WhatsApp Icon
Apresiasi Capaian Pemkab Majalengka, BAZNAS Komitmen Dukung Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan

MAJALENGKA  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka atas diraihnya penghargaan dari Pikiran Rakyat sebagai “Institusi Pemerintah Daerah Peduli Tata Kelola Lingkungan.”

Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata atas komitmen kolektif jajaran pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Capaian ini sekaligus mempertegas langkah nyata menuju visi Majalengka yang Langkung SAE.

Selaras dengan Visi Nasional dan Program Daerah

Keberhasilan ini dinilai sangat relevan dengan arah kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Di tingkat lokal, visi tersebut diimplementasikan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui program unggulan GEBER JUM’AT (Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jum’at).

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyatakan bahwa sinergi antara pengelolaan lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan adalah kunci keberkahan daerah.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Majalengka. Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan gotong royong seluruh pihak. BAZNAS Majalengka akan terus berdiri beriringan dengan pemerintah untuk memastikan lingkungan tetap terjaga melalui dukungan program-program berbasis pemberdayaan dan kepedulian masyarakat," ungkap H. Agus Asri Sabana.

Peran Aktif BAZNAS dalam Pelestarian Lingkungan

Sebagai lembaga non-struktural, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mengintegrasikan program pendayagunaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) dengan upaya pelestarian lingkungan. Beberapa langkah strategis yang dijalankan meliputi:

  • Aksi Kebersihan Lingkungan: Melibatkan Para Amilin , relawan  dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah secara berkala.

  • Pengelolaan Sampah: Mendorong edukasi pengelolaan limbah domestik untuk meminimalisir dampak lingkungan di tingkat internal kantor dan keluarga.

  • Pengelolaan Zakat Profesional: Memastikan dana umat dikelola secara transparan untuk kesejahteraan masyarakat, yang mencakup aspek kesehatan lingkungan hidup.

Ajakan Gotong Royong

Melalui momentum prestasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang.

Mari bersama-sama kita jaga bumi, mulai dari langkah kecil di lingkungan sendiri, demi terwujudnya Majalengka yang semakin bersih, nyaman, dan Langkung SAE.


#IndonesiaASRI #GeberJumat #BAZNASMajalengka #SaekeunMajalengka #LingkunganHidup #AgusAsriSabana

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Pelepasan Calon Jemaah Haji 1447 H: Ketua BAZNAS Majalengka Turut Antar Tamu Allah ke Tanah Suci

MAJALENGKA Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Halaman Gedung Pendopo Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka pada Sabtu (25/04/2026). Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., hadir langsung dalam seremoni pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Majalengka Tahun 1447 H / 2026 M.

Kehadiran pimpinan BAZNAS ini merupakan bentuk dukungan moril sekaligus komitmen lembaga dalam mengiringi langkah para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima. Dalam kesempatan tersebut, H. Agus Asri Sabana didampingi oleh Ketua Dewan Pengawas dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Rincian Keberangkatan Kloter KJT-06

Berdasarkan laporan resmi dari Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, total jemaah haji asal Majalengka tahun ini mencapai 729 orang. Khusus untuk pemberangkatan Kloter KJT-06, tercatat data sebagai berikut:

  • Jemaah Awal: 439 orang.

  • Kondisi Mutakhir: 2 jemaah wafat sebelum keberangkatan.

  • Total Jemaah Berangkat: 437 orang.

  • Petugas: 4 Petugas Kloter dan 2 Petugas Haji Daerah (PHD).

  • Total Keseluruhan: 443 orang (212 Laki-laki & 231 Perempuan).

Dukungan dan Doa dari BAZNAS

Ketua BAZNAS Majalengka menyampaikan bahwa momen ini adalah perjalanan spiritual yang luar biasa. Ia berharap para jemaah dapat fokus beribadah dan menjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci.

"Kami hadir untuk memberikan dukungan doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana.

Prosesi Pelepasan oleh Pimpinan Daerah

Prosesi pelepasan secara resmi dilakukan oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., didampingi Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka.

Bupati dalam sambutannya berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga nama baik daerah dan saling tolong-menolong antar sesama jemaah selama berada di Arab Saudi. Acara ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati, mengiringi bus jemaah yang mulai bergerak meninggalkan Pendopo menuju bandara.

Semoga seluruh tamu Allah SWT asal Kabupaten Majalengka senantiasa dalam lindungan-Nya dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna.


#BAZNASMajalengka #Haji1447H #TamuAllah #Majalengka #PelepasanHaji2026 #InfoMajalengka #KemenagMajalengka #PelayananUmat #HajiMabrur #JawaBarat

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Momen Emosional di Reuni Akbar MAN Talaga: Ketua BAZNAS Majalengka Pulang Kampung, Salurkan Beasiswa Pendidikan

MAJALENGKA – Gurauan hangat dan pelukan rindu mewarnai Aula MAN 1 Majalengka pada Sabtu (25/04/2026). Ratusan alumni dari lintas generasi berkumpul dalam tajuk Halal Bihalal dan Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) MAN Talaga. Namun, di balik keriuhan nostalgia tersebut, hadir sebuah aksi nyata yang menyentuh sektor pendidikan.

Hadir di tengah-tengah acara, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Kehadirannya kali ini bukan sekadar tamu undangan protokoler, melainkan sebagai seorang "anak yang pulang ke rumah". H. Agus merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995.

Pertemuan Para Tokoh dan Guru Bangsa

Suasana haru memuncak saat alumni angkatan 1993, 1994, dan 1995 bersimpuh memberikan penghormatan kepada guru-guru mereka. Hadir pula Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., sosok guru idola yang kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka.

Dalam sambutannya yang sarat akan refleksi, H. Agus mengenang masa-masa menimba ilmu di madrasah sebagai fondasi utama karakter dan spiritualitasnya saat ini.

"Ketika amanah menakhodai BAZNAS diberikan kepada saya, tekad saya hanya satu: mentasharufkan dana zakat, infaq, dan sedekah seamanah mungkin. Saya ingin memastikan setiap rupiah dari para muzakki menjadi manfaat nyata, terutama bagi masa depan pendidikan anak-anak kita di Majalengka," tutur H. Agus dengan nada bergetar.


Aksi Nyata: Beasiswa Rp 5 Juta untuk Generasi Penerus

Sebagai wujud kepedulian terhadap almamater, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan senilai total Rp 5.000.000,-. Bantuan ini diberikan kepada lima siswa berprestasi namun membutuhkan, dengan masing-masing menerima Rp 1.000.000,-.

Tak hanya itu, kemeriahan acara ditambah dengan penyerahan kadeudeuh dari para alumni untuk para guru dan almamater. Hal ini menjadi simbol terima kasih yang mendalam atas jasa para pendidik yang telah mencetak putra-putri terbaik daerah.

MAN 1 Majalengka: Pelopor Gerakan ZIS

Perlu diketahui, MAN 1 Majalengka saat ini berdiri sebagai Madrasah Percontohan Gerakan ZIS di Kabupaten Majalengka. Melalui program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli), madrasah ini membuktikan bahwa budaya berbagi bisa dipupuk sejak dini di lingkungan sekolah.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh keluarga besar MAN 1 Majalengka. Bantuan yang diberikan diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus mengejar mimpi tanpa perlu merasa gentar oleh kendala biaya.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #BerbagiItuIndah

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Alumni dan Kepedulian Umat: BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa di Reuni Akbar MAN 1 Talaga

MAJALENGKA Momen penuh kenangan dalam acara Halal Bihalal dan Reuni Akbar IKA MAN Talaga (MAN 1 Majalengka) lintas angkatan 1994, 1995, dan 1996 menjadi semakin bermakna dengan adanya aksi nyata kepedulian sosial. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Majalengka tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi para siswa, Sabtu (25/04/2026).

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai pimpinan lembaga, namun juga sebagai bentuk pengabdian kepada almamater yang telah membentuk karakter dan spiritualitasnya.

Daftar Penerima Bantuan Stimulan Pendidikan

Dalam suasana reuni yang penuh kekeluargaan, BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan dengan total nilai Rp 5.000.000,-. Bantuan tersebut diberikan kepada lima orang siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial, dengan nominal masing-masing sebesar Rp 1.000.000,-. Adapun para penerima bantuan tersebut adalah:

  1. Tika (Sindang, Cikijing)

  2. Agung (Cimangguhilir, Bantarujeg)

  3. Dwi Khofifah (Cibeureum, Talaga)

  4. Sida Nurul (Kagok, Banjaran)

  5. Azmi (Jatipamor, Talaga)

H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola BAZNAS harus memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya di bidang pendidikan.

"Alhamdulillah, bertepatan dengan momen silaturahmi angkatan 94, 95, dan 96 ini, BAZNAS dapat berkontribusi untuk membantu siswa-siswi MAN 1 Majalengka. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dititipkan para muzakki menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus belajar tanpa harus terhambat kendala biaya," ujar H. Agus.

Disaksikan Pimpinan Kemenag dan Para Guru

Prosesi penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., yang juga merupakan sosok guru yang sangat dihormati oleh para alumni. Kehadiran beliau menambah kekhidmatan acara yang mempertemukan guru dan murid lintas generasi tersebut.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat memicu semangat gotong royong di kalangan alumni untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Majalengka. Langkah ini sejalan dengan visi "Majalengka Langkung Sae", di mana kesejahteraan masyarakat dibangun melalui sinergi berbagai pihak dan pengelolaan zakat yang profesional serta transparan.

Acara penyerahan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan MAN 1 Majalengka dan keberkahan bagi para muzakki yang telah mempercayakan pengelolaan dananya melalui BAZNAS.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #AlumniPeduli

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Lepas Kloter KJT-06, Ketua BAZNAS Majalengka: Fokus Ibadah, Jaga Kesehatan, dan Raih Kemabruran

MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memberikan respon positif dan apresiasi mendalam atas lancarnya prosesi pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Majalengka Kloter KJT-06. Acara yang berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Pemda Majalengka pada Sabtu (25/04/2026) ini menjadi tonggak awal perjalanan spiritual ratusan tamu Allah menuju Tanah Suci.

Respon Terhadap Dinamika Jemaah

Menanggapi laporan mengenai adanya dua jemaah yang wafat sebelum keberangkatan sehingga total jemaah Kloter KJT-06 menjadi 437 orang (ditambah 6 petugas), H. Agus Asri Sabana menyampaikan rasa duka citanya sekaligus memberikan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Kami mendoakan para jemaah yang telah berpulang ke rahmatullah sebelum sempat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Insya Allah, niat tulus mereka sudah dicatat sebagai pahala haji di sisi Allah SWT," ungkapnya saat ditemui di lokasi pelepasan.

Pesan Khusus untuk Jemaah

Dalam respon resminya, Ketua BAZNAS menekankan pentingnya ketahanan fisik dan kemurnian niat. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan stamina prima, terutama menghadapi perbedaan cuaca di Arab Saudi.

"Pesan saya kepada seluruh jemaah, khususnya Kloter KJT-06, fokuslah pada rangkaian ibadah. Jaga kesehatan, perbanyak minum air putih, dan saling menjaga satu sama lain antar sesama jemaah asal Majalengka," tuturnya.

Untaian Doa untuk Keselamatan

Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS, termasuk Ketua Dewan Pengawas dan Sekretaris BAZNAS, merupakan bentuk dukungan spiritual kolektif. H. Agus Asri Sabana pun memimpin harapan agar perjalanan ini menjadi perjalanan yang berkah.

"Kami senantiasa mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah SWT agar seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam setiap tahapan rukun dan wajib haji. Semoga selamat sampai di tujuan, sehat selama menjalankan ibadah, dan kembali ke tanah air dengan predikat Haji yang Mabrur serta membawa perubahan positif bagi diri dan lingkungan," pungkasnya.

Prosesi ini ditutup dengan suasana penuh haru saat bus jemaah mulai diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Majalengka beserta jajaran Forkopimda, diiringi lambaian tangan dan doa restu dari seluruh tamu undangan yang hadir.


#BAZNASMajalengka #ResponKetuaBAZNAS #Haji2026 #KloterKJT06 #TamuAllah #DoaUntukJemaah #MajalengkaLangkungSae #HajiMabrur #InfoHajiMajalengka 

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I

Berita Terbaru

BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Ponpes Daarul Ibtida Sadasari
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Ponpes Daarul Ibtida Sadasari
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sarana pendidikan Islam di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada Senin (20/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan sarana keagamaan untuk Pondok Pesantren Daarul Ibtida yang berlokasi di Desa Sadasari, Kecamatan Argapura. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., kepada perwakilan pengurus Pondok Pesantren Daarul Ibtida. Komitmen Meningkatkan Kenyamanan Ibadah dan Belajar Dalam kesempatan tersebut, H. Idi Purnama menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program Majalengka Takwa yang bertujuan untuk memastikan fasilitas keagamaan di pesantren layak dan memadai bagi para santri. "Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan titipan dari para muzaki berupa bantuan sarana keagamaan untuk Ponpes Daarul Ibtida. Kami berharap bantuan ini dapat menunjang aktivitas dakwah dan kegiatan belajar mengajar di pesantren, sehingga para santri dapat menimba ilmu dengan lebih nyaman dan khusyuk," ujar H. Idi Purnama. Beliau juga menambahkan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas BAZNAS dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat untuk dikembalikan kepada umat yang membutuhkan. Apresiasi dari Pihak Pesantren Pihak perwakilan Pondok Pesantren Daarul Ibtida menyambut baik dan menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka. "Kami atas nama keluarga besar Ponpes Daarul Ibtida mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Majalengka dan para muzaki. Bantuan ini sangat berarti bagi pengembangan sarana di tempat kami. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi kemajuan BAZNAS di Majalengka," ungkap perwakilan pesantren. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan keagamaan semakin kuat demi mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius dan berakhlakul karimah. #BAZNASMajalengka #MajalengkaTakwa #ZakatTumbuhBermanfaat #PonpesDaarulIbtida #SadasariArgapura #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan
BERITA20/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan dan Program Rutilahu di Desa Cihaur
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan dan Program Rutilahu di Desa Cihaur
MAJA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sarana keagamaan dan kesejahteraan hunian masyarakat. Pada Senin pagi (20/04/2026), Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyerahkan secara simbolis bantuan Sarana Keagamaan (Saraga) untuk Pondok Pesantren Anwarul Huda, Desa Cihaur, Kecamatan Maja. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Anwarul Huda, Ustaz Mustaqim Azis Husni. Prosesi penyerahan ini berlangsung dengan khidmat di kediaman Bapak Herman, warga setempat yang juga tercatat sebagai penerima manfaat program Rumah Layak Huni (RLHB) dari BAZNAS. Sinergi dengan Pemerintah Desa Kegiatan penyerahan ini turut disaksikan oleh pihak Pemerintah Desa Cihaur yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dusun setempat. Kehadiran pihak desa menegaskan adanya sinergi yang kuat antara BAZNAS dan aparatur kewilayahan dalam memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya stimulan untuk meningkatkan kualitas fasilitas ibadah dan pendidikan di lingkungan pesantren serta perbaikan infrastruktur hunian warga. "Kami berharap bantuan sarana keagamaan ini dapat menunjang aktivitas belajar mengajar di Ponpes Anwarul Huda. Di saat yang sama, kehadiran kami di sini juga untuk memastikan dimulainya program perbaikan rumah Bapak Herman agar segera menjadi hunian yang layak dan sehat," ujar Uuh Patulloh. Apresiasi dari Penerima Manfaat Pimpinan Ponpes Anwarul Huda, Mustaqim Azis Husni, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian nyata yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka kepada masyarakat Desa Cihaur melalui bantuan Saraga dan program RLHB. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Majalengka. Bantuan Saraga ini sangat berarti bagi kelancaran kegiatan di pondok. Selain itu, kami juga sangat terharu dengan adanya bantuan RLHB bagi Bapak Herman. Ini adalah bukti nyata kehadiran zakat dalam membantu meringankan beban umat," ungkap Mustaqim. Penyerahan bantuan ini menegaskan peran BAZNAS sebagai lembaga yang amanah dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan masyarakat di Kabupaten Majalengka, sejalan dengan visi pembangunan daerah. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #ProgramSaraga #RutilahuBAZNAS #PonpesAnwarulHuda #MajaBerbagi #Kemanusiaan #ZakatPemberdayaan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Air Mata Haru di Desa Cihaur: BAZNAS Majalengka Wujudkan Mimpi Rumah Layak bagi Pak Herman yang Terbaring Sakit
Air Mata Haru di Desa Cihaur: BAZNAS Majalengka Wujudkan Mimpi Rumah Layak bagi Pak Herman yang Terbaring Sakit
MAJALENGKA Di balik dinding-dinding yang kian rapuh dan atap yang nyaris runtuh, tersimpan sebuah perjuangan hidup yang menyesakkan dada. Pada Rabu (20/04/2026), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka hadir membawa setitik cahaya bagi Bapak Herman, seorang warga Desa Cihaur, Kecamatan Maja, melalui penyaluran bantuan Program Rumah Layak Huni (RLHB). Hidup dalam Bayang-Bayang Kerapuhan Kondisi Bapak Herman sangat memprihatinkan. Penyakit pembengkakan paru-paru telah merampas kekuatannya, memaksanya hanya bisa terdiam dan pasrah di dalam rumah. Keinginan kuatnya untuk beribadah ke masjid atau sekadar mencangkul di sawah seringkali berakhir pilu; ia kerap jatuh pingsan sebelum kaki sempat melangkah jauh atau cangkul menyentuh tanah. Kini, ia hanya bisa menggantungkan hidup pada sang istri, seorang pejuang keluarga yang setiap dini hari menembus dinginnya malam untuk berjualan sayuran di Pasar Maja. Ketidaberdayaan itu semakin lengkap dengan kondisi rumah mereka yang nyaris ambruk. Langit-langit rumah hanya tertutup plastik seadanya untuk menghalau debu, sementara dua kamar tidur telah ditinggalkan karena atapnya yang sudah rusak parah. Ancaman di Balik Atap yang Lapuk Ada kisah mencekam yang diceritakan sang istri kepada Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, saat kunjungannya. Di tengah kondisi atap yang rapuh, mereka pernah dikejutkan oleh kehadiran seekor ular berbisa yang bersarang di sana. Karena kondisi atap yang membahayakan untuk dinaiki, sang anak, Ade, terpaksa meminjam senapan mimis milik tetangga untuk melumpuhkan ancaman tersebut demi keselamatan nyawa mereka. Amanah Muzaki untuk "Majalengka Langkung Sae" Hadir langsung di kediaman Bapak Herman karena kondisi fisik sang penerima yang tidak memungkinkan untuk datang ke kantor, Drs. Uuh Patulloh menyerahkan bantuan RLHB dengan penuh takzim. "Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan amanah dari para muzaki. Ini adalah bukti nyata bahwa zakat, infak, dan sedekah masyarakat kembali untuk menolong sesama. Program ini juga merupakan bentuk perhatian nyata dari Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang senantiasa memantau agar bantuan sosial tepat sasaran demi mewujudkan Majalengka Langkung Sae," ujar Drs. Uuh Patulloh. Beliau menegaskan bahwa RLHB bukan sekadar bantuan bangunan, melainkan upaya memberikan martabat, keamanan, dan kesehatan bagi warga yang kurang mampu. Haru yang Memecah Suasana Isak tangis haru tak membendung saat Bapak Herman menerima bantuan tersebut. Dengan suara yang terbata karena kondisi fisiknya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BAZNAS Majalengka dan para donatur yang telah peduli pada nasib keluarganya. Melalui pendistribusian yang ketat secara administrasi dan syariat, BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menekan angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Majalengka. Setiap rupiah zakat yang dititipkan menjadi fondasi harapan bagi mereka yang hampir putus asa. #BAZNASMajalengka #MajalengkaPeduli #RLHB #ZakatMensejahterakan #InfoMajalengka #Cihaur #Maja #Kemanusiaan #ZakatPemberdayaan #MajalengkaLangkungSae #BupatiMajalengka #EmanSuherman
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Buka Program Berkurban Bersama BAZNAS 1447 H: Wujudkan Kepedulian Sosial yang Nyata
BAZNAS Majalengka Buka Program Berkurban Bersama BAZNAS 1447 H: Wujudkan Kepedulian Sosial yang Nyata
MAJALENGKA Menyambut momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi meluncurkan program Berkurban Bersama BAZNAS (BBB). Program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat (Muzakki/Munfiq) untuk menunaikan ibadah kurban dengan jaminan pengelolaan yang amanah, profesional, dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan menyembelih hewan, melainkan refleksi dari totalitas ketaatan dan ketakwaan hamba kepada Sang Pencipta, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. "Daging dan darah kurban memang tidak sampai kepada Allah, namun ketakwaan dari para pequrbanlah yang sampai kepada-Nya. Melalui program ini, kami ingin memastikan esensi kurban tersebut bertransformasi menjadi manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," ungkapnya. Fokus Distribusi di Wilayah Minim Kurban BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk menyalurkan hewan kurban ke wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori "minim kurban". Hal ini bertujuan agar pemerataan konsumsi protein hewani dapat dirasakan oleh masyarakat di pelosok desa yang selama ini jarang terjangkau oleh bantuan serupa. Dengan manajemen distribusi yang terintegrasi, BAZNAS memastikan setiap amanah dari para pequrban akan memberikan senyum kebahagiaan bagi fakir miskin dan mustahik di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka. Kemudahan Transaksi via QRIS dan Transfer Bank Untuk memudahkan masyarakat dalam berkontribusi, BAZNAS Majalengka menyediakan berbagai kanal pembayaran yang transparan dan akuntabel. Masyarakat dapat menyalurkan donasi kurban melalui: Scan QRIS Resmi BAZNAS Transfer Bank bjb: 0128194665100 (Kode Bank: 110) a.n BAZNAS KAB MAJALENGKA TEMATIK Layanan Informasi dan Konsultasi Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai harga hewan kurban, prosedur pemotongan, hingga laporan penyaluran, BAZNAS Majalengka menyediakan Layanan Muzakki di: WhatsApp: 0821-2416-9964 Telepon: (0233) 282414 Mari jadikan Idul Adha 1447 H sebagai momentum untuk melepaskan kecintaan pada dunia dan memperkuat solidaritas sosial. Bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, kurban Anda menjadi saksi kebaikan di akhirat kelak. #BaznasMajalengka #IdulAdha1447H #QurbanBersamaBaznas #KurbanAndaSenyumBahagia #MajalengkaBerbagi #ZakatMajalengka #PemerataanKurban #Kemanusiaan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Generasi Emas, BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa Program Majalengka Cerdas
Wujudkan Generasi Emas, BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa Program Majalengka Cerdas
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan melalui program unggulan Majalengka Cerdas. Pada Senin (20/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan beasiswa kepada mahasiswi berprestasi sebagai bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan umat. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka pada pukul 13.00 WIB. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Divisi Humas Protokoler BAZNAS Majalengka, Fijay Muhamad Faozan, S.H., CPm., kepada penerima manfaat, Allya Syafira. Dukungan untuk Pendidikan Tinggi Allya Syafira, yang merupakan warga Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan Majalengka, hadir didampingi oleh orang tuanya untuk menerima bantuan tersebut. Program Majalengka Cerdas ini dirancang khusus untuk membantu meringankan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Majalengka agar dapat fokus meraih prestasi di jenjang perguruan tinggi. Dalam keterangannya, Fijay Muhamad Faozan menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk apresiasi dan dorongan semangat bagi generasi muda Majalengka. "BAZNAS Majalengka melalui program Majalengka Cerdas berkomitmen untuk memastikan tidak ada putra-putri daerah yang terkendala pendidikannya karena faktor ekonomi. Semoga bantuan stimulan beasiswa ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Allya Syafira untuk menunjang kebutuhan akademiknya," ujar Fijay. Apresiasi Penerima Manfaat Rasa syukur terpancar dari wajah Allya Syafira dan orang tuanya saat menerima bantuan tersebut. Mereka menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para muzzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Majalengka. "Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Terima kasih BAZNAS Majalengka atas perhatiannya terhadap masa depan pendidikan kami. Insya Allah, amanah ini akan saya gunakan dengan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan studi," ungkap Allya. Dengan terus bergulirnya program Majalengka Cerdas, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing demi kemajuan Kabupaten Majalengka di masa depan. #BAZNASMajalengka #MajalengkaCerdas #ZakatTumbuhBermanfaat #BeasiswaBAZNAS #MajalengkaWetan #PendidikanMajalengka #FijayMuhamadFaozan #KabarZakat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tanamkan Karakter Dermawan Sejak Dini, BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP Bersama IGTK
Tanamkan Karakter Dermawan Sejak Dini, BAZNAS Majalengka Sosialisasikan Program SIGAP Bersama IGTK
MAJALENGKA, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus melakukan akselerasi dalam memperluas jangkauan edukasi filantropi di sektor pendidikan. Langkah ini diwujudkan melalui sosialisasi program unggulan SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli) yang digelar bagi jajaran Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) se-Kabupaten Majalengka di Lantai 2 Gedung BAZNAS Majalengka, Senin (20/4). Kegiatan strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi infak sekaligus memperkuat fondasi karakter kedermawanan bagi anak didik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain (KB), Raudhatul Athfal (RA), hingga Taman Kanak-kanak (TK). Edukasi Moral di Atas Penghimpunan Dana Acara dibuka secara resmi pada pukul 13.00 WIB oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Dalam sambutannya, H. Agus menegaskan bahwa esensi utama dari Program SIGAP melampaui angka-angka penghimpunan. "Kami ingin menanamkan nilai solidaritas dan karakter peduli sesama sejak usia sedini mungkin. Program SIGAP bukan sekadar penghimpunan, tapi instrumen edukasi bagi generasi muda kita," tegasnya. Beliau juga menambahkan bahwa program ini selaras dengan visi Pemerintah Daerah untuk mewujudkan sektor pendidikan yang Langkung Sae (Lebih Baik). "Tanggung jawab besar untuk mencetak generasi yang peduli ada di pundak Bapak dan Ibu guru sekalian sebagai garda terdepan pendidikan anak usia dini," tambah H. Agus. Sinergi dan Tata Kelola yang Transparan Pertemuan tersebut dihadiri oleh 4 orang perwakilan PD IGTK Kabupaten Majalengka dan 26 perwakilan PC IGTK dari seluruh kecamatan. Selain menjadi ruang silaturahmi, BAZNAS memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi mengenai mekanisme Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan sekolah serta sistem transparansi penyaluran dana. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, yakni: H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si. (Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan) Drs. H. Idi Purnama, M.M. (Wakil Ketua IV) Drs. Uuh Patulloh (Kepala Pelaksana) Uju Juhara, S.Pd. (Kadiv Pengumpulan) Iwan Setiawan (Kadiv Digital Fundraising & Retail) Mengenal SIGAP: Dari Siswa, Oleh Siswa, Untuk Sekolah Program SIGAP hadir dengan prinsip akuntabilitas dan azas manfaat kembali. Dana infak yang dihimpun dari para siswa melalui UPZ sekolah nantinya akan didistribusikan kembali untuk kepentingan internal lingkungan pendidikan tersebut, di antaranya: Perbaikan Sarana Pendidikan: Renovasi ruang kelas atau fasilitas penunjang KBM. Sarana Ibadah: Pembangunan atau pemeliharaan musala sekolah. Bantuan Sosial: Santunan bagi siswa kurang mampu atau bantuan darurat bagi warga sekolah. Melalui sinergi erat bersama IGTK, BAZNAS Kabupaten Majalengka optimis gerakan filantropi ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang religius, peduli, dan mandiri, demi terwujudnya masyarakat Majalengka yang lebih sejahtera dan berkarakter. #BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaq #PendidikanKarakter #MajalengkaLangkungSae #IGTKMajalengka #FilantropiPendidikan #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Dukung Kaderisasi Mahasiswa Hukum, Serahkan Bantuan untuk DPC Permahi
BAZNAS Majalengka Dukung Kaderisasi Mahasiswa Hukum, Serahkan Bantuan untuk DPC Permahi
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan penguatan organisasi kepemudaan di wilayah Kabupaten Majalengka. Terbaru, BAZNAS menyalurkan bantuan untuk mendukung kegiatan Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC Permahi) Kabupaten Majalengka tahun 2026. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa hukum sebagai calon praktisi yang memiliki integritas moral dan profesionalisme tinggi. "Dukungan ini merupakan bentuk apresiasi BAZNAS terhadap organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada kaderisasi dan penegakan supremasi hukum. Kami berharap DPC Permahi Majalengka mampu melahirkan kader-kader hukum yang jujur, amanah, dan selalu berpihak pada keadilan, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang kami usung," ujar H. Agus Asri Sabana. DPC Permahi merupakan organisasi profesi hukum yang mandiri dan independen. Kehadirannya di Majalengka menjadi wadah bagi mahasiswa hukum untuk mengasah kemampuan melalui diskusi hukum, kajian strategis, aksi sosial, hingga pemberian bantuan hukum kepada masyarakat. Dicky Turmudzi, selaku panitia kegiatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian BAZNAS Majalengka terhadap pergerakan mahasiswa hukum di daerah. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ketua BAZNAS Majalengka atas bantuan dan kepercayaannya. Dukungan ini sangat berarti bagi kelancaran agenda kaderisasi kami. Kami berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan dan berkontribusi aktif bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majalengka," pungkas Dicky. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan DPC Permahi Majalengka dapat terus bertumbuh menjadi organisasi yang produktif dalam mencetak profesional hukum yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #PermahiMajalengka #MahasiswaHukum #SupremasiHukum #KaderisasiHukum #ZakatUntukUmat #Majalengka2026
BERITA20/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Memuliakan Keringat: Menilik Prinsip Keadilan dan Hak Pekerja dalam Perspektif Islam
Memuliakan Keringat: Menilik Prinsip Keadilan dan Hak Pekerja dalam Perspektif Islam
MAJALENGKA, BAZNAS Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, tidak terkecuali bagi para pekerja. Jauh sebelum dunia modern merumuskan regulasi ketenagakerjaan, Islam telah meletakkan pondasi kokoh mengenai perlindungan hak-hak pekerja yang berlandaskan keadilan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam pandangan syariat, bekerja bukan sekadar aktivitas ekonomi untuk menyambung hidup, melainkan sebuah bentuk ibadah yang mulia. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang pentingnya edukasi mengenai hak pekerja ini guna menciptakan ekosistem kerja yang harmonis dan berkah di wilayah Majalengka. Berikut adalah enam hak dasar pekerja yang ditegaskan dalam ajaran Islam: 1. Hak Menerima Upah yang Adil Upah merupakan kewajiban utama pemilik usaha. Istilah Ajr (upah) disebutkan sebanyak 150 kali dalam Al-Qur'an, menunjukkan betapa krusialnya apresiasi terhadap jerih payah seseorang. Islam memandang setiap tetes keringat pekerja harus dibalas dengan imbalan yang pantas sesuai dengan akad yang telah disepakati. 2. Ketepatan Waktu Pembayaran Islam melarang keras penundaan upah. Rasulullah SAW bersabda, "Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya." (HR. Ibnu Majah). Hal ini menunjukkan bahwa kepastian waktu pembayaran adalah bentuk penghormatan terhadap kebutuhan hidup pekerja dan keluarganya. 3. Upah yang Sepadan dengan Keahlian Keadilan dalam menentukan besaran upah sangat ditekankan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A‘raf: 85 agar kita tidak mengurangi hak-hak manusia. Pemilik usaha dilarang melakukan praktik "curang" dengan memberikan beban kerja yang berat namun memberikan imbalan yang minim. 4. Perlindungan di Masa Tua dan Penurunan Produktivitas Seorang pekerja yang telah menghabiskan masa mudanya untuk mengabdi tidak boleh diputus hubungan kerjanya secara sepihak hanya karena faktor usia atau kesehatan yang menurun. Berlandaskan hadis riwayat Imam Ahmad, Islam mengajarkan kasih sayang kepada mereka yang telah berjasa, meskipun kemampuan fisiknya tak lagi sekuat dahulu. 5. Perlakuan yang Manusiawi dan Terhormat Pekerja bukanlah budak. Pemilik usaha wajib menjaga martabat pekerjanya dengan tidak merendahkan, menyakiti secara fisik, maupun memberikan beban di luar batas kemampuan. Rasulullah SAW memberikan teladan nyata dengan senantiasa makan bersama dan membantu pekerjaan para pelayannya. 6. Hak Menjalankan Kewajiban Agama Pekerjaan tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk beribadah kepada Allah SWT. Pemilik usaha wajib memberikan ruang dan waktu bagi pekerja untuk menunaikan salat dan puasa. Pekerja yang religius justru akan menjadi aset berharga karena mereka bekerja dengan rasa amanah dan pengawasan ilahi (muraqabah). Melalui pemahaman hak-hak ini, diharapkan tercipta sinergi yang baik antara pemberi kerja dan pekerja di Kabupaten Majalengka. Keadilan yang ditegakkan di dunia kerja akan membawa keberkahan pada harta dan kemajuan ekonomi masyarakat secara luas. #MajalengkaLangkungSae #BAZNASMajalengka #HakPekerjaIslam #ZakatMensejahterakan
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Ajak Umat Jaga Akal dan Hati dari Bahaya Scrolling Tanpa Kendali
BAZNAS Majalengka Ajak Umat Jaga Akal dan Hati dari Bahaya Scrolling Tanpa Kendali
MAJALENGKA, BAZNAS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menekankan pentingnya menjaga ketahanan spiritual dan intelektual di tengah derasnya arus digitalisasi. Fenomena scrolling tanpa henti atau konsumsi konten digital yang tidak terkendali dinilai mulai mengikis kemampuan berpikir mendalam (deep thinking) dan merusak kejernihan hati umat, terutama generasi muda. Melalui rilis resminya, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa meskipun teknologi adalah sarana yang netral, penggunaannya harus tetap berpijak pada prinsip Hifzh al-‘Aql (menjaga akal) dan Hifzh al-Qalb (menjaga hati). Ancaman Dangkalnya Berpikir dan Penyakit Hati Fenomena ini bukan sekadar masalah kebiasaan, melainkan ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia. Mengutip penelitian neurosains, paparan konten singkat secara terus-menerus terbukti memperpendek rentang perhatian (attention span) dan melatih otak untuk bersikap reaktif, bukan reflektif. "Islam adalah agama yang memuliakan akal. Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 3 bahwa tanda-tanda kebesaran-Nya diperuntukkan bagi kaum yang berpikir. Jika waktu kita habis hanya untuk memandang layar tanpa makna, maka kemampuan kita untuk merenungi ayat-ayat Allah dan berinovasi untuk kemaslahatan umat akan perlahan menipis," ungkap pihak BAZNAS. Selain dampak kognitif, bahaya scrolling bebas juga menjadi pintu masuk bagi syahwat melalui pandangan yang tidak dijaga. Hal ini berisiko pada penurunan kesehatan mental, gangguan pola tidur, hingga lunturnya kemanisan iman dalam beribadah. Zakat dan Sedekah Waktu untuk Hal Produktif BAZNAS Majalengka mengingatkan bahwa esensi zakat dan ketaatan juga mencakup bagaimana umat membersihkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Waktu merupakan nikmat besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala. Masyarakat, khususnya generasi muda di Majalengka, didorong untuk mulai melakukan pembatasan durasi penggunaan gawai secara mandiri. Alihkan waktu luang tersebut untuk aktivitas yang lebih berkah, seperti tilawah Al-Qur'an, literasi Islam, serta aksi nyata dalam membantu sesama melalui berbagai program kemanusiaan. Langkah Praktis Menuju Perubahan Sebagai bagian dari edukasi publik, BAZNAS Majalengka merekomendasikan beberapa langkah praktis: Disiplin Digital: Membatasi waktu harian penggunaan media sosial. Menjaga Pandangan: Segera menghindari konten yang bersifat syahwat atau sia-sia. Aktivitas Riil: Mengisi kekosongan jiwa dengan ibadah, membaca buku, dan interaksi sosial yang produktif. Langkah ini sejalan dengan upaya bersama untuk membangun masyarakat yang lebih berkualitas, selaras dengan semangat pembangunan daerah yang lebih baik di segala aspek. #BAZNASMajalengka #ZakatMensejahterakanUmat #LiterasiDigital #JagaAkalJagaHati #StopScrolling #IslamDanTeknologi #MajalengkaLangkungSae #HifzhAlAql
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengasah Rasa, Menggapai Surga Dunia: Ikhtiar Meraih Kebahagiaan Hakiki
Mengasah Rasa, Menggapai Surga Dunia: Ikhtiar Meraih Kebahagiaan Hakiki
MAJALENGKA – Hidup bahagia adalah impian setiap insan. Namun, sering kali kita terjebak dalam persepsi bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang instan. Padahal, kebahagiaan sejati merupakan sebuah proses mengasah rasa yang melibatkan kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan adopsi pola pikir yang selaras dengan nilai-nilai ketauhidan. Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sementara ini, jangan biarkan ketenangan hati kita rusak oleh keluh kesah yang berlebihan, kesedihan yang berlarut, atau kecemasan akan masa depan yang belum terjadi. Lebih dari itu, kebahagiaan sejati akan menjauh jika hidup kita dipenuhi dengan kemaksiatan. Surga Dunia Sebelum Surga Akhirat Kebahagiaan dalam Islam sering disebut sebagai "Surga Dunia". Hal ini mencakup ketenangan hati dan kedamaian jiwa melalui dzikrullah (mengingat Allah SWT). Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berpesan: “Sesungguhnya di dunia ini terdapat surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan memasuki surga akhirat.” (Al-Mustadrak ‘ala Majmu’ Al-Fatawa, 1: 153) Kesadaran bahwa dunia ini fana seharusnya tidak membuat kita patah semangat, melainkan memotivasi kita untuk hidup penuh makna sebagai bekal menuju kebahagiaan abadi di akhirat. Langkah Mengasah Rasa Menuju Hidup Bahagia BAZNAS Kabupaten Majalengka merangkum dua langkah utama berdasarkan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah untuk menggapai ketenangan tersebut: 1. Menjalankan Aturan Allah sebagai Panduan Hidup Manusia diciptakan bersamaan dengan ujian hidup. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Balad: 4 bahwa manusia diciptakan dalam keadaan susah payah. Masalah akan selalu ada, baik dari dalam diri maupun interaksi sosial. Namun, Allah tidak membiarkan kita berjalan tanpa arah. Aturan-Nya adalah solusi: Janji Allah: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2-3). Peringatan: Sebaliknya, berpaling dari peringatan Allah hanya akan membuahkan kehidupan yang sempit (QS. Thaha: 124). 2. Menerima Takdir dengan Ridha dan Ikhtiar Kunci kebahagiaan lainnya adalah menyadari bahwa tidak ada yang abadi—baik suka maupun duka. Menerima takdir berarti melepaskan keterikatan berlebih pada duniawi. Saat tertimpa musibah, seorang mukmin diajarkan untuk berucap: "Qadarullah wa ma sya’a fa’ala" (Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki). Menerima takdir bukan berarti pasif. Islam mengajarkan keseimbangan antara Ridha (menerima ketetapan) dan Ikhtiar (usaha perubahan), sebagaimana firman-Nya dalam QS. Ar-Ra’d: 11. Ujian Sesuai Kemampuan Penting untuk diingat bahwa Allah Maha Adil. Tidak ada beban yang diberikan melampaui batas kesanggupan hamba-Nya (QS. Al-Baqarah: 286). Di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang menyertainya (QS. Al-Insyirah: 5-6). Kesimpulan Kebahagiaan tidak diukur dari seberapa lama kita hidup, melainkan seberapa berkualitas kita mengisi waktu dengan ketaatan. Mari jadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai salah satu jalan membersihkan harta dan jiwa, guna meraih ketenangan hati yang menjadi pintu menuju surga dunia dan akhirat. #BAZNASMajalengka #KebahagiaanHakiki #SurgaDunia #KajianIslam #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat #MengasahRasa
BERITA20/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
GELIAT TRADISI DI BUMI TALAGA MANGGUNG: BAZNAS MAJALENGKA MANJAKAN PEZIARAH DENGAN PESONA WARUNG AMAL
GELIAT TRADISI DI BUMI TALAGA MANGGUNG: BAZNAS MAJALENGKA MANJAKAN PEZIARAH DENGAN PESONA WARUNG AMAL
MAJALENGKA Riuh rendah ribuan langkah kaki memadati jalanan Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. Di bawah naungan langit Minggu (19/04/2026), sebuah tradisi agung yang telah melintasi lorong waktu kembali berdenyut. Tradisi Haolan, sebuah ritual sakral peninggalan Kerajaan Talaga Manggung, kembali memanggil ribuan jiwa dari seantero Pulau Jawa untuk bersimpuh di makam Sunan Wanaperih dan Sunan Cipager. Di tengah lautan manusia ini, sebuah oase kebaikan tegak berdiri memberikan pelayanan tulus bagi para musafir: "Warung Amal" BAZNAS Kabupaten Majalengka. Manajemen Responsif: Pantauan Digital & Kendali Lapangan Dibalik kesuksesan operasional Warung Amal, terdapat koordinasi yang matang. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., telah memastikan kesiapan teknis dengan meninjau langsung lokasi pada Sabtu malam. Meski pada hari pelaksanaan beliau harus menghadiri agenda penting lainnya, H. Agus Asri tetap memantau secara intensif melalui koordinasi WhatsApp demi memastikan pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal. Di lokasi acara, kendali operasional diamanatkan kepada Ketua Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Bersama Tim Media BAZNAS dan Relawan SaeBer (Satu Majalengka), tim berjibaku memastikan distribusi logistik—mulai dari kesegaran Air Lahang hingga kudapan tradisional—tersalurkan dengan tertib kepada ribuan peziarah yang memadati area. Kepulangan Para "Pituin" Banjaran ke Tanah Kelahiran Momen Haolan kali ini terasa sangat istimewa karena kehadiran para pucuk pimpinan daerah yang merupakan putra daerah asli (Pituin) Kecamatan Banjaran. Ibu Hj. Iim Maemunah (Istri Bupati) merupakan Pituin asli Desa Kagok. Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, merupakan Pituin Desa Hegarmanah. Camat Banjaran, Abdul Hanan, S.Sos., M.M., juga merupakan putra daerah setempat. Kehadiran mereka di Warung Amal bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk silaturahmi hangat dengan warga sembari menikmati sajian hasil bumi lokal yang disajikan gratis oleh BAZNAS. Menelusuri Jejak Para Raja dan Ulama Tradisi Haolan adalah perjalanan spiritual menuju abad ke-16, menghormati Sunan Wanaperih (Raja Talaga Manggung) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim. "Dari 27 makam keramat di Kabupaten Majalengka, 4 di antaranya ada di Kecamatan Banjaran," ungkap Camat Abdul Hanan, menegankan potensi wisata religi yang luar biasa di wilayahnya. Zakat yang Menghidupkan Ekonomi dan Tradisi Sinergi antara BAZNAS dan kearifan lokal Desa Kagok memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hasil tani warga seperti ubi jalar, bengkuang, hingga petai ludes diserbu peziarah. BAZNAS Majalengka membuktikan bahwa zakat hadir tidak hanya dalam bentuk santunan, tapi juga dalam penguatan budaya dan kesejahteraan umat. Mari Terus Berbagi Melalui BAZNAS Majalengka. Zakat Anda, Menjaga Tradisi, Memuliakan Umat. #BAZNASMajalengka #PituinBanjaran #RelawanSaeBer #SatuMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #HaolanDesaKagok #WisataReligiMajalengka #BudayaMajalengka #KecamatanBanjaran #WarungAmal #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
MAJALENGKA Puncak tradisi tahunan Haolan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka memainkan peran strategis baik dalam pelayanan umat maupun pendampingan spiritual kenegaraan, Minggu (19/04/2026). Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang berhalangan hadir secara fisik karena agenda kedinasan lain, mengamanatkan kehadiran lembaga sepenuhnya kepada Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Meski memantau secara digital via koordinasi intensif, H. Agus memastikan seluruh instrumen BAZNAS di lapangan bergerak optimal. Pendampingan Ziarah dan Nilai Sejarah Drs. Uuh Patulloh tampak hadir mendampingi Bupati Majalengka Drs. Eman Suherman dan Wakil Bupati dalam prosesi ziarah ke makam para tokoh penyebar Islam, Sunan Wanaperih (Arya Kikis) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager). Pendampingan ini merupakan simbol sinergi antara Ulama dan Umaro dalam menghormati jejak sejarah perjuangan Islam di Bumi Talaga Manggung. Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang dibangun oleh BAZNAS Majalengka di tengah masyarakat. "Tradisi Haolan ini adalah pengingat jati diri kita. Saya sangat mengapresiasi BAZNAS Majalengka yang tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi nyata memberikan pelayanan kepada ribuan peziarah melalui Warung Amal. Inilah wajah gotong royong yang sebenarnya antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat," ujar Bupati yang juga merupakan putra asli (pituin) Kecamatan Banjaran tersebut. Optimalisasi Warung Amal dan Relawan SaeBer Selain agenda protokoler ziarah, BAZNAS Majalengka bersama Relawan SaeBer Satu Majalengka dan Tim Media mengelola penuh operasional "Warung Amal". Fasilitas ini menyediakan berbagai kudapan tradisional dan air lahang gratis sebagai bentuk layanan bagi musafir yang datang dari penjuru Pulau Jawa. Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menjelaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam Haolan kali ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk memastikan kehadiran lembaga di setiap momen penting umat. "Atas arahan Ketua BAZNAS, kami hadir di sini untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para peziarah. Warung Amal ini adalah manifestasi dari kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS. Kami ingin para peziarah merasa nyaman dan terlayani dengan baik saat berkunjung ke wilayah keramat di Banjaran ini," tutur Drs. Uuh Patulloh di lokasi kegiatan. Kehadiran jajaran BAZNAS dalam Haolan Desa Kagok tahun 2026 ini kembali menegaskan posisi lembaga sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat melalui aksi nyata di lapangan. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #ZiarahHaolan #BudayaMajalengka #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah tantangan krisis energi global dan perubahan iklim yang kian nyata, nilai-nilai Islam hadir memberikan solusi konkret melalui gaya hidup sederhana dan hemat energi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merefleksikan ajaran Rasulullah SAW terkait pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui penghematan sumber daya. Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah telah memberikan teladan dalam segala lini kehidupan, termasuk dalam penggunaan energi. Dalam konteks masa kini, pesan Nabi untuk mematikan lampu saat tidur bukan sekadar rutinitas menjelang istirahat, melainkan sebuah manifestasi dari prinsip efisiensi, keamanan, dan kepedulian lingkungan. Landasan Teologis: Hemat Energi adalah Sunnah Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara eksplisit mengarahkan umat untuk bertindak preventif di malam hari: "Matikanlah lampumu, kemudian sebutlah nama Allah. Ikatlah kantong air minummu, kemudian sebutlah nama Allah. Tutuplah bejanamu, kemudian sebutlah nama Allah..." (HR. Bukhari). Secara kontekstual, hadis ini mengajarkan kita untuk tidak membiarkan sumber daya (listrik dan alat elektronik di masa kini) terbuang sia-sia atau membahayakan lingkungan sekitar. Prinsip ini selaras dengan larangan berperilaku boros (tabdzir) sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. Al-Isra [17]: 27, yang menyebutkan bahwa para pemboros adalah saudara setan. Pesan Waka III BAZNAS Majalengka Menanggapi hal tersebut, Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyampaikan imbauannya kepada masyarakat dan seluruh jajaran amilin. Beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap ajaran agama tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan ekologi. "Menghemat energi adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita atas nikmat Allah. Dengan tidak berlebihan dalam menggunakan listrik dan sumber daya lainnya, kita menjalankan sunnah sekaligus menjalankan fungsi pengelolaan keuangan yang bijak di tingkat rumah tangga maupun organisasi," ujar Embed Humed. Beliau juga menambahkan bahwa perilaku hemat energi selaras dengan semangat pelestarian alam yang merupakan titipan Sang Khaliq. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-A'raf [7]: 31, Allah dengan tegas menyatakan ketidaksukaan-Nya terhadap segala sesuatu yang berlebihan (israf). Efek Domino: Keamanan dan Ekologi Implementasi hemat energi membawa manfaat yang bersifat multifaset. Selain menekan biaya pengeluaran, mematikan aliran listrik pada alat elektronik yang tidak digunakan secara signifikan mencegah risiko korsleting listrik yang memicu kebakaran. Hal ini merupakan bagian dari menjaga keselamatan jiwa dan harta benda (Hifdzun Nafs wa Mal). Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki pola konsumsi energi kita. Matikan lampu saat tidak diperlukan, cabut kabel elektronik yang menganggur, dan gunakan energi secukupnya. Langkah kecil kita hari ini adalah kontribusi nyata untuk menjaga bumi bagi generasi yang akan datang. #BAZNASMajalengka #HematEnergi #SunnahRasul #LestariAlam #ZakatTumbuhBermanfaat #IslamRamahLingkungan #EcoSyariah #MajalengkaLangkungSae
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
MAJALENGKA Menanamkan pemahaman tauhid sejak dini menjadi pondasi spiritual yang krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., saat memberikan ulasan mendalam mengenai konsep Rabbul Alamin dalam konteks kehidupan sehari-hari. Beliau memaparkan bahwa rasa ingin tahu anak-anak terhadap alam semesta, seperti saat melihat barisan semut yang bekerja sama, adalah gerbang intelektual untuk memahami tak terbatasnya kekuasaan Allah SWT. Menurutnya, istilah Rabbul Alamin menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pemilik dan penguasa atas setiap jengkal keberadaan di alam semesta. Pesan Nabi Musa kepada Firaun sebagai Refleksi Dalam penjelasannya, H. Muhammad Ridwan merujuk pada dialog historis antara Nabi Musa AS dan Firaun yang diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. Asy-Syu’ara: 23-28). Ketika Firaun dengan angkuh mempertanyakan siapa "Tuhan semesta alam", Nabi Musa menjawab dengan tegas bahwa Dialah Pencipta langit, bumi, serta penguasa timur dan barat. "Jawaban Nabi Musa ini mengajak kita menyadari bahwa kekuasaan Allah mencakup seluruh lini kehidupan, melintasi ruang dan waktu, hingga sejarah nenek moyang kita terdahulu," ujar H. Muhammad Ridwan. Universalitas Makna 'Alamin' Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa istilah "Alamin" tidak hanya terbatas pada dunia manusia dan jin semata. Makna tersebut mencakup seluruh ciptaan, mulai dari fauna, flora, hingga benda mati seperti batu dan bintang-bintang. "Dalam pandangan Islam, setiap entitas di alam ini, sekecil apa pun, berada dalam otoritas dan ketundukan mutlak kepada Allah SWT. Maka, ketika kita menyayangi hewan atau merawat tanaman, sejatinya kita sedang berinteraksi dengan sesama makhluk yang berada dalam asuhan kasih sayang Rabbul Alamin," tambahnya. Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap masyarakat dapat melihat dunia sebagai satu kesatuan besar yang saling bergantung kepada Sang Pencipta. Kesadaran ini diharapkan dapat memperkuat rasa syukur yang diwujudkan melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #RabbulAlamin #Tauhid #ZakatPemberdayaan #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
MAJALENGKA Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang kian pesat, ketenangan batin menjadi "barang mewah" yang dicari oleh banyak orang. Fenomena kelelahan mental (mental fatigue) akibat paparan informasi tanpa henti dan budaya komparasi di media sosial kini menjadi tantangan nyata bagi masyarakat urban, termasuk di Kabupaten Majalengka. Menyikapi fenomena ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak umat Islam untuk kembali merefleksikan makna ketenangan sejati yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 4. Ketenangan: Antara Gaya Hidup dan Ketetapan Ilahi Banyak orang berupaya mengisi "ruang kosong" dalam jiwa dengan cara plesir keliling kota, berwisata ke luar negeri, hingga konsumerisme. Namun, seringkali cara tersebut hanyalah pelarian sesaat. Gemerlap dunia justru kerap melahirkan keinginan baru yang tak berujung, bukannya ketenangan. Dalam QS. Al-Fath ayat 4, Allah SWT berfirman: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka...” Menukil tafsir dari Abu Ja’far Ibn Jarir Ath-Thabari, As-Sakinah dimaknai sebagai ayat-ayat atau perkataan yang mampu menenangkan jiwa. Sementara Wahbah al-Zuhaily dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa ketenangan ini merupakan wasilah bagi bertambahnya keimanan seseorang secara bertahap. Maintenance Batin Melalui Syariat Ketenangan bukan berarti terbebas dari masalah atau hidup tanpa tekanan. Sebaliknya, sakinah adalah ketangguhan jiwa dalam menghadapi badai kehidupan. BAZNAS Majalengka menekankan bahwa "perawatan" (maintenance) batin terbaik adalah dengan memperkuat koneksi kepada Sang Pencipta melalui ibadah wajib dan sunnah. "Seringkali kita mencari pelarian dengan scrolling media sosial untuk melepas penat. Namun bukannya tenang, kita justru terdistraksi. Berbeda dengan membaca Al-Qur’an atau menunaikan kewajiban seperti zakat dan sedekah. Meski hanya memakan waktu singkat, dampaknya terhadap kejernihan hati bisa dirasakan sepanjang hari," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Proses Bertahap Menuju Iman yang Kokoh Sebagaimana dakwah Rasulullah SAW yang menanamkan Tauhid terlebih dahulu sebelum turunnya perintah Shalat, Zakat, dan Haji, maka peningkatan iman pun memerlukan proses. Melaksanakan zakat, misalnya, bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan bagian dari proses pensucian diri yang mendatangkan ketenangan karena telah berbagi beban dengan sesama. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh Muzaki dan Mustahik untuk mulai merawat batin dengan menjalankan apa yang Allah wajibkan. Ketenangan sejati akan hadir saat kita mampu menyelaraskan aktivitas duniawi dengan pengabdian ukhrawi. Mari jemput ketenanganmu dengan berbagi. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk menebar kemaslahatan yang lebih luas. Wallahu A’lam. #BAZNASMajalengka #KetenanganHati #Sakinah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #MentalHealthIslamicView #LiterasiZakat #AlQuranHidayah
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah hiruk-pikuk tuntutan ekonomi modern, manusia sering kali terjebak dalam ritme hidup yang melelahkan. Ibarat seekor tikus yang berlari kencang di atas roda putar; kaki melangkah cepat, napas tersengal, namun posisi tetap di tempat semula. Fenomena ini menjadi refleksi mendalam bagi kita semua: benarkah rezeki semata-mata hasil linear dari kecepatan usaha pribadi? Dunia sering kali menyuguhkan anomali. Ada individu yang bekerja keras memeras keringat namun hasilnya sekadar penyambung nyawa. Di sisi lain, ada yang tampak lebih tenang, namun pintu-pintu kemudahan terbuka lebar baginya. Hal ini membawa kita pada satu pertanyaan fundamental: apakah kita yang mengejar rezeki, atau justru rezeki yang sedang mengejar kita? Kepastian Rezeki dalam Perspektif Nubuwah Dalam literatur klasik Hilyatul Auliy?’ dan Shah?h al-J?’mi’, Rasulullah SAW memberikan sebuah perumpamaan yang mendobrak logika materialis: “Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan menjemputnya sebagaimana kematian itu menjemputnya.” Pesan ini menegaskan bahwa rezeki bukanlah barang diskon di toko daring yang akan ludes jika kita terlambat mengklik. Rezeki adalah janji Sang Pencipta yang telah tertulis bahkan sebelum kita mengenal angka. Sahabat Ali bin Abi Thalib RA pun mempertegas bahwa rezeki memiliki dua wajah: rezeki yang kita cari, dan rezeki yang mencari kita. Strategi "Memantaskan Diri" dan Etika Ajmilu fit-Thalab Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berpangku tangan. Namun, Islam mengubah orientasi bekerja dari sekadar "mendapatkan" menjadi bentuk "penghambaan". Bekerja adalah etika hidup dan bagian dari ibadah. Rasulullah SAW dalam Sunan Ibnu Majah mengingatkan tentang konsep Ajmilu fit-Thalab (memperbagus cara mencari rezeki): “Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki... ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” Seorang mukmin yang memiliki keyakinan kokoh bahwa jatahnya tidak akan tertukar, akan tampil sebagai pribadi yang elegan. Ia tidak merasa perlu menyikut rekan kerja, menjilat atasan, atau menabrak batasan syariat demi tumpukan saldo di rekening. Ketenangan batin inilah yang menjadi modal utama produktivitas yang berkah. Empat Fondasi Ketenangan Hatim al-Asham Keindahan iman dalam menjemput rezeki pernah dipraktikkan secara presisi oleh ulama besar Hatim al-Asham. Ia membangun "bangunan mental" hidupnya di atas empat fondasi: Keyakinan bahwa rezekinya tidak akan dimakan orang lain, sehingga hatinya tenang. Kesadaran bahwa amalnya tidak bisa digantikan orang lain, sehingga ia sibuk beribadah. Kewaspadaan akan kematian yang datang tiba-tiba. Rasa Malu kepada Allah karena merasa selalu dalam pengawasan-Nya. Penutup: Seni Menyeimbangkan Langkah dan Sandaran Hati Hidup adalah tentang seni menyeimbangkan antara kaki yang melangkah dan hati yang bersandar. Menjadi kaya atau memiliki karier cemerlang bukanlah sebuah larangan. Namun, jangan sampai pengejaran materi membuat kita lupa akan hakikat sebagai hamba. Rezeki hanyalah bekal perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan menata ulang niat dan mengedepankan keberkahan (zakat, infak, dan sedekah), kita akan sampai pada level kesadaran yang memerdekakan: bahwa saat kita berjalan menuju Allah dengan martabat, rezeki itulah yang akan berlari mengejar kita. Wall?hu a’lam bi ash-Shaw?b. Editor: Media Center BAZNAS Majalengka Tagar: #BAZNASMajalengka #KajianIslam #RezekiBerkah #HikmahPagi #ZakatTandaTaat #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?
Tentu, ini adalah draf berita menarik yang disusun khusus untuk gaya penulisan website resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka, dengan menggabungkan esensi religius dan edukasi publik. Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya? MAJALENGKA, BAZNAS – Pernahkah kita melihat seseorang yang hidupnya tampak begitu sempurna secara materi? Bisnisnya selalu untung, kariernya melesat tanpa hambatan, dan hartanya melimpah ruah, namun di sisi lain ia terang-terangan meninggalkan shalat, gemar bermaksiat, dan jauh dari nilai-nilai agama. Fenomena ini sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan awam: mengapa mereka yang membangkang justru hidupnya terlihat lebih nyaman? Bukan Kemuliaan, Melainkan Jebakan Halus Menyikapi hal ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru merasa iri atau menganggap Allah tidak adil. Apa yang dialami orang tersebut bukanlah sebuah bentuk kemuliaan, melainkan sebuah jebakan halus yang mematikan yang disebut dengan Istidr?j. Secara terminologi, dalam kitab al-Tafs?r al-Bas?th, Istidr?j bermakna menurunkan seseorang sedikit demi sedikit hingga sampai pada titik kebinasaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 44: "Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba..." Tiga Jebakan yang Sering Tidak Disadari Para Salafush Shalih mengingatkan adanya tiga hal yang seringkali menipu manusia sehingga mereka merasa "aman" dalam kemaksiatan: Nikmat yang Terus Mengalir: Merasa rezeki lancar adalah tanda rida Allah, padahal itu adalah cara Allah membiarkan hamba-Nya semakin jauh. Aib yang Tertutupi: Merasa tidak berdosa karena kesalahan-kesalahannya tidak diketahui orang lain. Pujian Manusia: Terlena dengan sanjungan publik padahal kondisi batinnya keropos. Rezeki Berkah vs Rezeki Istidr?j Indikator utama sebuah rezeki dikatakan berkah adalah jika rezeki tersebut mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebaliknya, rezeki yang justru membuat seseorang semakin sombong, kikir, dan jauh dari ibadah adalah Istidr?j yang harus segera disadari sebelum maut menjemput secara tiba-tiba. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada siapa pun, baik yang dicintai maupun tidak, namun iman hanya diberikan kepada mereka yang dicintai-Nya." (HR. Ahmad & Tirmidzi). Muhasabah dan Zakat sebagai Penawar Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mengingatkan para Muzaki dan seluruh umat Muslim untuk selalu bermuhasabah. Salah satu cara membentengi harta dari sifat Istidr?j adalah dengan mensucikannya melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Dengan berzakat, kita mengakui bahwa ada hak orang lain dalam harta kita, sekaligus menjadi bukti bahwa dunia bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk meraih rida-Nya. Mari kita berdoa sebagaimana doa Umar bin Khattab RA: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menjadi orang yang ditarik secara bertahap ke dalam kebinasaan (Istidr?j).” Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk pilihan praktis, aman, dan tepat sasaran. #BAZNASMajalengka #ZakatTandaCinta #EdukasiIslami #Istidraj #MuhasabahDiri #MajalengkaLangkungSae #HartaBerkah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dunia Tempat Beramal, Akhirat Tempat Beristirahat: Menjemput Istirahat Hakiki Melalui Lelah yang Berkah
Dunia Tempat Beramal, Akhirat Tempat Beristirahat: Menjemput Istirahat Hakiki Melalui Lelah yang Berkah
MAJALENGKA Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali membuat manusia terjebak dalam perlombaan mengumpulkan materi demi kenyamanan sesaat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi kembali hakikat pengabdian dan tujuan hidup yang sebenarnya. Seringkali kita bermimpi membangun rumah megah, kendaraan mewah, dan masa pensiun yang tenang sebagai puncak dari "istirahat". Namun, benarkah ada istirahat yang tuntas di atas bumi ini? Belajar dari Jawaban Imam Ahmad bin Hanbal Menilik sejarah para Salafus Shalih, terdapat sebuah kisah masyhur dalam kitab Al-J?mi’ li Ul?m Al-Im?m Ahmad. Seorang lelaki menempuh perjalanan berbulan-bulan dari Khurasan hanya untuk bertanya satu hal kepada Imam Ahmad bin Hanbal: "Kapan seorang hamba merasakan manisnya istirahat?" Sang pejuang Sunnah tersebut menjawab dengan kalimat yang menggetarkan: “Pada saat langkah kaki pertama menapak di Surga.” Jawaban ini menegaskan bahwa dunia bukanlah tempat untuk bersantai dalam waktu lama, melainkan medan ujian. Selama nyawa dikandung badan, ujian akan terus menyapa. Istirahat yang sesungguhnya bukanlah di atas kasur yang empuk, melainkan saat kita telah aman dari huru-hara hari kiamat. Logika Terbalik: Lelah yang Membuahkan Nikmat Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Mift?h D?ri as-Sa’?dah menjelaskan sebuah kaidah universal: “Kenikmatan tidak akan didapatkan dengan bersantai-santai.” Barangsiapa yang terlalu memanjakan diri dengan kenyamanan dunia, ia berisiko kehilangan kenyamanan abadi di akhirat. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa lelah dalam berzakat, lelah dalam bersedekah, dan lelah dalam membantu sesama adalah bentuk "investasi" kelelahan yang cerdas. Sebagaimana pesan Khalid bin Walid RA saat bertempur di Syam: "Wahai Dhirar, istirahat itu di surga esok hari." Menjadikan Lelah Sebagai Ibadah Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa setiap peluh yang keluar dalam rangka menjalankan perintah Allah—termasuk menunaikan kewajiban Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)—adalah langkah nyata menuju pintu surga. "Dunia adalah jembatan, bukan tujuan. Jika hari ini kita merasa lelah memikul amanah atau merasa berat dalam menyisihkan harta untuk kaum dhuafa, tersenyumlah. Karena orang beriman memang tidak diciptakan untuk beristirahat di sini," ungkap beliau. Mari jadikan sisa usia kita sebagai masa "tanam" yang produktif. Teruslah berjalan di jembatan dunia ini, menebar manfaat bagi sesama di Majalengka, hingga kelak kaki kita benar-benar menapak di tanah surga—tempat di mana kata "lelah" resmi dihapus dari kamus kehidupan kita untuk selamanya. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu saudara kita yang membutuhkan dan menjemput keberkahan di akhirat. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LelahMenjadiLillah #MutiaraHikmah #ZakatTandaCinta #MajalengkaLangkungsae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Manajemen Lisan di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Terapkan Filter Spiritual Ibrahim bin Adham
Manajemen Lisan di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Terapkan Filter Spiritual Ibrahim bin Adham
MAJALENGKA – Di tengah derasnya arus informasi dan hiruk-pikuk komentar di media sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan pentingnya menjaga lisan. Hal ini merujuk pada pemikiran mendalam ulama besar, Ibrahim bin Adham Rahimahullah, yang membagi klasifikasi ucapan manusia ke dalam empat kategori sebagai filter spiritual dalam berinteraksi. Ibrahim bin Adham, sebagaimana tercatat dalam kitab “Ash-Shamt wa ?d?bu al-Lis?n”, menekankan bahwa manajemen kata-kata bukan sekadar etika berkomunikasi, melainkan benteng keselamatan di dunia dan akhirat. Empat Kategori Ucapan: Filter Sebelum Berbicara Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui pesan edukasi dakwahnya, menggarisbawahi empat pembagian ucapan yang menjadi standar bagi seorang Muslim: Bermanfaat Namun Berisiko: Ucapan yang tampak baik namun berpotensi memicu fitnah atau kerusakan. Sesuai kaidah fikih Dar’ul maf?sid muqaddamun ‘ala jalbil mash?lih, diam jauh lebih utama untuk menghindari kerusakan yang lebih besar. Obrolan Kosong (Laghwu): Ucapan yang tidak mendatangkan dosa namun nihil pahala. Menghindari hal ini merupakan tanda sempurnanya Islam seseorang, sekaligus menghemat energi fisik dan mental. Berbahaya dan Tanpa Manfaat: Inilah zona merah yang mencakup ghibah, dusta, dan adu domba. Kategori ini adalah penyebab utama tergelincirnya manusia ke dalam api neraka. Bermanfaat dan Aman: Inilah "lampu hijau" bagi setiap mukmin. Ucapan berupa dzikir, ilmu, nasihat, dan kata-kata santun yang diibaratkan seperti pohon yang akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. Urgensi Menjaga Lisan dalam Pengelolaan Zakat Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, prinsip Qaulan Sad?dan (perkataan yang benar, jujur, dan tepat) adalah pilar utama dalam pelayanan. Integritas dalam bertutur kata menjadi cermin transparansi lembaga dalam mengelola dana umat. "Realitas hari ini menunjukkan bahwa sebagian besar ucapan manusia terjebak pada hal yang sia-sia atau bahkan merusak. Kita diajak untuk menjadi pribadi yang 'hemat' bicara namun kaya akan manfaat. Diamnya seorang mukmin haruslah berpikir, dan bicaranya haruslah dzikir serta maslahat," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk karakter masyarakat Majalengka yang lebih bijak di ruang digital, selaras dengan semangat perintah Nabi SAW: "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." Tentang BAZNAS Majalengka: BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat Majalengka. #BAZNASMajalengka #ManajemenLisan #DakwahDigital #EtikaMuslim #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #IbrahimBinAdham #AdabBerbicara #QaulanSadidan
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memuliakan Para Sahabat Nabi: Fondasi Keimanan dan Pilar Peradaban Islam
Memuliakan Para Sahabat Nabi: Fondasi Keimanan dan Pilar Peradaban Islam
MAJALENGKA, BAZNAS – Memahami sejarah Islam tidak dapat dilepaskan dari peran vital para Sahabat Rasulullah ?. Sebagai generasi terbaik (Khairu Ummah), para sahabat merupakan jembatan sampainya risalah Islam kepada umat manusia hingga hari ini. Menghormati mereka bukan sekadar masalah sejarah, melainkan bagian integral dari akidah Ahlusunnah wal Jamaah. Generasi Emas Pilihan Allah Para sahabat adalah manusia biasa yang tidak maksum, namun kemuliaan amal dan pengorbanan mereka jauh melampaui kesalahan yang mungkin dilakukan. Rasulullah ? memberikan testimoni langsung atas keutamaan mereka melalui sabdanya: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang setelahnya, lalu yang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kesaksian ini dikukuhkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, khususnya bagi mereka yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa besar seperti Bai'atur Ridwan: ?????? ?????? ??????? ???? ?????????????? ???? ?????????????? ?????? ???????????... “Sungguh, Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon...” (QS. Al-Fath: 18). Kedudukan Sahabat dalam Timbangan Syariat Secara terminologi, Sahabat adalah mereka yang bertemu Nabi ? dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Muslim. Mereka adalah representasi utama aqidah Islam. Mengingkari atau membenci sahabat, seperti yang dilakukan oleh ideologi Syiah Rafidhah, pada hakikatnya adalah meragukan otentitas agama itu sendiri. Sebab, merekalah yang meriwayatkan Al-Qur'an dan Hadist. Jika perantaranya dicela, maka kredibilitas pesan yang dibawa pun ikut terancam. Rasulullah ? memberikan peringatan keras terkait hal ini: “Sesungguhnya Allah memilihku dan memilihkan bagiku para sahabat... Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia.” (HR. At-Tabrani dan Al-Hakim). Harmoni Ahlul Bait dan Para Sahabat Terdapat narasi menyesatkan yang mencoba membenturkan antara keluarga Nabi (Ahlul Bait) dengan para Sahabat (khususnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman). Namun, fakta sejarah mencatat keharmonisan yang luar biasa. Ali bin Abi Thalib RA sendiri mengakui keutamaan Abu Bakar dan Umar di atas dirinya. Beliau bahkan menamai putra-putranya dengan nama Abu Bakar, Umar, dan Utsman sebagai bentuk penghormatan. Hubungan kekeluargaan pun terjalin erat, salah satunya melalui pernikahan putri Ali RA, Ummu Kultsum, dengan Umar bin Khattab RA. Meneladani Kesahajaan dan Heroisme Bagi umat Islam saat ini, para sahabat adalah "menara terang" dalam pemahaman kebenaran, kesungguhan ibadah, dan kemuliaan akhlak. Sifat kedermawanan kaum Muhajirin dan Anshar dalam membangun fondasi ekonomi dan sosial di Madinah menjadi inspirasi utama bagi lembaga seperti BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat. Imam at-Tahawi dalam kitab aqidahnya menegaskan sikap seorang Muslim sejati: "Kami cinta kepada sahabat-sahabat Rasulullah ?, namun kami tidak berlebih-lebihan dalam cinta kepada seorang pun di antara mereka, dan juga tidak berlepas diri dari seorang pun dari mereka. Kami benci kepada yang membenci mereka." Kesimpulan Mencintai sahabat adalah bagian dari iman, sementara membenci mereka adalah ciri nifak (kemunafikan). Sejarah mencatat bahwa syaitan lari dari Umar bin Khattab baik saat beliau hidup maupun setelah wafatnya. Semoga kita senantiasa termasuk golongan yang mengikuti jejak mulia para sahabat dengan ihsan hingga hari kiamat. Wallahu A’lam bi shawab. #BAZNAS #Majalengka #ZakatCerdas #SahabatNabi #AhlusunnahWalJamaah #SejarahIslam #PilarPeradaban #IslamKaffah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →