Berita Terbaru
Hari Santri Nasional 2026, BAZNAS Majalengka Ajak Generasi Santri Perkuat Akhlak dan Kontribusi untuk Negeri
MAJALENGKA — Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh santri untuk terus memperkuat semangat menuntut ilmu, menjaga akhlak, meningkatkan keimanan, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia melalui pendidikan, penguatan karakter, pengamalan nilai-nilai Islam, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan sejahtera.
Santri merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa. Melalui pendidikan pesantren, para santri ditempa untuk memiliki kedalaman ilmu agama, keteguhan iman, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga identitas bangsa di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Santri dan Semangat Pengabdian untuk Masyarakat
Semangat Hari Santri juga mengingatkan kembali pada kontribusi para ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan keteguhan iman dan kecintaan terhadap tanah air, para santri turut mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.
Di era modern, peran tersebut perlu dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan literasi digital, pengembangan keterampilan, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial. Semangat berbagi, kepedulian terhadap kaum dhuafa, dan kesediaan membantu sesama merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip zakat, infak, dan sedekah.
Melalui nilai-nilai tersebut, santri dapat menjadi penggerak kebaikan di lingkungan pesantren maupun masyarakat luas, sekaligus mengambil peran dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
BAZNAS Majalengka Dukung Generasi Berilmu dan Berakhlak
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri, kiai, ulama, pengasuh pesantren, serta para pendidik yang terus berkhidmat dalam membina generasi penerus bangsa.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan Islam, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menumbuhkan generasi yang berintegritas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pendidikan dan pembinaan karakter santri juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian, santri diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada seluruh santri untuk istiqamah dalam menuntut ilmu, menjaga kemuliaan akhlak, mengamalkan ajaran Islam, serta menebarkan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
Sebab, santri yang kuat bukan hanya mereka yang tekun menimba ilmu, melainkan juga mereka yang mampu menghadirkan kebaikan, menjaga persaudaraan, dan menjadi cahaya bagi masyarakat di sekitarnya.
Santri kuat, akhlak hebat, Indonesia bermartabat!
Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.
#HariSantriNasional2026 #HariSantri #SantriMenguatkanNegeri #SantriIndonesia #IndonesiaEmas #BAZNASMajalengka #BAZNAS #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #SantriBerakhlak #Pesantren #ZakatInfakSedekah
BERITA21/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Di Balik Senja, BTB BAZNAS Majalengka Hadir Menyapa Deden Hidayat, Penyintas Kebakaran yang Hidup Sebatang Kara
MAJALENGKA – Menjelang senja, saat matahari mulai menguning di ufuk barat, kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah tetap menyala. Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I., mendatangi kediaman Deden Hidayat di Dusun Cikidang RT 04 RW 02, Desa Cikidang, Kecamatan Bantarujeg, Rabu (21/10/2026), untuk melihat langsung kondisi rumahnya yang terbakar sepekan sebelumnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk memastikan warga yang tertimpa musibah tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan. Dalam kesempatan itu, Eman didampingi oleh Kaur Umum Desa Cikidang.
Rumah yang sebelumnya menjadi tempat Deden berteduh kini menyisakan pemandangan memilukan. Sebagian bangunan telah hangus dilalap api, sementara bagian yang masih berdiri tampak rapuh dan mengkhawatirkan, seolah sewaktu-waktu dapat ambruk. Kondisi tersebut memperlihatkan beratnya ujian yang harus dihadapi Deden dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Di usia senjanya, Deden kini hidup sebatang kara. Kedua anak laki-lakinya telah berumah tangga dan menjalani kehidupan masing-masing. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, ia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sebagian tempat tinggal yang selama ini menjadi pelindung dari panas dan hujan.
Merasa Diperhatikan, Deden Apresiasi Respons Pemerintah
Di tengah kondisi yang sulit, kehadiran tim BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka membawa harapan tersendiri bagi Deden. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS serta Pemerintah Kabupaten Majalengka yang dinilainya hadir memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang mengalami kesusahan.
Dengan penuh rasa haru, Deden mengungkapkan bahwa sepanjang yang ia ketahui, baru kali ini ia merasakan respons pemerintah yang begitu cepat terhadap persoalan warga yang tertimpa musibah.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam merespons berbagai persoalan masyarakat. Selain itu, Deden mengakui kepemimpinan Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang menurutnya dikenal dekat dengan rakyat sehingga dapat mengetahui kesulitan dan permasalahan yang dihadapi masyarakatnya.
Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa bagi warga yang sedang menghadapi musibah, perhatian dan kehadiran pemerintah bukan sekadar urusan administratif. Lebih dari itu, kepedulian dapat menjadi penguat hati ketika seseorang sedang berjuang melewati masa-masa sulit dalam hidupnya.
Dana Zakat Merupakan Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan
Dalam kunjungan tersebut, Eman Suherman menyampaikan permohonan maaf karena tim BTB baru dapat hadir setelah beberapa hari kejadian kebakaran berlangsung. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan personel BTB, ditambah banyaknya kejadian serupa yang sedang ditangani di sejumlah wilayah Kabupaten Majalengka, menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau seluruh warga terdampak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak mengurangi komitmen BAZNAS untuk terus berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan kemampuan dan mekanisme penyaluran bantuan yang berlaku.
Eman juga menjelaskan bahwa dana zakat yang disalurkan melalui program-program BAZNAS merupakan amanah besar dari para muzaki, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah mempercayakan penunaian zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Menurutnya, setiap dana yang dihimpun harus dikelola dan disalurkan secara bertanggung jawab kepada pihak yang berhak menerimanya. Karena itu, publikasi kegiatan penyaluran bantuan bukan dimaksudkan untuk membanggakan diri ataupun sekadar mencari perhatian di ruang publik.
“Bukan untuk jumawa atau sekadar ingin viral. Publikasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada para muzaki, agar mereka mengetahui bahwa dana yang telah dititipkan melalui BAZNAS benar-benar disalurkan sesuai dengan peruntukannya,” tegas Eman.
Ia menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Dengan demikian, para muzaki dapat melihat bahwa zakat yang mereka tunaikan tidak berhenti pada proses penghimpunan, melainkan diupayakan hadir sebagai manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepedulian yang Menguatkan di Tengah Ujian
Kisah Deden Hidayat menjadi gambaran bahwa musibah dapat datang tanpa diduga, mengubah keadaan seseorang dalam waktu singkat. Rumah yang semestinya menjadi tempat beristirahat dan berlindung kini menyisakan puing serta kekhawatiran akan keselamatan.
Namun, di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian yang datang dari berbagai pihak menjadi pengingat bahwa seseorang tidak seharusnya menghadapi kesulitan seorang diri.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, kehadiran di tengah masyarakat bukan semata-mata tentang penyaluran bantuan, tetapi juga tentang menjaga harapan, menumbuhkan kepedulian, dan memastikan amanah zakat dapat dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.
Semangat ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan bahwa harta yang dititipkan kepada sesama hendaknya menjadi jalan untuk meringankan beban, menguatkan mereka yang sedang diuji, serta menghadirkan kasih sayang di tengah kehidupan bermasyarakat.
Melalui ikhtiar tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya memperkuat peran zakat sebagai instrumen kepedulian sosial, sekaligus mendukung terwujudnya Majalengka Langkung Sae, tempat nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama senantiasa tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kepedulian, Menjaga Amanah, Menguatkan Harapan.
#BAZNASMajalengka #BAZNASHadir #BAZNASCare #BAZNASKabupatenMajalengka #BAZNASCepatTanggap #BTB #BAZNASCintaMustahik #ZakatUntukUmat #AmanahMuzaki #PeduliSesama #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA21/10/2026 | Media BTB Baznas Majalengka
Inul Daratista Serukan Zakat Lewat BAZNAS, Dorong Manfaat yang Lebih Luas bagi Umat
MAJALENGKA — Penyanyi sekaligus figur publik Inul Daratista mengajak masyarakat Indonesia untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ajakan tersebut disampaikan setelah dirinya menerima penghargaan BAZNAS Awards 2026 sebagai Tokoh Publik Pendukung Gerakan Zakat Terbaik di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Inul menegaskan bahwa zakat melalui lembaga resmi bukan sekadar bentuk kepatuhan dalam beribadah, tetapi juga ikhtiar nyata untuk memperluas manfaat sosial, memperkuat kepedulian, dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan lupa berzakat. Zakatnya jangan lupa disalurkan melalui BAZNAS. Bersama BAZNAS, kita bisa melihat Indonesia menjadi lebih maju dan sukses serta masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Inul Daratista.
Kepercayaan Menjadi Kunci Pengelolaan Zakat
Inul mengungkapkan bahwa kepercayaannya terhadap BAZNAS tumbuh dari pengalaman langsung dalam menyalurkan zakat, infak, dan berbagai bentuk bantuan melalui lembaga tersebut. Menurutnya, pengelolaan dana ZIS secara profesional dan tepat sasaran menjadi bagian penting dalam memastikan amanah masyarakat dapat memberikan manfaat bagi para mustahik.
“BAZNAS ini menurut saya sudah sangat luar biasa dan sangat dipercaya. Hal ini bukan hanya karena lisan yang berbicara, karena saya sendiri sudah membuktikannya. Saya sudah menyalurkan beberapa zakat, infak, atau segala bentuk bantuan melalui BAZNAS, dan bisa dipercaya,” katanya.
Bagi Inul, penghargaan yang diterimanya bukan semata-mata bentuk apresiasi, melainkan amanah untuk terus menyuarakan pentingnya zakat kepada masyarakat luas. Ia berharap semakin banyak orang tergerak untuk menunaikan kewajiban zakat sekaligus membiasakan diri berbagi melalui lembaga pengelola zakat yang resmi.
Peran Tokoh Publik Perkuat Gerakan Zakat
Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan tokoh publik memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat. Sosok yang dikenal luas oleh masyarakat dapat menjadi jembatan komunikasi untuk menyampaikan pesan kebaikan dan mendorong tumbuhnya budaya berbagi.
Ia berharap penghargaan BAZNAS Awards 2026 dapat menjadi motivasi bagi Inul Daratista untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat ekosistem zakat nasional.
“Kami juga menyampaikan selamat. Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi dorongan dan dukungan bagi Mbak Inul untuk terus bersama BAZNAS membangun ekosistem zakat yang lebih baik,” ujar Zainut.
Zakat sebagai Ikhtiar Membangun Kesejahteraan Umat
Zakat, infak, dan sedekah memiliki peran penting dalam memperkuat solidaritas sosial serta membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui pengelolaan yang terencana, dana ZIS dapat disalurkan untuk mendukung berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, bantuan kemanusiaan, serta kebutuhan sosial lainnya.
Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap sesama. Dengan meningkatkan kesadaran berzakat dan memperluas partisipasi masyarakat, potensi ZIS diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi mustahik serta mendukung terwujudnya kesejahteraan bersama.
Pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, melainkan juga tentang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Setiap rupiah yang ditunaikan dengan niat ikhlas dan dikelola secara amanah berpotensi menjadi jalan kebaikan, menguatkan kehidupan sesama, dan menumbuhkan keberkahan di tengah masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun kepedulian sosial dan mewujudkan Majalengka Langkung Sae.
BERITA20/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Tinjau Calon Penerima RLHB di Sindangwangi, Hadirkan Harapan Hunian Layak bagi Mamah Penyandang Disabilitas Netra
MAJALENGKA – Di tengah keterbatasan yang dijalani, Mamah, seorang penyandang disabilitas netra asal Desa Lengkongkulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, menyimpan harapan sederhana: memiliki ruang tinggal sendiri yang layak, aman, dan nyaman. Harapan tersebut menjadi perhatian BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui survei kelayakan calon penerima manfaat program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), Selasa (20/10/2026) menjelang sore.
Survei dilakukan oleh Eman Sulaeman, M.Pd., Kepala Divisi Administrasi, SDM dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka, untuk melihat secara langsung kondisi tempat tinggal Mamah, memahami kebutuhan yang dihadapinya, serta mengumpulkan informasi sebagai bahan pertimbangan dalam proses penilaian kelayakan bantuan.
Dari hasil peninjauan di lapangan, diketahui bahwa Mamah hingga kini belum memiliki rumah sendiri. Ia sementara tinggal bersama adiknya yang telah berkeluarga. Rumah tersebut dihuni oleh empat orang anggota keluarga adiknya, dengan ruang dan jumlah kamar yang terbatas. Kondisi ini membuat tempat tinggal yang tersedia belum mampu memberikan ruang khusus bagi Mamah untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih leluasa.
Bagi sebagian orang, sebuah kamar mungkin hanya bagian kecil dari sebuah rumah. Namun, bagi Mamah, ruang pribadi yang layak memiliki arti lebih dalam. Di tengah keterbatasan penglihatan dan kondisi tempat tinggal yang belum memadai, keberadaan ruang khusus diharapkan dapat memberinya rasa aman, kenyamanan, serta kesempatan untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri.
Mamah berharap dapat memperoleh bantuan pembangunan satu kamar khusus di samping rumah adiknya. Harapan itu bukan semata-mata tentang memiliki bangunan, melainkan tentang kesempatan untuk beristirahat dengan nyaman, memiliki ruang pribadi, dan menjalani hari-hari dengan lebih tenang tanpa mengabaikan kebutuhan anggota keluarga yang selama ini menjadi tempatnya tinggal.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam survei yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Peninjauan lapangan tidak hanya berfokus pada keadaan fisik bangunan, tetapi juga memperhatikan situasi sosial, keterbatasan yang dialami, serta kebutuhan calon penerima manfaat agar proses penilaian bantuan dapat dilakukan secara cermat dan tepat sasaran.
Hunian Layak, Wujud Kepedulian terhadap Sesama
Bagi penyandang disabilitas netra, hunian yang layak perlu memperhatikan aspek keamanan, kemudahan mengenali tata ruang, serta kenyamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, kebutuhan tempat tinggal Mamah memerlukan perhatian yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Majalengka berikhtiar membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak. Setiap pengajuan bantuan ditinjau berdasarkan kondisi nyata di lapangan, kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam proses penetapan calon penerima manfaat sesuai ketentuan dan kemampuan program.
Survei terhadap Mamah menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan masyarakat, masih ada saudara kita yang mendambakan sesuatu yang mungkin tampak sederhana bagi orang lain, tetapi begitu berarti bagi kehidupannya. Sebuah kamar yang layak dapat menjadi tempat beristirahat dengan tenang, ruang untuk menjaga privasi, sekaligus awal dari tumbuhnya harapan baru.
Dalam semangat zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menjadikan kepedulian umat sebagai jalan untuk menghadirkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Sebab, membantu sesama bukan hanya tentang memberikan sesuatu, melainkan juga tentang mendengarkan kebutuhan, menjaga martabat, dan menumbuhkan harapan.
Semoga setiap ikhtiar kebaikan yang dilakukan menjadi jalan hadirnya kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebab, rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang untuk merasakan ketenangan, memelihara martabat, dan menata harapan akan hari esok yang lebih baik.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Majalengka Langkung Sae.
#BAZNASMajalengka #RumahLayakHuniBAZNAS #RLHB #PeduliDisabilitas #HunianLayak #ZakatUntukKesejahteraan #ZakatMenguatkanIndonesia #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA20/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
MTsN 14 Majalengka Jadi Lokasi Penguatan Kesadaran Zakat Profesi ASN Madrasah
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka memperkuat kesadaran dan kepatuhan zakat profesi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) madrasah melalui kegiatan sosialisasi dan monitoring evaluasi (monev) di MTsN 14 Majalengka, Kecamatan Sukahaji, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman ASN terhadap kewajiban zakat, memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan dana zakat, serta mengoptimalkan penghimpunan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Sekretaris BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Saefuddin Anwar, S.ST., M.Pd., memaparkan landasan pengelolaan zakat berdasarkan syariat Islam serta pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi yang mengedepankan prinsip amanah, transparansi, dan profesionalitas.
Ia menjelaskan bahwa dana zakat yang dihimpun BAZNAS disalurkan melalui lima program unggulan, yakni Majalengka Sehat, Majalengka Cerdas, Majalengka Mandiri, Majalengka Peduli, dan Majalengka Taqwa. Kelima program tersebut menjadi instrumen pendayagunaan zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mendukung akses pendidikan dan kesehatan, memperkuat kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan umat.
Melalui pengelolaan yang terarah, zakat profesi tidak hanya menjadi bentuk ketaatan seorang muslim kepada Allah SWT, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial yang nyata bagi sesama.
Kemenag Dorong Pengelolaan Zakat yang Amanah
Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., menekankan pentingnya ketaatan terhadap syariat Islam sekaligus membangun kepercayaan terhadap pengelolaan zakat secara amanah dan profesional.
Menurutnya, kesadaran menunaikan zakat perlu terus ditumbuhkan di lingkungan ASN madrasah. Bagi ASN yang belum memenuhi ketentuan nisab zakat, semangat berbagi tetap dapat diwujudkan melalui infak sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Majalengka, H. Taupik Hidayat, S.H.I., MA.Hk., mendorong peningkatan partisipasi ASN madrasah dalam mendukung penghimpunan zakat profesi. Penguatan peran UPZ diharapkan mampu membangun sistem penghimpunan yang lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan.
Sinergi antara BAZNAS dan Kemenag tersebut juga menjadi sarana evaluasi untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan pemahaman para ASN, serta mendorong pengelolaan zakat yang semakin efektif di lingkungan madrasah.
Zakat Profesi, Ikhtiar Bersama Mensejahterakan Umat
BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong tumbuhnya budaya sadar zakat di berbagai lingkungan kerja, termasuk satuan pendidikan madrasah. Melalui sosialisasi dan monev secara berkelanjutan, zakat diharapkan tidak hanya dipahami sebagai kewajiban individual, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.
Setiap zakat yang ditunaikan melalui lembaga resmi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas. Dana yang dihimpun dapat menjadi harapan bagi keluarga yang membutuhkan bantuan, membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak, mendukung pengobatan masyarakat, hingga menguatkan usaha kecil para mustahik.
Semangat inilah yang terus dibangun melalui kolaborasi BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Majalengka, sejalan dengan cita-cita mewujudkan masyarakat Majalengka yang lebih sejahtera, peduli, dan berdaya.
Mari tunaikan zakat melalui lembaga resmi, kuatkan kepedulian, dan jadikan setiap rupiah yang dititipkan sebagai jalan kebaikan bagi sesama.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Zakat Menguatkan, Umat Sejahtera.
#BAZNASMajalengka #KemenagMajalengka #ZakatProfesi #ZakatASN #SadarZakat #UPZMadrasah #ZakatUntukKesejahteraan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA20/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Yayasan Baiturrohim Ridwani Majid Terima Bantuan BAZNAS Majalengka, Ikhtiar Menjaga Cahaya Pendidikan Islam
MAJALENGKA – Di balik setiap ruang belajar, ada harapan yang dititipkan untuk masa depan generasi penerus. Di balik setiap langkah menuntut ilmu, ada doa orang tua, pengabdian para pendidik, dan ikhtiar untuk menanamkan nilai-nilai keislaman. Berangkat dari kepedulian terhadap perjuangan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan stimulan rehabilitasi sarana pendidikan kepada Yayasan Baiturrohim Ridwani Majid, Selasa (20/10/2026).
Bantuan diserahkan di ruang Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka oleh Fizay Muhammad Faozan, S.H., CPM, Kepala Divisi Hukum, Humas, dan Protokol Pimpinan, serta diterima langsung oleh Ketua Yayasan, Kyai Mumu Abdul Muis.
Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan Islam, sekaligus ikhtiar untuk membantu menghadirkan sarana belajar yang lebih layak bagi generasi yang tengah menapaki jalan ilmu. Sebab, pendidikan bukan sekadar proses belajar di dalam kelas, melainkan bagian dari upaya menanamkan akhlak, memperkuat iman, dan menyiapkan generasi yang membawa kebaikan bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Majalengka Drs. Eman Suherman, M.M., bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, pada Senin (5/10/2026). Setelah meninjau kediaman warga yang terdampak angin puting beliung di Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel, keduanya melanjutkan kunjungan untuk melihat secara langsung kondisi Yayasan Baiturrohim Ridwani Majid.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Eman Suherman menyampaikan perhatian dan harapannya agar yayasan memperoleh dukungan untuk memperbaiki sarana pendidikan yang dibutuhkan.
“Pemerintah insya Allah akan membantu, walaupun mungkin jauh dari kata cukup,” ujar Eman di hadapan pengelola yayasan.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap pendidikan tumbuh dari kesadaran bersama. Meski bantuan yang diberikan mungkin belum mampu menjawab seluruh kebutuhan, setiap dukungan yang hadir diharapkan menjadi penguat semangat bagi para pengelola yayasan untuk terus melanjutkan pengabdian dalam mendidik generasi penerus.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya tentang menyalurkan amanah, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi kehidupan. Ketika dana umat dapat membantu memperbaiki sarana pendidikan, di sanalah kepedulian menemukan maknanya: membantu membuka jalan bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam iman, santun dalam akhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Karena itu, menjaga keberlangsungan lembaga pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam merawat nilai-nilai kebaikan agar terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan stimulan ini dapat memberikan manfaat bagi Yayasan Baiturrohim Ridwani Majid, mendukung proses rehabilitasi sarana pendidikan, serta menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para peserta didik.
Pada akhirnya, membangun pendidikan bukan semata-mata tentang mendirikan atau memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, ada cita-cita untuk menjaga cahaya ilmu agar tetap menyala, ada harapan agar anak-anak terus memiliki ruang untuk belajar, dan ada doa agar setiap ilmu yang tumbuh menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang.
Semoga ikhtiar kecil yang dilandasi keikhlasan ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat, serta membawa keberkahan bagi para pengelola yayasan, para pendidik, peserta didik, dan seluruh masyarakat yang turut mendukung perjuangan pendidikan Islam.
Melalui semangat Majalengka Langkung Sae, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya semakin luas, menyentuh kehidupan masyarakat, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan kesejahteraan dan keberkahan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kepedulian, Menjaga Cahaya Ilmu, Menguatkan Generasi Berakhlak.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #YayasanBaiturrohimRidwaniMajid #PendidikanIslam #PeduliPendidikan #ZakatUntukPendidikan #BAZNASPeduli #ZakatInfakSedekah
BERITA20/10/2026 | Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Sampaikan Selamat atas Kepemimpinan Baru Syarikat Islam Periode 2026–2031
MAJALENGKA — Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. sebagai Dewan Syuro Pimpinan Pusat Syarikat Islam dan Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si. sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam periode 2026–2031.
Ucapan tersebut merupakan bentuk dukungan dan doa BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap kepemimpinan baru Syarikat Islam agar semakin berperan dalam memperkuat dakwah, membangun kemandirian ekonomi umat, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap amanah kepemimpinan yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkokoh persatuan, memperluas kontribusi bagi kemajuan bangsa, serta menghadirkan berbagai langkah nyata untuk menjawab tantangan umat di tengah perkembangan zaman.
Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi umat menjadi salah satu aspek penting yang membutuhkan kolaborasi berbagai elemen bangsa, termasuk lembaga keagamaan dan lembaga pengelola zakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi, memperluas kesempatan masyarakat untuk berkembang, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mendoakan agar seluruh ikhtiar dan langkah perjuangan para pimpinan Syarikat Islam senantiasa mendapat petunjuk, keberkahan, serta rida Allah SWT.
Semoga kepemimpinan periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat peran Syarikat Islam dalam membangun umat, mengembangkan dakwah ekonomi, dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Kesejahteraan Umat.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #SyarikatIslam #HamdanZoelva #FerryJuliantono #DakwahEkonomi #PemberdayaanUmat #EkonomiUmat #ZakatUntukKesejahteraan
BERITA20/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Perkuat Gerakan Zakat dan Kepedulian Air Bersih, BAZNAS Majalengka Jajaki Sinergi dengan Perumdam Tirta Bakti
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menjajaki penguatan sinergi dengan Perumdam Tirta Bakti Kabupaten Majalengka melalui optimalisasi zakat profesi, gerakan infak dan sedekah karyawan, serta peluang kerja sama penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Upaya tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi jajaran pimpinan dan tim media BAZNAS Kabupaten Majalengka ke kantor Perumdam Tirta Bakti, Selasa (20/10/2026), pukul 09.30 WIB. Rombongan BAZNAS disambut langsung oleh Direktur Perumdam Tirta Bakti, Sri Rahayu Damayanti, S.Sos., di ruang kerjanya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperluas kolaborasi antarlembaga dalam membangun kepedulian sosial, mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus mendorong hadirnya solusi bagi kebutuhan dasar masyarakat.
Rombongan BAZNAS Kabupaten Majalengka terdiri atas H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan; Drs. H. Idi Purnama, M.M., Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum serta Humas; Drs. Uuh Fathulloh, Kepala Pelaksana; serta tim media.
Dorong Zakat Profesi dan Gerakan ASIK bagi Karyawan
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, salah satu pembahasan utama adalah upaya pelaksanaan zakat profesi bagi karyawan Perumdam yang penghasilannya telah memenuhi ketentuan nisab sesuai syariat Islam.
BAZNAS Majalengka mendorong agar potensi zakat profesi dapat dikelola secara terarah melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan agama dan peraturan yang berlaku. Zakat yang ditunaikan diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar membersihkan harta sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain zakat profesi, BAZNAS juga memperkenalkan program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan) sebagai wadah partisipasi bagi karyawan yang penghasilannya belum mencapai nisab zakat.
Melalui program ASIK, karyawan tetap memiliki kesempatan untuk berbagi melalui infak dan sedekah secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing. Dengan demikian, semangat kepedulian sosial dapat tumbuh di lingkungan kerja tanpa harus menunggu seseorang memiliki penghasilan dalam jumlah tertentu.
Gerakan ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menganjurkan umatnya untuk saling membantu dan meringankan beban sesama. Setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki arti ketika dilakukan dengan ikhlas dan diarahkan untuk kemaslahatan bersama.
Buka Peluang Kolaborasi Penyediaan Air Bersih
Selain membahas penguatan pengumpulan dana ZIS, pertemuan tersebut turut menyinggung peluang kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Perumdam Tirta Bakti dalam membantu masyarakat yang saat ini menghadapi kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan.
Persoalan air bersih menjadi perhatian bersama karena air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Kondisi kekeringan dapat menambah beban warga, terutama keluarga yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air yang layak.
Dalam konteks tersebut, sinergi kedua lembaga berpotensi membuka ruang kolaborasi untuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak, sesuai kewenangan, kapasitas, serta mekanisme kerja sama yang disepakati.
BAZNAS Majalengka terus berupaya agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk santunan, tetapi juga dapat diarahkan untuk menjawab persoalan sosial dan kebutuhan mendasar masyarakat secara tepat sasaran.
Peluang kerja sama penyediaan air bersih tersebut masih dalam tahap pembahasan awal dan memerlukan tindak lanjut bersama.
Direktur Perumdam Sambut Baik Silaturahmi BAZNAS
Direktur Perumdam Tirta Bakti, Sri Rahayu Damayanti, S.Sos., menyampaikan terima kasih atas kunjungan silaturahmi jajaran BAZNAS Kabupaten Majalengka. Ia menyambut baik komunikasi yang terjalin dan menyampaikan rencana untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui rapat pimpinan (rapim) bersama jajaran internal Perumdam.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi pintu awal untuk membahas lebih lanjut peluang pelaksanaan zakat profesi, partisipasi karyawan melalui program ASIK, serta kemungkinan kolaborasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengapresiasi sambutan dan keterbukaan pihak Perumdam Tirta Bakti dalam membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama untuk kepentingan masyarakat.
Silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa membangun kesejahteraan masyarakat membutuhkan kepedulian dan kerja bersama. Ketika potensi kebaikan dari berbagai lembaga dipertemukan, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan manfaat bagi umat.
Melalui semangat Majalengka Langkung Sae, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengajak berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen pemberdayaan umat, sekaligus menumbuhkan budaya berbagi demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, peduli, dan berdaya.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Manfaat.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #ZakatProfesi #ProgramASIK #AksiSedekahDanInfakKaryawan #GerakanInfakSedekah #PerumdamTirtaBakti #PeduliAirBersih #SinergiKebaikan #ZakatUntukKesejahteraan #ZakatMenguatkanIndonesia
BERITA20/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Ajak Kader PKK Leuwimunding Gerakkan Infak dan Sedekah Pelaku Usaha
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mendorong penguatan budaya infak dan sedekah di kalangan pelaku usaha melalui sinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Leuwimunding. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Infak dan Sedekah bagi Pelaku Usaha yang berlangsung di Kantor Kecamatan Leuwimunding, Senin (19/10/2026), dengan melibatkan jajaran pengurus PKK dan perwakilan kader dari desa-desa se-Kecamatan Leuwimunding.
Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris BAZNAS Kabupaten Majalengka, Iwan Saefuddin Anwar, S.ST., M.Pd., didampingi Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail, staf amil Divisi Pengumpulan, serta Ketua UPZ UMKM BAZNAS Kabupaten Majalengka. Turut hadir Ketua TP PKK Kecamatan Leuwimunding beserta perwakilan kader PKK dari berbagai desa.
Sosialisasi ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya infak dan sedekah sekaligus mendorong para pelaku usaha agar menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Membangun Budaya Berbagi dari Lingkungan Masyarakat
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak kader PKK untuk berperan aktif menyampaikan edukasi mengenai infak dan sedekah kepada para pelaku usaha di lingkungan masing-masing.
Kader PKK dinilai memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat karena kedekatan mereka dengan keluarga dan komunitas di tingkat desa. Melalui pendekatan tersebut, pesan tentang pentingnya berbagi diharapkan dapat diterima secara lebih luas dan menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan bermasyarakat.
BAZNAS menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari pertumbuhan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan keluarga, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Sebagian rezeki yang disisihkan melalui infak dan sedekah, apabila dihimpun dan dikelola secara profesional serta amanah, dapat menjadi sumber dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan.
Semangat ini sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan harta sebagai amanah dan mendorong umat untuk saling membantu dalam kebaikan.
“Bukan hanya mencari rezeki, tetapi juga menjadi jalan kebaikan.” Pesan tersebut menjadi landasan ajakan BAZNAS kepada para pelaku usaha untuk menumbuhkan semangat berbagi sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
BAZNAS Dorong Sinergi dan Pemberdayaan Pelaku Usaha
Selain memperluas gerakan infak dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka membuka peluang sinergi dengan pelaku usaha melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sesuai ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mendukung penghimpunan dana sosial keagamaan, tetapi juga membuka ruang keterlibatan pelaku usaha dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Bentuk sinergi yang dapat dikembangkan antara lain keterlibatan dalam kegiatan atau pameran usaha, fasilitasi legalitas produk, serta berbagai program pembinaan yang mendukung pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Melalui pendekatan tersebut, BAZNAS berupaya membangun hubungan yang saling menguatkan antara gerakan berbagi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha didorong untuk berkontribusi sesuai kemampuan, sementara dana yang dihimpun melalui mekanisme yang berlaku dikelola dan disalurkan untuk mendukung program-program kemaslahatan umat.
Dengan demikian, infak dan sedekah diharapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial secara berkelanjutan.
Kader PKK Menjadi Penghubung Gerakan Kebaikan
Keterlibatan kader PKK dari desa-desa se-Kecamatan Leuwimunding menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut.
Para kader diharapkan dapat menjadi penghubung antara BAZNAS dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan informasi mengenai manfaat infak dan sedekah serta mendorong partisipasi pelaku usaha dalam gerakan kepedulian sosial.
Kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, TP PKK, dan pelaku usaha juga diharapkan memperkuat semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui sinergi berbasis komunitas, edukasi mengenai pengelolaan dana sosial keagamaan diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
Menguatkan Kepedulian untuk Majalengka Langkung Sae
BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mendorong partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam membangun kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Gerakan ini merupakan bagian dari ikhtiar memperluas manfaat dana sosial keagamaan agar dapat mendukung kebutuhan masyarakat serta memperkuat program pemberdayaan.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Majalengka Langkung Sae, yakni membangun masyarakat yang lebih peduli, saling menguatkan, dan berkontribusi bagi kesejahteraan bersama.
Melalui keterlibatan kader PKK dan pelaku usaha, BAZNAS berharap budaya berbagi dapat tumbuh dari lingkungan terkecil hingga menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Pelaku usaha berinfak dan bersedekah, BAZNAS mengelola dan menyalurkan manfaatnya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan keberkahan dalam usaha, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadikan sebagian rezeki yang disisihkan sebagai jalan kebaikan bagi sesama.
Dengan semangat Majalengka Langkung Sae, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian melalui zakat, infak, dan sedekah demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #InfakSedekah #GerakanBerbagi #PeduliSesama #PemberdayaanUMKM #UPZUMKM #TPPKKLeuwimunding #EkonomiUmat #ZakatInfakSedekah #BAZNASUntukUmat
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
MTsN 3 Majalengka di Ligung Jadi Lokasi Sosialisasi dan Monev Zakat Profesi ASN Bersama BAZNAS dan Kemenag
LIGUNG, MAJALENGKA – Sebelum melanjutkan kegiatan sosialisasi dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Jatiwangi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka terlebih dahulu melaksanakan kegiatan serupa di MTsN 3 Majalengka, Kecamatan Ligung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman, meningkatkan kesadaran, serta mengoptimalkan penghimpunan zakat profesi di lingkungan madrasah negeri.
Sosialisasi dan monev tersebut diarahkan untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan zakat profesi, memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta mendorong partisipasi ASN dalam menunaikan kewajiban zakat melalui pengelolaan yang amanah dan profesional.
Sinergi BAZNAS dan Kemenag ini merupakan langkah strategis untuk memastikan potensi zakat profesi di lingkungan pendidikan dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik.
Perkuat Kesadaran Berzakat di Lingkungan Madrasah
Melalui kegiatan sosialisasi dan monitoring ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Kemenag mendorong para pendidik dan tenaga kependidikan agar semakin memahami kedudukan zakat profesi sebagai bagian dari pelaksanaan kewajiban agama sekaligus wujud kepedulian sosial.
Zakat yang dihimpun melalui lembaga resmi diharapkan dapat mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, serta bantuan sosial bagi kelompok yang membutuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan monev juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan penghimpunan zakat profesi di lingkungan madrasah. Dengan koordinasi yang berkelanjutan, pengelolaan zakat diharapkan semakin tertib, transparan, dan akuntabel.
Sinergi BAZNAS dan Kemenag untuk Optimalisasi Potensi Zakat
Kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Majalengka dan Kemenag Kabupaten Majalengka menjadi bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya sadar zakat di kalangan ASN. Madrasah sebagai institusi pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan keteladanan, tidak hanya dalam pembelajaran, tetapi juga dalam penerapan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui penguatan peran UPZ dan peningkatan partisipasi ASN, dana zakat yang terkumpul diharapkan dapat dikelola secara terarah serta memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.
Pelaksanaan kegiatan di MTsN 3 Majalengka, Kecamatan Ligung, juga menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi dan monev zakat profesi yang dilaksanakan di sejumlah madrasah di Kabupaten Majalengka.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat sekaligus mendorong ASN yang telah memenuhi ketentuan wajib zakat untuk menunaikan kewajibannya melalui lembaga resmi.
Dengan semangat kolaborasi dan amanah, zakat diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta menghadirkan keberkahan bagi para muzaki dan mustahik.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Kesejahteraan Umat.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #MTsN3Majalengka #Ligung #KemenagMajalengka #ZakatProfesi #ZakatASN #MonevZakat #UPZMadrasah #GerakanSadarZakat #ZakatUntukUmat
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
MAN 3 Majalengka Jadi Lokasi Penguatan Zakat Profesi ASN, BAZNAS dan Kemenag Dorong Optimalisasi Penghimpunan
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka memperkuat pemahaman dan partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menunaikan zakat profesi melalui kegiatan sosialisasi, monitoring, dan evaluasi (monev) di MAN 3 Majalengka, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini diikuti pimpinan madrasah serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 3 dan MIN 1 Majalengka sebagai upaya menyamakan persepsi sekaligus mengoptimalkan potensi zakat profesi di lingkungan madrasah negeri.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Zakat BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Ridwan, S.Ag., M.Si., hadir memberikan penguatan mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen penyucian harta, pembentukan integritas pribadi, dan pemerataan kesejahteraan umat. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para mustahik atau penerima zakat yang berhak.
“Pengumpulan maupun pendistribusian dana zakat dilaksanakan dengan mekanisme yang akuntabel, transparan, dan profesional sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima yang berhak,” tegas Ridwan.
Menurutnya, zakat profesi tidak semata-mata berkaitan dengan kewajiban mengeluarkan sebagian penghasilan, tetapi juga menjadi sarana mendidik diri agar terhindar dari sifat serakah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat keberkahan dalam kehidupan.
Kemenag Tekankan Integritas dan Keteladanan ASN
Dalam kegiatan tersebut, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., menekankan pentingnya karakter Al-Qawiyul Amin, yakni pribadi yang kuat dari sisi kompetensi sekaligus dapat dipercaya dalam menjalankan amanah.
Ia menjelaskan bahwa integritas ASN tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga melalui kepatuhan terhadap kewajiban agama, termasuk menunaikan zakat profesi sesuai ketentuan syariat.
Heru turut mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan pribadi secara bijak agar ASN tidak terjebak dalam pola hidup konsumtif dan beban utang yang berlebihan.
“Jadikan zakat ini sebagai instrumen kita membersihkan harta sekaligus mencari keberkahan hidup,” pesannya.
Ia juga menyampaikan bahwa integritas harus menjadi prinsip dalam setiap aspek pelayanan publik, termasuk dalam proses rekrutmen aparatur di lingkungan Kemenag Kabupaten Majalengka.
Potensi Zakat Profesi ASN Madrasah Masih Besar
Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kemenag Kabupaten Majalengka, H. Taufik Hidayat, S.H.I., M.A., Hk., memaparkan perkembangan positif penghimpunan zakat profesi ASN di lingkungan Kemenag. Menurut data yang disampaikannya, perolehan zakat profesi meningkat dari sekitar Rp300 juta pada 2021 menjadi Rp1,9 miliar pada 2025.
Meski menunjukkan pertumbuhan signifikan, potensi penghimpunan zakat dari ASN madrasah negeri dinilai masih dapat dioptimalkan melalui peningkatan pemahaman, partisipasi, dan koordinasi antarsatuan pendidikan.
Taufik menyebutkan bahwa terdapat 772 Guru dan Tenaga Kependidikan yang tersebar di 25 madrasah negeri. Apabila potensi tersebut dapat dihimpun secara optimal, perolehan zakat profesi diproyeksikan berpeluang melampaui Rp2 miliar per tahun.
Ia juga menjelaskan skema pengelolaan dana zakat yang diterapkan dalam mekanisme kerja sama tersebut. Sebanyak 60 persen dana dialokasikan kembali ke madrasah melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mendukung berbagai kegiatan, sedangkan 40 persen sisanya dikelola BAZNAS sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, penguatan pemahaman mengenai ketentuan zakat, termasuk nisab atau batas minimal harta yang mewajibkan zakat, perlu terus dilakukan agar pelaksanaannya berjalan berdasarkan pemahaman keagamaan yang tepat dan ketentuan yang berlaku.
Sosialisasi Diharapkan Perkuat Kesadaran Berzakat
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlela, M.Pd., selaku tuan rumah, menyambut baik penyelenggaraan sosialisasi dan monev tersebut. Ia mengapresiasi sinergi Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam memberikan pemahaman kepada para pendidik dan tenaga kependidikan mengenai kewajiban zakat profesi.
Ela berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pencerahan bagi seluruh peserta sehingga memiliki pemahaman yang lebih seragam serta menunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi kelembagaan antara Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membangun budaya berzakat di kalangan ASN. Melalui pengelolaan yang amanah dan tepat sasaran, zakat profesi diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban individual, tetapi juga instrumen pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh ASN yang telah memenuhi ketentuan wajib zakat untuk meningkatkan kesadaran berzakat melalui lembaga resmi, sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola secara terarah, transparan, dan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Kesejahteraan Umat.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #ZakatProfesi #ZakatASN #KemenagMajalengka #MadrasahNegeri #UPZMadrasah #GerakanSadarZakat #ZakatUntukKesejahteraan #PengelolaanZakat #ZakatUntukUmat
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Menginspirasi dengan Kata dan Aksi, Azizah Octavia Tunjukkan Makna Sedekah di Hadapan 1.000 Lebih Siswa SMKN Panyingkiran
MAJALENGKA — Keberanian menyampaikan kebaikan ditunjukkan Azizah Octavia, siswi kelas XI TKD 1 SMKN Panyingkiran, saat mengikuti sosialisasi program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, Senin (19/10/2026). Di hadapan lebih dari 1.000 siswa, Azizah berhasil menjelaskan manfaat sedekah bagi penerima maupun pemberinya dengan lugas dan penuh percaya diri hingga mendapatkan apresiasi berupa doorprize dari Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka.
Momen tersebut berlangsung dalam rangkaian edukasi yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian sosial serta membangun kebiasaan berbagi di kalangan generasi muda melalui pendekatan yang interaktif dan dekat dengan kehidupan pelajar.
Penampilan Azizah menjadi salah satu momen menarik dalam kegiatan tersebut. Ia tidak sekadar mengikuti sosialisasi sebagai peserta, tetapi juga menunjukkan pemahaman bahwa sedekah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memberikan sebagian harta kepada orang lain.
Azizah Jelaskan Manfaat Sedekah dengan Lugas dan Percaya Diri
Suasana sosialisasi semakin hidup ketika Ketua BAZNAS Majalengka memberikan sejumlah pertanyaan kepada para siswa dan tenaga pendidik. Kesempatan tersebut dimanfaatkan Azizah Octavia untuk menyampaikan pemahamannya mengenai manfaat bersedekah.
Dengan lugas dan percaya diri, Azizah menjelaskan bahwa sedekah memberikan manfaat bagi dua pihak sekaligus. Bagi penerima, sedekah dapat membantu meringankan beban, memenuhi kebutuhan, dan memberikan dukungan dalam menghadapi kesulitan. Sementara bagi pemberinya, sedekah menjadi sarana menumbuhkan keikhlasan, rasa syukur, serta kepedulian terhadap sesama.
Pemahaman tersebut sejalan dengan nilai yang ingin ditanamkan melalui program SIGAP, yakni membiasakan generasi muda untuk peka terhadap keadaan di sekitarnya dan tidak ragu melakukan kebaikan sesuai kemampuan.
Atas keberhasilannya menjawab pertanyaan, Azizah memperoleh doorprize dari Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka sebagai bentuk apresiasi atas keberanian, partisipasi, dan pemahamannya.
Apresiasi ini bukan semata-mata tentang hadiah yang diterima, melainkan juga penghargaan terhadap keberanian seorang pelajar dalam menyampaikan gagasan positif di hadapan banyak orang.
Momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa edukasi yang disampaikan dengan cara komunikatif dapat membuka ruang bagi siswa untuk berpikir, memahami, dan mengungkapkan nilai-nilai kebaikan dengan bahasa mereka sendiri.
Sedekah Bukan soal Besarnya Nominal, tetapi Ketulusan Berbagi
Melalui program SIGAP atau Sedekah Infak Generasi Anak Peduli, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak para pelajar memahami bahwa kebiasaan berbagi dapat dimulai sejak dini.
Seorang siswa tidak harus menunggu memiliki penghasilan sendiri atau menjadi orang yang berkecukupan untuk belajar bersedekah. Kebaikan dapat dimulai dari hal sederhana, sesuai kemampuan, dengan niat yang tulus dan tanpa mengabaikan kebutuhan pribadi maupun keluarga.
Dalam ajaran Islam, sedekah merupakan salah satu wujud kepedulian yang memiliki nilai ibadah. Selain membantu sesama, sedekah juga melatih hati agar tidak mudah bersikap acuh terhadap kesulitan orang lain.
Bagi generasi muda, nilai ini penting untuk membentuk karakter yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, empati, dan tanggung jawab sosial.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan zaman, ketika anak muda memiliki banyak kesempatan untuk berkembang, tetapi juga perlu terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Melalui SIGAP, BAZNAS berharap para siswa dapat menjadikan berbagi sebagai kebiasaan positif, bukan sekadar kegiatan sesaat ketika ada ajakan atau acara tertentu.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa partisipasi dalam program SIGAP bersifat sukarela, tanpa paksaan, serta tidak menetapkan nominal maupun waktu tertentu sebagai kewajiban peserta. Esensi program ini terletak pada tumbuhnya kesadaran untuk berinfak dan bersedekah secara ikhlas dan berkelanjutan.
Generasi Muda Berani Berbuat Baik, Mulai dari Diri Sendiri
Kegiatan sosialisasi di SMKN Panyingkiran diikuti lebih dari 1.000 siswa dan disambut hangat oleh kepala sekolah beserta jajaran guru. Selain Azizah Octavia, Dimas Pratama dari kelas XII TKS 1 juga mendapatkan doorprize setelah berhasil menjabarkan program SIGAP. Apresiasi turut diberikan kepada Pak Adam, salah seorang tenaga pendidik yang berhasil menjawab pertanyaan Ketua BAZNAS.
Kehadiran BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, para siswa diajak memahami bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh melalui pengetahuan, pengalaman, dan kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Azizah Octavia menjadi salah satu contoh bahwa pelajar dapat mengambil peran dalam menyebarkan pesan kebaikan. Dengan keberanian berbicara dan pemahaman yang baik, seorang siswa dapat memberikan inspirasi kepada teman-temannya untuk lebih peduli dan membangun kebiasaan berbagi.
Harapannya, semangat tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi saja, tetapi terus berkembang menjadi perilaku nyata di sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Sebab, generasi yang kuat bukan hanya generasi yang cerdas dalam ilmu pengetahuan, melainkan juga generasi yang memiliki hati untuk peduli, kemauan untuk membantu, dan keikhlasan dalam berbagi.
Dari Azizah Octavia, kita belajar bahwa kebaikan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Terkadang, satu pemahaman yang disampaikan dengan tulus dapat menjadi awal tumbuhnya kepedulian bagi banyak orang.
BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui program SIGAP dan ASIK, agar semangat berbagi tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari karakter generasi muda yang berakhlak, peduli, serta bermanfaat bagi sesama.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Membangun Kemandirian.
#BAZNASMajalengka #AzizahOctavia #SIGAP #ASIK #GenerasiAnakPeduli #PelajarInspiratif #SedekahItuIndah #SemangatBerbagi #GenerasiPeduli #LiterasiZakat #SMKNPanyingkiran #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Inspiratif! Ade Hendrik, Siswa SMKN Panyingkiran yang Bangun Bisnis Sejak Sekolah, Raih Apresiasi BAZNAS Majalengka
MAJALENGKA — Semangat kemandirian ekonomi ditunjukkan Ade Hendrik, siswa kelas XII SMKN Panyingkiran, yang telah merintis usaha penjualan daring (online) berbagai macam peralatan otomotif bekas di tengah kesibukannya menempuh pendidikan. Berkat ketekunannya, Ade berhasil mengumpulkan tabungan sebesar Rp2 juta di rekeningnya. Kisah inspiratif tersebut mendapat perhatian Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang memberikan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan terhadap semangat wirausaha generasi muda.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) di SMKN Panyingkiran, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 1.000 siswa itu tidak hanya mengedukasi peserta mengenai pentingnya infak dan sedekah, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenali potensi, kreativitas, serta semangat kemandirian di kalangan pelajar.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka mengapresiasi perjuangan Ade yang dinilai memiliki talenta, inovasi, dan keberanian dalam memanfaatkan peluang usaha sejak masih duduk di bangku sekolah.
Merintis Usaha dari Bangku Sekolah, Tabungan Rp2 Juta Jadi Bukti Ikhtiar
Di tengah aktivitasnya sebagai pelajar, Ade Hendrik memilih memanfaatkan waktu di luar kegiatan sekolah untuk merintis usaha. Ia menjalankan bisnis penjualan daring dengan menawarkan berbagai macam peralatan otomotif bekas.
Usaha tersebut menjadi sarana bagi Ade untuk belajar mengenali peluang pasar, membangun tanggung jawab, dan mengelola hasil dari aktivitas produktifnya. Perjalanan yang dijalaninya secara bertahap itu telah membuahkan hasil berupa tabungan sebesar Rp2 juta di rekeningnya.
Pencapaian tersebut menjadi hal yang patut diapresiasi. Bukan semata-mata karena jumlah tabungan yang berhasil dikumpulkan, melainkan karena adanya kemauan untuk belajar, keberanian memulai, serta kesungguhan dalam mengembangkan potensi diri.
Kisah Ade menunjukkan bahwa pelajar memiliki kesempatan untuk belajar berwirausaha sejak dini. Dengan memanfaatkan keterampilan dan peluang yang tersedia, generasi muda dapat mulai membangun pengalaman usaha tanpa harus menunggu menyelesaikan pendidikan.
Tentu saja, kegiatan tersebut perlu dijalankan secara seimbang agar tidak mengganggu kewajiban belajar. Pengalaman berwirausaha juga dapat menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter disiplin, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Ketua BAZNAS Majalengka Berikan Tambahan Modal Usaha
Melihat semangat dan potensi yang dimiliki Ade Hendrik, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, memberikan tambahan modal usaha untuk mendukung pengembangan bisnis yang tengah dirintisnya.
Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap ikhtiar seorang pelajar yang berusaha mengembangkan kemampuan dan membangun kemandirian ekonomi sejak usia muda.
Ketua BAZNAS Majalengka menyampaikan bahwa Ade merupakan contoh anak muda yang memiliki talenta dan inovasi bisnis. Menurutnya, semangat seperti ini perlu terus didorong agar semakin banyak pelajar berani mengembangkan potensi diri melalui kegiatan positif dan produktif.
Ia juga berharap kisah Ade dapat menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk melihat peluang usaha di sekitar mereka. Berbagai jenis usaha dapat mulai dipelajari dan dikembangkan sesuai minat, keterampilan, serta kemampuan masing-masing.
Pelajar tidak harus langsung memiliki usaha besar. Langkah sederhana yang dilakukan dengan tekun, disertai kemauan untuk terus belajar dan pengelolaan keuangan yang baik, dapat menjadi awal perjalanan menuju kemandirian.
Semangat berusaha tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mempersiapkan masa depan sekaligus, apabila memungkinkan, meringankan beban orang tua melalui ikhtiar yang positif.
Anak Muda Tak Harus Menunggu Lulus untuk Berkarya
Kisah Ade Hendrik membawa pesan penting bagi generasi muda bahwa kesempatan untuk belajar mandiri dapat dimulai sejak bangku sekolah.
Di era digital, peluang usaha semakin beragam. Penjualan daring, misalnya, dapat menjadi salah satu pilihan bagi pelajar untuk belajar berbisnis dengan memanfaatkan teknologi dan jaringan pemasaran yang tersedia. Namun, setiap usaha tetap membutuhkan ketekunan, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan mengatur waktu dan keuangan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semangat Ade dapat mendorong siswa lainnya untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berani mengembangkan keterampilan dan kreativitas yang bermanfaat bagi masa depan.
Pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, semangat berwirausaha perlu berjalan beriringan dengan kegiatan belajar agar keduanya dapat saling mendukung dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya.
Lebih dari sekadar cerita tentang seorang siswa yang memiliki tabungan, perjalanan Ade merupakan gambaran tentang keberanian mengambil langkah pertama. Dari usaha yang dirintis secara sederhana, tumbuh pengalaman, tanggung jawab, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
BAZNAS Dorong Generasi Muda yang Peduli dan Mandiri
Apresiasi kepada Ade Hendrik berlangsung dalam rangkaian sosialisasi SIGAP dan ASIK yang menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan.
Melalui program SIGAP, para siswa diajak membiasakan diri berinfak dan bersedekah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, program ASIK mendorong partisipasi guru dan karyawan dalam gerakan infak dan sedekah di lingkungan kerja.
Partisipasi dalam kedua program tersebut bersifat sukarela, tanpa paksaan, dan tidak menetapkan nominal maupun waktu tertentu sebagai kewajiban peserta.
BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa pembentukan karakter generasi muda perlu mencakup dua hal yang saling melengkapi, yakni kepedulian sosial dan kemandirian ekonomi. Kebiasaan berbagi menumbuhkan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain, sedangkan semangat berusaha mendorong generasi muda untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.
Melalui edukasi dan dukungan terhadap semangat positif para pelajar, BAZNAS berharap semakin banyak generasi muda Majalengka yang tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia, kreatif, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kisah Ade Hendrik menjadi pengingat bahwa usia muda bukan alasan untuk menunda kebaikan dan karya. Selama dijalankan dengan niat baik, tanggung jawab, dan kesungguhan, langkah sederhana hari ini dapat menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih cerah.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Membangun Kemandirian.
#BAZNASMajalengka #AdeHendrik #WirausahaMuda #PelajarBerwirausaha #EntrepreneurMuda #GenerasiMandiri #PelajarInspiratif #PemberdayaanEkonomi #SIGAP #ASIK #SMKNPanyingkiran #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Lebih dari 1.000 Siswa SMKN Panyingkiran Ikuti SIGAP BAZNAS Majalengka, Dari Semangat Berbagi hingga Inspirasi Bisnis Anak Muda
MAJALENGKA — Semangat berbagi dan jiwa entrepreneur generasi muda menjadi warna menarik dalam sosialisasi program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka di SMKN Panyingkiran, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 1.000 siswa ini tidak hanya mengajak pelajar membangun kebiasaan bersedekah sejak dini, tetapi juga menghadirkan inspirasi tentang pentingnya berani berusaha dan mandiri secara ekonomi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., hadir langsung memberikan edukasi mengenai SIGAP dan ASIK. Didampingi Kadiv Digital Fundraising & Retail, Kadiv Humas, Hukum dan Protokoler, serta tim media sosial, ia mengajak para siswa memahami bahwa menjadi generasi hebat bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga tentang kepedulian, karakter, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang positif.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa menyimak materi, mengajukan pertanyaan, hingga berkesempatan menjawab pertanyaan langsung dari Ketua BAZNAS. Suasana semakin meriah ketika sesi tanya jawab dilengkapi dengan pemberian doorprize bagi peserta yang mampu menjawab dengan baik.
Ada pesan penting yang dibawa dalam kegiatan ini: berbagi itu keren, mandiri itu membanggakan, dan berbuat baik bisa dimulai dari sekarang.
Berani Menjawab, Paham Sedekah: Siswa dan Guru Raih Doorprize
Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen menarik dalam sosialisasi tersebut. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka memberikan sejumlah pertanyaan untuk menguji pemahaman peserta sekaligus mendorong mereka agar lebih berani menyampaikan pendapat.
Tiga peserta yang berhasil mendapatkan doorprize adalah Pak Adam, salah seorang tenaga pendidik SMKN Panyingkiran, Dimas Pratama dari kelas XII TKS 1, serta Azizah Octavia dari kelas XI TKD 1.
Azizah Octavia tampil percaya diri ketika menjelaskan manfaat sedekah bagi penerima maupun pemberinya. Dengan penyampaian yang lugas, ia menunjukkan pemahaman bahwa sedekah bukan sekadar memberikan sesuatu kepada orang lain, tetapi juga menjadi jalan untuk membantu sesama, menumbuhkan rasa syukur, melatih keikhlasan, dan memperkuat kepedulian sosial.
Sementara itu, Dimas Pratama berhasil menjabarkan program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP). Pemahamannya memperlihatkan bahwa pesan yang disampaikan BAZNAS dapat diterima dan dipahami oleh kalangan pelajar.
Keberanian Azizah dan Dimas dalam menjawab pertanyaan menjadi contoh positif bahwa anak muda juga bisa tampil aktif, percaya diri, dan memahami persoalan sosial di sekitarnya.
Pemberian doorprize bukan sekadar memeriahkan acara, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi peserta. Dengan suasana edukasi yang santai dan komunikatif, pesan tentang infak dan sedekah terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
Ade Hendrik, Bukti Anak Sekolah Juga Bisa Punya Bisnis Sendiri
Di balik semangat berbagi, ada kisah inspiratif dari seorang siswa yang telah lebih dahulu memulai langkah menuju kemandirian ekonomi. Namanya Ade Hendrik, siswa kelas XII SMKN Panyingkiran yang sudah merintis usaha penjualan daring atau online.
Ade menjalankan usaha dengan menjual berbagai macam peralatan otomotif bekas. Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, ia berusaha memanfaatkan waktu di luar kegiatan sekolah untuk mengembangkan bisnisnya secara bertahap.
Hasilnya cukup membanggakan. Dari usaha yang dijalaninya, Ade telah berhasil mengumpulkan tabungan sebesar Rp2 juta di rekeningnya.
Perjalanan Ade menjadi bukti bahwa memulai usaha tidak harus menunggu lulus sekolah, memiliki modal besar, atau menunggu semuanya sempurna. Dengan kreativitas, kemauan belajar, dan konsistensi, peluang bisa mulai dibangun sejak masih duduk di bangku pendidikan.
Melihat potensi tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka memberikan tambahan modal usaha kepada Ade sebagai bentuk dukungan agar usahanya dapat terus berkembang.
H. Agus Asri Sabana mengapresiasi perjuangan Ade yang dinilai memiliki talenta, inovasi, dan semangat untuk membangun usaha secara mandiri.
Ia berharap kisah Ade bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya agar tidak ragu mengembangkan potensi diri dan mencoba peluang usaha yang sesuai dengan minat serta kemampuan masing-masing.
Menurutnya, banyak aktivitas produktif yang bisa dilakukan pelajar di luar waktu sekolah. Selama tetap mengutamakan pendidikan dan mampu mengatur waktu dengan baik, kegiatan usaha dapat menjadi sarana belajar bertanggung jawab, mengelola keuangan, dan mempersiapkan masa depan.
Semangat berwirausaha sejak dini juga diharapkan dapat membantu siswa menjadi lebih mandiri dan, apabila memungkinkan, meringankan beban orang tua melalui ikhtiar yang positif.
Pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa pelajar bukan hanya bisa menjadi konsumen, tetapi juga dapat belajar menjadi kreator, inovator, bahkan calon pengusaha muda. Tidak harus langsung besar, yang penting berani memulai, terus belajar, dan konsisten mengembangkan usaha.
Kisah Ade Hendrik pun memberi perspektif baru dalam kegiatan sosialisasi tersebut: generasi muda bisa bertumbuh dengan dua kekuatan sekaligus, yakni kepedulian sosial dan kemandirian ekonomi.
SIGAP dan ASIK, Gerakan Kebaikan yang Dimulai dari Sekolah
Program SIGAP merupakan salah satu upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menanamkan kebiasaan infak dan sedekah di kalangan peserta didik. Melalui program ini, siswa diajak memahami bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya atau memiliki banyak uang. Kebaikan dapat dimulai dari nominal kecil, sesuai kemampuan, dengan niat yang tulus.
Sementara itu, program ASIK menyasar guru dan karyawan untuk memperluas partisipasi dalam gerakan infak dan sedekah di lingkungan kerja. Kehadiran kedua program tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem kebaikan yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga tenaga pendidik dan kependidikan.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa partisipasi dalam SIGAP dan ASIK bersifat sukarela, tanpa paksaan, serta tidak menetapkan nominal maupun waktu tertentu sebagai kewajiban peserta.
Dengan demikian, hal terpenting bukanlah seberapa besar dana yang terkumpul, melainkan tumbuhnya kesadaran untuk berbagi secara ikhlas dan berkelanjutan.
Dalam ajaran Islam, sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian yang menghadirkan manfaat bagi sesama. Nilainya tidak semata-mata diukur dari jumlah yang diberikan, tetapi juga dari keikhlasan dan manfaat yang dirasakan oleh penerima.
Bagi generasi muda, membiasakan sedekah sejak dini menjadi kesempatan untuk belajar peka terhadap keadaan sekitar. Mereka diajak memahami bahwa di balik kehidupan yang dijalani sehari-hari, ada saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan.
Karena itu, SIGAP bukan sekadar ajakan mengumpulkan infak, melainkan juga proses membangun karakter agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang peduli, bersyukur, dan memiliki semangat berbagi.
Dari Sekolah untuk Majalengka yang Lebih Peduli dan Berdaya
Sosialisasi di SMKN Panyingkiran menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Majalengka memperkuat literasi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan. Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepekaan sosial, serta kemampuan mengembangkan potensi diri.
Melalui SIGAP dan ASIK, BAZNAS berharap budaya berbagi dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat yang sama, kisah Ade Hendrik diharapkan mampu memantik semangat siswa lainnya untuk berani mencoba, berinovasi, dan membangun usaha sesuai peluang yang tersedia.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi dapat berjalan beriringan. Anak muda bisa belajar berbagi sekaligus belajar produktif, peduli terhadap sesama sekaligus berusaha membangun masa depan.
Dari lebih dari 1.000 siswa yang mengikuti sosialisasi, diharapkan tumbuh semakin banyak generasi yang tidak hanya memiliki cita-cita tinggi, tetapi juga mau mengambil langkah nyata untuk mewujudkannya.
BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan semangat SIGAP dan ASIK sebagai bagian dari gerakan kebaikan bersama. Sebab, perubahan besar sering kali berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Mulai dari berbagi, tumbuh dengan peduli, berani berusaha, dan bersama-sama membangun Majalengka yang lebih berdaya.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Membangun Kemandirian.
#BAZNASMajalengka #SIGAP #ASIK #SedekahInfak #GenerasiPeduli #PelajarBerdaya #SiswaBerwirausaha #EntrepreneurMuda #BisnisAnakMuda #KemandirianEkonomi #LiterasiZakat #PemberdayaanGenerasiMuda #SMKNPanyingkiran #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Istri Wakil Ketua I BAZNAS Indramayu
MAJALENGKA — Keluarga Besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Ibu Nyai Hj. Jam’iyyah binti Bulkin, istri dari KH. Ibnu Ubaidillah Bilal, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Indramayu.
Ucapan duka cita tersebut disampaikan sebagai bentuk empati, kepedulian, dan solidaritas antarsesama keluarga besar BAZNAS. BAZNAS Kabupaten Majalengka turut mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah kehilangan ini.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhumah wafat dalam keadaan husnul khatimah, seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT, segala khilaf dan dosanya diampuni, serta dilimpahkan rahmat dan kemuliaan di sisi-Nya.”
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehilangan orang tercinta merupakan ujian yang tidak ringan. Karena itu, doa dan dukungan moral menjadi penguat agar keluarga senantiasa diberikan kesabaran, keikhlasan, serta keteguhan hati dalam menerima ketetapan Allah SWT.
BAZNAS Kabupaten Majalengka juga berharap agar KH. Ibnu Ubaidillah Bilal beserta seluruh keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan dalam melewati masa duka ini.
Peristiwa kehilangan mengingatkan setiap insan bahwa kehidupan di dunia merupakan amanah yang sementara. Sebagai umat Islam, doa menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang dapat terus dipanjatkan bagi mereka yang telah berpulang, seraya memohon agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhumah.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal saleh almarhumah, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di dalam surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
BAZNAS Kabupaten Majalengka turut berduka cita. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa berada dalam lindungan serta kasih sayang Allah SWT.
#BAZNASMajalengka #BAZNASIndramayu #TurutBerdukaCita #InnalillahiWaInnaIlaihiRajiun #HusnulKhatimah #DoaUntukAlmarhumah #UkhuwahIslamiyah #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA18/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Apresiasi Capaian Akademik Hj. Elih Solehah Fatimah, Raih Gelar Magister Administrasi Publik
MAJALENGKA – Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Ibu Hj. Elih Solehah Fatimah, S.Pd., M.A.P., atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan Strata 2 (S2) pada Program Magister Administrasi Publik di Universitas Majalengka tahun 2026.
Pencapaian akademik tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras, ketekunan, dan komitmen dalam menuntut ilmu. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan kualitas pengabdian, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial. Semangat menuntut ilmu sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mendorong umat untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan mengamalkan ilmu demi kemaslahatan bersama.
Ilmu yang Berkah, Pengabdian yang Bermanfaat
Keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka turut mendoakan agar ilmu dan gelar akademik yang diraih Hj. Elih Solehah Fatimah membawa keberkahan, memperluas kesempatan untuk berkarya, serta menjadi bekal dalam menjalankan pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.
Harapan tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan ilmu sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Ilmu yang diamalkan dengan penuh tanggung jawab diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
BAZNAS Kabupaten Majalengka meyakini bahwa semangat belajar sepanjang hayat merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih maju dan berdaya. Oleh karena itu, capaian pendidikan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta mengabdikan kemampuan yang dimiliki bagi kepentingan bersama.
Selamat dan sukses kepada Ibu Hj. Elih Solehah Fatimah, S.Pd., M.A.P. Semoga setiap ilmu yang diperoleh menjadi amal jariyah, menghadirkan keberkahan dalam kehidupan, dan senantiasa menjadi jalan untuk menebar manfaat bagi umat.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Mewujudkan Kesejahteraan.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #UniversitasMajalengka #MagisterAdministrasiPublik #Pendidikan #PrestasiAkademik #SemangatMenuntutIlmu #IlmuYangBerkah #PengabdianUntukMasyarakat #Majalengka
BERITA18/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Wisuda XXVII UNMA, Ketua BAZNAS Majalengka Dorong Lahirnya Generasi Berilmu yang Berdampak bagi Umat
MAJALENGKA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri Wisuda XXVII Program Sarjana dan Magister Universitas Majalengka (UNMA) yang berlangsung di Auditorium UNMA, Sabtu (17/10/2026). Momentum akademik ini menjadi penanda keberhasilan para lulusan dalam menuntaskan perjalanan pendidikan sekaligus awal pengabdian untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan wisuda tersebut turut dihadiri Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., bersama sejumlah tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam mendorong kemajuan pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Majalengka.
Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian
Wisuda bukan sekadar seremoni penyerahan gelar akademik, melainkan momentum untuk merefleksikan perjuangan, kerja keras, dan doa yang mengantarkan para mahasiswa hingga mencapai kelulusan. Di balik toga yang dikenakan, terdapat pengorbanan orang tua, bimbingan para dosen, serta ikhtiar panjang yang patut disyukuri.
Dalam perspektif Islam, ilmu memiliki kedudukan yang mulia. Pendidikan bukan hanya jalan untuk meraih keberhasilan pribadi, tetapi juga sarana membangun peradaban, memperkuat kepedulian sosial, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.
Karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi mampu menerapkan ilmu, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Keberhasilan pendidikan akan semakin bermakna ketika ilmu yang diperoleh dapat membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat.
Sinergi Pendidikan untuk Majalengka Langkung SAE
Kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam momentum wisuda ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan sinergi antarlembaga dalam mendukung kemajuan daerah.
BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera. Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.
Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah serta tepat sasaran, BAZNAS juga berkomitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan dan program yang berlaku.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan Majalengka Langkung SAE, yakni daerah yang semakin maju dengan masyarakat yang berdaya, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Mengamalkan Ilmu, Menebarkan Manfaat
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap para wisudawan dan wisudawati UNMA dapat melangkah ke masa depan dengan optimisme, menjunjung tinggi kejujuran, serta menjadikan ilmu sebagai bekal untuk berkarya dan mengabdi.
Sebagaimana ajaran Islam menempatkan ilmu dan amal sebagai dua hal yang saling melengkapi, keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari gelar yang diraih, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Semoga para lulusan Wisuda XXVII UNMA menjadi generasi yang berilmu, berintegritas, mandiri, dan senantiasa membawa keberkahan di mana pun mereka mengabdi.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan Kepedulian, Membangun Kemandirian, Mewujudkan Majalengka Langkung SAE.
#BAZNASMajalengka #UniversitasMajalengka #WisudaUNMA #Pendidikan #GenerasiUnggul #SDMUnggul #PendidikanUntukUmat #ZakatUntukPendidikan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA18/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Di Tengah Ujian yang Berat, BAZNAS Majalengka Hadir Menguatkan Keluarga Agus Mulyadi yang Terbaring Kritis di Bali
MAJALENGKA — Di tengah ujian berat yang tengah dihadapi sebuah keluarga, kepedulian menjadi penguat harapan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan kesehatan kepada Agus Mulyadi, warga Desa Singawada, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, yang hingga Sabtu (17/10/2026) masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) sebuah rumah sakit di Kabupaten Badung, Bali, setelah mengalami kecelakaan kendaraan bermotor saat bekerja sebagai kuli bangunan.
Bantuan diserahkan oleh Eman Sulaeman, M.Pd., Kepala Divisi Administrasi, Sumber Daya Manusia, dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut diterima oleh ayah Agus Mulyadi dengan didampingi unsur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Kepala Urusan Umum Desa Singawada.
Di balik penyerahan bantuan itu, tersimpan harapan besar dari keluarga yang tengah menanti kesadaran dan kesembuhan orang yang mereka cintai. Sudah kurang lebih dua minggu Agus menjalani perawatan di ruang ICU dan, berdasarkan informasi yang diterima, hingga saat ini belum sadarkan diri.
Musibah tersebut menjadi ujian yang tidak ringan bagi keluarga. Agus yang merantau ke Bali untuk bekerja mencari nafkah sebagai kuli bangunan, kini harus berjuang melewati masa kritis jauh dari kampung halaman. Sementara itu, keluarga hanya dapat terus berharap, berikhtiar, dan memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan pertolongan serta jalan kesembuhan.
Zakat Menjadi Jalan Kepedulian dan Penguat Harapan
Dalam keadaan seperti ini, uluran tangan sesama menjadi begitu berarti. Bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Majalengka diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian kehidupan.
Kepedulian ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Tidak hanya untuk mendukung kebutuhan hidup dan pemberdayaan ekonomi, dana umat juga menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah dan kesulitan kesehatan.
Bagi keluarga yang sedang berjuang mendampingi orang tercinta dalam kondisi kritis, perhatian sekecil apa pun dapat menjadi penguat hati. Kehadiran bantuan ini diharapkan membawa sedikit kelegaan di tengah kecemasan dan penantian panjang yang mereka rasakan.
Ikhtiar, Doa, dan Harapan Kesembuhan
BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga Agus Mulyadi. Lebih dari itu, terselip doa agar Agus segera memperoleh kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Dalam ajaran Islam, setiap musibah mengajarkan manusia untuk bersabar, saling menguatkan, dan tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an, Surah Az-Zumar ayat 53, umat manusia diingatkan agar tidak berputus asa dari rahmat-Nya.
Kini, di tengah ikhtiar medis yang terus dijalani, doa menjadi salah satu penguat bagi keluarga Agus. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kedua orang tuanya dan seluruh keluarga, memudahkan proses perawatan, serta menganugerahkan kesembuhan yang sempurna kepada Agus Mulyadi.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, angkatlah penyakit saudara kami Agus Mulyadi. Pulihkan kesadarannya, kuatkan tubuhnya, mudahkan setiap ikhtiar pengobatannya, dan teguhkan hati keluarganya dalam menghadapi ujian ini. Jadikanlah setiap doa sebagai penguat, setiap pertolongan sebagai jalan kebaikan, dan setiap kesulitan sebagai pintu datangnya rahmat-Mu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Melalui kepedulian ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali meneguhkan semangat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan amanah untuk menghadirkan kasih sayang, meringankan beban, dan menumbuhkan harapan bagi mereka yang sedang diuji.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kepedulian, Menguatkan Harapan, Menghadirkan Manfaat bagi Umat.
#BAZNASMajalengka #BAZNASPeduli #BantuanKesehatan #PeduliSesama #DoaUntukKesembuhan #ZakatMenguatkan #ZakatUntukUmat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana
BERITA17/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Perkuat Kepemimpinan Kolaboratif, Wakil Ketua I BAZNAS Majalengka Ikuti BCL 2026 di Bandung
MAJALENGKA — Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., mengikuti rangkaian kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership (BCL) 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Balai Diklat Keagamaan Bandung, Jalan Soekarno Hatta No. 716, Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan mendorong transformasi pengelolaan zakat yang lebih kolaboratif, profesional, serta berorientasi pada pemberdayaan umat.
Keikutsertaan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perspektif kepemimpinan di bidang pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus mendorong pengelolaan dana umat agar semakin efektif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dorong Transformasi Pengelolaan Zakat
BAZNAS Collaborative Leadership 2026 merupakan agenda strategis yang dilaksanakan melalui kerja sama Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Pusat Pengembangan Kompetensi Kementerian Agama.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kualitas kepemimpinan dalam ekosistem pengelolaan zakat, khususnya melalui pendekatan kolaboratif antara regulator, pengelola zakat, dan pemangku kepentingan terkait.
Salah satu fokus utamanya ialah mendorong pergeseran pendekatan pengelolaan ZIS dari pola bantuan yang bersifat karitatif atau memenuhi kebutuhan sesaat menuju program pemberdayaan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, mustahik diharapkan tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas, mengembangkan potensi ekonomi, dan membangun kemandirian.
Bagi BAZNAS, transformasi tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan potensi penghimpunan dana zakat dengan program pendistribusian dan pendayagunaan yang tepat sasaran, terukur, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selaraskan Pengelolaan Zakat dengan Agenda Pembangunan
Selain penguatan kepemimpinan, BCL 2026 menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan pengelolaan zakat dengan arah pembangunan nasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Penyelarasan tersebut penting agar zakat dapat berkontribusi lebih luas dalam menjawab berbagai persoalan sosial, seperti kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan kelompok rentan.
Dalam konteks daerah, penguatan tata kelola zakat juga membuka ruang bagi pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Potensi zakat yang dihimpun dari para muzaki dapat diarahkan untuk mendukung program pemberdayaan mustahik dengan memperhatikan kebutuhan, karakteristik, serta potensi ekonomi daerah.
Perkuat Kolaborasi dan Akuntabilitas Kelembagaan
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam BCL 2026 ialah penguatan kepemimpinan transformatif, transparansi, dan akuntabilitas kelembagaan. Sinergi antara Kementerian Agama sebagai regulator dan BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat menjadi salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem zakat yang semakin kuat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi kebijakan, meningkatkan kualitas tata kelola, serta mendorong pengelolaan dana ZIS yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, penguatan kapasitas kepemimpinan ini relevan dengan upaya meningkatkan kualitas penghimpunan ZIS, memperluas partisipasi masyarakat dalam berzakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.
Pengumpulan zakat yang didukung tata kelola yang baik menjadi fondasi penting agar dana yang dititipkan para muzaki dapat dihimpun secara optimal dan dimanfaatkan sesuai ketentuan syariat serta peraturan perundang-undangan.
Membangun Kepemimpinan untuk Kemanfaatan Umat
Partisipasi H. Muhammad Ridwan dalam BCL 2026 menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Pengetahuan dan perspektif kepemimpinan kolaboratif yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja kelembagaan, terutama dalam bidang pengumpulan ZIS.
Pada akhirnya, pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan penghimpunan dana, tetapi juga menyangkut amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Melalui penguatan kepemimpinan, kolaborasi lintas lembaga, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mendukung terwujudnya pengelolaan zakat yang berdaya guna, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Komisi IV DPRD Majalengka Soroti Capaian Zakat, Dorong Evaluasi Program BAZNAS untuk 2027
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka pada Jumat (16/10/2026). Pertemuan tersebut membahas capaian pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), efektivitas program pemberdayaan masyarakat, serta evaluasi program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada 2027.
Dalam pertemuan yang berlangsung secara dialogis, BAZNAS Kabupaten Majalengka memaparkan pelaksanaan lima pilar program unggulan, yakni Majalengka Sehat, Majalengka Cerdas, Majalengka Takwa, Majalengka Peduli, dan Majalengka Mandiri. Paparan tersebut mencakup sejumlah capaian penyaluran bantuan, program pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kehidupan keagamaan di Kabupaten Majalengka.
Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka mendorong agar program-program yang telah berjalan terus dievaluasi, khususnya kegiatan yang memiliki dampak sosial besar tetapi pelaksanaannya dinilai masih perlu dioptimalkan. Sejumlah perhatian yang mengemuka meliputi kesejahteraan guru MDTQ/MDTA, evaluasi jangka waktu Program Satu Desa Satu Sarjana, serta penanganan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan.
Ketua BAZNAS: Zakat Harus Memberikan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus berorientasi pada manfaat nyata, tidak hanya melalui penyaluran bantuan, tetapi juga dengan membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, lima pilar program BAZNAS menjadi landasan untuk mengoptimalkan pendayagunaan dana umat dalam bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan, sosial kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Pengelolaan zakat yang profesional bukan sekadar tata kelola yang baik, tetapi bagaimana setiap rupiah yang terkumpul dapat berubah menjadi harapan nyata bagi mereka yang membutuhkan. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci kepercayaan umat,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergi dengan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Majalengka menjadi bagian penting dalam memastikan program-program BAZNAS berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.
Salurkan Rp1,372 Miliar untuk 1.372 Penggerak Kehidupan Keagamaan
Salah satu capaian yang dipaparkan dalam kunjungan kerja tersebut adalah penyaluran bantuan bagi para penggerak kehidupan keagamaan di Kabupaten Majalengka.
Pada 21 Mei 2026, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan masing-masing sebesar Rp1 juta kepada 1.372 penerima manfaat, dengan total anggaran mencapai Rp1.372.000.000 atau Rp1,372 miliar.
Program tersebut menjangkau empat kategori penerima di 343 desa dan kelurahan, yakni guru ngaji, imam masjid, marbot, serta petugas pemulasaraan jenazah.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Lebaran Anak Yatim Berikan Dukungan kepada 424 Anak
Pada bidang sosial dan pendidikan, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga melaksanakan Program Lebaran Anak Yatim 2026 pada Kamis (25/6/2026).
Melalui program tersebut, sebanyak 424 anak yatim memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan belanja bersama untuk memenuhi kebutuhan dalam menyambut tahun ajaran baru sekolah.
Program ini tidak hanya memberikan dukungan materi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian kepada anak-anak yatim agar mereka dapat mempersiapkan kebutuhan pendidikan dengan lebih baik.
Pelaksanaan program tersebut menjadi salah satu wujud pemanfaatan dana ZIS untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Program Satu Desa Satu Sarjana Perluas Akses Pendidikan Tinggi
Dalam sektor pendidikan, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengembangkan Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS) yang telah berjalan sejak 2025.
Program inovasi beasiswa dan pendayagunaan zakat ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga dhuafa atau kurang mampu. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dan enam perguruan tinggi lokal, yaitu:
Universitas Majalengka (UNMA).
STAI PUI Majalengka.
Universitas YPIB Majalengka.
Universitas Sindangkasih Majalengka.
Instbunas Majalengka.
Politeknik Mardira Indonesia Majalengka.
Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV DPRD turut memberikan perhatian terhadap jangka waktu pelaksanaan Program SDSS. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program, efektivitas pemanfaatan dana, serta dampak pendidikan yang dihasilkan bagi penerima manfaat.
Beasiswa Vokasi Dorong Keterampilan dan Penyerapan Tenaga Kerja
Selain pendidikan tinggi, BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengembangkan Program Beasiswa Vokasi sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan memperluas kesempatan kerja bagi mustahik.
Program yang berfokus pada pelatihan keterampilan menjahit dan industri garmen tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan BAZNAS RI, Dinas K2UKM, serta BLK Cakraningrat.
Berdasarkan paparan dalam pertemuan, sebanyak 120 tenaga kerja telah direkrut dan disalurkan ke berbagai perusahaan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pekerjaan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Program vokasi ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada peserta, tetapi juga meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja dan memperoleh penghasilan yang lebih baik.
Di bidang keagamaan, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut melaksanakan Pelatihan Manajemen Masjid Modern. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengelola masjid agar mampu menerapkan tata kelola yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada jamaah.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pendayagunaan zakat dapat dikembangkan sebagai instrumen pemberdayaan, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi turut mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian penerima manfaat.
Komisi IV Berikan Masukan untuk Penyempurnaan Program
Dalam sesi diskusi dan evaluasi, Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka menyampaikan sejumlah masukan agar program-program BAZNAS semakin efektif dan tepat sasaran.
Terdapat tiga perhatian utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Pertama, peningkatan perhatian terhadap kesejahteraan guru MDTQ/MDTA, sebagai bagian dari dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda.
Kedua, evaluasi jangka waktu Program Satu Desa Satu Sarjana, agar pelaksanaannya semakin efektif dan mampu memberikan manfaat pendidikan yang berkelanjutan bagi keluarga kurang mampu.
Ketiga, penguatan penanganan kesehatan bagi masyarakat miskin, khususnya warga yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan karena status tidak aktif atau persoalan administratif lainnya.
Masukan tersebut menjadi bahan penting untuk memperkuat evaluasi dan perencanaan program ke depan. Sinergi lintas lembaga diharapkan mampu membantu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong solusi yang lebih terarah sesuai kewenangan masing-masing.
Delapan Anggota Komisi IV DPRD Hadiri Kunjungan Kerja
Kunjungan kerja tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka, Gugun Sugiana, S.H., bersama tujuh anggota lainnya, yaitu:
H. Imip Miptahuddin, Sekretaris Komisi IV.
Drs. H. Nono Suharno Ma'arif, M.Si., Anggota Komisi IV dari Fraksi PKS.
Efran Galuh Setiawan, Anggota Komisi IV dari Fraksi PAN.
Sahidi, Anggota Komisi IV.
Edi Karsidi, Anggota Komisi IV.
Moch. Adam Nurhilaludin, Anggota Komisi IV.
Ade Duryawan, Anggota Komisi IV.
Kehadiran jajaran Komisi IV menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara lembaga legislatif dan BAZNAS, khususnya terkait pelaksanaan program sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama dan musafahah sebagai bentuk silaturahmi, yang sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dan keterbukaan dalam membangun kerja sama antarlembaga.
Perkuat Akuntabilitas dan Dampak Program pada 2027
Memasuki perencanaan program 2027, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dana ZIS melalui penguatan akuntabilitas, evaluasi berkala, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta pengembangan program yang berorientasi pada hasil.
Evaluasi terhadap program yang telah berjalan menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, dan ruang perbaikan. Dengan demikian, perencanaan program selanjutnya dapat disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dampak yang ingin dicapai.
BAZNAS Kabupaten Majalengka menyambut baik masukan Komisi IV DPRD sebagai bagian dari proses evaluasi dan penguatan kelembagaan. Dialog terbuka tersebut diharapkan dapat mempererat sinergi dengan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pengelolaan zakat yang amanah, transparan, profesional, dan akuntabel, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya memastikan dana yang dititipkan oleh para muzaki dan munfiq dapat memberikan manfaat optimal bagi mustahik.
Semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi untuk menghadirkan program-program yang semakin berdampak, memperluas jangkauan pelayanan, serta mendukung terwujudnya masyarakat Majalengka yang lebih sejahtera dan mandiri.
BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Kemandirian.
#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #DPRDMajalengka #KomisiIVDPRD #ZakatUntukKesejahteraan #ZakatProduktif #MajalengkaSehat #MajalengkaCerdas #MajalengkaTakwa #MajalengkaPeduli #MajalengkaMandiri #SatuDesaSatuSarjana #BeasiswaVokasi #PeduliMustahik #TransparansiZakat
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.
Lihat Daftar Rekening →