WhatsApp Icon
Djedjen Sukmadja Terima Bantuan Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka untuk Memperkuat Kemandirian Ekonomi

MAJALENGKA – Djedjen Sukmadja, warga Lingkungan Mekarjaya RT 003 RW 001, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, menerima bantuan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka pada Jumat (23/10/2026). Bantuan tersebut diserahkan oleh Fizay Muhammad Faozan, S.H., CPM, Kepala Divisi Humas dan Protokol Pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Djedjen menerima bantuan secara langsung dengan didampingi seorang temannya. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Majalengka Mandiri, yang berfokus pada penguatan usaha dan peningkatan kemandirian ekonomi para mustahik.

Bantuan modal usaha tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif untuk menunjang kegiatan usaha yang dijalankan Djedjen Sukmadja, sehingga mampu membuka peluang peningkatan pendapatan dan membantu memperkuat kondisi ekonomi keluarganya.

Bantuan Modal sebagai Langkah Menuju Kemandirian

Bagi pelaku usaha mikro, ketersediaan modal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha dan mengembangkan potensi ekonomi. Dukungan permodalan diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada penerima manfaat untuk mengoptimalkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta membangun sumber penghasilan yang lebih stabil.

Melalui program Majalengka Mandiri, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya menghadirkan bantuan yang tidak hanya bersifat meringankan beban ekonomi, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat berusaha dan kemandirian di kalangan mustahik.

Bantuan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan pengelolaan modal yang baik dan pemanfaatan yang tepat, bantuan diharapkan dapat menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara bertahap.

Mengoptimalkan Dana ZIS untuk Pemberdayaan Masyarakat

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong agar dana ZIS yang dihimpun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program pemberdayaan ekonomi, dana tersebut diarahkan untuk membantu mustahik memperkuat kemampuan usaha dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.

Program Majalengka Mandiri menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun masyarakat yang lebih produktif, sekaligus membuka peluang agar penerima manfaat dapat meningkatkan kesejahteraan melalui usaha yang dikelolanya.

Penyerahan bantuan modal usaha kepada Djedjen Sukmadja diharapkan menjadi bagian dari langkah nyata dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. Semangat ini sejalan dengan cita-cita Majalengka Langkung Sae, melalui penguatan kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Kemandirian, Membangun Kesejahteraan Umat.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #DjedjenSukmadja #BantuanModalUsaha #PemberdayaanEkonomi #ZakatProduktif #ZakatInfakSedekah #MustahikBerdaya #UMKMMajalengka

23/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Masjid Nurul Amal Babakan Jawa Terima Bantuan Sarana Keagamaan dari BAZNAS Majalengka

AJALENGKA – BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan sarana keagamaan kepada panitia Masjid Nurul Amal, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, pada Jumat (23/10/2026). Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, di ruang kerja Ketua BAZNAS Majalengka dan diterima langsung oleh pihak panitia masjid.

Dalam penyerahan tersebut, Ketua BAZNAS Majalengka didampingi oleh Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung kebutuhan sarana keagamaan serta menunjang aktivitas ibadah dan pembinaan umat di lingkungan masyarakat.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jamaah Masjid Nurul Amal, sekaligus mendukung kelancaran berbagai kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh pengurus dan panitia masjid.

Mendukung Sarana Ibadah dan Kegiatan Keagamaan

Masjid memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, melainkan juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keislaman, serta penguatan kebersamaan masyarakat. Ketersediaan sarana keagamaan yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung agar fungsi masjid dapat berjalan secara optimal.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Majalengka. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah serta mendorong keberlangsungan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penyaluran bantuan sarana keagamaan juga menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kepentingan umat, sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku.

Menguatkan Kepedulian dan Kemakmuran Masjid

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat ZIS melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap aktivitas keagamaan dan penguatan kehidupan spiritual umat.

Sinergi antara BAZNAS, pengurus masjid, dan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong dalam memakmurkan masjid serta menjaga keberlanjutan kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan.

Melalui penyaluran bantuan kepada Masjid Nurul Amal di Kelurahan Babakan Jawa ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dukungan yang diberikan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan meningkatkan kemaslahatan umat.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Majalengka Langkung Sae, melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Umat, Menumbuhkan Keberkahan.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #MasjidNurulAmal #BabakanJawa #BantuanSaranaKeagamaan #PeduliMasjid #ZakatInfakSedekah #SyiarIslam #KemakmuranMasjid

23/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Sustini dan Wahid, Warga Werasari yang Kini Mendapat Dukungan Modal Usaha dari BAZNAS Majalengka

MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan modal usaha kepada Sustini dan Wahid, warga Desa Werasari, Kecamatan Malausma, pada Jumat (23/10/2026). Penyaluran yang berlangsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka ini merupakan bagian dari program Majalengka Mandiri, sebagai upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Robi Ferdian Raka Siwi, S.E., Staf Bidang Layanan Mustahik BAZNAS Kabupaten Majalengka. Dalam penyerahan tersebut, bantuan untuk Wahid diterima oleh istrinya, Yeti Supiah, yang mewakili suaminya.

Melalui bantuan permodalan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan modal untuk menjalankan dan mengembangkan usaha. Bantuan diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para penerima manfaat untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pendapatan keluarga, serta membangun kemandirian ekonomi secara bertahap.

Majalengka Mandiri, Dorong Mustahik Lebih Berdaya

Program Majalengka Mandiri merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Majalengka di bidang pemberdayaan ekonomi. Program ini berfokus pada penguatan usaha mikro melalui bantuan modal usaha dan pendampingan, sehingga para mustahik memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan potensi usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Bantuan modal usaha tidak hanya dipandang sebagai dukungan finansial, tetapi juga sebagai langkah awal untuk membangun semangat berusaha, memperluas peluang ekonomi, dan menciptakan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

Dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usahanya, mengelola modal secara produktif, serta secara bertahap memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar memutus rantai kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis dana ZIS.

ZIS untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat

Penyaluran bantuan kepada Sustini dan Wahid menegaskan komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program Majalengka Mandiri berjalan beriringan dengan program unggulan lainnya, yakni Majalengka Sehat, Majalengka Cerdas, Majalengka Taqwa, dan Majalengka Peduli. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengelolaan ZIS yang terarah, tepat sasaran, dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui berbagai program pemberdayaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap para mustahik tidak hanya memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memiliki peluang untuk membangun masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Semangat ini sejalan dengan cita-cita mewujudkan Majalengka Langkung Sae, melalui penguatan solidaritas sosial, pemberdayaan ekonomi umat, dan optimalisasi dana ZIS untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Majalengka.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Kemandirian, Membangun Kesejahteraan Umat.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #PemberdayaanEkonomi #BantuanModalUsaha #UMKMMajalengka #ZakatProduktif #ZakatInfakSedekah #MustahikBerdaya #KesejahteraanUmat

23/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ringankan Beban Petugas Pemadam Kebakaran Gunung Ciremai, BAZNAS Majalengka Salurkan 150 Paket Makanan dan Minuman

KUNINGAN — Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui aksi kemanusiaan bagi para petugas yang berjibaku menangani kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai. Selepas salat Jumat, 23 Oktober 2026, BAZNAS Majalengka menyalurkan 150 paket makanan siap saji dan 10 karton minuman kemasan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi tim evakuasi dan pemadam kebakaran yang tengah menjalankan tugas di lapangan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., didampingi Fizay Muhamad Faizan, S.H., M.H., CPM., selaku Kepala Divisi Humas, Hukum, dan Protokoler, Eman Suherman, S.Pd.I., Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Majalengka, serta anggota Tim BTB.

Penyerahan berlangsung di Polsek Pasawahan, Kabupaten Kuningan, dan diterima oleh jajaran Polsek Pasawahan bersama perwakilan Tim BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Kuningan.

Hadir Membantu Mereka yang Berjuang di Tengah Bencana

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai menjadi ujian yang membutuhkan kesigapan, ketangguhan, dan kepedulian banyak pihak. Di tengah upaya evakuasi dan pemadaman, para petugas harus mengerahkan tenaga serta menghadapi berbagai tantangan demi mengendalikan kebakaran dan menjaga keselamatan bersama.

Dalam situasi tersebut, bantuan makanan dan minuman bukan sekadar dukungan logistik. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi ungkapan kepedulian dan bentuk solidaritas bagi mereka yang mengabdikan tenaga untuk misi kemanusiaan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap 150 paket makanan siap saji dan 10 karton minuman kemasan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para petugas, menjaga stamina selama bertugas, serta menjadi penyemangat di tengah perjuangan menghadapi bencana.

Menebar Manfaat, Menguatkan Ukhuwah Kemanusiaan

Bagi BAZNAS, kepedulian terhadap korban maupun petugas penanganan bencana merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi kemaslahatan umat. Nilai-nilai Islam mengajarkan bahwa menolong sesama merupakan amal kebajikan yang memiliki arti besar, terlebih ketika bantuan diberikan kepada mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma'idah: 2).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kerja sama dalam kebaikan merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Di tengah bencana, kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar, tetapi setiap bantuan yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang.

Melalui aksi kemanusiaan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut menguatkan sinergi bersama unsur kepolisian dan tim penanganan bencana. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran tugas di lapangan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong lintas wilayah.

Ikhtiar Kebaikan untuk Keselamatan Bersama

BAZNAS Kabupaten Majalengka mendoakan agar seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan Gunung Ciremai senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, perlindungan, dan kemudahan oleh Allah SWT dalam menjalankan tugas.

Semoga upaya pemadaman berjalan lancar, kebakaran dapat segera dikendalikan, dan kawasan Gunung Ciremai beserta masyarakat di sekitarnya senantiasa berada dalam lindungan-Nya.

Bantuan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjuangan kemanusiaan, selalu ada nilai kepedulian yang menyatukan. Ketika sebagian saudara kita berjuang menghadapi bencana, uluran tangan dan doa menjadi wujud nyata bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Manfaat bagi Sesama.

#BAZNASMajalengka #BAZNASKabupatenMajalengka #BAZNASSiagaBencana #BAZNASTanggapBencana #BTB #KebakaranHutan #GunungCiremai #PeduliBencana #AksiKemanusiaan #ZakatUntukKemanusiaan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

23/10/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka Paparkan Inovasi SIGAP di BAZNAS Fundraising Forum 2026, Tanamkan Budaya Peduli Sejak Dini

MAJALENGKA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menjadi narasumber dalam kegiatan BAZNAS Fundraising Forum 2026 yang diselenggarakan BAZNAS Republik Indonesia pada Jumat (23/10/2026) melalui Zoom Meeting. Dalam forum tersebut, ia memaparkan praktik baik program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) sebagai inovasi edukasi zakat, infak, dan sedekah yang menanamkan karakter kepedulian, empati, serta semangat berbagi kepada generasi muda sejak dini.

Forum yang terbuka bagi BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan pegiat filantropi ini mengangkat tema “Manasik Zakat: Upaya Pendidikan Zakat Sejak Dini”. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi penguatan fundraising zakat melalui pendekatan edukasi, pelayanan, kemudahan pembayaran, serta pengelolaan hubungan dengan para donatur secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa program SIGAP tidak semata-mata berorientasi pada penghimpunan infak dan sedekah, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang peduli, memiliki empati sosial, dan terbiasa berbagi dengan sesama.

“Yang ingin kami bangun melalui program SIGAP bukan hanya penghimpunannya, melainkan juga mental peduli, mental empati, dan mental mau berbagi. Kebaikan perlu didakwahkan, tetapi karakter orang-orang baik juga harus dibentuk dan dibiasakan sedini mungkin,” demikian inti pemaparan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka tersebut.

Menurutnya, pendidikan filantropi perlu dimulai sejak anak-anak berada di lingkungan pendidikan. Melalui kebiasaan berinfak dan bersedekah secara sukarela, peserta didik diharapkan memahami bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

SIGAP: Membangun Karakter, Menguatkan Kepedulian Sosial

Program SIGAP merupakan gerakan infak dan sedekah yang menyasar peserta didik di sekolah dan madrasah, dengan melibatkan tenaga pendidik, karyawan, orang tua, serta masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan kepedulian sosial.

H. Agus menjelaskan, pelaksanaan SIGAP berlandaskan prinsip sukarela dan tanpa paksaan. Program ini tidak menetapkan nominal tertentu bagi peserta didik. Anak-anak dapat berinfak atau bersedekah sesuai kemampuan, baik Rp500, Rp1.000, maupun nominal lainnya.

Pendekatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa nilai utama sedekah bukan terletak pada besarnya nominal, melainkan pada keikhlasan, kebiasaan berbagi, dan kepedulian terhadap orang lain.

Selain membangun karakter peserta didik, SIGAP juga memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, lembaga pendidikan tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.

Dampak program ini turut dirasakan melalui penguatan penghimpunan dana sosial keagamaan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program sosial dan kemanusiaan serta pemberdayaan mustahik di Kabupaten Majalengka.

Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama

Keberhasilan pelaksanaan SIGAP tidak terlepas dari kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.

H. Agus menyampaikan bahwa koordinasi dan sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan untuk membangun kesepahaman mengenai tujuan, mekanisme, serta manfaat program. Komunikasi dengan lingkungan pendidikan dilaksanakan melalui koordinasi bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan kepala sekolah, serta melalui jajaran Kementerian Agama untuk menjangkau lingkungan madrasah.

Respons positif dari para pemangku kepentingan tersebut menjadi modal penting dalam memperluas pelaksanaan program sekaligus menjaga keberlanjutannya.

Dalam pelaksanaannya, terdapat empat tahapan utama SIGAP, yaitu sosialisasi dan koordinasi, pembentukan serta penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pelaksanaan gerakan infak dan sedekah, serta pencatatan, penyetoran, dan pelaporan dana yang dihimpun.

Dana infak dan sedekah dari peserta didik dihimpun melalui UPZ sekolah atau lembaga pendidikan, kemudian disetorkan kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka sesuai mekanisme yang berlaku. Pengawasan dan monitoring serta evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan dengan baik dan terus mendapatkan penguatan.

Didukung Regulasi Daerah, Perkuat Gerakan Zakat dan Sedekah

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menjelaskan pentingnya dukungan regulasi daerah dalam memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah. Salah satu landasan yang menjadi perhatian adalah Peraturan Bupati Majalengka Nomor 92 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah, yang memuat ketentuan terkait pengumpulan zakat fitrah, infak, dan sedekah.

Regulasi tersebut menjadi salah satu instrumen pendukung dalam membangun sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, perangkat daerah, satuan pendidikan, dan Kementerian Agama untuk meningkatkan literasi serta partisipasi masyarakat dalam gerakan filantropi Islam.

Menurut H. Agus, penguatan program tidak cukup hanya melalui ajakan, tetapi juga membutuhkan kesepahaman bersama, mekanisme yang jelas, dan komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak yang terlibat.

Selain SIGAP, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengembangkan ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) sebagai gerakan yang mendorong budaya berbagi di lingkungan karyawan dan pegawai. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan kebaikan secara kolektif.

Melalui SIGAP dan ASIK, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya menghadirkan pendekatan fundraising yang tidak hanya memperkuat penghimpunan dana, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan keberlanjutan kepedulian di berbagai lingkungan masyarakat.

BAZNAS RI: Fundraising Harus Didukung Komunikasi, Pelayanan, Kanal Pembayaran, dan Data

Sebelumnya, dalam pengantar forum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, H. Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menekankan bahwa keberhasilan fundraising tidak cukup hanya mengandalkan komunikasi yang baik.

Menurutnya, komunikasi yang efektif perlu diikuti pelayanan yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi, berkonsultasi, dan menunaikan zakat, infak, maupun sedekah. Ketersediaan kanal pembayaran yang mudah dijangkau juga menjadi faktor penting agar calon donatur dapat segera menyalurkan donasinya.

Ia menyoroti pentingnya memperluas jaringan UPZ di berbagai lingkungan, mulai dari masjid, komunitas, rukun tetangga, desa, hingga kantor, termasuk memanfaatkan kanal pembayaran digital. Dengan semakin banyaknya pilihan saluran pembayaran, masyarakat diharapkan semakin mudah menunaikan kewajibannya dan berbagi melalui lembaga pengelola zakat.

Selain itu, pengelolaan data muzaki dan calon donatur menjadi bagian penting dari strategi fundraising. Data yang dikelola dengan baik memungkinkan lembaga membangun komunikasi secara personal, menyampaikan laporan penyaluran dana, menjaga kepercayaan, serta mempertahankan loyalitas donatur agar terus berpartisipasi dalam gerakan kebaikan.

Sejalan dengan pandangan tersebut, praktik SIGAP yang dipaparkan BAZNAS Kabupaten Majalengka menunjukkan bahwa penguatan fundraising dapat dimulai melalui pendidikan karakter, pembiasaan berbagi, kolaborasi lintas lembaga, serta pengelolaan program yang terstruktur dan berkelanjutan.

Partisipasi Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam BAZNAS Fundraising Forum 2026 diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperluas inspirasi bagi pengelola zakat di berbagai daerah. Praktik baik SIGAP menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan zakat sejak dini dapat dikembangkan melalui gerakan nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Melalui semangat Majalengka Langkung Sae, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah, menumbuhkan generasi yang peduli dan berjiwa dermawan, serta mengoptimalkan dana sosial keagamaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

#BAZNASMajalengka #BAZNASFundraisingForum2026 #SIGAP #SedekahInfakGenerasiAnakPeduli #ASIK #PendidikanZakatSejakDini #LiterasiZakat #FundraisingZakat #GerakanSedekah #FilantropiIslam #ZakatUntukKesejahteraan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

23/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Berita Terbaru

Musala KUA Sindang terima Bantuan Sarana Keagamaan dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
Musala KUA Sindang terima Bantuan Sarana Keagamaan dari BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sarana keagamaan melalui penyerahan bantuan sarana keagamaan untuk musala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang, Selasa sore (13/10/2026). Bantuan tersebut diserahkan oleh Eman Sulaeman, M.Pd., selaku Kepala Divisi Administrasi, SDM dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyerahan berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Sindang dan diterima langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sindang, bersama para penyuluh agama serta Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Sindang. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung ketersediaan sarana keagamaan yang memadai, sehingga dapat menunjang aktivitas ibadah dan kegiatan pembinaan keagamaan bagi masyarakat. Keberadaan musala di lingkungan KUA memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan mendukung pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap sarana ibadah di lingkungan KUA Kecamatan Sindang dapat semakin menunjang kenyamanan beribadah serta mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan secara berkelanjutan. Penyaluran bantuan ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antara BAZNAS, KUA, penyuluh agama, dan UPZ dalam memperkuat ekosistem zakat serta mengoptimalkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah bagi kepentingan umat. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan terhadap sarana keagamaan. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat kehidupan beragama, dan menghadirkan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Keberkahan. #BAZNASMajalengka #BantuanSaranaKeagamaan #KUA Sindang #ZakatInfakSedekah #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA13/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Meski Malam Menjelang, BAZNAS Majalengka Lanjutkan Penyaluran Bantuan Sarana Musala Al Barokah di Kumbung
Meski Malam Menjelang, BAZNAS Majalengka Lanjutkan Penyaluran Bantuan Sarana Musala Al Barokah di Kumbung
MAJALENGKA — Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka dalam mendukung sarana ibadah masyarakat terus berlanjut hingga malam hari. Setelah menyerahkan bantuan sarana keagamaan untuk musala KUA Kecamatan Sindang, Eman Sulaeman melanjutkan kegiatan dengan menyalurkan bantuan sarana keagamaan bagi Musala Al Barokah di Desa Kumbung, Kecamatan Rajagaluh, Selasa malam (13/10/2026). Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada panitia Musala Al Barokah di lokasi musala. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Rajagaluh serta jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Musala Al Barokah. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mendukung kebutuhan sarana ibadah sekaligus membantu masyarakat dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing. Bagi masyarakat, keberadaan musala tidak hanya menjadi tempat menunaikan salat, tetapi juga ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kebersamaan, dan menghidupkan aktivitas keagamaan warga. Karena itu, dukungan terhadap sarana ibadah diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jamaah serta menunjang kenyamanan dalam beribadah. Berlanjutnya kegiatan penyaluran bantuan meskipun hari telah gelap mencerminkan upaya agar amanah pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan musala dan mendukung aktivitas ibadah jamaah secara berkelanjutan. Kehadiran Ketua UPZ Kecamatan Rajagaluh dan pengurus DKM dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara BAZNAS, UPZ, pengelola tempat ibadah, dan masyarakat. Sinergi ini menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat menjangkau kebutuhan umat, termasuk dalam bidang keagamaan. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat melalui berbagai program pendistribusian yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dukungan terhadap sarana ibadah menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat kehidupan keagamaan dan menumbuhkan kepedulian sosial di Kabupaten Majalengka. Semoga bantuan untuk Musala Al Barokah membawa keberkahan, menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah, serta menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Keberkahan. #BAZNASMajalengka #BantuanSaranaKeagamaan #MusholaAlBarokah #DesaKumbung #Rajagaluh #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA13/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Mushola Asy-Syafiiyah, Dukung Kenyamanan Ibadah Warga Sindangwangi
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Mushola Asy-Syafiiyah, Dukung Kenyamanan Ibadah Warga Sindangwangi
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sarana ibadah masyarakat melalui penyerahan bantuan sarana Mushola Asy-Syafiiyah yang berlokasi di Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, pada Selasa malam, 13 Oktober 2026. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Eman Sulaeman, M.Pd., Kepala Divisi Administrasi, SDM dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka, secara langsung di kediaman penerima. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mushola Asy-Syafiiyah, KH. Zaenal Arifin. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap kebutuhan sarana ibadah sekaligus upaya mendukung kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Diharapkan, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengurus dan jamaah Mushola Asy-Syafiiyah dalam memakmurkan tempat ibadah. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, termasuk dalam mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan di lingkungan desa. Keberadaan sarana ibadah yang memadai memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam memakmurkan rumah Allah SWT. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan yang disalurkan dapat menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan munfik yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi jalan keberkahan dan membawa manfaat berkelanjutan bagi umat. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Membangun Kesejahteraan Umat.
BERITA13/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Menjelang Senja, BAZNAS Majalengka Hadirkan Harapan Baru bagi Didin, Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas
Menjelang Senja, BAZNAS Majalengka Hadirkan Harapan Baru bagi Didin, Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas
MAJALENGKA — Menjelang senja, Senin (12/10/2026), BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui Eman Suherman, S.Pd.I., menyerahkan bantuan modal usaha kepada Didin Nurdin, pelaku usaha penyandang disabilitas di Blok Desa RT 002 RW 002, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka. Prosesi penyerahan bantuan berlangsung langsung di tempat usaha Didin dan disaksikan Kepala Desa Banjaran, Rahmat Apandi. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat usaha kecil yang selama ini menjadi tumpuan hidup Didin, sekaligus membantunya mempertahankan kemandirian ekonomi di tengah keterbatasan fisik yang dialaminya. Dalam kesempatan tersebut, Rahmat Apandi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas perhatian yang diberikan kepada warganya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan dukungan. Ia berharap perhatian dan dukungan dari BAZNAS dapat memberikan manfaat bagi Didin, terutama dalam menjaga keberlangsungan usaha yang menjadi sumber penghidupan sehari-hari. Tetap Berusaha di Tengah Keterbatasan Sehari-hari, Didin menggantungkan penghasilannya dari berjualan kopi dan gorengan. Dengan usaha sederhana tersebut, ia berupaya memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membesarkan seorang anaknya yang hingga kini belum berumah tangga. Sudah belasan tahun Didin mengandalkan tongkat untuk berjalan setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang kakinya patah dan mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut tidak memadamkan semangatnya untuk tetap bekerja. Dengan segala keterbatasan yang ada, ia terus menjalankan usaha agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perjalanan hidup Didin juga diwarnai kehilangan. Sang istri telah meninggal dunia pada tahun lalu. Kini, ia menjalani kehidupan bersama anaknya yang masih menjadi tanggungannya. Di tengah keadaan tersebut, usaha kopi dan gorengan menjadi salah satu sumber penghidupan yang terus ia pertahankan. Bantuan Modal untuk Menambah Dagangan Bantuan modal usaha dari BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi dukungan berarti bagi Didin untuk mengembangkan usahanya. Tambahan modal tersebut akan dimanfaatkan untuk membeli lebih banyak bahan dagangan sehingga ia dapat menambah persediaan kopi dan gorengan yang dijual. Rasa syukur terpancar dari Didin saat menerima bantuan. Baginya, bantuan tersebut bukan sekadar tambahan modal, melainkan kesempatan untuk memperkuat usaha yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Majalengka atas bantuan ini. Insyaallah, besok pagi saya akan belanja modal lebih banyak supaya dagangan saya bisa bertambah. Semoga usaha saya semakin lancar dan bantuan ini menjadi berkah,” ungkap Didin penuh syukur. Harapan sederhana tersebut menggambarkan betapa berarti dukungan modal usaha bagi pelaku UMKM yang menghadapi keterbatasan. Dengan tambahan modal, Didin memiliki kesempatan untuk menambah persediaan dagangan dan menjaga keberlangsungan usahanya. Menguatkan Kemandirian Ekonomi Mustahik Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil dari kalangan penyandang disabilitas. Bantuan produktif diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjaga sumber penghasilan dan mendorong kemandirian ekonomi secara bertahap. Kehadiran Kepala Desa Banjaran dalam prosesi penyerahan turut mencerminkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah desa dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara lebih luas. Bagi Didin, setiap tambahan barang dagangan berarti kesempatan untuk terus berusaha. Di tengah keterbatasan fisik dan kehilangan orang terkasih, ia tetap berikhtiar menafkahi keluarga dan menjaga harapan untuk hari esok. Melalui bantuan modal usaha ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semakin banyak mustahik memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri. Di balik secangkir kopi dan gorengan yang dijajakan Didin, tersimpan ikhtiar seorang ayah untuk bertahan, menafkahi keluarga, dan menjaga harapan agar hari esok tetap lebih baik. #BAZNASMajalengka #BTBMajalengka #BantuanUMKM #PemberdayaanEkonomi #PenyandangDisabilitas #MustahikBerdaya #ZakatProduktif #PeduliSesama #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA12/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Kepedulian yang Menguatkan, BAZNAS Majalengka Hadir untuk Azis di Pasirmalati
Kepedulian yang Menguatkan, BAZNAS Majalengka Hadir untuk Azis di Pasirmalati
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada Senin (12/10/2026), Kepala Divisi Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Uju Juhara, S.Pd., menyerahkan bantuan sosial kepada Azis Rahmi Sabararudin, warga Blok Melati RT 002 RW 003, Desa Pasirmalati, Kecamatan Dawuan, yang merupakan penyandang disabilitas. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial, sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi para penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan Azis serta menjadi bentuk perhatian dan dukungan agar ia tetap memiliki semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan fisik maupun tantangan sosial, perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar menjadi bagian penting untuk membangun harapan serta menjalani kehidupan dengan lebih baik. Karena itu, penyaluran bantuan sosial tidak hanya berkaitan dengan bantuan yang diberikan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan solidaritas terhadap sesama. Azis Rahmi Sabararudin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui bantuan tersebut. “Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada saya. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan seluruh pihak yang telah membantu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta balasan kebaikan dari Allah SWT,” ujar Azis. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kepedulian terhadap penyandang disabilitas juga menjadi pengingat bahwa setiap anggota masyarakat berhak memperoleh perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan secara bermartabat. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat berbagi dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dikelola dan disalurkan secara terarah kepada masyarakat yang membutuhkan. Zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar pemberian, melainkan ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepedulian, menguatkan harapan, dan menjaga martabat sesama. #BAZNASMajalengka #BantuanSosial #PenyandangDisabilitas #PeduliSesama #ZakatUntukKesejahteraan #Infak #Sedekah #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA12/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
Perkuat Ukhuwah dan Syiar Islam, BAZNAS Majalengka Dukung Kegiatan IKSASS Jawa Barat
Perkuat Ukhuwah dan Syiar Islam, BAZNAS Majalengka Dukung Kegiatan IKSASS Jawa Barat
MAJALENGKA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyerahkan bantuan untuk kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyaikh yang diselenggarakan Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Jawa Barat, Senin (12/10/2026). Penyerahan bantuan berlangsung di ruang kerja Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap kegiatan keagamaan yang berperan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, menjaga tradisi keilmuan Islam, serta menumbuhkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW dan penghormatan kepada para masyaikh atau ulama. Melalui dukungan ini, BAZNAS berharap kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyaikh IKSASS Jawa Barat dapat berlangsung dengan baik serta memberikan manfaat bagi para santri, alumni, dan masyarakat yang terlibat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal akhlak mulia, kepedulian sosial, persaudaraan, dan semangat berbagi kepada sesama. Sementara itu, kegiatan Haul Masyaikh menjadi ruang untuk mengenang jasa dan perjuangan para ulama dalam menyebarkan ilmu, membimbing umat, serta menjaga keberlangsungan pendidikan Islam dari generasi ke generasi. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat kehidupan spiritual dan sosial masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kebersamaan antara lembaga pengelola zakat, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam menebarkan kemaslahatan. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semangat meneladani Rasulullah SAW dan menghormati perjuangan para ulama dapat terus terjaga, sekaligus menjadi penguat bagi lahirnya masyarakat yang religius, peduli, dan saling menguatkan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan kepedulian, mendukung syiar Islam, dan menghadirkan manfaat bagi umat. #BAZNASMajalengka #PHBI #MaulidNabiMuhammadSAW #HaulMasyaikh #IKSASSJawaBarat #SyiarIslam #KepedulianUmat #ZakatUntukUmat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA12/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Ajak 1.500 Siswa SMKN 1 Kadipaten Tumbuhkan Karakter Peduli Melalui SIGAP
BAZNAS Majalengka Ajak 1.500 Siswa SMKN 1 Kadipaten Tumbuhkan Karakter Peduli Melalui SIGAP
MAJALENGKA — Sebanyak 1.500 siswa SMKN 1 Kadipaten mengikuti sosialisasi program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai kepedulian sosial, keikhlasan, dan semangat berbagi sejak dini di lingkungan pendidikan. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., hadir langsung memberikan edukasi mengenai program SIGAP dan ASIK. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi jajaran pengelola BAZNAS Kabupaten Majalengka, yakni Kadiv Digital Fundraising & Retail, Kadiv Penghimpunan, serta Kadiv Humas, Hukum dan Protokoler. Kehadiran rombongan BAZNAS disambut hangat oleh kepala sekolah beserta jajaran guru SMKN 1 Kadipaten. Para siswa mengikuti sosialisasi dengan antusias. Sejumlah siswa turut mengajukan pertanyaan dan berinteraksi langsung untuk memahami lebih jauh tujuan serta mekanisme pelaksanaan program. Menanamkan Kepedulian dari Bangku Sekolah Melalui program SIGAP, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak para siswa membangun kebiasaan bersedekah dan berinfak sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Edukasi ini menekankan bahwa berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta, tetapi dapat dimulai dari hal sederhana sesuai kemampuan masing-masing. Sementara itu, program ASIK ditujukan bagi guru dan karyawan untuk memperluas partisipasi dalam gerakan infak dan sedekah di lingkungan kerja. Kedua program tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem kebaikan yang melibatkan seluruh unsur sekolah, mulai dari peserta didik hingga tenaga pendidik dan kependidikan. BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa partisipasi dalam program SIGAP dan ASIK dilaksanakan secara sukarela, tanpa paksaan, serta tidak menetapkan nominal maupun waktu tertentu sebagai kewajiban peserta. Dengan demikian, nilai utama yang ingin dibangun bukanlah besarnya dana yang terkumpul, melainkan tumbuhnya kesadaran untuk berbagi secara ikhlas dan berkelanjutan. Dari Kebiasaan Kecil Menjadi Gerakan Kebaikan Sosialisasi di SMKN 1 Kadipaten menjadi salah satu langkah BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah di kalangan generasi muda. Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk membentuk karakter yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat. Melalui SIGAP dan ASIK, BAZNAS berharap semangat berbagi dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari lingkungan sekolah, kepedulian diharapkan meluas menjadi gerakan kebaikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. SIGAP untuk siswa, ASIK untuk guru dan karyawan. Dari sekolah, tumbuh generasi yang peduli, ikhlas, dan gemar berbagi. #BAZNASMajalengka #SIGAP #SedekahInfakGenerasiAnakPeduli #ASIK #AksiSedekahDanInfakKaryawan #LiterasiZakat #PendidikanKarakter #GenerasiPeduli #Sedekah #Infak #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA12/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Berawal dari Modal Rp145 Ribu, Ayu Tumbuhkan Semangat Wirausaha, Ketua BAZNAS Majalengka Tambah Dukungan Modal
Berawal dari Modal Rp145 Ribu, Ayu Tumbuhkan Semangat Wirausaha, Ketua BAZNAS Majalengka Tambah Dukungan Modal
MAJALENGKA – Semangat berwirausaha ditunjukkan Ayu, siswi kelas XI SMKN 1 Kadipaten, yang mulai merintis usaha olahan ubi ungu dengan modal awal hanya Rp145.000. Mengapresiasi inisiatif dan kegigihan tersebut, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memberikan tambahan modal usaha sebesar Rp500.000 untuk mendukung pengembangan usaha yang dijalankan Ayu. Dukungan tersebut diberikan saat kegiatan sosialisasi program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) di SMKN 1 Kadipaten. Dalam kesempatan itu, H. Agus Asri Sabana berinteraksi langsung dengan para siswa sekaligus menggali semangat dan potensi mereka dalam membangun kemandirian sejak usia sekolah. Ayu mengaku mulai berwirausaha karena ingin belajar dan merasakan secara langsung proses menjalankan usaha. Berbekal modal yang terbatas, ia memilih mengolah ubi ungu menjadi produk makanan yang kemudian dipasarkan melalui koperasi sekolah. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Ayu juga menunjukkan kedisiplinan dalam mengelola waktu. Sepulang sekolah, ia menyempatkan diri menyiapkan dagangan untuk dijual pada keesokan harinya. Waktu luang yang dimilikinya dimanfaatkan untuk mempersiapkan produk, mengembangkan usaha, dan belajar bertanggung jawab atas kegiatan ekonomi yang dirintisnya sendiri. Ketekunan tersebut menjadi nilai lebih yang menarik perhatian Ketua BAZNAS Majalengka. Bagi Ayu, usaha yang dijalankan bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, melainkan juga menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, kedisiplinan, dan jiwa kemandirian. Dukungan Kecil untuk Menumbuhkan Kemandirian Pemberian tambahan modal sebesar Rp500.000 menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan agar Ayu dapat mengembangkan usaha olahan ubi ungunya. Tambahan modal tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta membuka peluang bagi Ayu untuk memperluas pemasaran produknya. Kisah Ayu menunjukkan bahwa keterbatasan modal bukan alasan untuk berhenti mencoba. Dengan kemauan belajar, ketekunan, dan keberanian mengambil langkah pertama, pelajar pun dapat mulai membangun kemandirian ekonomi sejak dini. Semangat seperti inilah yang perlu terus ditumbuhkan di kalangan generasi muda. Pendidikan tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga perlu mendorong mereka mengembangkan keterampilan hidup, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang usaha. Dukungan terhadap usaha yang dirintis Ayu juga menjadi pengingat bahwa pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Apresiasi terhadap potensi yang dimiliki seseorang dapat menjadi dorongan berarti untuk terus bertumbuh dan mengembangkan kemampuan dirinya. Menumbuhkan Generasi Mandiri dan Berjiwa Berbagi Melalui berbagai program pemberdayaan dan edukasi, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong tumbuhnya kepedulian sosial, semangat berbagi, serta kemandirian di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Program SIGAP menanamkan nilai kepedulian melalui pembiasaan sedekah dan infak di kalangan pelajar. Sementara itu, ASIK mendorong partisipasi karyawan dalam gerakan kebaikan melalui sedekah dan infak. Keduanya menjadi bagian dari upaya membangun budaya berbagi dan memperluas manfaat bagi masyarakat. Kisah Ayu menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pelaku usaha yang mandiri. Harapannya, langkah kecil yang dimulainya hari ini dapat berkembang menjadi usaha yang lebih maju, membuka peluang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Lebih dari sekadar menjadi wirausahawan yang sukses, Ayu diharapkan kelak mampu menjadi muzaki, yaitu orang yang menunaikan zakat ketika telah memenuhi ketentuannya, serta menjadi bagian dari masyarakat yang turut membantu dan memberdayakan sesama. Sebab, pemberdayaan sejati bukan hanya tentang memberikan bantuan, melainkan juga tentang menumbuhkan potensi, membuka kesempatan, dan mendampingi generasi muda agar berani melangkah menuju kemandirian. Dari modal Rp145.000, Ayu telah memulai langkah pertamanya. Dengan semangat dan dukungan yang tepat, semoga ikhtiar kecil itu tumbuh menjadi usaha yang membawa keberkahan dan manfaat bagi banyak orang. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #SIGAP #ASIK #WirausahaMuda #PemberdayaanEkonomi #KemandirianPelajar #GenerasiMandiri #SedekahInfak #Majalengka
BERITA12/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Balai Ternak BAZNAS RI di Majalengka Mulai Dibangun, Progres Fisik Capai 10 Persen
Balai Ternak BAZNAS RI di Majalengka Mulai Dibangun, Progres Fisik Capai 10 Persen
MAJALENGKA – Pembangunan Balai Ternak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia di Kabupaten Majalengka terus berjalan. Hingga Senin (12/10/2026), progres pembangunan fasilitas peternakan yang berlokasi di Kelompok Ternak Pasir Pogor, Blok Ciceri, Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, tersebut telah mencapai sekitar 10 persen. Pembangunan ini merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Program tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas kelompok ternak sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Pada tahap awal pengerjaan, kegiatan konstruksi difokuskan pada pembuatan papan bekisting dan pengecoran tiang kandang sebagai bagian dari persiapan pembangunan struktur utama bangunan. Balai Ternak ini dirancang dengan ukuran kandang 7 × 23 meter dan kapasitas sekitar 200 ekor ternak. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi sarana pendukung pengembangan usaha peternakan yang lebih produktif, terarah, dan berkelanjutan bagi kelompok penerima manfaat. Monitoring dan Koordinasi Terus Dilakukan Seiring dengan pelaksanaan pembangunan fisik, pendamping Balai Ternak juga melakukan monitoring, pelaporan perkembangan pekerjaan, serta koordinasi bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pemantauan program, memastikan perkembangan kegiatan terdokumentasi dengan baik, serta menjaga koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat. Melalui pemantauan secara berkala, pembangunan diharapkan dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan dan menjadi fondasi bagi pengembangan program peternakan ke depan. Mendorong Kemandirian Ekonomi Mustahik Lebih dari sekadar pembangunan sarana fisik, Balai Ternak BAZNAS RI di Majalengka diharapkan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok. Keberadaan fasilitas ini berpotensi mendukung pengembangan kapasitas usaha peternakan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat peluang ekonomi masyarakat penerima manfaat. Program ini sejalan dengan semangat pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan sesaat, tetapi juga mendorong mustahik agar semakin mandiri dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendukung sinergi program pemberdayaan bersama BAZNAS RI agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat. BAZNAS Kabupaten MajalengkaZakat Memberdayakan, Mustahik Dimandirikan. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BalaiTernakBAZNAS #PemberdayaanMustahik #ZakatProduktif #EkonomiUmat #PeternakanRakyat
BERITA12/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Perkuat Pemahaman Zakat Profesi ASN, Ridwan: Tunaikan Hak Harta Sesuai Ketentuan Syariat
BAZNAS Majalengka Perkuat Pemahaman Zakat Profesi ASN, Ridwan: Tunaikan Hak Harta Sesuai Ketentuan Syariat
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Wakil Ketua I, H. Muhamad Ridwan, S.Ag., M.Si., memperkuat pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai ketentuan zakat profesi, mulai dari nisab, dasar perhitungan penghasilan, hingga mekanisme penyalurannya melalui lembaga resmi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) serta sosialisasi zakat profesi bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka di Aula MTsN 7 Majalengka, Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti ASN dari MIN 7 Majalengka, MTsN 15 Majalengka, dan MIN 4 Majalengka. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran berzakat sekaligus mendorong pengelolaan zakat yang tertib, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam pemaparannya, H. Muhamad Ridwan menekankan pentingnya memahami batas minimal harta yang menjadi dasar kewajiban zakat atau nisab, serta menghitung penghasilan sesuai ketentuan yang menjadi rujukan. “Zakat bukan sekadar persoalan menyalurkan sebagian penghasilan, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT dalam menunaikan hak harta sesuai ketentuan syariat. Karena itu, ASN perlu memahami nisab, cara perhitungan, dan mekanisme penyalurannya agar ibadah zakat dapat dilaksanakan dengan benar,” demikian inti pesan yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut. Ridwan menjelaskan bahwa nisab zakat profesi mengacu pada nilai setara 85 gram emas. Dalam pemaparan kegiatan, ambang penghasilan bruto yang dijadikan acuan diperkirakan sekitar Rp7,5 juta per bulan, dengan nilai yang dapat berubah mengikuti harga emas. Oleh karena itu, pemahaman terhadap nisab dan dasar perhitungan menjadi penting agar penunaian zakat dilakukan secara tepat. Ia juga menjelaskan bahwa bagi ASN yang penghasilannya belum mencapai nisab, kepedulian sosial tetap dapat diwujudkan melalui infak dan sedekah sesuai kemampuan. Dengan demikian, semangat berbagi dan membantu sesama dapat terus tumbuh tanpa mengabaikan ketentuan mengenai kewajiban zakat. Zakat Profesi, Ikhtiar Menyucikan Harta dan Membantu Sesama Zakat memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat merupakan sarana untuk menyalurkan hak para mustahik, yakni golongan yang berhak menerima zakat, agar dapat memperoleh dukungan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam konteks penghasilan profesi, kesadaran menunaikan zakat diharapkan tumbuh dari pemahaman agama yang baik, bukan semata-mata karena mekanisme administrasi atau pemotongan penghasilan. Melalui pengelolaan yang terkoordinasi bersama BAZNAS, potensi zakat dari lingkungan ASN diharapkan dapat dihimpun dan disalurkan secara lebih optimal kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Dana zakat yang dikelola dengan baik dapat mendukung berbagai program pemberdayaan dan pelayanan umat sesuai ketentuan yang berlaku. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong peningkatan literasi zakat di berbagai lingkungan kerja dan masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya membangun tata kelola zakat yang amanah, profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Sinergi BAZNAS dan Kemenag Dorong Pengelolaan Zakat yang Terarah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa zakat profesi merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kebersihan harta sekaligus menumbuhkan kepedulian kepada sesama. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Kemenag dan BAZNAS diharapkan memudahkan ASN dalam menunaikan zakat melalui mekanisme yang tertib dan terkoordinasi sesuai ketentuan. Sosialisasi tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai dasar, mekanisme, serta manfaat zakat profesi bagi masyarakat. Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., menjelaskan landasan regulasi pengelolaan zakat, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014. Dalam pemaparannya, ia juga menyebutkan Peraturan Bupati Majalengka sebagai salah satu rujukan kebijakan pengelolaan zakat di daerah. Sinergi kelembagaan tersebut diharapkan mampu memperkuat penghimpunan dan pendistribusian zakat secara terarah, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat, regulasi, dan hak para penerima manfaat. Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan sosialisasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semakin banyak ASN yang memahami pentingnya menunaikan zakat sesuai ketentuan. Semangat berzakat diharapkan tidak hanya menjadi wujud kesalehan pribadi, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, setiap rupiah yang ditunaikan diharapkan menjadi jalan kebaikan, menguatkan kepedulian antarsesama, serta mendukung terwujudnya Majalengka yang semakin sejahtera dan Majalengka Langkung Sae. #BAZNASMajalengka #ZakatProfesi #ZakatASN #LiterasiZakat #PengelolaanZakat #KemenagMajalengka #ZakatUntukUmat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA12/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Sampaikan Doa dan Harapan bagi Pengurus MAKOM ALBAB Periode 2026–2031
BAZNAS Majalengka Sampaikan Doa dan Harapan bagi Pengurus MAKOM ALBAB Periode 2026–2031
MAJALENGKA – Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelantikan Pengurus Majelis Komunikasi Alumni Babakan (MAKOM ALBAB) Cabang Majalengka periode 2026–2031. Momentum pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat kerja tersebut diharapkan menjadi awal pengabdian baru dalam mempererat silaturahmi alumni serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut menyampaikan doa dan harapan agar seluruh pengurus yang telah dilantik senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, serta kekuatan dalam menjalankan amanah organisasi selama masa bakti lima tahun ke depan. Menurut harapan tersebut, amanah kepengurusan bukan sekadar tanggung jawab organisasi, melainkan juga kesempatan untuk menebarkan kebaikan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Mempererat Ukhuwah, Menguatkan Pengabdian Pelantikan dan rapat kerja MAKOM ALBAB Cabang Majalengka menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi antaralumni, menyatukan visi, serta merumuskan langkah strategis dalam menjalankan program kerja periode 2026–2031. Melalui semangat kebersamaan, organisasi alumni diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi yang produktif, tidak hanya dalam menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga dalam mengambil peran sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Nilai silaturahmi yang terpelihara dengan baik diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai ikhtiar positif. Sebab, ketika potensi dan pengalaman para alumni disatukan dalam semangat pengabdian, semakin banyak peluang kebaikan yang dapat diwujudkan untuk kemaslahatan umat. Amanah sebagai Jalan Ibadah BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap seluruh pengurus MAKOM ALBAB Cabang Majalengka dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta mengedepankan musyawarah dan kebersamaan dalam setiap langkah organisasi. Dalam perspektif Islam, amanah merupakan tanggung jawab yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Setiap niat baik yang diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan menjadi amal saleh yang membawa keberkahan. Semoga kepengurusan MAKOM ALBAB Cabang Majalengka periode 2026–2031 senantiasa berada dalam bimbingan Allah SWT, diberikan kemudahan dalam merealisasikan program kerja, serta mampu menebarkan manfaat bagi sesama. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendukung tumbuhnya semangat kolaborasi dan kepedulian sosial sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, religius, dan berdaya, sejalan dengan semangat Majalengka Langkung Sae. #BAZNASMajalengka #MAKOMALBAB #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #SilaturahmiAlumni #UkhuwahIslamiyah #PengabdianUntukUmat
BERITA11/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Pelantikan Makom Albab, Perkuat Sinergi Alumni Pesantren untuk Kemajuan Daerah
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Pelantikan Makom Albab, Perkuat Sinergi Alumni Pesantren untuk Kemajuan Daerah
MAJALENGKA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri pelantikan dan rapat kerja pengurus Majelis Komunikasi Alumni Babakan (Makom Albab) Cabang Majalengka masa bakti 2026–2031 yang mengusung tema “Sinergi Alumni Mengabdi untuk Majalengka Langkung Sae”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi alumni pesantren dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Pelantikan yang berlangsung di Sekretariat DPC PKB Kabupaten Majalengka tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Makom Albab, KH Kombes Pol (Purn.) Zuhana Zulfan, M.M. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Majalengka H. Eman Suherman, Ketua PCNU Kabupaten Majalengka KH Muhamad Umar S., Ketua MUI Kabupaten Majalengka KH Anwar Sulaeman, serta sejumlah tokoh agama dan tamu undangan lainnya. Dalam pelantikan tersebut, Bupati Majalengka H. Eman Suherman juga diangkat sebagai Dewan Kehormatan Makom Albab. Penetapan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat hubungan antara organisasi alumni pesantren dengan pemerintah daerah. Alumni Pesantren Didorong Hadir melalui Pengabdian Nyata Ketua Umum DPP Makom Albab, KH Kombes Pol (Purn.) Zuhana Zulfan, M.M., menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi serta mengoptimalkan potensi alumni agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi pesantren, para kiai, dan masyarakat. Menurutnya, Makom Albab menghimpun alumni lintas generasi dari 73 pesantren dan tiga perguruan tinggi. Jaringan tersebut merupakan modal sosial yang berharga untuk memperluas kontribusi alumni dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa organisasi alumni tidak cukup hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga perlu mengambil peran aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui program dan pengabdian yang nyata. Oleh karena itu, penguatan komunikasi, pendataan alumni, serta tata kelola organisasi menjadi aspek penting agar potensi yang dimiliki dapat dikelola secara terarah dan memberikan dampak positif bagi umat. Ketua Pengurus Cabang Makom Albab Majalengka, Dr. H. Agus Jamaludin, turut mengharapkan dukungan dan masukan dari berbagai pihak untuk menyukseskan program kerja organisasi selama masa bakti 2026–2031. Ia membuka ruang kolaborasi agar keberadaan Makom Albab dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pesantren Babakan dan masyarakat Kabupaten Majalengka. Sinergi Ulama, Alumni, dan Pemerintah untuk Majalengka Langkung Sae Dalam sambutannya, Bupati Majalengka H. Eman Suherman menyampaikan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, kalangan pesantren, dan para alumninya. Menurutnya, semangat Majalengka Langkung Sae tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan kehidupan keagamaan, pendidikan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Majalengka, lanjutnya, terbuka terhadap gagasan dan masukan dari organisasi keagamaan yang dapat mendukung pembangunan serta menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam konteks tersebut, Makom Albab diharapkan dapat menjadi mitra strategis melalui berbagai program yang mempertemukan potensi alumni pesantren dengan kebutuhan pembangunan daerah, terutama dalam penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Sinergi ini juga menjadi kesempatan bagi para alumni untuk menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan pesantren ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menjawab Tantangan Zaman dengan Penguatan Nilai Keagamaan Selain menyoroti pentingnya kolaborasi, Bupati Majalengka juga mengingatkan adanya tantangan dalam kehidupan beragama di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kemudahan akses informasi melalui mesin pencari dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kemajuan teknologi perlu disikapi secara bijak dengan tetap menempatkan nilai-nilai spiritual, keimanan, dan akhlak sebagai landasan kehidupan. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung kemajuan masyarakat tanpa mengesampingkan tanggung jawab moral dan nilai-nilai keagamaan. Dalam situasi tersebut, alumni pesantren memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan, dakwah, pendampingan generasi muda, serta penguatan kehidupan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. BAZNAS dan Alumni Pesantren Memiliki Ruang Kolaborasi Sosial Kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya membangun komunikasi dan sinergi antarlembaga serta elemen masyarakat dalam mendukung kemaslahatan umat. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus menjalankan peran pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, keagamaan, serta kepedulian sosial. Sejalan dengan semangat yang diusung Makom Albab, kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk alumni pesantren, memiliki peluang untuk memperluas jangkauan manfaat program serta memperkuat kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan. Melalui momentum pelantikan dan rapat kerja ini, diharapkan kepengurusan Makom Albab Cabang Majalengka masa bakti 2026–2031 dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik, mempererat ukhuwah ant alumni, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi pesantren dan masyarakat. Semangat “Sinergi Alumni Mengabdi untuk Majalengka Langkung Sae” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi berkelanjutan, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi kemajuan Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Manfaat, Menguatkan Kepedulian, Membangun Kesejahteraan Umat. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #MakomAlbab #AlumniPesantren #PesantrenBabakan #SinergiAlumni #KolaborasiUmat #PendidikanIslam #PemberdayaanUmat #KepedulianSosial #MajalengkaReligius #ZakatUntukKesejahteraan #Majalengka
BERITA11/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka Serahkan Wakaf 10 Al-Qur’an untuk Sekolah Al Kautsar Gunungsari
Ketua BAZNAS Majalengka Serahkan Wakaf 10 Al-Qur’an untuk Sekolah Al Kautsar Gunungsari
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus mendukung penguatan pendidikan Islam melalui penyaluran wakaf Al-Qur’an bagi lembaga pendidikan. Kali ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyerahkan wakaf sebanyak 10 buah Al-Qur’an kepada Ketua Yayasan Sekolah Al Kautsar, Desa Gunungsari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Penyerahan wakaf tersebut dilaksanakan sesaat setelah sambutan Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., dan sebelum prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar. Dalam kesempatan itu, Ketua BAZNAS menyerahkan langsung bantuan wakaf Al-Qur’an dengan didampingi Bupati Majalengka. Penyaluran wakaf ini menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pembelajaran agama Islam di lingkungan sekolah, sekaligus mendorong tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Wakaf Al-Qur’an untuk Menguatkan Pendidikan Keislaman Keberadaan Al-Qur’an di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pembelajaran, membiasakan siswa membaca kitab suci, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui wakaf 10 buah Al-Qur’an tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap para siswa Sekolah Al Kautsar semakin termotivasi untuk membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an. Upaya ini juga sejalan dengan pentingnya membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, penguatan pendidikan agama menjadi bagian penting dalam membimbing generasi muda agar memiliki pegangan nilai yang kuat dalam menjalani kehidupan. Bersinergi Membangun Generasi Berakhlak Mulia Penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar. Pembangunan masjid ini diharapkan dapat menjadi sarana ibadah sekaligus pusat pembinaan keagamaan bagi para siswa dan lingkungan sekolah. Sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan yayasan pendidikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat kehidupan keagamaan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter generasi muda. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan kebermanfaatan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, termasuk mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga wakaf Al-Qur’an ini menjadi amal jariyah bagi para pihak yang terlibat serta menjadi jalan tumbuhnya generasi Qur’ani yang berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Kebermanfaatan. Majalengka Langkung Sae — SAEkeun Majalengka.
BERITA11/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bupati Majalengka: Pembangunan Masjid Sekolah Jadi Ikhtiar Membentengi Generasi Muda dari Dampak Negatif Kemajuan Zaman
Bupati Majalengka: Pembangunan Masjid Sekolah Jadi Ikhtiar Membentengi Generasi Muda dari Dampak Negatif Kemajuan Zaman
MAJALENGKA — Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyampaikan pentingnya penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar di Desa Gunungsari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Bupati mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada panitia yang telah merencanakan pembangunan masjid di lingkungan sekolah. Menurutnya, pembangunan sarana ibadah tersebut merupakan ikhtiar nyata untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif kemajuan zaman. Di era digital saat ini, anak-anak semakin mudah memperoleh informasi melalui perangkat gawai dan mesin pencari internet. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan pendampingan dan bimbingan agar mereka mampu membedakan informasi yang benar serta tidak kehilangan pegangan dalam menjalani kehidupan. Dalam sambutannya, Bupati menyoroti kecenderungan sebagian anak yang lebih mempercayai teknologi dibandingkan nasihat orang tua, guru, maupun ustaz. “Sekarang ini banyak anak-anak yang lebih percaya kepada gadget daripada kepada orang tua, guru di sekolah, maupun ustaz. Mereka lebih percaya kepada Google yang bisa menjawab semua pertanyaan yang mereka tanyakan,” ungkapnya. Menurut Bupati, fenomena tersebut menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai agama, pendidikan akhlak, dan perhatian terhadap perkembangan karakter anak. Ia menegaskan, membimbing generasi muda agar tidak salah arah merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu mengambil peran dalam memberikan pemahaman, meluruskan cara pandang, serta mengarahkan anak-anak agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan landasan moral dan keimanan yang kuat. Masjid Sekolah sebagai Ruang Pembinaan Akhlak Pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan spiritual bagi para siswa. Melalui keberadaan masjid, nilai-nilai keislaman diharapkan dapat semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan. Masjid memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah, membiasakan perilaku terpuji, serta memperkuat hubungan generasi muda dengan ajaran agama. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan akhlak mulia. Ikhtiar pembangunan masjid di lingkungan sekolah ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan era digital, ketika anak-anak membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan norma sosial. BAZNAS Majalengka Dukung Penguatan Pendidikan Islam Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang mendampingi Bupati Majalengka dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan masjid. Sebelum prosesi tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka didampingi Bupati menyerahkan wakaf sebanyak 10 buah Al-Qur’an kepada Ketua Yayasan Sekolah Al Kautsar. Wakaf ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran Al-Qur’an serta meningkatkan kecintaan para siswa terhadap kitab suci umat Islam. Prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Majalengka bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi penanda dimulainya pembangunan masjid yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, yayasan pendidikan, dan masyarakat, pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencetak generasi yang cerdas, beriman, bertakwa, serta memiliki karakter kuat dalam menghadapi perkembangan zaman. Majalengka Langkung Sae — SAEkeun Majalengka.
BERITA11/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bupati Majalengka dan Ketua BAZNAS Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar
Bupati Majalengka dan Ketua BAZNAS Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar
MAJALENGKA — Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar di Desa Gunungsari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Pembangunan masjid di lingkungan sekolah tersebut menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif perkembangan zaman. Dalam sambutannya, Bupati Majalengka menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada panitia yang telah merencanakan pembangunan masjid di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberadaan masjid merupakan bagian penting dari upaya membangun fondasi keimanan dan akhlak anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Bupati menyoroti perubahan perilaku anak-anak pada era digital, ketika perangkat gawai dan mesin pencari internet semakin menjadi rujukan utama dalam mencari informasi, bahkan terkadang lebih dipercaya daripada orang tua, guru, maupun ustaz. “Sekarang ini banyak anak-anak yang lebih percaya kepada gadget daripada kepada orang tua, guru di sekolah, maupun ustaz. Mereka lebih percaya kepada Google yang bisa menjawab semua pertanyaan yang mereka tanyakan,” ungkap Bupati dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya memberikan pendampingan, arahan, dan pendidikan yang tepat kepada generasi muda. Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan nilai agama, pembentukan karakter, serta bimbingan dari keluarga dan lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, Bupati menekankan bahwa menjadi tanggung jawab bersama untuk meluruskan, mengingatkan, dan membimbing anak-anak agar mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak serta tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan. Pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, memperkuat akhlak, dan mendekatkan peserta didik kepada ajaran agama. Masjid juga diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi menjadi ruang pembelajaran dan pembinaan spiritual bagi para siswa. BAZNAS Majalengka Serahkan Wakaf Al-Qur’an Sesaat setelah sambutan Bupati Majalengka, tepat sebelum prosesi peletakan batu pertama, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, didampingi Bupati Majalengka, menyerahkan wakaf Al-Qur’an sebanyak 10 buah kepada Ketua Yayasan Sekolah Al Kautsar. Penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pembelajaran agama Islam di lingkungan sekolah. Diharapkan, Al-Qur’an yang diwakafkan dapat dimanfaatkan oleh para siswa untuk meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci, memperdalam pemahaman agama, serta membiasakan interaksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, dukungan terhadap sarana dan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung pembinaan generasi muda yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Peletakan Batu Pertama Jadi Awal Ikhtiar Bersama Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sekolah Al Kautsar dilakukan oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Momentum tersebut menandai dimulainya pembangunan sarana ibadah yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga besar sekolah dan masyarakat sekitar. Sinergi pemerintah daerah, BAZNAS, yayasan, serta unsur masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, keberadaan masjid di lingkungan sekolah diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar untuk membimbing generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, tetap berpegang pada nilai-nilai agama, serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berkarakter. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong kolaborasi dalam mendukung kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah, profesional, serta berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat. Majalengka Langkung Sae — SAEkeun Majalengka.
BERITA11/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Pelatihan Manajemen Masjid Modern, Irma Agustini Pratiwi Bahas Pengembangan Perpustakaan Masjid
Pelatihan Manajemen Masjid Modern, Irma Agustini Pratiwi Bahas Pengembangan Perpustakaan Masjid
MAJALENGKA — Penguatan fungsi masjid sebagai pusat literasi, edukasi, dan dokumentasi masyarakat menjadi salah satu bahasan dalam rangkaian hari kedua Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Rapat BAZNAS Kabupaten Majalengka, lantai 2, tersebut menghadirkan Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kabupaten Majalengka, Irma Agustini Pratiwi, S.Pd., M.Pd., sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi bertajuk “Masjid sebagai Pusat Literasi, Edukasi, dan Dokumentasi Masyarakat” yang menekankan pentingnya pengembangan perpustakaan masjid sebagai sarana memperluas akses pengetahuan dan meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat. Dalam pemaparannya, perpustakaan masjid dipandang sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid melalui kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga mendukung pendidikan, penyebaran ilmu pengetahuan, serta pelestarian dokumentasi dan sejarah masyarakat. Perpustakaan Masjid sebagai Ruang Belajar Masyarakat Irma Agustini Pratiwi menjelaskan berbagai aspek pengembangan perpustakaan rumah ibadah, mulai dari standar koleksi, pelayanan, tenaga perpustakaan, sarana dan prasarana, hingga tata kelola pengelolaannya. Dari sisi koleksi, perpustakaan masjid dapat mengembangkan bahan bacaan dalam bentuk cetak maupun digital. Pengelolaan koleksi perlu dilakukan secara teratur, termasuk pencatatan buku, pengembangan bahan bacaan, serta pemanfaatan sumber koleksi melalui hibah dan pertukaran koleksi. Sementara itu, standar pelayanan perpustakaan mencakup peminjaman dan pengembalian buku, perpanjangan masa peminjaman, penelusuran koleksi, serta penetapan jam operasional yang jelas. Pelayanan yang tertata diharapkan dapat memudahkan jemaah dan masyarakat dalam mengakses sumber pengetahuan. Dari aspek sarana dan prasarana, perpustakaan masjid perlu didukung ruang khusus, tempat membaca, rak buku, rak pengembalian, serta sistem pencatatan koleksi dan peminjaman. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan terorganisasi. Pengelolaan perpustakaan juga memerlukan tenaga yang bertanggung jawab, didukung surat keputusan kepengurusan, kompetensi yang sesuai, serta kesempatan mengikuti pelatihan perpustakaan. Administrasi melalui buku induk dan pencatatan peminjaman menjadi unsur penting untuk menjaga ketertiban pengelolaan. Mendorong Kolaborasi dan Digitalisasi Literasi Masjid Selain penguatan standar perpustakaan, materi tersebut menyoroti pentingnya tata kelola dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat literasi masyarakat. BAZNAS, Disarpusda, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), remaja masjid, komunitas masyarakat, sekolah, dan pesantren dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. BAZNAS dapat berkontribusi melalui dukungan pemberdayaan dan inovasi, sedangkan Disarpusda memiliki peran dalam pengembangan literasi, perpustakaan, dan kearsipan. Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi masjid untuk menjadi mitra edukasi sekaligus sumber pengetahuan mengenai sejarah dan perkembangan masyarakat di lingkungannya. Pengembangan kreativitas dan digitalisasi juga dapat mendukung perluasan akses informasi agar koleksi dan kegiatan literasi menjangkau lebih banyak kalangan. Dengan tata kelola yang baik, perpustakaan masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga ruang belajar yang aktif, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan jemaah, pelajar, generasi muda, serta masyarakat sekitar. Mewujudkan Masjid Modern yang Berdampak Luas Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mendorong pengelolaan masjid yang lebih profesional, inovatif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Melalui materi literasi, edukasi, dan dokumentasi, para pengelola masjid diharapkan memperoleh wawasan untuk mengembangkan perpustakaan dan kegiatan pembelajaran sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing. Penguatan literasi juga diharapkan dapat berjalan beriringan dengan fungsi ibadah, dakwah, pemberdayaan sosial, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masjid modern bukan sekadar tempat beribadah, melainkan juga ruang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, membangun budaya membaca, serta menjaga dokumentasi dan memori kolektif masyarakat. Dengan sinergi berbagai pihak, masjid diharapkan semakin berperan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan umat yang berkelanjutan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, dan Meningkatkan Kesejahteraan Umat.
BERITA10/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat yang Modern dan Inovatif
BAZNAS Majalengka Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat yang Modern dan Inovatif
MAJALENGKA — Revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat menjadi salah satu fokus pembahasan dalam hari kedua Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka di Gedung Islamic Center Kabupaten Majalengka, Sabtu (10/10/2026). Materi bertajuk “Revitalisasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan” disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majalengka, Drs. KH. Anwar Sulaiman, M.M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menguraikan pentingnya mengoptimalkan peran masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat peradaban Islam, pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, pembinaan generasi muda, serta pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat. Revitalisasi tersebut merupakan upaya menghidupkan kembali peran strategis masjid sebagaimana dicontohkan pada masa Rasulullah SAW, dengan tetap menjaga kesucian dan fungsi utama masjid sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT. Lima Pilar Revitalisasi Fungsi Masjid Dalam materi yang disampaikan, KH. Anwar Sulaiman memaparkan sejumlah pilar pemberdayaan yang dapat dikembangkan oleh pengelola masjid untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era modern. Pertama, masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan keagamaan. Masjid perlu terus dihidupkan melalui kegiatan salat berjemaah, gerakan Subuh berjemaah, penyediaan fasilitas ibadah yang memadai, serta gerakan kebersihan masjid dan lingkungan sekitarnya. Pengelolaan kegiatan dan infak juga perlu dilaksanakan secara transparan dan akuntabel guna menjaga kepercayaan jemaah. Kedua, masjid sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan transformasi intelektual. Masjid didorong menjadi ruang pembelajaran Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui kajian rutin, pembinaan bacaan Al-Qur'an dan salat, pengembangan perpustakaan digital, penyediaan ruang ramah anak, serta pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pemanfaatan media sosial dan platform digital juga menjadi peluang untuk memperluas jangkauan dakwah. Ketiga, masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Masjid diharapkan mampu berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitarnya. Beberapa langkah yang dapat dikembangkan antara lain digitalisasi penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui QRIS maupun platform digital, pengembangan unit usaha produktif, serta pendirian koperasi masjid dengan skema pembiayaan tanpa riba, seperti qardhul hasan, bagi pelaku usaha mikro dan pedagang kecil. Keempat, masjid sebagai tempat pembinaan mental spiritual dan kepemimpinan generasi muda. Pembinaan remaja masjid menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui halaqah, majelis ilmu, dan organisasi remaja masjid, generasi muda dapat dilatih mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta pengelolaan kegiatan, sekaligus diarahkan pada lingkungan pergaulan yang sehat dan positif. Kelima, masjid yang ramah kesehatan. Selain menjalankan fungsi ibadah dan pendidikan, masjid juga berpotensi menjadi ruang edukasi kesehatan masyarakat. Program yang dapat dikembangkan meliputi penyuluhan kesehatan, penerapan pola hidup bersih dan sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, penyediaan fasilitas pertolongan pertama, serta kerja sama dengan pihak terkait dalam pelayanan kesehatan dan penanganan keadaan darurat. Memakmurkan Masjid melalui Kolaborasi dan Inovasi Dalam perspektif Islam, upaya memakmurkan masjid memiliki landasan kuat dalam Al-Qur'an. Surah At-Taubah ayat 18 menjelaskan bahwa orang-orang yang memakmurkan masjid Allah adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut selain kepada Allah SWT. Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari bangunan yang megah, tetapi juga dari kehidupan ibadah, aktivitas keilmuan, tata kelola yang baik, serta manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Melalui inovasi manajemen dan kolaborasi dengan berbagai pihak, masjid diharapkan mampu menjadi ruang yang terbuka bagi pengembangan potensi umat. Pengelolaan yang profesional, pemanfaatan teknologi, transparansi keuangan, serta program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat menjadi unsur penting dalam mewujudkan masjid yang berdaya dan berkelanjutan. Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mendorong peningkatan kapasitas pengelolaan masjid. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengelola masjid dapat mengembangkan inovasi yang tidak hanya memperkuat fungsi ibadah, tetapi juga memperluas kontribusi masjid dalam pendidikan, ekonomi, sosial, dan peningkatan kesejahteraan umat. Dengan demikian, masjid diharapkan semakin berperan sebagai pusat peradaban Islam yang makmur, profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat luas. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, dan Meningkatkan Kesejahteraan Umat.
BERITA10/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Kadang Tak Cukup Hanya Membuka Pintu Masjid, Hj. Kusmiati Dorong Transformasi Digital untuk Perluas Layanan dan Dakwah Islam
Kadang Tak Cukup Hanya Membuka Pintu Masjid, Hj. Kusmiati Dorong Transformasi Digital untuk Perluas Layanan dan Dakwah Islam
MAJALENGKA — Transformasi digital menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan masjid agar semakin mudah diakses, transparan, dan relevan dengan kebutuhan jamaah di era modern. Hal tersebut disampaikan Hj. Kusmiati, S.Sos., Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majalengka, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern di Gedung Islamic Center Kabupaten Majalengka, Jumat (9/10/2026). Dalam pemaparannya yang mengangkat tema Digital Mosque: Transformasi Layanan dan Komunikasi di Era Digital, Hj. Kusmiati menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dapat membantu masjid memperluas jangkauan dakwah, meningkatkan akses informasi, mempermudah pelayanan jamaah, serta mendorong pengelolaan kegiatan dan donasi yang lebih efektif. Materi tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pelatihan yang diselenggarakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka untuk memperkuat kapasitas pengurus masjid dalam menghadapi perkembangan zaman. Masjid Digital, Upaya Mendekatkan Pelayanan kepada Jamaah Hj. Kusmiati menjelaskan bahwa masjid digital merupakan pemanfaatan teknologi untuk mengintegrasikan layanan dan komunikasi masjid sehingga informasi dan pelayanan dapat diakses secara lebih mudah, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan jamaah. Transformasi ini bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi, melainkan perubahan cara masjid menyampaikan informasi, mengelola kegiatan, dan membangun hubungan dengan masyarakat. Melalui pemanfaatan kanal digital, pengurus masjid dapat menyampaikan jadwal salat dan kegiatan keagamaan, menyiarkan kajian secara langsung, menyediakan informasi layanan, hingga memfasilitasi infak dan donasi secara daring. Pendekatan tersebut memberikan peluang bagi masjid untuk menjangkau jamaah yang lebih luas, termasuk masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau tidak dapat hadir secara langsung di lokasi kegiatan. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi sarana pendukung agar pelayanan dan syiar Islam tetap menjangkau masyarakat tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Empat Inovasi Layanan Masjid di Era Digital Dalam materi presentasinya, Hj. Kusmiati memaparkan sejumlah bentuk pemanfaatan teknologi yang dapat dikembangkan oleh pengurus masjid untuk meningkatkan kualitas pelayanan. 1. Live streaming khutbah dan kajian Siaran langsung memungkinkan jamaah mengikuti khutbah, ceramah, dan kajian keislaman dari berbagai tempat. Fasilitas ini dapat memperluas jangkauan dakwah serta membantu masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kegiatan pembinaan keagamaan. 2. Pengingat waktu salat dan kegiatan masjid Pemanfaatan sistem notifikasi otomatis dapat membantu jamaah memperoleh informasi mengenai waktu salat dan agenda kegiatan masjid secara lebih praktis dan tepat waktu. 3. Aplikasi informasi dan layanan masjid Informasi jadwal kegiatan, pengumuman, dan layanan masjid dapat diintegrasikan melalui aplikasi atau platform digital yang mudah diakses. Dengan sistem informasi yang tertata, jamaah dapat memperoleh informasi tanpa harus selalu datang langsung ke masjid. 4. Donasi dan infak secara daring Kanal donasi digital dapat mempermudah masyarakat menyalurkan infak dan bantuan. Pengelolaannya perlu didukung mekanisme pencatatan dan pelaporan yang transparan agar kepercayaan jamaah dan para donatur tetap terjaga. Keempat bentuk inovasi tersebut dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan, kemampuan pengurus, serta ketersediaan sarana teknologi di masing-masing masjid. Digitalisasi Memperluas Dakwah dan Meningkatkan Partisipasi Jamaah Menurut materi yang disampaikan, penerapan masjid digital memiliki sejumlah manfaat strategis, mulai dari peningkatan akses informasi dan komunikasi, kemudahan pengelolaan donasi dan zakat, perluasan jangkauan jamaah, hingga peningkatan partisipasi aktif Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Digitalisasi juga membuka kesempatan bagi pengurus masjid untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat. Informasi kegiatan dapat disampaikan secara cepat, dokumentasi program dapat dipublikasikan, dan jamaah dapat mengetahui berbagai aktivitas masjid melalui saluran komunikasi yang mereka gunakan sehari-hari. Bagi pengurus DKM, teknologi dapat menjadi instrumen pendukung untuk meningkatkan keteraturan pelayanan dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan maupun sosial. Namun, keberhasilan transformasi digital tetap memerlukan pengelolaan yang baik. Teknologi harus digunakan untuk mendukung tujuan pelayanan dan dakwah, bukan sekadar mengikuti perkembangan tren. Tantangan Digitalisasi Masjid dan Langkah Mengatasinya Dalam paparannya, Hj. Kusmiati turut mengidentifikasi sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan dalam penerapan digitalisasi masjid, yakni keterbatasan teknologi, tingkat literasi digital jamaah, dan biaya implementasi. Untuk menjawab tantangan tersebut, materi presentasi menawarkan beberapa pendekatan. Pertama, pelatihan digital secara berkelanjutan bagi pengurus masjid agar mereka memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi secara optimal. Kedua, membangun kemitraan dengan perusahaan rintisan teknologi atau startup guna membuka peluang pemanfaatan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan masjid. Ketiga, menggunakan platform yang mudah diakses, sehingga teknologi yang diterapkan tidak menyulitkan pengurus maupun jamaah. Pendekatan bertahap menjadi penting agar transformasi digital dapat diterapkan secara realistis. Masjid tidak harus langsung menggunakan sistem yang kompleks, tetapi dapat memulai dari kebutuhan mendasar seperti publikasi jadwal kegiatan, penyampaian informasi melalui media sosial, dan pelaporan program secara terbuka. Seiring meningkatnya kemampuan pengurus dan kesiapan sarana, pemanfaatan teknologi dapat dikembangkan untuk mendukung pelayanan yang lebih luas. Sinergi BAZNAS dan Diskominfo untuk Masjid yang Adaptif Pemaparan mengenai masjid digital memberikan perspektif bahwa pengembangan manajemen masjid modern perlu didukung oleh kemampuan komunikasi publik dan pemanfaatan teknologi informasi. Dalam konteks Kabupaten Majalengka, materi tersebut melengkapi upaya penguatan kapasitas pengurus masjid melalui Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang melibatkan BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka. BAZNAS Majalengka mendorong agar pengelolaan masjid semakin profesional dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Sementara itu, perspektif transformasi digital yang dipaparkan dari sisi komunikasi publik menjadi salah satu bekal bagi pengurus untuk mengembangkan penyampaian informasi dan pelayanan yang lebih efektif. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mendorong masjid menjadi pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Sebagaimana pesan penutup dalam materi presentasi, digitalisasi bukanlah upaya menggantikan nilai-nilai suci masjid dengan layar, melainkan membuka akses yang lebih luas agar kebaikan Islam dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di era modern. Melalui transformasi digital yang tepat guna, masjid diharapkan semakin dekat dengan jamaah, semakin terbuka dalam pelayanan, dan semakin luas manfaatnya bagi terwujudnya Majalengka Langkung SAE. #BAZNASMajalengka #DigitalMosque #DigitalisasiMasjid #ManajemenMasjidModern #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #DiskominfoMajalengka #DakwahDigital #MasjidModern
BERITA10/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Sekda Majalengka Paparkan Strategi Manajemen Masjid Modern, Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat
Sekda Majalengka Paparkan Strategi Manajemen Masjid Modern, Dorong Masjid Jadi Pusat Peradaban dan Pemberdayaan Umat
MAJALENGKA — Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Aeron Randi, A.P., M.P., menegaskan pentingnya penerapan manajemen masjid modern sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan keagamaan, meningkatkan kualitas pelayanan jamaah, serta menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern di Gedung Islamic Center Kabupaten Majalengka, Jumat (9/10/2026). Dalam pemaparannya, Sekda Majalengka menjelaskan bahwa pengelolaan masjid pada era modern perlu dilakukan secara profesional, transparan, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Masjid tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga perlu dioptimalkan sebagai pusat pendidikan Islam, dakwah, pelayanan sosial, serta penguatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka dalam mengembangkan tata kelola masjid yang lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama para peserta yang merupakan perwakilan dari 10 kelompok masjid percontohan. Masjid Harus Kembali Menjadi Pusat Peradaban Umat Mengawali pemaparannya, Sekda Majalengka menguraikan pengertian masjid sebagai tempat bersujud dan beribadah kepada Allah SWT. Dalam perjalanan sejarah Islam, masjid juga memiliki fungsi yang luas, mulai dari pusat pendidikan dan pengajaran Islam, pusat informasi, tempat penyelesaian persoalan umat, hingga pusat kegiatan sosial dan ekonomi. Fungsi tersebut menjadi landasan penting dalam membangun konsep manajemen masjid modern. Menurut kerangka materi yang disampaikan, kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari aktivitas ibadah ritual, tetapi juga dari kemampuan masjid menghadirkan manfaat bagi kehidupan jamaah dan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, pengurus masjid atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) perlu memiliki visi yang jelas dalam mengembangkan program. Masjid diharapkan mampu menjawab kebutuhan jamaah, membangun lingkungan keagamaan yang inklusif, serta mendorong tumbuhnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat mewujudkan Majalengka Langkung SAE, yakni melalui penguatan nilai keagamaan yang disertai peningkatan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Profesionalisme DKM dan Tata Kelola Masjid yang Akuntabel Salah satu poin utama yang disampaikan Sekda Majalengka adalah pentingnya profesionalisme pengurus DKM. Pengelolaan masjid membutuhkan pengurus yang memiliki kompetensi, integritas, tanggung jawab, serta amanah dalam menjalankan tugas. Profesionalisme tersebut perlu diwujudkan melalui administrasi yang tertata, perencanaan program yang terukur, pembagian tugas yang jelas, dan pelaporan keuangan yang transparan. Dengan tata kelola yang baik, pengurus dapat memastikan bahwa setiap sumber daya masjid dikelola secara bertanggung jawab dan sesuai dengan kebutuhan jamaah. Dalam materi Manajemen Masjid Modern, tata kelola masjid mencakup tiga bidang utama, yaitu: 1. Idarah — Pengelolaan Administrasi Idarah berkaitan dengan pengelolaan administrasi, penyusunan perencanaan strategis, pengorganisasian kepengurusan, pencatatan kegiatan, serta pelaporan keuangan secara transparan. 2. Imarah — Pemakmuran Masjid Imarah berfokus pada upaya menghidupkan masjid melalui kegiatan ibadah, pendidikan atau tarbiyah, dakwah kreatif, dan kegiatan keagamaan serta budaya yang bermanfaat bagi masyarakat. 3. Ri’ayah — Pemeliharaan dan Pengembangan Fasilitas Ri’ayah mencakup pemeliharaan bangunan, kebersihan, kenyamanan, dan kelayakan fasilitas masjid agar dapat digunakan secara optimal oleh seluruh jamaah. Ketiga aspek tersebut perlu berjalan secara terpadu. Administrasi yang baik harus mendukung kegiatan yang berkualitas, sedangkan fasilitas yang terpelihara akan meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah dan mengikuti berbagai program pembinaan. Digitalisasi Masjid untuk Transparansi dan Perluasan Dakwah Sekda Majalengka juga menyoroti pemanfaatan teknologi sebagai salah satu komponen penting dalam manajemen masjid modern. Digitalisasi dapat membantu pengurus meningkatkan efisiensi operasional, menyampaikan informasi kegiatan secara lebih luas, mempublikasikan laporan keuangan, serta mengembangkan penghimpunan donasi melalui kanal digital. Pemanfaatan media sosial, situs web, dan aplikasi digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dakwah sekaligus memperkuat komunikasi antara pengurus dan jamaah. Transparansi keuangan menjadi perhatian penting dalam penerapan teknologi tersebut. Pencatatan yang tertib dan pelaporan berkala, termasuk penyampaian informasi kepada jamaah melalui media yang mudah diakses, dapat membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana masjid. Dengan dukungan teknologi yang tepat, masjid diharapkan semakin terbuka, mudah dijangkau informasinya, dan mampu menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat Lebih jauh, materi yang dipaparkan menekankan bahwa masjid memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dapat dikembangkan menjadi pusat kegiatan sosial-ekonomi, antara lain melalui penguatan fungsi baitul mal, koperasi syariah, pelatihan kewirausahaan, dan unit usaha yang melibatkan jamaah sesuai kebutuhan serta kemampuan pengelolaannya. Pendekatan ini membuka peluang bagi masjid untuk berperan lebih aktif dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi, memperluas kesempatan usaha, dan membangun kemandirian. Dalam pelaksanaannya, pemberdayaan ekonomi perlu disertai perencanaan yang matang, pengelolaan yang amanah, serta mekanisme pertanggungjawaban yang jelas. Dengan demikian, program yang dikembangkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi jamaah. Penguatan fungsi sosial-ekonomi tersebut juga menjadi ruang sinergi dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk program pengelolaan zakat dan pendayagunaan dana umat yang dijalankan BAZNAS sesuai ketentuan yang berlaku. Pelayanan Jamaah yang Ramah dan Inklusif Aspek lain yang menjadi perhatian dalam manajemen masjid modern adalah kualitas pelayanan jamaah. Masjid perlu dikelola dengan memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan seluruh kelompok masyarakat, termasuk anak-anak, generasi muda, lanjut usia, serta penyandang disabilitas. Pelayanan yang ramah dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas yang layak, lingkungan yang bersih dan aman, kemudahan akses, serta kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan jamaah. Pengurus masjid juga perlu melakukan pemetaan jamaah untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, dan potensi masyarakat di lingkungan sekitar. Data tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran. Selain itu, pelibatan generasi muda dalam kepengurusan dan kegiatan masjid menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi. Regenerasi yang terencana akan membantu masjid berkembang tanpa bergantung pada satu atau beberapa orang saja. Melalui pendekatan tersebut, masjid diharapkan menjadi ruang ibadah sekaligus ruang belajar, berinteraksi, dan bertumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi Program Manajemen Masjid Modern di Kabupaten Majalengka Dalam materi presentasinya, Sekda Majalengka juga memaparkan arah kolaborasi program manajemen masjid modern yang melibatkan sejumlah perangkat daerah dan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Program tersebut dirancang secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak sesuai bidang tugas masing-masing. Beberapa agenda yang tercantum dalam materi meliputi: Subuh Akbar dan Kajian Fajar (2025): dikoordinasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda dengan sasaran 26 masjid di tingkat kecamatan. Penyusunan pedoman umum (2026): sebagai acuan pengembangan dan pengelolaan manajemen masjid modern. Bimbingan teknis M-Tri bagi pengurus DKM (2026): dilaksanakan melalui BAZNAS dengan sasaran 10 masjid dari 26 masjid yang menjadi target program. Pengadaan jaringan internet (2026): melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mendukung kebutuhan konektivitas. Shabar Award (2026): menjadi salah satu agenda pengembangan program yang dikoordinasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda dengan sasaran 26 masjid di tingkat kecamatan. Pengadaan perpustakaan (2027): melibatkan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah untuk mendukung penguatan literasi. Pengadaan perangkat media televisi (2027): dikoordinasikan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda dengan sasaran 26 masjid di tingkat kecamatan. Rangkaian program tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem masjid yang lebih modern. Penguatan kapasitas pengurus, dukungan teknologi, pengembangan sarana literasi, dan evaluasi pengelolaan menjadi bagian dari upaya yang saling melengkapi. Pelaksanaan program secara bertahap diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan masjid percontohan yang memiliki tata kelola baik dan dapat menjadi inspirasi bagi masjid lainnya di Kabupaten Majalengka. BAZNAS Majalengka Dukung Penguatan Kapasitas Pengurus Masjid Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para pengurus DKM agar mampu mengelola masjid secara lebih profesional dan berorientasi pada kebutuhan jamaah. Keterlibatan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam bimbingan teknis bagi pengurus masjid merupakan bagian dari sinergi pemberdayaan keagamaan yang diharapkan mampu memperluas manfaat pengelolaan dana dan sumber daya umat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Sekda Majalengka juga menyerahkan wakaf Al-Qur’an kepada perwakilan 10 kelompok masjid peserta pelatihan. Setiap kelompok menerima 10 mushaf Al-Qur’an sebagai dukungan terhadap kegiatan ibadah, tadarus, pendidikan, dan pembinaan keagamaan. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program wakaf Al-Qur’an dengan jumlah keseluruhan 500 mushaf yang diperuntukkan bagi sejumlah penerima manfaat, termasuk lembaga pendidikan Islam dan sarana keagamaan lainnya. Dukungan sarana ibadah tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tata kelola, sehingga masjid memiliki sumber daya yang memadai untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan pelayanan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Majalengka dan BAZNAS Kabupaten Majalengka, pengembangan manajemen masjid modern diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi praktik pengelolaan yang terukur, transparan, inklusif, dan memberikan dampak nyata. Masjid yang dikelola dengan amanah, dimakmurkan dengan ilmu, didukung teknologi, dan dihidupkan melalui kepedulian sosial diharapkan menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius, mandiri, dan sejahtera. #BAZNASMajalengka #ManajemenMasjidModern #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #PemberdayaanUmat #MasjidMakmur #DigitalisasiMasjid #SyiarIslam #MajalengkaReligius
BERITA10/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Sekda Majalengka Serahkan Wakaf Al-Qur’an kepada 10 Kelompok Masjid, Perkuat Syiar Islam dan Pembinaan Umat
Sekda Majalengka Serahkan Wakaf Al-Qur’an kepada 10 Kelompok Masjid, Perkuat Syiar Islam dan Pembinaan Umat
MAJALENGKA — Upaya memperkuat syiar Islam dan meningkatkan pembinaan umat terus dilakukan melalui penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada masjid dan lembaga keagamaan di Kabupaten Majalengka. Dalam rangkaian Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern di Gedung Islamic Center Kabupaten Majalengka, Jumat (9/10/2026), Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Aeron Randi, A.P., M.P., menyerahkan secara langsung bantuan wakaf Al-Qur’an kepada perwakilan 10 kelompok masjid peserta pelatihan. Penyerahan dilakukan selepas Sekda Majalengka menyampaikan materi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut mendampingi prosesi penyerahan bantuan. Setiap kelompok masjid menerima 10 buah mushaf Al-Qur’an untuk mendukung kegiatan ibadah, pembelajaran, dan pembinaan keagamaan bagi jamaah. Penyaluran ini merupakan bagian dari program wakaf Al-Qur’an dengan jumlah keseluruhan 500 buah mushaf, yang didistribusikan kepada sejumlah penerima manfaat, termasuk lembaga pendidikan Islam dan sarana keagamaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan Al-Qur’an di masjid sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan membaca, mempelajari, dan mengamalkan kitab suci dalam kehidupan sehari-hari. Wakaf Al-Qur’an, Ikhtiar Menghidupkan Masjid dengan Cahaya Ilmu Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang menjadi sumber petunjuk, ketenangan, dan pembentukan akhlak mulia. Karena itu, ketersediaan mushaf di masjid memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan tadarus, pengajian, pendidikan Al-Qur’an, serta pembinaan generasi muda. Melalui bantuan ini, 10 kelompok masjid peserta pelatihan diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan mushaf untuk kepentingan jamaah dan masyarakat sekitar. Masjid diharapkan semakin aktif menjadi ruang pembelajaran Islam yang terbuka bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Wakaf Al-Qur’an juga menjadi wujud kepedulian untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan lebih luas dalam berinteraksi dengan kitab suci. Setiap mushaf yang dimanfaatkan untuk kegiatan kebaikan diharapkan menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi penerima dan lingkungan sekitarnya. Dalam ajaran Islam, wakaf merupakan salah satu bentuk amal yang manfaatnya dapat terus mengalir selama digunakan untuk kebaikan. Dengan demikian, penyaluran wakaf Al-Qur’an bukan sekadar pemberian sarana ibadah, melainkan juga ikhtiar menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan memperkuat kehidupan spiritual masyarakat. Total 500 Mushaf Disalurkan untuk Berbagai Kebutuhan Keagamaan Program wakaf Al-Qur’an ini mencakup total 500 buah mushaf yang diperuntukkan bagi berbagai penerima manfaat. Selain disalurkan kepada kelompok masjid peserta Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern, sebagian mushaf juga diberikan kepada lembaga pendidikan Islam dan sarana keagamaan lainnya. Distribusi tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas pendidikan dan dakwah Islam di berbagai lingkungan, termasuk kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an, pembinaan santri, serta kegiatan keagamaan masyarakat. Penyaluran wakaf ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan kehidupan beragama memerlukan dukungan sarana yang memadai. Ketersediaan Al-Qur’an di masjid, lembaga pendidikan Islam, dan fasilitas keagamaan dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendorong umat untuk semakin dekat dengan ajaran Islam. Sinergi BAZNAS dan Pemerintah untuk Memakmurkan Masjid Penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern yang diselenggarakan BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini mendorong 10 kelompok masjid peserta percontohan untuk mengembangkan pengelolaan masjid yang lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga pusat pendidikan Islam, pembinaan generasi muda, penguatan kepedulian sosial, dan pemberdayaan umat. Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS, berbagai program keagamaan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tata kelola masjid. Penguatan manajemen perlu disertai dengan perhatian terhadap kebutuhan dasar jamaah, termasuk tersedianya sarana untuk mendukung ibadah dan pembelajaran Al-Qur’an. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan wakaf ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga dengan baik agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Semoga setiap ayat yang dibaca, setiap ilmu yang dipelajari, dan setiap kebaikan yang tumbuh dari pemanfaatan mushaf tersebut menjadi amal jariah serta menghadirkan keberkahan bagi para pewakaf, penerima manfaat, dan seluruh pihak yang berkontribusi. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #WakafAlQuran #GerakanWakafQuran #ManajemenMasjidModern #MasjidMakmur #SyiarIslam #PemberdayaanUmat #PendidikanIslam #IslamicCenterMajalengka
BERITA10/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →