WhatsApp Icon
Harapan Baru untuk Junanta, BAZNAS Majalengka Hadir melalui Program Rumah Layak Huni

MAJALENGKA — Harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak menjadi bagian penting dalam kehidupan setiap keluarga. Melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berikhtiar menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan kepada Junanta, warga Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, pada Selasa (27/10/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di kediaman Junanta pada pukul 09.26 WIB. Bantuan diserahkan oleh Eman Sulaeman, M.Pd., Kepala Divisi Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka, dengan didampingi unsur pemerintahan desa setempat.

Bagi keluarga yang membutuhkan, rumah bukan sekadar bangunan untuk berteduh. Di dalamnya ada tempat beristirahat, ruang berkumpul bersama keluarga, serta harapan untuk menjalani kehidupan dengan lebih aman dan tenang. Karena itu, kepedulian terhadap kondisi tempat tinggal masyarakat kurang mampu menjadi salah satu bentuk nyata upaya menjaga martabat dan kesejahteraan sesama.

Melalui Program RLHB, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya membantu mustahik memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak dan aman untuk dihuni. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenis kerusakan serta hasil survei dan asesmen lapangan, dengan memperhatikan kebutuhan perbaikan yang menjadi prioritas bagi keselamatan penghuni.

Perbaikan dapat mencakup bagian rumah yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan, seperti atap bocor, penyangga bangunan yang rapuh, maupun fasilitas sanitasi dan kamar mandi yang belum layak. Dengan demikian, bantuan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.

Junanta menjadi salah satu mustahik yang telah melalui tahapan survei lapangan dan verifikasi kelayakan. Proses tersebut dilaksanakan untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran, berdasarkan kondisi nyata dan kebutuhan calon penerima manfaat.

Dalam prosesnya, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersinergi dengan unsur pemerintahan desa serta mempertimbangkan informasi dari tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bantuan RLHB ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Perhatian terhadap kebutuhan dasar sesama, termasuk tempat tinggal yang aman, merupakan langkah berarti untuk menumbuhkan harapan dan memperkuat solidaritas sosial.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan yang diterima Junanta dapat menjadi ikhtiar menuju kondisi hunian yang lebih baik. Semoga setiap manfaat yang hadir membawa ketenangan bagi keluarga, menjadi jalan tumbuhnya harapan baru, serta menghadirkan keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam gerakan kebaikan ini.

Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mengoptimalkan dana ZIS agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup.

Sebab, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, menguatkan mereka yang membutuhkan, dan memastikan bahwa harapan untuk hidup lebih baik tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian yang disalurkan, hadir harapan untuk kehidupan yang lebih layak.

#BAZNASMajalengka #RumahLayakHuni #RLHB #PeduliMustahik #ZakatMenguatkanUmat #ZakatUntukKesejahteraan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

28/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Wujudkan Harapan Ibu Yayah, Penyandang Stroke, Miliki Kamar Mandi Layak di Rumah Sendiri

MAJALENGKA – Senyum haru dan ucapan terima kasih yang terbata-bata mengiringi penyerahan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada Ibu Yayah, warga Blok Sukapancar RT 18 RW 05, Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Selasa (27/10/2026) pukul 08.00 WIB. Bantuan yang diserahkan langsung di kediaman Ibu Yayah ini menjadi jawaban atas harapan sederhana yang selama ini begitu berarti bagi kehidupannya: memiliki kamar mandi sendiri yang layak dan mudah dijangkau.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Eman Suherman, S.Pd.I., Komandan Tim Tanggap Bencana BAZNAS Kabupaten Majalengka, didampingi Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Sukasari dan tokoh masyarakat setempat.

Di balik bantuan tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan yang harus menjalani hari-harinya dengan keterbatasan akibat penyakit stroke yang dideritanya.

Keinginan Sederhana yang Begitu Berarti

Bagi sebagian orang, kamar mandi di dalam rumah mungkin merupakan fasilitas biasa yang tidak pernah terpikirkan sebagai sesuatu yang istimewa. Namun, bagi Ibu Yayah, keberadaan kamar mandi sendiri merupakan harapan yang telah lama dinantikan.

Kondisi kesehatannya membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak mudah. Bahkan, untuk sekadar pergi ke jamban, Ibu Yayah harus menuju rumah saudaranya. Kesulitan itu terasa semakin berat ketika kebutuhan tersebut datang pada malam hari, saat keadaan tidak selalu memungkinkan untuk keluar rumah dengan mudah.

Di tengah keterbatasan fisik yang harus dihadapinya, kebutuhan yang bagi orang lain terlihat sederhana justru menjadi persoalan besar bagi Ibu Yayah.

Setiap hari, ada perjuangan yang harus dilalui. Ada rasa tidak nyaman yang mungkin tak selalu terucapkan. Ada pula keinginan untuk menjalani kehidupan dengan lebih mandiri, tanpa harus terus bergantung kepada orang lain untuk kebutuhan paling mendasar.

Karena itulah, bantuan yang diterimanya bukan sekadar pembangunan atau penyediaan fasilitas rumah. Lebih dari itu, bantuan tersebut menghadirkan harapan, meringankan beban, serta memberikan kesempatan bagi Ibu Yayah untuk menjalani hari-harinya dengan lebih nyaman dan bermartabat.

Ketika Kepedulian Menjadi Jawaban atas Doa

Kepedulian masyarakat dan BAZNAS Kabupaten Majalengka akhirnya menghadirkan perubahan berarti dalam kehidupan Ibu Yayah. Harapan untuk memiliki kamar mandi sendiri yang layak kini dapat terwujud melalui bantuan program Rumah Layak Huni BAZNAS.

Momen penyerahan bantuan berlangsung penuh haru. Dengan kondisi kesehatan yang membatasi kemampuannya untuk berbicara, Ibu Yayah menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dan BAZNAS Kabupaten Majalengka yang telah mendengarkan suara hati serta membantu memenuhi kebutuhan yang selama ini dirasakannya.

Meski kata-kata yang terucap tidak banyak, rasa syukur itu tersampaikan melalui ungkapan sederhana yang sarat makna.

Sebab, tidak semua kebahagiaan harus disampaikan dengan kalimat panjang. Terkadang, ucapan terima kasih yang terbata-bata dari seseorang yang telah lama menanggung kesulitan justru menjadi ungkapan paling tulus atas hadirnya kepedulian.

Bagi Ibu Yayah, bantuan ini bukan hanya tentang memiliki kamar mandi sendiri. Ini adalah tentang kemudahan yang selama ini dirindukan, tentang berkurangnya beban yang harus ditanggung, dan tentang keyakinan bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap kesulitan yang dihadapinya.

Apresiasi Pemerintah Desa atas Kepedulian BAZNAS

Kaur Kesra Desa Sukasari yang turut mendampingi penyerahan bantuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas perhatian yang diberikan kepada warganya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi Ibu Yayah yang tengah berjuang menghadapi keterbatasan akibat penyakit stroke. Kepedulian seperti ini diharapkan dapat terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Kaur Kesra Desa Sukasari juga menyampaikan doa untuk Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, yang saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Majalengka.

Ia berharap H. Agus Asri Sabana segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan agar dapat kembali beraktivitas serta melanjutkan pengabdiannya dalam mengemban amanah umat.

Doa tersebut menjadi ungkapan ketulusan sekaligus pengingat bahwa di balik setiap ikhtiar membantu sesama, terdapat harapan agar mereka yang berjuang menebarkan kebaikan juga senantiasa mendapatkan pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Amanah Zakat Kembali kepada Mereka yang Membutuhkan

Dalam keterangannya, Eman Suherman, S.Pd.I., Komandan Tim Tanggap Bencana BAZNAS Kabupaten Majalengka yang bertugas menyerahkan bantuan, menjelaskan bahwa publikasi kegiatan penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Menurut Eman, masyarakat perlu mengetahui bahwa dana zakat yang dititipkan melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka, khususnya yang berasal dari zakat profesi para aparatur sipil negara (ASN), disalurkan kepada pihak yang berhak menerima sesuai dengan peruntukannya.

“Bantuan ini perlu diketahui masyarakat agar semakin tumbuh kepercayaan bahwa zakat yang dititipkan melalui BAZNAS benar-benar disalurkan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Di balik setiap dana zakat yang ditunaikan, ada harapan saudara-saudara kita yang menanti uluran tangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan yang diterima Ibu Yayah merupakan salah satu wujud nyata bagaimana amanah para muzaki dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Zakat yang ditunaikan tidak berhenti sebagai angka dalam laporan penghimpunan, tetapi diwujudkan menjadi pertolongan yang dapat dirasakan langsung oleh penerimanya.

Eman juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan dan mendukung para muzaki, munfik, dan sedekahwan yang telah mempercayakan sebagian hartanya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Ia berharap jumlah masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS semakin bertambah, sehingga semakin banyak pula masyarakat yang dapat dibantu melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

“Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar semakin banyak muzaki, munfik, dan orang-orang yang bersedekah mempercayakan amanahnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Semakin besar kepedulian yang terhimpun, insyaallah semakin luas pula manfaat yang dapat kita hadirkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Zakat yang Menghadirkan Harapan dan Martabat

Kisah Ibu Yayah menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar dan mewah. Terkadang, membantu seseorang memenuhi kebutuhan dasar justru menjadi bentuk pertolongan yang paling bermakna.

Sebuah kamar mandi yang layak mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seseorang yang tengah berjuang melawan penyakit dan keterbatasan fisik, keberadaannya dapat menghadirkan kenyamanan, menjaga martabat, serta mengurangi ketergantungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan harapan setiap bantuan dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih layak.

Di rumah sederhana Ibu Yayah di Desa Sukasari, bantuan itu menjadi bukti bahwa kepedulian yang ditunaikan dengan tulus dapat mengubah kesulitan menjadi harapan.

Semoga langkah kebaikan ini menjadi amal jariyah bagi para muzaki, munfik, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga Allah SWT membalas setiap zakat, infak, dan sedekah dengan pahala berlipat ganda, melapangkan rezeki para dermawan, serta memberikan kesembuhan kepada Ibu Yayah dan H. Agus Asri Sabana.

Sebab, pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang harta yang dikeluarkan, melainkan juga tentang harapan yang dihidupkan, beban yang diringankan, dan kepedulian yang sampai kepada mereka yang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Harapan.

27/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Berduka, Doakan Ana Triana, S.T. Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah SWT

MAJALENGKA – Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ana Triana, S.T., Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Majalengka, yang berpulang ke rahmatullah pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB di RS Livasya Kadipaten.

Kepergian almarhumah menjadi duka bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekan yang mengenal dan berinteraksi dengannya dalam pengabdian di bidang keagamaan. Dalam suasana duka ini, keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar almarhumah memperoleh ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Doa dan Harapan untuk Almarhumah

Ucapan belasungkawa ini disertai doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, dan menempatkannya di dalam surga-Nya.

Semoga setiap kebaikan yang telah dilakukan almarhumah selama hidupnya menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala. Semoga Allah SWT juga memberikan kemudahan dalam setiap urusan yang berkaitan dengan kepergiannya serta menganugerahkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap agar Allah SWT melimpahkan kesabaran, ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian kehilangan orang tercinta.

Menguatkan Kepedulian dan Ukhuwah Islamiyah

Dalam ajaran Islam, kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang mengingatkan setiap manusia bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan seluruh makhluk pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 156:

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un"

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”

Ayat tersebut mengajarkan umat Islam untuk senantiasa berserah diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta saling menguatkan ketika menghadapi musibah dan kehilangan.

Keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa terbaik bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.

Semoga Allah SWT menerima segala amal salehnya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta mempertemukannya dengan orang-orang saleh di surga-Nya.

#BAZNASMajalengka #BeritaBAZNAS #InnalillahiWaInnaIlaihiRajiun #TurutBerdukaCita #DoaUntukAlmarhumah #PenyuluhAgamaIslam #UkhuwahIslamiyah #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

27/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Merawat Rumah Allah, Menebar Keberkahan: BAZNAS Majalengka Hadirkan Dukungan bagi Masjid Al Imam

MAJALENGKA — Sebagai wujud kepedulian terhadap kemakmuran rumah ibadah dan keberlangsungan syiar Islam, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan operasional untuk Masjid Al Imam, Kabupaten Majalengka, pada Selasa (27/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, kepada Bapak Encang Permana selaku penanggung jawab Masjid Al Imam. Prosesi penyerahan berlangsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka pada pukul 12.29 WIB.

Bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperkuat peran masjid sebagai tempat bersujud, menimba ilmu agama, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, menyampaikan bahwa masjid memiliki kedudukan yang mulia dalam kehidupan umat Islam. Karena itu, kepedulian terhadap keberlangsungan operasional masjid merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga cahaya syiar Islam agar senantiasa hidup di tengah masyarakat.

“Masjid adalah rumah Allah yang menjadi tempat umat mendekatkan diri kepada-Nya, menenangkan hati, serta memperkuat iman dan ketakwaan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan operasional Masjid Al Imam dan mendukung kelancaran kegiatan ibadah serta pembinaan umat. Semoga setiap ikhtiar untuk memakmurkan masjid dicatat oleh Allah SWT sebagai amal kebaikan yang mendatangkan keberkahan,” ungkap Uuh Fathulloh.

Sementara itu, Bapak Encang Permana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Majalengka kepada Masjid Al Imam.

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, kami bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan operasional yang telah diberikan. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga dan memakmurkan masjid, sehingga rumah Allah ini senantiasa menjadi tempat yang nyaman bagi umat untuk beribadah dan memperdalam ilmu agama. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh pihak yang telah membantu, melimpahkan keberkahan kepada para muzaki, dan menjadikan setiap rupiah yang ditunaikan sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” tutur Encang Permana.

Penyaluran bantuan ini mengandung makna bahwa kepedulian terhadap rumah ibadah bukan semata-mata tentang dukungan materi, melainkan juga tentang menjaga kehidupan spiritual masyarakat. Di balik setiap bantuan yang disalurkan, terdapat harapan agar lantunan ayat suci Al-Qur’an terus bergema, salat berjamaah tetap terjaga, dan generasi penerus tumbuh dengan kecintaan terhadap masjid.

Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menjembatani kebaikan para muzaki dan munfik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam mendukung sarana keagamaan dan penguatan kehidupan umat.

Ikhtiar ini sejalan dengan semangat menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk menumbuhkan kasih sayang, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Semoga bantuan operasional bagi Masjid Al Imam menjadi wasilah kebaikan yang membawa kebermanfaatan berkelanjutan. Semoga Allah SWT menerima amal para muzaki dan munfik, melapangkan rezeki mereka, serta melimpahkan pahala kepada semua pihak yang turut mengambil bagian dalam memakmurkan rumah-Nya.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Keimanan, Menghadirkan Keberkahan bagi Umat.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #MemakmurkanMasjid #PeduliRumahAllah #BantuanOperasionalMasjid #ZakatInfakSedekah #SyiarIslam #KemaslahatanUmat

27/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Perkuat Respons Karhutla, Puluhan Personel Dikerahkan dan Ratusan Warga Terlayani

25 Oktober 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan. Hingga Sabtu (24/10/2026), sebanyak 70 personel respons telah dikerahkan untuk mendukung pemadaman kebakaran, pelayanan kesehatan, serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat, petugas, dan relawan terdampak.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menjalankan misi kemanusiaan melalui respons kebencanaan yang terintegrasi, mulai dari penanganan langsung di lokasi kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS terus mengoptimalkan pengerahan personel dan sumber daya untuk mendukung penanganan karhutla di berbagai daerah.

Menurutnya, upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan dan pemberian bantuan logistik guna membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

Layanan Kesehatan dan Bantuan Logistik Terus Diperkuat

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman langsung di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah, serta Sulawesi Barat. Upaya tersebut didukung oleh personel medis yang bertugas di Kalimantan Tengah.

Untuk menunjang kebutuhan petugas dan relawan di lapangan, BAZNAS juga mendirikan dapur air yang menyediakan minuman dan makanan ringan. Selain itu, Rumah Sehat Oksigen di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dioperasikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hingga periode pelaporan tersebut, Rumah Sehat Oksigen telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 261 jiwa. Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan penurunan kualitas udara.

Selain pelayanan kesehatan, BAZNAS menyalurkan beragam bantuan logistik, meliputi masker bagi masyarakat dan siswa sekolah, makanan siap saji, susu UHT, roti untuk anak-anak, air bersih, serta multivitamin bagi warga dan relawan.

Penyaluran bantuan tersebut menjangkau sejumlah wilayah terdampak, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai di Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan dukungan terhadap penanganan dampak karhutla.

Tim BAZNAS Tanggap Bencana Lanjutkan Pemadaman di Palangka Raya

Sementara itu, Wakil Kepala BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Taufik Hidayat, melaporkan bahwa tim masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kebakaran yang kembali terjadi selama beberapa hari terakhir membuat personel BTB tetap berada di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman. Upaya tersebut dilakukan guna membantu mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

“Sudah beberapa hari kejadian ini kembali terulang dan hingga saat ini tim kami masih berada di lokasi ini untuk terus melakukan proses pemadaman. Kita berharap semoga bencana ini bisa segera berlalu dan masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Kalimantan Tengah ini, bisa kembali menghirup udara segar,” ujar Taufik dalam laporannya langsung dari Kalimantan Tengah.

Kepedulian dan Kolaborasi Menjadi Kunci Penanganan Bencana

BAZNAS menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak. Selain upaya pemadaman, dukungan kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan, penyediaan kebutuhan dasar, dan bantuan logistik menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

Melalui pengerahan personel dan berbagai bentuk pelayanan tersebut, BAZNAS terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sekaligus menegaskan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kepedulian sosial yang dapat dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana dan pemulihan kehidupan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka turut menyampaikan apresiasi atas upaya para personel, tenaga medis, dan relawan yang bekerja di lapangan. Semangat kemanusiaan dan gotong royong diharapkan terus tumbuh agar masyarakat terdampak dapat memperoleh perlindungan, bantuan, dan pelayanan yang dibutuhkan.

Sumber: Humas BAZNAS RI


#BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASKabupatenMajalengka #BAZNASKabMajalengka #BAZNASCepatTanggap #BAZNASTanggapBencana #Karhutla #KebakaranHutanDanLahan #Kalimantan #AksiKemanusiaan #TanggapBencana #PeduliSesama #ZakatUntukKemanusiaan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

26/10/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka

Berita Terbaru

Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
Dampingi Bupati Ziarah Haolan Kagok, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Ulama-Umaro Melalui Warung Amal
MAJALENGKA Puncak tradisi tahunan Haolan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran pimpinan daerah dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka memainkan peran strategis baik dalam pelayanan umat maupun pendampingan spiritual kenegaraan, Minggu (19/04/2026). Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang berhalangan hadir secara fisik karena agenda kedinasan lain, mengamanatkan kehadiran lembaga sepenuhnya kepada Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh. Meski memantau secara digital via koordinasi intensif, H. Agus memastikan seluruh instrumen BAZNAS di lapangan bergerak optimal. Pendampingan Ziarah dan Nilai Sejarah Drs. Uuh Patulloh tampak hadir mendampingi Bupati Majalengka Drs. Eman Suherman dan Wakil Bupati dalam prosesi ziarah ke makam para tokoh penyebar Islam, Sunan Wanaperih (Arya Kikis) dan Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager). Pendampingan ini merupakan simbol sinergi antara Ulama dan Umaro dalam menghormati jejak sejarah perjuangan Islam di Bumi Talaga Manggung. Bupati Majalengka, Drs. Eman Suherman, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi yang dibangun oleh BAZNAS Majalengka di tengah masyarakat. "Tradisi Haolan ini adalah pengingat jati diri kita. Saya sangat mengapresiasi BAZNAS Majalengka yang tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi nyata memberikan pelayanan kepada ribuan peziarah melalui Warung Amal. Inilah wajah gotong royong yang sebenarnya antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat," ujar Bupati yang juga merupakan putra asli (pituin) Kecamatan Banjaran tersebut. Optimalisasi Warung Amal dan Relawan SaeBer Selain agenda protokoler ziarah, BAZNAS Majalengka bersama Relawan SaeBer Satu Majalengka dan Tim Media mengelola penuh operasional "Warung Amal". Fasilitas ini menyediakan berbagai kudapan tradisional dan air lahang gratis sebagai bentuk layanan bagi musafir yang datang dari penjuru Pulau Jawa. Kepala Pelaksana BAZNAS Majalengka, Drs. Uuh Patulloh, menjelaskan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam Haolan kali ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk memastikan kehadiran lembaga di setiap momen penting umat. "Atas arahan Ketua BAZNAS, kami hadir di sini untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para peziarah. Warung Amal ini adalah manifestasi dari kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS. Kami ingin para peziarah merasa nyaman dan terlayani dengan baik saat berkunjung ke wilayah keramat di Banjaran ini," tutur Drs. Uuh Patulloh di lokasi kegiatan. Kehadiran jajaran BAZNAS dalam Haolan Desa Kagok tahun 2026 ini kembali menegaskan posisi lembaga sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menjaga kearifan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat melalui aksi nyata di lapangan. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #ZiarahHaolan #BudayaMajalengka #SinergiKebaikan
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
Meneladani Rasulullah dalam Efisiensi Energi: Langkah Kecil Menjaga Bumi dan Kemaslahatan Umat
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah tantangan krisis energi global dan perubahan iklim yang kian nyata, nilai-nilai Islam hadir memberikan solusi konkret melalui gaya hidup sederhana dan hemat energi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali merefleksikan ajaran Rasulullah SAW terkait pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui penghematan sumber daya. Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah telah memberikan teladan dalam segala lini kehidupan, termasuk dalam penggunaan energi. Dalam konteks masa kini, pesan Nabi untuk mematikan lampu saat tidur bukan sekadar rutinitas menjelang istirahat, melainkan sebuah manifestasi dari prinsip efisiensi, keamanan, dan kepedulian lingkungan. Landasan Teologis: Hemat Energi adalah Sunnah Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara eksplisit mengarahkan umat untuk bertindak preventif di malam hari: "Matikanlah lampumu, kemudian sebutlah nama Allah. Ikatlah kantong air minummu, kemudian sebutlah nama Allah. Tutuplah bejanamu, kemudian sebutlah nama Allah..." (HR. Bukhari). Secara kontekstual, hadis ini mengajarkan kita untuk tidak membiarkan sumber daya (listrik dan alat elektronik di masa kini) terbuang sia-sia atau membahayakan lingkungan sekitar. Prinsip ini selaras dengan larangan berperilaku boros (tabdzir) sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam QS. Al-Isra [17]: 27, yang menyebutkan bahwa para pemboros adalah saudara setan. Pesan Waka III BAZNAS Majalengka Menanggapi hal tersebut, Embed Humed, M.Pd., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kabupaten Majalengka, menyampaikan imbauannya kepada masyarakat dan seluruh jajaran amilin. Beliau menekankan bahwa kepatuhan terhadap ajaran agama tidak hanya terbatas pada ibadah ritual, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan ekologi. "Menghemat energi adalah bentuk nyata dari rasa syukur kita atas nikmat Allah. Dengan tidak berlebihan dalam menggunakan listrik dan sumber daya lainnya, kita menjalankan sunnah sekaligus menjalankan fungsi pengelolaan keuangan yang bijak di tingkat rumah tangga maupun organisasi," ujar Embed Humed. Beliau juga menambahkan bahwa perilaku hemat energi selaras dengan semangat pelestarian alam yang merupakan titipan Sang Khaliq. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-A'raf [7]: 31, Allah dengan tegas menyatakan ketidaksukaan-Nya terhadap segala sesuatu yang berlebihan (israf). Efek Domino: Keamanan dan Ekologi Implementasi hemat energi membawa manfaat yang bersifat multifaset. Selain menekan biaya pengeluaran, mematikan aliran listrik pada alat elektronik yang tidak digunakan secara signifikan mencegah risiko korsleting listrik yang memicu kebakaran. Hal ini merupakan bagian dari menjaga keselamatan jiwa dan harta benda (Hifdzun Nafs wa Mal). Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki pola konsumsi energi kita. Matikan lampu saat tidak diperlukan, cabut kabel elektronik yang menganggur, dan gunakan energi secukupnya. Langkah kecil kita hari ini adalah kontribusi nyata untuk menjaga bumi bagi generasi yang akan datang. #BAZNASMajalengka #HematEnergi #SunnahRasul #LestariAlam #ZakatTumbuhBermanfaat #IslamRamahLingkungan #EcoSyariah #MajalengkaLangkungSae
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
Memahami Makna Rabbul Alamin: Waka I BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Maknai Ketuhanan Melalui Harmoni Alam
MAJALENGKA Menanamkan pemahaman tauhid sejak dini menjadi pondasi spiritual yang krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Ridwan, S.Ag., M.Si., saat memberikan ulasan mendalam mengenai konsep Rabbul Alamin dalam konteks kehidupan sehari-hari. Beliau memaparkan bahwa rasa ingin tahu anak-anak terhadap alam semesta, seperti saat melihat barisan semut yang bekerja sama, adalah gerbang intelektual untuk memahami tak terbatasnya kekuasaan Allah SWT. Menurutnya, istilah Rabbul Alamin menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pemilik dan penguasa atas setiap jengkal keberadaan di alam semesta. Pesan Nabi Musa kepada Firaun sebagai Refleksi Dalam penjelasannya, H. Muhammad Ridwan merujuk pada dialog historis antara Nabi Musa AS dan Firaun yang diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. Asy-Syu’ara: 23-28). Ketika Firaun dengan angkuh mempertanyakan siapa "Tuhan semesta alam", Nabi Musa menjawab dengan tegas bahwa Dialah Pencipta langit, bumi, serta penguasa timur dan barat. "Jawaban Nabi Musa ini mengajak kita menyadari bahwa kekuasaan Allah mencakup seluruh lini kehidupan, melintasi ruang dan waktu, hingga sejarah nenek moyang kita terdahulu," ujar H. Muhammad Ridwan. Universalitas Makna 'Alamin' Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa istilah "Alamin" tidak hanya terbatas pada dunia manusia dan jin semata. Makna tersebut mencakup seluruh ciptaan, mulai dari fauna, flora, hingga benda mati seperti batu dan bintang-bintang. "Dalam pandangan Islam, setiap entitas di alam ini, sekecil apa pun, berada dalam otoritas dan ketundukan mutlak kepada Allah SWT. Maka, ketika kita menyayangi hewan atau merawat tanaman, sejatinya kita sedang berinteraksi dengan sesama makhluk yang berada dalam asuhan kasih sayang Rabbul Alamin," tambahnya. Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap masyarakat dapat melihat dunia sebagai satu kesatuan besar yang saling bergantung kepada Sang Pencipta. Kesadaran ini diharapkan dapat memperkuat rasa syukur yang diwujudkan melalui semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #RabbulAlamin #Tauhid #ZakatPemberdayaan #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
Menjemput Sakinah di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Rawat Batin Melalui Ibadah dan Zakat
MAJALENGKA Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang kian pesat, ketenangan batin menjadi "barang mewah" yang dicari oleh banyak orang. Fenomena kelelahan mental (mental fatigue) akibat paparan informasi tanpa henti dan budaya komparasi di media sosial kini menjadi tantangan nyata bagi masyarakat urban, termasuk di Kabupaten Majalengka. Menyikapi fenomena ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak umat Islam untuk kembali merefleksikan makna ketenangan sejati yang bersumber dari Al-Qur'an, khususnya sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al-Fath ayat 4. Ketenangan: Antara Gaya Hidup dan Ketetapan Ilahi Banyak orang berupaya mengisi "ruang kosong" dalam jiwa dengan cara plesir keliling kota, berwisata ke luar negeri, hingga konsumerisme. Namun, seringkali cara tersebut hanyalah pelarian sesaat. Gemerlap dunia justru kerap melahirkan keinginan baru yang tak berujung, bukannya ketenangan. Dalam QS. Al-Fath ayat 4, Allah SWT berfirman: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka...” Menukil tafsir dari Abu Ja’far Ibn Jarir Ath-Thabari, As-Sakinah dimaknai sebagai ayat-ayat atau perkataan yang mampu menenangkan jiwa. Sementara Wahbah al-Zuhaily dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa ketenangan ini merupakan wasilah bagi bertambahnya keimanan seseorang secara bertahap. Maintenance Batin Melalui Syariat Ketenangan bukan berarti terbebas dari masalah atau hidup tanpa tekanan. Sebaliknya, sakinah adalah ketangguhan jiwa dalam menghadapi badai kehidupan. BAZNAS Majalengka menekankan bahwa "perawatan" (maintenance) batin terbaik adalah dengan memperkuat koneksi kepada Sang Pencipta melalui ibadah wajib dan sunnah. "Seringkali kita mencari pelarian dengan scrolling media sosial untuk melepas penat. Namun bukannya tenang, kita justru terdistraksi. Berbeda dengan membaca Al-Qur’an atau menunaikan kewajiban seperti zakat dan sedekah. Meski hanya memakan waktu singkat, dampaknya terhadap kejernihan hati bisa dirasakan sepanjang hari," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Proses Bertahap Menuju Iman yang Kokoh Sebagaimana dakwah Rasulullah SAW yang menanamkan Tauhid terlebih dahulu sebelum turunnya perintah Shalat, Zakat, dan Haji, maka peningkatan iman pun memerlukan proses. Melaksanakan zakat, misalnya, bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan bagian dari proses pensucian diri yang mendatangkan ketenangan karena telah berbagi beban dengan sesama. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh Muzaki dan Mustahik untuk mulai merawat batin dengan menjalankan apa yang Allah wajibkan. Ketenangan sejati akan hadir saat kita mampu menyelaraskan aktivitas duniawi dengan pengabdian ukhrawi. Mari jemput ketenanganmu dengan berbagi. Salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk menebar kemaslahatan yang lebih luas. Wallahu A’lam. #BAZNASMajalengka #KetenanganHati #Sakinah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #MentalHealthIslamicView #LiterasiZakat #AlQuranHidayah
BERITA19/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
Menata Hati dalam Ikhtiar: Rezeki Takkan Tertukar, Jemputlah dengan Cara yang Benar
MAJALENGKA, BAZNAS – Di tengah hiruk-pikuk tuntutan ekonomi modern, manusia sering kali terjebak dalam ritme hidup yang melelahkan. Ibarat seekor tikus yang berlari kencang di atas roda putar; kaki melangkah cepat, napas tersengal, namun posisi tetap di tempat semula. Fenomena ini menjadi refleksi mendalam bagi kita semua: benarkah rezeki semata-mata hasil linear dari kecepatan usaha pribadi? Dunia sering kali menyuguhkan anomali. Ada individu yang bekerja keras memeras keringat namun hasilnya sekadar penyambung nyawa. Di sisi lain, ada yang tampak lebih tenang, namun pintu-pintu kemudahan terbuka lebar baginya. Hal ini membawa kita pada satu pertanyaan fundamental: apakah kita yang mengejar rezeki, atau justru rezeki yang sedang mengejar kita? Kepastian Rezeki dalam Perspektif Nubuwah Dalam literatur klasik Hilyatul Auliy?’ dan Shah?h al-J?’mi’, Rasulullah SAW memberikan sebuah perumpamaan yang mendobrak logika materialis: “Seandainya anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan menjemputnya sebagaimana kematian itu menjemputnya.” Pesan ini menegaskan bahwa rezeki bukanlah barang diskon di toko daring yang akan ludes jika kita terlambat mengklik. Rezeki adalah janji Sang Pencipta yang telah tertulis bahkan sebelum kita mengenal angka. Sahabat Ali bin Abi Thalib RA pun mempertegas bahwa rezeki memiliki dua wajah: rezeki yang kita cari, dan rezeki yang mencari kita. Strategi "Memantaskan Diri" dan Etika Ajmilu fit-Thalab Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berpangku tangan. Namun, Islam mengubah orientasi bekerja dari sekadar "mendapatkan" menjadi bentuk "penghambaan". Bekerja adalah etika hidup dan bagian dari ibadah. Rasulullah SAW dalam Sunan Ibnu Majah mengingatkan tentang konsep Ajmilu fit-Thalab (memperbagus cara mencari rezeki): “Bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki... ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” Seorang mukmin yang memiliki keyakinan kokoh bahwa jatahnya tidak akan tertukar, akan tampil sebagai pribadi yang elegan. Ia tidak merasa perlu menyikut rekan kerja, menjilat atasan, atau menabrak batasan syariat demi tumpukan saldo di rekening. Ketenangan batin inilah yang menjadi modal utama produktivitas yang berkah. Empat Fondasi Ketenangan Hatim al-Asham Keindahan iman dalam menjemput rezeki pernah dipraktikkan secara presisi oleh ulama besar Hatim al-Asham. Ia membangun "bangunan mental" hidupnya di atas empat fondasi: Keyakinan bahwa rezekinya tidak akan dimakan orang lain, sehingga hatinya tenang. Kesadaran bahwa amalnya tidak bisa digantikan orang lain, sehingga ia sibuk beribadah. Kewaspadaan akan kematian yang datang tiba-tiba. Rasa Malu kepada Allah karena merasa selalu dalam pengawasan-Nya. Penutup: Seni Menyeimbangkan Langkah dan Sandaran Hati Hidup adalah tentang seni menyeimbangkan antara kaki yang melangkah dan hati yang bersandar. Menjadi kaya atau memiliki karier cemerlang bukanlah sebuah larangan. Namun, jangan sampai pengejaran materi membuat kita lupa akan hakikat sebagai hamba. Rezeki hanyalah bekal perjalanan, bukan tujuan akhir. Dengan menata ulang niat dan mengedepankan keberkahan (zakat, infak, dan sedekah), kita akan sampai pada level kesadaran yang memerdekakan: bahwa saat kita berjalan menuju Allah dengan martabat, rezeki itulah yang akan berlari mengejar kita. Wall?hu a’lam bi ash-Shaw?b. Editor: Media Center BAZNAS Majalengka Tagar: #BAZNASMajalengka #KajianIslam #RezekiBerkah #HikmahPagi #ZakatTandaTaat #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?
Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya?
Tentu, ini adalah draf berita menarik yang disusun khusus untuk gaya penulisan website resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka, dengan menggabungkan esensi religius dan edukasi publik. Waspada Jebakan Istidr?j: Mengapa Maksiat Jalan Terus, tapi Rezeki Lancar Jaya? MAJALENGKA, BAZNAS – Pernahkah kita melihat seseorang yang hidupnya tampak begitu sempurna secara materi? Bisnisnya selalu untung, kariernya melesat tanpa hambatan, dan hartanya melimpah ruah, namun di sisi lain ia terang-terangan meninggalkan shalat, gemar bermaksiat, dan jauh dari nilai-nilai agama. Fenomena ini sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan awam: mengapa mereka yang membangkang justru hidupnya terlihat lebih nyaman? Bukan Kemuliaan, Melainkan Jebakan Halus Menyikapi hal ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru merasa iri atau menganggap Allah tidak adil. Apa yang dialami orang tersebut bukanlah sebuah bentuk kemuliaan, melainkan sebuah jebakan halus yang mematikan yang disebut dengan Istidr?j. Secara terminologi, dalam kitab al-Tafs?r al-Bas?th, Istidr?j bermakna menurunkan seseorang sedikit demi sedikit hingga sampai pada titik kebinasaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 44: "Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba..." Tiga Jebakan yang Sering Tidak Disadari Para Salafush Shalih mengingatkan adanya tiga hal yang seringkali menipu manusia sehingga mereka merasa "aman" dalam kemaksiatan: Nikmat yang Terus Mengalir: Merasa rezeki lancar adalah tanda rida Allah, padahal itu adalah cara Allah membiarkan hamba-Nya semakin jauh. Aib yang Tertutupi: Merasa tidak berdosa karena kesalahan-kesalahannya tidak diketahui orang lain. Pujian Manusia: Terlena dengan sanjungan publik padahal kondisi batinnya keropos. Rezeki Berkah vs Rezeki Istidr?j Indikator utama sebuah rezeki dikatakan berkah adalah jika rezeki tersebut mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sebaliknya, rezeki yang justru membuat seseorang semakin sombong, kikir, dan jauh dari ibadah adalah Istidr?j yang harus segera disadari sebelum maut menjemput secara tiba-tiba. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada siapa pun, baik yang dicintai maupun tidak, namun iman hanya diberikan kepada mereka yang dicintai-Nya." (HR. Ahmad & Tirmidzi). Muhasabah dan Zakat sebagai Penawar Melalui edukasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mengingatkan para Muzaki dan seluruh umat Muslim untuk selalu bermuhasabah. Salah satu cara membentengi harta dari sifat Istidr?j adalah dengan mensucikannya melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Dengan berzakat, kita mengakui bahwa ada hak orang lain dalam harta kita, sekaligus menjadi bukti bahwa dunia bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk meraih rida-Nya. Mari kita berdoa sebagaimana doa Umar bin Khattab RA: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menjadi orang yang ditarik secara bertahap ke dalam kebinasaan (Istidr?j).” Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk pilihan praktis, aman, dan tepat sasaran. #BAZNASMajalengka #ZakatTandaCinta #EdukasiIslami #Istidraj #MuhasabahDiri #MajalengkaLangkungSae #HartaBerkah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dunia Tempat Beramal, Akhirat Tempat Beristirahat: Menjemput Istirahat Hakiki Melalui Lelah yang Berkah
Dunia Tempat Beramal, Akhirat Tempat Beristirahat: Menjemput Istirahat Hakiki Melalui Lelah yang Berkah
MAJALENGKA Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali membuat manusia terjebak dalam perlombaan mengumpulkan materi demi kenyamanan sesaat, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi kembali hakikat pengabdian dan tujuan hidup yang sebenarnya. Seringkali kita bermimpi membangun rumah megah, kendaraan mewah, dan masa pensiun yang tenang sebagai puncak dari "istirahat". Namun, benarkah ada istirahat yang tuntas di atas bumi ini? Belajar dari Jawaban Imam Ahmad bin Hanbal Menilik sejarah para Salafus Shalih, terdapat sebuah kisah masyhur dalam kitab Al-J?mi’ li Ul?m Al-Im?m Ahmad. Seorang lelaki menempuh perjalanan berbulan-bulan dari Khurasan hanya untuk bertanya satu hal kepada Imam Ahmad bin Hanbal: "Kapan seorang hamba merasakan manisnya istirahat?" Sang pejuang Sunnah tersebut menjawab dengan kalimat yang menggetarkan: “Pada saat langkah kaki pertama menapak di Surga.” Jawaban ini menegaskan bahwa dunia bukanlah tempat untuk bersantai dalam waktu lama, melainkan medan ujian. Selama nyawa dikandung badan, ujian akan terus menyapa. Istirahat yang sesungguhnya bukanlah di atas kasur yang empuk, melainkan saat kita telah aman dari huru-hara hari kiamat. Logika Terbalik: Lelah yang Membuahkan Nikmat Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Mift?h D?ri as-Sa’?dah menjelaskan sebuah kaidah universal: “Kenikmatan tidak akan didapatkan dengan bersantai-santai.” Barangsiapa yang terlalu memanjakan diri dengan kenyamanan dunia, ia berisiko kehilangan kenyamanan abadi di akhirat. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa lelah dalam berzakat, lelah dalam bersedekah, dan lelah dalam membantu sesama adalah bentuk "investasi" kelelahan yang cerdas. Sebagaimana pesan Khalid bin Walid RA saat bertempur di Syam: "Wahai Dhirar, istirahat itu di surga esok hari." Menjadikan Lelah Sebagai Ibadah Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa setiap peluh yang keluar dalam rangka menjalankan perintah Allah—termasuk menunaikan kewajiban Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)—adalah langkah nyata menuju pintu surga. "Dunia adalah jembatan, bukan tujuan. Jika hari ini kita merasa lelah memikul amanah atau merasa berat dalam menyisihkan harta untuk kaum dhuafa, tersenyumlah. Karena orang beriman memang tidak diciptakan untuk beristirahat di sini," ungkap beliau. Mari jadikan sisa usia kita sebagai masa "tanam" yang produktif. Teruslah berjalan di jembatan dunia ini, menebar manfaat bagi sesama di Majalengka, hingga kelak kaki kita benar-benar menapak di tanah surga—tempat di mana kata "lelah" resmi dihapus dari kamus kehidupan kita untuk selamanya. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu saudara kita yang membutuhkan dan menjemput keberkahan di akhirat. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LelahMenjadiLillah #MutiaraHikmah #ZakatTandaCinta #MajalengkaLangkungsae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Manajemen Lisan di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Terapkan Filter Spiritual Ibrahim bin Adham
Manajemen Lisan di Era Digital: BAZNAS Majalengka Ajak Masyarakat Terapkan Filter Spiritual Ibrahim bin Adham
MAJALENGKA – Di tengah derasnya arus informasi dan hiruk-pikuk komentar di media sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan pentingnya menjaga lisan. Hal ini merujuk pada pemikiran mendalam ulama besar, Ibrahim bin Adham Rahimahullah, yang membagi klasifikasi ucapan manusia ke dalam empat kategori sebagai filter spiritual dalam berinteraksi. Ibrahim bin Adham, sebagaimana tercatat dalam kitab “Ash-Shamt wa ?d?bu al-Lis?n”, menekankan bahwa manajemen kata-kata bukan sekadar etika berkomunikasi, melainkan benteng keselamatan di dunia dan akhirat. Empat Kategori Ucapan: Filter Sebelum Berbicara Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui pesan edukasi dakwahnya, menggarisbawahi empat pembagian ucapan yang menjadi standar bagi seorang Muslim: Bermanfaat Namun Berisiko: Ucapan yang tampak baik namun berpotensi memicu fitnah atau kerusakan. Sesuai kaidah fikih Dar’ul maf?sid muqaddamun ‘ala jalbil mash?lih, diam jauh lebih utama untuk menghindari kerusakan yang lebih besar. Obrolan Kosong (Laghwu): Ucapan yang tidak mendatangkan dosa namun nihil pahala. Menghindari hal ini merupakan tanda sempurnanya Islam seseorang, sekaligus menghemat energi fisik dan mental. Berbahaya dan Tanpa Manfaat: Inilah zona merah yang mencakup ghibah, dusta, dan adu domba. Kategori ini adalah penyebab utama tergelincirnya manusia ke dalam api neraka. Bermanfaat dan Aman: Inilah "lampu hijau" bagi setiap mukmin. Ucapan berupa dzikir, ilmu, nasihat, dan kata-kata santun yang diibaratkan seperti pohon yang akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit. Urgensi Menjaga Lisan dalam Pengelolaan Zakat Bagi BAZNAS Kabupaten Majalengka, prinsip Qaulan Sad?dan (perkataan yang benar, jujur, dan tepat) adalah pilar utama dalam pelayanan. Integritas dalam bertutur kata menjadi cermin transparansi lembaga dalam mengelola dana umat. "Realitas hari ini menunjukkan bahwa sebagian besar ucapan manusia terjebak pada hal yang sia-sia atau bahkan merusak. Kita diajak untuk menjadi pribadi yang 'hemat' bicara namun kaya akan manfaat. Diamnya seorang mukmin haruslah berpikir, dan bicaranya haruslah dzikir serta maslahat," ungkap perwakilan BAZNAS Majalengka. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk karakter masyarakat Majalengka yang lebih bijak di ruang digital, selaras dengan semangat perintah Nabi SAW: "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." Tentang BAZNAS Majalengka: BAZNAS Kabupaten Majalengka adalah lembaga pemerintah non-struktural yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat Majalengka. #BAZNASMajalengka #ManajemenLisan #DakwahDigital #EtikaMuslim #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #IbrahimBinAdham #AdabBerbicara #QaulanSadidan
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memuliakan Para Sahabat Nabi: Fondasi Keimanan dan Pilar Peradaban Islam
Memuliakan Para Sahabat Nabi: Fondasi Keimanan dan Pilar Peradaban Islam
MAJALENGKA, BAZNAS – Memahami sejarah Islam tidak dapat dilepaskan dari peran vital para Sahabat Rasulullah ?. Sebagai generasi terbaik (Khairu Ummah), para sahabat merupakan jembatan sampainya risalah Islam kepada umat manusia hingga hari ini. Menghormati mereka bukan sekadar masalah sejarah, melainkan bagian integral dari akidah Ahlusunnah wal Jamaah. Generasi Emas Pilihan Allah Para sahabat adalah manusia biasa yang tidak maksum, namun kemuliaan amal dan pengorbanan mereka jauh melampaui kesalahan yang mungkin dilakukan. Rasulullah ? memberikan testimoni langsung atas keutamaan mereka melalui sabdanya: “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian yang setelahnya, lalu yang setelahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Kesaksian ini dikukuhkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, khususnya bagi mereka yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa besar seperti Bai'atur Ridwan: ?????? ?????? ??????? ???? ?????????????? ???? ?????????????? ?????? ???????????... “Sungguh, Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon...” (QS. Al-Fath: 18). Kedudukan Sahabat dalam Timbangan Syariat Secara terminologi, Sahabat adalah mereka yang bertemu Nabi ? dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Muslim. Mereka adalah representasi utama aqidah Islam. Mengingkari atau membenci sahabat, seperti yang dilakukan oleh ideologi Syiah Rafidhah, pada hakikatnya adalah meragukan otentitas agama itu sendiri. Sebab, merekalah yang meriwayatkan Al-Qur'an dan Hadist. Jika perantaranya dicela, maka kredibilitas pesan yang dibawa pun ikut terancam. Rasulullah ? memberikan peringatan keras terkait hal ini: “Sesungguhnya Allah memilihku dan memilihkan bagiku para sahabat... Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia.” (HR. At-Tabrani dan Al-Hakim). Harmoni Ahlul Bait dan Para Sahabat Terdapat narasi menyesatkan yang mencoba membenturkan antara keluarga Nabi (Ahlul Bait) dengan para Sahabat (khususnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman). Namun, fakta sejarah mencatat keharmonisan yang luar biasa. Ali bin Abi Thalib RA sendiri mengakui keutamaan Abu Bakar dan Umar di atas dirinya. Beliau bahkan menamai putra-putranya dengan nama Abu Bakar, Umar, dan Utsman sebagai bentuk penghormatan. Hubungan kekeluargaan pun terjalin erat, salah satunya melalui pernikahan putri Ali RA, Ummu Kultsum, dengan Umar bin Khattab RA. Meneladani Kesahajaan dan Heroisme Bagi umat Islam saat ini, para sahabat adalah "menara terang" dalam pemahaman kebenaran, kesungguhan ibadah, dan kemuliaan akhlak. Sifat kedermawanan kaum Muhajirin dan Anshar dalam membangun fondasi ekonomi dan sosial di Madinah menjadi inspirasi utama bagi lembaga seperti BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kemaslahatan umat. Imam at-Tahawi dalam kitab aqidahnya menegaskan sikap seorang Muslim sejati: "Kami cinta kepada sahabat-sahabat Rasulullah ?, namun kami tidak berlebih-lebihan dalam cinta kepada seorang pun di antara mereka, dan juga tidak berlepas diri dari seorang pun dari mereka. Kami benci kepada yang membenci mereka." Kesimpulan Mencintai sahabat adalah bagian dari iman, sementara membenci mereka adalah ciri nifak (kemunafikan). Sejarah mencatat bahwa syaitan lari dari Umar bin Khattab baik saat beliau hidup maupun setelah wafatnya. Semoga kita senantiasa termasuk golongan yang mengikuti jejak mulia para sahabat dengan ihsan hingga hari kiamat. Wallahu A’lam bi shawab. #BAZNAS #Majalengka #ZakatCerdas #SahabatNabi #AhlusunnahWalJamaah #SejarahIslam #PilarPeradaban #IslamKaffah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Dakwah dan Kemanusiaan: Antara Kesunyian Merintis dan Ujian Keberhasilan
Refleksi Dakwah dan Kemanusiaan: Antara Kesunyian Merintis dan Ujian Keberhasilan
MAJALENGKA, BAZNAS – Perjalanan dakwah dan pengabdian umat bukanlah sekadar rutinitas menyampaikan kebenaran, melainkan sebuah "perjalanan rasa" yang menguji keteguhan hati. Dalam dinamika perjuangan para penggerak zakat dan dai di lapangan, terdapat dua fase krusial yang menentukan kualitas pengabdian: kenikmatan dalam merintis di tengah kesunyian dan tantangan menjaga niat di puncak keberhasilan. Fase Merintis: Menanam di Tanah Kering Merintis dakwah seringkali menjadi fase yang paling sepi. Seorang pejuang umat kerap dihadapkan pada penolakan, kurangnya minat masyarakat, hingga keterbatasan fasilitas. Namun, di balik segala kesulitan tersebut, terdapat nilai keikhlasan yang murni. Dalam perspektif syariat, Allah SWT menegaskan bahwa setiap kebaikan tidak akan pernah sia-sia. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. At-Taubah: 120: “Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” Para ulama menekankan bahwa nilai sebuah amal tidak diukur dari besarnya hasil yang terlihat secara kasat mata, melainkan pada lurusnya niat. Fase merintis adalah masa di mana ketergantungan kepada Allah mencapai titik tertinggi karena tidak adanya pujian maupun pengakuan dari manusia. Ujian di Balik Keberhasilan Seiring berjalannya waktu, ketekunan biasanya membuahkan hasil. Dakwah mulai diterima, program-program kemanusiaan mulai berdampak, dan dukungan masyarakat mengalir deras. Namun, fase keberhasilan ini justru membawa ujian yang lebih halus, yakni ujian keikhlasan. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam berbagai kesempatan sering mengingatkan bahwa saat keberhasilan datang, potensi tumbuhnya sifat riya dan ujub menjadi ancaman nyata. Rasulullah ? bersabda: “Barang siapa beramal agar didengar orang lain, Allah akan memperdengarkan (aibnya). Dan barang siapa beramal karena riya, Allah akan menampakkan (niatnya).” (HR. Bukhari dan Muslim). Keberhasilan menuntut kerendahhatian yang lebih besar untuk mengakui bahwa segala capaian adalah murni karunia Allah SWT, bukan semata-mata hasil usaha manusia. Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Hasil Satu hal yang perlu disadari oleh setiap penggiat kemanusiaan dan dakwah adalah bahwa tidak semua penanam akan menyaksikan masa panen. Sejarah para nabi telah membuktikan bahwa tugas utama seorang hamba hanyalah menyampaikan dan berupaya, sementara hasil adalah hak prerogatif Sang Pencipta. Hal ini termaktub dalam QS. Ar-Ra’ad: 40: “Sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan, dan Kamilah yang akan menghisab.” BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen untuk menjalankan amanah umat dengan semangat konsistensi, baik dalam situasi sulit saat merintis program maupun saat mengelola keberhasilan zakat yang memberikan manfaat luas. Karena pada akhirnya, lebih baik berjalan di jalan yang sepi namun bersama Allah, daripada berada di keramaian namun kehilangan kehadiran-Nya. Semoga setiap langkah perjuangan dalam menebar kebaikan di Bumi Sindangkasih ini senantiasa dibimbing oleh keikhlasan dan kesabaran yang tak terputus. #BAZNASMajalengka #DakwahKemanusiaan #ZakatTumbuhBermanfaat #RefleksiDiri #MajalengkaLangkungSae #ZakatNasional #PilarDakwah
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal dan Pelepasan Jamaah Haji PGRI
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal dan Pelepasan Jamaah Haji PGRI
MAJALENGKA Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. H. Idi Purnama, M.M., menghadiri acara Halal Bihalal sekaligus Pelepasan Jamaah Calon Haji Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Majalengka. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula PGRI Majalengka pada pukul 08.30 WIB, Sabtu (18/04). Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi antara BAZNAS dan sektor pendidikan, khususnya para tenaga pendidik yang tergabung dalam PGRI. Selain merayakan Idul Fitri dalam bingkai Halal Bihalal, agenda utama lainnya adalah memberikan doa restu serta pembekalan spiritual bagi para guru yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, H. Idi Purnama menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para guru yang selama ini menjadi mitra strategis BAZNAS dalam menggerakkan kesadaran berzakat di lingkungan pendidikan. Beliau juga menitipkan pesan menyentuh bagi para jamaah calon haji. "Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan doa terbaik bagi bapak/ibu guru yang terpilih menjadi tamu Allah tahun ini. Semoga perjalanan ibadah haji ini berjalan lancar, diberikan kesehatan yang prima, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur serta mabrurah," ujar H. Idi Purnama di sela-sela acara. Lebih lanjut, beliau berharap agar semangat ibadah haji ini membawa keberkahan bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka. "Semoga doa-doa yang dipanjatkan di tempat-tempat mustajab nanti juga mengalir untuk keberkahan Kabupaten Majalengka, agar masyarakatnya semakin sejahtera dan religius sejalan dengan semangat zakat yang kita gelorakan bersama," tambahnya. Kehadiran perwakilan pimpinan BAZNAS dalam acara ini menegaskan komitmen lembaga untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menjaga silaturahmi dengan berbagai elemen organisasi profesi demi kemaslahatan umat. #BAZNASMajalengka #PGRIMajalengka #Haji2026 #HalalBihalal #ZakatMensejahterakanUmat #MajalengkaLangkungSae #KabarBAZNAS
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS RI Alokasikan 10 Persen Kurban 2026 untuk Wilayah Bencana Sumatra, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Distribusi
BAZNAS RI Alokasikan 10 Persen Kurban 2026 untuk Wilayah Bencana Sumatra, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Distribusi
JAKARTA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program "Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026". Dalam kebijakan terbaru tahun ini, BAZNAS menginstruksikan alokasi khusus sebesar 10 persen dari total perolehan kurban nasional untuk didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra, meliputi Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai wujud nyata keadilan distribusi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam momen Iduladha 1447 H. "Visi kita adalah mewujudkan keadilan distribusi dan mengurangi ketimpangan antara daerah perkotaan dengan wilayah terpencil maupun terdampak bencana. Skema ini memastikan manfaat kurban tidak hanya menumpuk di kota besar," ujar Imdadun dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Indikator Distribusi dan Pemberdayaan Desa Penyusunan alokasi kurban tahun ini didasarkan pada kajian internal yang ketat dengan mempertimbangkan beberapa indikator utama: Populasi dan Tingkat Kemiskinan: Memastikan daging kurban menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ketersediaan Hewan Lokal: Mengutamakan pengadaan dari peternak di wilayah setempat. Afirmasi Wilayah: Fokus pada daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) serta wilayah terdampak bencana alam. Selain distribusi daging, program ini juga menggerakkan 42 Balai Ternak BAZNAS di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan memberdayakan peternak mustahik (penerima manfaat) agar mendapatkan keuntungan ekonomi langsung dari momentum kurban. Komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka Menanggapi arahan pusat, BAZNAS Kabupaten Majalengka turut menyatakan kesiapannya dalam menyukseskan program kurban tahun 2026. Sinergi antara BAZNAS daerah dan pusat diharapkan dapat memastikan bahwa warga Majalengka yang ingin berkurban melalui BAZNAS dapat berkontribusi dalam program kemanusiaan nasional maupun pemberdayaan peternak lokal di Jawa Barat. Ketua BAZNAS RI senantiasa menekankan pentingnya akuntabilitas. Oleh karena itu, seluruh proses mulai dari penghimpunan, penyembelihan, hingga distribusi akan dikoordinasikan secara transparan melalui rapat teknis nasional dan dilaporkan secara terbuka kepada publik. Dengan mengusung semangat "Kurban Berkah Berdayakan Desa", BAZNAS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi kesejahteraan umat di tahun 2026 ini. #BAZNAS #Kurban2026 #KurbanBerkahBerdayakanDesa #Majalengka #ZakatMensejahterakanUmat #Kemanusiaan #SumatraBangkit #IdulAdha1447H
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perluas Jangkauan, BAZNAS RI Fasilitasi Penyaluran Kurban 2026 hingga ke Palestina dan Wilayah Bencana
Perluas Jangkauan, BAZNAS RI Fasilitasi Penyaluran Kurban 2026 hingga ke Palestina dan Wilayah Bencana
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026. Program tahun ini dirancang secara strategis tidak hanya sebagai bentuk pemenuhan ibadah spiritual, tetapi juga sebagai instrumen kemanusiaan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang paling membutuhkan, termasuk lokasi bencana di Indonesia hingga ke Palestina. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa distribusi kurban tahun ini akan difokuskan untuk memecah ketimpangan stok daging antara kota besar dengan daerah terpencil. “Kami telah menetapkan persentase pendistribusian berdasarkan kajian mendalam, khususnya untuk daerah miskin, terpinggirkan, dan wilayah yang tengah dilanda bencana,” ujar Sodik dalam keterangannya, Sabtu (18/4). Alokasi Khusus Wilayah Bencana dan Palestina Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi terkini di tanah air, BAZNAS mengalokasikan 10 persen dari total perolehan kurban khusus untuk wilayah bencana. Secara terperinci, alokasi tersebut disalurkan ke: Aceh: 3% Sumatera Utara: 5% Sumatera Barat: 2% Selain di dalam negeri, BAZNAS kembali membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menyalurkan kurban ke Palestina. Langkah ini merupakan komitmen nyata dalam membantu warga yang terdampak konflik dan krisis pangan global. Pendistribusian akan dilakukan dalam bentuk daging segar maupun daging olahan melalui kerja sama dengan mitra internasional tepercaya. Pemberdayaan Peternak Lokal Deputi II BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, menekankan bahwa aspek kualitas dan dampak ekonomi menjadi prioritas utama. Hewan kurban dipastikan berasal dari 42 Balai Ternak binaan BAZNAS serta mitra peternak rumahan yang tersebar di seluruh Indonesia. "Dengan skema ini, dana kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS memiliki dampak ganda (double impact). Selain membahagiakan mustahik di daerah pelosok dan minoritas, program ini juga menggerakkan roda ekonomi peternak kecil di desa-desa," pungkas Imdadun. Bagi masyarakat Kabupaten Majalengka yang ingin turut serta dalam program kurban berskala nasional dan internasional ini, dapat menghubungi kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka atau melalui kanal digital resmi yang tersedia. #BAZNAS #KurbanBerdayakanDesa #KurbanPalestina #Kemanusiaan #ZakatPilihanPertama #BAZNASMajalengka #PemberdayaanEkonomi
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Harlah ke-66 PMII: BAZNAS Majalengka Apresiasi Dedikasi Mencetak Kader Intelektual Bangsa
Harlah ke-66 PMII: BAZNAS Majalengka Apresiasi Dedikasi Mencetak Kader Intelektual Bangsa
MAJALENGKA – Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka secara resmi menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-66 kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Momentum bersejarah ini menjadi simbol refleksi atas kontribusi besar organisasi mahasiswa tersebut bagi kemajuan umat dan bangsa. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa usia 66 tahun merupakan bukti ketangguhan PMII dalam melintasi berbagai dinamika zaman. PMII dinilai bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, melainkan kawah candradimuka yang berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin intelektual yang berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. "Enam puluh enam tahun adalah jejak panjang perjuangan. Kami melihat PMII secara konsisten mencetak kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas serta akhlakul karimah yang kuat dalam mengabdi kepada masyarakat," ungkap pihak BAZNAS Majalengka. Sinergi untuk Indonesia Sejahtera Sebagai lembaga yang bergerak dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap PMII dapat terus bersinergi dalam menghadirkan solusi bagi permasalahan sosial di Indonesia. Semangat "Aksi Nyata PMII untuk Indonesia" sejalan dengan visi BAZNAS dalam menyejahterakan umat dan mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan. Diharapkan ke depannya, PMII terus menjadi garda terdepan dalam: Menguatkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran (Rahmatan lil 'Alamin). Menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat melalui berbagai inovasi gerakan. Berkontribusi aktif dalam pengawalan kebijakan pembangunan demi Indonesia yang lebih adil dan sejahtera. Perayaan Harlah ke-66 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi seluruh kader PMII, khususnya di wilayah Kabupaten Majalengka, untuk tetap konsisten dalam jalur perjuangan intelektual dan pengabdian tanpa batas. #HarlahPMII66 #BaznasMajalengka #PMIIUntukIndonesia #BaznasMulia #MahasiswaIslam #AksiNyata #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal Majelis Alkisa di STIT Tihamah
Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Hadiri Halal Bihalal Majelis Alkisa di STIT Tihamah
MAJA – Perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, Asep Saeful Milah, M.Pd., menghadiri undangan silaturahmi dan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Alkisa Majalengka pada Sabtu (18/04/2026). Kegiatan yang dimulai pada pukul 14.00 WIB ini berlangsung khidmat di Komplek Pusat Studi Mahasiswa STIT Tihamah, Blok Salamanggu, Desa Maja Selatan, Kecamatan Maja. Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., jajaran unsur Forkopimda, serta para tokoh ulama terkemuka di Kabupaten Majalengka. Sinergi Pemerintah, Ulama, dan Lembaga Zakat Kehadiran Bupati dan unsur Forkopimda menunjukkan besarnya dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan syiar Islam dan penguatan ukhuwah di wilayah Maja. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan lembaga seperti BAZNAS untuk membangun masyarakat yang harmonis. Asep Saeful Milah, M.Pd., selaku perwakilan BAZNAS Majalengka, menyampaikan bahwa momentum Halal Bihalal ini sangat tepat untuk mempererat koordinasi dalam menjalankan program-program kemaslahatan umat. "Kehadiran Bapak Bupati dan para ulama di tengah-tengah kita memberikan semangat baru bagi BAZNAS untuk terus bersinergi dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan masyarakat Majalengka," ujar Asep di sela-sela acara. Membangun Kemandirian Mahasiswa Acara yang dipusatkan di STIT Tihamah ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi civitas akademika dan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta keselarasan antara pembinaan spiritual di majelis taklim dengan pendidikan akademik di perguruan tinggi. Kegiatan ditutup dengan musafahah (bersalam-salaman) dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh ulama setempat, menandai semangat kebersamaan untuk membangun daerah yang lebih baik. Tagar: #BAZNASMajalengka #HalalBihalal2026 #MajelisAlkisa #STITTihamah #MajaSelatan #ZakatTumbuhBermanfaat #SilaturahmiUmmat #EmanSuherman #MajalengkaLangkungSae
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sambut Ribuan Peziarah Haulan Desa Kagok, Ketua BAZNAS Majalengka Tinjau Persiapan "Warung Amal"
Sambut Ribuan Peziarah Haulan Desa Kagok, Ketua BAZNAS Majalengka Tinjau Persiapan "Warung Amal"
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka turut mengambil peran dalam menyemarakkan tradisi tahunan Haulan di Desa Kagok, Kecamatan Banjaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., meninjau langsung kesiapan "Warung Amal BAZNAS" pada Sabtu malam (18/04/2026), menjelang puncak acara yang akan digelar esok hari. Dalam peninjauan tersebut, Ketua BAZNAS didampingi oleh Kepala Pelaksana, Drs. Uuh Patulloh, serta Tim Media BAZNAS, Eman Suherman, S.Pd.I. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini bertujuan memastikan pelayanan bagi para tamu dan peziarah yang diperkirakan mencapai ribuan orang dapat berjalan maksimal. Warung Amal: Sinergi Layanan untuk Umat Melalui program Warung Amal, BAZNAS Majalengka berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk menyediakan berbagai kudapan tradisional secara gratis. Hidangan yang disajikan mengedepankan kearifan lokal, seperti: Umbi-umbian hasil bumi lokal (Ubi jalar, talas, singkong, bengkuang). Minuman kemasan untuk para peziarah. "Kehadiran Warung Amal ini adalah bentuk nyata pelayanan BAZNAS kepada masyarakat. Kami ingin menyambut para peziarah yang datang dari berbagai penjuru Pulau Jawa dengan semangat ukhuwah Islamiyah, sekaligus mengenalkan potensi hasil bumi Majalengka," ujar H. Agus Asri Sabana di sela-sela peninjauannya. Melestarikan Tradisi Era Kerajaan Talaga Manggung Tradisi Haulan di Desa Kagok bukan sekadar ritual biasa, melainkan warisan sejarah sejak zaman Kerajaan Talaga Manggung yang digelar setiap bulan Hapit (Dzulqaidah). Para peziarah datang untuk menghormati jasa para penyebar Islam di tanah Majalengka, yakni: Sunan Wanaperih (Arya Kikis): Raja Talaga Manggung (1553-1556 M) pendiri pesantren tertua di Majalengka. Syekh Sayid Faqih Ibrahim (Sunan Cipager): Putra Syekh Abdul Muhyi Pamijahan yang memiliki peran sentral dalam dakwah Islam di wilayah ini. Magnet Wisata Religi dan Penggerak Ekonomi Kegiatan ini terbukti menjadi magnet wisata religi yang luar biasa. Pengunjung tidak hanya datang dari wilayah III Cirebon, tetapi merambah hingga Priangan Timur (Tasikmalaya, Garut), Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Hal ini berkaitan erat dengan silsilah keturunan tokoh-tokoh besar tersebut yang tersebar di berbagai daerah. Selain memperkuat aspek spiritual, kegiatan ini menjadi napas baru bagi ekonomi warga. Produk pertanian lokal seperti petai dan umbi-umbian laku keras di pasaran selama prosesi Haulan berlangsung. Dengan adanya sinergi antara nilai sejarah, kearifan lokal, dan dukungan lembaga seperti BAZNAS, diharapkan tradisi Haulan Desa Kagok tidak hanya lestari secara budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mempererat tali silaturahmi antarumat. #BAZNASMajalengka #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #HaolanDesaKagok #WisataReligiMajalengka #BudayaMajalengka #KecamatanBanjaran #WarungAmal #SinergiKebaikan
BERITA18/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Perkuat Sinergi Filantropi, BAZNAS Majalengka Jajaki Kolaborasi Program dengan PT Leetex Garment Indonesia
Perkuat Sinergi Filantropi, BAZNAS Majalengka Jajaki Kolaborasi Program dengan PT Leetex Garment Indonesia
MAJALENGKA Dalam upaya memperluas jangkauan manfaat program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), jajaran Pimpinan dan Amilin Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Majalengka melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi strategis dengan manajemen PT Leetex Garment Indonesia, Jumat (17/4). Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan kolaborasi program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi yang dapat disinergikan antara BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat resmi pemerintah dengan sektor industri di Kabupaten Majalengka. Membangun Ekosistem Kepedulian di Lingkungan Industri Kunjungan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Majalengka. Hadir dalam kesempatan tersebut: Emed Humed, M.Pd. (Wakil Ketua 3 Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan) Drs. H. Idi Purnama, M.M. (Wakil Ketua 4 Bidang Administrasi, SDM, dan Umum) Uju Juhara, S.Pd. (Kepala Divisi Pengumpulan) Iwan Setiawan (Kepala Divisi Digital dan Fundraising) Dalam dialog tersebut, Wakil Ketua 3 BAZNAS Majalengka, Ence Humed, M.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta seperti PT Leetex Garment Indonesia merupakan langkah krusial untuk mengoptimalkan potensi ZIS di wilayah Majalengka. "Kami berharap silaturahmi ini menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi yang lebih konkret, baik dalam hal fasilitasi zakat karyawan maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan di Majalengka," ujar Ence. Optimalisasi Pengumpulan Melalui Jalur Digital Sementara itu, Kepala Divisi Digital dan Fundraising, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa BAZNAS kini telah memiliki infrastruktur digital yang memudahkan para karyawan perusahaan untuk menyalurkan donasi secara transparan dan akuntabel. Hal ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi manajemen maupun staf di PT Leetex Garment Indonesia. Pihak manajemen PT Leetex Garment Indonesia menyambut baik kedatangan rombongan BAZNAS Majalengka. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti poin-poin koordinasi dalam bentuk kerja sama program yang lebih teknis di masa mendatang. Melalui sinergi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus membuktikan perannya sebagai mitra terpercaya bagi dunia usaha dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #FilantropiIslam #PTLeetexGarment #KolaborasiKebaikan #ZakatPerusahaan #AmilinBAZNAS
BERITA17/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Modal Usaha kepada Pelaku UMKM Kadipaten dan Liangjulang
BAZNAS Majalengka Serahkan Bantuan Modal Usaha kepada Pelaku UMKM Kadipaten dan Liangjulang
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat kecil. Pada hari ini, Jumat (17/04/2026), BAZNAS menyalurkan bantuan modal usaha kepada tiga orang pelaku usaha mikro guna mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Bantuan tersebut diserahkan oleh Staf Pelayanan BAZNAS, Robi Ferdian Rakasiwi, kepada tiga penerima manfaat, yaitu: Eno Kusumayanti (Warga Desa Kadipaten) Mimi Resmi (Warga Desa Liangjulang) Ari Maryam (Warga Desa Liangjulang) Dorong Kemandirian Ekonomi Dalam kesempatan tersebut, Robi Ferdian Rakasiwi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk membantu masyarakat yang sedang merintis atau mengembangkan usaha kecilnya. "Kami berharap bantuan modal usaha ini tidak hanya dilihat dari nilainya, tetapi sebagai stimulan agar ibu-ibu sekalian lebih semangat dalam berniaga. Semoga modal ini berkah dan dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga sehingga kedepannya para penerima manfaat ini bisa mandiri secara finansial," ujar Robi. Apresiasi dari Penerima Manfaat Rasa syukur terpancar dari wajah para penerima yang hadir langsung untuk menerima bantuan tersebut. Mewakili para penerima lainnya, Ibu Eno Kusumayanti menyampaikan apresiasinya kepada BAZNAS dan para muzaki. "Terima kasih banyak kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuannya. Modal ini sangat berarti bagi kelanjutan usaha saya di desa. Terima kasih juga kepada para orang baik (muzaki) yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, semoga Allah membalas dengan keberkahan yang berlipat," ungkap Eno. Penyaluran bantuan modal usaha ini merupakan agenda rutin BAZNAS Majalengka dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur produktif. Dengan pendampingan dan dukungan modal, diharapkan para mustahik (penerima zakat) dapat bertransformasi menjadi muzaki (pembayar zakat) di masa depan. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #PemberdayaanEkonomi #ModalUsaha #MajalengkaLangkungSae #ZakatIndonesia #LayananUtamaMuzaki #KemandirianUmat
BERITA17/04/2026 | Humas Pendistribusian dan Penyaluran BAZNAS Kabupaten Majalengka
Dua Dekade UNMA! BAZNAS Majalengka Hadir Beri Dukungan Spesial di Dies Natalis ke-20
Dua Dekade UNMA! BAZNAS Majalengka Hadir Beri Dukungan Spesial di Dies Natalis ke-20
MAJALENGKA Semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan di "Kota Angin" terus membara! Memasuki usia yang ke-20, Universitas Majalengka (UNMA) mendapat kado spesial berupa dukungan langsung dari BAZNAS Kabupaten Majalengka. Tepat pada Jumat, 17 April 2026, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., hadir langsung di Kampus UNMA untuk menyerahkan bantuan kegiatan Dies Natalis ke-20. Kehadiran beliau disambut hangat oleh perwakilan panitia yang tengah bersiap menyambut momentum bersejarah dua dekade kampus kebanggaan warga Majalengka ini. Zakat untuk Pendidikan: Investasi Masa Depan Mengapa BAZNAS hadir di tengah kemeriahan Dies Natalis UNMA? H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan. "Kami di BAZNAS percaya bahwa mendukung kegiatan akademik dan kreativitas mahasiswa adalah investasi jangka panjang. Selamat milad ke-20 untuk UNMA! Semoga sinergi antara ulama, umaro, dan akademisi ini terus membawa berkah bagi masyarakat Majalengka," tutur H. Agus. Momentum Bangkit Bersama Bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan simbol bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS benar-benar hadir di tengah elemen masyarakat, termasuk dunia kampus. Pihak Panitia Dies Natalis UNMA pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian BAZNAS yang selalu tanggap mendukung syiar pendidikan. Sahabat BAZNAS, yuk ikut jadi bagian dari perubahan! Dukungan Anda melalui zakat dan sedekah sangat berarti untuk mendukung mimpi anak-anak bangsa dan kemajuan pendidikan di Majalengka. Salurkan sedekah terbaik Anda melalui: ???? BJB: 0137402262100 ???? BRI: 004601002689569 ???? BSI: 7313997361 ???? Mandiri: 1340000833334 ???? BJB Syariah: 5190301001182 ???? Website: kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah ???? Layanan Muzakki (WA): 0821-2416-9964 ?? Telp: (0233) 282414 ???? Email: [email protected] #BAZNASMajalengka #UNMA20Tahun #DiesNatalisUNMA #ZakatMencerdaskan #MajalengkaHits #KolaborasiKebaikan #InfoMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA17/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaksimalkan Sayyidul Ayyam: Panduan Amalan Sunnah Jumat untuk Keberkahan Umat
Memaksimalkan Sayyidul Ayyam: Panduan Amalan Sunnah Jumat untuk Keberkahan Umat
MAJALENGKA, BAZNAS – Hari Jumat bukan sekadar penutup hari kerja dalam sepekan. Dalam khazanah Islam, Jumat menyandang gelar Sayyidul Ayyam atau tuannya semua hari. Momentum ini merupakan waktu istimewa yang dipenuhi limpahan rahmat dan ampunan bagi kaum muslimin yang mampu menghidupkan sunnah-sunnah di dalamnya. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini. Menghidupkan sunnah bukan hanya soal mengejar pahala, melainkan bentuk manifestasi ketaatan dan upaya membersihkan jiwa. Berikut adalah panduan amalan sunnah di hari Jumat yang dapat mendatangkan keberkahan luar biasa: 1. Bersuci dan Menjaga Kebersihan Diri Sebelum melangkah ke masjid untuk menunaikan salat Jumat, umat Islam disunnahkan untuk mandi (seperti mandi janabah), memotong kuku, merapikan kumis, serta mengenakan wewangian. Kebersihan fisik ini mencerminkan kesiapan batin dalam menghadap Allah SWT. Landasan Hadis: "Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah, kemudian berangkat menuju masjid, maka seakan-akan ia berkurban seekor unta." (HR. Bukhari dan Muslim) 2. Tilawah Surat Al-Kahfi Membaca Surat Al-Kahfi sangat dianjurkan, baik dimulai sejak Kamis malam (malam Jumat) hingga berakhirnya hari Jumat. Amalan ini dipercaya menjadi pelindung dan pemberi cahaya spiritual bagi pembacanya. Landasan Hadis: "Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka cahaya akan menyinarinya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim) 3. Memperbanyak Selawat atas Nabi SAW Jumat adalah waktu utama untuk menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Berselawat di hari Jumat memiliki keutamaan berlipat ganda, di mana Rasulullah sendiri yang meminta umatnya untuk meningkatkan intensitas selawat pada hari agung ini. 4. Hadir Lebih Awal di Rumah Allah Datang lebih awal ke masjid sebelum khatib naik ke mimbar memiliki fadhilah yang besar. Berdasarkan riwayat, para malaikat berdiri di pintu-pintu masjid untuk mencatat urutan kedatangan jemaah. Mengisi waktu tunggu dengan zikir atau salat sunnah Tahiyatul Masjid akan menambah kekhusyukan ibadah. 5. Memburu Waktu Mustajab Berdoa Terdapat satu waktu singkat di hari Jumat di mana doa seorang hamba tidak akan tertolak. Mayoritas ulama berpendapat bahwa waktu mustajab tersebut berada di pengujung hari, yakni antara waktu Ashar hingga menjelang Maghrib. Penutup: Momentum "Recharge" Keimanan Menjalankan sunnah di hari Jumat adalah cara terbaik untuk melakukan akselerasi pahala sekaligus memperhalus budi pekerti. BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap momentum Jumat dapat dijadikan sarana bagi masyarakat untuk kembali meningkatkan kedekatan spiritual kepada Sang Pencipta. Selain amalan di atas, jangan lupakan sunnah lainnya yang tak kalah mulia: Bersedekah. Sedekah di hari Jumat memiliki keutamaan khusus layaknya sedekah di bulan Ramadan. Mari jadikan Jumat sebagai hari untuk peduli dan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kabupaten Majalengka: Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat. #BAZNASMajalengka #MajalengkaReligius #JumatBerkah #SunnahJumat #SayyidulAyyam #ZakatMensejahterakan #AlKahfi #SelawatNabi #AmalanJumat
BERITA17/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →