WhatsApp Icon
Apresiasi Capaian Pemkab Majalengka, BAZNAS Komitmen Dukung Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan

MAJALENGKA  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka atas diraihnya penghargaan dari Pikiran Rakyat sebagai “Institusi Pemerintah Daerah Peduli Tata Kelola Lingkungan.”

Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata atas komitmen kolektif jajaran pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Capaian ini sekaligus mempertegas langkah nyata menuju visi Majalengka yang Langkung SAE.

Selaras dengan Visi Nasional dan Program Daerah

Keberhasilan ini dinilai sangat relevan dengan arah kebijakan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Di tingkat lokal, visi tersebut diimplementasikan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui program unggulan GEBER JUM’AT (Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jum’at).

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyatakan bahwa sinergi antara pengelolaan lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan adalah kunci keberkahan daerah.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Majalengka. Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan gotong royong seluruh pihak. BAZNAS Majalengka akan terus berdiri beriringan dengan pemerintah untuk memastikan lingkungan tetap terjaga melalui dukungan program-program berbasis pemberdayaan dan kepedulian masyarakat," ungkap H. Agus Asri Sabana.

Peran Aktif BAZNAS dalam Pelestarian Lingkungan

Sebagai lembaga non-struktural, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mengintegrasikan program pendayagunaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) dengan upaya pelestarian lingkungan. Beberapa langkah strategis yang dijalankan meliputi:

  • Aksi Kebersihan Lingkungan: Melibatkan Para Amilin , relawan  dalam menjaga kebersihan fasilitas umum dan tempat ibadah secara berkala.

  • Pengelolaan Sampah: Mendorong edukasi pengelolaan limbah domestik untuk meminimalisir dampak lingkungan di tingkat internal kantor dan keluarga.

  • Pengelolaan Zakat Profesional: Memastikan dana umat dikelola secara transparan untuk kesejahteraan masyarakat, yang mencakup aspek kesehatan lingkungan hidup.

Ajakan Gotong Royong

Melalui momentum prestasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong. Kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang.

Mari bersama-sama kita jaga bumi, mulai dari langkah kecil di lingkungan sendiri, demi terwujudnya Majalengka yang semakin bersih, nyaman, dan Langkung SAE.


#IndonesiaASRI #GeberJumat #BAZNASMajalengka #SaekeunMajalengka #LingkunganHidup #AgusAsriSabana

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Pelepasan Calon Jemaah Haji 1447 H: Ketua BAZNAS Majalengka Turut Antar Tamu Allah ke Tanah Suci

MAJALENGKA Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Halaman Gedung Pendopo Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka pada Sabtu (25/04/2026). Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., hadir langsung dalam seremoni pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Majalengka Tahun 1447 H / 2026 M.

Kehadiran pimpinan BAZNAS ini merupakan bentuk dukungan moril sekaligus komitmen lembaga dalam mengiringi langkah para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima. Dalam kesempatan tersebut, H. Agus Asri Sabana didampingi oleh Ketua Dewan Pengawas dan Sekretaris BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Rincian Keberangkatan Kloter KJT-06

Berdasarkan laporan resmi dari Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, total jemaah haji asal Majalengka tahun ini mencapai 729 orang. Khusus untuk pemberangkatan Kloter KJT-06, tercatat data sebagai berikut:

  • Jemaah Awal: 439 orang.

  • Kondisi Mutakhir: 2 jemaah wafat sebelum keberangkatan.

  • Total Jemaah Berangkat: 437 orang.

  • Petugas: 4 Petugas Kloter dan 2 Petugas Haji Daerah (PHD).

  • Total Keseluruhan: 443 orang (212 Laki-laki & 231 Perempuan).

Dukungan dan Doa dari BAZNAS

Ketua BAZNAS Majalengka menyampaikan bahwa momen ini adalah perjalanan spiritual yang luar biasa. Ia berharap para jemaah dapat fokus beribadah dan menjaga kondisi fisik selama di Tanah Suci.

"Kami hadir untuk memberikan dukungan doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan keselamatan mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana.

Prosesi Pelepasan oleh Pimpinan Daerah

Prosesi pelepasan secara resmi dilakukan oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., didampingi Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka.

Bupati dalam sambutannya berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga nama baik daerah dan saling tolong-menolong antar sesama jemaah selama berada di Arab Saudi. Acara ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati, mengiringi bus jemaah yang mulai bergerak meninggalkan Pendopo menuju bandara.

Semoga seluruh tamu Allah SWT asal Kabupaten Majalengka senantiasa dalam lindungan-Nya dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sempurna.


#BAZNASMajalengka #Haji1447H #TamuAllah #Majalengka #PelepasanHaji2026 #InfoMajalengka #KemenagMajalengka #PelayananUmat #HajiMabrur #JawaBarat

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Momen Emosional di Reuni Akbar MAN Talaga: Ketua BAZNAS Majalengka Pulang Kampung, Salurkan Beasiswa Pendidikan

MAJALENGKA – Gurauan hangat dan pelukan rindu mewarnai Aula MAN 1 Majalengka pada Sabtu (25/04/2026). Ratusan alumni dari lintas generasi berkumpul dalam tajuk Halal Bihalal dan Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) MAN Talaga. Namun, di balik keriuhan nostalgia tersebut, hadir sebuah aksi nyata yang menyentuh sektor pendidikan.

Hadir di tengah-tengah acara, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Kehadirannya kali ini bukan sekadar tamu undangan protokoler, melainkan sebagai seorang "anak yang pulang ke rumah". H. Agus merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995.

Pertemuan Para Tokoh dan Guru Bangsa

Suasana haru memuncak saat alumni angkatan 1993, 1994, dan 1995 bersimpuh memberikan penghormatan kepada guru-guru mereka. Hadir pula Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., sosok guru idola yang kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka.

Dalam sambutannya yang sarat akan refleksi, H. Agus mengenang masa-masa menimba ilmu di madrasah sebagai fondasi utama karakter dan spiritualitasnya saat ini.

"Ketika amanah menakhodai BAZNAS diberikan kepada saya, tekad saya hanya satu: mentasharufkan dana zakat, infaq, dan sedekah seamanah mungkin. Saya ingin memastikan setiap rupiah dari para muzakki menjadi manfaat nyata, terutama bagi masa depan pendidikan anak-anak kita di Majalengka," tutur H. Agus dengan nada bergetar.


Aksi Nyata: Beasiswa Rp 5 Juta untuk Generasi Penerus

Sebagai wujud kepedulian terhadap almamater, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan senilai total Rp 5.000.000,-. Bantuan ini diberikan kepada lima siswa berprestasi namun membutuhkan, dengan masing-masing menerima Rp 1.000.000,-.

Tak hanya itu, kemeriahan acara ditambah dengan penyerahan kadeudeuh dari para alumni untuk para guru dan almamater. Hal ini menjadi simbol terima kasih yang mendalam atas jasa para pendidik yang telah mencetak putra-putri terbaik daerah.

MAN 1 Majalengka: Pelopor Gerakan ZIS

Perlu diketahui, MAN 1 Majalengka saat ini berdiri sebagai Madrasah Percontohan Gerakan ZIS di Kabupaten Majalengka. Melalui program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli), madrasah ini membuktikan bahwa budaya berbagi bisa dipupuk sejak dini di lingkungan sekolah.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh keluarga besar MAN 1 Majalengka. Bantuan yang diberikan diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus mengejar mimpi tanpa perlu merasa gentar oleh kendala biaya.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #BerbagiItuIndah

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Alumni dan Kepedulian Umat: BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa di Reuni Akbar MAN 1 Talaga

MAJALENGKA Momen penuh kenangan dalam acara Halal Bihalal dan Reuni Akbar IKA MAN Talaga (MAN 1 Majalengka) lintas angkatan 1994, 1995, dan 1996 menjadi semakin bermakna dengan adanya aksi nyata kepedulian sosial. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Majalengka tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi para siswa, Sabtu (25/04/2026).

Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai pimpinan lembaga, namun juga sebagai bentuk pengabdian kepada almamater yang telah membentuk karakter dan spiritualitasnya.

Daftar Penerima Bantuan Stimulan Pendidikan

Dalam suasana reuni yang penuh kekeluargaan, BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan dengan total nilai Rp 5.000.000,-. Bantuan tersebut diberikan kepada lima orang siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial, dengan nominal masing-masing sebesar Rp 1.000.000,-. Adapun para penerima bantuan tersebut adalah:

  1. Tika (Sindang, Cikijing)

  2. Agung (Cimangguhilir, Bantarujeg)

  3. Dwi Khofifah (Cibeureum, Talaga)

  4. Sida Nurul (Kagok, Banjaran)

  5. Azmi (Jatipamor, Talaga)

H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola BAZNAS harus memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya di bidang pendidikan.

"Alhamdulillah, bertepatan dengan momen silaturahmi angkatan 94, 95, dan 96 ini, BAZNAS dapat berkontribusi untuk membantu siswa-siswi MAN 1 Majalengka. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dititipkan para muzakki menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus belajar tanpa harus terhambat kendala biaya," ujar H. Agus.

Disaksikan Pimpinan Kemenag dan Para Guru

Prosesi penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., yang juga merupakan sosok guru yang sangat dihormati oleh para alumni. Kehadiran beliau menambah kekhidmatan acara yang mempertemukan guru dan murid lintas generasi tersebut.

Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat memicu semangat gotong royong di kalangan alumni untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Majalengka. Langkah ini sejalan dengan visi "Majalengka Langkung Sae", di mana kesejahteraan masyarakat dibangun melalui sinergi berbagai pihak dan pengelolaan zakat yang profesional serta transparan.

Acara penyerahan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan MAN 1 Majalengka dan keberkahan bagi para muzakki yang telah mempercayakan pengelolaan dananya melalui BAZNAS.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #AlumniPeduli

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Lepas Kloter KJT-06, Ketua BAZNAS Majalengka: Fokus Ibadah, Jaga Kesehatan, dan Raih Kemabruran

MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memberikan respon positif dan apresiasi mendalam atas lancarnya prosesi pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Majalengka Kloter KJT-06. Acara yang berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Pemda Majalengka pada Sabtu (25/04/2026) ini menjadi tonggak awal perjalanan spiritual ratusan tamu Allah menuju Tanah Suci.

Respon Terhadap Dinamika Jemaah

Menanggapi laporan mengenai adanya dua jemaah yang wafat sebelum keberangkatan sehingga total jemaah Kloter KJT-06 menjadi 437 orang (ditambah 6 petugas), H. Agus Asri Sabana menyampaikan rasa duka citanya sekaligus memberikan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Kami mendoakan para jemaah yang telah berpulang ke rahmatullah sebelum sempat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Insya Allah, niat tulus mereka sudah dicatat sebagai pahala haji di sisi Allah SWT," ungkapnya saat ditemui di lokasi pelepasan.

Pesan Khusus untuk Jemaah

Dalam respon resminya, Ketua BAZNAS menekankan pentingnya ketahanan fisik dan kemurnian niat. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan stamina prima, terutama menghadapi perbedaan cuaca di Arab Saudi.

"Pesan saya kepada seluruh jemaah, khususnya Kloter KJT-06, fokuslah pada rangkaian ibadah. Jaga kesehatan, perbanyak minum air putih, dan saling menjaga satu sama lain antar sesama jemaah asal Majalengka," tuturnya.

Untaian Doa untuk Keselamatan

Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS, termasuk Ketua Dewan Pengawas dan Sekretaris BAZNAS, merupakan bentuk dukungan spiritual kolektif. H. Agus Asri Sabana pun memimpin harapan agar perjalanan ini menjadi perjalanan yang berkah.

"Kami senantiasa mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah SWT agar seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam setiap tahapan rukun dan wajib haji. Semoga selamat sampai di tujuan, sehat selama menjalankan ibadah, dan kembali ke tanah air dengan predikat Haji yang Mabrur serta membawa perubahan positif bagi diri dan lingkungan," pungkasnya.

Prosesi ini ditutup dengan suasana penuh haru saat bus jemaah mulai diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Majalengka beserta jajaran Forkopimda, diiringi lambaian tangan dan doa restu dari seluruh tamu undangan yang hadir.


#BAZNASMajalengka #ResponKetuaBAZNAS #Haji2026 #KloterKJT06 #TamuAllah #DoaUntukJemaah #MajalengkaLangkungSae #HajiMabrur #InfoHajiMajalengka 

25/04/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I

Berita Terbaru

Hadir di MTs PUI Cikijing, BAZNAS Majalengka Targetkan Program SIGAP Berikan Manfaat Nyata bagi Sarana Pendidikan
Hadir di MTs PUI Cikijing, BAZNAS Majalengka Targetkan Program SIGAP Berikan Manfaat Nyata bagi Sarana Pendidikan
CIKIJING – BAZNAS Kabupaten Majalengka terus memperluas jangkauan edukasi filantropi melalui Program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli). Hari ini, Kamis (23/4/2026), sosialisasi program tersebut resmi dilaksanakan di MTs PUI Cikijing dengan menghadirkan Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Majalengka, Iwan Setiawan, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian inovasi BAZNAS untuk menyasar lebih dari 300 sekolah di seluruh Kabupaten Majalengka, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP/MTs. Fokus Manfaat: Kembali ke Sekolah Dalam paparannya di hadapan civitas akademika MTs PUI Cikijing, Iwan Setiawan menekankan bahwa Program SIGAP memiliki skema yang sangat menguntungkan bagi lembaga pendidikan. Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola melalui sektor pendidikan ini akan dikembalikan kepada pihak sekolah minimal enam bulan setelah program berjalan. "Program ini bukan sekadar menghimpun dana, tetapi mengelolanya untuk dikembalikan lagi ke sekolah guna memenuhi kebutuhan sosial keagamaan serta perbaikan sarana pendidikan secara mandiri," ujar Iwan. Dampak Nyata Ratusan Juta Rupiah Keberhasilan program ini telah terbukti sejak tahun 2025. Hingga April 2026, Program SIGAP tercatat telah menyalurkan dana sebesar ratusan juta rupiah untuk perbaikan sarana pendidikan di berbagai sekolah. Manfaat nyata yang dirasakan meliputi: Peningkatan Fasilitas Belajar: Membantu renovasi dan pemeliharaan prasarana sekolah agar lebih layak. Dukungan Kegiatan Keagamaan: Menunjang sarana ibadah dan kegiatan religi siswa di lingkungan sekolah. Edukasi Karakter: Menanamkan kebiasaan berinfak dan rasa peduli sosial sejak usia dini. Membangun Generasi Peduli di Cikijing Kehadiran BAZNAS di MTs PUI Cikijing hari ini disambut baik sebagai langkah strategis dalam membangun karakter dermawan di kalangan siswa. Dengan melibatkan siswa dari tingkat dasar hingga menengah, diharapkan muncul kemandirian dalam pengelolaan potensi sosial di internal sekolah. Melalui Program SIGAP, BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus transparan dan inovatif dalam memastikan bahwa setiap rupiah yang disedekahkan oleh para siswa dapat memberikan dampak langsung bagi kemajuan dan kenyamanan fasilitas pendidikan mereka sendiri.#SIGAPBaznasmajalengka #SIGAP #Majalengkalangkungsae #pendidikankarakter #BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaqGenerasiAnakPeduli #ZakatMembangunUmat #PilihanPertamaPembayarZakat #KemandirianSekolah #DanaAbadiPendidikan #SaranaIbadah #DigitalFundraising #InovasiBAZNAS
BERITA23/04/2026 | Humas Pengumpulan
Muhasabah: Kunci Keselamatan Sebelum Hari Penghisaban
Muhasabah: Kunci Keselamatan Sebelum Hari Penghisaban
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah kesibukan aktivitas duniawi, seorang mukmin diperintahkan untuk sejenak berhenti dan menoleh ke dalam diri. Aktivitas ini dikenal sebagai muhasabah (introspeksi diri). Muhasabah bukanlah sekadar refleksi moral atau aktivitas psikologis biasa, melainkan bagian dari amal hati yang memiliki konsekuensi ibadah dan terikat erat dengan bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah. Landasan Syariat Muhasabah Para ulama Ahlus Sunnah menekankan bahwa muhasabah memiliki dasar yang sangat kuat. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18) Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah Allah kepada hamba-Nya untuk menghisab diri sebelum dihisab pada hari Kiamat kelak. Dengan melihat kembali modal amal shalih maupun tumpukan dosa, seseorang dapat mempersiapkan bekal yang lebih baik. Senada dengan itu, Al-Imam Ibnul Qayyim menyebut muhasabah sebagai salah satu ibadah hati yang paling agung. Hakikat Muhasabah: Modal, Keuntungan, dan Kerugian Untuk memudahkan kita memahami hakikat muhasabah, Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin menganalogikan muhasabah seperti seorang pedagang yang menghitung neraca keuangannya: Modal Utama: Adalah ibadah-ibadah wajib (seperti Shalat lima waktu, Zakat, dan Puasa Ramadhan). Keuntungan: Adalah ibadah-ibadah sunnah (seperti shalat rawatib, sedekah, dan amalan nawafil lainnya). Kerugian/Kebangkrutan: Adalah perbuatan maksiat dan hal-hal yang dilarang oleh syariat. Dengan pembagian ini, kita dapat menilai secara objektif apakah "perniagaan" kita dengan Allah sedang mengalami kemajuan atau justru berada di ambang kebangkrutan. Kapan Waktu Terbaik Melakukan Muhasabah? Muhasabah tidak terikat pada momen tertentu seperti pergantian tahun baru Hijriyah atau Masehi—karena pengkhususan waktu tanpa dalil tidak dikenal dalam bimbingan Rasulullah ?. Sebaliknya, muhasabah adalah amalan harian yang dilakukan dalam dua waktu utama: 1. Muhasabah Sebelum Beramal Ini adalah upaya menahan diri sebelum bertindak. Pastikan apakah amalan tersebut dilakukan karena Allah (ikhlas) dan sesuai syariat (ittiba’). Sebagaimana perkataan Al-Hasan al-Bashri: “Jika amalannya karena Allah, ia lanjutkan. Jika karena selain Allah, ia tinggalkan.” 2. Muhasabah Setelah Beramal Setelah aktivitas selesai, evaluasi kembali tiga hal: Apakah ketaatan yang dilakukan sudah sempurna? Apakah ada amalan yang seharusnya ditinggalkan namun tetap dilakukan? Bagaimana dengan perkara mubah (duniawi); apakah sudah diniatkan sebagai wasilah ibadah? Urgensi Muhasabah bagi Kita Sebagai manusia yang sering lupa dan khilaf, muhasabah adalah obat penawar. Rasulullah ? bersabda: "Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR. Tirmidzi). Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu memberikan nasihat emas bagi kita semua: “Hasibuu anfusakum qabla an tuhasabu (Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab).” Kesimpulan Mari jadikan muhasabah sebagai kebiasaan setiap waktu, bukan sekadar seremoni tahunan. Dengan meluruskan niat sebelum beramal dan mengevaluasi kekurangan setelah beramal, kita berharap Allah Ta’ala menerima amal ibadah kita, terutama dalam menunaikan kewajiban sosial seperti zakat, infak, dan sedekah. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya agar kita menjadi hamba yang selalu memperbaiki diri. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. #BAZNASMajalengka #MuhasabahDiri #IntrospeksiDiri #DakwahIslam #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #FiqihIbadah #SelfReminder
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Kesabaran Nabi Ayyub AS: Manifestasi Iman dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
Meneladani Kesabaran Nabi Ayyub AS: Manifestasi Iman dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam dinamika kehidupan, ujian berupa hilangnya harta, kesehatan, maupun keluarga merupakan keniscayaan yang kerap melanda umat manusia. Namun, di balik setiap cobaan, terdapat hikmah besar mengenai arti kesabaran dan ketawakkalan. Salah satu potret keteladanan tertinggi dalam sejarah peradaban Islam adalah kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam, seorang hamba yang disanjung Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) adalah seorang yang sabar.” (QS. Shad: 44). Kejayaan dan Ujian Kehilangan Harta Nabi Ayyub AS pada mulanya adalah representasi dari sosok yang diberkahi kelimpahan materi. Beliau memiliki ternak yang tak terhitung jumlahnya, aset tanah yang luas, hamba sahaya, serta keluarga yang harmonis dengan banyak keturunan. Namun, status sosial dan kekayaan tersebut tidak sedikit pun melalaikannya dari ketaatan kepada Allah SWT. Ujian dimulai ketika Allah SWT mengambil seluruh harta kekayaannya dan mewafatkan anak-anaknya. Tidak berhenti di situ, beliau ditimpa penyakit fisik yang berat dalam kurun waktu yang sangat lama—diriwayatkan mencapai 18 tahun. Kondisi tersebut membuat beliau terisolasi dari lingkungan sosial, kecuali sang istri setianya yang terus mendampingi dengan penuh pengorbanan. Esensi Kesabaran dan Kekuatan Doa Puncak dari keteladanan Nabi Ayyub AS adalah ketika beliau menolak untuk mengeluh meskipun kondisi ekonominya jatuh ke titik nadir, hingga sang istri harus menjual kepangan rambutnya demi menyambung hidup. Saat ditawari untuk berdoa memohon kesembuhan, Nabi Ayyub menjawab dengan penuh ketulusan: "Aku telah hidup tujuh puluh tahun dalam kondisi sehat. Lantas apakah sedikit bagi Allah dengan aku bersabar karena-Nya selama tujuh puluh tahun?" Kesabaran ini bukan berarti pasif. Nabi Ayyub mengajarkan adab berdoa yang luar biasa saat mencapai puncak penderitaannya: "(Wahai Rabbku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, sedangkan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83). Doa ini tidak bernada menuntut, melainkan sebuah pengakuan atas kelemahan diri di hadapan kasih sayang Sang Khalik. Restorasi Keberkahan dan Pelajaran Bagi Muzaki Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Ayyub dengan memerintahkannya menghentakkan kaki ke bumi, yang kemudian memancarkan air sebagai obat dan minuman. Allah tidak hanya menyembuhkan fisiknya, tetapi juga mengembalikan harta dan keluarganya berlipat ganda sebagai ganjaran atas kesabaran yang tak bertepi. Dari kisah ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memetik beberapa pelajaran penting: Harta adalah Titipan: Kehilangan harta bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan sarana peningkatan derajat keimanan. Solidaritas dalam Kesulitan: Peran istri Nabi Ayyub dan dua sahabat setianya menunjukkan pentingnya sistem pendukung (support system) dalam menghadapi masa sulit. Optimisme Filantropi: Sebagaimana Allah memulihkan ekonomi Nabi Ayyub, zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen yang Allah syariatkan untuk membantu sesama yang sedang diuji dengan kemiskinan dan penyakit. Semoga melalui momentum refleksi ini, kita senantiasa diberikan kekuatan untuk bersabar atas setiap ketetapan Allah dan tetap istiqamah dalam menebar kemaslahatan bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat. #BAZNAS #Majalengka #KisahNabi #NabiAyyub #Kesabaran #ZakatPemberdayaan #IslamRahmatanLilAlamin #HikmahKehidupan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjalin Ukhuwah, Mengukir Prestasi: Memaknai Kebersamaan Tim dalam Perspektif Islam
Menjalin Ukhuwah, Mengukir Prestasi: Memaknai Kebersamaan Tim dalam Perspektif Islam
MAJALENGKA Prestasi yang membanggakan bukanlah hasil dari kerja keras individu semata, melainkan buah dari sinergi, harmoni, dan kebersamaan dalam sebuah tim. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, pencapaian dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka, melainkan amanah umat yang hanya bisa ditunaikan melalui kesolidan kolektif. Dalam perspektif Islam, kerja sama tim (teamwork) bukan hanya urusan manajerial, melainkan ibadah yang berlandaskan nilai-nilai tauhid dan kemanusiaan. Berikut adalah cara memaknai dan menjaga kebersamaan tim agar meraih keberkahan dan prestasi yang gemilang: 1. Menyatukan Niat (Ikhlas) sebagai Pondasi Kebersamaan yang kokoh dimulai dari titik berangkat yang sama, yaitu niat karena Allah SWT. Ketika setiap anggota tim memiliki visi yang sama untuk mencari ridha-Nya, maka ego pribadi akan luruh. Prestasi tidak lagi menjadi ajang pamer kekuatan individu, melainkan sarana untuk menebar manfaat lebih luas. 2. Membangun Spirit "Bunyanun Marshush" Islam mengibaratkan sebuah tim seperti satu bangunan yang kokoh. Jika satu bata rapuh, maka seluruh bangunan terancam rubuh. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. Ash-Shaff: 4) Dalam konteks organisasi, "barisan yang teratur" berarti adanya pembagian tugas (job desk) yang jelas, saling mendukung, dan tidak saling menjatuhkan. 3. Komunikasi Berlandaskan Tabayyun dan Syura Kebersamaan seringkali retak karena miskomunikasi. Islam mengajarkan prinsip Syura (musyawarah) untuk mengambil keputusan dan Tabayyun (klarifikasi) saat terjadi gesekan. Musyawarah: Menghargai setiap pendapat anggota tim tanpa memandang jabatan. Saling Menasehati: Mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran dengan cara yang santun (Bil-Hikmah). 4. Menghargai Peran dan Menghindari Hasad Prestasi besar lahir dari kumpulan kontribusi kecil yang konsisten. Rasulullah SAW bersabda: "Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam." (HR. Muslim) Menjaga kebersamaan berarti ikut bangga atas keberhasilan rekan kerja dan membuang jauh sifat iri dengki (hasad), karena setiap orang memiliki porsi rezeki dan peran masing-masing dalam tim. Strategi Menjaga Kesolidan Tim BAZNAS Majalengka Untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih dan mencapai target yang lebih tinggi, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa menerapkan nilai-nilai berikut: Ta’aruf (Saling Mengenal): Mengenali karakter, kelebihan, dan kekurangan rekan kerja untuk menciptakan empati. Tafahum (Saling Memahami): Memahami beban kerja dan tantangan yang dihadapi rekan sejawat. Takaful (Saling Menanggung): Memberikan bantuan saat rekan tim mengalami kesulitan dalam tugasnya. Penutup Kebersamaan adalah anugerah. Dengan menjaga ukhuwah di dalam tim, tantangan seberat apa pun akan terasa ringan. Prestasi yang membanggakan adalah bonus dari Allah SWT atas ketaatan kita dalam bekerja sama secara baik (Amal Shalih). Mari kita jadikan setiap peluh keringat dalam tim sebagai saksi pengabdian kita untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Apresiasi Kinerja Gemilang Pemkab Majalengka 2025, BAZNAS Siap Perkuat Sinergi Program Strategis
Apresiasi Kinerja Gemilang Pemkab Majalengka 2025, BAZNAS Siap Perkuat Sinergi Program Strategis
MAJALENGKA, BAZNAS Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dalam pencapaian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan laporan yang dirilis, Pemkab Majalengka mencatatkan rata-rata capaian kinerja kumulatif sebesar 103,36%. Angka ini menunjukkan tren positif yang signifikan dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024–2026 di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. 7 Sasaran Strategis Lampaui Target Keberhasilan ini tercermin dari 7 sasaran strategis yang berhasil menembus angka di atas 100%. Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat meliputi: Derajat Kesehatan: Angka Harapan Hidup mencapai 105,12% dan penanganan stunting sukses menyentuh angka 100%. Kualitas Pendidikan: Rata-rata Lama Sekolah (RLS) melampaui target di angka 101,30%. Produktivitas & Ekonomi: Pertumbuhan PDRB (ADHK) mencapai 100,03% dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada performa 110,5%. Kondusivitas & Birokrasi: Indeks Ketentraman serta Reformasi Birokrasi masing-masing telah memenuhi dan melampaui ekspektasi. H. Agus Asri Sabana menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa BAZNAS, sebagai mitra strategis pemerintah, merasa bangga atas akuntabilitas yang ditunjukkan oleh perangkat daerah. "Keberhasilan Pemkab Majalengka melampaui target kinerja adalah sinyal positif bagi pembangunan umat. Kami di BAZNAS melihat ini sebagai peluang besar untuk semakin mensinkronkan program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan program pembangunan daerah guna memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," ujar H. Agus. Fokus Perbaikan dan Sinergi Kedepan Meski meraih prestasi gemilang, Pemkab Majalengka tetap mengedepankan transparansi dengan mengevaluasi dua sektor yang hampir mencapai target, yakni Penurunan Kemiskinan (97,87%) serta Kualitas Infrastruktur dan Tata Ruang (98,20%). Menanggapi hal tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus bergerak bersama pemerintah, khususnya dalam intervensi penanggulangan kemiskinan melalui program-program pemberdayaan ekonomi produktif dan bantuan sosial yang terukur. Dengan semangat "Majalengka Langkung Sae", kolaborasi antara Pemkab Majalengka dan BAZNAS diharapkan dapat terus diperkuat. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Majalengka yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera lahir batin. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KinerjaPemkab2025 #ZakatMensejahterakan #InfoMajalengka #HumasBAZNAS #EmanSuherman #AgusAsriSabana
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tingkatkan Akselerasi Kinerja, Ketua BAZNAS Majalengka Dorong Inovasi Lintas Divisi demi Mewujudkan Tata Kelola yang Langkung Sae
Tingkatkan Akselerasi Kinerja, Ketua BAZNAS Majalengka Dorong Inovasi Lintas Divisi demi Mewujudkan Tata Kelola yang Langkung Sae
MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menekankan pentingnya transformasi dan inovasi di seluruh lini organisasi. Hal tersebut ditegaskannya saat memimpin rapat koordinasi internal bersama para Wakil Ketua, Kepala Divisi, dan Kepala Pelaksana di ruang kerjanya, baru-baru ini. Dalam arahannya, H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ke depan menuntut kesiapan amil yang tidak hanya kompeten secara administrasi, tetapi juga kreatif dalam melahirkan program-program baru. "Kita tidak boleh berpuas diri dengan pola kerja rutin. Saya mendorong seluruh divisi untuk lebih inovatif. Inovasi adalah kunci agar BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi lembaga yang jauh lebih transparan, terpercaya, dan tentu saja langkung sae (lebih baik) dalam melayani umat," ujar H. Agus. Tiga Pilar Utama: Transparansi, Akuntabilitas, dan Profesionalisme Ketua BAZNAS Majalengka menggarisbawahi tiga aspek krusial yang harus diperkuat melalui inovasi: Transparansi Kelembagaan: Memastikan setiap rupiah dana ZIS yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada muzaki dan masyarakat. Kepercayaan Publik: Membangun kredibilitas melalui pelaporan yang akurat dan digitalisasi sistem informasi. Optimalisasi Pendayagunaan: Menciptakan program pendistribusian yang memberikan dampak jangka panjang bagi para mustahik di Kabupaten Majalengka. H. Agus juga mengingatkan bahwa predikat "Langkung Sae" bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk memberikan pelayanan prima yang berlandaskan prinsip 3 Aman: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Sinergi Lintas Divisi Rapat yang berlangsung dinamis tersebut juga membahas evaluasi kinerja triwulan serta sinkronisasi target antar divisi. Dengan adanya dorongan inovasi ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Majalengka dapat semakin lincah dalam merespons dinamika sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Majalengka. "Semangat kolektif ini harus kita jaga. Jika semua divisi bergerak serentak dengan inovasi, saya optimistis kemanfaatan BAZNAS bagi masyarakat Majalengka akan semakin terasa nyata," pungkasnya. Tags: #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #LangkungSae #InovasiZakat #MajalengkaReligius #AmilProfesional #TransparansiZakat #AgusAsriSabana #InfoMajalengka
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Komisi IV DPRD Studi Komparatif ke Garut Demi Majalengka Langkung Sae
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Komisi IV DPRD Studi Komparatif ke Garut Demi Majalengka Langkung Sae
GARUT Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka ke BAZNAS Kabupaten Garut pada Kamis (23/04/2026). Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam optimalisasi pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka. Kehadiran Ketua BAZNAS didampingi oleh jajaran struktural inti, yaitu Wakil Ketua 3, Kepala Pelaksana, Kepala Kesekretariatan, Kadiv Keuangan, serta Kadiv Humas dan Protokoler. Menyusun Langkah Strategis Kunjungan ini bukan sekadar studi banding biasa. H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius lembaga dalam menyerap berbagai inovasi program yang berhasil diterapkan di daerah lain untuk kemudian diimplementasikan secara tepat guna. "Kami bersama Komisi IV DPRD tengah menyusun langkah-langkah strategis yang lebih progresif. Fokus kita adalah bagaimana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah benar-benar menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan daerah," ungkap H. Agus di sela-sela kegiatan. Mewujudkan Majalengka Langkung Sae Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koordinasi erat antara BAZNAS dan DPRD Kabupaten Majalengka adalah kunci untuk mencapai visi daerah yang lebih unggul. Kunjungan ke Garut dipilih karena kesamaan karakteristik wilayah serta prestasi BAZNAS setempat dalam pemberdayaan ekonomi umat. "Segala upaya yang kita lakukan hari ini, termasuk studi komparatif dan sinkronisasi kebijakan dengan legislatif, adalah ikhtiar kolektif untuk bersama-sama mewujudkan Majalengka Langkung Sae. Kami ingin zakat hadir sebagai solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya. Melalui langkah strategis ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan dampak sosial yang lebih luas bagi para mustahik di seluruh pelosok Majalengka. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #DPRDMajalengka #LangkahStrategis #ZakatUntukUmat #Kemanusiaan #SinergiKebaikan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Diharapkan Bisa MANDIRI EKONOMI, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM Maja Utara
Diharapkan Bisa MANDIRI EKONOMI, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM Maja Utara
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat komitmennya dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan bantuan modal usaha yang dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., kepada salah satu pelaku UMKM asal Desa Maja Utara, Kecamatan Maja. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka pada Kamis, 23 April 2026. Penerima manfaat kali ini adalah Rina Marlina, seorang pegiat UMKM yang dinilai memiliki potensi usaha namun terkendala keterbatasan modal. Bagian dari Program Majalengka Mandiri Dalam sambutannya, Drs. H. Idi Purnama, M.M. menegaskan bahwa pemberian bantuan ini bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan stimulan untuk mendorong produktivitas masyarakat. Program ini merupakan pengejawantahan dari Majalengka Mandiri, salah satu dari lima program prioritas BAZNAS Kabupaten Majalengka. "Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi titik balik bagi Ibu Rina dan keluarga untuk meningkatkan taraf hidup. Melalui Program Majalengka Mandiri, kita ingin mengubah Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzakki (pemberi zakat) di masa depan dengan kemandirian ekonomi," ujar H. Idi Purnama. Mendorong UMKM Naik Kelas Bantuan modal usaha ini difokuskan bagi para pelaku UMKM yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki semangat juang tinggi dalam berwirausaha. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap intervensi modal ini mampu menjaga keberlangsungan usaha kecil di tingkat desa, sehingga roda ekonomi lokal di Kecamatan Maja dan sekitarnya tetap berputar. Rina Marlina menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan ini akan sangat membantu dalam pengadaan bahan baku dan peralatan usaha yang selama ini sulit ia penuhi secara mandiri. Tentang BAZNAS Kabupaten Majalengka: BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional di tingkat daerah. Dengan dukungan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat, BAZNAS berkomitmen mewujudkan kesejahteraan umat melalui berbagai pilar program, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. #BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #UMKMMajalengka #ZakatMensejahterakan #PemberdayaanEkonomi #MajaUtara #MajalengkaLangkungSae
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, BAZNAS Majalengka Serahkan Langsung Bantuan Sarana Keagamaan di Desa Sangiang
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, BAZNAS Majalengka Serahkan Langsung Bantuan Sarana Keagamaan di Desa Sangiang
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan sarana keagamaan untuk Mushola Al-Barokah yang berlokasi di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, pada Rabu (22/04/2026). Penyerahan ini dilakukan langsung di lokasi pembangunan guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan fisik bangunan. Tim Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I., hadir mewakili lembaga untuk menyerahkan bantuan tersebut. Kehadiran tim disambut hangat oleh pengurus mushola serta para pengelola sarana keagamaan lainnya yang tengah berada di lokasi. Eman Suherman menjelaskan bahwa terjun langsung ke lapangan merupakan bagian dari prosedur pengawasan agar amanah para muzakki dapat tersalurkan dengan tepat. "Penyerahan dilakukan langsung di lokasi Mushola Al-Barokah bukan tanpa sebab. Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan yang dibantu oleh BAZNAS benar-benar tepat sesuai dengan pengajuan dan kebutuhan riil di lapangan. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami dalam mengelola dana umat," ujar Eman Suherman. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bapak Eman selaku pengurus Mushola Al-Barokah. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas respon cepat dan kehadiran tim BAZNAS ke desanya. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan ini. Kedatangan tim langsung ke desa kami memberikan semangat baru bagi warga untuk segera merampungkan perbaikan mushola ini agar bisa digunakan kembali dengan nyaman oleh jemaah," ungkap Bapak Eman. Dengan adanya bantuan sarana keagamaan ini, diharapkan proses renovasi atau pemenuhan fasilitas di Mushola Al-Barokah dapat berjalan lancar sehingga fungsi masjid sebagai pusat syiar Islam di Desa Sangiang semakin optimal. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #SangiangBanjaran #BantuanSaranaKeagamaan #MajalengkaLangkungSae #LayananAktifBAZNAS
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Gerak Cepat BTB BAZNAS Majalengka Tuntaskan Pembangunan Rumah Ambruk di Banjaran
Gerak Cepat BTB BAZNAS Majalengka Tuntaskan Pembangunan Rumah Ambruk di Banjaran
MAJALENGKA Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Majalengka kembali bergerak melakukan aksi nyata dalam pemulihan pascabencana. Fokus pada percepatan hunian layak, BTB menyalurkan bantuan lanjutan untuk perbaikan rumah Bapak Wahyu di Blok Banjaran Hilir, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Rabu (22/04/2026). Rumah milik Bapak Wahyu tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat pada bagian kamar dan dapur akibat terjangan angin puting beliung dan hujan deras pada awal April lalu. Kehadiran BTB kali ini bertujuan memastikan proses renovasi berjalan tuntas hingga rumah tersebut benar-benar aman untuk ditinggali secara permanen. Pesan Ketua BAZNAS dan Amanah Muzaki Penyerahan bantuan dipimpin oleh Tim BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I. Pada kesempatan tersebut, Eman menyampaikan permohonan maaf dari Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, yang berhalangan hadir secara langsung. "Kami menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Ketua BAZNAS karena hari ini beliau tidak bisa hadir di tengah-tengah kita, mengingat sedang ada agenda penting di luar kota guna memperjuangkan kepentingan umat. Ketidakhadiran beliau bukan berarti mengurangi rasa hormat, melainkan sebagai upaya strategis agar BAZNAS Majalengka bisa memberikan manfaat yang lebih luas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak," jelas Eman. Lebih lanjut, Eman menegaskan bahwa bantuan pembangunan rumah ini merupakan bentuk perhatian nyata dari Pemerintah Kabupaten Majalengka sekaligus amanah dari para muzaki yang dititipkan melalui BAZNAS. "Kami mohon doanya agar Bapak Bupati Majalengka dan Ketua BAZNAS tetap sehat dalam lindungan Allah SWT demi mewujudkan cita-cita Majalengka Langkung Sae dapat tercapai," tambahnya. Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Meskipun saat ini kondisi atap belum tertutup sepenuhnya dan dinding belum di-plester, bantuan ini diharapkan dapat mempercepat tahap akhir pembangunan agar Bapak Wahyu tidak perlu lagi mengkhawatirkan kondisi tempat tinggalnya. Kepala Desa Banjaran, Rahmat Apandi, A.Md., bersama jajaran perangkat kecamatan dan Kepala Dusun Banjaran Hilir turut mendampingi proses ini. Mereka mengucapkan terima kasih yang mendalam atas konsistensi BAZNAS dalam mengawal kasus ini sejak satu jam setelah kejadian hingga tahap pembangunan. "Semoga semangat Majalengka Langkung Sae tetap diprioritaskan untuk warga yang membutuhkan," ungkap Rahmat Apandi. Aksi kemanusiaan ini ditutup dengan pekikan penuh semangat dari seluruh pihak yang hadir tanpa komando: "Saekeun Majalengka!!" seru mereka kompak, menegaskan komitmen untuk terus memajukan kualitas hidup warga Majalengka. #BAZNASMajalengka #BTBMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMenyejahterakan #Kemanusiaan #BanjaranPeduli #SaekeunMajalengka #AmanahMuzaki
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Tangis Haru Ibu Suilah: Saat Harapan Membangun Kembali Rumah yang Ambruk Menjadi Nyata
Tangis Haru Ibu Suilah: Saat Harapan Membangun Kembali Rumah yang Ambruk Menjadi Nyata
MAJALENGKA Suasana di Blok Kubangsari, Desa Tenjolayar, mendadak penuh emosi pada Rabu siang (22/04/2026). Di tengah sisa-sisa reruntuhan bagian belakang rumahnya yang ambruk beberapa waktu lalu, Ibu Suilah tak mampu membendung air mata. Hari ini, tepat pukul 13.00 WIB, secercah harapan hadir mengetuk pintu rumahnya dalam wujud bantuan Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). Bantuan yang sangat dinantikan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, didampingi oleh Kepala Desa Tenjolayar, Bapak Sobirin. Kehadiran rombongan di kediaman Ibu Suilah seolah menjadi jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan di tengah musibah yang datang tanpa terduga. Kepedulian yang Mengalir dari Warga hingga Pemerintah Sebelum bantuan dari BAZNAS tiba, solidaritas luar biasa sebenarnya telah ditunjukkan oleh tetangga dan warga sekitar. Secara swadaya, warga berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp3.200.000 sebagai bentuk gotong royong awal. Namun, kehadiran BAZNAS hari ini melengkapi kebahagiaan tersebut dengan komitmen renovasi total agar rumah Ibu Suilah kembali layak dan aman untuk dihuni. "Saya benar-benar tidak menyangka. Musibah itu datang tiba-tiba, tapi bantuan dan kepedulian dari Bapak Bupati serta BAZNAS juga datang secepat ini. Terima kasih banyak karena telah peduli pada orang kecil seperti saya," ungkap Ibu Suilah di sela isak tangisnya yang mengharukan. Amanat Bupati untuk Rakyat Dalam sambutannya, Drs. Uuh Patulloh menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan instruksi langsung dan amanat dari Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang menaruh perhatian besar terhadap keselamatan warga yang tertimpa bencana. "Ini adalah bentuk perhatian nyata Bapak Bupati atas musibah yang dialami Ibu Suilah. Sejatinya, Ketua BAZNAS Majalengka, Bapak H. Agus Asri Sabana, berencana menyerahkan langsung hari ini. Namun, karena adanya agenda mendesak demi kepentingan umat, beliau mendisposisikan kepada kami. Semoga niat tulus ini sampai dan bermanfaat bagi keluarga Ibu Suilah," jelas Drs. Uuh Patulloh. Wujudkan Majalengka Langkung Sae Kepala Desa Tenjolayar, Bapak Sobirin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas respons cepat Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui BAZNAS. Ia berharap sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat terus terjaga demi kesejahteraan bersama. "Terima kasih kepada BAZNAS dan Bapak Bupati. Semoga langkah-langkah baik ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan diberikan kemudahan dalam mewujudkan cita-cita Majalengka Langkung Sae," pungkasnya. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah musibah, tak ada warga yang dibiarkan berjuang sendirian. Zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS kembali menjadi jembatan kebaikan yang mengubah tangis duka menjadi senyum bahagia. #BAZNASMajalengka #RumahLayakHuni #MajalengkaLangkungSae #Kemanusiaan #ZakatMemberdayakan #Cigasong #Tenjolayar #KepedulianSosial
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan untuk MWC NU Jatiwangi guna Perkuat Program Keumatan
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan untuk MWC NU Jatiwangi guna Perkuat Program Keumatan
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mendukung penguatan lembaga keagamaan di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada hari ini, Rabu (22/04/2026), BAZNAS Kabupaten Majalengka secara resmi menyerahkan bantuan kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Jatiwangi. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan diterima oleh perwakilan pengurus MWC NU Jatiwangi yang hadir secara langsung. Sinergi untuk Maslahat Umat Dalam kesempatan tersebut, Drs. Uuh Patulloh menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk mendukung syiar Islam dan kemaslahatan umat melalui organisasi keagamaan. "Kami berharap bantuan ini dapat menunjang operasional serta program-program keumatan yang dijalankan oleh MWC NU Jatiwangi. Sinergi antara BAZNAS dan lembaga keagamaan seperti NU sangat penting untuk memastikan manfaat zakat terasa hingga ke lapisan masyarakat paling bawah," ujar Drs. Uuh Patulloh saat memberikan sambutan singkat. Beliau juga menambahkan bahwa BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus berupaya menjadi mitra strategis bagi berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat di Jatiwangi khususnya, dan Majalengka pada umumnya. Apresiasi dari MWC NU Jatiwangi Perwakilan dari MWC NU Kecamatan Jatiwangi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi keberlangsungan kegiatan dakwah dan sosial di wilayah mereka. "Kami atas nama keluarga besar MWC NU Jatiwangi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka, khususnya Bapak Kepala Pelaksana. Insha Allah, bantuan ini akan kami maksimalkan untuk kepentingan umat dan organisasi. Semoga berkah bagi para muzzaki dan menjadi amal jariyah bagi seluruh jajaran BAZNAS," ungkap perwakilan MWC NU Jatiwangi. Kegiatan penyerahan berlangsung dengan khidmat dan lancar, diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol kerja sama yang erat antara lembaga zakat pemerintah dan organisasi ulama di Kabupaten Majalengka.
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Untuk Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM di Talaga
Untuk Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM di Talaga
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berkomitmen dalam menekan angka kemiskinan melalui penguatan sektor ekonomi mikro. Hal ini dibuktikan dengan penyaluran bantuan modal usaha kepada Jeje Abdul Aziz, seorang pelaku UMKM yang berlokasi di Blok Burujul, Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga. Bantuan permodalan ini merupakan bagian integral dari program unggulan Majalengka Mandiri, sebuah inisiatif strategis BAZNAS Majalengka yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki di masa depan. Penyerahan Langsung di Lokasi Usaha Bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I, di kediaman sekaligus tempat usaha milik Jeje. Penyerahan secara langsung ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta meninjau langsung potensi pengembangan usaha yang dikelola oleh penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, Eman Suherman menyampaikan bahwa program Majalengka Mandiri didesain untuk memberikan stimulan bagi para pedagang kecil dan pelaku industri rumah tangga agar tetap survive dan berkembang di tengah persaingan ekonomi. "Kami berharap bantuan modal ini tidak hanya sekadar habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan menjadi mesin penggerak usaha yang berkelanjutan. BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang memiliki kemauan kuat untuk mandiri secara ekonomi," ujar Eman Suherman. Apresiasi dari Penerima Manfaat Jeje Abdul Aziz, selaku penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Menurutnya, tambahan modal ini sangat berarti untuk meningkatkan kapasitas produksi usahanya di Blok Burujul. "Terima kasih banyak kepada BAZNAS Majalengka atas bantuan dan kepercayaannya. Modal ini akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha. Semoga keberkahan senantiasa menyertai para muzakki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS," ungkap Jeje. Dengan penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan profesional, serta senantiasa hadir menjadi solusi bagi kemaslahatan umat di Kabupaten Majalengka. #BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #UMKMMajalengka #ZakatMemberdayakan #EkonomiSyariah #TalagaKulon #PemberdayaanEkonomi
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Bank Indonesia Cirebon Jajaki Kolaborasi Penguatan UMKM dan Optimalisasi Wakaf Produktif
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Bank Indonesia Cirebon Jajaki Kolaborasi Penguatan UMKM dan Optimalisasi Wakaf Produktif
CIREBON Dalam langkah proaktif memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Ciayumajakuning, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi strategis ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon pada Rabu (22/04/2026). Didampingi Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail serta Humas Protokoler, kehadiran pimpinan BAZNAS Majalengka ini disambut hangat oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bapak Fickry Widya Nugraha. Turut hadir mendampingi, Bapak Julius Aprilian (Analis Unit Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM Keuangan Inklusif Syariah) dan Bapak Agung Suharyana (Konsultan Unit Fungsi Pelaksana Pengembangan UMKM Keuangan Inklusif Syariah). Sinkronisasi Program Pemberdayaan Ekonomi Dalam pertemuan perdana tersebut, H. Agus Asri Sabana memaparkan profil kelembagaan serta jajaran program unggulan yang tengah dijalankan BAZNAS Majalengka. Fokus utama diskusi tertuju pada sinkronisasi program pemberdayaan yang dinilai memiliki visi serupa dengan Bank Indonesia, khususnya pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pihak Bank Indonesia Cirebon menyatakan ketertarikan mendalam terhadap pola pemberdayaan BAZNAS. Ke depan, kedua belah pihak menjajaki peluang kolaborasi yang komprehensif, mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, literasi keuangan syariah, pemenuhan aspek legalitas, hingga pembinaan UMKM secara berkelanjutan agar mampu naik kelas. Ekspansi Instrumen ZISWAF dan Wakaf Produktif Hal menarik lainnya yang dibahas adalah perluasan tata kelola Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Jika sebelumnya fokus pemberdayaan dominan pada instrumen Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kini BAZNAS Majalengka mulai mengakselerasi optimalisasi Wakaf. "Kami memiliki aset berupa tanah-tanah wakaf yang siap diberdayakan secara produktif. Kami melihat potensi besar jika aset ini dikolaborasikan dengan keahlian Bank Indonesia dalam pengembangan program ekonomi produktif," ujar H. Agus Asri Sabana. Implementasi melalui UPZ DKM Sebagai langkah konkret di lapangan, rencana kolaborasi ini diharapkan dapat diimplementasikan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) DKM yang telah dibentuk oleh BAZNAS Majalengka. Melalui basis masjid dan komunitas, diharapkan kemandirian ekonomi umat dapat terwujud secara lebih merata dan inklusif. Sinergi antara BAZNAS Majalengka dan Bank Indonesia Cirebon ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi syariah di Kabupaten Majalengka, di mana dana filantropi Islam tidak hanya sekadar bantuan konsumtif, namun menjelma menjadi motor penggerak ekonomi produktif yang berkelanjutan. #BAZNASMajalengka #BankIndonesia #BICirebon #EkonomiSyariah #UMKMNaikKelas #WakafProduktif #ZakatTumbuhBermanfaat #KemandirianUmat
BERITA22/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Generasi Emas, BAZNAS Majalengka Salurkan Stimulan Beasiswa melalui Program Majalengka Cerdas
Wujudkan Generasi Emas, BAZNAS Majalengka Salurkan Stimulan Beasiswa melalui Program Majalengka Cerdas
LEMAHSUGIH Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung keberlangsungan pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Pada Rabu sore (22/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan beasiswa untuk Rika Rahmawati, mahasiswi asal Desa Kalapadua, Kecamatan Lemahsugih. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Tim Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I., mewakili pimpinan BAZNAS. Bantuan tersebut diterima langsung oleh orang tua mahasiswi, Udin Nursidin, di kediamannya di Desa Kalapadua sekitar pukul 15.00 WIB. Implementasi Program Majalengka Cerdas Eman Suherman menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan penjabaran dari salah satu pilar utama BAZNAS, yaitu program Majalengka Cerdas. Program ini dirancang khusus untuk memastikan pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat menuntaskan pendidikannya, termasuk melalui inisiatif strategis Satu Desa Satu Sarjana. "Bantuan stimulan ini adalah wujud implementasi dari program Majalengka Cerdas. Kami ingin memastikan bahwa kader-kader terbaik dari desa, seperti Rika, tidak terhambat studinya karena kendala biaya. Ini adalah amanah dari para muzakki untuk menciptakan generasi yang lebih baik," ujar Eman Suherman. Mengenal 5 Program Unggulan BAZNAS Majalengka Penyaluran beasiswa ini adalah bagian dari kerja besar BAZNAS Kabupaten Majalengka yang bertumpu pada lima program unggulan, yaitu: Majalengka Peduli (Kemanusiaan): Fokus pada bantuan sosial, renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), distribusi sembako, dan penanganan pascabencana. Majalengka Taqwa (Advokasi & Dakwah): Fokus pada penguatan syiar Islam, renovasi sarana ibadah, dan operasional lembaga dakwah. Majalengka Cerdas (Pendidikan): Penyaluran beasiswa bagi pelajar kurang mampu, termasuk program khusus Satu Desa Satu Sarjana. Majalengka Sehat (Kesehatan): Layanan bantuan biaya pengobatan bagi warga yang membutuhkan akses kesehatan darurat. Majalengka Mandiri (Ekonomi): Pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha UMKM dan pendampingan untuk mentransformasi mustahik menjadi muzakki. Apresiasi dari Keluarga Penerima Selaku orang tua, Udin Nursidin menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran BAZNAS di kediamannya. "Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan adanya program Majalengka Cerdas ini. Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan beasiswa untuk anak saya. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi para muzakki dan menjadi penyemangat bagi Rika untuk segera menyelesaikan kuliahnya," ungkap Udin Nursidin. Dengan penyaluran yang tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Majalengka optimis bahwa pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) akan menjadi motor penggerak kesejahteraan dan pendidikan di seluruh pelosok Majalengka. #BAZNASMajalengka #MajalengkaCerdas #SatuDesaSatuSarjana #ZakatTumbuhBermanfaat #BeasiswaBAZNAS #Lemahsugih #MajalengkaPintar #ZakatMensejahterakanUmat
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Alat Peraga ke TK Pasir Asih II
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Alat Peraga ke TK Pasir Asih II
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan di wilayah Kabupaten Majalengka. Pada Rabu (22/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan berupa Alat Peraga Edukatif (APE) untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di TK Pasir Asih II, Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Staf Pelayanan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Robi Ferdian Rakasiwi, dan diterima dengan hangat oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Ibu Siti Sohayati. Dukungan untuk Generasi Emas Bantuan alat peraga ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan fasilitas penunjang kreativitas siswa, khususnya di tingkat anak usia dini. Dalam kesempatan tersebut, Robi Ferdian Rakasiwi menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat memicu semangat belajar para siswa serta mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. "Kami berharap bantuan alat peraga ini dapat memberikan manfaat nyata bagi proses stimulasi tumbuh kembang anak-anak di TK Pasir Asih II. BAZNAS Majalengka akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa dana yang dititipkan oleh para muzzaki tersalurkan dengan tepat, salah satunya untuk mencetak generasi emas Majalengka yang cerdas dan berakhlakul karimah," ujar Robi. Apresiasi dari Pihak Sekolah Pihak TK Pasir Asih II menyambut baik kepedulian BAZNAS Majalengka. Ibu Siti Sohayati mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan, mengingat ketersediaan alat peraga yang representatif sangat dibutuhkan oleh sekolah. "Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan alat peraga ini. Ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak didik di Desa Cikeusik. Semoga kebaikan para muzzaki dan seluruh jajaran BAZNAS dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan yang melimpah," ungkap Ibu Siti Sohayati. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pengelola dana sosial keagamaan, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan masyarakat di pelosok desa. Tag: #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #PendidikanAnakUsiaDini #CikeusikSukahaji #KabarZakat #PemberdayaanUmat
BERITA22/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ketua BAZNAS Majalengka Titipkan Harapan Besar pada Kolaborasi Strategis Bersama Bank Indonesia Cirebon
Ketua BAZNAS Majalengka Titipkan Harapan Besar pada Kolaborasi Strategis Bersama Bank Indonesia Cirebon
CIREBON Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., membawa misi besar saat melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Rabu (22/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, sosok yang akrab disapa H. Agus ini secara eksplisit mengungkapkan harapannya agar sinergi ini menjadi titik balik kebangkitan ekonomi umat di Majalengka melalui pengelolaan ZISWAF yang lebih modern dan produktif. Didampingi Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail serta Humas Protokoler, kunjungan ini diterima langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Cirebon, Bapak Fickry Widya Nugraha, beserta jajaran fungsional pengembangan UMKM dan Keuangan Inklusif Syariah. Mewujudkan UMKM Berdaya dan Mandiri Harapan utama yang disampaikan H. Agus adalah terjalinnya kolaborasi konkret dalam penguatan sektor UMKM. Beliau menginginkan mustahik (penerima zakat) di Majalengka tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi mendapatkan pendampingan sistematis yang selaras dengan standar pembinaan Bank Indonesia. "Besar harapan kami, Bank Indonesia dapat hadir memberikan penguatan dari sisi literasi keuangan, aspek legalitas, hingga peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha binaan BAZNAS. Kami ingin mustahik kita naik kelas menjadi muzakki (pembayar zakat) melalui kemandirian ekonomi yang berkelanjutan," tegas H. Agus. Optimalisasi Wakaf Produktif: Sebuah Visi Baru Lebih jauh, H. Agus menekankan harapannya pada perluasan instrumen dana sosial keagamaan. Beliau menyoroti potensi aset tanah wakaf di Kabupaten Majalengka yang selama ini belum tergarap maksimal. Dalam diskusinya bersama tim BI Cirebon, H. Agus berharap ada skema kolaborasi di mana aset-aset wakaf tersebut dapat dikelola secara produktif dengan dukungan teknis dari Bank Indonesia. Hal ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk menciptakan sumber ekonomi baru bagi umat. UPZ DKM sebagai Ujung Tombak H. Agus juga menaruh harapan besar pada peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap DKM (Dewan Kemakmuran Masjid). Beliau menginginkan UPZ tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dana, tetapi menjadi pusat edukasi dan implementasi program ekonomi yang didorong oleh hasil kolaborasi dengan BI nantinya. Pihak Bank Indonesia Cirebon merespons positif visi tersebut dan menyatakan ketertarikannya untuk mensinkronkan program pemberdayaan yang ada. Pertemuan ini diharapkan segera berlanjut pada aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Majalengka secara luas. #BAZNASMajalengka #HarapanUmat #BankIndonesia #SinergiStrategis #WakafProduktif #UMKMMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae
BERITA22/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Qurban: Manifestasi Takwa dan Spirit Solidaritas Sosial bagi Umat
Qurban: Manifestasi Takwa dan Spirit Solidaritas Sosial bagi Umat
MAJALENGKA Hari Raya Idul Adha atau yang dikenal sebagai Hari Raya Qurban merupakan momentum agung bagi umat Islam untuk merefleksikan nilai-nilai ketaatan. Ibadah qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan ternak, melainkan sebuah instrumen spiritual untuk meningkatkan ketakwaan, meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS, serta memperkuat jalinan kepedulian sosial di tengah masyarakat. BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen menjadi jembatan kebaikan dalam mengelola dan mendistribusikan daging qurban agar tepat sasaran, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di pelosok daerah. Hikmah Spiritual dan Kedalaman Ketaatan Ibadah qurban mengandung dimensi vertikal yang sangat kuat (Hablun Minallah). Beberapa poin utama yang menjadi esensi qurban antara lain: Puncak Ketakwaan: Berkurban adalah bukti nyata kepatuhan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT demi mendekatkan diri kepada-Nya. Refleksi Sejarah Nabi Ibrahim AS: Mengambil pelajaran dari keteguhan hati Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail dalam memenuhi seruan Ilahi. Amalan Paling Dicintai: Sebagaimana riwayat yang ada, berkurban adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT pada hari Nahr (10 Dzulhijjah). Bahkan, setiap helai bulu hewan qurban dijanjikan ganjaran pahala yang melimpah bagi mereka yang melaksanakannya. Dampak Sosial dan Keadilan Ekonomi Selain nilai spiritual, qurban memiliki dimensi horizontal (Hablun Minannas) yang sangat luas. Ibadah ini menjadi sarana pendidikan "Multikesalehan" bagi umat: Menguatkan Solidaritas Sosial: Distribusi daging qurban menciptakan pemerataan nutrisi dan kebahagiaan, memastikan fakir miskin dapat merasakan suka cita yang sama di hari raya. Mengikis Sifat Egoisme: Qurban melatih kita untuk melepaskan keterikatan pada harta duniawi dan menghilangkan sifat kikir (pelit). Mempererat Persaudaraan: Momentum ini menjadi jembatan yang menghubungkan si kaya dan si miskin, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalisir melalui semangat berbagi. "Qurban adalah simbol keseimbangan hidup; menunjukkan cinta kita kepada Sang Pencipta melalui kasih sayang kepada sesama manusia." Penutup Melalui ibadah qurban, kita diajak untuk menjadi pribadi yang filantropis dan memiliki empati tinggi. Mari jadikan Idul Adha tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, dimulai dari kepedulian di lingkungan terdekat kita. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk menyalurkan qurban terbaiknya melalui lembaga resmi demi pengelolaan yang amanah, transparan, dan berdampak luas bagi kemaslahatan umat. Tag: #BAZNASMajalengka #QurbanMudah #IdulAdha2026 #HikmahQurban #SolidaritasUmat #ZakatPemberdayaan #MajalengkaLangkungSae #FilantropiIslam
BERITA22/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengapa Kita Harus Mengenal Sejarah Ibadah Qurban?
Mengapa Kita Harus Mengenal Sejarah Ibadah Qurban?
Ibadah Qurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan ternak setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Di balik tetesan darah hewan qurban, terdapat narasi besar tentang cinta, ketaatan, dan nilai kemanusiaan yang universal. Memahami sejarah qurban adalah kunci untuk mengubah rutinitas tahunan menjadi transformasi spiritual yang mendalam. Berikut adalah alasan mengapa sejarah qurban sangat penting untuk kita pelajari: 1. Meneladani Ketulusan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Sejarah qurban berakar dari mimpi Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail. Ini bukan tentang kekejaman, melainkan ujian pamungkas atas loyalitas hamba kepada Sang Pencipta. Dengan memahami sejarah ini, kita belajar bahwa qurban adalah simbol penyembelihan ego dan rasa memiliki yang berlebihan terhadap dunia. "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: 'Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!' Ia menjawab: 'Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar'." > (QS. Ash-Saffat: 102) 2. Memahami Esensi Taqwa (Bukan Sekadar Daging) Tanpa mengetahui sejarahnya, kita mungkin terjebak pada pemikiran bahwa Tuhan membutuhkan persembahan fisik. Padahal, sejarah penggantian Nabi Ismail dengan seekor domba jantan (gibas) dari surga menunjukkan bahwa Allah hanya menginginkan ketaatan hati. "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya..." > (QS. Al-Hajj: 37) 3. Mengambil Ibrah dari Peristiwa Habil dan Qabil Sejarah qurban sebenarnya sudah dimulai sejak masa putra Nabi Adam AS, yaitu Habil dan Qabil. Peristiwa ini mengajarkan bahwa Allah hanya menerima kurban yang dilakukan dengan ikhlas dan dari harta terbaik. Habil memberikan domba terbaiknya dengan tulus, sementara Qabil memberikan hasil tani yang buruk dengan rasa terpaksa. Pelajaran sejarah ini mengingatkan kita untuk tidak memberikan "sisa-sisa" dalam beribadah. 4. Menyambung Tradisi Kenabian (Sunnah Muakkadah) Mengetahui sejarah membuat kita sadar bahwa qurban adalah ibadah yang menyatukan risalah para Nabi. Rasulullah SAW amat menekankan ibadah ini sebagai bentuk syukur atas nikmat yang tak terhingga. "Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta), sedangkan ia tidak berqurban, janganlah ia mendekati tempat shalat kami." > (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Makna Sosial: Membangun Empati Secara historis, qurban juga merupakan momentum pemerataan ekonomi. Di zaman dahulu hingga sekarang, daging qurban menjadi cara agar kaum fakir miskin dapat merasakan kebahagiaan yang sama dengan kaum agniya (kaya). Kesimpulan Mempelajari sejarah qurban membantu kita menyadari bahwa: Qurban adalah bukti cinta: Melepaskan sesuatu yang kita cintai demi Zat yang paling dicintai. Qurban adalah ketaatan: Melakukan perintah tanpa tapi, meski akal manusia kadang merasa berat. Qurban adalah kepedulian: Memastikan tidak ada tetangga yang kelaparan di hari raya. Dengan mengenal sejarahnya, setiap helai bulu hewan qurban yang kita kurbankan benar-benar akan menjadi saksi kebaikan di akhirat kelak, bukan sekadar hidangan di atas meja makan.
BERITA22/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perjuangan Orang Tua: Ketulusan Sepanjang Masa yang Tak Terbalas
Perjuangan Orang Tua: Ketulusan Sepanjang Masa yang Tak Terbalas
MAJALENGKA, BAZNAS Pepatah lama mengatakan, "Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah." Kalimat ini bukanlah sekadar kiasan, melainkan refleksi mendalam atas ketimpangan cinta yang tulus. Orang tua, melalui perjuangan yang tak terhingga—mulai dari mengandung, melahirkan, mendidik, hingga memastikan masa depan anak—adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam kehidupan setiap insan. Perjuangan mereka adalah manifestasi pengorbanan tanpa batas yang secara hakiki tidak akan pernah bisa dibayar lunas dengan materi apa pun. Ketulusan yang Tak Kasat Mata Ketulusan orang tua sering kali tidak terlihat secara lahiriah, namun terasa dalam setiap denyut kehidupan seorang anak. Ia berwujud keringat ayah yang menetes dalam ikhtiar mencari nafkah, serta dalam setiap doa ibu yang dipanjatkan di sepertiga malam demi kesuksesan sang buah hati. Orang tua memiliki keteguhan untuk menyembunyikan lelah dan penderitaan, baik fisik maupun mental, hanya demi melihat senyum di wajah anaknya. Pengorbanan ini dilakukan bukan sebagai investasi untuk menuntut "balas budi" di masa depan, melainkan murni karena Unconditional Love atau cinta tanpa syarat. Mereka rela mengesampingkan impian pribadi dan memangkas kebutuhan sendiri agar kepentingan anak senantiasa menjadi prioritas utama. Mengapa Jasa Orang Tua Tak Terbalaskan? Terdapat alasan fundamental mengapa perjuangan orang tua berada di level yang berbeda: Taruhan Nyawa dan Fisik: Seorang ibu bertaruh nyawa saat proses persalinan dan mencurahkan seluruh energinya untuk merawat anak di masa-masa rentan. Cinta Tanpa Syarat: Orang tua tetap menjadi pelindung terdepan bahkan di saat anak melakukan kesalahan atau mengecewakan mereka. Investasi Waktu yang Irreversibel: Waktu yang dihabiskan untuk mendidik dan membesarkan anak adalah fragmen kehidupan yang tidak bisa diulang atau dibeli kembali. Ada sebuah analogi mendalam mengenai hal ini. Ketika seorang anak merawat orang tuanya yang senja, sang ayah berkata: "Anakku, dulu aku merawatmu agar engkau tumbuh dan hidup, sementara engkau merawatku sekarang untuk mengantarkanku menuju akhir hayat." Pernyataan ini menegaskan perbedaan orientasi kasih sayang: orang tua merawat untuk kehidupan, anak merawat untuk perpisahan. Mewujudkan Bakti di Masa Kini Meskipun kita menyadari bahwa jasa mereka tidak mungkin terbalas secara utuh, Islam dan nilai kemanusiaan mengajarkan kita untuk memberikan bakti terbaik (Birrul Walidain). Beberapa langkah nyata yang dapat dilakukan antara lain: Menghadirkan Kebahagiaan Sederhana: Memberikan perhatian melalui komunikasi yang rutin dan meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka. Menjadi Pribadi yang Bermanfaat: Kesuksesan anak yang diraih dengan cara jujur dan rendah hati adalah kebanggaan terbesar bagi orang tua. Merawat dengan Kesabaran: Mendampingi mereka di masa tua dengan tingkat kesabaran yang sama saat mereka merawat kita di masa kecil. Menjaga Adab dan Lisan: Menghindari tutur kata yang kasar dan senantiasa menjaga perasaan mereka dalam setiap interaksi. Kesimpulan Orang tua adalah fondasi utama kehidupan. Perjuangan mereka adalah arus cinta yang tak bertepi. Sebagai lembaga yang bergerak dalam kemaslahatan umat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa memuliakan orang tua. Dengan bakti dan penghormatan, kita menghargai setiap tetes keringat dan air mata yang telah menjadi jembatan bagi kesuksesan kita hari ini. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #Majalengka #Parenting #BirrulWalidain #KasihOrangTua #InspirasiIslam #ZakatMenyejahterakanUmat
BERITA22/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →