WhatsApp Icon
Zakat Menguatkan Kemandirian: BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026 untuk 120 Mustahik

MAJALENGKA  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkolaborasi dengan BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI) dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka menggelar Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 bagi masyarakat penerima manfaat zakat atau mustahik.

Program yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026), tersebut menyasar sebanyak 120 mustahik. Mereka akan mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus akses menuju dunia industri sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., dan dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, beserta jajaran pimpinan, amil dan pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri yang menjadi bagian penting dalam membuka akses kerja bagi para peserta.

Zakat Produktif untuk Membuka Jalan Kemandirian

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyampaikan bahwa Program Beasiswa Vokasi 2026 merupakan hasil dari sinergi dan silaturahmi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, dan BAZNAS RI.

Menurut Agus, peluang program vokasi tersebut berhasil ditangkap melalui komunikasi dan kunjungan yang sebelumnya dilakukan oleh unsur Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN ke BAZNAS RI.

“Program vokasi ini merupakan salah satu bentuk transformasi penyaluran zakat agar tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi mustahik.”

Agus menjelaskan, sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta menjalani pelatihan selama satu minggu.

Program ini juga mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan, mulai dari pembekalan keterampilan, peningkatan kompetensi hingga membuka peluang peserta untuk memasuki dunia kerja.

Bupati: BAZNAS Tidak Sekadar Memberikan Bantuan

Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyambut baik pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena menghubungkan pemberdayaan masyarakat melalui zakat dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.”

Eman menilai pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.

“Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.”

Bupati juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, dan berbagai pihak yang bersama-sama membangun jembatan antara masyarakat dengan dunia kerja.

Ia berharap pola kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Dari Mustahik Menuju Kemandirian Ekonomi

Bagi peserta, Beasiswa Vokasi BAZNAS bukan sekadar program pelatihan. Program ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik.

Salah seorang penerima Beasiswa Vokasi BAZNAS, Elsa Damayanti, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Dengan adanya pelatihan ini saya bisa mendapatkan keterampilan sekaligus kesempatan untuk bekerja.”

Elsa berharap keterampilan yang diperolehnya dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan membantu menopang perekonomian keluarga.

Kehadiran program ini menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang lebih mendasar, termasuk peningkatan keterampilan dan akses terhadap pekerjaan.

Zakat tidak hanya hadir untuk meringankan beban kehidupan, tetapi juga dapat menjadi wasilah atau jalan menuju keberdayaan dan kemandirian ketika dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Menguatkan Semangat Majalengka Langkung SAE

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Majalengka 2026 menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara gerakan zakat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha.

Melalui pelatihan keterampilan dan akses menuju dunia kerja, para mustahik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, memperoleh penghasilan yang halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya.

Ikhtiar tersebut sejalan dengan semangat “Majalengka Langkung SAE”, yakni membangun masyarakat yang bukan hanya menerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk bangkit, bekerja, berpenghasilan, dan menjadi pribadi yang mandiri.

Pada akhirnya, tujuan pemberdayaan zakat bukan sekadar mengubah kondisi ekonomi mustahik, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat tumbuh menjadi muzaki di masa mendatang.

Dari zakat yang ditunaikan dengan ikhlas, lahir ikhtiar yang menguatkan. Dari keterampilan, terbuka peluang. Dari peluang, tumbuh kemandirian.

BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kesejahteraan umat dan Majalengka Langkung SAE.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BeasiswaVokasiBAZNAS  #PelatihanVokasi #ZakatProduktif 

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dari Silaturahmi Menjadi Aksi, BAZNAS Majalengka Dorong Mustahik Naik Kelas Lewat Beasiswa Vokasi

MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana,S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. menegaskan bahwa Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pendayagunaan zakat yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu membuka jalan bagi mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Agus saat memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).

Program hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (K2UKM) Kabupaten Majalengka tersebut menyasar 120 mustahik untuk mendapatkan pembekalan keterampilan kerja sekaligus membuka akses menuju dunia industri.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa lahirnya program vokasi tersebut tidak terlepas dari proses silaturahmi dan komunikasi yang telah dibangun oleh berbagai pihak.

Menurutnya, beberapa waktu sebelumnya Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, dan KADIN melakukan kunjungan ke BAZNAS RI. Dari pertemuan dan komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk mengembangkan program vokasi yang kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas lembaga.

“Program ini merupakan buah dari silaturahmi dan komunikasi yang kita bangun bersama. Dari pertemuan tersebut, kita menangkap peluang bagaimana zakat dapat kita arahkan untuk memberikan manfaat yang lebih panjang bagi para mustahik.”

Agus menilai, program vokasi menjadi salah satu bentuk nyata transformasi pengelolaan zakat. Jika sebelumnya bantuan kepada mustahik lebih banyak berorientasi pada pemenuhan kebutuhan, maka melalui program pemberdayaan, zakat dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas dan membuka kesempatan memperoleh pekerjaan.

“Vokasi ini merupakan bentuk transformasi penyaluran zakat. Kita ingin zakat tidak hanya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan agar mustahik memiliki keterampilan, mendapatkan pekerjaan, memiliki penghasilan dan pada akhirnya mampu mandiri.”

Menangkap Peluang melalui Kolaborasi

Agus menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak dapat dilakukan oleh BAZNAS seorang diri. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, serta sektor industri.

Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dirancang tidak berhenti pada proses pelatihan. Para peserta juga diarahkan untuk memiliki akses terhadap dunia kerja melalui keterlibatan mitra industri.

Sebanyak 120 peserta akan mengikuti program dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan selama satu minggu.

Program ini turut mendapatkan dukungan dari PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra yang membuka peluang penyerapan tenaga kerja bagi peserta sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang dipersyaratkan.

Bagi Agus, keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar program zakat produktif benar-benar memberikan dampak nyata.

“Kita tidak ingin pelatihan berhenti pada sertifikat. Yang kita harapkan adalah setelah mendapatkan keterampilan, peserta memiliki peluang untuk masuk ke dunia kerja dan memperoleh penghasilan yang halal.”

Zakat sebagai Jalan Menuju Kemandirian

Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa semangat utama Program Beasiswa Vokasi BAZNAS adalah mendorong perubahan pola pikir dalam pendayagunaan zakat.

Zakat, menurutnya, memiliki dimensi pemberdayaan yang sangat besar apabila dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Melalui keterampilan yang diberikan, mustahik diharapkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas dirinya, memperoleh pekerjaan, membantu perekonomian keluarga, serta secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan.

“Harapan kita tentu bukan selamanya mereka menjadi penerima manfaat. Kita ingin mereka naik kelas. Hari ini sebagai mustahik, dengan ikhtiar dan pendampingan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa menjadi masyarakat yang mandiri dan bahkan menjadi muzaki.”

Menurut Agus, perubahan tersebut merupakan salah satu cita-cita besar dalam pengelolaan zakat. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki harus mampu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program yang memberikan manfaat dan keberdayaan.

Karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus mendorong program-program pendayagunaan yang tidak hanya menyentuh kebutuhan jangka pendek, tetapi juga memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat.

Menguatkan Sinergi untuk Majalengka Langkung SAE

Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, PT Shoetown Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan contoh bahwa persoalan sosial dan ekonomi masyarakat dapat dihadapi bersama melalui sinergi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membuka ruang kolaborasi. BAZNAS tidak bisa berjalan sendiri. Ketika pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan dan masyarakat bergerak bersama, insyaallah manfaatnya akan jauh lebih besar.”

Ia berharap program tersebut dapat menjadi awal dari pengembangan program vokasi yang lebih luas di Kabupaten Majalengka.

Ke depan, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menangkap berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi para mustahik.

Sebab, bagi BAZNAS, zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun harapan, meningkatkan kemampuan, membuka kesempatan, dan mengantarkan mustahik menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan “Majalengka Langkung SAE”—sebuah masyarakat yang tumbuh melalui kepedulian, pemberdayaan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi.

Dari silaturahmi lahir kolaborasi. Dari zakat lahir pemberdayaan. Dari keterampilan terbuka kesempatan. Dan dari kesempatan, insyaallah lahir kemandirian.

Tagar

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BeasiswaVokasiBAZNAS #BeasiswaVokasi2026 #PelatihanVokasi #ZakatProduktif #ZakatUntukKemandirian #PemberdayaanMustahik #MustahikNaikKelas #MajalengkaMandiri #MataHati #MasyarakatCepatKerja #K2UKM #KADIN #ForumHRD #BLKCakraningrat #Majalengka #Zakat #PemberdayaanUmat

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Bupati Eman Suherman: Beasiswa Vokasi BAZNAS Buka Jalan Mustahik Menuju Dunia Kerja

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., memberikan apresiasi terhadap Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang dinilainya mampu menghadirkan pola pemberdayaan masyarakat yang lebih nyata melalui keterampilan dan akses terhadap dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Bupati Eman Suherman dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi kegiatan Pelatihan dan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).

Menurut Bupati Eman, program yang menyasar 120 mustahik tersebut memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi memberikan bekal keterampilan yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan penghasilan.

“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan.”

Pernyataan tersebut menjadi penekanan utama Bupati Eman dalam melihat pentingnya pengembangan program vokasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian masyarakat.

Bantuan yang Mengantarkan pada Kemandirian

Bupati Eman menilai, pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan merupakan langkah yang sangat penting. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat, menurutnya, akan memberikan dampak lebih panjang apabila disertai dengan kemampuan untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 dinilai menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Melalui program tersebut, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk memiliki akses menuju dunia industri.

Pendekatan ini, menurut Bupati Eman, menjadi penting karena masyarakat membutuhkan bukan hanya bantuan, tetapi juga kesempatan.

Kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, dan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Sejalan dengan Program Mata Hati

Dalam sambutannya, Bupati Eman juga mengaitkan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS dengan program Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, khususnya mereka yang memiliki kemauan untuk bekerja dan meningkatkan kehidupannya.

“Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja.”

Karena itu, menurut Bupati, sinergi dengan BAZNAS melalui program vokasi merupakan langkah yang sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan mandiri.

Ia berharap semakin banyak masyarakat Majalengka yang mendapatkan akses terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Bupati Eman juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Program tersebut tidak hanya melibatkan BAZNAS Kabupaten Majalengka, tetapi juga BAZNAS Republik Indonesia, Dinas K2UKM Kabupaten Majalengka, KADIN, Forum HRD, lembaga pelatihan, serta dunia industri.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan karena persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Pemerintah memiliki peran dalam membuka kebijakan dan akses, lembaga zakat memiliki kekuatan dalam pemberdayaan, lembaga pelatihan menyiapkan kompetensi, sementara dunia industri membuka ruang bagi masyarakat untuk masuk ke dunia kerja.

Dengan pola tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi benar-benar terhubung dengan kebutuhan lapangan.

Bupati Eman secara khusus mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dan Forum HRD dalam membuka akses bagi peserta menuju dunia industri.

Membuka Lebih Banyak Kesempatan bagi Masyarakat

Bupati Eman berharap program Beasiswa Vokasi BAZNAS dapat terus dikembangkan sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki kemauan untuk bekerja tetapi membutuhkan keterampilan dan akses agar dapat memasuki dunia kerja.

Karena itu, pola kolaborasi yang telah dibangun melalui program ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk dikembangkan dalam berbagai bidang keterampilan lainnya.

“Kita berharap pola kolaborasi BAZNAS, pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan ini dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.”

Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar program pemberdayaan tidak bersifat sesaat, melainkan dapat menjadi bagian dari ekosistem peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Majalengka.

Zakat, Keterampilan dan Masa Depan Masyarakat

Bagi Bupati Eman, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan beriringan dengan agenda pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan ketenagakerjaan.

Zakat yang dihimpun dari masyarakat kemudian diarahkan untuk memberikan manfaat melalui peningkatan kapasitas penerima manfaat.

Dengan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan yang halal, serta membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Lebih jauh, program semacam ini diharapkan mampu menciptakan perubahan dari ketergantungan menuju kemandirian.

Mustahik diberikan kesempatan untuk berkembang sehingga memiliki kemampuan untuk memperbaiki kehidupannya secara bertahap.

Bupati Resmi Membuka Program Beasiswa Vokasi

Setelah menyampaikan sambutannya, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., secara resmi membuka Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat Nana Sudiana, S.IP., M.M., M.Hum., Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., jajaran pimpinan dan amil BAZNAS, Forkopimda, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, serta perwakilan dunia industri.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menyasar 120 mustahik yang akan mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan selama satu minggu.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama para mitra berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk memasuki dunia kerja dan membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Bagi Bupati Eman, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif dalam mewujudkan masyarakat Majalengka yang semakin produktif.

Bantuan tidak berhenti pada pemberian. Keterampilan membuka kesempatan. Kesempatan melahirkan pekerjaan. Dan pekerjaan menjadi jalan menuju kemandirian.

Semangat tersebut sejalan dengan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung SAE, melalui masyarakat yang memiliki keterampilan, kesempatan kerja, penghasilan, dan masa depan yang lebih baik.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
H. Idy Muzayyad: Beasiswa Vokasi BAZNAS Jadi Jalan Mustahik Menuju Kemandirian

MAJALENGKA Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 menjadi salah satu langkah nyata Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat melalui peningkatan keterampilan dan akses ekonomi bagi mustahik.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., dalam sambutannya pada kegiatan Pelatihan dan Peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 yang digelar di BLK Cakraningrat, Cikasarung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/9/2026).

Menurut H. Idy Muzayyad, program vokasi merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS untuk memastikan zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan mustahik.

Zakat Didorong untuk Memberikan Dampak Berkelanjutan

H. Idy Muzayyad menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik melalui keterampilan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi.

Melalui pelatihan vokasi, para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi ekonominya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat BAZNAS untuk terus mentransformasikan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Kabupaten Majalengka sendiri menyasar 120 mustahik yang mengikuti pelatihan dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mendapatkan pelatihan keterampilan selama satu pekan.

Membuka Akses Mustahik ke Dunia Kerja

Dalam sambutannya, H. Idy Muzayyad juga menekankan pentingnya keterhubungan antara pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 tidak berhenti pada proses pelatihan. Program ini dibangun dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari BAZNAS, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, KADIN, Forum HRD hingga perusahaan sebagai mitra penyalur tenaga kerja.

Keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh peserta memiliki relevansi dengan kebutuhan lapangan kerja.

Salah satu perusahaan yang terlibat dalam program tersebut adalah PT Shoetown Indonesia yang berperan sebagai offtaker sekaligus mitra dalam membuka akses penyaluran tenaga kerja bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan.

Dengan pola tersebut, program vokasi diharapkan mampu memperpendek jarak antara pelatihan, keterampilan, dan kesempatan kerja.

Mustahik Naik Kelas

Lebih jauh, program ini diharapkan mampu mendorong perubahan status sosial-ekonomi penerima manfaat.

Mustahik tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi diarahkan untuk memiliki kemampuan, penghasilan dan kemandirian.

Semangat tersebut menjadi bagian dari cita-cita besar pengelolaan zakat, yakni bagaimana dana zakat yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan mampu memperoleh pekerjaan yang layak, mendapatkan penghasilan halal, serta secara bertahap meningkatkan taraf kehidupannya.

Pada akhirnya, pemberdayaan tersebut diharapkan dapat melahirkan mustahik yang naik kelas menjadi pribadi mandiri, bahkan kelak mampu menjadi muzaki.

Kolaborasi Menjadi Kekuatan Program

H. Idy Muzayyad juga menegaskan bahwa pemberdayaan mustahik tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.

Diperlukan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak agar program dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 di Majalengka menjadi contoh kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, BLK Cakraningrat, serta dunia industri.

Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses menuju pekerjaan dan kemandirian ekonomi.

Dari Pelatihan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 diharapkan menjadi awal dari perjalanan baru bagi para peserta.

Pelatihan yang diberikan bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikat, melainkan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui program ini, BAZNAS terus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat—dari membantu memenuhi kebutuhan hari ini menuju upaya membangun kemandirian untuk hari esok.

Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Majalengka Langkung SAE, dengan masyarakat yang semakin terampil, produktif, mandiri dan berdaya.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Rumahnya Dilalap Api, Karno Hidayat Temukan Harapan Lewat Uluran Tangan BAZNAS Majalengka

MAJALENGKA – Di tengah duka yang masih membekas akibat musibah kebakaran yang menghanguskan rumahnya, secercah harapan hadir untuk Bapak Karno Hidayat, warga Blok Rancabolang RT 02 RW 06, Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh. Dengan didampingi sang istri, beliau datang ke Posko BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Majalengka untuk menerima bantuan kebencanaan sebagai wujud kepedulian dari BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin, 7 September 2026, oleh Eman Suherman bersama Tim BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut menjadi ikhtiar untuk meringankan beban keluarga yang tengah berjuang bangkit setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah yang datang tanpa diduga.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, Allah SWT menghadirkan jalan pertolongan. Salah satunya melalui tangan-tangan kebaikan para muzaki yang menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS agar dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Hadir Menguatkan di Saat Paling Sulit

Di Posko BTB BAZNAS Majalengka, suasana sederhana menjadi saksi pertemuan antara kepedulian dan harapan. Kehadiran Bapak Karno Hidayat bersama istrinya bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga menjadi gambaran bahwa tidak ada seorang pun yang seharusnya menghadapi musibah sendirian.

Bantuan kebencanaan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak keluarga serta menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan setelah musibah kebakaran yang mengubah keseharian mereka.

Zakat Menjadi Cahaya bagi Mereka yang Diuji

Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), BAZNAS Kabupaten Majalengka terus menghadirkan respons cepat bagi masyarakat yang tertimpa bencana. Amanah zakat yang dipercayakan oleh para muzaki diwujudkan menjadi bantuan nyata yang menghadirkan manfaat bagi para mustahik.

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.” (QS. Al-Ma'idah: 2)

Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada Bapak Karno Hidayat beserta keluarga, mengganti setiap kehilangan dengan keberkahan yang lebih baik, serta menjadikan setiap uluran tangan kebaikan sebagai amal yang terus mengalir pahalanya.

08/09/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka

Berita Terbaru

Tim BTB BAZNAS Majalengka Identifikasi Titik Rawan Abrasi Sungai Cisuluheun di Desa Nunuk Baru
Tim BTB BAZNAS Majalengka Identifikasi Titik Rawan Abrasi Sungai Cisuluheun di Desa Nunuk Baru
MAJALENGKA — Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Eman Suherman, S.Pd.I. melakukan kunjungan lapangan ke Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka identifikasi titik-titik rawan bencana abrasi sekaligus penyusunan langkah mitigasi di sekitar aliran Sungai Cisuluheun. Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya abrasi dan luapan sungai yang kerap terjadi ketika musim penghujan tiba. Tim BTB melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah lokasi yang dinilai memiliki risiko, terutama permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Cisuluheun serta kondisi jembatan penghubung Desa Nunuk. Kondisi Jembatan Menjadi Perhatian Salah satu temuan yang menjadi perhatian serius dalam kegiatan identifikasi tersebut adalah kondisi jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung Desa Nunuk. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, sejumlah bagian tiang penyangga jembatan saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Tiang penyangga tampak sudah menggantung dan berpotensi mengalami kerusakan lebih parah apabila kembali diterjang arus sungai yang deras saat musim penghujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan struktur penyangga terbawa arus hingga berpotensi mengakibatkan jembatan ambruk dan terputusnya akses masyarakat. Selain jembatan, Tim BTB juga mengidentifikasi kondisi bantaran sungai yang mengalami perubahan dan abrasi. Keberadaan permukiman warga di sekitar bantaran menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan mitigasi ke depan. Bersama Tim BTB Desa Nunuk Baru Dalam kegiatan tersebut, Tim BTB BAZNAS turut didampingi Abdul Majid selaku Ketua Tim BTB Desa Nunuk Baru. Kehadiran tim tanggap bencana desa menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan informasi mengenai kondisi lapangan serta potensi risiko yang dihadapi masyarakat setempat. Identifikasi dilakukan dengan melihat kondisi fisik sungai, bantaran, akses penghubung, serta sejumlah titik yang berpotensi mengalami dampak ketika debit air meningkat. Data dan temuan lapangan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan untuk menyusun langkah mitigasi yang lebih terarah, termasuk pemetaan titik rawan, peningkatan kewaspadaan masyarakat, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ikhtiar Mitigasi sebagai Bentuk Kepedulian Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menjalankan fungsi kemanusiaan dan kebencanaan. Mitigasi tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi, tetapi juga melalui upaya mengenali risiko dan mempersiapkan langkah pencegahan sedini mungkin. Dalam perspektif Islam, menjaga keselamatan jiwa dan lingkungan merupakan bagian dari amanah. Karena itu, ikhtiar untuk mengurangi risiko bencana menjadi tanggung jawab bersama, dengan mengedepankan kepedulian, gotong royong, dan kemaslahatan masyarakat. “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195) Melalui kegiatan identifikasi ini, BAZNAS Majalengka berharap potensi risiko di Desa Nunuk Baru dapat dipetakan dengan lebih baik sehingga langkah penanganan dan mitigasi dapat dilakukan secara tepat, terukur, serta melibatkan berbagai pihak. BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat dan membangun sinergi kebencanaan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan masyarakat yang lebih aman, tangguh, dan saling peduli. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASSae #BTB #BAZNASTanggapBencana #TanggapBencana #MitigasiBencana #AbrasiSungai #SungaiCisuluheun #DesaNunukBaru #KecamatanMaja #Majalengka #SiagaBencana #KesiapsiagaanBencana #PeduliBencana #Kemanusiaan #GotongRoyong #ZakatUntukKemanusiaan
BERITA05/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Puncak Hari Pramuka ke-65, Teguhkan Kolaborasi untuk Kemaslahatan Masyarakat
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Puncak Hari Pramuka ke-65, Teguhkan Kolaborasi untuk Kemaslahatan Masyarakat
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Cabang Majalengka Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Yudha Abdi Negara, Pendopo Majalengka, Sabtu (5/9/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat komitmen Gerakan Pramuka agar semakin hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi kemaslahatan umat. Hadirnya Ketua BAZNAS Majalengka dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara BAZNAS dan Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, khususnya dalam menghadirkan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwarcab sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Drs. H. Eman Suherman, M.M., menerima Lencana Karya Bakti atas prestasi dan kinerjanya dalam pelaksanaan program Rutilahu. Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Adam Suhara, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut tidak terlepas dari komitmen Kak Eman dalam menerjemahkan amanat Kwartir Nasional (Kwarnas), agar setiap Kwartir Cabang dapat membangun minimal satu rumah tidak layak huni. “Amanat dari Kwarnas agar setiap Kwarcab membangun satu rumah rutilahu dan dijawab oleh Kak Eman Suherman dengan membangun 22 rutilahu melalui kolaborasi dengan Baznas,” kata Adam. BAZNAS: Kolaborasi Adalah Jalan Menguatkan Kemanfaatan Zakat Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, mengapresiasi semangat Gerakan Pramuka yang terus membuka ruang kolaborasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Gerakan Pramuka, dan berbagai unsur masyarakat merupakan bagian penting dalam memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. “BAZNAS Kabupaten Majalengka menyambut baik setiap ikhtiar kolaboratif yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Program Rutilahu menjadi salah satu contoh bahwa zakat, ketika dikelola secara amanah dan disinergikan dengan berbagai pihak, dapat menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar H. Agus Asri Sabana. Ia menambahkan bahwa semangat pengabdian yang ditunjukkan Gerakan Pramuka memiliki nilai yang sejalan dengan prinsip-prinsip pengelolaan zakat, yakni menghadirkan kepedulian, gotong royong, kebermanfaatan, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Semangat Pramuka untuk mengabdi kepada masyarakat sangat sejalan dengan spirit zakat, yaitu menghadirkan kebermanfaatan dan membantu mereka yang membutuhkan. Insyaallah, dengan kebersamaan dan kolaborasi yang terus diperkuat, semakin banyak program kebaikan yang dapat kita hadirkan untuk masyarakat Majalengka,” tambahnya. H. Agus juga menyampaikan bahwa membangun rumah layak huni bukan sekadar membangun sebuah bangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi penerima manfaat. “Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga tempat tumbuhnya keluarga, pendidikan, ibadah, dan harapan. Karena itu, setiap rumah yang kita bantu mudah-mudahan menjadi pintu hadirnya kehidupan yang lebih baik dan keberkahan bagi keluarga penerima manfaat,” ungkapnya. Pramuka Didorong Semakin Hadir di Tengah Masyarakat Puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 diawali dengan pentas seni dan pembacaan puisi akrostik yang mengambil singkatan dari nama Ketua Kwarcab sekaligus Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Drs. H. Eman Suherman, M.M. Puisi tersebut dibacakan oleh Tigin Kinanti Damara. Dalam sambutannya, Kak Eman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini ikut mengawal serta mendukung program kerja Gerakan Pramuka. Memasuki usia ke-65 tahun, ia menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus semakin kuat dalam membentuk generasi yang memiliki karakter, jiwa pengabdian, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. “Ketika umur Pramuka 65 tahun, harus terus hadir, harus terus semangat untuk menghadirkan manusia yang mulia, yang penuh pengabdian,” ujar Kak Eman. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan momentum Hari Pramuka ke-65 sebagai bahan evaluasi atau muhasabah untuk memperkuat kontribusi Gerakan Pramuka dalam mendukung pembangunan Kabupaten Majalengka. “Kepada semua stakeholders, jadikan momentum 65 tahun Pramuka ini untuk muhasabah. Bagaimana semangat ini bisa membangun di semua program Pemerintah Kabupaten Majalengka,” katanya. Menurut Kak Eman, semangat tersebut sejalan dengan filosofi untuk terus menjadi lebih baik dari hari ke hari. Prinsip itu pula yang menjadi ruh dari tagline pembangunan Kabupaten Majalengka, “Majalengka Langkung Sae.” “Tagline Majalengka Langkung Sae tujuannya agar semua aspek kehidupan rakyat terus lebih baik ke depannya,” tandasnya. Kak Eman secara khusus berpesan kepada jajaran pengurus Kwarcab dan seluruh anggota Gerakan Pramuka agar peringatan Hari Pramuka tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang bersifat seremonial. Ia berharap berbagai program kepramukaan dapat diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah daerah. “Saya sangat berharap peringatan 65 tahun ini tidak hanya seremonial, tapi bagaimana kehadiran Pramuka bermanfaat bagi rakyat. Tidak hanya membentuk karakter anak bangsa, tetapi bagaimana program Pramuka sejalan dengan program pemerintah yang tujuan utamanya mensejahterakan rakyat,” ungkapnya. Ia juga meminta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat untuk terus memberikan dukungan terhadap Gerakan Pramuka, khususnya di tingkat kwartir ranting. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan Pramuka dapat membantu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan. “Pramuka di tingkat ranting sangat butuh support. Ini akan meringankan tugas-tugas ketika menggandeng Pramuka, termasuk urusan kemasyarakatan. Akan lebih mudah ketika kita berkolaborasi,” jelasnya. Kak Eman mengingatkan seluruh pihak agar tidak memandang sebelah mata potensi Gerakan Pramuka. Dengan kebersamaan dan soliditas yang terus dijaga, Pramuka diyakini dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun generasi muda sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jangan anggap remeh Pramuka. Untuk itu saya titip, bangun terus kebersamaan dan soliditas, agar rakyat bisa sejahtera dan kita bisa menghadirkan generasi muda yang handal, bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama,” pungkasnya. Penghargaan dan Apresiasi Pada puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut juga dilaksanakan penganugerahan tanda penghargaan Gerakan Pramuka kepada sejumlah penerima sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi mereka terhadap organisasi. Lencana Melati diberikan kepada Ading, S.Pd., Endi Rohaendi, S.Pd., M.Pd., Eer Suhersih, S.Pd., dan Edi Krisnadi, S.Pd., M.Pd. Lencana Darma Bakti diberikan kepada Jabatullah, S.Pd. Sementara Lencana Pancawarsa diberikan kepada sejumlah anggota dengan masa pengabdian berbeda, yakni: Pancawarsa 5: Hj. Nani Yuliany, S.Pd., M.Pd. Pancawarsa 4: Drs. Agus Permana, MP. dan Ikin Asikin, S.IP., M.IP.Kp. Pancawarsa 3: Dr. Dede Sofyan Hadi, M.Ag. Pancawarsa 2: Dr. Drs. H. Nasrudin, M.M.Pd., Evi Fachlaeli, S.KM., M.Epid., dan Yuliawati Kusdiansah, SE. Pancawarsa 1: Uju Gustawan, SE., Tika Apriliyantini R., S.Gz., M.KM., Dr. H. Toto Warsito, S.Ag., M.Ag., Indra Budhiman, S.AP., Rizky Ginanjar Satyagraha, S.STP., M.Si., dan Supar tyningsih, S.IP., M.A.P. Untuk Lencana Teladan, penghargaan diberikan kepada Tiara Dwi Silviana. Selain itu, dilakukan penyematan tanda ikut serta kegiatan Jambore Nasional kepada Nizam Fayyadh Nurfalah, Fatih Nur Fatahillah, Agniezka Puspitasari, dan Nisa Auliya Agusni. Puncak peringatan juga diisi dengan penyerahan piala kejuaraan Lomba Penguatan Kehumasan. Untuk kategori Lomba Menulis Berita, Juara 1 diraih Kwartir Ranting Maja, Juara 2 Kwartir Ranting Palasah, dan Juara 3 Kwartir Ranting Majalengka. Sedangkan kategori Lomba Reportase, Juara 1 diraih Kwartir Ranting Banjaran, Juara 2 Kwartir Ranting Palasah, dan Juara 3 Kwartir Ranting Cingambul. Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Cabang Majalengka Tahun 2026 akhirnya menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian dan kepedulian sosial. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, sinergi bersama Gerakan Pramuka merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memperluas kemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan nilai Islam tentang ta'awun, yakni saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara BAZNAS, pemerintah, Gerakan Pramuka, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan semakin banyak kebaikan yang dapat diwujudkan. Karena pada akhirnya, pengabdian bukan sekadar tentang hadir dalam sebuah kegiatan, tetapi tentang seberapa besar kehadiran tersebut mampu menghadirkan manfaat bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kemanfaatan, Menuju Majalengka Langkung Sae.
BERITA05/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Hadiri Anniversary Dua Dekade GASS Sumberjaya
BAZNAS Majalengka Hadiri Anniversary Dua Dekade GASS Sumberjaya
MAJALENGKA Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Setiawan, S.S., didampingi tim Media Kiki Aiman Malik menghadiri perayaan Anniversary Dua Dekade Gabungan Scooter Sumberjaya (GASS) yang digelar di Lapangan Perdana, Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Sabtu (5/9/2026). Perayaan dua dekade komunitas pecinta Vespa tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga solidaritas, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kegiatan anniversary dikemas dengan berbagai agenda, mulai dari opening ceremony, donor darah, santunan anak yatim dan kaum dhuafa, rolling thunder, pengobatan gratis, sharing session, fun games, bursa Vespa, doorprize, live music, hingga DJ performance. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui Iwan Setiawan, S.S., menjadi bagian dari upaya memperluas silaturahmi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas otomotif. Bagi BAZNAS, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan nilai penting yang sejalan dengan ajaran Islam tentang ukhuwah dan tolong-menolong dalam kebaikan. “Kita adalah satu hobi, sama-sama pecinta Vespa. Dengan adanya event ini, kita bisa saling mempererat tali silaturahmi di antara kita semua dengan semboyan, Satu Vespa Sejuta Saudara,” ujar Bupati Majalengka saat membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dua Dekade GASS, Dari Ngopi hingga Menjadi Komunitas Solid Gabungan Scooter Sumberjaya atau GASS merupakan komunitas pecinta Vespa yang berada di wilayah Sumberjaya, Kabupaten Majalengka. Komunitas ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para pecinta skuter klasik, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Perjalanan GASS bermula pada 20 Agustus 2006. Saat itu, sejumlah pecinta Vespa di wilayah Bongas, Kecamatan Sumberjaya, berkumpul dalam suasana sederhana sambil menikmati kopi dan berbincang mengenai hobi mereka. Dari pertemuan tersebut kemudian tumbuh sebuah komunitas yang mampu bertahan dan berkembang hingga memasuki usia 20 tahun. Saat ini, GASS memiliki hampir 100 anggota aktif yang terus menjaga kekompakan serta semangat persaudaraan sesama pecinta Vespa. Perjalanan panjang tersebut menjadi bukti bahwa sebuah komunitas dapat tumbuh kuat ketika dibangun atas dasar persahabatan, kekeluargaan, dan komitmen untuk menjaga kebersamaan. Anniversary Dikemas dengan Semangat Sosial Ketua Panitia Anniversary Dua Dekade GASS, Mahpuddin, yang akrab disapa Tekok, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan komunitas Vespa, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sejumlah agenda sosial yang disiapkan antara lain santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, donor darah, serta pengobatan gratis. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian anniversary sebagai wujud kepedulian komunitas terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh sponsor yang akan membantu terlaksananya kegiatan anniversary dua dekade GASS ini,” ujar Tekok. Selain kegiatan sosial, suasana anniversary juga dimeriahkan dengan rolling thunder, sharing session, fun games, bursa Vespa, pembagian doorprize satu unit Vespa, live music atau band performance, termasuk penampilan GASS Band dan penampilan spesial lainnya, serta DJ performance. Menjaga Ukhuwah dan Kepedulian Dalam perspektif nilai-nilai keislaman, kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan bagian dari upaya membangun ukhuwah dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Semangat yang ditunjukkan GASS melalui kegiatan sosial diharapkan dapat terus berkembang menjadi gerakan kebaikan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Sebab, hobi dan komunitas bukan hanya tentang berkumpul, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menghadirkan kepedulian dan berbagi kebahagiaan. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong tumbuhnya ekosistem kebaikan di tengah masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Perayaan Anniversary Dua Dekade GASS diharapkan menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang komunitas sejak 2006 sekaligus memperkuat solidaritas para pecinta Vespa di Majalengka dan berbagai daerah lainnya. Dengan semangat “Satu Vespa Sejuta Saudara”, kebersamaan diharapkan tidak berhenti pada kecintaan terhadap Vespa, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata dalam membantu sesama, mempererat silaturahmi, dan menebarkan kebaikan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Bersama Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, dan Menghadirkan Manfaat bagi Sesama.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #GASSSumberjaya #GASS20Tahun #AnniversaryGASS #VespaMajalengka #KomunitasVespa #SatuVespaSejutaSaudara #Sumberjaya #Majalengka #SantunanYatim #KaumDhuafa #DonorDarah #PengobatanGratis #BerbagiKebaikan #Sedekah #Infak #Zakat #Ukhuwah #KepedulianSosial
BERITA05/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Ibu Eros Rosidah
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Ibu Eros Rosidah
Majalengka, Jumat, 4 September 2026 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui penyerahan bantuan kesehatan kepada Ibu Eros Rosidah, warga asal Jatiwangi yang kini tinggal di Desa Nanggerang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Setiawan, S.S., didampingi Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka, pada Jumat sore, 4 September 2026. Kegiatan ini turut didampingi oleh Pak Kuwu, Pak Ulis, dan Pak Kasipel sebagai bentuk kepedulian dan sinergi bersama terhadap kondisi warga yang sedang membutuhkan dukungan. Ibu Eros Rosidah saat ini tengah menghadapi kondisi kesehatan yang cukup berat. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, beliau sedang menjalani kondisi sakit pada kelenjar bening dan limfoma (lymphoma) yang membutuhkan perhatian serta penanganan kesehatan secara berkelanjutan. Bantuan kesehatan dari BAZNAS Kabupaten Majalengka diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan Ibu Eros selama menjalani proses pengobatan. Bantuan ini juga menjadi wujud nyata dari amanah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS untuk kemudian disalurkan kepada mustahik yang membutuhkan. Bentuk Kepedulian BAZNAS kepada Mustahik Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan melihat secara langsung kondisi penerima manfaat. Di tengah ujian kesehatan yang sedang dihadapi, kehadiran BAZNAS diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus membantu memenuhi sebagian kebutuhan yang diperlukan selama proses pengobatan. Islam mengajarkan bahwa membantu saudara yang sedang berada dalam kesulitan merupakan bagian dari amal kebajikan. Karena itu, kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan amanah zakat. Melalui program bantuan kesehatan, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat secara tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan. Sinergi untuk Meringankan Beban Masyarakat Kehadiran unsur pemerintahan desa dalam kunjungan tersebut menjadi bagian dari sinergi antara BAZNAS dan pemerintah setempat dalam memperhatikan kondisi masyarakat. Pendampingan dari Pak Kuwu, Pak Ulis, dan Pak Kasipel turut memperkuat semangat gotong royong dalam memberikan perhatian kepada warga yang sedang menghadapi ujian kesehatan. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi jalan kemudahan bagi Ibu Eros Rosidah dan keluarga dalam menghadapi proses pengobatan. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, kesabaran, serta kemudahan kepada Ibu Eros Rosidah dan keluarga. Semoga setiap ikhtiar pengobatan menjadi sebab datangnya kesembuhan dan setiap bantuan yang disalurkan menjadi amal jariyah bagi para muzaki, munfik, dan donatur BAZNAS Kabupaten Majalengka. “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.”(HR. Muslim) BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berkomitmen mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah secara amanah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakat Kuat, Mustahik Berdaya, Majalengka Langkung SAE.MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #BAZNASKabupatenMajalengka #BantuanKesehatan #PeduliMustahik #ZakatUntukKesehatan #Zakat #Infak #Sedekah #PeduliSesama #Majalengka #Leuwimunding #DesaNanggerang #ErosRosidah
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Majalengka Apresiasi Konsistensi UPZ Heubeulisuk dalam Mengembangkan Kampung Zakat
Ketua BAZNAS Majalengka Apresiasi Konsistensi UPZ Heubeulisuk dalam Mengembangkan Kampung Zakat
Majalengka, 4 September 2026 Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memberikan apresiasi atas konsistensi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Heubeulisuk dalam mengelola dan mengembangkan gerakan zakat di tengah masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Gunting Pita Pemasangan Prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk, Kecamatan Argapura, Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Desa Heubeulisuk tersebut turut dirangkaikan dengan simbolis penyerahan zakat mal dari UPZ Desa Heubeulisuk kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka serta penyerahan santunan bagi fakir miskin dan yatim piatu. Dalam sambutannya, H. Agus Asri Sabana menilai konsistensi UPZ Desa Heubeulisuk dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Menurutnya, keberhasilan gerakan zakat tidak hanya ditentukan oleh penghimpunan, tetapi juga oleh keberlanjutan, kolaborasi, dan kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami menyampaikan apresiasi atas kinerja UPZ Heubeulisuk yang sampai saat ini masih konsisten.” Menurut Ketua BAZNAS Majalengka, konsistensi tersebut menjadi salah satu kekuatan yang membuat Kampung Zakat Desa Heubeulisuk memiliki nilai lebih dan menarik perhatian berbagai pihak. Ia mengungkapkan, hingga saat ini sudah banyak desa yang datang ke Desa Heubeulisuk untuk melakukan studi tiru mengenai pengelolaan Kampung Zakat. Ketertarikan tersebut bahkan tidak hanya berasal dari desa-desa di wilayah Kabupaten Majalengka, tetapi juga dari luar Kabupaten Majalengka. “Kampung Zakat Desa Heubeulisuk patut diapresiasi karena sampai saat ini banyak desa yang sudah datang melakukan studi tiru. Tidak hanya dari Kabupaten Majalengka, bahkan dari luar Kabupaten Majalengka,” ungkapnya. Kampung Zakat Heubeulisuk Menjadi Contoh Kolaborasi Lebih lanjut, H. Agus Asri Sabana menekankan bahwa keberhasilan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk tidak terlepas dari kolaborasi yang terjalin antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, UPZ, pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut, menurutnya, merupakan modal penting dalam membangun pengelolaan zakat yang kuat dari tingkat desa. Kampung Zakat tidak hanya dipandang sebagai tempat penghimpunan zakat, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat sekaligus menghadirkan manfaat bagi para mustahik. Karena itu, Ketua BAZNAS Majalengka berharap pola kolaborasi yang telah berjalan di Desa Heubeulisuk dapat terus dipertahankan, diperkuat, dan dikembangkan. Pengalaman Heubeulisuk Diharapkan Ditularkan ke Desa Lain Salah satu pesan penting yang disampaikan H. Agus Asri Sabana adalah harapan agar keberhasilan pengelolaan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk dapat ditularkan kepada desa-desa lainnya. Menurutnya, setiap desa memiliki potensi zakat yang besar apabila dikelola secara bersama-sama dan berkesinambungan. Keberadaan UPZ di tingkat desa menjadi bagian penting dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat sekaligus membangun kepercayaan para muzaki. “Pengelolaan Kampung Zakat, kolaborasi yang terjalin dengan BAZNAS Majalengka selama ini diharapkan bisa ditularkan ke desa-desa lainnya,” tuturnya. Pesan tersebut menjadi penting di tengah upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk terus memperkuat ekosistem zakat hingga tingkat desa. Dengan semakin banyak UPZ yang aktif dan konsisten, potensi zakat di masyarakat diharapkan dapat dihimpun dan dikelola secara lebih optimal untuk kemaslahatan umat. Zakat sebagai Amanah dan Gerakan Kebaikan H. Agus Asri Sabana juga menegaskan bahwa zakat merupakan bagian dari ibadah yang memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Ketika dikelola dengan baik, zakat dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Kegiatan di Desa Heubeulisuk menjadi salah satu gambaran nyata dari semangat tersebut. Penyerahan zakat mal dari UPZ kepada BAZNAS serta santunan bagi fakir miskin dan yatim piatu menunjukkan adanya kesinambungan antara muzaki, amil, dan mustahik dalam sebuah ekosistem kebaikan. Pada kesempatan tersebut, Ketua UPZ Desa Heubeulisuk, Ust. Fikri Hari Rustiawan, S.T., M.Pd., juga menyampaikan laporan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah di Desa Heubeulisuk. Laporan tersebut mencatat penghimpunan zakat padi hasil panen ketiga/musim kemarau sebanyak 2.048 kilogram dari 20 muzaki, dengan penerima manfaat sebanyak 120 mustahik. Sementara itu, total infak dan sedekah bulan September mencapai Rp3.428.500, yang turut dimanfaatkan untuk santunan yatim piatu, santunan dhuafa, bantuan operasional sembilan Majelis Ta'lim, serta bantuan operasional DKM. Penguatan Gerakan Zakat Berbasis Desa Kampung Zakat Desa Heubeulisuk sendiri telah diresmikan oleh Bupati Majalengka pada 27 JUNI 2025. Adapun kegiatan pada Jumat (4/9/2026) merupakan momentum gunting pita pemasangan prasasti Kampung Zakat, bukan peresmian Kampung Zakat. Prosesi gunting pita pemasangan prasasti dilakukan oleh Camat Argapura dan dilanjutkan dengan simbolis penyerahan zakat mal dari UPZ Desa Heubeulisuk kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, perjalanan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk menjadi bukti bahwa gerakan zakat dapat tumbuh kuat ketika dibangun melalui amanah, konsistensi, kolaborasi, dan kepedulian. Dari Desa Heubeulisuk, semangat tersebut diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Majalengka untuk mengoptimalkan potensi zakat dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #KampungZakat #KampungZakatHeubeulisuk #DesaHeubeulisuk #Heubeulisuk #Argapura #ZakatMal #ZakatPadi #ZakatPertanian #UPZ #UPZHeubeulisuk #FikriHariRustiawan #Infak #Sedekah #SantunanYatimPiatu #SantunanDhuafa #FakirMiskin #ZakatUntukUmat #ZakatBerdaya #GerakanZakat #ZakatMajalengka #Majalengka #PeduliSesama #MajalengkaLangkungSae
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Silaturahmi ke Rumah Ibu Ressa, Melihat Keteguhan Keluarga Merawat Meysha
BAZNAS Majalengka Silaturahmi ke Rumah Ibu Ressa, Melihat Keteguhan Keluarga Merawat Meysha
MAJALENGKA — Usai melaksanakan survei Program Rumah Layak Huni, Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Kabupaten Majalengka, didampingi Tim Media, melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi dan melihat langsung kondisi keluarga Ibu Ressa di Desa Weragati, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk menyambung silaturahmi sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Dalam kunjungan itu, tim bertemu dengan Meysha, putri Ibu Ressa yang sejak lahir tidak memiliki bola mata. Kondisi Meysha menjadi salah satu ujian berat yang harus dijalani keluarga Ibu Ressa. Terlebih, Meysha lahir dalam kondisi prematur bersama saudara kembarnya, Marsha, ketika usia kandungan baru memasuki tujuh bulan. Kehilangan Salah Satu Buah Hati Ibu Ressa menuturkan, kehamilannya saat itu menghadapi kondisi yang sangat berat. Ia harus menjalani persalinan ketika usia kandungan baru tujuh bulan karena apabila kehamilan terus dipertahankan, keselamatan dirinya berada dalam risiko. Kedua bayi kembar tersebut kemudian lahir dalam kondisi prematur. Namun, kebahagiaan keluarga tidak berlangsung lama. Saudara kembar Meysha, Marsha, meninggal dunia setelah tiga hari dilahirkan. Kini, Meysha menjadi satu-satunya anak yang terus dirawat dan didampingi keluarga. Dengan segala keterbatasan yang ada, keluarga berusaha memberikan perhatian dan kasih sayang terbaik untuk tumbuh kembang Meysha. Ibu Ressa Juga Mengalami Keterbatasan Fisik Di tengah perjuangannya merawat Meysha, Ibu Ressa sendiri saat ini harus menjalani kehidupan dengan kondisi fisik yang terbatas. Kaki kanannya mengalami patah dan telah dipasangi pen setelah dirinya terjatuh di kamar mandi. Peristiwa tersebut terjadi hanya sekitar tiga hari setelah melahirkan Meysha. Kondisi tersebut membuat aktivitas Ibu Ressa menjadi sangat terbatas. Sehari-hari ia lebih banyak duduk di rumah dan belum dapat menjalankan aktivitas seperti sebelumnya. Sementara itu, suami Ibu Ressa bekerja di Bogor sebagai pekerja yang membantu proses pengemasan buah asam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bertahan Bersama Nenek dan Aki Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Ibu Ressa tidak lagi memiliki kedua orang tua. Ia kini tinggal bersama nenek dan aki yang turut menjadi bagian penting dalam merawat keluarga. Sang nenek berusaha membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan keterampilan mengurut, sementara aki turut membantu menjaga dan mengasuh Meysha. Keterbatasan ekonomi, kondisi kesehatan, serta kebutuhan perawatan Meysha membuat keluarga tersebut harus menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan keteguhan. Di tengah keadaan yang tidak mudah, keluarga tetap berusaha saling menguatkan. Kasih sayang kepada Meysha menjadi salah satu sumber kekuatan bagi mereka untuk terus menjalani hari demi hari. Silaturahmi sebagai Wujud Kepedulian Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kegiatan silaturahmi seperti ini bukan sekadar kunjungan. Kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya untuk melihat, mendengar, dan memahami kondisi mustahik secara lebih dekat. Dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung, BAZNAS dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan dan bentuk dukungan yang diperlukan, sehingga ikhtiar pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat. Kisah keluarga Ibu Ressa dan Meysha juga mengingatkan bahwa ujian kehidupan dapat datang dalam berbagai bentuk. Namun, di balik setiap ujian selalu ada ruang bagi kepedulian, doa, dan gotong royong untuk menghadirkan harapan. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6) BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak masyarakat untuk menguatkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab, kebaikan yang ditunaikan dengan ikhlas dapat menjadi jalan hadirnya harapan bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kehidupan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #KepedulianSosial #PeduliSesama #Silaturahmi #Kemanusiaan #Mustahik #Majalengka #Palasah #Weragati #Meysha #BerbagiKebaikan #TebarKebaikan #ZakatUntukKesejahteraan
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Mushola Al Ikhlas
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Mushola Al Ikhlas
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemaslahatan umat melalui penyaluran bantuan sarana keagamaan kepada Mushola Al Ikhlas, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026). Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., dan diterima langsung oleh H. Ikin Sodikin Nur selaku penerima bantuan. Prosesi penyerahan berlangsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan dan peningkatan sarana ibadah. Mendukung Kenyamanan Beribadah Keberadaan sarana keagamaan yang memadai memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas ibadah dan pembinaan keagamaan masyarakat. Mushola bukan hanya menjadi tempat melaksanakan salat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian, serta membangun nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Melalui bantuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap Mushola Al Ikhlas dapat terus menjadi tempat yang nyaman dan bermanfaat bagi jamaah serta masyarakat sekitar dalam melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi wujud nyata dari semangat zakat untuk kemaslahatan, yakni menghadirkan kebermanfaatan dana umat secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Amanah Muzaki untuk Kemanfaatan Umat BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan masyarakat yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap rupiah yang ditunaikan melalui ZIS merupakan amanah yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi mustahik dan kemaslahatan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 103, bahwa zakat merupakan sarana untuk membersihkan dan menyucikan harta serta menjadi bagian dari upaya menghadirkan keberkahan. BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan, pendistribusian, dan pendayagunaan ZIS sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai bidang, termasuk bidang keagamaan. Semoga bantuan yang diberikan untuk Mushola Al Ikhlas menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan seluruh pihak yang terlibat, serta membawa keberkahan bagi jamaah dan masyarakat Kelurahan Majalengka Kulon. Mari terus tumbuhkan kepedulian dan hadirkan kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah. Karena dari setiap kebaikan yang ditunaikan, insyaallah tumbuh kebermanfaatan bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka Zakat Kuat, Umat Hebat, Majalengka Langkung Sae. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #ZIS #SaranaKeagamaan #BantuanKeagamaan #MusholaAlIkhlas #MajalengkaKulon #Kebaikan #KemaslahatanUmat #ZakatUntukUmat
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Terima Silaturahmi Forum Pondok Pesantren
BAZNAS Majalengka Terima Silaturahmi Forum Pondok Pesantren
MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menerima kunjungan silaturahmi pengurus Forum Pondok Pesantren Kabupaten Majalengka pada Jumat, 4 September 2026. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan membangun komunikasi yang baik antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dengan unsur pesantren di Kabupaten Majalengka. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, serta dilandasi semangat untuk bersama-sama menghadirkan kemaslahatan bagi umat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyambut baik kehadiran pengurus Forum Pondok Pesantren Kabupaten Majalengka. Silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun sinergi kelembagaan, khususnya dalam memperkuat peran lembaga keumatan dan pendidikan Islam di tengah masyarakat. Pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial. Sementara itu, BAZNAS memiliki amanah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah serta menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan yang berlaku. Melalui komunikasi dan silaturahmi yang terus terjalin, diharapkan terbuka ruang kolaborasi yang semakin luas dalam mendukung berbagai program pemberdayaan umat, pendidikan, sosial, dan kemanusiaan di Kabupaten Majalengka. Silaturahmi tersebut juga menjadi pengingat bahwa membangun kemaslahatan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, pondok pesantren, pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat agar potensi kebaikan dapat dihimpun dan memberikan manfaat yang lebih luas. BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan kelembagaan dan menjalin komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Semoga silaturahmi ini menjadi jalan terbukanya berbagai kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Majalengka. “Silaturahmi menguatkan ukhuwah, sinergi menghadirkan maslahat, dan zakat menumbuhkan keberkahan.”#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNASKabupatenMajalengka #ForumPondokPesantren #PondokPesantrenMajalengka #Silaturahmi #UkhuwahIslamiyah #SinergiUmat #KemaslahatanUmat #Zakat #Infak #Sedekah #Majalengka
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Survei Rumah Layak Huni untuk Bapak Bawi di Desa Ligung
BAZNAS Majalengka Survei Rumah Layak Huni untuk Bapak Bawi di Desa Ligung
MAJALENGKA — BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail, didampingi Tim Media, melaksanakan survei Program Rumah Layak Huni BAZNAS pada Jumat, 4 September 2026. Survei dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar BAZNAS dalam memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menghadirkan hunian yang lebih layak dan aman bagi masyarakat yang membutuhkan. Survei dilaksanakan terhadap Bapak Bawi, warga Blok Loji, Desa Ligung, Kabupaten Majalengka, yang saat ini tinggal bersama putranya, Andi (25 tahun). Keduanya menempati sebuah gudang beratap yang berada di area kandang domba milik Bapak Ayip. Kondisi tempat tinggal tersebut menjadi perhatian karena bukan merupakan rumah milik keluarga Bapak Bawi. Mereka telah menempatinya selama lebih dari satu tahun setelah rumah yang sebelumnya ditempati Bapak Bawi mengalami roboh. Tinggal di Gudang Area Kandang Domba Berdasarkan hasil survei di lapangan, Bapak Bawi dan anaknya saat ini menjalani kehidupan dengan kondisi tempat tinggal yang sangat sederhana. Gudang beratap di area kandang domba tersebut menjadi tempat berlindung mereka sehari-hari. Tempat tersebut merupakan milik Bapak Ayip. Dengan penuh kepedulian dan rasa kemanusiaan, Bapak Ayip secara sukarela memberikan izin kepada Bapak Bawi dan putranya untuk menggunakan gudang tersebut sebagai tempat tinggal. Kepedulian Bapak Ayip tidak berhenti pada pemberian tempat tinggal. Ia juga turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Bapak Bawi dan anaknya, termasuk memberikan makanan serta sebuah televisi tabung untuk digunakan di tempat tinggal mereka. Kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Sebuah ruang sederhana yang diberikan dengan ikhlas telah menjadi tempat berlindung bagi keluarga yang sedang menghadapi keterbatasan. Bertahan Hidup dari Barang Rongsokan Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bapak Bawi mengandalkan pekerjaan dengan mencari barang-barang rongsokan. Selain itu, ia sesekali membantu Bapak Ayip mengarit rumput yang digunakan sebagai pakan domba. Atas bantuan tersebut, Bapak Ayip beberapa kali memberikan upah kepada Bapak Bawi. Namun, dalam beberapa kesempatan, Bapak Bawi justru memilih menolak upah tersebut. Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana Bapak Bawi tetap berusaha menjalani kehidupan dengan kemampuan yang dimilikinya, meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi hunian yang belum layak. Ikhtiar Menghadirkan Rumah yang Lebih Layak Melalui survei Rumah Layak Huni, BAZNAS Kabupaten Majalengka melakukan verifikasi terhadap kondisi calon penerima manfaat secara langsung di lapangan. Survei menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap program bantuan diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Program Rumah Layak Huni merupakan salah satu bentuk ikhtiar sosial BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan manusiawi. Bagi BAZNAS, rumah bukan sekadar bangunan fisik. Rumah merupakan tempat keluarga berteduh, beristirahat, membangun kehidupan, serta menjaga martabat dan keharmonisan keluarga. Karena itu, ikhtiar menghadirkan hunian yang layak diharapkan dapat memberikan ruang kehidupan yang lebih baik sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik. Gotong Royong dalam Kebaikan Kisah Bapak Bawi juga mengingatkan bahwa membantu sesama merupakan bagian penting dari nilai-nilai Islam. Kepedulian Bapak Ayip yang memberikan tempat tinggal dan membantu kebutuhan sehari-hari merupakan bentuk nyata semangat berbagi dan saling menolong. Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa...”(QS. Al-Ma'idah: 2) Semangat tersebut selaras dengan ikhtiar BAZNAS untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki serta donatur agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Survei terhadap Bapak Bawi menjadi bagian dari proses ikhtiar tersebut. Selanjutnya, hasil survei akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penilaian dan tindak lanjut Program Rumah Layak Huni BAZNAS Kabupaten Majalengka sesuai dengan ketentuan dan hasil verifikasi. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menguatkan semangat zakat, infak, dan sedekah. Sebab, dari kepedulian yang ditunaikan bersama, insyaallah lahir kebermanfaatan yang mampu menguatkan kehidupan sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Kebermanfaatan. #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #RumahLayakHuni #RumahLayakHuniBAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #Kebaikan #KepedulianSosial #Majalengka #DesaLigung #Ligung #Mustahik #ZakatUntukKesejahteraan
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Kemenag Majalengka Perkuat Literasi Konstitusi, Ketua BAZNAS Turut Hadir
Kemenag Majalengka Perkuat Literasi Konstitusi, Ketua BAZNAS Turut Hadir
MAJALENGKA Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar Penguatan Literasi Konstitusi bagi aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidikan keagamaan, penyuluh agama, serta tokoh masyarakat di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 540 peserta tersebut menghadirkan Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI), Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M., sebagai narasumber utama. Forum ini menjadi ikhtiar strategis untuk memperkuat pemahaman tentang hak konstitusional warga negara sekaligus membangun kesadaran hukum yang selaras dengan nilai-nilai agama, kebangsaan, dan kehidupan bermasyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si. Peserta berasal dari jajaran ASN Kemenag Majalengka, Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, Penyuluh Agama, serta sejumlah organisasi masyarakat dan organisasi mitra Kemenag, di antaranya FPP, FKDT, FKPQ, IGRA, AGPAI, hingga PGMI. Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Penguatan Literasi Konstitusi Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Kehadiran pimpinan BAZNAS Majalengka menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya memperkuat literasi hukum, wawasan kebangsaan, serta pemahaman keagamaan di tengah masyarakat. H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa pemahaman terhadap konstitusi dan hukum merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya taat terhadap aturan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjalankan kehidupan sosial berdasarkan nilai-nilai keadilan, amanah, dan kemaslahatan. “Dalam perspektif Islam, menjaga kemaslahatan dan menegakkan keadilan merupakan bagian dari amanah. Karena itu, memahami konstitusi dan hukum bukan semata-mata persoalan aturan negara, tetapi juga menjadi ikhtiar untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang tertib, adil, saling menghormati, dan menjunjung tinggi hak setiap warga negara,” ujar H. Agus Asri Sabana. Menurutnya, sinergi antara lembaga keagamaan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen bangsa sangat diperlukan untuk membangun masyarakat yang memiliki keseimbangan antara keimanan, pengetahuan, kesadaran hukum, dan kepedulian sosial. “BAZNAS tentu mendukung setiap ikhtiar yang dapat meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat. Nilai-nilai zakat sendiri mengajarkan kepada kita tentang keadilan sosial, kepedulian, amanah, dan keberpihakan kepada kemaslahatan. Semangat tersebut harus terus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya. Ia berharap kegiatan Penguatan Literasi Konstitusi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta, khususnya dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan amanah. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. Ketika agama, hukum, dan semangat kebangsaan berjalan beriringan, insyaallah akan lahir masyarakat yang semakin sadar hukum, harmonis, dan menjunjung tinggi kemaslahatan bersama,” pungkas H. Agus Asri Sabana. Membangun Kesadaran Hukum dan Tanggung Jawab sebagai Warga Negara Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menyampaikan bahwa penguatan literasi konstitusi penting dilakukan agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Menurutnya, pemahaman terhadap konstitusi bukan sekadar pengetahuan tentang aturan perundang-undangan, tetapi juga bagian dari ikhtiar membangun masyarakat yang sadar hukum, mampu menjaga kemaslahatan bersama, serta turut mengawasi penyelenggaraan pemerintahan. “Tujuan kami mengadakan kegiatan penguatan literasi konstitusi ini agar kita mengetahui hak dasar sebagai individu, juga hak bersama seperti pendidikan, pekerjaan, dan perlindungan hukum, serta memperjuangkannya jika diabaikan. Warga yang sadar hukum dapat mengawasi kebijakan pemerintah dan aparatur agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan,” ujar Euis. Dalam perspektif kehidupan beragama, kesadaran terhadap hukum dan konstitusi juga menjadi bagian dari tanggung jawab menjaga ketertiban dan kemaslahatan umat. Nilai-nilai agama mengajarkan pentingnya keadilan, amanah, serta penghormatan terhadap hak sesama manusia. Peserta dalam kegiatan ini juga mendapatkan pemahaman mengenai sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi yang berkaitan dengan aspek hukum Islam dan kehidupan masyarakat, antara lain regulasi pornografi, legalitas kewenangan MUI, persoalan warisan, hingga sertifikasi halal. Seluruh pembiayaan kegiatan Penguatan Literasi Konstitusi tersebut bersumber dari dana bantuan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Bupati Majalengka Apresiasi Penguatan Literasi Konstitusi Bupati Majalengka Eman Suherman memberikan apresiasi kepada Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Menurut Eman, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemajuan secara fisik, tetapi juga harus dibarengi penguatan sumber daya manusia yang memiliki wawasan keagamaan, kebangsaan, serta kesadaran hukum. “Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka atas terselenggaranya kegiatan penguatan literasi konstitusi pada pagi hari ini. Kolaborasi dari inisiatif seperti ini adalah langkah strategis untuk terus melestarikan nilai-nilai agama dan kemasyarakatan kita dengan wawasan kebangsaan yang utuh dan berkeadilan,” tutur Eman. Semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun Majalengka yang semakin maju dengan tetap menjaga nilai agama, persaudaraan, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama. Literasi Konstitusi sebagai Bagian dari Syiar Keagamaan Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa pemahaman terhadap hukum dan konstitusi merupakan bagian penting dalam kehidupan keagamaan di Indonesia. Ia menyebut penguatan iqro konstitusi sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dakwah dan penyiaran agama perlu berjalan dalam koridor hukum dan konstitusi yang berlaku. “Kegiatan iqro konstitusi ini adalah bagian dari penyiaran agama kepada masyarakat. Para ulama dan tokoh agama penting memperkuat pemahaman bahwa kegiatan kita menyiarkan agama harus sesuai dengan hukum dan konstitusi yang berlaku. Ini menjadi landasan agar masyarakat paham tentang aturan berbangsa dan bernegara dengan baik,” jelas Dudu. Pemahaman tersebut menjadi penting agar nilai-nilai keislaman dapat terus tumbuh berdampingan dengan semangat kebangsaan, penghormatan terhadap hukum, serta kehidupan sosial yang harmonis. Arsul Sani Bahas Hak Konstitusional dalam Perspektif Islam Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi utama oleh Hakim Konstitusi Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M. Dalam sesi tersebut, Arsul Sani membedah tema “Hak Konstitusional Warga Negara dan Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Perspektif Islam.” Materi disampaikan secara interaktif dengan mengajak peserta memahami posisi hak konstitusional warga negara sekaligus melihat berbagai putusan Mahkamah Konstitusi dalam perspektif kehidupan beragama dan bermasyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi ASN, pendidik, penyuluh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi mitra Kemenag untuk memperluas wawasan hukum sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara amanah. Pada akhirnya, literasi konstitusi diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari: menghormati hak sesama, menaati aturan, menjaga persatuan, serta ikut menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan Penguatan Literasi Konstitusi ditutup menjelang waktu salat Jumat. Semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Majalengka yang religius, sadar hukum, berwawasan kebangsaan, dan menjunjung tinggi nilai keadilan serta kemaslahatan.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #Majalengka #KemenagMajalengka #LiterasiKonstitusi #MahkamahKonstitusi #ArsulSani #HakKonstitusional #HukumIslam #WawasanKebangsaan #MajalengkaReligius #KesadaranHukum #IndonesiaMaju #KemaslahatanUmat
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Lanjutkan Roadshow SIGAP di SMKN 1 Leuwimunding
BAZNAS Majalengka Lanjutkan Roadshow SIGAP di SMKN 1 Leuwimunding
MAJALENGKA BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali melanjutkan roadshow Sosialisasi Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) di lingkungan pendidikan. Kegiatan kali ini digelar di SMKN 1 Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026), dan mendapat sambutan antusias dari para siswa-siswi, guru, serta keluarga besar sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menanamkan budaya berbagi dan kepedulian sosial sejak dini melalui kebiasaan infak dan sedekah yang dilakukan secara sukarela, ikhlas, dan sesuai kemampuan masing-masing. Hadir mewakili BAZNAS Kabupaten Majalengka, Wakil Ketua I H. Muhamad Ridwan, S.Ag., M.Si., didampingi Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail serta jajaran staf amil BAZNAS Kabupaten Majalengka. Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak di Bangku Sekolah Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diajak memahami bahwa infak dan sedekah tidak semata-mata berkaitan dengan materi yang diberikan, tetapi memiliki nilai pendidikan yang jauh lebih luas, yaitu membentuk kebiasaan baik dan menumbuhkan akhlakul karimah. Kebiasaan berbagi diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, solidaritas, kepedulian, serta semangat untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Pesan utama yang disampaikan melalui program SIGAP adalah bahwa kebaikan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh keikhlasan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter seseorang. “Satu kebiasaan kecil, bisa membentuk karakter besar.” SIGAP Bersifat Sukarela dan Tanpa Paksaan BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa Program SIGAP bersifat sukarela, bukan kewajiban dan tidak mengandung unsur paksaan. Tidak terdapat batasan nominal maupun ketentuan jumlah pemberian. Setiap siswa diberikan ruang untuk berpartisipasi sesuai kemampuan dan keikhlasannya. Dengan demikian, esensi SIGAP bukan terletak pada seberapa besar nominal yang terkumpul, melainkan pada proses membangun kebiasaan berbagi secara sadar sejak usia sekolah. Nilai tersebut diharapkan dapat terus melekat dalam diri para siswa hingga mereka dewasa, sehingga tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan karakter yang baik. Manfaat Diharapkan Kembali kepada Lingkungan Sekolah Semangat SIGAP juga diarahkan agar kebermanfaatan dana yang terkumpul dapat dirasakan kembali oleh lingkungan pendidikan sesuai ketentuan program. Di antaranya untuk membantu siswa yang membutuhkan, warga sekolah yang mengalami musibah atau sakit, serta mendukung kebutuhan sarana ibadah dan fasilitas pendidikan lainnya. Dengan pola kebermanfaatan tersebut, SIGAP diharapkan mampu menghadirkan ekosistem kebaikan di lingkungan sekolah. Para siswa belajar berbagi, sementara manfaat dari kepedulian tersebut dapat kembali dirasakan oleh sesama warga sekolah yang membutuhkan. Menumbuhkan Generasi Peduli dan Gemar Berbagi Lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi, roadshow SIGAP di SMKN 1 Leuwimunding menjadi momentum untuk bersama-sama menanamkan nilai bahwa berbuat baik tidak harus menunggu memiliki banyak. Islam mengajarkan pentingnya berbagi dan menebarkan manfaat kepada sesama. Karena itu, membiasakan infak dan sedekah sejak usia sekolah merupakan salah satu ikhtiar untuk membangun generasi yang memiliki kepekaan sosial dan akhlak mulia. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semangat SIGAP dapat terus tumbuh di lingkungan pendidikan dan menjadi kebiasaan positif yang dilakukan dengan penuh kesadaran serta keikhlasan. Sebab, kebaikan yang dilakukan sedikit tetapi istiqamah dapat menjadi jalan lahirnya karakter yang besar. Melalui SIGAP, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari gerakan kebaikan: belajar berbagi, membangun kepedulian, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakatmu, Harapan Mereka.
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Gunting Pita Pemasangan Prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk
Gunting Pita Pemasangan Prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk
Majalengka, 4 September 2026 Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. , menghadiri kegiatan Gunting Pita Pemasangan Prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk , Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026) pukul 14.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan dan halaman Kantor Desa Heubeulisuk tersebut menjadi momentum penguatan keberadaan dan pengelolaan Kampung Zakat yang selama ini telah berjalan secara konsisten di Desa Heubeulisuk. Selain prosesi gunting pita pemasangan prasasti, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis zakat mal dari UPZ Desa Heubeulisuk kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka , serta penyerahan santunan kepada fakir miskin dan yatim piatu . Kampung Zakat Desa Heubeulisuk sendiri telah diresmikan oleh Bupati Majalengka pada 5 Oktober 2025 . Oleh karena itu, kegiatan pada Jumat, 4 September 2026 ini bukan merupakan peresmian masyarakat Kampung Zakat, melainkan menjadi momentum pemasangan prasasti sekaligus penguatan gerakan zakat berbasis di Desa Heubeulisuk . Ketua BAZNAS Apresiasi Konsistensi UPZ Heubeulisuk Rangkaian kegiatan diawali dengan Beragam dari Ketua UPZ Desa Heubeulisuk, Kepala Desa Heubeulisuk, Camat Argapura, dan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka . Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana , menyampaikan apresiasi atas konsistensi UPZ Desa Heubeulisuk dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di tengah masyarakat. Menurutnya, Kampung Zakat Desa Heubeulisuk merupakan salah satu contoh kolaborasi yang baik antara BAZNAS, UPZ, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk kemaslahatan umat. “Kami menyampaikan apresiasi atas kinerja UPZ Heubeulisuk yang sampai saat ini masih konsisten. Kampung Zakat Desa Heubeulisuk juga patut diapresiasi karena sampai saat ini banyak desa yang datang melakukan studi tiru,” ungkap H. Agus Asri Sabana. Ia menambahkan, keberadaan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk bahkan telah menarik perhatian desa-desa dari luar Kabupaten Majalengka untuk mempelajari pola pengelolaannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa praktik kolaborasi yang dibangun di Desa Heubeulisuk dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengembangkan gerakan zakat yang lebih terorganisasi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. UPZ Heubeulisuk Laporkan Penghimpunan Zakat Padi Dalam kesempatan tersebut, Ketua UPZ Desa Heubeulisuk, Ust. Fikri Hari Rustiawan, ST, M.Pd. , juga menyampaikan laporan mengenai penghimpunan dan pendayagunaan zakat serta infak/sedekah yang dikelola UPZ Desa Heubeulisuk. Salah satu capaian yang disampaikan adalah penghimpunan zakat padi hasil panen ketiga atau panen musim kemarau . Berdasarkan laporan UPZ Desa Heubeulisuk, total zakat padi yang berhasil dihimpun mencapai: Total zakat padi : 2.048 kilogram Jumlah muzaki: 20 orang Jumlah mustahik: 120 orang Data tersebut menunjukkan adanya kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat hasil pertanian sekaligus menampilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat penerima zakat. Zakat pertanian yang dihimpun dari para muzaki selanjutnya menjadi bagian dari amanah yang dikelola untuk membantu masyarakat yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan syariat. Infak dan Sedekah Disalurkan untuk Berbagai Kemanfaatan Selain zakat padi, Ust. Fikri Hari Rustiawan juga melaporkan penghimpunan infak dan sedekah selama bulan September dengan total mencapai Rp3.428.500 . Dana infak dan sedekah tersebut juga mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Desa Heubeulisuk. Adapun pemanfaatannya antara lain berupa: Santunan yatim piatu : 11 orang Santunan dhuafa: 15 orang Bantuan operasional Majelis Ta'lim: 9 Majelis Ta'lim Bantuan operasional DKM Penyaluran tersebut menjadi bukti bahwa gerakan zakat, infak, dan sedekah di Desa Heubeulisuk tidak hanya berfokus pada penghimpunan, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan kemanfaatan sosial, keagamaan, dan kepedulian terhadap masyarakat . Dengan demikian, keberadaan UPZ di tingkat desa memiliki peran strategis dalam mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat sekaligus memastikan semangat berbagi tumbuh dari lingkungan paling dekat dengan para muzaki dan mustahik. Gunting Pita Pemasangan Prasasti Kampung Zakat Setelah Serangkaian dan menyampaikan laporan UPZ, para peserta kemudian berangkat menuju halaman Kantor Desa Heubeulisuk untuk mengikuti prosesi gunting pita pemasangan prasasti Kampung Zakat Desa Heubeulisuk . Prosesi gunting pita dilakukan oleh Camat Argapura sebagai simbol terbentuknya keberadaan Kampung Zakat Desa Heubeulisuk. Pemasangan prasasti tersebut menjadi penanda penting bagi keberadaan Kampung Zakat yang telah berjalan sejak sebelumnya, sekaligus menjadi pengingat akan komitmen bersama dalam mengembangkan gerakan zakat berbasis masyarakat. Simbolis Penyerahan Zakat Mal kepada BAZNAS Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis zakat mal dari UPZ Desa Heubeulisuk kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka . Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana . Sinergi antara UPZ dan BAZNAS menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola zakat yang amanah, profesional, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, potensi zakat yang dihimpun dari masyarakat diharapkan dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang semakin luas kepada para mustahik. Santunan untuk Yatim Piatu dan Dhuafa Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka juga melakukan penyerahan santunan secara simbolis kepada fakir miskin dan yatim piatu . Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan zakat dan infak/sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan. Apa yang dilakukan UPZ Desa Heubeulisuk menunjukkan bahwa semangat zakat tidak berhenti pada kewajiban menunaikan harta, tetapi juga menghadirkan kepedulian, kasih sayang, dan kebermanfaatan bagi sesama . MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #KampungZakat #KampungZakatHeubeulisuk #DesaHeubeulisuk #Heubeulisuk #Argapura #ZakatMal #ZakatPadi #ZakatPertanian #UPZ #UPZHeubeulisuk #FikriHariRustiawan #Infak #Sedekah #SantunanYatimPiatu #SantunanDhuafa #FakirMiskin
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
IBU ADE WARGA SUNIA BERSYUKUR ATAS BANTUAN RLHB BAZNAS MAJALENGKA
IBU ADE WARGA SUNIA BERSYUKUR ATAS BANTUAN RLHB BAZNAS MAJALENGKA
MAJALENGKA Rasa syukur dan haru terpancar dari wajah Ibu Ade Hasanah, warga Blok Tagerang RT.01 RW.02, Desa Sunia, Kecamatan Banjaran, saat menerima Bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) dari BAZNAS Kabupaten Majalengka, Jumat (4/9/2026). Bantuan sebesar Rp10 juta tersebut diserahkan oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, di ruang kerja Camat Banjaran. Penyerahan turut disaksikan langsung oleh Camat Banjaran Abdul Hanan, S.Sos., M.M., serta perangkat Desa Sunia. Bagi Ibu Ade, bantuan tersebut bukan sekadar sejumlah uang untuk memperbaiki rumah. Di balik bantuan itu terdapat harapan, kepedulian, dan doa dari para muzaki yang menitipkan sebagian hartanya melalui BAZNAS. Amanah zakat yang disalurkan itu diharapkan menjadi jalan bagi Ibu Ade dan keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman. Di Tengah Keterbatasan, Hadir Harapan dari Zakat Kondisi rumah Ibu Ade yang sudah memprihatinkan dan nyaris ambruk menjadi perhatian. Dalam keadaan demikian, bantuan yang datang menjadi sebuah penguat bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli dan masih ada kepedulian umat yang hadir melalui zakat. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menyampaikan bahwa bantuan Rp10 juta yang diberikan BAZNAS mungkin belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan pembangunan rumah. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi pemantik semangat gotong royong bagi keluarga dan masyarakat sekitar. “Bantuan sebesar Rp10 juta mungkin jauh dari kata cukup. Tetapi, kami berharap bantuan ini menjadi pemantik untuk menggalang gotong royong dari masyarakat dan pihak keluarga. Insyaallah, dengan kebersamaan dan pertolongan Allah SWT, rumah yang layak untuk Ibu Ade dapat terwujud,” ungkap Uuh. Menurutnya, membangun rumah layak bagi seorang mustahik bukan hanya persoalan membangun dinding dan atap. Lebih dari itu, terdapat nilai kepedulian, persaudaraan, dan ukhuwah Islamiyah yang tumbuh di tengah masyarakat. Satu bantuan mungkin terlihat kecil jika dipandang dari jumlahnya. Namun ketika dipadukan dengan kepedulian keluarga, gotong royong masyarakat, dan doa yang dipanjatkan, insyaallah sesuatu yang terasa berat dapat menjadi lebih ringan. Terima Kasih kepada Para Muzaki Pada kesempatan tersebut, Uuh Patulloh juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh muzaki, khususnya para ASN Kabupaten Majalengka yang telah menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa apa yang diterima Ibu Ade hari ini merupakan salah satu bukti nyata bahwa zakat yang ditunaikan oleh para muzaki dapat kembali memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki, khususnya para ASN yang telah menyisihkan zakat profesinya. Inilah salah satu bukti bahwa zakat yang ditunaikan dapat menjadi kebermanfaatan nyata untuk umat,” tuturnya. Setiap rupiah zakat yang ditunaikan dengan ikhlas menjadi bagian dari ikhtiar untuk menguatkan sesama. Dari harta yang disisihkan, lahir harapan bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan. Camat Banjaran: Amanah Ini Harus Dijaga dan Dimanfaatkan Sebaik-baiknya Sementara itu, Camat Banjaran Abdul Hanan, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Kecamatan Banjaran. Ia berpesan agar bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung proses perbaikan rumah Ibu Ade Hasanah. Abdul Hanan juga berharap kepala dusun setempat dapat ikut memantau proses pelaksanaan pembangunan sekaligus menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong. Menurutnya, kepedulian seperti ini membutuhkan sinergi semua pihak. Bantuan dari BAZNAS menjadi awal, sementara semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan untuk menyempurnakannya. Camat Banjaran juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Bupati Majalengka yang telah memberikan perhatian kepada warga Kecamatan Banjaran, khususnya kepada Ibu Ade yang kondisi rumahnya nyaris ambruk. Zakat yang Mengubah Kesulitan Menjadi Harapan Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana zakat dapat hadir di tengah kehidupan masyarakat. Zakat tidak berhenti sebagai kewajiban seorang muslim, tetapi ketika dikelola dengan amanah dan disalurkan kepada yang berhak, zakat dapat menjadi jalan untuk menguatkan kehidupan sesama. Kisah Ibu Ade adalah gambaran sederhana tentang bagaimana kepedulian seorang muzaki dapat menghadirkan harapan bagi seorang mustahik. Mungkin bagi sebagian orang, Rp10 juta bukanlah jumlah yang besar untuk membangun sebuah rumah. Namun bagi keluarga yang sedang berada dalam keterbatasan, bantuan tersebut dapat menjadi awal dari sebuah harapan. Dari zakat yang ditunaikan dengan ikhlas, lahirlah kepedulian. Dari kepedulian, tumbuh gotong royong. Dan dari gotong royong, insyaallah akan lahir rumah yang bukan hanya layak untuk dihuni, tetapi juga menjadi tempat berteduh bagi sebuah keluarga dengan penuh rasa aman dan keberkahan. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, transparan, dan tepat sasaran, agar semakin banyak mustahik yang merasakan manfaatnya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para muzaki dengan keberkahan rezeki, kesehatan, ketenteraman, serta pahala yang terus mengalir. Sebab, ketika kita menunaikan zakat, mungkin kita hanya memberikan sebagian dari harta. Tetapi bagi mereka yang membutuhkan, zakat itu bisa menjadi sebuah harapan untuk melanjutkan kehidupan. Zakatmu, Harapan Mereka. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Hadir, Peduli, dan Menguatkan Umat.
BERITA04/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Masjid Nurul Hidayah Loji
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Masjid Nurul Hidayah Loji
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka melalui Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail, Iwan Setiawan, S.S., menyerahkan bantuan sarana keagamaan kepada Masjid Nurul Hidayah, Desa Loji, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Kamis, 3 September 2026. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan secara langsung di Masjid Nurul Hidayah dan diterima oleh pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan dan kemakmuran masjid di tengah masyarakat. Bantuan sarana keagamaan ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, termasuk dalam mendukung fasilitas keagamaan. Mendukung Kemakmuran Masjid Dalam kesempatan tersebut, Iwan Setiawan menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengurus DKM maupun jamaah Masjid Nurul Hidayah. Menurutnya, masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan keislaman, pendidikan, silaturahmi, serta penguatan kepedulian sosial masyarakat. “Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan mendukung kegiatan keagamaan di Masjid Nurul Hidayah. Mudah-mudahan menjadi bagian dari amal kebaikan yang terus mengalir bagi para muzaki dan donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui BAZNAS,” ujar Iwan. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Amanah Zakat untuk Kemaslahatan Umat BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, serta tepat sasaran. Salah satu bentuk penyalurannya adalah melalui dukungan terhadap sarana dan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bantuan untuk Masjid Nurul Hidayah di Desa Loji menjadi salah satu wujud nyata semangat tersebut. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan aktivitas ibadah dan pembinaan keagamaan di lingkungan masjid dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi jamaah. Bagi BAZNAS, setiap amanah yang dititipkan masyarakat merupakan tanggung jawab yang harus dijaga dan disalurkan untuk kemaslahatan umat. Semoga Allah SWT menerima setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan para muzaki dan donatur, serta melipatgandakan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam menghadirkan kebaikan. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kemanfaatan.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #Zakat #Infak #Sedekah #SaranaKeagamaan #Masjid #MasjidNurulHidayah #DesaLoji #Jatiwangi #Majalengka #Kebaikan #KemaslahatanUmat #BerbagiKebaikan #ZakatUntukUmat
BERITA03/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Kesehatan untuk Warga Gunungsari
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Kesehatan untuk Warga Gunungsari
MAJALENGKA — BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menyerahkan bantuan kesehatan kepada Neng Siti Tatimah, warga Blok Leuweungsalam RT 02/RW 04, Desa Gunungsari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, pada Kamis pagi, 3 September 2026. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut diterima oleh suami Neng Siti Tatimah, Angga Ade Purnama, sebagai perwakilan penerima manfaat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan, khususnya dalam bidang kesehatan. Melalui program pendistribusian zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat secara tepat sasaran kepada para mustahik. Dalam proses penyerahan tersebut, Eman Suherman, S.Pd.I., dari Tim BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka, turut memastikan bantuan dapat diterima dengan baik oleh pihak keluarga. Bantuan kesehatan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga Neng Siti Tatimah serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Kepedulian BAZNAS untuk Masyarakat BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Bantuan kesehatan merupakan salah satu wujud nyata pendayagunaan dana umat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara material, tetapi juga menghadirkan semangat kepedulian, ukhuwah, dan gotong royong. Sebagaimana semangat zakat yang menguatkan kehidupan umat, setiap amanah yang dititipkan melalui BAZNAS diupayakan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi mereka yang berhak menerima. BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan doa agar Neng Siti Tatimah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani proses pengobatan. Semoga bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi penerima manfaat serta menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan munfiq yang telah menitipkan amanahnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Zakatmu, Harapan Mereka.Sucikan Harta, Kuatkan Iman.#MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#BAZNAS#BAZNASSae#ZakatmuHarapanMereka#SucikanHartaKuatkanIman#BantuanKesehatan#BAZNASSigap#BTB#BAZNASCare#Majalengka#Kasokandel#Gunungsari#Mustahik#Zakat#Infak#Sedekah#BerbagiKebaikan
BERITA03/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Gandeng BAZNAS Renovasi Puluhan Rutilahu, Kwarcab Majalengka Raih Lencana Karya Bakti
Gandeng BAZNAS Renovasi Puluhan Rutilahu, Kwarcab Majalengka Raih Lencana Karya Bakti
MAJALENGKA — Komitmen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui program revitalisasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) mendapat apresiasi dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Melalui Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 110 Tahun 2026, Lencana Karya Bakti dianugerahkan kepada Drs. H. Eman Suherman, M.M., selaku Ketua Mabicab/Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kiprah nyata dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan pengabdian kepada masyarakat. Penghargaan Lencana Karya Bakti diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka yang dengan keikhlasan, pengorbanan, kedisiplinan, dan keberanian terlibat secara langsung serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun kebencanaan, sehingga memberikan manfaat bagi kepramukaan, masyarakat, bangsa, dan negara. Kolaborasi Pramuka dan BAZNAS Hadirkan Hunian Layak Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan buah dari tindak lanjut atas arahan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang disampaikan dalam momentum Perkemahan Wirakarya Nasional di Jambi serta peringatan Hari Pramuka ke-62 Tahun 2023. Pada momentum tersebut, Kwarnas Gerakan Pramuka juga menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam upaya membantu masyarakat melalui revitalisasi rumah tidak layak huni. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mendorong setiap Kwartir Cabang Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia untuk melaksanakan revitalisasi minimal satu rumah tidak layak huni. “Kami menindaklanjutinya dengan mencanangkan kegiatan revitalisasi Rumah Tidak Layak Huni, satu rumah untuk setiap Kwartir Ranting, yang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka,” ujar Eman, Rabu (2/9/2026). Kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Anggota Pramuka di tingkat Kwartir Ranting bersama BAZNAS dan masyarakat sekitar dilibatkan secara langsung dalam proses pembangunan dan perbaikan rumah. Menurut Eman, keterlibatan masyarakat secara bersama-sama diharapkan mampu menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat. “Kalau itu dapat terlaksana, saya yakin suasana gotong royong masyarakat yang saat ini dianggap hampir tidak ada dan nyaris punah akan tumbuh kembali. Dan itu pasti akan terasa indah,” ungkapnya. Menghidupkan Kembali Tradisi Gotong Royong Eman juga mengingatkan bahwa semangat gotong royong merupakan nilai luhur yang dahulu begitu kuat dalam kehidupan masyarakat. Ia menggambarkan bagaimana masyarakat pada masa lalu secara sukarela membantu tetangga yang sedang membangun rumah, mulai dari menurunkan genting, mengangkat material, hingga bekerja bersama dalam suasana penuh kebersamaan. “Gambaran suasana tempo dulu akan bangkit kembali. Kita sudah pernah ikut membantu membangun rumah tetangga secara gotong royong. Di sana ada makan bersama, berdiri berjejer saling menerima bata atau genting. Pokoknya luar biasa. Dan itulah sesungguhnya program Pramuka yang tertuang dalam Trisatya dan Dasa Darma Pramuka,” tuturnya. Semangat tersebut sejalan dengan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan pengabdian yang menjadi bagian dari gerakan kepramukaan. Program Rutilahu Telah Menjangkau 20 Titik Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Adam Suhara, menjelaskan bahwa program revitalisasi Rutilahu hasil kolaborasi tersebut telah berjalan di 20 titik di Kabupaten Majalengka dengan total 22 rumah yang telah direhabilitasi. Dalam pelaksanaannya, Ketua Kwarcab Majalengka juga secara aktif hadir bersama anggota Pramuka dan masyarakat sekitar untuk melakukan gotong royong di lokasi Rutilahu. “Dalam setiap kali memulai proses Rutilahu, Kak Eman selalu menyempatkan waktu untuk bersama-sama dengan anggota Pramuka dan warga sekitar melakukan gotong royong di area Rutilahu, seperti menurunkan genting atau pekerjaan lainnya,” jelas Adam. Capaian tersebut menjadi wujud nyata bahwa semangat pengabdian Pramuka dapat diwujudkan melalui aksi sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika arahan awal Kwarnas mendorong satu Kwarcab merevitalisasi satu rumah, Kwarcab Majalengka justru meresponsnya dengan capaian 22 rumah melalui kolaborasi bersama BAZNAS Kabupaten Majalengka dan masyarakat. BAZNAS: Kolaborasi untuk Kebermanfaatan Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima Kwarcab Majalengka. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata atas dedikasi dan kepedulian dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat. “Kami bangga dapat menjadi bagian dari ikhtiar tersebut melalui program kolaborasi Rutilahu dengan Kwarcab Majalengka. Ini merupakan salah satu tujuan kita bersama untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae,” ujarnya. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang kolaborasi sosial semacam ini sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran serta memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui sinergi antara BAZNAS, Gerakan Pramuka, pemerintah, dan masyarakat, semangat kepedulian diharapkan terus tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam membangun Kabupaten Majalengka yang lebih sejahtera. Ikhtiar tersebut menjadi pengingat bahwa keberkahan akan semakin terasa ketika kepedulian diwujudkan dalam aksi nyata. Sebab, zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar ibadah individual, tetapi juga memiliki kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan sosial. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakatmu, Harapan Mereka. Majalengka Langkung Sae.#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #PramukaMajalengka #KwarcabMajalengka #LencanaKaryaBakti #Rutilahu #RumahLayakHuni #GotongRoyong #ZakatmuHarapanMereka #SucikanHartaKuatkanIman #KolaborasiKebaikan #Majalengka #PramukaIndonesia #Sedekah #Infak #Zakat
BERITA03/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada Ibu Nani Tarsini, Pelaku Usaha Salon Lansia
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada Ibu Nani Tarsini, Pelaku Usaha Salon Lansia
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Majalengka Mandiri. Pada Kamis, 3 September 2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyerahkan bantuan modal usaha kepada Ibu Nani Tarsini, warga Dusun Kertalaya RT 002 RW 002, Desa Kertasari, Kecamatan Ligung, yang hingga usia lanjut masih gigih menjalankan usaha salon. Bantuan tersebut diserahkan oleh Adv. Fizay Muhamad Faizan, S.H., M.H., CPM, selaku Kepala Divisi Humas, Hukum & Protokoler BAZNAS Kabupaten Majalengka, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyaluran bantuan modal usaha ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS dalam menghadirkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang tetap memiliki semangat untuk berusaha dan meningkatkan taraf kehidupannya secara mandiri. Tetap Produktif di Usia Lanjut Di tengah usianya yang tidak lagi muda, Ibu Nani Tarsini tetap menunjukkan semangat untuk bekerja dan mempertahankan usaha salon yang telah digelutinya. Semangat tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian bantuan modal usaha melalui Program Majalengka Mandiri. Bantuan permodalan diharapkan dapat membantu Ibu Nani dalam memenuhi kebutuhan usaha, menambah perlengkapan yang diperlukan, serta menjaga keberlangsungan usaha salon yang menjadi salah satu sumber penghidupan bagi dirinya. Semangat Ibu Nani menjadi gambaran bahwa keterbatasan usia tidak selalu menjadi penghalang untuk tetap berkarya dan berikhtiar. Dengan dukungan yang tepat, masyarakat dapat terus diberdayakan agar memiliki kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat. Majalengka Mandiri, ZIS untuk Pemberdayaan Program Majalengka Mandiri menjadi salah satu ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengubah kepedulian masyarakat melalui dana ZIS menjadi kebermanfaatan yang nyata dan produktif. Melalui bantuan permodalan, para penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat keberlangsungan bisnis, serta membuka peluang ekonomi yang lebih baik di lingkungan masing-masing. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan pada upaya pemberdayaan dan peningkatan kemandirian ekonomi mustahik, sehingga bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak berkelanjutan. Zakat untuk Menguatkan Kemandirian BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya memastikan dana ZIS yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan, zakat diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sesaat, tetapi juga menjadi jalan untuk menguatkan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. Penyaluran bantuan modal usaha kepada Ibu Nani Tarsini menjadi salah satu contoh bahwa zakat dapat hadir sebagai kekuatan pemberdayaan ekonomi, memberikan harapan, sekaligus mendorong penerima manfaat untuk terus berikhtiar. BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfiq, dan masyarakat yang telah menitipkan dana ZIS melalui BAZNAS. Semoga setiap rupiah yang ditunaikan menjadi amal saleh yang terus mengalir keberkahannya. “Zakatmu, Harapan Mereka.” Semoga bantuan yang diberikan kepada Ibu Nani Tarsini dapat memberikan manfaat, menguatkan usaha, dan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri. BAZNAS Kabupaten MajalengkaMajalengka Langkung Sae, Sedekahnya Hade!#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #MajalengkaMandiri #ZakatUntukKemandirian #ZakatmuHarapanMereka #PemberdayaanMustahik #PemberdayaanEkonomi #BantuanModalUsaha #UMKMMajalengka #SedekahnyaH
BERITA03/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Pelaku UMKM
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Pelaku UMKM
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM . Bantuan tersebut diserahkan oleh Uju Juhara, S.Pd., selaku Kepala Divisi Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka , pada Kamis, 3 September 2026 , bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka . Penyaluran bantuan ini diberikan kepada dua pelaku usaha yang membutuhkan dukungan permodalan untuk mengembangkan usaha mereka, yaitu: Aris Tegar Saeful Milah , pelaku usaha kedai kopi , beralamat di Desa Pageraji, Kecamatan Majalengka . Eka Binekas , pelaku usaha warung kopi , beralamat di Desa Karyamukti, Kecamatan Panyingkiran . Bantuan modal usaha tersebut merupakan bagian dari Program Majalengka Mandiri , salah satu dari lima program unggulan BAZNAS Kabupaten Majalengka yang diarahkan untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan ekonomi, mengembangkan usaha, serta membangun kemandirian dan kesejahteraan keluarga. Mendorong UMKM agar Semakin Mandiri Dalam kesempatan tersebut, Uju Juhara, S.Pd., menyampaikan bahwa bantuan modal usaha merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan modal, tetapi juga menjadi motivasi bagi para penerima manfaat untuk terus mengembangkan usaha secara amanah, tekun, dan profesional. “Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi,” ungkap Uju Juhara. Program Majalengka Mandiri menjadi salah satu ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengubah semangat kepedulian masyarakat dan kebermanfaatan dana ZIS menjadi dukungan nyata bagi produktif. Melalui bantuan permodalan tersebut, para penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat keberlangsungan bisnis, serta membuka peluang ekonomi yang lebih baik di lingkungan masing-masing. ZIS untuk Kebermanfaatan dan Kemandirian Penyaluran bantuan UMKM ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengelola dana ZIS secara amanah, profesional, dan berorientasi pada kebermanfaatan umat . BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong agar zakat tidak hanya hadir sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang membantu mustahik membangun kehidupan yang lebih mandiri. Semangat tersebut selaras dengan nilai-nilai Islam bahwa harta yang ditunaikan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi sarana untuk menghadirkan kemaslahatan dan memperkuat kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan menunaikan ZIS melalui lembaga yang amanah, manfaatnya dapat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan sekaligus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat. Zakatmu, Harapan Mereka. Majalengka Langkung Sae, Sedekahnya Hade!#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #MajalengkaMandiri #BantuanUMKM #BantuanModalUsaha #UMKMMjalengka #PemberdayaanEkonomi #ZakatmuHarapanMereka #Zakat #Infak #Sedekah #Mustahik #EkonomiUmat #Majalengka #UMKM #BAZNASPeduli #SucikanHartaKuatkanIman
BERITA03/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Masjid Darul Ulum Nunukbaru
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Sarana Keagamaan untuk Masjid Darul Ulum Nunukbaru
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kehidupan keagamaan masyarakat melalui penyerahan bantuan sarana keagamaan kepada Masjid Darul Ulum, Blok Lengkong, Desa Nunukbaru, Kecamatan Maja, Kamis sore, 3 September 2026. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dan diterima oleh Bapak Jamal selaku Ketua DKM Masjid Darul Ulum, didampingi Bapak A. Dede selaku Bendahara DKM. Penyerahan bantuan dilaksanakan di ruang kerja Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka. Sebelum prosesi penyerahan, berlangsung arahan serta diskusi hangat antara jajaran BAZNAS dan pengurus DKM mengenai pengelolaan zakat dan infak serta pentingnya menjaga amanah dalam setiap dana yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS. Penguatan Sarana Keagamaan dan Kemanfaatan Zakat Dalam kesempatan tersebut, H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa dukungan terhadap sarana keagamaan merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat dan infak secara nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keislaman, serta penguatan ukhuwah dan kepedulian sosial masyarakat. Pengelolaan zakat dan infak, lanjutnya, harus senantiasa dilaksanakan dengan prinsip amanah, transparan, profesional, dan tepat sasaran, sehingga dana yang dititipkan para muzaki dan donatur dapat memberikan kemanfaatan yang luas bagi para mustahik dan masyarakat. “Zakat dan infak merupakan amanah dari masyarakat. Karena itu, setiap dana yang dihimpun harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi umat.” Diterima Pengurus DKM Masjid Darul Ulum Bantuan tersebut diterima dengan penuh rasa syukur oleh Bapak Jamal selaku Ketua DKM Masjid Darul Ulum, didampingi Bapak A. Dede sebagai Bendahara DKM. Pihak DKM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas perhatian dan dukungan yang diberikan untuk menunjang kebutuhan sarana keagamaan di Masjid Darul Ulum. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kenyamanan serta menunjang aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat di lingkungan Blok Lengkong, Desa Nunukbaru. Silaturahmi dan Edukasi Pengelolaan Zakat Selain penyerahan bantuan, pertemuan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dengan pengurus DKM. Diskusi yang berlangsung dalam suasana hangat membahas berbagai hal berkaitan dengan pengelolaan zakat dan infak, termasuk pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya dapat dilakukan secara terarah, akuntabel, dan memberikan dampak yang lebih luas. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk masjid dan lembaga keagamaan, dalam membangun ekosistem zakat yang semakin baik di Kabupaten Majalengka. Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, zakat dan infak diharapkan tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan dan penguatan kesejahteraan umat. Semoga bantuan yang diberikan untuk Masjid Darul Ulum menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat serta membawa keberkahan bagi masyarakat Blok Lengkong dan Desa Nunukbaru. BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakatmu, Harapan Mereka. #MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#BAZNAS#ZakatmuHarapanMereka#SucikanHartaKuatkanIman#Zakat#Infak#Sedekah#MasjidDarulUlum#Nunukbaru#KecamatanMaja#Majalengka#SaranaKeagamaan#PeduliUmat#BerbagiKebaikan#Amanah#ZakatUntukUmat
BERITA03/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
56 Calon Peserta Ikuti Wawancara Beasiswa Vokasi BAZNAS Batch 1 di BLK Cakraningrat
56 Calon Peserta Ikuti Wawancara Beasiswa Vokasi BAZNAS Batch 1 di BLK Cakraningrat
MAJALENGKA — Sebanyak 56 calon penerima manfaat Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Batch 1 mengikuti tahap wawancara di BLK Cakraningrat, Kabupaten Majalengka, Kamis (3 September 2026). Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan setelah para peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Wawancara tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS Republik Indonesia (BAZNAS RI), dan Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DK2UKM) Kabupaten Majalengka. Tahap wawancara menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk menentukan calon penerima manfaat yang nantinya mendapatkan kesempatan mengikuti Program Beasiswa Vokasi BAZNAS. 56 Peserta Ikuti Seleksi Wawancara Pada pelaksanaan Batch 1, sebanyak 56 calon peserta hadir untuk mengikuti proses wawancara secara langsung. Peserta sebelumnya telah melewati tahap seleksi administrasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. Proses seleksi dilakukan secara bertahap dan objektif untuk memastikan program dapat diberikan kepada calon penerima manfaat yang sesuai dengan kriteria serta memiliki komitmen untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Sementara itu, peserta lainnya yang juga telah dinyatakan lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahap wawancara Batch 2 yang dilaksanakan pada tahapan berikutnya. BAZNAS Dorong Generasi Muda Tingkatkan Keterampilan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS merupakan salah satu ikhtiar dalam memberikan akses peningkatan keterampilan kepada generasi muda melalui pendidikan dan pelatihan vokasional. Program ini menjadi bagian dari optimalisasi pendayagunaan dana zakat untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya para penerima manfaat yang berhak sesuai dengan ketentuan asnaf. Melalui pendidikan vokasi, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental, kedisiplinan, kompetensi, serta daya saing untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja. Ketua BAZNAS Majalengka Berikan Motivasi kepada Peserta Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara BAZNAS Kabupaten Majalengka, BAZNAS RI, dan DK2UKM Kabupaten Majalengka dalam mendukung pelaksanaan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon penerima manfaat yang telah berhasil melewati seleksi administrasi dan sampai pada tahap wawancara. “Manfaatkan kesempatan ini sebaik dan semaksimal mungkin. Tingkatkan kemampuan dan performa, karena ke depan sudah ada dunia kerja dan perusahaan yang menanti.” Pesan tersebut menjadi motivasi bagi para peserta agar tidak hanya berorientasi pada kelulusan program, tetapi juga menjadikan kesempatan pendidikan vokasi sebagai momentum untuk membangun kompetensi dan masa depan yang lebih baik. Kolaborasi untuk Mempersiapkan Generasi Siap Kerja Pelaksanaan wawancara Beasiswa Vokasi BAZNAS menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama BAZNAS RI dan DK2UKM Kabupaten Majalengka terus mendorong agar pemanfaatan dana zakat tidak hanya memberikan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan dan peningkatan kemandirian penerima manfaat. Melalui program vokasi, para peserta diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, serta memiliki bekal yang memadai untuk memasuki dunia profesional. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap seluruh calon penerima manfaat dapat mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh, menjaga semangat belajar, dan terus meningkatkan kemampuan diri. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi jalan kebaikan dalam menghadirkan generasi muda Majalengka yang terampil, mandiri, berdaya saing, dan siap berkarya, sekaligus menjadi bagian dari kebermanfaatan zakat bagi peningkatan kesejahteraan umat. BAZNAS Mulia | Majalengka Langkung SAE#MajalengkaLangkungSae#SAEkeunMajalengka#AgusAsriSabana#BAZNASMajalengka#BAZNAS#BeasiswaVokasiBAZNAS#BeasiswaVokasi#BAZNASRI#DK2UKM#BLKCakraningrat#Majalengka#ZakatUntukPemberdayaan#ZakatUntukPendidikan#GenerasiMudaMajalengka#MajalengkaMandiri#BAZNASMulia#ZakatmuHarapanMereka
BERITA03/09/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →