WhatsApp Icon
Amalan Pembuka Rezeki di Bulan Safar yang Dianjurkan Rasulullah

Islam Mengajarkan Ikhtiar dan Tawakal, Bukan Mempercayai Kesialan Bulan Safar

MAJALENGKA – Memasuki bulan Safar, sebagian masyarakat masih mengaitkannya dengan berbagai mitos tentang kesialan dan musibah. Padahal, Islam menegaskan bahwa tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan secara khusus. Sebaliknya, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan berikhtiar memperoleh rezeki yang halal melalui ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Amalan pembuka rezeki di bulan Safar pada hakikatnya bukanlah ritual khusus yang hanya dilakukan pada bulan tersebut, melainkan berbagai ibadah yang dapat diamalkan sepanjang waktu. Di antaranya adalah memperbanyak istighfar, menjaga salat, memperbanyak sedekah, menjalin silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Bulan Safar Bukan Bulan Sial

Rasulullah SAW telah meluruskan keyakinan masyarakat Arab pada masa jahiliah yang menganggap bulan Safar sebagai bulan pembawa kesialan.

Beliau bersabda:

"Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada kesialan pada bulan Safar, dan tidak ada hantu."

(HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220)

Hadis tersebut menjadi dasar bahwa seorang muslim tidak boleh mengaitkan datangnya musibah ataupun sempitnya rezeki dengan bulan Safar. Setiap kejadian terjadi atas ketetapan Allah SWT dan menjadi bagian dari ujian kehidupan.

Rezeki Datang dari Allah SWT

Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya sebagaimana firman-Nya:

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya."

(QS. Hud: 6)

Namun demikian, Islam mengajarkan bahwa rezeki harus diupayakan melalui kerja keras, doa, ibadah, dan tawakal kepada Allah SWT.

Amalan Pembuka Rezeki yang Dianjurkan Rasulullah

1. Memperbanyak Istighfar

Allah SWT berfirman:

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu."

(QS. Nuh: 10–12)

Istighfar menjadi salah satu sebab turunnya ampunan sekaligus keberkahan rezeki.


2. Memperbanyak Doa Memohon Rezeki

Rasulullah SAW mengajarkan doa:

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu."

(HR. Tirmidzi)

Doa tersebut dapat diamalkan setelah salat maupun pada waktu-waktu mustajab.


3. Menjaga Salat Lima Waktu

Allah SWT berfirman:

"Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu."

(QS. Taha: 132)

Salat menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim dan menjadi sebab datangnya keberkahan hidup.


4. Memperbanyak Sedekah

Rasulullah SAW bersabda:

"Harta tidak akan berkurang karena sedekah."

(HR. Muslim No. 2588)

Sedekah bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan, ketenangan hati, dan kemudahan dalam berbagai urusan.


5. Menjalin Silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Silaturahmi merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.


6. Bertakwa kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."

(QS. At-Talaq: 2–3)

Ketakwaan menjadi kunci datangnya pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.


7. Bertawakal Setelah Berusaha

Rasulullah SAW bersabda:

"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha dan kerja keras.

Hal yang Perlu Dihindari pada Bulan Safar

Dalam menjalankan ibadah di bulan Safar, umat Islam hendaknya menghindari berbagai keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat, antara lain:

  • Meyakini bulan Safar membawa kesialan.
  • Menganggap ritual tertentu pasti membuka pintu rezeki tanpa dalil.
  • Mempercayai jimat atau benda-benda tertentu sebagai penarik rezeki.
  • Mengamalkan hadis palsu maupun tradisi yang bertentangan dengan akidah Islam.

Islam mengajarkan bahwa seluruh ibadah harus bersumber dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW.

Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh

Selain amalan di atas, bulan Safar dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bernilai ibadah, seperti:

  • Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  • Memperbanyak zikir pagi dan petang.
  • Menunaikan salat sunnah.
  • Membantu fakir miskin dan kaum dhuafa.
  • Berbakti kepada orang tua.
  • Menjaga kejujuran dalam bekerja.
  • Menunaikan zakat apabila telah memenuhi syarat.
  • Memperbanyak doa untuk keluarga dan umat Islam.

Seluruh amal tersebut menjadi sebab bertambahnya keberkahan hidup apabila dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah SWT.

Mari Sempurnakan Ibadah dengan Berzakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Momentum bulan Safar menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Berbagi kepada sesama bukan hanya menghadirkan manfaat bagi mustahik, tetapi juga menjadi ikhtiar memperoleh keberkahan rezeki sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui:

Bank BJB : 0137402262100
BRI : 004601002689569
BSI : 7313997361
Mandiri : 1340000833334
BJB Syariah : 5190301001182

Website: https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

Telepon: (0233) 282414

 

Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BulanSafar #Safar #AmalanSafar #RezekiBerkah #Sedekah #Zakat #Infak #Istighfar #Silaturahmi #IslamRahmatanLilAlamin #CintaZakat #BerbagiKebaikan #MenebarKeberkahan #KajianIslam #MuslimIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Mengapa Zakat Penting untuk Mengurangi Kemiskinan? BAZNAS Majalengka Dorong Pemberdayaan Mustahik Berkelanjutan

MAJALENGKA — Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan sosial yang memerlukan perhatian dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dalam Islam, zakat merupakan instrumen ekonomi yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan melalui pemerataan kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan solidaritas sosial.

Melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan tepat sasaran, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus mengoptimalkan pendistribusian dana zakat agar mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik.

Zakat Menjadi Instrumen Penting Pengentasan Kemiskinan

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat memiliki fungsi sosial yang sangat besar. Dana zakat yang dihimpun dari para muzaki disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf) sesuai syariat Islam.

Selain membantu memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat yang membutuhkan, zakat juga diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik sehingga mereka memiliki kesempatan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

Pengelolaan zakat yang profesional memungkinkan lahirnya berbagai program pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, kemanusiaan, hingga sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Bagaimana Zakat Membantu Mengurangi Kemiskinan?

Optimalisasi dana zakat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, antara lain:

  • Membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, sandang, dan tempat tinggal.
  • Memberikan akses pendidikan melalui beasiswa dan bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
  • Mendukung layanan kesehatan melalui bantuan biaya pengobatan dan program kesehatan masyarakat.
  • Memberikan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta pendampingan kepada pelaku usaha mikro agar mampu mandiri secara ekonomi.
  • Mengurangi kesenjangan sosial melalui distribusi kekayaan yang lebih adil sesuai prinsip ekonomi Islam.

Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

BAZNAS Majalengka Terus Mengembangkan Program Pemberdayaan

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Dana yang dihimpun disalurkan melalui berbagai program unggulan di bidang:

  • Pemberdayaan ekonomi masyarakat
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kemanusiaan
  • Dakwah dan Advokasi
  • Program sosial kemasyarakatan

Pendekatan pemberdayaan menjadi fokus utama agar mustahik tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi memiliki kesempatan meningkatkan kualitas hidup hingga menjadi masyarakat yang mandiri bahkan bertransformasi menjadi muzaki di masa depan.

Mari Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Setiap zakat yang ditunaikan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Rekening Zakat BAZNAS Kabupaten Majalengka

  • Bank BJB: 0137402262100
  • BRI: 004601002689569
  • BSI: 7313997361
  • Mandiri: 1340000833334
  • BJB Syariah: 5190301001182

Layanan Informasi:

 

???? WhatsApp Muzakki: 0821-2416-9964
?? Telepon: (0233) 282414
???? Email: [email protected]
???? Website: kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatProduktif #PengentasanKemiskinan #PemberdayaanMustahik #EkonomiUmat #KesejahteraanMasyarakat #Berzakat #ZakatBerkah #CintaZakat #Sedekah #IslamRahmatanLilAlamin #Majalengka #UntukIndonesia

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Peran Zakat dalam Membantu Korban Bencana dan Krisis Kemanusiaan

MAJALENGKA 26 Juni 2026 Zakat memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam maupun krisis kemanusiaan. Sebagai instrumen ekonomi syariah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat, zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat para penyintas, tetapi juga mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan sesuai syariat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik), termasuk korban bencana yang kehilangan tempat tinggal, sumber penghasilan, maupun akses terhadap kebutuhan dasar.

Zakat Menjadi Solusi dalam Situasi Darurat

Dalam setiap kejadian bencana, kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan. Bantuan berupa makanan, air bersih, layanan kesehatan, pakaian, tempat tinggal sementara, hingga perlengkapan pendidikan menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi.

Dana zakat yang dikelola BAZNAS dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan, di antaranya:

  • Bantuan tanggap darurat bagi korban bencana.
  • Distribusi logistik dan kebutuhan pokok.
  • Layanan kesehatan bagi penyintas.
  • Bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak.
  • Penyediaan hunian sementara.
  • Rehabilitasi fasilitas umum.
  • Program pemulihan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat pascabencana.

Melalui pendekatan tersebut, zakat tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Komitmen BAZNAS dalam Penanganan Bencana

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia, BAZNAS terus memperkuat berbagai program kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dengan mengedepankan prinsip amanah, transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Selain memenuhi kebutuhan mendesak, program-program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat agar mampu bangkit kembali setelah bencana.

Kolaborasi dengan pemerintah, relawan, berbagai lembaga, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat diterima secara cepat dan efektif oleh para penyintas.

Zakat sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Zakat mengajarkan nilai kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi rezeki dengan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah maupun kesulitan ekonomi.

Optimalisasi pengelolaan zakat menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis syariah, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang lebih tangguh terhadap berbagai risiko bencana dan krisis kemanusiaan.

Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui lembaga resmi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para mustahik di berbagai daerah.


Mari Tunaikan Zakat melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka

Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui:

Rekening Donasi:

  • Bank BJB: 0137402262100
  • Bank BRI: 004601002689569
  • Bank BSI: 7313997361
  • Bank Mandiri: 1340000833334
  • Bank BJB Syariah: 5190301001182

Informasi dan Layanan:

???? Website Sedekah:
https://kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah

???? Website Resmi:
https://kabmajalengka.baznas.go.id

???? Layanan Muzakki (WhatsApp): 0821-2416-9964

?? Telepon: (0233) 282414

 

???? Email: [email protected]

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNASMajalengka #BAZNASRI #Zakat #ZakatUntukBencana #BantuanKemanusiaan #KrisisKemanusiaan #PeduliSesama #BerbagiKebaikan #TanggapBencana #PemulihanPascabencana #Mustahik #Sedekah #Infak #IndonesiaPeduli

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
BAZNAS RI Buka Jalan Ikhtiar Mustahik Bekerja di Jepang, BAZNAS Majalengka Siap Tangkap Peluang untuk Wujudkan Majalengka Langkung Sae

Majalengka – Ikhtiar memuliakan mustahik melalui pemberdayaan ekonomi terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), BAZNAS RI menghadirkan Program Fasilitasi Magang ke Jepang, sebuah program yang membuka jalan bagi para mustahik memperoleh kesempatan bekerja secara profesional di berbagai perusahaan Jepang dengan penghasilan bersih mencapai Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan.

Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang diamanahkan oleh masyarakat tidak hanya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mengubah kehidupan mustahik menuju kemandirian ekonomi.

Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertajuk "Program Fasilitasi Magang ke Jepang Bersama BAZNAS RI dan Kemenaker" yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Indonesia, termasuk BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum, menjelaskan bahwa hingga Juli 2026 program tersebut telah menjangkau 166 penerima manfaat yang berasal dari 10 provinsi melalui delapan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Sebanyak 60 peserta di antaranya telah menjalani praktik kerja di berbagai perusahaan di Jepang pada sektor pengolahan plastik, pengerjaan logam, konstruksi, penataan dan pengepakan, hingga sektor industri lainnya.

"Mereka memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp8 juta hingga Rp20 juta per bulan, bergantung pada sektor pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja," ujar Farid.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi mustahik. Tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja bertaraf internasional, tetapi juga memberikan kesempatan memperoleh penghasilan yang layak sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Farid juga mendorong agar BAZNAS Daerah membangun sinergi bersama Dinas Ketenagakerjaan, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dunia usaha, serta berbagai mitra strategis agar program serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menegaskan bahwa kolaborasi BAZNAS dengan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penciptaan akses kerja yang berkelanjutan.

Menurutnya, setiap program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab.

"Intervensi BAZNAS melalui program ini diarahkan agar mustahik mampu keluar dari garis kemiskinan hingga pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki yang turut berkontribusi dalam membangun kesejahteraan umat," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh program BAZNAS dilaksanakan berdasarkan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka Siap Menyambut Peluang

Menanggapi keberhasilan program tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi atas inovasi pemberdayaan yang diinisiasi BAZNAS RI bersama Kemnaker RI.

Menurutnya, program tersebut menjadi inspirasi sekaligus peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari kalangan mustahik melalui jalur pelatihan vokasional dan penempatan kerja yang profesional.

"Bismillahirrahmanirrahim. Program fasilitasi kerja ke Jepang ini merupakan peluang besar yang harus kita sambut dengan penuh rasa syukur dan semangat ikhtiar. BAZNAS Kabupaten Majalengka siap mengambil bagian, bersinergi dengan BAZNAS RI, Pemerintah Daerah, Dinas Ketenagakerjaan, lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan agar putra-putri terbaik dari kalangan mustahik di Kabupaten Majalengka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mengangkat harkat ekonomi keluarganya," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia menambahkan bahwa hakikat zakat bukan sekadar membantu memenuhi kebutuhan sesaat, melainkan menjadi wasilah untuk membangun kemandirian umat sebagaimana tujuan syariat dalam mewujudkan kemaslahatan.

"Kami meyakini bahwa zakat yang dikelola secara amanah akan melahirkan mustahik yang berdaya, mandiri, dan insya Allah kelak menjadi muzaki. Inilah cita-cita besar BAZNAS, menghadirkan keberkahan zakat yang mampu mengubah kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Majalengka akan berupaya menangkap peluang ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama memajukan Kabupaten Majalengka agar semakin Langkung Sae—masyarakatnya lebih sejahtera, lebih produktif, lebih berdaya saing, serta memperoleh keberkahan hidup di bawah ridha Allah SWT."

H. Agus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong melalui zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial yang mampu melahirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, ketika zakat dikelola secara profesional dan tepat sasaran, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga menjadi investasi sosial yang memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan mempercepat terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat.

Program fasilitasi kerja ke Jepang menjadi salah satu contoh nyata bagaimana zakat mampu menghadirkan harapan baru bagi mustahik. Melalui peningkatan kompetensi, akses pekerjaan yang layak, dan pendapatan yang lebih baik, diharapkan semakin banyak keluarga mustahik yang dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan menjadi pribadi yang mandiri.

Semoga ikhtiar kolaboratif antara BAZNAS RI, pemerintah, dunia usaha, serta BAZNAS di seluruh Indonesia senantiasa mendapat pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen kebangkitan ekonomi umat, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan Indonesia yang semakin maju, berkeadilan, dan penuh keberkahan.

"Khairunnas anfa'uhum linnas" — Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #MagangJepang #Kemnaker #PemberdayaanMustahik #PendayagunaanZakat #ZakatUntukIndonesia #MustahikBerdaya #IndonesiaMakmur

26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Harumkan Jawa Barat di Forum Pelajar Indonesia 2026

26 Juli 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) berhasil lolos seleksi nasional dan dipercaya menjadi wakil Provinsi Jawa Barat pada ajang Forum Pelajar Indonesia (FOR) ke-14 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 5–8 Agustus 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pendidikan BAZNAS mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional.

Ketiga santri tersebut adalah Muhammad Azriel Abqori (kelas X), Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu (kelas XII). Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi nasional yang diikuti ribuan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, hingga akhirnya masuk dalam jajaran 150 pelajar SMA, SMK, dan MA terbaik yang akan mengikuti forum bergengsi tersebut.

Forum Pelajar Indonesia merupakan wadah pengembangan kepemimpinan generasi muda yang mempertemukan pelajar-pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan solusi atas berbagai isu strategis di bidang pendidikan, perlindungan anak, dan pembangunan sumber daya manusia.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri Sekolah Cendekia BAZNAS.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sinergi antara kerja keras para santri, dedikasi para pendidik, serta dukungan para muzaki yang mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Terpilihnya tiga santri Sekolah Cendekia BAZNAS sebagai wakil Jawa Barat merupakan kebanggaan bagi BAZNAS. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri SCB memiliki kemampuan akademik, kepemimpinan, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional," ujar Idy.

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam mendayagunakan dana zakat secara produktif. Melalui Sekolah Cendekia BAZNAS, BAZNAS terus berupaya mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara intelektual, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraih para santri Sekolah Cendekia BAZNAS tersebut.

"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada ananda Muhammad Azriel Abqori, Dini Qurrota Aini, dan Reymario Randhy Pangestu yang telah mengharumkan nama Sekolah Cendekia BAZNAS dan Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional. Semoga kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta menjadi generasi muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama," ujar H. Agus Asri Sabana.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, khususnya generasi muda di Kabupaten Majalengka, agar terus semangat belajar, berprestasi, serta memanfaatkan setiap peluang pengembangan diri yang tersedia.

"BAZNAS meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada pendidikan. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan produktif, kami berharap semakin banyak lahir generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing yang kelak menjadi pemimpin masa depan Indonesia," tambahnya.

Keikutsertaan para santri dalam Forum Pelajar Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk memperluas jejaring nasional, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkaya pengalaman dalam merancang berbagai solusi terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen BAZNAS dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat di bidang pendidikan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan umat. Dukungan masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada BAZNAS telah menjadi bagian penting dalam melahirkan generasi berprestasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.


#BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASMajalengka #SekolahCendekiaBAZNAS #ForumPelajarIndonesia #SantriBerprestasi #Pendidikan #ZakatUntukPendidikan #GenerasiEmasIndonesia #JawaBarat #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka
26/07/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I.

Berita Terbaru

Sinergi Membangun Pendidikan, BAZNAS Majalengka Hadiri KONKERKAB I PGRI Kabupaten Majalengka
Sinergi Membangun Pendidikan, BAZNAS Majalengka Hadiri KONKERKAB I PGRI Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA BAZNAS Kabupaten Majalengka menghadiri kegiatan Konferensi Kerja Kabupaten (KONKERKAB) I PGRI Kabupaten Majalengka yang digelar pada Jumat, 24 April 2026. Acara yang bertempat di Gedung Aula PGRI Kabupaten Majalengka ini mengusung tema besar “PGRI Penggerak Inovasi dan Kreativitas Menuju Majalengka Langkung SAE”. Hadir mewakili pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Wakil Ketua IV, Drs. H. Idi Purnama, M.M., bergabung bersama jajaran tokoh penting daerah, di antaranya Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Kepala Dinas Pendidikan, Kabag BKPSDM, Ketua PGRI Kabupaten Majalengka, serta Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi untuk Kemanfaatan Luas Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Majalengka mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari BAZNAS terhadap berbagai program PGRI. Kehadiran BAZNAS dalam forum strategis ini dipandang sebagai simbol energi kolaboratif yang mempertegas bahwa kiprah PGRI tidak hanya terbatas pada internal organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi terletak pada jejaringnya. "Kita tidak akan besar jika merasa bisa sendiri, namun insyaAllah kita akan besar jika kita berkolaborasi," ujarnya. Arahan Bupati Majalengka Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., saat membuka acara secara resmi, menyampaikan arahannya mengenai pilar organisasi yang kuat. Beliau menekankan pentingnya sarana penunjang, program kerja yang terukur, SDM yang mumpuni, serta dukungan anggaran yang efektif. Lebih lanjut, Bupati berharap PGRI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal visi Majalengka Langkung SAE, khususnya pada sektor peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Sindangkasih. Komitmen BAZNAS dalam Bidang Pendidikan Melalui kehadiran di KONKERKAB I ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan organisasi profesi seperti PGRI. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung program-program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola untuk mewujudkan Majalengka yang lebih maju dan sejahtera. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #PGRIMajalengka #KolaborasiKebaikan #ZakatUntukPendidikan #KonkerkabIPGRI #MajalengkaSejahtera
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Kolaborasi Program Prioritas Presiden Bersama Mensos RI di GGM Talaga Manggung
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Kolaborasi Program Prioritas Presiden Bersama Mensos RI di GGM Talaga Manggung
MAJALENGKA, BAZNAS Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri kegiatan strategis bertajuk "Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Majalengka". Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Talaga Manggung pada Jumat sore, 24 April 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Ibu Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Apresiasi Sekolah Rakyat dan Kemandirian Ekonomi Acara dibuka dengan penampilan memukau paduan suara siswa-siswi Sekolah Rakyat Majalengka yang menunjukkan metode pengajaran inovatif. Dalam sambutannya, Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. "Kami sangat berterima kasih karena Majalengka terpilih sebagai lokasi Sekolah Rakyat Rintisan dari 164 sekolah di seluruh Indonesia. Ini adalah wujud nyata perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM di daerah kita," ujar Bupati Eman. Transformasi Data dan Labelisasi Penerima Bansos Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah berani Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mengentaskan kemiskinan, salah satunya melalui program labelisasi rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sempat viral. Langkah ini dinilai efektif mendorong graduasi mandiri bagi masyarakat yang sudah mampu. Gus Ipul juga menekankan pentingnya akurasi data melalui Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan bantuan sosial sangat bergantung pada dedikasi operator data di tingkat desa. "Bantuan sosial harus tepat sasaran agar keluarga penerima bisa 'naik kelas'. Inilah tugas kita bersama untuk memastikan tidak ada lagi the invisible people atau warga membutuhkan yang luput dari pendataan," tegas Mensos. Tinjau SRMP 34 Majalengka Usai kegiatan di GGM, rombongan bertolak meninjau Sekolah Rakyat Majalengka (SRMP 34). Di sana, Gus Ipul menyaksikan perubahan karakter siswa yang lebih disiplin dan percaya diri. Selain berdialog dengan siswa seperti Zeni Indriyani dan Muhammad Rega Ardiansyah, rombongan juga menyaksikan simulasi pembelajaran matematika berbahasa Inggris serta pidato dalam bahasa Arab dan Inggris. Peran BAZNAS dalam Kolaborasi Program Kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam acara ini menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Pusat. Sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Majalengka siap mendukung penguatan data kemiskinan dan program pemberdayaan ekonomi guna mewujudkan masyarakat Majalengka yang lebih mandiri dan sejahtera. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KemensosRI #GusIpul #SekolahRakyat #PemberdayaanEkonomi #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaBertaqwa
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah: Belajar dari Kesedihan Rasulullah SAW
Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah: Belajar dari Kesedihan Rasulullah SAW
MAJALENGKA, BAZNAS – Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Muhammad SAW pernah merasakan duka yang sangat mendalam. Sebuah fragmen sejarah yang menggetarkan jiwa terjadi saat paman beliau, Abu Thalib, berpulang ke hadirat Ilahi. Sosok yang menjadi tameng dan pelindung dakwah Nabi sejak kecil itu wafat tanpa sempat mengucapkan kalimat tauhid di penghujung usianya. Kesedihan Nabi bukan tanpa alasan. Sebagai manusia terbaik, beliau telah mengupayakan segala daya dan bujukan agar orang terkasihnya meraih keselamatan hakiki di akhirat. Namun, takdir berkata lain. Peristiwa ini menjadi momentum turunnya penghibur lara dari Allah SWT melalui lisan firman-Nya: “Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya...” (QS. Al-Qashash: 56). Makna di Balik Ketetapan Ilahi Ayat ini bukan sekadar pelipur lara bagi Rasulullah, melainkan pelajaran bagi seluruh umat manusia, khususnya bagi kita di Kabupaten Majalengka. Hikmah dari kisah ini mengajarkan bahwa tugas manusia hanyalah berikhtiar dan bekerja secara maksimal, sementara hasil akhir sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah Yang Maha Bijak. Dalam konteks kehidupan sosial dan beragama, seringkali manusia merasa frustrasi ketika realitas tidak sejalan dengan ekspektasi. Orang yang jauh dari agama cenderung menyalahkan keadaan, bahkan mempertanyakan takdir saat rencana hebatnya gagal di tengah jalan. Namun bagi seorang Mukmin yang berilmu, setiap ketetapan Allah—baik pahit maupun manis—adalah warna-warni pelangi yang membangun keindahan jiwa. Zakat sebagai Manifestasi Tawakal dan Syukur Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam berbagai kesempatan senantiasa menekankan bahwa pengabdian melalui zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk nyata dari pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Sang Khalik. "Kita berusaha mengentaskan kemiskinan dan membantu sesama di Majalengka dengan ilmu dan kompetensi yang kita miliki. Namun, kita tetap bersujud dan memohon hidayah serta keberkahan dari Allah agar setiap ikhtiar kita membuahkan kemaslahatan bagi umat," tuturnya. Belajar dari Imam Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim, jangan sampai ilmu yang kita kejar justru membuat kita haus akan ego dan merasa paling benar. Ilmu seharusnya membawa kita pada sifat sabar saat diuji dan syukur saat diberi kelimpahan. Kesimpulan: Menjadi Mukmin yang Beruntung Sesuai pesan Rasulullah SAW, seorang Mukmin adalah pribadi yang paling beruntung. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, dan jika ditimpa kesulitan ia bersabar. Keduanya menjadi ladang pahala yang tak terputus. Mari kita jadikan setiap dinamika kehidupan di Kabupaten Majalengka ini sebagai sarana untuk memperkuat iman. Sebagaimana pelangi yang hanya muncul setelah hujan, kebahagiaan sejati hanya akan lahir setelah kita melewati berbagai ujian dengan penuh ketaatan kepada Allah SWT. #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #Hidayah #MajalengkaLangkungSae
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ilmu, Harta, dan Senjata sang Pendekar: Mengapa Beraksi Lebih Utama daripada Sekadar Memiliki?
Ilmu, Harta, dan Senjata sang Pendekar: Mengapa Beraksi Lebih Utama daripada Sekadar Memiliki?
MAJALENGKA – Dalam kitab legendarisnya, Ayyuhal Walad, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali memberikan sebuah perumpamaan yang sangat mendalam bagi kita semua. Beliau mengisahkan seorang pendekar yang ahli bela diri, lengkap dengan persenjataan di sekujur tubuhnya, namun hanya terpaku mematung saat dikepung kawanan binatang buas di tengah hutan. Pertanyaannya: Apa gunanya ilmu dan senjata sang pendekar jika tidak digunakan untuk membela diri? Narasi ini menjadi pengingat tajam bagi kita dalam menjalani kehidupan, baik dalam konteks menuntut ilmu maupun dalam mengelola harta kekayaan. Ilmu Tanpa Amal: Pohon Tanpa Buah Seringkali kita terjebak pada ambisi mengumpulkan gelar, wawasan, dan teori, namun lupa pada esensi utamanya: Penerapan. Sebuah pepatah Arab masyhur menyebutkan: “Al-ilmu bi la amalin ka syajaratin bi la tsimar.” (Ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tidak berbuah). Ilmu sejatinya hanyalah perantara (wasilah), bukan tujuan akhir. Jika seseorang merasa cukup hanya dengan memiliki ilmu tanpa pernah memanfaatkannya untuk kemaslahatan sesama, maka kerja kerasnya mengejar ilmu tersebut nyaris kehilangan makna. Bukti nyata dari manfaat ilmu adalah lahirnya kepedulian dan kepekaan sosial. Harta dan Potensi: Koleksi atau Kontribusi? Analogi "pendekar yang mematung" juga berlaku bagi pemilik harta. Dalam pandangan Al-Qur'an, manusia yang hanya memikirkan kepuasan pribadi—urusan perut dan kesenangan duniawi semata—diserupakan dengan binatang ternak. Mereka merasa segala pencapaian adalah mutlak karena kerja keras sendiri tanpa ada tanggung jawab sosial di dalamnya. Bagi orang beriman, fitrah manusia adalah hidup berjamaah dalam bingkai ukhuwah imaniah. Kita belajar dari para sahabat Rasulullah SAW: Abu Hurairah RA: Tidak memiliki harta, namun namanya abadi karena dedikasi ilmunya. Abdurrahman bin Auf RA: Kekayaannya melimpah, namun ia gunakan sebagai "senjata" untuk dakwah, jihad, dan jaminan sosial. Amru bin Jamuh & Abdullah bin Ummi Maktum RA: Meski memiliki keterbatasan fisik, mereka menorehkan prestasi melalui pengabdian yang nyata. Menebar Manfaat Melalui Zakat dan Sedekah Di Kabupaten Majalengka, spirit "pendekar yang beraksi" inilah yang ingin kita bangun bersama. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai wadah bagi para "pendekar" masa kini—yakni para muzaki dan munfik—agar ilmu dan harta yang dimiliki tidak hanya menjadi koleksi yang dipamerkan, melainkan senjata yang digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan menolong sesama. Takaran kemuliaan manusia tidak dilihat dari apa yang ia tumpuk, melainkan dari kadar iman dan kemanfaatannya bagi orang lain. Mari kita fungsikan "senjata" kita. Jangan biarkan ilmu dan harta kita membeku tanpa makna. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berkah. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #ImamAlGhazali #InspirasiIslami #MajalengkaLangkungSae #AmalNyata #ZakatPilihanPertama
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menemukan Solusi di Balik Kalam Ilahi: Al-Qur’an sebagai Sumber Motivasi dan Penawar Jiwa
Menemukan Solusi di Balik Kalam Ilahi: Al-Qur’an sebagai Sumber Motivasi dan Penawar Jiwa
MAJALENGKA Dalam mengarungi samudera kehidupan, manusia seringkali dihadapkan pada badai persoalan yang seolah tak kunjung usai. Bagi sebagian masyarakat modern, kebahagiaan terasa seperti bayang-bayang yang sulit digapai. Dada terasa sesak, pikiran kalut, dan masalah datang bertubi-tubi layaknya bola salju yang kian membesar. Namun, di tengah keputusasaan tersebut, seringkali kita lupa bahwa ada satu sumber kekuatan yang tak tertandingi: Al-Qur’anul Karim. Lebih dari Sekadar Kata Motivasi Banyak manusia mencari ketenangan melalui buku-buku pengembangan diri atau pelatihan motivasi yang menjanjikan kesuksesan instan. Namun, Al-Qur’an menawarkan sesuatu yang jauh melampaui itu. Ia bukan sekadar deretan kata penyemangat, melainkan Kalam Ilahi yang berisi janji pasti dan solusi mumpuni bagi setiap persoalan hamba-Nya. Sejak diturunkan 1400 tahun silam hingga sangkakala ditiup kelak, mukjizat Al-Qur’an tetap abadi. Kehebatannya dalam menyentuh relung jiwa tidak akan pernah bisa ditandingi oleh karya manusia manapun. Kisah Nabi Yusuf: Pelajaran Tentang Harapan dan Tawakal Al-Qur’an dipenuhi dengan lembar sejarah yang sarat inspirasi. Salah satu yang paling menggetarkan hati adalah kisah Nabi Yusuf AS. Bayangkan seorang anak kecil yang dibuang ke dalam sumur tua yang dalam, sempit, dan gelap di tengah padang pasir oleh saudara-saudaranya sendiri. Secara logika manusia, mungkin tidak ada jalan keluar. Namun, Yusuf AS memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh mereka yang berputus asa: Iman dan Ilmu. Ilmu: Keyakinan yang diajarkan ayahnya, Nabi Ya’qub AS, bahwa Allah SWT selalu membersamai hamba-Nya. Solusi: Tawakal yang total dan doa yang tak putus. Hasilnya? Allah menggerakkan hati rombongan musafir untuk menurunkan timba ke sumur tersebut. Sebuah skenario langit yang membuktikan bahwa di balik kesulitan yang menghimpit, selalu ada jalan keluar yang terang benderang bagi mereka yang yakin. Mengapa Pertolongan Terasa Jauh? Seringkali muncul gugatan dalam hati ketika ujian datang: "Dimana pertolongan Allah?". Tanpa disadari, rupanya kita sendirilah yang menjauhi sumber pertolongan itu. Mushaf yang Berdebu: Al-Qur’an hanya tersimpan di lemari tanpa pernah dibuka, apalagi dipelajari maknanya. Haus Duniawi: Sibuk mengejar harta dan jabatan namun mengabaikan urusan agama. Ibarat meminum air laut, semakin dikejar, semakin haus pula jiwa ini. Lalai Shalat: Padahal shalat adalah sarana komunikasi paling efektif untuk mengadukan setiap beban hidup kepada Sang Pencipta. Kesimpulan: Kembali ke Cahaya Al-Qur’an BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Bahwa sabar yang disertai iman niscaya sanggup menyelesaikan masalah. Ilmu yang berkah bukan sekadar teori di kepala, melainkan keyakinan yang menghujam di dada. Jangan biarkan jiwa kering dan fisik letih hanya untuk mengejar fatamorgana dunia. Mari hiasi hari-hari dengan tilawah, tadabbur, dan amal shaleh. Karena sungguh, Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersandar pada-Nya. Zakat, Infak, dan Sedekah adalah salah satu bentuk syukur dan pengamalan isi Al-Qur’an. Salurkan kepedulian Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu sesama yang membutuhkan. #BAZNASMajalengka #AlQuranMotivasi #InspirasiIslam #KisahNabiYusuf #SolusiHidup #Tawakal #ZakatMensejahterakan #MajalengkaReligius
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengobati Sariawan Hati: Menemukan Kembali Kelezatan Berislam
Mengobati Sariawan Hati: Menemukan Kembali Kelezatan Berislam
MAJALENGKA Makanan dan minuman selezat apa pun tidak akan bisa dinikmati jika mulut dipenuhi luka sariawan. Alih-alih merasakan kelezatan, setiap suapan justru menjadi siksaan yang menyakitkan. Begitulah perumpamaan lezatnya sajian syariat Islam; ia tidak mungkin dinikmati oleh hati yang sedang mengalami ‘sariawan’. Hati yang dilanda sariawan spiritual akan merasakan setiap aturan Allah sebagai beban. Larangan-Nya dianggap sebagai tembok penjara, sementara perintah-Nya seperti beban berat yang mematahkan punggung. Larangan mengumbar aurat dinilai sebagai penindasan, dan shalat lima waktu dianggap sebagai gangguan di tengah kesibukan harian yang menggunung. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mengutip naskah dari kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, zahid termasyhur Sahl al-Tustari (w. 283 H) memberikan empat resep utama untuk mencapai hakikat iman dan menyembuhkan "sariawan hati" tersebut: 1. Melaksanakan yang Fardhu Sesuai Sunnah Kewajiban dalam Islam sebenarnya telah ditakar sedemikian tepat agar tidak memberatkan (QS. Al-A’raf: 157). Ibadah menjadi berat biasanya karena kesalahan praktik, seperti menunda-nunda waktu atau terjebak dalam rasa was-was (ekstrem dalam bersuci/niat). Cobalah shalat tepat waktu, dan rasakan betapa lapangnya waktu setelahnya untuk aktivitas lain. 2. Bersikap Wara’ dalam Konsumsi Wara’ adalah sikap hati-hati menjaga diri dari yang syubhat (samar) agar tidak terjatuh pada yang haram. Makanan haram, baik dari zat maupun cara mendapatkannya, akan membuat organ tubuh "memberontak" saat diajak menaati Allah. Sahl al-Tustari berpesan: "Siapa memakan yang haram niscaya organ-organ tubuhnya akan bermaksiat, entah dia mau atau tidak." 3. Menjauhi Maksiat Lahir dan Batin Di era gempuran informasi dan visual saat ini, menjaga mata dan hati dari kemaksiatan menjadi tantangan besar. Namun, sebagai Muslim yang hidup di zaman ini, kita dituntut berjuang semaksimal mungkin menjalankan amar ma’ruf nahi munkar serta memohon perlindungan Allah dari godaan yang merusak keimanan. 4. Sabar Hingga Akhir Hayat Sabar adalah bekal hidup yang paling melimpah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada karunia yang lebih baik dan lebih lapang bagi seseorang selain kesabaran. Konsistensi dalam berislam memerlukan nafas panjang kesabaran sampai maut menjemput. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali membenahi cara berislam kita. Dengan hati yang sehat, setiap amal ibadah—termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah—tidak akan lagi terasa sebagai beban, melainkan sebuah kenikmatan dan kebutuhan rohani yang menyejukkan. Semoga Allah SWT menyembuhkan hati-hati kita yang sedang "sariawan" dan membimbing kita menuju keistiqomahan. #BAZNASMajalengka #SariawanHati #TausiyahIslam #ZakatMenyucikanHati #MajalengkaLangkungSae #HikmahIslam #SahlAlTustari
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Perantara Langit Melalui Kebaikan untuk Sesama
Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Perantara Langit Melalui Kebaikan untuk Sesama
MAJALENGKA Demi terkabulnya sebuah doa dan pengharapan, manusia terkadang bersedia melakukan apa saja. Ada yang menempuh jalan lurus sesuai syariat, namun tidak sedikit yang tanpa sadar justru terjerumus dalam praktik-praktik yang mendekati kemaksiatan karena desakan hajat yang tinggi. Fenomena ini sering kita jumpai. Ada yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendatangi makam-makam, melarung sesaji ke sungai, hingga menyerahkan "mahar" kepada oknum-oknum tertentu dengan harapan keinginan mereka lekas terkabul. Padahal, urusan doa adalah perkara gaib yang mutlak menjadi hak prerogatif Allah SWT. Faktor Kebersihan Jiwa dan Rasa Percaya Diri Terkabulnya doa ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu yang terpenting adalah sosok yang berdoa—terkait kebersihan jiwanya, ketaatannya, serta kedekatannya dengan Allah SWT. Seringkali, seseorang merasa kurang percaya diri dengan kualitas ibadahnya sehingga mereka mencari perantara (wasilah). Namun, berhati-hatilah, sebab wasilah ada yang bersifat syar’i dan ada pula yang dilarang. Meminta kepada mereka yang telah wafat, bahkan kepada para Nabi sekalipun saat ini, tentu tidak relevan karena mereka telah menyelesaikan tugas dunianya. Strategi Langit: Melibatkan Doa Malaikat Jika kita merasa membutuhkan perantara yang pasti dekat dengan Allah dan terjamin kemaksumannya, syariat sebenarnya telah menunjukkan jalannya. Perantara itu adalah para Malaikat. Pertanyaannya, bagaimana cara agar Malaikat mendoakan kita? Jawabannya ada pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah ? bersabda: “Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu pasti dikabulkan (mustajabah). Di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang dikirim mendampinginya. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang mendampinginya itu akan berkata: Aamiin (ya Allah, kabulkanlah!), dan untukmu hal yang serupa.” Mendoakan Orang Lain adalah Cara Menolong Diri Sendiri Inilah rahasia besar dalam berdoa. Ketika Anda mendoakan agar rekan Anda mendapatkan kelaparan rezeki, kesehatan, atau kelancaran urusan tanpa ia ketahui, maka makhluk yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah—yakni Malaikat—akan mengaminkan doa tersebut untuk Anda. Secara logika spiritual, mendoakan orang lain adalah cara tercepat untuk mendapatkan bantuan langit. Anda mendoakan manusia biasa, namun Anda sendiri didoakan oleh penghuni langit. Penutup: Syukuri dan Berbagi Di BAZNAS Kabupaten Majalengka, kami meyakini bahwa salah satu bentuk mendoakan saudara adalah melalui kepedulian nyata. Dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah, kita secara tidak langsung mendoakan kesejahteraan para mustahik. Doa tulus dari mereka yang terbantu, ditambah kesaksian para malaikat atas kebaikan Anda, adalah kunci pembuka pintu-pintu langit. Mari kita biasakan mendoakan kebaikan bagi sesama muslim tanpa perlu mereka ketahui. Karena dengan mengangkat derajat saudara kita dalam doa, Allah akan mengangkat derajat kita melalui lisan para malaikat-Nya. Sumber: Redaksi BAZNAS Kabupaten Majalengka #BAZNAS #Majalengka #ZakatMensejahterakan #ThePowerOfDoa #MalaikatMendoakan #SpiritualitasIslam #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaknai Kebodohan dan Adab Menghadapinya Menurut Al-Qur'an
Memaknai Kebodohan dan Adab Menghadapinya Menurut Al-Qur'an
MAJALENGKA Seringkali kita menyempitkan makna "bodoh" hanya sebatas kurangnya pendidikan formal. Namun, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meski bodoh berarti tidak memiliki pengetahuan, realitas kehidupan menunjukkan dimensi yang lebih luas. Kebodohan sejati tidak selalu berkorelasi dengan ijazah atau gelar akademik. Seorang yang bergelar Doktor sekalipun dapat terjebak dalam "kebodohan" jika ia kehilangan attitude (perilaku) dan akhlak yang mulia. Kebodohan dalam Perspektif Al-Qur'an Kebodohan erat kaitannya dengan penolakan terhadap kebenaran dan keengganan berbuat ma’ruf (kebajikan). Allah SWT memberikan panduan yang jelas dalam menghadapi fenomena ini melalui Surat Al-A’raf ayat 199: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan. Pertama, orang baik yang harus kita terima kebajikannya tanpa membebani mereka. Kedua, orang yang buruk (cenderung pada kebodohan), yang harus kita ajak pada kebaikan. Namun, jika mereka tetap membangkang dan tenggelam dalam kesesatannya, maka perintah Allah sangat tegas: Berpalinglah. Berpaling di sini bukan berarti memusuhi, melainkan menjaga diri agar tidak terjebak dalam perdebatan yang sia-sia. Sebagaimana dijelaskan Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar dalam Zubdatut Tafsir, kita dilarang membalas kebodohan mereka dengan cara yang sama (mencela atau menghina kembali). Karakteristik "Orang Bodoh" di Era Modern Dalam kehidupan bersosial, orang yang "bodoh" secara spiritual dan etika seringkali menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: Enggan Berbuat Ma'ruf: Lebih condong pada hal-hal munkar. Gemar Mengganggu: Suka menghina, mengejek, memfitnah, dan memancing permusuhan. Merasa Paling Tahu: Seringkali sok tahu padahal hanya memahami permukaan masalah, sehingga jawabannya berputar-putar saat ditanya lebih dalam. Resep Menghadapi Kebodohan Tafsir As-Sa’di memberikan panduan praktis bagi kita dalam berinteraksi dengan lingkungan: Jangan Membebani: Terimalah orang lain apa adanya dan jangan menuntut sesuatu di luar tabiat mereka. Rendah Hati: Jangan menyombongkan diri kepada siapa pun, baik karena usia, ilmu, maupun status ekonomi. Tetap Berbuat Baik: Jika disakiti, jangan membalas dengan rasa sakit. Jika dizhalimi, tetaplah berlaku adil. Menanyakan Ilmu Sebagai Obat Rasulullah ? memberikan solusi bagi kita agar terhindar dari penyakit ketidaktahuan. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, beliau bersabda: “Tidakkah mereka bertanya jika tidak mengetahui (hukumnya), sesungguhnya tiada lain obat penyakit bodoh adalah bertanya.” BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan literasi, baik literasi agama maupun sosial. Mari kita penuhi ruang kehidupan kita dengan amal perbuatan yang ma’ruf dan menjaga lisan serta sikap dari sifat-sifat yang menjerumuskan kita pada kebodohan. Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dari penyakit hati dan kebodohan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Wallahu a’lam bish-shawab. Editor: Admin BAZNAS Majalengka Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa'di, Zubdatut Tafsir #BAZNAS #BAZNASMajalengka #Zakat #Infaq #Sedekah #KajianIslam #AkhlakMulia #LiterasiDakwah #MajalengkaReligius
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Idul Qurban 1447 H: Muhasabah Diri dan Komitmen Membangun Peradaban Zakat di Majalengka
Refleksi Idul Qurban 1447 H: Muhasabah Diri dan Komitmen Membangun Peradaban Zakat di Majalengka
MAJALENGKA Menjelang peringatan Hari Raya Idul Qurban 1447 H yang tinggal menghitung hari, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sejenak berhenti dari rutinitas dan melakukan muhasabah (evaluasi diri). Melalui untaian kalimat thoyyibah—Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Hauqalah—kita diajak merenungkan sejauh mana peran kita sebagai hamba Allah ('Abdullah) dan pemakmur bumi (Khalifah fil Ardh) telah dijalankan dengan amanah untuk mewujudkan Majalengka yang jauh lebih baik. 1. Tasbih: Menyucikan Diri dari Debu Digital dan Kealpaan Mengucapkan Subhanallah adalah pengakuan akan kesucian Allah sekaligus tamparan bagi kotornya diri kita. Di era digital ini, menjaga anggota tubuh menjadi tantangan besar. Telinga sering kali lebih peka terhadap ghibah daripada firman-Nya; mata lebih asyik memandang hal sia-sia daripada ayat kauniyah; dan jari-jemari lebih lincah mengetik narasi kebencian daripada bertasbih atau menyebarkan pesan infaq. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-An’am: 46, kita diingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati adalah pinjaman yang bisa dicabut kapan saja. Sudahkah tangan kita hari ini dikelola untuk berinfaq melalui lembaga resmi guna membantu sesama? 2. Tahmid dan Tahlil: Syukur atas Karunia dan Keteguhan Iman Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah. BAZNAS Majalengka menekankan pentingnya mensyukuri keberadaan orang-orang di sekitar kita sebagai anugerah, bukan rival. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak mensyukuri manusia, maka ia tidak mensyukuri Allah." Implementasi syukur yang paling nyata adalah dengan berbagi. Dengan Tahlil (Laa ilaha illallah), kita memurnikan niat bahwa segala amal sosial dan zakat yang kita tunaikan semata-mata demi menggapai ridha-Nya. 3. Takbir dan Hauqalah: Menyadari Kekecilan Diri Allahu Akbar, kita sangatlah kecil. Harta, pangkat, dan ilmu kita tidak lebih dari sebutir kelereng di tanah lapang jagat raya. Dengan Hauqalah (La haula wa laa quwwata illa billah), kita menyadari bahwa BAZNAS tidak akan mampu mengentaskan kemiskinan di Majalengka tanpa pertolongan Allah dan dukungan nyata dari para muzakki (pembayar zakat). 4. Membangun Negeri: Belajar dari Tragedi Kaum Saba’ Indonesia, khususnya Majalengka yang subur, sering disebut sebagai "sepenggal surga di bumi". Namun, sejarah kaum Saba’ dalam QS. Saba: 15-19 memberikan peringatan keras. Negeri yang makmur hancur seketika hanya karena penduduknya kufur nikmat dan terpecah belah. Pelajaran penting untuk kemajuan daerah: Jangan Menjadi Manusia Instan: Kesuksesan peradaban dan daerah butuh proses konstan, bukan "bim salabim". Membangun Jiwa dan Raga: Pembangunan fisik harus selaras dengan pembangunan mental-spiritual penduduknya. Jangan Merusak: Jika belum sanggup membangun, setidaknya jangan menjadi perusak melalui perilaku koruptif atau destruktif. 5. Menjaga Kebun Dunia dari Bendera Iblis Dunia ini ibarat kebun yang dihiasi lima hal: ilmu ulama, keadilan pemimpin, ibadah hamba, amanah pedagang, dan profesionalisme pekerja. Namun, Iblis selalu berusaha menanamkan "bendera" tandingan berupa hasad, kezaliman, riya, khianat, dan pembangkangan. Zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS adalah instrumen nyata untuk mencabut "bendera khianat" dalam harta kita dan menggantinya dengan keberkahan yang membuat tatanan sosial kita menjadi Langkung Sae. Penutup: Apa yang Sudah dan Belum Kita Raih? Menyongsong Idul Qurban 1447 H, mari kita bertanya pada diri sendiri: Berapa banyak prestasi (amal shalih) yang akan kita wariskan untuk generasi pelanjut? BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi mitra dalam mewujudkan visi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur di Bumi Sindangkasih. Jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun, karena akumulasi aura positiflah yang akan membawa perubahan besar bagi kemajuan bangsa. Selamat menyambut Idul Qurban 1447 H. #BAZNASMajalengka #IdulQurban1447H #Muhasabah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #BaldatunThayyibatun #KajianIslam #Majalengka
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menakar Bekal Hari Esok: Membedah Pesan Muhasabah dalam Surah Al-Hasyr Ayat 18
Menakar Bekal Hari Esok: Membedah Pesan Muhasabah dalam Surah Al-Hasyr Ayat 18
Pernahkah kita sejenak berhenti dari hiruk-pikuk urusan dunia untuk bertanya pada diri sendiri: "Apa yang sudah saya siapkan untuk hari esok?" Pertanyaan ini bukanlah tentang tabungan pensiun atau investasi properti, melainkan tentang hakikat bekal yang akan kita bawa menghadap Sang Khalik. Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 18, Allah SWT memberikan peringatan yang sangat indah sekaligus tegas bagi orang-orang yang beriman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini mengandung filosofi mendalam tentang manajemen spiritual yang harus dimiliki setiap muslim. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu kita renungkan bersama: 1. Taqwa: Perintah yang Tak Boleh Main-Main Jika kita perhatikan, perintah bertaqwa dalam ayat ini disebut sebanyak dua kali. Dalam kaidah bahasa, pengulangan ini menunjukkan betapa pentingnya perkara tersebut. Allah mengingatkan agar kita tidak "main-main" dengan ketaqwaan. Taqwa harus hadir dalam setiap helaan napas, baik saat kita berada di tengah keramaian maupun saat sunyi sendiri. 2. Seni Memperhatikan Amal (Nadhor) Menariknya, Allah menggunakan kata Faltandhur (hendaklah memperhatikan). Secara etimologi, nadhor bukan sekadar melihat sekilas, melainkan memperhatikan dengan seksama, teliti, dan penuh minat. Ibarat seseorang yang meneliti keaslian uang dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang, begitulah seharusnya kita memperlakukan amal ibadah kita. Kita perlu memastikan: apakah zakat kita sudah tepat sasaran? Apakah sedekah kita murni karena Allah atau terselip riya? Apakah ibadah kita sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah? 3. Kematian adalah "Hari Esok" yang Terdekat Allah menggunakan kata Ghod (Besok) untuk menggambarkan hari kiamat atau akhirat. Ini adalah sebuah majas (kinayah) yang menunjukkan betapa dekatnya perpindahan dimensi dari dunia ke akhirat. Pintu pertama akhirat adalah kematian, dan kematian bisa datang kapan saja tanpa permisi. Menunda amal shalih sama saja dengan berangkat menempuh perjalanan jauh tanpa membawa bekal yang cukup. 4. Muhasabah sebagai Kunci Keselamatan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menekankan bahwa muhasabah harus menyentuh seluruh anggota badan—mata, telinga, mulut, hingga kaki. Kita harus bertanya, digunakan untuk apa semua nikmat ini? Sebagaimana pesan Umar bin Khattab RA, kita diminta untuk menghisab diri sendiri di dunia sebelum Allah menghisab kita di pengadilan-Nya yang maha adil. 5. Beramal dengan Landasan Ilmu Kita tidak mungkin bisa melakukan nadhor (pengamatan) terhadap amal jika tidak memiliki ilmunya. Oleh karena itu, ayat ini secara tersirat mengajak kita untuk terus menuntut ilmu. Mengetahui fiqh zakat, tata cara ibadah yang benar, dan adab-adab bermuamalah adalah syarat mutlak agar amal kita tidak sia-sia. Penutup Allah menutup ayat ini dengan peringatan bahwa Dia Maha Mengetahui atas segala yang kita kerjakan. Tidak ada yang tersembunyi. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas amal kita. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan, kita sedang menanam pohon yang buahnya akan kita petik di "hari esok" yang abadi. #BAZNASMajalengka #Muhasabah #Taqwa #AlHasyr18 #ZakatSesuaiSyariat #BekalAkhirat #IslamKaffah
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Diplomasi Langit Nabi Ibrahim: Kunci Keamanan Negeri dan Keberkahan Rezeki
Meneladani Diplomasi Langit Nabi Ibrahim: Kunci Keamanan Negeri dan Keberkahan Rezeki
MAJALENGKA, BAZNAS – Keimanan dan ketakwaan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang makmur dan aman. Salah satu figur sentral yang memberikan pelajaran abadi mengenai hal ini adalah Nabi Ibrahim as. Melalui kisah beliau yang diabadikan dalam Al-Qur'an, kita diajak merenungi bagaimana kaitan erat antara ketauhidan, keamanan wilayah, dan kelimpahan rezeki. 1. Tauhid sebagai Fondasi Rasa Aman Nabi Ibrahim as mengajarkan bahwa rasa aman suatu negeri berawal dari pemurnian tauhid. Dalam QS. Ibrahim ayat 35, beliau berdoa: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” Pesan ini sangat relevan bagi kita di Kabupaten Majalengka. Keamanan bukan sekadar urusan fisik, melainkan ketenangan batin yang lahir dari ketaatan kepada Sang Pencipta. Tanpa rasa aman, pembangunan ekonomi dan kesehatan akan sulit dicapai. 2. Menjaga Alam, Menghindari Kezaliman Kesyirikan dan mempertuhankan hawa nafsu adalah akar dari kerusakan di muka bumi (al-fasad). Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia...” Sebagai khalifah, kita bertanggung jawab menjaga ekosistem yang telah Allah titipkan. BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan, mengajak masyarakat untuk kembali ke jalan yang benar dengan menjaga keseimbangan alam dan menjauhi perilaku zalim yang merugikan sesama dan lingkungan. 3. Shalat dan Zakat sebagai Pintu Rezeki Dalam kesunyian lembah Bakkah yang gersang, Nabi Ibrahim tidak mengkhawatirkan sandang dan pangan. Beliau justru mengutamakan penegakan shalat bagi keturunannya (QS. Ibrahim: 37). Beliau meyakini bahwa jika hak Allah ditunaikan, maka Allah akan menggerakkan hati manusia dan mendatangkan rezeki dari berbagai penjuru. Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kita sedang menghidupkan ekosistem keberkahan. Sebagaimana janji Allah, rezeki tidak akan berkurang karena ibadah, justru akan bertambah dan barokah. 4. Muraqabatullah: Merasa Diawasi Allah Keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang nyata maupun tersembunyi (QS. Ibrahim: 38) melahirkan sifat Ihsan. Dalam konteks pengelolaan dana umat, sifat ini menjadi sangat krusial. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran zakat adalah bentuk implementasi dari rasa merasa diawasi oleh Allah SWT. 5. Syukur dan Istighfar Nabi Ibrahim menutup rangkaian kisahnya dengan rasa syukur atas anugerah keturunan di masa tua dan permohonan ampun (istighfar) bagi diri, orang tua, dan seluruh kaum mukminin. Semangat saling mendoakan dan membersihkan hati dari kedengkian adalah kunci ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Kesimpulan Kisah Nabi Ibrahim as adalah cetak biru bagi kita untuk membangun Majalengka yang lebih baik. Dengan memperkuat tauhid, mendirikan shalat, menjaga alam, dan peduli terhadap sesama melalui zakat, kita optimis Allah akan melimpahkan keberkahan dan keamanan bagi negeri kita. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan religius. Taggar: #BAZNAS #Majalengka #ZakatPilihanPalingTepat #HikmahNabiIbrahim #Tauhid #KeberkahanRezeki #MajalengkaLangkungSae #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Sinergi dan Akselerasi Program, BAZNAS Majalengka Dampingi Kunker Komisi IV DPRD ke Garut
Perkuat Sinergi dan Akselerasi Program, BAZNAS Majalengka Dampingi Kunker Komisi IV DPRD ke Garut
GARUT – Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan dan mempertajam efektivitas program pendayagunaan zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka melakukan kunjungan strategis ke BAZNAS Kabupaten Garut pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendampingi Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka. Kehadiran rombongan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran pimpinan dan struktural, di antaranya Wakil Ketua III, Kepala Pelaksana, Sekretaris, Kepala Divisi Keuangan, serta Kepala Divisi Humas dan Protokoler. Fokus pada Tata Kelola dan Inovasi Program Pertemuan yang berlangsung hangat di kantor BAZNAS Kabupaten Garut ini menjadi ruang diskusi mendalam mengenai berbagai aspek krusial dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Fokus utama pembahasan meliputi: Keamanan Regulasi: Memastikan seluruh tahapan pengelolaan zakat selaras dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Akuntabilitas & Transparansi: Penguatan sistem keuangan dan pelaporan agar kepercayaan muzaki tetap terjaga. Inovasi Pendayagunaan: Transformasi program bantuan agar tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berdampak jangka panjang bagi mustahik. "Kolaborasi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata kami untuk terus belajar dan mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) dari daerah lain. Kami ingin memastikan BAZNAS Majalengka semakin adaptif dan profesional dalam melayani umat," ujar H. Agus Asri Sabana. Sinergi Lintas Sektor Keterlibatan Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka dalam kunjungan ini menegaskan adanya dukungan legislatif yang kuat terhadap penguatan peran BAZNAS di tengah masyarakat. Sinergi antara amil (pengelola zakat) dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan zakat yang lebih masif dan terstruktur. Melalui sharing insight ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk mengimplementasikan gagasan-gagasan inovatif yang didapat guna meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Majalengka. Dengan semangat transparansi dan profesionalisme, BAZNAS Majalengka optimis dapat terus menjadi lembaga pilihan utama masyarakat dalam menunaikan kewajiban ZIS, demi mewujudkan kesejahteraan umat yang berkelanjutan. #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #SinergiKebaikan #KunjunganKerja #DPRDMajalengka #TataKelolaZakat #Garut #MajalengkaReligius #AmilProfesional #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hadir di MTs PUI Cikijing, BAZNAS Majalengka Targetkan Program SIGAP Berikan Manfaat Nyata bagi Sarana Pendidikan
Hadir di MTs PUI Cikijing, BAZNAS Majalengka Targetkan Program SIGAP Berikan Manfaat Nyata bagi Sarana Pendidikan
CIKIJING – BAZNAS Kabupaten Majalengka terus memperluas jangkauan edukasi filantropi melalui Program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli). Hari ini, Kamis (23/4/2026), sosialisasi program tersebut resmi dilaksanakan di MTs PUI Cikijing dengan menghadirkan Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail BAZNAS Majalengka, Iwan Setiawan, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian inovasi BAZNAS untuk menyasar lebih dari 300 sekolah di seluruh Kabupaten Majalengka, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP/MTs. Fokus Manfaat: Kembali ke Sekolah Dalam paparannya di hadapan civitas akademika MTs PUI Cikijing, Iwan Setiawan menekankan bahwa Program SIGAP memiliki skema yang sangat menguntungkan bagi lembaga pendidikan. Dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikelola melalui sektor pendidikan ini akan dikembalikan kepada pihak sekolah minimal enam bulan setelah program berjalan. "Program ini bukan sekadar menghimpun dana, tetapi mengelolanya untuk dikembalikan lagi ke sekolah guna memenuhi kebutuhan sosial keagamaan serta perbaikan sarana pendidikan secara mandiri," ujar Iwan. Dampak Nyata Ratusan Juta Rupiah Keberhasilan program ini telah terbukti sejak tahun 2025. Hingga April 2026, Program SIGAP tercatat telah menyalurkan dana sebesar ratusan juta rupiah untuk perbaikan sarana pendidikan di berbagai sekolah. Manfaat nyata yang dirasakan meliputi: Peningkatan Fasilitas Belajar: Membantu renovasi dan pemeliharaan prasarana sekolah agar lebih layak. Dukungan Kegiatan Keagamaan: Menunjang sarana ibadah dan kegiatan religi siswa di lingkungan sekolah. Edukasi Karakter: Menanamkan kebiasaan berinfak dan rasa peduli sosial sejak usia dini. Membangun Generasi Peduli di Cikijing Kehadiran BAZNAS di MTs PUI Cikijing hari ini disambut baik sebagai langkah strategis dalam membangun karakter dermawan di kalangan siswa. Dengan melibatkan siswa dari tingkat dasar hingga menengah, diharapkan muncul kemandirian dalam pengelolaan potensi sosial di internal sekolah. Melalui Program SIGAP, BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus transparan dan inovatif dalam memastikan bahwa setiap rupiah yang disedekahkan oleh para siswa dapat memberikan dampak langsung bagi kemajuan dan kenyamanan fasilitas pendidikan mereka sendiri.#SIGAPBaznasmajalengka #SIGAP #Majalengkalangkungsae #pendidikankarakter #BAZNASMajalengka #ProgramSIGAP #SedekahInfaqGenerasiAnakPeduli #ZakatMembangunUmat #PilihanPertamaPembayarZakat #KemandirianSekolah #DanaAbadiPendidikan #SaranaIbadah #DigitalFundraising #InovasiBAZNAS
BERITA23/04/2026 | Humas Pengumpulan
Muhasabah: Kunci Keselamatan Sebelum Hari Penghisaban
Muhasabah: Kunci Keselamatan Sebelum Hari Penghisaban
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah kesibukan aktivitas duniawi, seorang mukmin diperintahkan untuk sejenak berhenti dan menoleh ke dalam diri. Aktivitas ini dikenal sebagai muhasabah (introspeksi diri). Muhasabah bukanlah sekadar refleksi moral atau aktivitas psikologis biasa, melainkan bagian dari amal hati yang memiliki konsekuensi ibadah dan terikat erat dengan bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah. Landasan Syariat Muhasabah Para ulama Ahlus Sunnah menekankan bahwa muhasabah memiliki dasar yang sangat kuat. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18) Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah Allah kepada hamba-Nya untuk menghisab diri sebelum dihisab pada hari Kiamat kelak. Dengan melihat kembali modal amal shalih maupun tumpukan dosa, seseorang dapat mempersiapkan bekal yang lebih baik. Senada dengan itu, Al-Imam Ibnul Qayyim menyebut muhasabah sebagai salah satu ibadah hati yang paling agung. Hakikat Muhasabah: Modal, Keuntungan, dan Kerugian Untuk memudahkan kita memahami hakikat muhasabah, Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam kitab Mukhtashar Minhajul Qashidin menganalogikan muhasabah seperti seorang pedagang yang menghitung neraca keuangannya: Modal Utama: Adalah ibadah-ibadah wajib (seperti Shalat lima waktu, Zakat, dan Puasa Ramadhan). Keuntungan: Adalah ibadah-ibadah sunnah (seperti shalat rawatib, sedekah, dan amalan nawafil lainnya). Kerugian/Kebangkrutan: Adalah perbuatan maksiat dan hal-hal yang dilarang oleh syariat. Dengan pembagian ini, kita dapat menilai secara objektif apakah "perniagaan" kita dengan Allah sedang mengalami kemajuan atau justru berada di ambang kebangkrutan. Kapan Waktu Terbaik Melakukan Muhasabah? Muhasabah tidak terikat pada momen tertentu seperti pergantian tahun baru Hijriyah atau Masehi—karena pengkhususan waktu tanpa dalil tidak dikenal dalam bimbingan Rasulullah ?. Sebaliknya, muhasabah adalah amalan harian yang dilakukan dalam dua waktu utama: 1. Muhasabah Sebelum Beramal Ini adalah upaya menahan diri sebelum bertindak. Pastikan apakah amalan tersebut dilakukan karena Allah (ikhlas) dan sesuai syariat (ittiba’). Sebagaimana perkataan Al-Hasan al-Bashri: “Jika amalannya karena Allah, ia lanjutkan. Jika karena selain Allah, ia tinggalkan.” 2. Muhasabah Setelah Beramal Setelah aktivitas selesai, evaluasi kembali tiga hal: Apakah ketaatan yang dilakukan sudah sempurna? Apakah ada amalan yang seharusnya ditinggalkan namun tetap dilakukan? Bagaimana dengan perkara mubah (duniawi); apakah sudah diniatkan sebagai wasilah ibadah? Urgensi Muhasabah bagi Kita Sebagai manusia yang sering lupa dan khilaf, muhasabah adalah obat penawar. Rasulullah ? bersabda: "Setiap anak Adam pasti berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR. Tirmidzi). Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu memberikan nasihat emas bagi kita semua: “Hasibuu anfusakum qabla an tuhasabu (Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab).” Kesimpulan Mari jadikan muhasabah sebagai kebiasaan setiap waktu, bukan sekadar seremoni tahunan. Dengan meluruskan niat sebelum beramal dan mengevaluasi kekurangan setelah beramal, kita berharap Allah Ta’ala menerima amal ibadah kita, terutama dalam menunaikan kewajiban sosial seperti zakat, infak, dan sedekah. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya agar kita menjadi hamba yang selalu memperbaiki diri. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. #BAZNASMajalengka #MuhasabahDiri #IntrospeksiDiri #DakwahIslam #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #FiqihIbadah #SelfReminder
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Kesabaran Nabi Ayyub AS: Manifestasi Iman dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
Meneladani Kesabaran Nabi Ayyub AS: Manifestasi Iman dalam Menghadapi Ujian Kehidupan
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam dinamika kehidupan, ujian berupa hilangnya harta, kesehatan, maupun keluarga merupakan keniscayaan yang kerap melanda umat manusia. Namun, di balik setiap cobaan, terdapat hikmah besar mengenai arti kesabaran dan ketawakkalan. Salah satu potret keteladanan tertinggi dalam sejarah peradaban Islam adalah kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam, seorang hamba yang disanjung Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) adalah seorang yang sabar.” (QS. Shad: 44). Kejayaan dan Ujian Kehilangan Harta Nabi Ayyub AS pada mulanya adalah representasi dari sosok yang diberkahi kelimpahan materi. Beliau memiliki ternak yang tak terhitung jumlahnya, aset tanah yang luas, hamba sahaya, serta keluarga yang harmonis dengan banyak keturunan. Namun, status sosial dan kekayaan tersebut tidak sedikit pun melalaikannya dari ketaatan kepada Allah SWT. Ujian dimulai ketika Allah SWT mengambil seluruh harta kekayaannya dan mewafatkan anak-anaknya. Tidak berhenti di situ, beliau ditimpa penyakit fisik yang berat dalam kurun waktu yang sangat lama—diriwayatkan mencapai 18 tahun. Kondisi tersebut membuat beliau terisolasi dari lingkungan sosial, kecuali sang istri setianya yang terus mendampingi dengan penuh pengorbanan. Esensi Kesabaran dan Kekuatan Doa Puncak dari keteladanan Nabi Ayyub AS adalah ketika beliau menolak untuk mengeluh meskipun kondisi ekonominya jatuh ke titik nadir, hingga sang istri harus menjual kepangan rambutnya demi menyambung hidup. Saat ditawari untuk berdoa memohon kesembuhan, Nabi Ayyub menjawab dengan penuh ketulusan: "Aku telah hidup tujuh puluh tahun dalam kondisi sehat. Lantas apakah sedikit bagi Allah dengan aku bersabar karena-Nya selama tujuh puluh tahun?" Kesabaran ini bukan berarti pasif. Nabi Ayyub mengajarkan adab berdoa yang luar biasa saat mencapai puncak penderitaannya: "(Wahai Rabbku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, sedangkan Engkau adalah Rabb Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83). Doa ini tidak bernada menuntut, melainkan sebuah pengakuan atas kelemahan diri di hadapan kasih sayang Sang Khalik. Restorasi Keberkahan dan Pelajaran Bagi Muzaki Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Ayyub dengan memerintahkannya menghentakkan kaki ke bumi, yang kemudian memancarkan air sebagai obat dan minuman. Allah tidak hanya menyembuhkan fisiknya, tetapi juga mengembalikan harta dan keluarganya berlipat ganda sebagai ganjaran atas kesabaran yang tak bertepi. Dari kisah ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk memetik beberapa pelajaran penting: Harta adalah Titipan: Kehilangan harta bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan sarana peningkatan derajat keimanan. Solidaritas dalam Kesulitan: Peran istri Nabi Ayyub dan dua sahabat setianya menunjukkan pentingnya sistem pendukung (support system) dalam menghadapi masa sulit. Optimisme Filantropi: Sebagaimana Allah memulihkan ekonomi Nabi Ayyub, zakat, infak, dan sedekah merupakan instrumen yang Allah syariatkan untuk membantu sesama yang sedang diuji dengan kemiskinan dan penyakit. Semoga melalui momentum refleksi ini, kita senantiasa diberikan kekuatan untuk bersabar atas setiap ketetapan Allah dan tetap istiqamah dalam menebar kemaslahatan bagi sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat. #BAZNAS #Majalengka #KisahNabi #NabiAyyub #Kesabaran #ZakatPemberdayaan #IslamRahmatanLilAlamin #HikmahKehidupan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjalin Ukhuwah, Mengukir Prestasi: Memaknai Kebersamaan Tim dalam Perspektif Islam
Menjalin Ukhuwah, Mengukir Prestasi: Memaknai Kebersamaan Tim dalam Perspektif Islam
MAJALENGKA Prestasi yang membanggakan bukanlah hasil dari kerja keras individu semata, melainkan buah dari sinergi, harmoni, dan kebersamaan dalam sebuah tim. Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, pencapaian dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka, melainkan amanah umat yang hanya bisa ditunaikan melalui kesolidan kolektif. Dalam perspektif Islam, kerja sama tim (teamwork) bukan hanya urusan manajerial, melainkan ibadah yang berlandaskan nilai-nilai tauhid dan kemanusiaan. Berikut adalah cara memaknai dan menjaga kebersamaan tim agar meraih keberkahan dan prestasi yang gemilang: 1. Menyatukan Niat (Ikhlas) sebagai Pondasi Kebersamaan yang kokoh dimulai dari titik berangkat yang sama, yaitu niat karena Allah SWT. Ketika setiap anggota tim memiliki visi yang sama untuk mencari ridha-Nya, maka ego pribadi akan luruh. Prestasi tidak lagi menjadi ajang pamer kekuatan individu, melainkan sarana untuk menebar manfaat lebih luas. 2. Membangun Spirit "Bunyanun Marshush" Islam mengibaratkan sebuah tim seperti satu bangunan yang kokoh. Jika satu bata rapuh, maka seluruh bangunan terancam rubuh. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS. Ash-Shaff: 4) Dalam konteks organisasi, "barisan yang teratur" berarti adanya pembagian tugas (job desk) yang jelas, saling mendukung, dan tidak saling menjatuhkan. 3. Komunikasi Berlandaskan Tabayyun dan Syura Kebersamaan seringkali retak karena miskomunikasi. Islam mengajarkan prinsip Syura (musyawarah) untuk mengambil keputusan dan Tabayyun (klarifikasi) saat terjadi gesekan. Musyawarah: Menghargai setiap pendapat anggota tim tanpa memandang jabatan. Saling Menasehati: Mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran dengan cara yang santun (Bil-Hikmah). 4. Menghargai Peran dan Menghindari Hasad Prestasi besar lahir dari kumpulan kontribusi kecil yang konsisten. Rasulullah SAW bersabda: "Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam." (HR. Muslim) Menjaga kebersamaan berarti ikut bangga atas keberhasilan rekan kerja dan membuang jauh sifat iri dengki (hasad), karena setiap orang memiliki porsi rezeki dan peran masing-masing dalam tim. Strategi Menjaga Kesolidan Tim BAZNAS Majalengka Untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih dan mencapai target yang lebih tinggi, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa menerapkan nilai-nilai berikut: Ta’aruf (Saling Mengenal): Mengenali karakter, kelebihan, dan kekurangan rekan kerja untuk menciptakan empati. Tafahum (Saling Memahami): Memahami beban kerja dan tantangan yang dihadapi rekan sejawat. Takaful (Saling Menanggung): Memberikan bantuan saat rekan tim mengalami kesulitan dalam tugasnya. Penutup Kebersamaan adalah anugerah. Dengan menjaga ukhuwah di dalam tim, tantangan seberat apa pun akan terasa ringan. Prestasi yang membanggakan adalah bonus dari Allah SWT atas ketaatan kita dalam bekerja sama secara baik (Amal Shalih). Mari kita jadikan setiap peluh keringat dalam tim sebagai saksi pengabdian kita untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Apresiasi Kinerja Gemilang Pemkab Majalengka 2025, BAZNAS Siap Perkuat Sinergi Program Strategis
Apresiasi Kinerja Gemilang Pemkab Majalengka 2025, BAZNAS Siap Perkuat Sinergi Program Strategis
MAJALENGKA, BAZNAS Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., bersama jajaran pimpinan BAZNAS lainnya, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dalam pencapaian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan laporan yang dirilis, Pemkab Majalengka mencatatkan rata-rata capaian kinerja kumulatif sebesar 103,36%. Angka ini menunjukkan tren positif yang signifikan dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024–2026 di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. 7 Sasaran Strategis Lampaui Target Keberhasilan ini tercermin dari 7 sasaran strategis yang berhasil menembus angka di atas 100%. Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan masyarakat meliputi: Derajat Kesehatan: Angka Harapan Hidup mencapai 105,12% dan penanganan stunting sukses menyentuh angka 100%. Kualitas Pendidikan: Rata-rata Lama Sekolah (RLS) melampaui target di angka 101,30%. Produktivitas & Ekonomi: Pertumbuhan PDRB (ADHK) mencapai 100,03% dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada performa 110,5%. Kondusivitas & Birokrasi: Indeks Ketentraman serta Reformasi Birokrasi masing-masing telah memenuhi dan melampaui ekspektasi. H. Agus Asri Sabana menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa BAZNAS, sebagai mitra strategis pemerintah, merasa bangga atas akuntabilitas yang ditunjukkan oleh perangkat daerah. "Keberhasilan Pemkab Majalengka melampaui target kinerja adalah sinyal positif bagi pembangunan umat. Kami di BAZNAS melihat ini sebagai peluang besar untuk semakin mensinkronkan program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan program pembangunan daerah guna memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," ujar H. Agus. Fokus Perbaikan dan Sinergi Kedepan Meski meraih prestasi gemilang, Pemkab Majalengka tetap mengedepankan transparansi dengan mengevaluasi dua sektor yang hampir mencapai target, yakni Penurunan Kemiskinan (97,87%) serta Kualitas Infrastruktur dan Tata Ruang (98,20%). Menanggapi hal tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus bergerak bersama pemerintah, khususnya dalam intervensi penanggulangan kemiskinan melalui program-program pemberdayaan ekonomi produktif dan bantuan sosial yang terukur. Dengan semangat "Majalengka Langkung Sae", kolaborasi antara Pemkab Majalengka dan BAZNAS diharapkan dapat terus diperkuat. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Majalengka yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera lahir batin. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KinerjaPemkab2025 #ZakatMensejahterakan #InfoMajalengka #HumasBAZNAS #EmanSuherman #AgusAsriSabana
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Tingkatkan Akselerasi Kinerja, Ketua BAZNAS Majalengka Dorong Inovasi Lintas Divisi demi Mewujudkan Tata Kelola yang Langkung Sae
Tingkatkan Akselerasi Kinerja, Ketua BAZNAS Majalengka Dorong Inovasi Lintas Divisi demi Mewujudkan Tata Kelola yang Langkung Sae
MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menekankan pentingnya transformasi dan inovasi di seluruh lini organisasi. Hal tersebut ditegaskannya saat memimpin rapat koordinasi internal bersama para Wakil Ketua, Kepala Divisi, dan Kepala Pelaksana di ruang kerjanya, baru-baru ini. Dalam arahannya, H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ke depan menuntut kesiapan amil yang tidak hanya kompeten secara administrasi, tetapi juga kreatif dalam melahirkan program-program baru. "Kita tidak boleh berpuas diri dengan pola kerja rutin. Saya mendorong seluruh divisi untuk lebih inovatif. Inovasi adalah kunci agar BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi lembaga yang jauh lebih transparan, terpercaya, dan tentu saja langkung sae (lebih baik) dalam melayani umat," ujar H. Agus. Tiga Pilar Utama: Transparansi, Akuntabilitas, dan Profesionalisme Ketua BAZNAS Majalengka menggarisbawahi tiga aspek krusial yang harus diperkuat melalui inovasi: Transparansi Kelembagaan: Memastikan setiap rupiah dana ZIS yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada muzaki dan masyarakat. Kepercayaan Publik: Membangun kredibilitas melalui pelaporan yang akurat dan digitalisasi sistem informasi. Optimalisasi Pendayagunaan: Menciptakan program pendistribusian yang memberikan dampak jangka panjang bagi para mustahik di Kabupaten Majalengka. H. Agus juga mengingatkan bahwa predikat "Langkung Sae" bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk memberikan pelayanan prima yang berlandaskan prinsip 3 Aman: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Sinergi Lintas Divisi Rapat yang berlangsung dinamis tersebut juga membahas evaluasi kinerja triwulan serta sinkronisasi target antar divisi. Dengan adanya dorongan inovasi ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Majalengka dapat semakin lincah dalam merespons dinamika sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Majalengka. "Semangat kolektif ini harus kita jaga. Jika semua divisi bergerak serentak dengan inovasi, saya optimistis kemanfaatan BAZNAS bagi masyarakat Majalengka akan semakin terasa nyata," pungkasnya. Tags: #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #LangkungSae #InovasiZakat #MajalengkaReligius #AmilProfesional #TransparansiZakat #AgusAsriSabana #InfoMajalengka
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Komisi IV DPRD Studi Komparatif ke Garut Demi Majalengka Langkung Sae
Sinergi Strategis: BAZNAS Majalengka dan Komisi IV DPRD Studi Komparatif ke Garut Demi Majalengka Langkung Sae
GARUT Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka ke BAZNAS Kabupaten Garut pada Kamis (23/04/2026). Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam optimalisasi pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka. Kehadiran Ketua BAZNAS didampingi oleh jajaran struktural inti, yaitu Wakil Ketua 3, Kepala Pelaksana, Kepala Kesekretariatan, Kadiv Keuangan, serta Kadiv Humas dan Protokoler. Menyusun Langkah Strategis Kunjungan ini bukan sekadar studi banding biasa. H. Agus Asri Sabana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya serius lembaga dalam menyerap berbagai inovasi program yang berhasil diterapkan di daerah lain untuk kemudian diimplementasikan secara tepat guna. "Kami bersama Komisi IV DPRD tengah menyusun langkah-langkah strategis yang lebih progresif. Fokus kita adalah bagaimana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah benar-benar menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan daerah," ungkap H. Agus di sela-sela kegiatan. Mewujudkan Majalengka Langkung Sae Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa koordinasi erat antara BAZNAS dan DPRD Kabupaten Majalengka adalah kunci untuk mencapai visi daerah yang lebih unggul. Kunjungan ke Garut dipilih karena kesamaan karakteristik wilayah serta prestasi BAZNAS setempat dalam pemberdayaan ekonomi umat. "Segala upaya yang kita lakukan hari ini, termasuk studi komparatif dan sinkronisasi kebijakan dengan legislatif, adalah ikhtiar kolektif untuk bersama-sama mewujudkan Majalengka Langkung Sae. Kami ingin zakat hadir sebagai solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya. Melalui langkah strategis ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, profesionalisme, dan dampak sosial yang lebih luas bagi para mustahik di seluruh pelosok Majalengka. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #DPRDMajalengka #LangkahStrategis #ZakatUntukUmat #Kemanusiaan #SinergiKebaikan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Diharapkan Bisa MANDIRI EKONOMI, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM Maja Utara
Diharapkan Bisa MANDIRI EKONOMI, BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Modal Usaha bagi Pelaku UMKM Maja Utara
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat komitmennya dalam pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan bantuan modal usaha yang dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., kepada salah satu pelaku UMKM asal Desa Maja Utara, Kecamatan Maja. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka pada Kamis, 23 April 2026. Penerima manfaat kali ini adalah Rina Marlina, seorang pegiat UMKM yang dinilai memiliki potensi usaha namun terkendala keterbatasan modal. Bagian dari Program Majalengka Mandiri Dalam sambutannya, Drs. H. Idi Purnama, M.M. menegaskan bahwa pemberian bantuan ini bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan stimulan untuk mendorong produktivitas masyarakat. Program ini merupakan pengejawantahan dari Majalengka Mandiri, salah satu dari lima program prioritas BAZNAS Kabupaten Majalengka. "Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat menjadi titik balik bagi Ibu Rina dan keluarga untuk meningkatkan taraf hidup. Melalui Program Majalengka Mandiri, kita ingin mengubah Mustahik (penerima zakat) menjadi Muzakki (pemberi zakat) di masa depan dengan kemandirian ekonomi," ujar H. Idi Purnama. Mendorong UMKM Naik Kelas Bantuan modal usaha ini difokuskan bagi para pelaku UMKM yang berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki semangat juang tinggi dalam berwirausaha. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap intervensi modal ini mampu menjaga keberlangsungan usaha kecil di tingkat desa, sehingga roda ekonomi lokal di Kecamatan Maja dan sekitarnya tetap berputar. Rina Marlina menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, bantuan ini akan sangat membantu dalam pengadaan bahan baku dan peralatan usaha yang selama ini sulit ia penuhi secara mandiri. Tentang BAZNAS Kabupaten Majalengka: BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional di tingkat daerah. Dengan dukungan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari masyarakat, BAZNAS berkomitmen mewujudkan kesejahteraan umat melalui berbagai pilar program, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. #BAZNASMajalengka #MajalengkaMandiri #UMKMMajalengka #ZakatMensejahterakan #PemberdayaanEkonomi #MajaUtara #MajalengkaLangkungSae
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →