WhatsApp Icon
BTB BAZNAS Majalengka Tetap Bergerak Menjelang Senja, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Wangkelang

MAJALENGKA — Menjelang senja tak menyurutkan semangat tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menjalankan misi kemanusiaan. Pada Kamis (29/10/2026), tim BTB menyalurkan bantuan kepada keluarga Bapak Dirjo, warga Blok Pahing RT 02 RW 02, Desa Wangkelang, Kecamatan Cingambul, yang terdampak musibah kebakaran beberapa waktu lalu.

Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan BTB BAZNAS Kabupaten Majalengka, Eman Suherman, S.Pd.I. Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala dusun setempat, Kasi Pemerintahan, jajaran perangkat Desa Wangkelang, serta tokoh masyarakat.

Bagi tim BTB, waktu yang semakin sore bukanlah alasan untuk menunda kepedulian. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan, upaya kemanusiaan harus terus berjalan.

“Untuk urusan kemanusiaan, jangan pernah lelah dan jangan menyerah,” ujar Eman Suherman saat tiba di lokasi rumah korban.

Apresiasi Semangat Gotong Royong Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Eman menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bergerak cepat bergotong royong memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang bahu-membahu menggalang donasi untuk membantu keluarga terdampak.

Menurutnya, kepedulian dan kebersamaan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadapi musibah. Melalui tindakan nyata, masyarakat tidak hanya membantu mengatasi keadaan darurat, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada keluarga yang tengah berusaha bangkit dari kesulitan.

Kehadiran warga sejak awal kejadian, mulai dari upaya pemadaman api hingga pengumpulan bantuan, menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan bersama-sama.

Eman berharap budaya gotong royong tersebut terus terpelihara dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Majalengka.

Bantuan untuk Meringankan Beban dan Memulihkan Rumah

Eman juga berharap bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Majalengka dapat membantu meringankan beban keluarga Bapak Dirjo, terutama dalam proses pemulihan rumah yang terdampak kebakaran.

Saat penyaluran bantuan berlangsung, Bapak Dirjo tengah berupaya merangkai kayu untuk membangun kembali bagian atap rumahnya yang hangus terbakar. Upaya tersebut menjadi gambaran semangat keluarga korban untuk kembali menata kehidupan setelah mengalami musibah.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Pak Dirjo dan keluarga. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan untuk membayar upah pekerja maupun membeli kembali kebutuhan yang masih belum tersedia untuk pembangunan rumah,” tutur Eman.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses perbaikan rumah sehingga keluarga korban dapat secara bertahap memulihkan kondisi tempat tinggalnya.

Mohon Doa untuk Kesembuhan Ketua BAZNAS Majalengka

Menjelang akhir kegiatan, Eman Suherman turut menyampaikan permohonan doa kepada seluruh pihak agar Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka diberikan kesembuhan. Saat ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majalengka.

Ia berharap doa dan dukungan dari keluarga besar BAZNAS, masyarakat, serta berbagai pihak dapat menjadi penguat bagi proses pemulihan, sehingga Ketua BAZNAS dapat segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala.

BAZNAS Hadir untuk Masyarakat yang Membutuhkan

Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui BTB kembali menegaskan komitmennya untuk hadir mendampingi masyarakat yang membutuhkan pertolongan, termasuk keluarga yang terdampak bencana dan musibah kebakaran.

Kehadiran tim di tengah masyarakat menjelang senja menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak dibatasi oleh waktu. Semangat melayani, kebersamaan, dan gotong royong merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas sosial serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah dan manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian.

#BAZNASMajalengka #BAZNASRI #BAZNASTanggapBencana #BAZNASJabar #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #EmanSuhermanMajalengka #GotongRoyong #PeduliKemanusiaan #BantuanKebakaran

29/10/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka
Perkuat Kesadaran Zakat Profesi, BAZNAS dan Kemenag Majalengka Dorong ASN Madrasah Berbagi untuk Kemaslahatan Umat

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar Sosialisasi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Zakat Profesi di MTsN 9 Majalengka, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan tenaga pendidik dari MTsN 4 dan MIN 2 Majalengka sebagai upaya memperkuat kesadaran menunaikan zakat profesi sekaligus mengoptimalkan potensi zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Embed Humed, M.Pd., bersama jajaran BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Majalengka. Melalui sosialisasi dan monev ini, para peserta diajak memahami pentingnya zakat profesi serta peran lembaga resmi dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara amanah, transparan, dan sesuai ketentuan syariat Islam.

Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Taufik Hidayat, M.Ag. Dalam arahannya, ia mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan madrasah untuk meningkatkan kesadaran menunaikan zakat profesi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan penghasilan dan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

“Mari kita kompak melaksanakan zakat profesi 2,5 persen dari gaji dan TPG. Jangan menghitung untung dan rugi, tetapi lihatlah dari perspektif bahwa rezeki tersebut sedang dalam proses pembersihan. Zakat juga menjadi amal nyata yang menolong sesama di dunia sekaligus penolong kita di akhirat kelak,” ujar Taufik di hadapan para peserta.

Pesan tersebut menegaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan wujud ketaatan kepada Allah SWT, penyucian harta, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan menunaikan zakat, seorang muslim turut mengambil bagian dalam ikhtiar mengurangi kesenjangan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Memiliki Landasan Hukum yang Kuat

Dalam sambutannya, Embed Humed menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki landasan hukum kuat dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat di Indonesia.

Landasan hukum tersebut meliputi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Di tingkat daerah, pengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka juga diperkuat melalui Peraturan Bupati Majalengka Nomor 92 Tahun 2025 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).

Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional, tertib, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, penghimpunan dan pendistribusian dana ZIS dapat dilaksanakan secara terarah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengelolaan zakat melalui lembaga resmi juga menjadi bagian dari upaya memastikan dana yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan kepada pihak yang berhak menerimanya, sesuai ketentuan syariat Islam dan peraturan perundang-undangan.

Zakat Profesi untuk Menguatkan Kesejahteraan Umat

BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, serta akuntabel. Dana yang dihimpun disalurkan kepada delapan golongan penerima zakat atau asnaf sesuai ketentuan syariat Islam.

Melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan, dana ZIS diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, penanganan kebencanaan, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Kesadaran berzakat yang tumbuh di lingkungan tenaga pendidik memiliki arti strategis. Selain berkontribusi dalam penghimpunan zakat, para guru dan ASN madrasah juga dapat menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada peserta didik serta masyarakat di sekitarnya.

Zakat yang dikelola dengan baik bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk bangkit, mandiri, dan meningkatkan kualitas kehidupannya.

Sinergi BAZNAS dan Kemenag Perluas Edukasi Zakat

Kolaborasi antara BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Majalengka merupakan langkah strategis dalam memperluas edukasi zakat di lingkungan madrasah. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kepatuhan, dan kepercayaan para tenaga pendidik terhadap pengelolaan zakat melalui lembaga resmi.

Monitoring dan evaluasi juga menjadi bagian penting untuk memperkuat koordinasi, mengidentifikasi berbagai kebutuhan di lapangan, serta mendorong pengelolaan zakat yang semakin efektif dan memberikan dampak lebih luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya tenaga pendidik dan aparatur, untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Partisipasi para muzaki menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan manfaat zakat dan mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera.

Semoga setiap penghasilan membawa keberkahan, setiap zakat menjadi jalan penyucian harta, dan setiap kebaikan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Sebab, harta yang ditunaikan zakatnya bukan sekadar berkurang nilainya, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar meraih rida Allah SWT dan memperkuat persaudaraan umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — SAEkeun Majalengka, Langkung SAE.


#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #ZakatProfesi #SosialisasiZakat #MonevZakat #KemenagMajalengka #ZakatASN #ZakatUntukUmat #GerakanCintaZakat #ZakatInfakSedekah #BerkahBerzakat #Majalengka

29/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Ringankan Beban, Tumbuhkan Harapan: BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Erna Rismalasari

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui penyerahan bantuan kesehatan kepada Erna Rismalasari, warga Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Kamis (29/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, pada pukul 13.21 WIB, bertempat di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Dalam kesempatan tersebut, bantuan diterima oleh Ibu Uken Djambarwati yang mewakili Erna Rismalasari.

Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kebutuhan kesehatan dan meringankan beban warga yang tengah menghadapi kesulitan.

BAZNAS Hadir Membawa Kepedulian dan Harapan

Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, menyampaikan bahwa bantuan kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan dukungan. Melalui pengelolaan dana ZIS, BAZNAS berupaya memastikan bahwa amanah para muzaki dan donatur dapat disalurkan kepada mustahik yang berhak menerima.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan kesehatan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, menambah semangat, serta menjadi penguat bagi penerima dan keluarga dalam menjalani ujian yang dihadapi,” ungkap Uuh Fathulloh.

Ia juga menegaskan bahwa setiap amanah yang dititipkan melalui BAZNAS harus dikelola secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki dan donatur menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi mereka yang menunaikannya, serta menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.

Ungkapan Syukur dan Terima Kasih dari Penerima

Pada kesempatan yang sama, Ibu Uken Djambarwati, selaku perwakilan penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian kepada Erna Rismalasari.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan kesehatan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga dapat membantu meringankan kebutuhan yang sedang dihadapi. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para muzaki, donatur, dan seluruh jajaran BAZNAS dengan pahala yang berlipat ganda serta keberkahan dalam kehidupan,” ungkapnya.

Ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian yang disalurkan melalui zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga wujud kasih sayang, persaudaraan, dan penguatan harapan bagi sesama.

Menguatkan Peran Zakat untuk Kemaslahatan Umat

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dan pendistribusian dana ZIS agar tepat sasaran serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui program-program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan, BAZNAS hadir sebagai jembatan kebaikan antara para muzaki dan masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan kesehatan kepada Erna Rismalasari ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, yakni saling menolong, menguatkan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebab, dari kepedulian yang ditunaikan dengan ikhlas, tumbuh harapan bagi mereka yang membutuhkan dan keberkahan bagi seluruh umat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Keberkahan.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BantuanKesehatan #BAZNASPeduli #ZakatInfakSedekah #ZIS #PeduliSesama #MajalengkaPeduli #Kemanusiaan #ZakatUntukKesejahteraan

29/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Miasari Sundari, Hadirkan Kepedulian bagi Sesama

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat yang membutuhkan melalui penyerahan bantuan kesehatan kepada Miasari Sundari, warga Kelurahan Cikasarung, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, pada Kamis (29/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Robi Ferdian Raka Siwi, S.E., Staf Bidang Layanan Mustahik BAZNAS Kabupaten Majalengka, di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penerimaan bantuan diwakili oleh Fitri Ria Sari, yang merupakan bibi dari Miasari Sundari.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan di bidang kesehatan. Melalui pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS berupaya menghadirkan manfaat nyata sekaligus meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Wujud Kepedulian dan Amanah Dana ZIS

Bantuan kesehatan yang disalurkan menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial BAZNAS Kabupaten Majalengka terhadap mustahik. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kesehatan Miasari Sundari serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang mendampinginya.

Staf Bidang Layanan Mustahik BAZNAS Kabupaten Majalengka, Robi Ferdian Raka Siwi, S.E., menyampaikan bahwa pelayanan kepada mustahik merupakan bagian penting dari upaya BAZNAS untuk memastikan dana ZIS memberikan manfaat bagi masyarakat yang berhak menerimanya.

“Melalui bantuan kesehatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban yang dihadapi oleh Ibu Miasari Sundari dan keluarga. Semoga bantuan yang diberikan membawa manfaat, menjadi penyemangat, serta menguatkan ikhtiar dalam menghadapi ujian. BAZNAS hadir untuk menyalurkan amanah para muzaki dan donatur agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Robi.

Ia juga berharap kepedulian yang diwujudkan melalui zakat, infak, dan sedekah dapat terus menumbuhkan semangat gotong royong serta mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.

Keluarga Sampaikan Terima Kasih

Fitri Ria Sari, selaku bibi yang mewakili penerimaan bantuan untuk Miasari Sundari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian BAZNAS Kabupaten Majalengka.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan kesehatan yang diberikan kepada Miasari. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh jajaran BAZNAS, para muzaki, dan donatur dengan pahala yang berlipat ganda serta memberikan keberkahan dalam setiap langkahnya,” tuturnya.

Ungkapan syukur tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian yang diberikan dengan tulus bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga menghadirkan harapan dan kekuatan bagi keluarga yang sedang membutuhkan dukungan.

Menguatkan Manfaat Zakat bagi Masyarakat

BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen mengelola dan menyalurkan dana ZIS secara amanah agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Berbagai upaya dilakukan melalui program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

Penyaluran bantuan kesehatan kepada Miasari Sundari menjadi salah satu wujud pelaksanaan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial, yakni saling menolong, mengasihi, dan meringankan kesulitan sesama.

BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan dukungan para muzaki dan donatur, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat kepedulian dan memperoleh harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Keberkahan.

#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BantuanKesehatan #BAZNASPeduli #ZakatInfakSedekah #ZIS #LayananMustahik #PeduliSesama #MajalengkaPeduli #Kemanusiaan

29/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Sampaikan Doa dan Harapan di Usia ke-40 Ketua KADIN, Raden Hendrian Suryanatanagara

MAJALENGKA — Segenap keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-40 kepada Raden Hendrian Suryanatanagara, S.E., Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Majalengka. Ucapan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus doa agar beliau senantiasa memperoleh limpahan rahmat, kesehatan, keberkahan usia, serta kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Dalam momentum pertambahan usia ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap langkah, melapangkan jalan pengabdian, serta menjadikan setiap ikhtiar yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

BAZNAS Kabupaten Majalengka juga menyampaikan harapan agar kiprah dan kepemimpinan Raden Hendrian Suryanatanagara terus menjadi inspirasi dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha, memperkuat perekonomian daerah, serta membuka semakin banyak peluang usaha dan lapangan kerja yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Majalengka.

Sebagai Ketua KADIN Kabupaten Majalengka, peran dalam membangun ekosistem usaha yang produktif, mendorong kolaborasi antarpelaku usaha, dan memperkuat potensi ekonomi lokal diharapkan dapat terus berkembang. Sinergi antara berbagai elemen daerah, termasuk dunia usaha dan lembaga sosial, menjadi salah satu ikhtiar penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka meyakini bahwa semangat kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi merupakan nilai penting dalam menghadirkan kemaslahatan umat. Dengan terbangunnya hubungan yang harmonis antarlembaga dan para pemangku kepentingan, berbagai potensi kebaikan diharapkan dapat terus dikembangkan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Momentum ulang tahun ini juga menjadi pengingat bahwa bertambahnya usia merupakan anugerah sekaligus amanah untuk memperluas manfaat, memperkuat pengabdian, dan menebarkan kebaikan bagi sesama.

Barakallah fii umrik. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dalam setiap usia, memudahkan segala urusan, menguatkan langkah dalam pengabdian, serta menjadikan setiap usaha dan karya sebagai jalan menuju kemaslahatan umat.

Bersama membangun kolaborasi, menguatkan kepedulian, dan menghadirkan kebermanfaatan demi terwujudnya Majalengka Langkung SAE.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menyejahterakan Umat.

 

 

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #BAZNAS #KADINMajalengka #RadenHendrianSuryanatanagara #SelamatUlangTahun #KolaborasiKebaikan #EkonomiMajalengka #MajalengkaMaju #KemaslahatanUmat

29/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Manfaat, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Strategis dengan BI hingga SEAMEO CECCEP
Perluas Jangkauan Manfaat, BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi Strategis dengan BI hingga SEAMEO CECCEP
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus melakukan langkah akseleratif untuk meningkatkan nilai pengumpulan demi memperluas kebermanfaatan bagi para mustahik di wilayah Kabupaten Majalengka. Di bawah kepemimpinan H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., BAZNAS Majalengka kini tidak hanya bertumpu pada pengelolaan Zakat Profesi (ASN), namun juga mulai merambah potensi sumber dana eksternal lainnya. Dalam pertemuan strategis dengan pihak Bank Indonesia (BI) di Cirebon baru-baru ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya untuk menjalin kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diambil guna menggali potensi tambahan melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), dana hibah, maupun kolaborasi program pembangunan kesejahteraan dari berbagai lembaga. "Kami berupaya agar BAZNAS Majalengka tidak hanya menjadi pengelola zakat profesi semata. Fokus kami saat ini adalah bagaimana membangun jejaring luas agar ada penambahan nilai dari sisi CSR, hibah, maupun sinergi program dengan pihak ketiga yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar H. Agus Asri Sabana. Optimalisasi Komunikasi dan Kemitraan Korporasi Guna merealisasikan target tersebut, Ketua BAZNAS telah menginstruksikan Divisi Pengumpulan dan Divisi Humas untuk proaktif menjalin komunikasi intensif dengan berbagai perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kabupaten Majalengka. Langkah jemput bola ini diharapkan dapat mengintegrasikan program sosial perusahaan dengan program pendayagunaan BAZNAS yang lebih terukur. Capaian Diplomasi dan Fasilitasi Sektoral Salah satu keberhasilan nyata dari ikhtiar diplomasi ini adalah peran BAZNAS Kabupaten Majalengka sebagai fasilitator antara pihak SEAMEO CECCEP (Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Early Childhood Care Education and Parenting) dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Sinergi ini telah memasuki tahap penandatanganan kesepakatan (MoU) yang akan memperkuat program edukasi dan kesejahteraan keluarga di Majalengka. Koordinasi Vertikal yang Intensif Selain memperkuat jalur horizontal dengan dunia usaha dan lembaga internasional, BAZNAS Majalengka juga terus mempererat koordinasi vertikal dengan: BAZNAS Provinsi Jawa Barat BAZNAS Republik Indonesia Koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan manajerial, sinkronisasi data, serta perluasan jangkauan program nasional yang dapat diturunkan ke tingkat daerah. Melalui berbagai ikhtiar ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka optimistis dapat menjadi lembaga pengelola zakat yang lebih kuat, transparan, dan mampu memberikan dampak kebermanfaatan yang lebih luas bagi kemaslahatan umat. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #SinergiZakat #MajalengkaReligius #BankIndonesia #SEAMEOCECCEP #PengelolaanCSR #AmilZakat
BERITA25/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Dilema Pasca Hadirnya MBG: Apakah Profesi Guru Madrasah Masih Diminati di Masa Depan?
Dilema Pasca Hadirnya MBG: Apakah Profesi Guru Madrasah Masih Diminati di Masa Depan?
MAJALENGKA, BAZNAS Belakangan ini, ruang diskusi publik diramaikan dengan kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membawa harapan baru bagi pemenuhan gizi siswa sekaligus membuka lapangan kerja baru dengan standar upah yang menjanjikan. Namun, di balik antusiasme tersebut, terselip sebuah refleksi mendalam dari balik ruang-ruang kelas Madrasah: Mengapa penghargaan terhadap sektor penunjang pendidikan tampak lebih cepat terwujud, sementara guru—yang memikul inti dari pendidikan itu sendiri—masih sering dibiarkan berjuang di ambang batas kelayakan? Kesenjangan yang Telanjang Kehadiran program baru dengan struktur upah yang lebih jelas sering kali memicu rasa kecil hati bagi para guru madrasah yang telah mengabdi bertahun-tahun. Dengan honorarium yang terkadang hanya berkisar Rp350 ribu per bulan, mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa profesi yang membentuk akal dan adab justru dihargai jauh di bawah pekerjaan penunjang teknis di lingkungan sekolah. Bagi seorang guru madrasah, ini bukan sekadar soal angka, melainkan soal "tangga nilai". Bagaimana mungkin bangsa ini menaruh harapan besar pada pundak pendidik untuk menjaga moral generasi, namun di saat yang sama membiarkan mereka hidup dalam kerentanan ekonomi yang ekstrem? Jebakan Moral: Antara Keikhlasan dan Hak Hidup Sering kali, pengabdian guru dinormalisasi dengan bahasa kesalehan. Guru diminta untuk selalu ikhlas dan sabar. Namun, dalam perspektif keadilan Islam, nilai luhur seperti ikhlas tidak boleh digunakan untuk membungkam hak hidup yang layak. Dalam Surah al-Nahl ayat 90, Allah SWT memerintahkan kita untuk berlaku adil dan berbuat ihsan. Memuliakan guru dalam retorika keagamaan tanpa dibarengi dengan perlindungan material yang nyata adalah sebuah ketimpangan sosial yang harus segera dibenahi. Masa Depan Madrasah di Persimpangan Jalan Kegelisahan ini membawa kita pada pertanyaan besar: Masihkah profesi guru madrasah diminati oleh generasi mendatang? Anak-anak muda mungkin tetap menaruh hormat pada guru, namun mereka juga melihat realitas. Jika mereka menyaksikan bahwa jalan pengabdian di madrasah adalah jalan menuju ketidakpastian hidup, maka minat untuk menjadi pendidik akan perlahan padam. Kita tidak boleh membiarkan "panggilan jiwa" para calon pendidik luntur hanya karena sistem yang gagal menjamin martabat hidup mereka. Ikhtiar BAZNAS Majalengka BAZNAS Kabupaten Majalengka menyadari bahwa menjaga kesejahteraan guru adalah bagian dari menjaga masa depan umat. Guru madrasah adalah garda terdepan dalam mencetak generasi akhlakul karimah. Melalui pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah, kita harus hadir sebagai penyokong bagi mereka yang selama ini hanya diminta untuk bertahan. Sudah saatnya kemuliaan guru turun dari sekadar pujian di lisan menjadi perlindungan yang nyata dalam kebijakan dan kesejahteraan. #BAZNASMajalengka #MakanBergiziGratis #GuruMadrasah #KesejahteraanGuru #MajalengkaLangkungSae #ZakatPendidikan #KeadilanSosial #MBG
BERITA25/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Kenapa Orang Tua Menghukumku Saat Tidak Faham Pelajaran di Sekolah?
Kenapa Orang Tua Menghukumku Saat Tidak Faham Pelajaran di Sekolah?
MAJALENGKA – Sebuah pertanyaan pedih seringkali muncul di hati seorang anak ketika lembar hasil ujian tidak sesuai harapan: “Kenapa aku harus dihukum, padahal aku sudah berusaha belajar sekuat tenaga?” Perasaan kecewa, sedih, dan ragu akan kasih sayang orang tua seringkali menyelimuti batin saat teguran keras atau bahkan hukuman fisik diterima hanya karena sebuah angka di sekolah. Memahami Balutan Rasa Khawatir Grand Syekh Ahmad Thayyeb dalam kitab al-Athfal Yasalunal Imam memberikan perspektif yang menyejukkan untuk menjembatani kegelisahan ini. Beliau menekankan bahwa pada dasarnya, tindakan tegas orang tua lahir dari rasa cinta yang mendalam dan kekhawatiran akan masa depan anaknya. Mereka ingin kita menjadi pribadi yang sukses dan tidak tertinggal. Bagi seorang anak, kunci utamanya adalah tetap berusaha bersungguh-sungguh. Niatkan belajar sebagai bentuk bakti kepada orang tua sebagaimana perintah Allah SWT: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil’.” (QS. Al-Isra: 24) Pesan Bagi Orang Tua: Kekerasan Bukan Solusi Namun, di sisi lain, BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui pesan Sang Imam mengingatkan para orang tua bahwa anak adalah hibah (anugerah) dari Allah yang harus dijaga dengan penuh kebijaksanaan. Pendidikan yang mengedepankan kekerasan fisik bukanlah jalan keluar yang diajarkan oleh Islam. Kita diajak untuk meneladani Rasulullah SAW yang sangat penyayang kepada anak-anak. Sahabat Anas bin Malik RA bersaksi: "Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih sayang kepada keluarga (dan anak-anak) selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam." (HR. Muslim) Beliau tidak pernah memukul anak kecil. Langkah utama dalam mendidik saat anak mengalami kesulitan belajar bukanlah hukuman, melainkan: Mendekat: Menghadirkan kehadiran fisik dan emosional. Mendengar: Memahami kesulitan apa yang sebenarnya dihadapi anak di sekolah. Meneladani: Memberikan contoh ketabahan dan semangat dalam mencari ilmu. Penutup Hubungan antara anak dan orang tua seharusnya dipenuhi dengan rida dan cinta. Bagi anak, janganlah patah arang dan tetaplah giat belajar untuk membanggakan agama dan tanah air. Bagi orang tua, bimbinglah mereka dengan kelembutan. Ingatlah bahwa hidayah dari Allah dan suasana rumah yang tenang adalah kekuatan terbesar bagi kesuksesan seorang anak. Mari kita ciptakan keluarga di Majalengka yang harmonis, di mana setiap kesulitan belajar dihadapi dengan diskusi dan doa, bukan dengan amarah. BAZNAS Kabupaten Majalengka Berkhidmat untuk Umat, Menguatkan Generasi. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #Majalengka #MajalengkaRaharjo #ZakatMajalengka #ParentingIslami #MendidikTanpaKekerasan #TipsParenting #PendidikanAnak #KeluargaSakinah #AnakAnugerahIlahi #BelajarDirumah #GrandSyekhAhmadThayyeb #AlAzhar #NasihatUlama #CintaOrangTua #BirrulWalidain #AdabAnak #MotivasiBelajar #IslamDamai #KeluargaBahagia #InfoMajalengka #DakwahVisual #GenerasiEmas
BERITA25/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Lepas Kloter KJT-06, Ketua BAZNAS Majalengka: Fokus Ibadah, Jaga Kesehatan, dan Raih Kemabruran
Lepas Kloter KJT-06, Ketua BAZNAS Majalengka: Fokus Ibadah, Jaga Kesehatan, dan Raih Kemabruran
MAJALENGKA Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., memberikan respon positif dan apresiasi mendalam atas lancarnya prosesi pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Majalengka Kloter KJT-06. Acara yang berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Pemda Majalengka pada Sabtu (25/04/2026) ini menjadi tonggak awal perjalanan spiritual ratusan tamu Allah menuju Tanah Suci. Respon Terhadap Dinamika Jemaah Menanggapi laporan mengenai adanya dua jemaah yang wafat sebelum keberangkatan sehingga total jemaah Kloter KJT-06 menjadi 437 orang (ditambah 6 petugas), H. Agus Asri Sabana menyampaikan rasa duka citanya sekaligus memberikan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. "Kami mendoakan para jemaah yang telah berpulang ke rahmatullah sebelum sempat menginjakkan kaki di Tanah Suci. Insya Allah, niat tulus mereka sudah dicatat sebagai pahala haji di sisi Allah SWT," ungkapnya saat ditemui di lokasi pelepasan. Pesan Khusus untuk Jemaah Dalam respon resminya, Ketua BAZNAS menekankan pentingnya ketahanan fisik dan kemurnian niat. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan stamina prima, terutama menghadapi perbedaan cuaca di Arab Saudi. "Pesan saya kepada seluruh jemaah, khususnya Kloter KJT-06, fokuslah pada rangkaian ibadah. Jaga kesehatan, perbanyak minum air putih, dan saling menjaga satu sama lain antar sesama jemaah asal Majalengka," tuturnya. Untaian Doa untuk Keselamatan Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS, termasuk Ketua Dewan Pengawas dan Sekretaris BAZNAS, merupakan bentuk dukungan spiritual kolektif. H. Agus Asri Sabana pun memimpin harapan agar perjalanan ini menjadi perjalanan yang berkah. "Kami senantiasa mengetuk pintu langit, memohon kepada Allah SWT agar seluruh jemaah diberikan kemudahan dalam setiap tahapan rukun dan wajib haji. Semoga selamat sampai di tujuan, sehat selama menjalankan ibadah, dan kembali ke tanah air dengan predikat Haji yang Mabrur serta membawa perubahan positif bagi diri dan lingkungan," pungkasnya. Prosesi ini ditutup dengan suasana penuh haru saat bus jemaah mulai diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Majalengka beserta jajaran Forkopimda, diiringi lambaian tangan dan doa restu dari seluruh tamu undangan yang hadir. #BAZNASMajalengka #ResponKetuaBAZNAS #Haji2026 #KloterKJT06 #TamuAllah #DoaUntukJemaah #MajalengkaLangkungSae #HajiMabrur #InfoHajiMajalengka
BERITA25/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Alumni dan Kepedulian Umat: BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa di Reuni Akbar MAN 1 Talaga
Sinergi Alumni dan Kepedulian Umat: BAZNAS Majalengka Salurkan Beasiswa di Reuni Akbar MAN 1 Talaga
MAJALENGKA Momen penuh kenangan dalam acara Halal Bihalal dan Reuni Akbar IKA MAN Talaga (MAN 1 Majalengka) lintas angkatan 1994, 1995, dan 1996 menjadi semakin bermakna dengan adanya aksi nyata kepedulian sosial. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Majalengka tersebut, BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi para siswa, Sabtu (25/04/2026). Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai pimpinan lembaga, namun juga sebagai bentuk pengabdian kepada almamater yang telah membentuk karakter dan spiritualitasnya. Daftar Penerima Bantuan Stimulan Pendidikan Dalam suasana reuni yang penuh kekeluargaan, BAZNAS menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan dengan total nilai Rp 5.000.000,-. Bantuan tersebut diberikan kepada lima orang siswa berprestasi yang membutuhkan dukungan finansial, dengan nominal masing-masing sebesar Rp 1.000.000,-. Adapun para penerima bantuan tersebut adalah: Tika (Sindang, Cikijing) Agung (Cimangguhilir, Bantarujeg) Dwi Khofifah (Cibeureum, Talaga) Sida Nurul (Kagok, Banjaran) Azmi (Jatipamor, Talaga) H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola BAZNAS harus memberikan manfaat nyata bagi umat, khususnya di bidang pendidikan. "Alhamdulillah, bertepatan dengan momen silaturahmi angkatan 94, 95, dan 96 ini, BAZNAS dapat berkontribusi untuk membantu siswa-siswi MAN 1 Majalengka. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dititipkan para muzakki menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus belajar tanpa harus terhambat kendala biaya," ujar H. Agus. Disaksikan Pimpinan Kemenag dan Para Guru Prosesi penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., yang juga merupakan sosok guru yang sangat dihormati oleh para alumni. Kehadiran beliau menambah kekhidmatan acara yang mempertemukan guru dan murid lintas generasi tersebut. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap dapat memicu semangat gotong royong di kalangan alumni untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Majalengka. Langkah ini sejalan dengan visi "Majalengka Langkung Sae", di mana kesejahteraan masyarakat dibangun melalui sinergi berbagai pihak dan pengelolaan zakat yang profesional serta transparan. Acara penyerahan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan MAN 1 Majalengka dan keberkahan bagi para muzakki yang telah mempercayakan pengelolaan dananya melalui BAZNAS. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #AlumniPeduli
BERITA25/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Momen Emosional di Reuni Akbar MAN Talaga: Ketua BAZNAS Majalengka Pulang Kampung, Salurkan Beasiswa Pendidikan
Momen Emosional di Reuni Akbar MAN Talaga: Ketua BAZNAS Majalengka Pulang Kampung, Salurkan Beasiswa Pendidikan
MAJALENGKA – Gurauan hangat dan pelukan rindu mewarnai Aula MAN 1 Majalengka pada Sabtu (25/04/2026). Ratusan alumni dari lintas generasi berkumpul dalam tajuk Halal Bihalal dan Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) MAN Talaga. Namun, di balik keriuhan nostalgia tersebut, hadir sebuah aksi nyata yang menyentuh sektor pendidikan. Hadir di tengah-tengah acara, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb. Kehadirannya kali ini bukan sekadar tamu undangan protokoler, melainkan sebagai seorang "anak yang pulang ke rumah". H. Agus merupakan bagian dari keluarga besar alumni angkatan 1995. Pertemuan Para Tokoh dan Guru Bangsa Suasana haru memuncak saat alumni angkatan 1993, 1994, dan 1995 bersimpuh memberikan penghormatan kepada guru-guru mereka. Hadir pula Dr. Hj. Euis Damayanti, M.PKIM., sosok guru idola yang kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka. Dalam sambutannya yang sarat akan refleksi, H. Agus mengenang masa-masa menimba ilmu di madrasah sebagai fondasi utama karakter dan spiritualitasnya saat ini. "Ketika amanah menakhodai BAZNAS diberikan kepada saya, tekad saya hanya satu: mentasharufkan dana zakat, infaq, dan sedekah seamanah mungkin. Saya ingin memastikan setiap rupiah dari para muzakki menjadi manfaat nyata, terutama bagi masa depan pendidikan anak-anak kita di Majalengka," tutur H. Agus dengan nada bergetar. Aksi Nyata: Beasiswa Rp 5 Juta untuk Generasi Penerus Sebagai wujud kepedulian terhadap almamater, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan stimulan biaya pendidikan senilai total Rp 5.000.000,-. Bantuan ini diberikan kepada lima siswa berprestasi namun membutuhkan, dengan masing-masing menerima Rp 1.000.000,-. Tak hanya itu, kemeriahan acara ditambah dengan penyerahan kadeudeuh dari para alumni untuk para guru dan almamater. Hal ini menjadi simbol terima kasih yang mendalam atas jasa para pendidik yang telah mencetak putra-putri terbaik daerah. MAN 1 Majalengka: Pelopor Gerakan ZIS Perlu diketahui, MAN 1 Majalengka saat ini berdiri sebagai Madrasah Percontohan Gerakan ZIS di Kabupaten Majalengka. Melalui program SIGAP (Sedekah Infaq Generasi Anak Peduli), madrasah ini membuktikan bahwa budaya berbagi bisa dipupuk sejak dini di lingkungan sekolah. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh keluarga besar MAN 1 Majalengka. Bantuan yang diberikan diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus mengejar mimpi tanpa perlu merasa gentar oleh kendala biaya. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #MANTalaga #ReuniAkbar #PendidikanMajalengka #BerbagiItuIndah
BERITA25/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Kolaborasi Strategis: Ketua BAZNAS Majalengka Dampingi Mensos Gus Ipul dan Bupati Eman Tinjau SRMP 34
Kolaborasi Strategis: Ketua BAZNAS Majalengka Dampingi Mensos Gus Ipul dan Bupati Eman Tinjau SRMP 34
MAJALENGKA, BAZNAS – Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., turut hadir mendampingi Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bupati Majalengka, Eman Suherman, dalam kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Model Persatuan (SRMP) 34 Majalengka pada Jumat (24/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda strategis bertajuk "Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Majalengka". Kehadiran BAZNAS dalam momentum ini menegaskan peran penting lembaga zakat dalam mendukung penguatan SDM dan pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Transformasi Karakter Siswa Dalam tinjauannya, Mensos Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi terhadap perubahan nyata pada karakter siswa SRMP 34. Ia menyaksikan bagaimana nilai-nilai disiplin dan tata krama telah menjadi budaya sehari-hari, mulai dari kebiasaan sederhana seperti berdoa sebelum beraktivitas hingga tata cara makan yang tertib. "Kami melihat ada perubahan perilaku yang luar biasa. Siswa menjadi lebih disiplin dan tertib. Ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya soal akademik, tapi juga pembentukan karakter," ujar Gus Ipul. Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah Kehadiran SRMP 34 menjadi secercah harapan bagi anak-anak di Kabupaten Majalengka. Zeni Indriyani (14), salah satu siswi, mengungkapkan kegembiraannya bisa bersekolah kembali. Hal senada dirasakan oleh Muhammad Rega Ardiansyah (17), yang sempat putus sekolah selama dua tahun, namun kini merasa bangga bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat untuk mengejar cita-citanya. Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyatakan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam kolaborasi program prioritas presiden ini adalah wujud nyata komitmen lembaga dalam membangun SDM yang unggul di Majalengka. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan para siswa kelak mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi keluarga dan daerah. Kunjungan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan bakat siswa, seperti pidato dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, paduan suara, serta simulasi pembelajaran Matematika dalam Bahasa Inggris oleh Guru Dinda Rani Saputri. Sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Majalengka, dan BAZNAS ini diharapkan terus berlanjut demi memastikan tidak ada lagi anak di Majalengka yang putus sekolah. #BAZNASMajalengka #AgusAsriSabana #GusIpul #BupatiMajalengka #EmanSuherman #SRMP34 #KemandirianEkonomi #SDMUnggul #SekolahRakyat #MajalengkaLangkungSae #ZakatUntukPendidikan
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Optimalkan Layanan Digital, BAZNAS Majalengka dan BSI Lakukan Aktivasi CUZ
Optimalkan Layanan Digital, BAZNAS Majalengka dan BSI Lakukan Aktivasi CUZ
MAJALENGKA BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen meningkatkan efisiensi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui transformasi digital. Bertempat di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka Lantai 2, telah dilaksanakan agenda aktivasi CUZ (Centralized Ummah Zeal) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Majalengka pada hari ini, Jumat (24/04). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kesekretariatan BAZNAS Majalengka, didampingi oleh Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail. Sementara itu, pihak Bank BSI Cabang Majalengka hadir untuk memandu secara teknis proses aktivasi fitur layanan perbankan syariah terintegrasi tersebut. Sinergi Strategis untuk Transparansi Aktivasi layanan CUZ BSI ini bertujuan untuk menyelaraskan sistem keuangan BAZNAS dengan platform perbankan digital guna mempermudah proses rekonsiliasi data dan transaksi secara real-time. "Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat ekosistem digital di lingkungan BAZNAS Majalengka. Dengan sistem yang terintegrasi, kita berharap layanan kepada muzaki maupun penyaluran kepada mustahik menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel," ujar Kepala Kesekretariatan di sela-sela kegiatan. Mendorong Kemudahan Berzakat Kepala Divisi Digital Fundraising & Retail menambahkan bahwa kolaborasi ini akan sangat mendukung performa penghimpunan dana di ranah retail. Penggunaan teknologi perbankan yang mutakhir diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat Majalengka dalam menunaikan kewajiban ZIS melalui kanal-kanal digital yang tersedia. Dengan adanya aktivasi ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka dan BSI Cabang Majalengka sepakat untuk terus bersinergi dalam menggerakkan ekonomi syariah di wilayah Kabupaten Majalengka, demi kemaslahatan umat. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #BSIMajalengka #ZakatDigital #AktivasiCUZ #EkonomiSyariah #MajalengkaLangkungSae #ZakatTumbuhBermanfaat #PengelolaanZIS
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Upaya Mengetuk Pintu Langit Melalui Kebersihan: BAZNAS Majalengka Gelar Aksi GeBer Jumat
Upaya Mengetuk Pintu Langit Melalui Kebersihan: BAZNAS Majalengka Gelar Aksi GeBer Jumat
MAJALENGKA, BAZNAS Pagi yang cerah di hari Jumat, 24 April 2026, suasana di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka tampak berbeda. Seluruh jajaran Komisioner, Dewan Pengawas, hingga staf amilin berkumpul dengan semangat gotong royong dalam agenda Gerakan Bersih-bersih Jumat (GeBer Jumat). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini difokuskan pada pembersihan area halaman timur hingga bagian belakang kantor BAZNAS. Aksi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung program pembangunan daerah serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan terawat dengan baik. Sinergi Lintas Sektoral Menuju Majalengka Langkung Sae Program GeBer Jumat merupakan inisiasi Pemerintah Kabupaten Majalengka yang kini telah mencapai puluhan chapter. Program ini menyasar berbagai titik fasilitas umum dan area sungai yang memerlukan penanganan kebersihan ekstra. BAZNAS Majalengka hadir sebagai bagian dari kolaborasi lintas dinas—bersinergi dengan BKPSDM, DLH, Disdik, dan Puskesmas—guna mewujudkan visi Majalengka yang Langkung Sae, khususnya dalam aspek kebersihan lingkungan dan penguatan ikatan kebersamaan antarinstansi. Makna Spiritual: Kebersihan Sebagian dari Iman Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, yang turut terjun langsung memangkas dahan pohon di sekitar kantor, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program ini memiliki dimensi teologis dan sosiologis yang mendalam. "Bagi kami di BAZNAS, Geber Jumat bukan sekadar menyapu jalan atau memungut sampah. Ini adalah pengejawantahan dari nilai An-Nazhafatu Minal Iman (Kebersihan adalah sebagian dari iman). Kami ingin memastikan kehadiran BAZNAS membawa dampak nyata pada kelestarian lingkungan," ujar H. Agus. Beliau menekankan tiga esensi utama dari kegiatan ini: Manifestasi Zakat dalam Lingkungan: Sebagaimana zakat menyucikan harta, gotong royong ini adalah upaya menyucikan ruang publik dari polusi dan potensi bencana. Penguatan Silaturahmi: Aksi fisik di lapangan mencairkan sekat birokrasi, mempererat interaksi antara lembaga pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat. Kepedulian Sosial Berkelanjutan: Lingkungan yang bersih meningkatkan kesehatan masyarakat, yang secara langsung membantu meringankan beban sosial-ekonomi para mustahik. Komitmen untuk Kemaslahatan Umat H. Agus juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka atas konsistensi menjaga program ini. BAZNAS menyatakan kesiapannya untuk selalu bersinergi dalam setiap langkah yang bertujuan bagi kemaslahatan umat. "Kami berharap gerakan ini menginspirasi masyarakat agar tumbuh kesadaran mandiri dalam menjaga keasrian lingkungan. Bersih lingkungannya, berkah hidupnya," pungkas beliau. Aksi bersih-bersih ini diakhiri dengan evaluasi singkat dan ramah tamah antar-amilin, memperkuat soliditas internal BAZNAS dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Majalengka. #BAZNASMajalengka #GeberJumat #MajalengkaAsri #ZakatMensejahterakan #KebersihanLingkungan #GotongRoyong #JumatBerkah
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Sinergi Membangun Pendidikan, BAZNAS Majalengka Hadiri KONKERKAB I PGRI Kabupaten Majalengka
Sinergi Membangun Pendidikan, BAZNAS Majalengka Hadiri KONKERKAB I PGRI Kabupaten Majalengka
MAJALENGKA BAZNAS Kabupaten Majalengka menghadiri kegiatan Konferensi Kerja Kabupaten (KONKERKAB) I PGRI Kabupaten Majalengka yang digelar pada Jumat, 24 April 2026. Acara yang bertempat di Gedung Aula PGRI Kabupaten Majalengka ini mengusung tema besar “PGRI Penggerak Inovasi dan Kreativitas Menuju Majalengka Langkung SAE”. Hadir mewakili pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, Wakil Ketua IV, Drs. H. Idi Purnama, M.M., bergabung bersama jajaran tokoh penting daerah, di antaranya Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Kepala Dinas Pendidikan, Kabag BKPSDM, Ketua PGRI Kabupaten Majalengka, serta Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi untuk Kemanfaatan Luas Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Majalengka mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari BAZNAS terhadap berbagai program PGRI. Kehadiran BAZNAS dalam forum strategis ini dipandang sebagai simbol energi kolaboratif yang mempertegas bahwa kiprah PGRI tidak hanya terbatas pada internal organisasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua I PGRI Provinsi Jawa Barat menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi terletak pada jejaringnya. "Kita tidak akan besar jika merasa bisa sendiri, namun insyaAllah kita akan besar jika kita berkolaborasi," ujarnya. Arahan Bupati Majalengka Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., saat membuka acara secara resmi, menyampaikan arahannya mengenai pilar organisasi yang kuat. Beliau menekankan pentingnya sarana penunjang, program kerja yang terukur, SDM yang mumpuni, serta dukungan anggaran yang efektif. Lebih lanjut, Bupati berharap PGRI dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal visi Majalengka Langkung SAE, khususnya pada sektor peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Sindangkasih. Komitmen BAZNAS dalam Bidang Pendidikan Melalui kehadiran di KONKERKAB I ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka kembali menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan organisasi profesi seperti PGRI. BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung program-program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, memastikan dana zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola untuk mewujudkan Majalengka yang lebih maju dan sejahtera. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #PGRIMajalengka #KolaborasiKebaikan #ZakatUntukPendidikan #KonkerkabIPGRI #MajalengkaSejahtera
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Kolaborasi Program Prioritas Presiden Bersama Mensos RI di GGM Talaga Manggung
Ketua BAZNAS Majalengka Hadiri Kolaborasi Program Prioritas Presiden Bersama Mensos RI di GGM Talaga Manggung
MAJALENGKA, BAZNAS Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menghadiri kegiatan strategis bertajuk "Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Majalengka". Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Talaga Manggung pada Jumat sore, 24 April 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Ibu Noneng Komara Nengsih, S.E., M.A.P., Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Apresiasi Sekolah Rakyat dan Kemandirian Ekonomi Acara dibuka dengan penampilan memukau paduan suara siswa-siswi Sekolah Rakyat Majalengka yang menunjukkan metode pengajaran inovatif. Dalam sambutannya, Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial. "Kami sangat berterima kasih karena Majalengka terpilih sebagai lokasi Sekolah Rakyat Rintisan dari 164 sekolah di seluruh Indonesia. Ini adalah wujud nyata perhatian terhadap peningkatan kualitas SDM di daerah kita," ujar Bupati Eman. Transformasi Data dan Labelisasi Penerima Bansos Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah berani Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mengentaskan kemiskinan, salah satunya melalui program labelisasi rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sempat viral. Langkah ini dinilai efektif mendorong graduasi mandiri bagi masyarakat yang sudah mampu. Gus Ipul juga menekankan pentingnya akurasi data melalui Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan bantuan sosial sangat bergantung pada dedikasi operator data di tingkat desa. "Bantuan sosial harus tepat sasaran agar keluarga penerima bisa 'naik kelas'. Inilah tugas kita bersama untuk memastikan tidak ada lagi the invisible people atau warga membutuhkan yang luput dari pendataan," tegas Mensos. Tinjau SRMP 34 Majalengka Usai kegiatan di GGM, rombongan bertolak meninjau Sekolah Rakyat Majalengka (SRMP 34). Di sana, Gus Ipul menyaksikan perubahan karakter siswa yang lebih disiplin dan percaya diri. Selain berdialog dengan siswa seperti Zeni Indriyani dan Muhammad Rega Ardiansyah, rombongan juga menyaksikan simulasi pembelajaran matematika berbahasa Inggris serta pidato dalam bahasa Arab dan Inggris. Peran BAZNAS dalam Kolaborasi Program Kehadiran Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam acara ini menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Pusat. Sebagai lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Majalengka siap mendukung penguatan data kemiskinan dan program pemberdayaan ekonomi guna mewujudkan masyarakat Majalengka yang lebih mandiri dan sejahtera. #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KemensosRI #GusIpul #SekolahRakyat #PemberdayaanEkonomi #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaBertaqwa
BERITA24/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah: Belajar dari Kesedihan Rasulullah SAW
Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah: Belajar dari Kesedihan Rasulullah SAW
MAJALENGKA, BAZNAS – Dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Muhammad SAW pernah merasakan duka yang sangat mendalam. Sebuah fragmen sejarah yang menggetarkan jiwa terjadi saat paman beliau, Abu Thalib, berpulang ke hadirat Ilahi. Sosok yang menjadi tameng dan pelindung dakwah Nabi sejak kecil itu wafat tanpa sempat mengucapkan kalimat tauhid di penghujung usianya. Kesedihan Nabi bukan tanpa alasan. Sebagai manusia terbaik, beliau telah mengupayakan segala daya dan bujukan agar orang terkasihnya meraih keselamatan hakiki di akhirat. Namun, takdir berkata lain. Peristiwa ini menjadi momentum turunnya penghibur lara dari Allah SWT melalui lisan firman-Nya: “Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya...” (QS. Al-Qashash: 56). Makna di Balik Ketetapan Ilahi Ayat ini bukan sekadar pelipur lara bagi Rasulullah, melainkan pelajaran bagi seluruh umat manusia, khususnya bagi kita di Kabupaten Majalengka. Hikmah dari kisah ini mengajarkan bahwa tugas manusia hanyalah berikhtiar dan bekerja secara maksimal, sementara hasil akhir sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah Yang Maha Bijak. Dalam konteks kehidupan sosial dan beragama, seringkali manusia merasa frustrasi ketika realitas tidak sejalan dengan ekspektasi. Orang yang jauh dari agama cenderung menyalahkan keadaan, bahkan mempertanyakan takdir saat rencana hebatnya gagal di tengah jalan. Namun bagi seorang Mukmin yang berilmu, setiap ketetapan Allah—baik pahit maupun manis—adalah warna-warni pelangi yang membangun keindahan jiwa. Zakat sebagai Manifestasi Tawakal dan Syukur Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam berbagai kesempatan senantiasa menekankan bahwa pengabdian melalui zakat, infak, dan sedekah adalah bentuk nyata dari pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Sang Khalik. "Kita berusaha mengentaskan kemiskinan dan membantu sesama di Majalengka dengan ilmu dan kompetensi yang kita miliki. Namun, kita tetap bersujud dan memohon hidayah serta keberkahan dari Allah agar setiap ikhtiar kita membuahkan kemaslahatan bagi umat," tuturnya. Belajar dari Imam Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim, jangan sampai ilmu yang kita kejar justru membuat kita haus akan ego dan merasa paling benar. Ilmu seharusnya membawa kita pada sifat sabar saat diuji dan syukur saat diberi kelimpahan. Kesimpulan: Menjadi Mukmin yang Beruntung Sesuai pesan Rasulullah SAW, seorang Mukmin adalah pribadi yang paling beruntung. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur, dan jika ditimpa kesulitan ia bersabar. Keduanya menjadi ladang pahala yang tak terputus. Mari kita jadikan setiap dinamika kehidupan di Kabupaten Majalengka ini sebagai sarana untuk memperkuat iman. Sebagaimana pelangi yang hanya muncul setelah hujan, kebahagiaan sejati hanya akan lahir setelah kita melewati berbagai ujian dengan penuh ketaatan kepada Allah SWT. #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #Hidayah #MajalengkaLangkungSae
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ilmu, Harta, dan Senjata sang Pendekar: Mengapa Beraksi Lebih Utama daripada Sekadar Memiliki?
Ilmu, Harta, dan Senjata sang Pendekar: Mengapa Beraksi Lebih Utama daripada Sekadar Memiliki?
MAJALENGKA – Dalam kitab legendarisnya, Ayyuhal Walad, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali memberikan sebuah perumpamaan yang sangat mendalam bagi kita semua. Beliau mengisahkan seorang pendekar yang ahli bela diri, lengkap dengan persenjataan di sekujur tubuhnya, namun hanya terpaku mematung saat dikepung kawanan binatang buas di tengah hutan. Pertanyaannya: Apa gunanya ilmu dan senjata sang pendekar jika tidak digunakan untuk membela diri? Narasi ini menjadi pengingat tajam bagi kita dalam menjalani kehidupan, baik dalam konteks menuntut ilmu maupun dalam mengelola harta kekayaan. Ilmu Tanpa Amal: Pohon Tanpa Buah Seringkali kita terjebak pada ambisi mengumpulkan gelar, wawasan, dan teori, namun lupa pada esensi utamanya: Penerapan. Sebuah pepatah Arab masyhur menyebutkan: “Al-ilmu bi la amalin ka syajaratin bi la tsimar.” (Ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tidak berbuah). Ilmu sejatinya hanyalah perantara (wasilah), bukan tujuan akhir. Jika seseorang merasa cukup hanya dengan memiliki ilmu tanpa pernah memanfaatkannya untuk kemaslahatan sesama, maka kerja kerasnya mengejar ilmu tersebut nyaris kehilangan makna. Bukti nyata dari manfaat ilmu adalah lahirnya kepedulian dan kepekaan sosial. Harta dan Potensi: Koleksi atau Kontribusi? Analogi "pendekar yang mematung" juga berlaku bagi pemilik harta. Dalam pandangan Al-Qur'an, manusia yang hanya memikirkan kepuasan pribadi—urusan perut dan kesenangan duniawi semata—diserupakan dengan binatang ternak. Mereka merasa segala pencapaian adalah mutlak karena kerja keras sendiri tanpa ada tanggung jawab sosial di dalamnya. Bagi orang beriman, fitrah manusia adalah hidup berjamaah dalam bingkai ukhuwah imaniah. Kita belajar dari para sahabat Rasulullah SAW: Abu Hurairah RA: Tidak memiliki harta, namun namanya abadi karena dedikasi ilmunya. Abdurrahman bin Auf RA: Kekayaannya melimpah, namun ia gunakan sebagai "senjata" untuk dakwah, jihad, dan jaminan sosial. Amru bin Jamuh & Abdullah bin Ummi Maktum RA: Meski memiliki keterbatasan fisik, mereka menorehkan prestasi melalui pengabdian yang nyata. Menebar Manfaat Melalui Zakat dan Sedekah Di Kabupaten Majalengka, spirit "pendekar yang beraksi" inilah yang ingin kita bangun bersama. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai wadah bagi para "pendekar" masa kini—yakni para muzaki dan munfik—agar ilmu dan harta yang dimiliki tidak hanya menjadi koleksi yang dipamerkan, melainkan senjata yang digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan menolong sesama. Takaran kemuliaan manusia tidak dilihat dari apa yang ia tumpuk, melainkan dari kadar iman dan kemanfaatannya bagi orang lain. Mari kita fungsikan "senjata" kita. Jangan biarkan ilmu dan harta kita membeku tanpa makna. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berkah. #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #ImamAlGhazali #InspirasiIslami #MajalengkaLangkungSae #AmalNyata #ZakatPilihanPertama
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menemukan Solusi di Balik Kalam Ilahi: Al-Qur’an sebagai Sumber Motivasi dan Penawar Jiwa
Menemukan Solusi di Balik Kalam Ilahi: Al-Qur’an sebagai Sumber Motivasi dan Penawar Jiwa
MAJALENGKA Dalam mengarungi samudera kehidupan, manusia seringkali dihadapkan pada badai persoalan yang seolah tak kunjung usai. Bagi sebagian masyarakat modern, kebahagiaan terasa seperti bayang-bayang yang sulit digapai. Dada terasa sesak, pikiran kalut, dan masalah datang bertubi-tubi layaknya bola salju yang kian membesar. Namun, di tengah keputusasaan tersebut, seringkali kita lupa bahwa ada satu sumber kekuatan yang tak tertandingi: Al-Qur’anul Karim. Lebih dari Sekadar Kata Motivasi Banyak manusia mencari ketenangan melalui buku-buku pengembangan diri atau pelatihan motivasi yang menjanjikan kesuksesan instan. Namun, Al-Qur’an menawarkan sesuatu yang jauh melampaui itu. Ia bukan sekadar deretan kata penyemangat, melainkan Kalam Ilahi yang berisi janji pasti dan solusi mumpuni bagi setiap persoalan hamba-Nya. Sejak diturunkan 1400 tahun silam hingga sangkakala ditiup kelak, mukjizat Al-Qur’an tetap abadi. Kehebatannya dalam menyentuh relung jiwa tidak akan pernah bisa ditandingi oleh karya manusia manapun. Kisah Nabi Yusuf: Pelajaran Tentang Harapan dan Tawakal Al-Qur’an dipenuhi dengan lembar sejarah yang sarat inspirasi. Salah satu yang paling menggetarkan hati adalah kisah Nabi Yusuf AS. Bayangkan seorang anak kecil yang dibuang ke dalam sumur tua yang dalam, sempit, dan gelap di tengah padang pasir oleh saudara-saudaranya sendiri. Secara logika manusia, mungkin tidak ada jalan keluar. Namun, Yusuf AS memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh mereka yang berputus asa: Iman dan Ilmu. Ilmu: Keyakinan yang diajarkan ayahnya, Nabi Ya’qub AS, bahwa Allah SWT selalu membersamai hamba-Nya. Solusi: Tawakal yang total dan doa yang tak putus. Hasilnya? Allah menggerakkan hati rombongan musafir untuk menurunkan timba ke sumur tersebut. Sebuah skenario langit yang membuktikan bahwa di balik kesulitan yang menghimpit, selalu ada jalan keluar yang terang benderang bagi mereka yang yakin. Mengapa Pertolongan Terasa Jauh? Seringkali muncul gugatan dalam hati ketika ujian datang: "Dimana pertolongan Allah?". Tanpa disadari, rupanya kita sendirilah yang menjauhi sumber pertolongan itu. Mushaf yang Berdebu: Al-Qur’an hanya tersimpan di lemari tanpa pernah dibuka, apalagi dipelajari maknanya. Haus Duniawi: Sibuk mengejar harta dan jabatan namun mengabaikan urusan agama. Ibarat meminum air laut, semakin dikejar, semakin haus pula jiwa ini. Lalai Shalat: Padahal shalat adalah sarana komunikasi paling efektif untuk mengadukan setiap beban hidup kepada Sang Pencipta. Kesimpulan: Kembali ke Cahaya Al-Qur’an BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Bahwa sabar yang disertai iman niscaya sanggup menyelesaikan masalah. Ilmu yang berkah bukan sekadar teori di kepala, melainkan keyakinan yang menghujam di dada. Jangan biarkan jiwa kering dan fisik letih hanya untuk mengejar fatamorgana dunia. Mari hiasi hari-hari dengan tilawah, tadabbur, dan amal shaleh. Karena sungguh, Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersandar pada-Nya. Zakat, Infak, dan Sedekah adalah salah satu bentuk syukur dan pengamalan isi Al-Qur’an. Salurkan kepedulian Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk membantu sesama yang membutuhkan. #BAZNASMajalengka #AlQuranMotivasi #InspirasiIslam #KisahNabiYusuf #SolusiHidup #Tawakal #ZakatMensejahterakan #MajalengkaReligius
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengobati Sariawan Hati: Menemukan Kembali Kelezatan Berislam
Mengobati Sariawan Hati: Menemukan Kembali Kelezatan Berislam
MAJALENGKA Makanan dan minuman selezat apa pun tidak akan bisa dinikmati jika mulut dipenuhi luka sariawan. Alih-alih merasakan kelezatan, setiap suapan justru menjadi siksaan yang menyakitkan. Begitulah perumpamaan lezatnya sajian syariat Islam; ia tidak mungkin dinikmati oleh hati yang sedang mengalami ‘sariawan’. Hati yang dilanda sariawan spiritual akan merasakan setiap aturan Allah sebagai beban. Larangan-Nya dianggap sebagai tembok penjara, sementara perintah-Nya seperti beban berat yang mematahkan punggung. Larangan mengumbar aurat dinilai sebagai penindasan, dan shalat lima waktu dianggap sebagai gangguan di tengah kesibukan harian yang menggunung. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mengutip naskah dari kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, zahid termasyhur Sahl al-Tustari (w. 283 H) memberikan empat resep utama untuk mencapai hakikat iman dan menyembuhkan "sariawan hati" tersebut: 1. Melaksanakan yang Fardhu Sesuai Sunnah Kewajiban dalam Islam sebenarnya telah ditakar sedemikian tepat agar tidak memberatkan (QS. Al-A’raf: 157). Ibadah menjadi berat biasanya karena kesalahan praktik, seperti menunda-nunda waktu atau terjebak dalam rasa was-was (ekstrem dalam bersuci/niat). Cobalah shalat tepat waktu, dan rasakan betapa lapangnya waktu setelahnya untuk aktivitas lain. 2. Bersikap Wara’ dalam Konsumsi Wara’ adalah sikap hati-hati menjaga diri dari yang syubhat (samar) agar tidak terjatuh pada yang haram. Makanan haram, baik dari zat maupun cara mendapatkannya, akan membuat organ tubuh "memberontak" saat diajak menaati Allah. Sahl al-Tustari berpesan: "Siapa memakan yang haram niscaya organ-organ tubuhnya akan bermaksiat, entah dia mau atau tidak." 3. Menjauhi Maksiat Lahir dan Batin Di era gempuran informasi dan visual saat ini, menjaga mata dan hati dari kemaksiatan menjadi tantangan besar. Namun, sebagai Muslim yang hidup di zaman ini, kita dituntut berjuang semaksimal mungkin menjalankan amar ma’ruf nahi munkar serta memohon perlindungan Allah dari godaan yang merusak keimanan. 4. Sabar Hingga Akhir Hayat Sabar adalah bekal hidup yang paling melimpah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada karunia yang lebih baik dan lebih lapang bagi seseorang selain kesabaran. Konsistensi dalam berislam memerlukan nafas panjang kesabaran sampai maut menjemput. Melalui momentum ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk kembali membenahi cara berislam kita. Dengan hati yang sehat, setiap amal ibadah—termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah—tidak akan lagi terasa sebagai beban, melainkan sebuah kenikmatan dan kebutuhan rohani yang menyejukkan. Semoga Allah SWT menyembuhkan hati-hati kita yang sedang "sariawan" dan membimbing kita menuju keistiqomahan. #BAZNASMajalengka #SariawanHati #TausiyahIslam #ZakatMenyucikanHati #MajalengkaLangkungSae #HikmahIslam #SahlAlTustari
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Perantara Langit Melalui Kebaikan untuk Sesama
Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Perantara Langit Melalui Kebaikan untuk Sesama
MAJALENGKA Demi terkabulnya sebuah doa dan pengharapan, manusia terkadang bersedia melakukan apa saja. Ada yang menempuh jalan lurus sesuai syariat, namun tidak sedikit yang tanpa sadar justru terjerumus dalam praktik-praktik yang mendekati kemaksiatan karena desakan hajat yang tinggi. Fenomena ini sering kita jumpai. Ada yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendatangi makam-makam, melarung sesaji ke sungai, hingga menyerahkan "mahar" kepada oknum-oknum tertentu dengan harapan keinginan mereka lekas terkabul. Padahal, urusan doa adalah perkara gaib yang mutlak menjadi hak prerogatif Allah SWT. Faktor Kebersihan Jiwa dan Rasa Percaya Diri Terkabulnya doa ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu yang terpenting adalah sosok yang berdoa—terkait kebersihan jiwanya, ketaatannya, serta kedekatannya dengan Allah SWT. Seringkali, seseorang merasa kurang percaya diri dengan kualitas ibadahnya sehingga mereka mencari perantara (wasilah). Namun, berhati-hatilah, sebab wasilah ada yang bersifat syar’i dan ada pula yang dilarang. Meminta kepada mereka yang telah wafat, bahkan kepada para Nabi sekalipun saat ini, tentu tidak relevan karena mereka telah menyelesaikan tugas dunianya. Strategi Langit: Melibatkan Doa Malaikat Jika kita merasa membutuhkan perantara yang pasti dekat dengan Allah dan terjamin kemaksumannya, syariat sebenarnya telah menunjukkan jalannya. Perantara itu adalah para Malaikat. Pertanyaannya, bagaimana cara agar Malaikat mendoakan kita? Jawabannya ada pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah ? bersabda: “Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu pasti dikabulkan (mustajabah). Di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang dikirim mendampinginya. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang mendampinginya itu akan berkata: Aamiin (ya Allah, kabulkanlah!), dan untukmu hal yang serupa.” Mendoakan Orang Lain adalah Cara Menolong Diri Sendiri Inilah rahasia besar dalam berdoa. Ketika Anda mendoakan agar rekan Anda mendapatkan kelaparan rezeki, kesehatan, atau kelancaran urusan tanpa ia ketahui, maka makhluk yang tidak pernah bermaksiat kepada Allah—yakni Malaikat—akan mengaminkan doa tersebut untuk Anda. Secara logika spiritual, mendoakan orang lain adalah cara tercepat untuk mendapatkan bantuan langit. Anda mendoakan manusia biasa, namun Anda sendiri didoakan oleh penghuni langit. Penutup: Syukuri dan Berbagi Di BAZNAS Kabupaten Majalengka, kami meyakini bahwa salah satu bentuk mendoakan saudara adalah melalui kepedulian nyata. Dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah, kita secara tidak langsung mendoakan kesejahteraan para mustahik. Doa tulus dari mereka yang terbantu, ditambah kesaksian para malaikat atas kebaikan Anda, adalah kunci pembuka pintu-pintu langit. Mari kita biasakan mendoakan kebaikan bagi sesama muslim tanpa perlu mereka ketahui. Karena dengan mengangkat derajat saudara kita dalam doa, Allah akan mengangkat derajat kita melalui lisan para malaikat-Nya. Sumber: Redaksi BAZNAS Kabupaten Majalengka #BAZNAS #Majalengka #ZakatMensejahterakan #ThePowerOfDoa #MalaikatMendoakan #SpiritualitasIslam #InfoMajalengka #ZakatPemberdayaan
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaknai Kebodohan dan Adab Menghadapinya Menurut Al-Qur'an
Memaknai Kebodohan dan Adab Menghadapinya Menurut Al-Qur'an
MAJALENGKA Seringkali kita menyempitkan makna "bodoh" hanya sebatas kurangnya pendidikan formal. Namun, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), meski bodoh berarti tidak memiliki pengetahuan, realitas kehidupan menunjukkan dimensi yang lebih luas. Kebodohan sejati tidak selalu berkorelasi dengan ijazah atau gelar akademik. Seorang yang bergelar Doktor sekalipun dapat terjebak dalam "kebodohan" jika ia kehilangan attitude (perilaku) dan akhlak yang mulia. Kebodohan dalam Perspektif Al-Qur'an Kebodohan erat kaitannya dengan penolakan terhadap kebenaran dan keengganan berbuat ma’ruf (kebajikan). Allah SWT memberikan panduan yang jelas dalam menghadapi fenomena ini melalui Surat Al-A’raf ayat 199: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa manusia terbagi menjadi dua golongan. Pertama, orang baik yang harus kita terima kebajikannya tanpa membebani mereka. Kedua, orang yang buruk (cenderung pada kebodohan), yang harus kita ajak pada kebaikan. Namun, jika mereka tetap membangkang dan tenggelam dalam kesesatannya, maka perintah Allah sangat tegas: Berpalinglah. Berpaling di sini bukan berarti memusuhi, melainkan menjaga diri agar tidak terjebak dalam perdebatan yang sia-sia. Sebagaimana dijelaskan Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar dalam Zubdatut Tafsir, kita dilarang membalas kebodohan mereka dengan cara yang sama (mencela atau menghina kembali). Karakteristik "Orang Bodoh" di Era Modern Dalam kehidupan bersosial, orang yang "bodoh" secara spiritual dan etika seringkali menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: Enggan Berbuat Ma'ruf: Lebih condong pada hal-hal munkar. Gemar Mengganggu: Suka menghina, mengejek, memfitnah, dan memancing permusuhan. Merasa Paling Tahu: Seringkali sok tahu padahal hanya memahami permukaan masalah, sehingga jawabannya berputar-putar saat ditanya lebih dalam. Resep Menghadapi Kebodohan Tafsir As-Sa’di memberikan panduan praktis bagi kita dalam berinteraksi dengan lingkungan: Jangan Membebani: Terimalah orang lain apa adanya dan jangan menuntut sesuatu di luar tabiat mereka. Rendah Hati: Jangan menyombongkan diri kepada siapa pun, baik karena usia, ilmu, maupun status ekonomi. Tetap Berbuat Baik: Jika disakiti, jangan membalas dengan rasa sakit. Jika dizhalimi, tetaplah berlaku adil. Menanyakan Ilmu Sebagai Obat Rasulullah ? memberikan solusi bagi kita agar terhindar dari penyakit ketidaktahuan. Dalam hadits riwayat Abu Dawud, beliau bersabda: “Tidakkah mereka bertanya jika tidak mengetahui (hukumnya), sesungguhnya tiada lain obat penyakit bodoh adalah bertanya.” BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan literasi, baik literasi agama maupun sosial. Mari kita penuhi ruang kehidupan kita dengan amal perbuatan yang ma’ruf dan menjaga lisan serta sikap dari sifat-sifat yang menjerumuskan kita pada kebodohan. Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dari penyakit hati dan kebodohan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Wallahu a’lam bish-shawab. Editor: Admin BAZNAS Majalengka Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir As-Sa'di, Zubdatut Tafsir #BAZNAS #BAZNASMajalengka #Zakat #Infaq #Sedekah #KajianIslam #AkhlakMulia #LiterasiDakwah #MajalengkaReligius
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Idul Qurban 1447 H: Muhasabah Diri dan Komitmen Membangun Peradaban Zakat di Majalengka
Refleksi Idul Qurban 1447 H: Muhasabah Diri dan Komitmen Membangun Peradaban Zakat di Majalengka
MAJALENGKA Menjelang peringatan Hari Raya Idul Qurban 1447 H yang tinggal menghitung hari, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sejenak berhenti dari rutinitas dan melakukan muhasabah (evaluasi diri). Melalui untaian kalimat thoyyibah—Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Hauqalah—kita diajak merenungkan sejauh mana peran kita sebagai hamba Allah ('Abdullah) dan pemakmur bumi (Khalifah fil Ardh) telah dijalankan dengan amanah untuk mewujudkan Majalengka yang jauh lebih baik. 1. Tasbih: Menyucikan Diri dari Debu Digital dan Kealpaan Mengucapkan Subhanallah adalah pengakuan akan kesucian Allah sekaligus tamparan bagi kotornya diri kita. Di era digital ini, menjaga anggota tubuh menjadi tantangan besar. Telinga sering kali lebih peka terhadap ghibah daripada firman-Nya; mata lebih asyik memandang hal sia-sia daripada ayat kauniyah; dan jari-jemari lebih lincah mengetik narasi kebencian daripada bertasbih atau menyebarkan pesan infaq. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-An’am: 46, kita diingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati adalah pinjaman yang bisa dicabut kapan saja. Sudahkah tangan kita hari ini dikelola untuk berinfaq melalui lembaga resmi guna membantu sesama? 2. Tahmid dan Tahlil: Syukur atas Karunia dan Keteguhan Iman Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah. BAZNAS Majalengka menekankan pentingnya mensyukuri keberadaan orang-orang di sekitar kita sebagai anugerah, bukan rival. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak mensyukuri manusia, maka ia tidak mensyukuri Allah." Implementasi syukur yang paling nyata adalah dengan berbagi. Dengan Tahlil (Laa ilaha illallah), kita memurnikan niat bahwa segala amal sosial dan zakat yang kita tunaikan semata-mata demi menggapai ridha-Nya. 3. Takbir dan Hauqalah: Menyadari Kekecilan Diri Allahu Akbar, kita sangatlah kecil. Harta, pangkat, dan ilmu kita tidak lebih dari sebutir kelereng di tanah lapang jagat raya. Dengan Hauqalah (La haula wa laa quwwata illa billah), kita menyadari bahwa BAZNAS tidak akan mampu mengentaskan kemiskinan di Majalengka tanpa pertolongan Allah dan dukungan nyata dari para muzakki (pembayar zakat). 4. Membangun Negeri: Belajar dari Tragedi Kaum Saba’ Indonesia, khususnya Majalengka yang subur, sering disebut sebagai "sepenggal surga di bumi". Namun, sejarah kaum Saba’ dalam QS. Saba: 15-19 memberikan peringatan keras. Negeri yang makmur hancur seketika hanya karena penduduknya kufur nikmat dan terpecah belah. Pelajaran penting untuk kemajuan daerah: Jangan Menjadi Manusia Instan: Kesuksesan peradaban dan daerah butuh proses konstan, bukan "bim salabim". Membangun Jiwa dan Raga: Pembangunan fisik harus selaras dengan pembangunan mental-spiritual penduduknya. Jangan Merusak: Jika belum sanggup membangun, setidaknya jangan menjadi perusak melalui perilaku koruptif atau destruktif. 5. Menjaga Kebun Dunia dari Bendera Iblis Dunia ini ibarat kebun yang dihiasi lima hal: ilmu ulama, keadilan pemimpin, ibadah hamba, amanah pedagang, dan profesionalisme pekerja. Namun, Iblis selalu berusaha menanamkan "bendera" tandingan berupa hasad, kezaliman, riya, khianat, dan pembangkangan. Zakat, infaq, dan sedekah melalui BAZNAS adalah instrumen nyata untuk mencabut "bendera khianat" dalam harta kita dan menggantinya dengan keberkahan yang membuat tatanan sosial kita menjadi Langkung Sae. Penutup: Apa yang Sudah dan Belum Kita Raih? Menyongsong Idul Qurban 1447 H, mari kita bertanya pada diri sendiri: Berapa banyak prestasi (amal shalih) yang akan kita wariskan untuk generasi pelanjut? BAZNAS Majalengka berkomitmen untuk terus menjadi mitra dalam mewujudkan visi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur di Bumi Sindangkasih. Jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun, karena akumulasi aura positiflah yang akan membawa perubahan besar bagi kemajuan bangsa. Selamat menyambut Idul Qurban 1447 H. #BAZNASMajalengka #IdulQurban1447H #Muhasabah #ZakatMensejahterakan #MajalengkaLangkungSae #BaldatunThayyibatun #KajianIslam #Majalengka
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menakar Bekal Hari Esok: Membedah Pesan Muhasabah dalam Surah Al-Hasyr Ayat 18
Menakar Bekal Hari Esok: Membedah Pesan Muhasabah dalam Surah Al-Hasyr Ayat 18
Pernahkah kita sejenak berhenti dari hiruk-pikuk urusan dunia untuk bertanya pada diri sendiri: "Apa yang sudah saya siapkan untuk hari esok?" Pertanyaan ini bukanlah tentang tabungan pensiun atau investasi properti, melainkan tentang hakikat bekal yang akan kita bawa menghadap Sang Khalik. Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 18, Allah SWT memberikan peringatan yang sangat indah sekaligus tegas bagi orang-orang yang beriman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini mengandung filosofi mendalam tentang manajemen spiritual yang harus dimiliki setiap muslim. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu kita renungkan bersama: 1. Taqwa: Perintah yang Tak Boleh Main-Main Jika kita perhatikan, perintah bertaqwa dalam ayat ini disebut sebanyak dua kali. Dalam kaidah bahasa, pengulangan ini menunjukkan betapa pentingnya perkara tersebut. Allah mengingatkan agar kita tidak "main-main" dengan ketaqwaan. Taqwa harus hadir dalam setiap helaan napas, baik saat kita berada di tengah keramaian maupun saat sunyi sendiri. 2. Seni Memperhatikan Amal (Nadhor) Menariknya, Allah menggunakan kata Faltandhur (hendaklah memperhatikan). Secara etimologi, nadhor bukan sekadar melihat sekilas, melainkan memperhatikan dengan seksama, teliti, dan penuh minat. Ibarat seseorang yang meneliti keaslian uang dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang, begitulah seharusnya kita memperlakukan amal ibadah kita. Kita perlu memastikan: apakah zakat kita sudah tepat sasaran? Apakah sedekah kita murni karena Allah atau terselip riya? Apakah ibadah kita sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah? 3. Kematian adalah "Hari Esok" yang Terdekat Allah menggunakan kata Ghod (Besok) untuk menggambarkan hari kiamat atau akhirat. Ini adalah sebuah majas (kinayah) yang menunjukkan betapa dekatnya perpindahan dimensi dari dunia ke akhirat. Pintu pertama akhirat adalah kematian, dan kematian bisa datang kapan saja tanpa permisi. Menunda amal shalih sama saja dengan berangkat menempuh perjalanan jauh tanpa membawa bekal yang cukup. 4. Muhasabah sebagai Kunci Keselamatan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menekankan bahwa muhasabah harus menyentuh seluruh anggota badan—mata, telinga, mulut, hingga kaki. Kita harus bertanya, digunakan untuk apa semua nikmat ini? Sebagaimana pesan Umar bin Khattab RA, kita diminta untuk menghisab diri sendiri di dunia sebelum Allah menghisab kita di pengadilan-Nya yang maha adil. 5. Beramal dengan Landasan Ilmu Kita tidak mungkin bisa melakukan nadhor (pengamatan) terhadap amal jika tidak memiliki ilmunya. Oleh karena itu, ayat ini secara tersirat mengajak kita untuk terus menuntut ilmu. Mengetahui fiqh zakat, tata cara ibadah yang benar, dan adab-adab bermuamalah adalah syarat mutlak agar amal kita tidak sia-sia. Penutup Allah menutup ayat ini dengan peringatan bahwa Dia Maha Mengetahui atas segala yang kita kerjakan. Tidak ada yang tersembunyi. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas amal kita. Melalui zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan, kita sedang menanam pohon yang buahnya akan kita petik di "hari esok" yang abadi. #BAZNASMajalengka #Muhasabah #Taqwa #AlHasyr18 #ZakatSesuaiSyariat #BekalAkhirat #IslamKaffah
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Meneladani Diplomasi Langit Nabi Ibrahim: Kunci Keamanan Negeri dan Keberkahan Rezeki
Meneladani Diplomasi Langit Nabi Ibrahim: Kunci Keamanan Negeri dan Keberkahan Rezeki
MAJALENGKA, BAZNAS – Keimanan dan ketakwaan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban yang makmur dan aman. Salah satu figur sentral yang memberikan pelajaran abadi mengenai hal ini adalah Nabi Ibrahim as. Melalui kisah beliau yang diabadikan dalam Al-Qur'an, kita diajak merenungi bagaimana kaitan erat antara ketauhidan, keamanan wilayah, dan kelimpahan rezeki. 1. Tauhid sebagai Fondasi Rasa Aman Nabi Ibrahim as mengajarkan bahwa rasa aman suatu negeri berawal dari pemurnian tauhid. Dalam QS. Ibrahim ayat 35, beliau berdoa: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” Pesan ini sangat relevan bagi kita di Kabupaten Majalengka. Keamanan bukan sekadar urusan fisik, melainkan ketenangan batin yang lahir dari ketaatan kepada Sang Pencipta. Tanpa rasa aman, pembangunan ekonomi dan kesehatan akan sulit dicapai. 2. Menjaga Alam, Menghindari Kezaliman Kesyirikan dan mempertuhankan hawa nafsu adalah akar dari kerusakan di muka bumi (al-fasad). Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 41: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia...” Sebagai khalifah, kita bertanggung jawab menjaga ekosistem yang telah Allah titipkan. BAZNAS Kabupaten Majalengka melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan, mengajak masyarakat untuk kembali ke jalan yang benar dengan menjaga keseimbangan alam dan menjauhi perilaku zalim yang merugikan sesama dan lingkungan. 3. Shalat dan Zakat sebagai Pintu Rezeki Dalam kesunyian lembah Bakkah yang gersang, Nabi Ibrahim tidak mengkhawatirkan sandang dan pangan. Beliau justru mengutamakan penegakan shalat bagi keturunannya (QS. Ibrahim: 37). Beliau meyakini bahwa jika hak Allah ditunaikan, maka Allah akan menggerakkan hati manusia dan mendatangkan rezeki dari berbagai penjuru. Hal ini sejalan dengan misi BAZNAS. Dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kita sedang menghidupkan ekosistem keberkahan. Sebagaimana janji Allah, rezeki tidak akan berkurang karena ibadah, justru akan bertambah dan barokah. 4. Muraqabatullah: Merasa Diawasi Allah Keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang nyata maupun tersembunyi (QS. Ibrahim: 38) melahirkan sifat Ihsan. Dalam konteks pengelolaan dana umat, sifat ini menjadi sangat krusial. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran zakat adalah bentuk implementasi dari rasa merasa diawasi oleh Allah SWT. 5. Syukur dan Istighfar Nabi Ibrahim menutup rangkaian kisahnya dengan rasa syukur atas anugerah keturunan di masa tua dan permohonan ampun (istighfar) bagi diri, orang tua, dan seluruh kaum mukminin. Semangat saling mendoakan dan membersihkan hati dari kedengkian adalah kunci ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Kesimpulan Kisah Nabi Ibrahim as adalah cetak biru bagi kita untuk membangun Majalengka yang lebih baik. Dengan memperkuat tauhid, mendirikan shalat, menjaga alam, dan peduli terhadap sesama melalui zakat, kita optimis Allah akan melimpahkan keberkahan dan keamanan bagi negeri kita. Mari tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan religius. Taggar: #BAZNAS #Majalengka #ZakatPilihanPalingTepat #HikmahNabiIbrahim #Tauhid #KeberkahanRezeki #MajalengkaLangkungSae #Kemanusiaan #IslamRahmatanLilAlamin
BERITA23/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →