya kalau tabungan udah ratusan juta," atau "Tunggu punya rumah mewah dulu baru bayar zakat mal." Padahal, dalam Islam, kewajiban zakat itu bukan soal seberapa "Sultan" gaya hidup kamu, tapi soal apakah harta kamu sudah mencapai Nisab.
Apa Itu Nisab? (Spoiler: Gak Harus Miliaran!)
Nisab adalah "garis batas" minimal harta yang bikin kamu wajib zakat. Patokannya simpel: setara dengan nilai 85 gram emas.
Kalau total tabungan, emas, atau aset usaha kamu sudah mencapai nilai tersebut dan mengendap selama satu tahun (disebut Haul), maka kamu sudah wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% saja. Kecil banget, kan? Tapi dampaknya buat orang lain luar biasa!
Kenapa Gak Perlu Nunggu Kaya?
Sistem Distribusi yang Adil: Islam gak nunggu kamu jadi orang terkaya di dunia baru disuruh berbagi. Begitu kamu punya "kecukupan", saat itulah ada hak orang lain dalam hartamu.
Keberkahan > Jumlah: Harta yang berkah itu bukan soal digitnya banyak, tapi soal hati yang tenang. Zakat itu "membersihkan" harta sekaligus jiwa.
Self-Discipline: Membiasakan zakat sejak dini bikin kita lebih jago ngatur keuangan dan makin peka sama keadaan sekitar.
"Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah." — HR. Muslim
Zakat Zaman Now: Gak Ribet, Dampaknya Nyata!
Hari gini mau zakat gak perlu bingung. Lewat lembaga resmi seperti BAZNAS, dana zakat kamu dikelola secara profesional buat hal-hal keren:
Beasiswa buat adik-adik berprestasi.
Layanan kesehatan gratis.
Modal usaha buat UMKM biar mereka bisa mandiri.
Jadi, zakatmu bukan cuma kasih ikan, tapi juga kasih kailnya!
Siap Bersih-Bersih Harta?
Jangan tunda kebaikan sampai nanti. Kalau hartamu sudah sampai nisab, yuk tunaikan sekarang!
Salurkan Zakat, Infak, & Sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Kab. Majalengka:
Layanan Cepat: kabmajalengka.baznas.go.id/bayarzakat
Transfer Rekening Resmi (a.n. BAZNAS Kab. Majalengka):
bjb Syariah: 5190251578128
bjb: 0132053634100
BRI: 004601002688563
BSI: 7313997272
"Sekecil apa pun kebaikan yang kita tanam hari ini, akan memberikan dampak besar bagi masa depan umat."
#HartaBerkahJiwaSakinah #ZakatZamanNow #BAZNASMajalengka #AmalJariyah #MajalengkaHits
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Zakat: Bukan Pengurang Angka, Tapi Pelipat Ganda Keberkahan
Pernahkah terdetik di pikiran Anda, "Kalau saya keluarkan zakat sekarang, apakah tabungan saya akan cukup untuk kebutuhan bulan depan?"
Kekhawatiran ini manusiawi. Di tengah dinamika ekonomi dan perjuangan menjaga stabilitas dapur keluarga atau membesarkan usaha, rasa takut akan "kehilangan" harta seringkali muncul. Namun, mari kita ubah sudut pandang: Zakat bukanlah biaya, melainkan investasi langit yang paling aman.
1. Memahami Logika Langit: Matematika Keberkahan
Secara matematis manusia, $100 - 2,5 = 97,5$. Namun dalam kacamata iman, rumusnya berbeda. Rasulullah SAW dengan tegas bersabda bahwa sedekah (termasuk zakat) tidak akan mengurangi harta.
Keberkahan seringkali hadir dalam bentuk yang tidak melulu soal nominal:
Kesehatan yang Terjaga: Menghindarkan kita dari biaya rumah sakit yang tak terduga.
Ketenangan Batin: Menghilangkan kecemasan berlebih terhadap masa depan.
Peluang Baru: Pintu rezeki yang terbuka dari arah yang tidak disangka-sangka.
2. Menyucikan Harta, Menenangkan Jiwa
Sesuai Surah At-Taubah ayat 103, zakat berfungsi sebagai pencuci. Di dalam harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain yang dititipkan melalui tangan kita. Mengeluarkan zakat berarti mengembalikan hak tersebut kepada pemilik aslinya.
"Harta yang bersih adalah magnet bagi rezeki yang lebih besar dan lebih berkah."
3. Dampak Nyata untuk Majalengka
Zakat Anda bukan sekadar angka di buku tabungan lembaga zakat. Di BAZNAS Kabupaten Majalengka, setiap rupiah yang Anda tunaikan bertransformasi menjadi:
Pendidikan: Membuka jalan bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih mimpi.
Kesehatan: Layanan medis bagi mereka yang kesulitan biaya.
Pemberdayaan Ekonomi: Modal usaha bagi UMKM lokal agar bisa mandiri secara finansial.
Mari Beraksi: Zakat Zaman Now Lebih Mudah!
Jangan biarkan rasa takut menghalangi keberkahan Anda. Kini, berzakat di Kabupaten Majalengka semudah menggerakkan jempol. Kami hadir dengan pengelolaan yang Amanah, Profesional, dan Transparan.
Salurkan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) & DSKL Anda melalui:
???? Layanan Digital Cepat: kabmajalengka.baznas.go.id/bayarzakat
???? Transfer Rekening Resmi (a.n. BAZNAS Kab. Majalengka):
bjb Syariah: 5190251578128
bjb: 0132053634100
BRI: 004601002688563
BSI: 7313997272
"Sekecil apa pun kebaikan yang kita tanam hari ini, akan memberikan dampak besar bagi masa depan umat."
#HartaBerkahJiwaSakinah #PengelolaZakatTerbaik #AmanahProfesionalTransparan #ZakatZamanNow #Majalengka #BAZNASMajalengka #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Begini Cara Hitung Zakat Startup yang Belum Profit: Simulasi Nyata untuk Pelaku Bisnis
Istilah "Burning Money" atau bakar uang sudah sangat akrab di telinga para pendiri startup. Namun, meski laporan keuangan masih menunjukkan angka merah (belum profit), bukan berarti kewajiban berbagi melalui zakat otomatis gugur.
Untuk memberikan gambaran yang jelas bagi para pelaku usaha di Majalengka, BAZNAS menyusun simulasi perhitungan sederhana agar para pengusaha digital dapat mengukur kewajiban zakatnya secara mandiri.
Studi Kasus: Startup "Digital Majalengka Mandiri"
Mari kita asumsikan sebuah startup teknologi yang bergerak di bidang layanan jasa. Di tahun 2025, secara pembukuan mereka masih rugi karena biaya operasional yang tinggi. Namun, mereka memiliki aset lancar yang cukup baik.
Langkah 1: Menghitung Aset Bersih (Aktiva Lancar)
Zakat perusahaan tidak dihitung dari gedung atau laptop kantor, melainkan dari aset yang sifatnya likuid (lancar).
Saldo Kas & Bank: Rp150.000.000
Piutang Usaha (yang dipastikan cair): Rp50.000.000
Investasi Jangka Pendek: Rp25.000.000
Total Aset Lancar: Rp225.000.000
Langkah 2: Mengurangi Beban Jangka Pendek
Kewajiban perusahaan yang harus segera dibayar pada tahun tersebut harus dikurangkan terlebih dahulu.
Utang Gaji & Vendor: Rp40.000.000
Cicilan Utang Jangka Pendek: Rp10.000.000
Total Beban: Rp50.000.000
Maka, Kekayaan Bersih yang dihitung zakatnya adalah:
Rp225.000.000 - Rp50.000.000 = Rp175.000.000
Langkah 3: Cek Batas Minimum (Nisab)
Nisab zakat setara dengan 85 gram emas. Jika asumsi harga emas saat ini adalah Rp1.400.000/gram, maka batas minimalnya adalah Rp119.000.000.
Keputusan Syariah: Karena kekayaan bersih startup tersebut (Rp175 Juta) sudah melewati batas nisab (Rp119 Juta), maka perusahaan tersebut Wajib Menunaikan Zakat meskipun belum memiliki profit bersih.
Langkah 4: Hitung Nominal Zakat
Kadar zakat perusahaan adalah 2,5%.
Rp175.000.000 x 2,5% = Rp4.375.000
Jadi, startup "Digital Majalengka Mandiri" cukup menunaikan zakat sebesar Rp4.375.000 dalam setahun melalui BAZNAS.
Kesimpulan untuk Pengusaha
Zakat tidak akan membebani operasional perusahaan karena yang dihitung adalah kelebihan aset yang mengendap setelah dikurangi kewajiban-kewajiban mendesak. Dengan menunaikan zakat, startup tidak hanya mengejar growth atau pertumbuhan angka, tapi juga pertumbuhan keberkahan dan nilai kemanusiaan.
"Jangan tunggu profit untuk berbagi. Justru dengan berbagi melalui zakat, jalan menuju profit itu akan dibukakan dengan cara-cara yang berkah," pesan BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Butuh bantuan menghitung zakat perusahaan Anda? Kunjungi kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka atau konsultasikan melalui layanan daring kami untuk perhitungan yang lebih presisi sesuai kondisi laporan keuangan Anda.
Membangun Ekonomi Digital yang Beradab dan Berbagi.#agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Startup Belum Profit, Wajib Zakatkah? Simak Penjelasan Syariahnya!
Di era ekonomi digital, menjamurnya perusahaan rintisan atau startup membawa warna baru dalam lanskap bisnis di Indonesia, termasuk di Kabupaten Majalengka. Namun, model bisnis startup yang unik—di mana sering kali fokus pada ekspansi pengguna dan pengembangan produk sebelum mencetak laba—memunculkan pertanyaan menarik: Apakah perusahaan yang belum profit tetap wajib menunaikan zakat?
Menanggapi fenomena ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak para pegiat ekonomi digital untuk membedah kewajiban zakat perusahaan dari sudut pandang syariah yang moderat dan solutif.
Zakat Bukan Hanya Soal Laba, Tapi Tentang Aset
Banyak yang beranggapan bahwa zakat perusahaan hanya dihitung dari keuntungan bersih (profit). Padahal, dalam prinsip zakat perdagangan (tijarah), indikator utamanya adalah harta yang berkembang (an-nama) yang telah mencapai nisab (setara 85 gram emas) dan masa kepemilikan satu tahun (haul).
Bagi startup yang masih dalam tahap burning money atau belum menghasilkan laba, kewajiban zakat tetap bisa muncul jika:
Aset Lancar Signifikan: Perusahaan memiliki kas, investasi likuid, atau piutang lancar yang nilainya mencapai nisab.
Nilai Barang Dagangan: Inventori atau aset yang siap dikonversi menjadi nilai ekonomi telah memenuhi syarat minimal zakat.
"Zakat adalah instrumen distribusi ekonomi yang adil. Jika aset perusahaan sudah mencapai ambang batas meskipun secara pembukuan belum profit, maka ada hak fakir miskin di dalamnya sebesar 2,5%," jelas tim edukasi BAZNAS.
Fleksibilitas Syariah untuk Pelaku Usaha
Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Jika sebuah startup benar-benar berada di tahap awal dengan arus kas (cash flow) yang sangat terbatas dan total aset lancar belum mencapai nisab, maka kewajiban zakat belum berlaku.
Hal ini memberikan ruang bagi para founder untuk fokus membesarkan usahanya hingga mencapai stabilitas finansial. Namun, pemahaman mengenai literasi zakat ini perlu dibangun sejak dini agar keberkahan menyertai setiap langkah bisnis.
Mengapa Startup Harus Berzakat?
Dimensi Keberkahan: Sesuai ajaran Rasulullah SAW, harta tidak akan berkurang karena sedekah. Zakat justru memperkuat fundamental spiritual perusahaan.
Social Responsibility: Zakat menjadi bukti nyata bahwa perusahaan memiliki kepedulian sosial terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
Etika Bisnis Modern: Membangun budaya berbagi menciptakan citra positif di mata stakeholder dan konsumen.
Konsultasi Zakat Perusahaan di BAZNAS Majalengka
Bingung cara menghitung zakat perusahaan Anda? BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai mitra profesional bagi para pelaku usaha, baik konvensional maupun digital. Kami menyediakan layanan konsultasi dan perhitungan zakat yang transparan sesuai regulasi fikih kontemporer.
Mari jadikan bisnis kita tidak hanya tumbuh secara valuasi, tapi juga berkah secara nilai. Karena sukses sejati adalah saat kemajuan ekonomi kita mampu mengangkat derajat sesama.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka: Aman Syar'i, Aman Regulasi, Aman NKRI.
#agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Resmikan Gedung UPZ Bantarujeg, Ketua BAZNAS Majalengka Refleksikan 9 Bulan Pengabdian dengan Visi Kemandirian Mustahik
BANTARUJEG – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., meresmikan Gedung Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Bantarujeg pada Kamis (05/03/2026). Momentum peresmian ini sekaligus menjadi refleksi penting bagi perjalanan kepemimpinan beliau yang kini memasuki bulan ke-9 masa pengabdiannya.
Dalam sambutannya, H. Agus Asri mengajak seluruh pengelola zakat di tingkat kecamatan untuk menciptakan kemandirian ekonomi umat melalui program-program inovatif yang telah diinisiasi oleh BAZNAS Majalengka.
Cita-Cita Besar 9 Bulan Pengabdian
Visi untuk mengubah mustahik menjadi muzaki bukan sekadar retorika, melainkan harapan dan cita-cita besar yang terus diperjuangkan H. Agus Asri sejak hari pertama menjabat sebagai Ketua BAZNAS Majalengka. Menginjak usia 9 bulan masa kepemimpinannya, beliau semakin meneguhkan komitmen untuk membawa perubahan nyata dalam tata kelola zakat yang berorientasi pada kemandirian.
"Ini adalah cita-cita besar kita bersama. Dalam sembilan bulan pengabdian ini, saya terus memimpikan bagaimana ke depan, melalui program yang terukur, jumlah muzaki di Majalengka terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya kemandirian para mustahik kita," ungkap H. Agus Asri penuh optimisme.
Peran Strategis UPZ: Dari Fasilitator hingga Inisiator
Ketua BAZNAS menekankan bahwa keberadaan gedung baru di Bantarujeg ini harus menjadi motor penggerak bagi para pengelola UPZ untuk lebih proaktif. Beliau berharap UPZ tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi mampu hadir sebagai solusi bagi masyarakat.
“UPZ diharapkan dapat mengambil posisi strategis. Minimal sebagai fasilitator, namun jauh lebih baik jika mampu menjadi inisiator pemberdayaan para mustahik. Contoh konkretnya adalah dengan membina para pelaku UMKM atau kelompok usaha lokal di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Membangun Kemandirian Ekonomi Lokal
Program pemberdayaan yang didorong oleh BAZNAS difokuskan pada penguatan sektor produktif. Dengan pendampingan yang intensif dari pengelola UPZ, para penerima manfaat diharapkan memiliki sumber penghasilan yang stabil sehingga mampu mengangkat harkat ekonomi keluarga mereka secara mandiri.
Peresmian Gedung UPZ Bantarujeg ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Kabupaten dan unit di tingkat kecamatan. Melalui fasilitas yang representatif dan semangat pengabdian yang baru, BAZNAS Majalengka optimis visi masyarakat yang religius dan sejahtera dapat segera terwujud.
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka: Malam 17 Ramadhan Momentum Transformasi Spiritual dan Kepedulian Sosial
MAJALENGKA Memasuki malam ke-17 Ramadhan 1447 H, yang secara tradisi diyakini sebagai momen Nuzulul Qur’an, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., mengajak seluruh umat Muslim untuk melakukan refleksi mendalam.
Menurut H. Agus, peringatan turunnya Al-Qur'an bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat interaksi dengan kitab suci sebagai kompas kehidupan, terutama dalam dimensi sosial.
Al-Qur’an sebagai Penggerak Filantropi
Dalam keterangannya, H. Agus menekankan bahwa esensi dari mencintai Al-Qur'an adalah dengan mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya.
"Malam ke-17 Ramadhan adalah pengingat bahwa Al-Qur'an turun untuk membawa rahmat bagi semesta alam. Salah satu implementasi nyata dari rahmat tersebut adalah kepedulian kita terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah," ujar H. Agus.
Beliau menambahkan bahwa di tengah dinamika ekonomi saat ini, semangat Nuzulul Qur’an harus mampu menggerakkan kesadaran masyarakat untuk menjadi "muzakki" (pemberi zakat) yang tangguh guna membantu para "mustahik" (penerima zakat) keluar dari jerat kesulitan.
Tiga Makna Utama Malam 17 Ramadhan
H. Agus merangkum tiga poin utama dalam memaknai fase pertengahan Ramadhan ini:
Transformasi Diri: Menjadikan Al-Qur'an sebagai syifa (obat) bagi penyakit hati dan hudan (petunjuk) dalam setiap pengambilan keputusan.
Penyucian Harta: Mengingat kembali kewajiban Zakat Fitrah dan Zakat Mal sebagai instrumen pembersih jiwa dan harta di bulan suci.
Solidaritas Sosial: Mempererat tali ukhuwah Islamiyah dengan berbagi kebahagiaan kepada kaum dhuafa dan anak yatim di sisa hari Ramadhan.
Ajakan Menjelang Idul Fitri
Menutup pernyataannya, sosok yang juga dikenal sebagai mediator dan arbiter profesional ini mengimbau warga Majalengka untuk segera menunaikan zakatnya lebih awal melalui kanal-kanal resmi BAZNAS.
"Mari kita jadikan cahaya Al-Qur'an yang turun di malam ke-17 ini sebagai pemantik semangat untuk berbagi. Semakin cepat zakat disalurkan, semakin cepat saudara-saudara kita yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan menyambut hari kemenangan," pungkasnya.
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinkronisasi Data SIMBA, BAZNAS Majalengka Ikuti Raker Laporan Pengelolaan Zakat Nasional
MAJALENGKA – Dalam rangka memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan zakat, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., menghadiri Rapat Kerja (Raker) Laporan Pengelolaan Zakat Nasional (LPZN) tahun 2025 secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Jumat (06/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB ini merupakan agenda krusial bagi BAZNAS di seluruh tingkatan. Fokus utama pertemuan ini adalah melakukan validasi dan sinkronisasi data Laporan Kinerja yang telah diinput oleh BAZNAS Provinsi maupun BAZNAS Kabupaten/Kota melalui sistem aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS).
Fokus Validasi Data
Dalam arahannya, tim teknis pusat menekankan pentingnya akurasi data yang mencakup beberapa poin strategis, di antaranya:
Data Pengumpulan: Sinkronisasi total dana yang dihimpun.
Muzaki & Mustahik: Validasi jumlah pemberi zakat dan penerima manfaat.
Penyaluran: Kesesuaian antara dana yang keluar dengan program yang dijalankan.
Off-BS (Off-Balance Sheet): Pencatatan aktivitas pengelolaan yang tidak masuk dalam neraca utama.
Status Laporan Keuangan: Memastikan pelaporan telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Komitmen Akurasi Data
Wakil Ketua III, Embed Humed, M.Pd., menyampaikan bahwa BAZNAS Majalengka berkomitmen penuh untuk mengikuti kegiatan ini dengan seksama guna memastikan tidak ada diskrepansi data antara kondisi riil di lapangan dengan apa yang tercatat di sistem pusat.
"Validasi ini sangat penting. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, kami akan segera menyiapkan data autentik dan melakukan perbaikan melalui SIMBA agar laporan kinerja BAZNAS Majalengka tetap akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," ujar beliau di sela-sela kegiatan.
Melalui sinkronisasi ini, diharapkan tata kelola zakat nasional semakin terintegrasi, sehingga dampak pendayagunaan zakat bagi pengentasan kemiskinan, khususnya di Kabupaten Majalengka, dapat terukur dengan lebih baik.
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Kebaikan: Baznas Majalengka dan Mahasiswa Teknik UNMA Tebar Ratusan Paket Takjil Gratis
MAJALENGKA – Suasana sore di sepanjang jalan protokol depan Universitas Majalengka (UNMA) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga dan pengendara yang melintas disambut dengan senyum ramah para mahasiswa dan petugas yang membagikan paket berbuka puasa dalam aksi "Berbagi Takjil Gratis", Jumat (06/03).
Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka dengan Fakultas Teknik Universitas Majalengka. Sebanyak 200 paket snack, 6 karton susu, dan 200 cup ice tea ludes dibagikan kepada masyarakat dalam waktu singkat.
Kolaborasi Lintas Sektor
Aksi sosial ini tidak hanya melibatkan bantuan logistik, tetapi juga terjunnya personel secara langsung. Sebanyak 23 mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil UNMA bahu-membahu dengan tim internal Baznas Majalengka, termasuk Kepala Pelaksana, Kepala Kesekretariatan, Kepala Divisi Fundraising, hingga staf media.
Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kehadiran Baznas di tengah masyarakat, khususnya dalam menyemarakkan syiar di bulan berbagi.
"Kami sangat mengapresiasi semangat kolaborasi dari adik-adik mahasiswa Fakultas Teknik UNMA. Baznas Majalengka ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui pemberian takjil ini. Semoga ini menjadi keberkahan bagi para muzaki dan kebahagiaan bagi penerimanya," ujar Agus Asri Sabana.
Apresiasi dari Mahasiswa
Antusiasme warga yang tinggi menjadi kepuasan tersendiri bagi para mahasiswa yang terlibat. Perwakilan mahasiswa Teknik Sipil UNMA menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh yang diberikan oleh pihak Baznas.
"Kami mewakili rekan-rekan mahasiswa sangat berterima kasih kepada Baznas Majalengka yang telah memfasilitasi dan memberikan bantuan paket takjil ini. Dukungan ini memudahkan kami dalam menjalankan program pengabdian masyarakat. Semoga kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut di masa depan," ungkap salah satu perwakilan mahasiswa di sela-sela kegiatan.
Kegiatan berakhir menjelang waktu berbuka puasa dengan tertib. Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga zakat dan akademisi mampu menciptakan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Kepedulian, BAZNAS Majalengka dan FT UNMA Bagikan 600 Paket Takjil Gratis
MAJALENGKA Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terpancar nyata di sepanjang jalan protokol depan Universitas Majalengka (UNMA). Pada hari ini, mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Majalengka menggelar aksi sosial bertajuk "Berbagi Takjil", Jumat (06/03).
Dalam kegiatan ini, sebanyak 600 paket takjil ludes dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Aksi ini merupakan bentuk sinergi antara lembaga zakat dan institusi pendidikan untuk membantu sesama, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
Antusiasme Tinggi Warga di Jalur Protokol
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa. Meski arus lalu lintas cukup padat di jam pulang kantor, pembagian berlangsung tertib. Para mahasiswa dari Fakultas Teknik UNMA bersama petugas BAZNAS tampak sigap menyapa para pengendara motor, pengemudi angkutan umum, hingga pejalan kaki.
"Kegiatan ini bukan sekadar memberi makanan, tapi tentang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan jiwa sosial mahasiswa di tengah masyarakat," ujar salah satu perwakilan panitia dari Fakultas Teknik UNMA.
Sinergi untuk Kemanusiaan
Kolaborasi ini mendapat apresiasi positif dari warga. BAZNAS Majalengka berharap kegiatan serupa dapat terus menginspirasi instansi lain untuk saling bahu-membahu dalam kebaikan. Bagi Fakultas Teknik UNMA sendiri, agenda ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang nyata dan aplikatif.
Pihak penyelenggara memastikan bahwa pemilihan lokasi di depan kampus sangat strategis karena merupakan akses utama yang dilalui oleh berbagai lapisan masyarakat, sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran.
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ribuan Warga Padati Alun-Alun Majalengka, Syahdu dalam Balutan Dakwah Ustadz Hanan Attaki
MAJALENGKA Suasana khidmat menyelimuti jantung Kota Majalengka pada Jumat sore (6/3/2026). Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah tampak memadati Masjid Jamie Al-Imam dan area Alun-alun Majalengka untuk menghadiri Tabligh Akbar Festival Ramadhan (Festra) 2026.
Acara yang merupakan hasil kolaborasi apik antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka ini menjadi salah satu magnet utama bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.
Untaian Ilmu yang Menyejukkan Hati
Dimulai pukul 16.00 WIB, antusiasme jamaah sudah terlihat sejak siang hari. Kehadiran Ustadz Hanan Attaki sebagai penceramah utama memberikan daya tarik luar biasa, terutama bagi kalangan milenial dan Gen Z Majalengka. Dalam tausiyahnya, Ustadz Hanan menyampaikan pesan-pesan spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dibalut dengan gaya bahasa yang menyejukkan.
"Sangat berkesan. Ilmu yang disampaikan Ustadz Hanan terasa sangat dekat dengan kegelisahan kita sehari-hari, apalagi dilaksanakan di ruang terbuka seperti Alun-alun ini," ujar salah satu warga yang hadir.
Momen Puncak: Salat Maghrib di Bawah Langit Majalengka
Momen yang paling menyentuh perasaan terjadi saat azan Maghrib berkumandang. Ribuan jamaah membentuk barisan saf yang rapi, meluber hingga ke area terbuka Alun-alun.
Suasana berubah menjadi sangat syahdu ketika Ustadz Hanan Attaki bertindak langsung sebagai Imam salat Maghrib berjamaah. Bersujud bersama di bawah langit sore Majalengka menciptakan energi positif dan kedamaian yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.
Wujudkan Majalengka Langkung Sae
Selain sebagai sarana syiar Islam, Festival Ramadhan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga serta meningkatkan geliat ekonomi syariah di Kabupaten Majalengka.
Melalui semangat kebersamaan ini, terselip doa dan harapan agar energi positif yang terpancar dari acara ini membawa keberkahan bagi diri pribadi dan tanah kelahiran tercinta. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae!
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mudahkan Muzakki, BAZNAS Majalengka Hadirkan Layanan Jemput Zakat Maal Langsung ke Rumah
MAJALENGKA Kesibukan sehari-hari seringkali menjadi kendala bagi umat Muslim untuk menunaikan kewajiban zakat tepat waktu. Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali mensosialisasikan program Layanan Jemput Zakat guna memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para muzakki (pembayar zakat).
Melalui layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi repot meluangkan waktu untuk datang langsung ke kantor BAZNAS. Cukup dengan menghubungi kontak layanan resmi, amil BAZNAS akan datang langsung ke lokasi yang ditentukan dengan penuh amanah.
Zakat Maal: Membersihkan Harta, Melipatgandakan Berkah
Zakat Maal merupakan kewajiban atas harta yang dimiliki oleh seorang Muslim setelah mencapai syarat nisab (batas minimum jumlah harta) dan haul (masa kepemilikan satu tahun). Pihak BAZNAS Majalengka mengingatkan bahwa dalam harta yang kita miliki, terdapat hak orang lain yang harus disalurkan agar harta tersebut menjadi bersih dan penuh keberkahan.
Adapun jenis harta yang termasuk dalam kategori Zakat Maal meliputi:
Logam Mulia: Emas, perak, dan logam mulia lainnya.
Finansial: Uang tunai dan surat berharga.
Sektor Usaha: Perniagaan, pertambangan, dan perindustrian.
Sektor Alam: Pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.
Profesi: Pendapatan dan jasa (zakat penghasilan).
Rikaz: Barang temuan.
"Kami ingin memastikan bahwa jarak dan waktu bukan lagi penghalang bagi warga Majalengka untuk menunaikan kewajiban agamanya. Petugas kami siap menjemput amanah tersebut dan memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan," tulis pernyataan resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Cara Mengakses Layanan Jemput Zakat
Bagi masyarakat Kabupaten Majalengka yang ingin menggunakan layanan ini, dapat menghubungi kanal komunikasi berikut:
WhatsApp/Telepon: 0853-2488-8813
Email: [email protected]
Dengan tagline "Menjemput Amanah, Menebar Manfaat", BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan antara muzakki dan mustahik, demi mewujudkan kesejahteraan umat di wilayah Kabupaten Majalengka.
Jangan tunda lagi, bersihkan harta sekarang untuk keberkahan hari esok!
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Penyerahan bantuan SARAGA SMPN 1 Kadipaten, Kec. Kadipaten, Kab. Majalengka.
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sarana ibadah di lingkungan pendidikan. Melalui program SARAGA (Sarana Keagamaan), Baznas menyerahkan bantuan stimulan untuk SMPN 1 Kadipaten pada Jumat (06/03).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Ketua II Baznas Majalengka, Wahyudin, M.Pd., bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor Baznas Kabupaten Majalengka.
Mendukung Kenyamanan Beribadah Siswa
Bantuan ini ditujukan untuk membantu perbaikan atau pengadaan sarana keagamaan di SMPN 1 Kadipaten. Wahyudin menyampaikan bahwa bantuan SARAGA merupakan salah satu program unggulan yang fokus pada pembenahan fasilitas spiritual di sekolah maupun masjid/mushola di wilayah Kabupaten Majalengka.
"Kami berharap bantuan ini dapat memicu semangat gotong royong di lingkungan sekolah dan tentunya meningkatkan kenyamanan para siswa serta guru dalam menjalankan ibadah," ujar Wahyudin saat menyerahkan bantuan secara simbolis.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Perwakilan dari SMPN 1 Kadipaten mengungkapkan rasa terima kasihnya atas respon cepat dari Baznas Majalengka. Bantuan ini dinilai sangat berarti dalam menunjang kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan pembentukan karakter religius siswa di sekolah.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola Baznas Majalengka untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan keagamaan di Kecamatan Kadipaten.
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Penyerahan bantuan UMKM an. Abun Desa Werasari Kec. Malausma diwakili oleh anaknya
MALAUSMA Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kali ini, manfaat tersebut dirasakan oleh Bapak Abun, seorang pelaku UMKM asal Desa Werasari, Kecamatan Malausma, Jumat (06/03/2026).
Lantaran satu dan lain hal, penyaluran bantuan modal usaha tersebut diwakili oleh anak dari Bapak Abun. Kehadiran perwakilan keluarga ini tidak mengurangi khidmatnya prosesi penyerahan bantuan yang bertujuan untuk mendorong geliat ekonomi di tingkat desa tersebut.
Poin Utama Penyaluran Bantuan:
Penerima: Bapak Abun (Warga Desa Werasari).
Penyalur: Baznas Kabupaten Majalengka.
Tujuan: Stimulus modal usaha untuk pengembangan UMKM mandiri.
Lokasi: Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka.
"Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi para pelaku usaha kecil di pelosok desa agar tetap produktif dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga," ujar perwakilan Baznas dalam keterangannya.
Dukungan untuk Ekonomi Lokal
Program bantuan UMKM dari Baznas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Majalengka melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. Desa Werasari, yang memiliki potensi ekonomi kerakyatan cukup besar, menjadi salah satu titik fokus perhatian dalam program pemberdayaan tahun ini.
Pihak keluarga Bapak Abun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian Baznas Majalengka. Bantuan ini rencananya akan digunakan untuk menambah modal operasional dan meningkatkan kapasitas produksi usaha yang selama ini ditekuni.
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Sajadah Basah di Bawah Langit Majalengka: Ketika Wahyu Memanggil Nurani Zakat
Saat lembayung senja perlahan pudar di ufuk barat, meninggalkan jejak kemerahan yang tenang di langit Majalengka, sebuah kesunyian yang agung mulai merayap. Di sela deru angin dari kaki Gunung Ciremai, suara adzan Magrib bersahut-sahutan—mengalun khidmat dari menara megah Masjid Agung Al-Imam hingga menembus celah-celah surau bambu di pelosok desa.
Malam ini, Jumat malam, 6 Maret 2026, bukan sekadar pergantian waktu. Ini adalah malam ke-17 Ramadhan 1447 H, saat semesta kembali mengenang detik-detik ketika langit "berbicara" kepada bumi melalui wahyu di Gua Hira.
Iqra’: Membaca Luka, Menjemput Cahaya
Nuzulul Qur’an bukan sekadar perayaan sejarah yang usai dibaca. Di dalamnya ada perintah Iqra’—"Bacalah!". Namun malam ini, biarkan hati kita tidak hanya membaca lembaran mushaf yang harum, tapi juga membaca realitas di sekitar kita.
Di balik gemerlap lampu kota Majalengka, masih ada tangan-tangan renta yang gemetar memegang piring kosong. Masih ada anak-anak yatim yang menatap langit dengan mimpi yang terkubur oleh himpitan ekonomi. Cahaya wahyu mengajarkan kita bahwa kesalehan sejati tidak hanya diukur dari dahi yang sujud, melainkan dari tangan yang terulur.
Sebab, apalah arti lantunan ayat suci jika telinga kita tuli terhadap rintihan sesama? Al-Qur'an diturunkan sebagai mukjizat pembebasan, dan belenggu terberat yang ingin diputuskannya adalah belenggu kemiskinan yang merampas martabat manusia.
Zakat: Jembatan Kasih dari Langit ke Bumi
Dalam setiap tarikan napas kita di malam suci ini, ada pesan eksplisit dari langit: Shalat dan Zakat. Keduanya tak terpisahkan, bak sepasang sayap yang membawa kita terbang menuju ridha-Nya. Inilah esensi dari tema "Zakat Menguatkan Indonesia".
Kekuatan bangsa ini tidak hanya dibangun di atas menara-menara tinggi, tapi ditopang oleh kekuatan ekonomi yang merata hingga ke bilik-bilik rumah dhuafa. Zakat adalah wujud cinta yang paling sistematis. Ia adalah blueprint tatanan sosial yang adil, di mana harta tidak hanya berputar di tangan orang-orang kaya, namun mengalir deras membasahi dahaga mereka yang kekurangan.
Dari Tanah Majalengka, Mengukir Senyum Nusantara
Kabupaten Majalengka bukan hanya sekadar koordinat geografi, ia adalah tanah tempat etos kerja dan religiusitas menyatu. Potensi zakat di tanah ini adalah harapan bagi mereka yang hampir putus asa.
Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka, setiap rupiah zakat yang Anda tunaikan adalah setetes embun bagi jiwa-jiwa yang kering. Ia bertransformasi menjadi buku di tangan anak sekolah, menjadi modal usaha bagi pedagang kecil, dan menjadi obat bagi mereka yang terbaring sakit.
Di malam Nuzulul Qur’an yang syahdu ini, saat pintu-pintu langit terbuka lebar, mari kita bersimpuh lebih lama. Biarkan air mata penyesalan berubah menjadi tekad untuk berbagi. Karena dari Majalengka, dari zakat yang kita tunaikan dengan tulus, kita sedang membangun fondasi Indonesia yang lebih kuat, lebih hangat, dan lebih bermartabat.
Sebab pada akhirnya, harta yang kita simpan akan menjadi debu, namun harta yang kita zakatkan akan menjadi cahaya yang menuntun kita pulang.
Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah terbaik Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Mari Menjadi Bagian dari Cahaya Al-Qur'an.
BERITA06/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Wujudkan Majalengka Langkung Sae, BAZNAS Majalengka Fasilitasi Kolaborasi Strategis Empat Lembaga Nasional & Internasional
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan tajinya dalam memperkuat jaring pengaman sosial. Di bawah komando H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., BAZNAS Majalengka sukses menjembatani kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan empat lembaga besar lintas sektor.
Langkah ini diambil sebagai upaya konkret memperluas jangkauan program sosial yang inklusif, mulai dari perlindungan lansia hingga pendidikan anak usia dini.
Empat Pilar Kolaborasi Strategis
Kerja sama yang difasilitasi oleh Ketua BAZNAS Majalengka ini melibatkan institusi-institusi kunci, di antaranya:
Direktorat Rehabilitasi Lansia Kementerian Sosial RI: Fokus pada perlindungan dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung: Pengembangan SDM dan pendampingan kesejahteraan sosial berbasis klinis.
SEAMEO CECCEP: Organisasi menteri pendidikan se-Asia Tenggara yang fokus pada pendidikan anak usia dini dan pola asuh (parenting).
NGO Inovasi Muda: Mendorong keterlibatan anak muda dalam gerakan inovasi sosial.
Komitmen Nyata Melalui MoU
Sebagai bentuk keseriusan, sinergi ini akan segera diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara keempat lembaga tersebut dengan Bupati Majalengka. Dokumen ini akan menjadi landasan hukum sekaligus peta jalan agar program-program yang dijalankan memiliki dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
"Semoga sinergi ini menjadi penguat gerakan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, serta menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana.
Apresiasi dari Bupati Majalengka
Bupati Majalengka memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja H. Agus Asri Sabana yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Kolaborasi. Perannya sebagai narahubung (liaison) dinilai sangat efektif dalam menyatukan visi berbagai lembaga nasional maupun internasional dengan kebutuhan daerah.
Segala langkah strategis ini merupakan bagian dari visi besar untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae (Majalengka yang lebih baik), di mana pembangunan tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga kemuliaan martabat warganya.
#BaznasMajalengka #SinergiKebaikan #KolaborasiUntukUmat #MajalengkaLangkungSae
BERITA05/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk Semarak Ramadhan Masjid Agung Al-Imam
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menunjukkan dukungannya terhadap syiar keagamaan di bulan suci Ramadhan. Pada Kamis (05/03/2026), BAZNAS Majalengka secara resmi menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan "Semarak Ramadhan" yang diselenggarakan oleh Masjid Agung Al-Imam Kabupaten Majalengka.
Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan langsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Majalengka pada pukul 11.50 WIB. Bantuan diserahkan oleh Kepala Divisi (Kadiv) Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Uju Juhara, S.Pd., kepada perwakilan panitia Masjid Agung Al-Imam.
Dukungan untuk Syiar Islam
Dalam kesempatan tersebut, Uju Juhara menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung kemakmuran masjid, khususnya Masjid Agung Al-Imam yang menjadi ikon religi di Kabupaten Majalengka.
"Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan bantuan untuk menyukseskan rangkaian kegiatan Semarak Ramadhan di Masjid Agung Al-Imam. Kami berharap bantuan ini dapat mengoptimalkan pelayanan ibadah dan kegiatan sosial keagamaan bagi masyarakat Majalengka selama bulan suci," ujar Uju Juhara.
Sinergi di Bulan Suci
Program Semarak Ramadhan di Masjid Agung Al-Imam sendiri direncanakan akan diisi dengan berbagai kegiatan positif, mulai dari kajian rutin, penyediaan takjil, hingga kegiatan santunan. Sinergi antara BAZNAS dan institusi keagamaan seperti Masjid Agung Al-Imam diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS.
Penyerahan berlangsung dengan khidmat dan tertib, menandai kesiapan kedua belah pihak dalam menyambut dan mengisi bulan Ramadhan 1447 H dengan berbagai kemanfaatan bagi umat.
BERITA05/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
