WhatsApp Icon
Harapan Baru untuk Junanta, BAZNAS Majalengka Hadir melalui Program Rumah Layak Huni

MAJALENGKA — Harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak menjadi bagian penting dalam kehidupan setiap keluarga. Melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berikhtiar menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan kepada Junanta, warga Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, pada Selasa (27/10/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di kediaman Junanta pada pukul 09.26 WIB. Bantuan diserahkan oleh Eman Sulaeman, M.Pd., Kepala Divisi Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka, dengan didampingi unsur pemerintahan desa setempat.

Bagi keluarga yang membutuhkan, rumah bukan sekadar bangunan untuk berteduh. Di dalamnya ada tempat beristirahat, ruang berkumpul bersama keluarga, serta harapan untuk menjalani kehidupan dengan lebih aman dan tenang. Karena itu, kepedulian terhadap kondisi tempat tinggal masyarakat kurang mampu menjadi salah satu bentuk nyata upaya menjaga martabat dan kesejahteraan sesama.

Melalui Program RLHB, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya membantu mustahik memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak dan aman untuk dihuni. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenis kerusakan serta hasil survei dan asesmen lapangan, dengan memperhatikan kebutuhan perbaikan yang menjadi prioritas bagi keselamatan penghuni.

Perbaikan dapat mencakup bagian rumah yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan, seperti atap bocor, penyangga bangunan yang rapuh, maupun fasilitas sanitasi dan kamar mandi yang belum layak. Dengan demikian, bantuan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.

Junanta menjadi salah satu mustahik yang telah melalui tahapan survei lapangan dan verifikasi kelayakan. Proses tersebut dilaksanakan untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran, berdasarkan kondisi nyata dan kebutuhan calon penerima manfaat.

Dalam prosesnya, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersinergi dengan unsur pemerintahan desa serta mempertimbangkan informasi dari tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bantuan RLHB ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Perhatian terhadap kebutuhan dasar sesama, termasuk tempat tinggal yang aman, merupakan langkah berarti untuk menumbuhkan harapan dan memperkuat solidaritas sosial.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan yang diterima Junanta dapat menjadi ikhtiar menuju kondisi hunian yang lebih baik. Semoga setiap manfaat yang hadir membawa ketenangan bagi keluarga, menjadi jalan tumbuhnya harapan baru, serta menghadirkan keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam gerakan kebaikan ini.

Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mengoptimalkan dana ZIS agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup.

Sebab, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, menguatkan mereka yang membutuhkan, dan memastikan bahwa harapan untuk hidup lebih baik tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian yang disalurkan, hadir harapan untuk kehidupan yang lebih layak.

#BAZNASMajalengka #RumahLayakHuni #RLHB #PeduliMustahik #ZakatMenguatkanUmat #ZakatUntukKesejahteraan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

28/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Wujudkan Harapan Ibu Yayah, Penyandang Stroke, Miliki Kamar Mandi Layak di Rumah Sendiri

MAJALENGKA – Senyum haru dan ucapan terima kasih yang terbata-bata mengiringi penyerahan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada Ibu Yayah, warga Blok Sukapancar RT 18 RW 05, Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Selasa (27/10/2026) pukul 08.00 WIB. Bantuan yang diserahkan langsung di kediaman Ibu Yayah ini menjadi jawaban atas harapan sederhana yang selama ini begitu berarti bagi kehidupannya: memiliki kamar mandi sendiri yang layak dan mudah dijangkau.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Eman Suherman, S.Pd.I., Komandan Tim Tanggap Bencana BAZNAS Kabupaten Majalengka, didampingi Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Sukasari dan tokoh masyarakat setempat.

Di balik bantuan tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan yang harus menjalani hari-harinya dengan keterbatasan akibat penyakit stroke yang dideritanya.

Keinginan Sederhana yang Begitu Berarti

Bagi sebagian orang, kamar mandi di dalam rumah mungkin merupakan fasilitas biasa yang tidak pernah terpikirkan sebagai sesuatu yang istimewa. Namun, bagi Ibu Yayah, keberadaan kamar mandi sendiri merupakan harapan yang telah lama dinantikan.

Kondisi kesehatannya membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak mudah. Bahkan, untuk sekadar pergi ke jamban, Ibu Yayah harus menuju rumah saudaranya. Kesulitan itu terasa semakin berat ketika kebutuhan tersebut datang pada malam hari, saat keadaan tidak selalu memungkinkan untuk keluar rumah dengan mudah.

Di tengah keterbatasan fisik yang harus dihadapinya, kebutuhan yang bagi orang lain terlihat sederhana justru menjadi persoalan besar bagi Ibu Yayah.

Setiap hari, ada perjuangan yang harus dilalui. Ada rasa tidak nyaman yang mungkin tak selalu terucapkan. Ada pula keinginan untuk menjalani kehidupan dengan lebih mandiri, tanpa harus terus bergantung kepada orang lain untuk kebutuhan paling mendasar.

Karena itulah, bantuan yang diterimanya bukan sekadar pembangunan atau penyediaan fasilitas rumah. Lebih dari itu, bantuan tersebut menghadirkan harapan, meringankan beban, serta memberikan kesempatan bagi Ibu Yayah untuk menjalani hari-harinya dengan lebih nyaman dan bermartabat.

Ketika Kepedulian Menjadi Jawaban atas Doa

Kepedulian masyarakat dan BAZNAS Kabupaten Majalengka akhirnya menghadirkan perubahan berarti dalam kehidupan Ibu Yayah. Harapan untuk memiliki kamar mandi sendiri yang layak kini dapat terwujud melalui bantuan program Rumah Layak Huni BAZNAS.

Momen penyerahan bantuan berlangsung penuh haru. Dengan kondisi kesehatan yang membatasi kemampuannya untuk berbicara, Ibu Yayah menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dan BAZNAS Kabupaten Majalengka yang telah mendengarkan suara hati serta membantu memenuhi kebutuhan yang selama ini dirasakannya.

Meski kata-kata yang terucap tidak banyak, rasa syukur itu tersampaikan melalui ungkapan sederhana yang sarat makna.

Sebab, tidak semua kebahagiaan harus disampaikan dengan kalimat panjang. Terkadang, ucapan terima kasih yang terbata-bata dari seseorang yang telah lama menanggung kesulitan justru menjadi ungkapan paling tulus atas hadirnya kepedulian.

Bagi Ibu Yayah, bantuan ini bukan hanya tentang memiliki kamar mandi sendiri. Ini adalah tentang kemudahan yang selama ini dirindukan, tentang berkurangnya beban yang harus ditanggung, dan tentang keyakinan bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap kesulitan yang dihadapinya.

Apresiasi Pemerintah Desa atas Kepedulian BAZNAS

Kaur Kesra Desa Sukasari yang turut mendampingi penyerahan bantuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas perhatian yang diberikan kepada warganya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi Ibu Yayah yang tengah berjuang menghadapi keterbatasan akibat penyakit stroke. Kepedulian seperti ini diharapkan dapat terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Kaur Kesra Desa Sukasari juga menyampaikan doa untuk Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, yang saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Majalengka.

Ia berharap H. Agus Asri Sabana segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan agar dapat kembali beraktivitas serta melanjutkan pengabdiannya dalam mengemban amanah umat.

Doa tersebut menjadi ungkapan ketulusan sekaligus pengingat bahwa di balik setiap ikhtiar membantu sesama, terdapat harapan agar mereka yang berjuang menebarkan kebaikan juga senantiasa mendapatkan pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Amanah Zakat Kembali kepada Mereka yang Membutuhkan

Dalam keterangannya, Eman Suherman, S.Pd.I., Komandan Tim Tanggap Bencana BAZNAS Kabupaten Majalengka yang bertugas menyerahkan bantuan, menjelaskan bahwa publikasi kegiatan penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Menurut Eman, masyarakat perlu mengetahui bahwa dana zakat yang dititipkan melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka, khususnya yang berasal dari zakat profesi para aparatur sipil negara (ASN), disalurkan kepada pihak yang berhak menerima sesuai dengan peruntukannya.

“Bantuan ini perlu diketahui masyarakat agar semakin tumbuh kepercayaan bahwa zakat yang dititipkan melalui BAZNAS benar-benar disalurkan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Di balik setiap dana zakat yang ditunaikan, ada harapan saudara-saudara kita yang menanti uluran tangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan yang diterima Ibu Yayah merupakan salah satu wujud nyata bagaimana amanah para muzaki dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Zakat yang ditunaikan tidak berhenti sebagai angka dalam laporan penghimpunan, tetapi diwujudkan menjadi pertolongan yang dapat dirasakan langsung oleh penerimanya.

Eman juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan dan mendukung para muzaki, munfik, dan sedekahwan yang telah mempercayakan sebagian hartanya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Ia berharap jumlah masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS semakin bertambah, sehingga semakin banyak pula masyarakat yang dapat dibantu melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

“Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar semakin banyak muzaki, munfik, dan orang-orang yang bersedekah mempercayakan amanahnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Semakin besar kepedulian yang terhimpun, insyaallah semakin luas pula manfaat yang dapat kita hadirkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Zakat yang Menghadirkan Harapan dan Martabat

Kisah Ibu Yayah menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar dan mewah. Terkadang, membantu seseorang memenuhi kebutuhan dasar justru menjadi bentuk pertolongan yang paling bermakna.

Sebuah kamar mandi yang layak mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seseorang yang tengah berjuang melawan penyakit dan keterbatasan fisik, keberadaannya dapat menghadirkan kenyamanan, menjaga martabat, serta mengurangi ketergantungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan harapan setiap bantuan dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih layak.

Di rumah sederhana Ibu Yayah di Desa Sukasari, bantuan itu menjadi bukti bahwa kepedulian yang ditunaikan dengan tulus dapat mengubah kesulitan menjadi harapan.

Semoga langkah kebaikan ini menjadi amal jariyah bagi para muzaki, munfik, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga Allah SWT membalas setiap zakat, infak, dan sedekah dengan pahala berlipat ganda, melapangkan rezeki para dermawan, serta memberikan kesembuhan kepada Ibu Yayah dan H. Agus Asri Sabana.

Sebab, pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang harta yang dikeluarkan, melainkan juga tentang harapan yang dihidupkan, beban yang diringankan, dan kepedulian yang sampai kepada mereka yang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Harapan.

27/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Berduka, Doakan Ana Triana, S.T. Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah SWT

MAJALENGKA – Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ana Triana, S.T., Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Majalengka, yang berpulang ke rahmatullah pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB di RS Livasya Kadipaten.

Kepergian almarhumah menjadi duka bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekan yang mengenal dan berinteraksi dengannya dalam pengabdian di bidang keagamaan. Dalam suasana duka ini, keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar almarhumah memperoleh ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Doa dan Harapan untuk Almarhumah

Ucapan belasungkawa ini disertai doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, dan menempatkannya di dalam surga-Nya.

Semoga setiap kebaikan yang telah dilakukan almarhumah selama hidupnya menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala. Semoga Allah SWT juga memberikan kemudahan dalam setiap urusan yang berkaitan dengan kepergiannya serta menganugerahkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap agar Allah SWT melimpahkan kesabaran, ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian kehilangan orang tercinta.

Menguatkan Kepedulian dan Ukhuwah Islamiyah

Dalam ajaran Islam, kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang mengingatkan setiap manusia bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan seluruh makhluk pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 156:

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un"

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”

Ayat tersebut mengajarkan umat Islam untuk senantiasa berserah diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta saling menguatkan ketika menghadapi musibah dan kehilangan.

Keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa terbaik bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.

Semoga Allah SWT menerima segala amal salehnya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta mempertemukannya dengan orang-orang saleh di surga-Nya.

#BAZNASMajalengka #BeritaBAZNAS #InnalillahiWaInnaIlaihiRajiun #TurutBerdukaCita #DoaUntukAlmarhumah #PenyuluhAgamaIslam #UkhuwahIslamiyah #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

27/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Merawat Rumah Allah, Menebar Keberkahan: BAZNAS Majalengka Hadirkan Dukungan bagi Masjid Al Imam

MAJALENGKA — Sebagai wujud kepedulian terhadap kemakmuran rumah ibadah dan keberlangsungan syiar Islam, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan operasional untuk Masjid Al Imam, Kabupaten Majalengka, pada Selasa (27/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, kepada Bapak Encang Permana selaku penanggung jawab Masjid Al Imam. Prosesi penyerahan berlangsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka pada pukul 12.29 WIB.

Bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperkuat peran masjid sebagai tempat bersujud, menimba ilmu agama, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, menyampaikan bahwa masjid memiliki kedudukan yang mulia dalam kehidupan umat Islam. Karena itu, kepedulian terhadap keberlangsungan operasional masjid merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga cahaya syiar Islam agar senantiasa hidup di tengah masyarakat.

“Masjid adalah rumah Allah yang menjadi tempat umat mendekatkan diri kepada-Nya, menenangkan hati, serta memperkuat iman dan ketakwaan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan operasional Masjid Al Imam dan mendukung kelancaran kegiatan ibadah serta pembinaan umat. Semoga setiap ikhtiar untuk memakmurkan masjid dicatat oleh Allah SWT sebagai amal kebaikan yang mendatangkan keberkahan,” ungkap Uuh Fathulloh.

Sementara itu, Bapak Encang Permana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Majalengka kepada Masjid Al Imam.

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, kami bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan operasional yang telah diberikan. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga dan memakmurkan masjid, sehingga rumah Allah ini senantiasa menjadi tempat yang nyaman bagi umat untuk beribadah dan memperdalam ilmu agama. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh pihak yang telah membantu, melimpahkan keberkahan kepada para muzaki, dan menjadikan setiap rupiah yang ditunaikan sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” tutur Encang Permana.

Penyaluran bantuan ini mengandung makna bahwa kepedulian terhadap rumah ibadah bukan semata-mata tentang dukungan materi, melainkan juga tentang menjaga kehidupan spiritual masyarakat. Di balik setiap bantuan yang disalurkan, terdapat harapan agar lantunan ayat suci Al-Qur’an terus bergema, salat berjamaah tetap terjaga, dan generasi penerus tumbuh dengan kecintaan terhadap masjid.

Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menjembatani kebaikan para muzaki dan munfik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam mendukung sarana keagamaan dan penguatan kehidupan umat.

Ikhtiar ini sejalan dengan semangat menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk menumbuhkan kasih sayang, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Semoga bantuan operasional bagi Masjid Al Imam menjadi wasilah kebaikan yang membawa kebermanfaatan berkelanjutan. Semoga Allah SWT menerima amal para muzaki dan munfik, melapangkan rezeki mereka, serta melimpahkan pahala kepada semua pihak yang turut mengambil bagian dalam memakmurkan rumah-Nya.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Keimanan, Menghadirkan Keberkahan bagi Umat.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #MemakmurkanMasjid #PeduliRumahAllah #BantuanOperasionalMasjid #ZakatInfakSedekah #SyiarIslam #KemaslahatanUmat

27/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Perkuat Respons Karhutla, Puluhan Personel Dikerahkan dan Ratusan Warga Terlayani

25 Oktober 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan. Hingga Sabtu (24/10/2026), sebanyak 70 personel respons telah dikerahkan untuk mendukung pemadaman kebakaran, pelayanan kesehatan, serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat, petugas, dan relawan terdampak.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menjalankan misi kemanusiaan melalui respons kebencanaan yang terintegrasi, mulai dari penanganan langsung di lokasi kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS terus mengoptimalkan pengerahan personel dan sumber daya untuk mendukung penanganan karhutla di berbagai daerah.

Menurutnya, upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan dan pemberian bantuan logistik guna membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

Layanan Kesehatan dan Bantuan Logistik Terus Diperkuat

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman langsung di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah, serta Sulawesi Barat. Upaya tersebut didukung oleh personel medis yang bertugas di Kalimantan Tengah.

Untuk menunjang kebutuhan petugas dan relawan di lapangan, BAZNAS juga mendirikan dapur air yang menyediakan minuman dan makanan ringan. Selain itu, Rumah Sehat Oksigen di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dioperasikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hingga periode pelaporan tersebut, Rumah Sehat Oksigen telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 261 jiwa. Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan penurunan kualitas udara.

Selain pelayanan kesehatan, BAZNAS menyalurkan beragam bantuan logistik, meliputi masker bagi masyarakat dan siswa sekolah, makanan siap saji, susu UHT, roti untuk anak-anak, air bersih, serta multivitamin bagi warga dan relawan.

Penyaluran bantuan tersebut menjangkau sejumlah wilayah terdampak, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai di Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan dukungan terhadap penanganan dampak karhutla.

Tim BAZNAS Tanggap Bencana Lanjutkan Pemadaman di Palangka Raya

Sementara itu, Wakil Kepala BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Taufik Hidayat, melaporkan bahwa tim masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kebakaran yang kembali terjadi selama beberapa hari terakhir membuat personel BTB tetap berada di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman. Upaya tersebut dilakukan guna membantu mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

“Sudah beberapa hari kejadian ini kembali terulang dan hingga saat ini tim kami masih berada di lokasi ini untuk terus melakukan proses pemadaman. Kita berharap semoga bencana ini bisa segera berlalu dan masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Kalimantan Tengah ini, bisa kembali menghirup udara segar,” ujar Taufik dalam laporannya langsung dari Kalimantan Tengah.

Kepedulian dan Kolaborasi Menjadi Kunci Penanganan Bencana

BAZNAS menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak. Selain upaya pemadaman, dukungan kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan, penyediaan kebutuhan dasar, dan bantuan logistik menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

Melalui pengerahan personel dan berbagai bentuk pelayanan tersebut, BAZNAS terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sekaligus menegaskan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kepedulian sosial yang dapat dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana dan pemulihan kehidupan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka turut menyampaikan apresiasi atas upaya para personel, tenaga medis, dan relawan yang bekerja di lapangan. Semangat kemanusiaan dan gotong royong diharapkan terus tumbuh agar masyarakat terdampak dapat memperoleh perlindungan, bantuan, dan pelayanan yang dibutuhkan.

Sumber: Humas BAZNAS RI


#BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASKabupatenMajalengka #BAZNASKabMajalengka #BAZNASCepatTanggap #BAZNASTanggapBencana #Karhutla #KebakaranHutanDanLahan #Kalimantan #AksiKemanusiaan #TanggapBencana #PeduliSesama #ZakatUntukKemanusiaan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

26/10/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka

Berita Terbaru

Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Wasilah Syar’i Melalui Keikhlasan untuk Sesama
Misteri Terkabulnya Doa: Menemukan Wasilah Syar’i Melalui Keikhlasan untuk Sesama
MAJALENGKA, BAZNAS – Setiap manusia dipastikan memiliki tumpuan harapan dan untaian doa yang ingin segera dikabulkan oleh Sang Pencipta. Dalam ikhtiar mengetuk pintu langit, tidak jarang sebagian kalangan menempuh berbagai cara—mulai dari yang lurus sesuai syariat hingga tindakan yang justru menjerumuskan pada kemaksiatan dan kekufuran. Fenomena masyarakat yang menempuh jarak jauh demi bersimpuh di makam-makam, melarung sesaji ke laut, hingga memberikan "mahar" kepada oknum-oknum tertentu demi terkabulnya hajat, menunjukkan adanya desakan hati yang terkadang mengaburkan akal sehat. Hal ini seringkali dipicu oleh rasa kurang percaya diri untuk berdoa secara langsung kepada Allah SWT. Pentingnya Perantara (Wasilah) yang Syar’i Dalam diskursus keislaman, konsep wasilah atau perantara dalam berdoa memang diakui, namun memiliki batasan yang tegas. Syariat telah mengatur wasilah yang dibolehkan, seperti bertawasul dengan asmaul husna, amal shalih, maupun meminta doa kepada orang saleh yang masih hidup. Namun, ada satu metode "langit" yang sering terlupakan oleh banyak Muslim: melibatkan doa para malaikat. Makhluk Allah yang suci dan tidak pernah bermaksiat ini merupakan perantara terbaik bagi mereka yang ingin hajatnya didengar oleh Allah SWT. Keutamaan Doa di Balik Punggung Saudara Salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan pengawalan doa dari malaikat adalah dengan mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Darda' radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ? bersabda: “Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu pasti dikabulkan (mustajabah). Di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang dikirim mendampinginya. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang mendampinginya itu akan berkata: ‘Aamiin, dan untukmu hal yang serupa.’” Secara jurnalistik-spiritual, ini adalah sebuah "pertukaran" yang luar biasa. Saat kita memohonkan kelapangan rezeki, kesehatan, atau jodoh bagi saudara sesama Muslim, pada saat yang sama, mahluk paling dekat dengan Allah mengaminkan dan meminta hal yang sama untuk kita. Implementasi Nyata melalui Zakat dan Sedekah BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mempraktikkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan sarana untuk saling mendoakan. Saat kita membantu muzaki atau mereka yang membutuhkan, doa-doa tulus yang kita panjatkan untuk keberkahan hidup mereka akan memicu "reaksi berantai" dari para malaikat untuk mendoakan kebaikan kita kembali. "Mengapa kita harus mencari jalan yang tidak relevan, bahkan berisiko syirik, jika syariat telah memberikan jalan yang begitu indah? Mari kita raih keberkahan dengan cara mendoakan kebaikan bagi sesama, karena di situlah rahasia terkabulnya doa kita sendiri berada," tulis pesan dakwah ini. Daripada terjebak dalam spekulasi gaib yang menyesatkan, marilah kita bersujud menghadap Rabb, lalu mendoakan saudara-saudara kita. Biarkan para malaikat menjadi saksi dan pendukung utama atas segala hajat dan impian kita. Editor: Tim Media BAZNAS Majalengka Taggar: #BAZNASMajalengka #ZakatMensejahterakan #DakwahIslam #KeutamaanDoa #TawasulSyari #MalaikatMendoakan #MajalengkaLangkungSae #SpiritIbadah
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Bahaya Virus Kesombongan dalam Komunikasi: Penghambat Keberkahan dan Relasi Sosial
Bahaya Virus Kesombongan dalam Komunikasi: Penghambat Keberkahan dan Relasi Sosial
MAJALENGKA – Manusia, dalam fitrahnya sebagai makhluk sosial, mustahil dapat menjalani kehidupan tanpa dukungan orang lain. Di balik setiap kesuksesan seorang pengusaha, pendidik, hingga politisi, terdapat jalinan komunikasi yang sehat dan efektif. Namun, di tengah upaya membangun relasi tersebut, terdapat satu "virus ganas" yang sering kali menjadi penyebab utama kegagalan interaksi manusia: Sifat Sombong. Sombong sebagai Penghambat Komunikasi Multi-Dimensi Kesombongan bukan sekadar sikap mental, melainkan penyakit hati yang merusak struktur komunikasi manusia secara vertikal maupun horizontal. Dalam perspektif komunikasi profetik (kenabian), kesombongan memutus dua koneksi utama: Hubungan Vertikal (Hablum Minallah): Sifat sombong menjadi tirai penghalang masuknya kebenaran Ilahi. Seseorang yang merasa "lebih" sulit untuk tunduk pada sumber kebenaran hakiki, yakni Allah SWT. Hubungan Horizontal (Hablum Minannas): Secara sosial, individu yang terjangkit virus ini akan sulit menemukan titik koneksi dengan sesama. Mereka cenderung meremehkan orang lain, sehingga kehilangan empati, rasa hormat, dan apresiasi yang merupakan pilar utama komunikasi yang efektif. Definisi Sombong dalam Tuntunan Rasulullah SAW Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memberikan peringatan keras mengenai bahaya al-kibr (keangkuhan) melalui sabdanya: "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada penyakit al-kibr (keangkuhan/sombong)." (HR. Muslim, no. 2749). Lebih lanjut, beliau mendefinisikan sombong secara gamblang: "Sombong itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim no. 91). Dua indikator inilah—menolak kebenaran dan meremehkan sesama—yang menjadi penghancur pesan dalam setiap proses komunikasi. Belajar dari Kelembutan Hati Sahabat Sejarah mencatat bahwa pesan wahyu yang dibawa Rasulullah SAW paling cepat diterima oleh mereka yang memiliki hati yang bersih dari kesombongan, seperti kaum dhuafa dan para budak. Namun, kualitas keimanan yang paling luar biasa ditunjukkan oleh sosok Abu Bakar As-Siddiq. Meskipun ia berasal dari kalangan bangsawan Quraisy yang terhormat, Abu Bakar tidak memiliki setitik pun rasa angkuh. Ketulusan hatinya membuat pesan-pesan wahyu terkoneksi secara instan tanpa hambatan ego. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan komunikasi dakwah sangat bergantung pada kerendahan hati penerimanya. Strategi Komunikasi Bebas "Virus" Sombong Bagi seorang komunikator—termasuk para penggiat zakat dan relawan kemanusiaan—membangun daya tarik melalui apresiasi kepada lawan bicara adalah kunci. Komunikasi akan menuai kegagalan jika disampaikan dengan nada tinggi atau sikap merendahkan. Untuk meraih kesuksesan dalam setiap interaksi, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: Membangun Koneksi Vertikal: Berdoa dan memohon petunjuk Allah SWT sebelum memulai penyampaian pesan. Apresiasi Sejak Awal: Memberikan penghargaan dan penghormatan kepada komunikan (penerima pesan). Pemilihan Narasi yang Tepat: Menggunakan diksi yang santun dan mencari momentum waktu yang pas. Penutup Kesombongan adalah musuh nyata bagi keberhasilan hubungan antarmanusia. Dengan membersihkan hati dari rasa angkuh, kita tidak hanya membuka pintu kesuksesan di dunia melalui komunikasi yang efektif, tetapi juga mengamankan jalan menuju jannah-Nya di akhirat kelak. Wallahu a’lam Bisshawab. Taggar: #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #KajianIslam #KomunikasiEfektif #BahayaSombong #EtikaMuslim #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengelola Khilafiyah dengan Adab: Kunci Merajut Ukhuwah di Tengah Perbedaan
Mengelola Khilafiyah dengan Adab: Kunci Merajut Ukhuwah di Tengah Perbedaan
MAJALENGKA, BAZNAS Perbedaan pendapat dalam masalah khilafiyah furu’iyah (cabang agama) merupakan realitas sejarah yang tak terelakkan dalam perjalanan umat Islam. Namun, di era keterbukaan informasi saat ini, perbedaan tersebut kerap kali menjadi pemicu konflik yang meretakkan persatuan. Menanggapi fenomena ini, penguatan aspek adab di atas sekadar argumen menjadi krusial untuk menjaga harmoni sosial demi mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Khilafiyah Furu’iyah: Persoalan Klasik, Bukan Pemicu Vonis Secara historis, para ulama salaf telah bersepakat bahwa perbedaan dalam ranah furu’iyah tidak mengeluarkan seseorang dari statusnya sebagai Muslim. Seseorang tidak menjadi kafir hanya karena berbeda pandangan mengenai tata cara ibadah yang bersifat cabang. Hak-haknya sebagai Muslim tetap harus dihormati, dilindungi, dan dijaga kehormatannya. Pemisahan yang tegas antara masalah furu’iyah dan ushuliyah (pokok akidah) sangatlah penting. Vonis kufur hanya relevan jika terjadi penyimpangan dalam hal fundamental, seperti pengingkaran terhadap keesaan Allah SWT atau status Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir. Urgensi Adab Sebelum Ilmu Mengutip catatan dalam Siyaru A’lamin Nubala’, sebuah kisah dari Imam Malik memberikan pelajaran berharga. Ketika beliau ditanya mengenai suatu kewajiban, beliau merujuk pada pendapat Zaid bin Tsabit. Saat penanya membandingkannya dengan pendapat Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas’ud, Imam Malik menekankan pentingnya menghormati tradisi keilmuan setempat guna menghindari gesekan. "Jika engkau berada di tengah-tengah suatu kaum, maka jangan engkau mengawali untuk mereka dengan sesuatu yang tidak mereka kenal, sehingga mereka pun mengawali untukmu dengan sesuatu yang tidak engkau senangi." (Imam Malik) Pesan ini menggarisbawahi bahwa kecerdasan intelektual tanpa disertai kearifan sosial (adab) hanya akan melahirkan debat kusir yang destruktif. Dialog yang seharusnya mencerahkan justru bisa bergeser menjadi arena ghibah dan penghujatan jika etika dikesampingkan. Belajar dari Kearifan Ulama Salaf Sejarah mencatat betapa ketatnya para ulama terdahulu dalam menanamkan adab. Abdurrahman bin al-Qasim, murid Imam Malik, menghabiskan 18 tahun dari 20 tahun masa belajarnya khusus untuk mendalami adab. Hal ini membuktikan bahwa ilmu tanpa adab laksana pohon tanpa buah; ia ada, namun tidak memberi manfaat bagi keteduhan umat. BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa semangat moderasi dan saling menghormati adalah modal sosial utama. Dalam semangat Majalengka Langkung Sae, persatuan umat adalah pondasi utama agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat berjalan maksimal tanpa terhambat oleh ego kelompok atau perbedaan paham. Menuju Perbedaan yang Menjadi Rahmat Menutup refleksi ini, perkataan Raja’ bin Haywah menjadi pengingat yang indah: "Betapa indahnya Islam yang dihiasi iman, iman yang dihiasi taqwa, taqwa yang dihiasi ilmu, ilmu yang dihiasi kesantunan, dan kesantunan yang dihiasi kelemahlembutan." Jika kelemahlembutan hilang, maka runtuhlah bangunan kesantunan dan ilmu pun menjadi tidak berguna. Dalam konteks kemasyarakatan di Majalengka, mengedepankan adab dalam setiap perbedaan adalah jalan keselamatan. Dengan adab, perbedaan tidak lagi menjadi azab, melainkan rahmat yang membimbing kita menuju kemajuan yang berkelanjutan. Editor: Humas BAZNAS Majalengka Sumber: Kajian Literatur Klasik Islam #BAZNASMajalengka #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaLangkungSae #AdabSebelumIlmu #UkhuwahIslamiyah #ModerasiBeragama #Khilafiyah #FiqihSosial #MajalengkaBeradab
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Pernikahan sebagai Mitsaqan Ghalizha: Komitmen Suci Membangun Keluarga Sakinah
Pernikahan sebagai Mitsaqan Ghalizha: Komitmen Suci Membangun Keluarga Sakinah
MAJALENGKA (BAZNAS) – Di dalam syariat Islam, pernikahan bukan sekadar ikatan emosional atau pertemuan dua insan dalam sebuah seremonial. Lebih jauh dari itu, Al-Qur'an menyebut akad nikah sebagai Mitsaqan Ghalizha, sebuah perjanjian yang berat dan kokoh. Istilah ini menyejajarkan kesucian ikatan pernikahan dengan perjanjian para Nabi kepada Allah SWT serta sumpah setia Bani Israil di bawah bukit Thursina. Landasan Spiritual Keberpasangan Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini secara berpasangan. Sebagaimana termaktub dalam QS. Yasin (36): 36, prinsip keberpasangan ini merupakan tanda kebesaran-Nya yang menciptakan keseimbangan hidup. Dalam konteks manusia, pernikahan dihadirkan agar setiap individu memperoleh ketenteraman (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Melalui akad nikah, terjadi transformasi besar yang sakral: yang haram menjadi halal, maksiat menjadi ibadah, dan kebebasan individual berubah menjadi tanggung jawab kolektif di hadapan Sang Pencipta. Peran Strategis dalam Keluarga Dalam membangun fondasi keluarga yang kuat, Islam memberikan panduan peran yang berkeadilan: Suami sebagai Qowwam (Pemimpin): Suami memikul amanah untuk menjadi pelindung dan pemimpin yang adil. Kepemimpinan dalam rumah tangga bukanlah otoritarianisme, melainkan pelayanan. Meneladani Rasulullah SAW, seorang suami yang mulia adalah mereka yang paling lembut dan baik terhadap keluarganya. Istri sebagai Rabbatul Bait (Ratu Rumah Tangga): Istri adalah pilar ketenangan dalam rumah tangga. Ketaatan istri kepada suami merupakan kunci keharmonisan yang mampu mengubah rumah menjadi surga sebelum surga yang sesungguhnya (Baiti Jannati). Keluarga sebagai Madrasah Kebajikan BAZNAS Kabupaten Majalengka memandang bahwa keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang menjadi fondasi kekuatan umat. Keharmonisan rumah tangga berkorelasi positif dengan kesejahteraan sosial dan spiritual. Ketahanan keluarga yang dibangun di atas nilai-nilai takwa akan melahirkan generasi yang saleh dan mandiri, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur tatanan sosial di Kabupaten Majalengka. Perjanjian Mitsaqan Ghalizha menuntut kedua belah pihak untuk saling menutup aib, saling menguatkan dalam keimanan, serta setia dalam suka maupun duka. Jika ikatan ini dikelola dengan baik berdasarkan syariat, maka keluarga tersebut tidak hanya akan bahagia di dunia, namun Allah SWT menjanjikan reuni akbar bagi mereka di surga 'Adn kelak. Penutup Menempuh bahtera kehidupan baru memerlukan bekal takwa sebagai kemudi utama. Semoga setiap pasangan mampu menjaga amanah suci ini, menjadikan rumah tangga sebagai ladang amal ibadah, dan bersama-sama melangkah menuju ridha Allah SWT. Selamat menempuh hidup baru bagi para pejuang keluarga. Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap langkah menuju pulau kebahagiaan yang hakiki. #BAZNAS #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KeluargaSakinah #MitsaqanGhalizha #EdukasiIslam #PernikahanIslami #ZakatTumbuhBermanfaat
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Muhasabah dan Urgensi Persiapan Amal Menuju Hari Esok dalam Tinjauan Surah Al-Hasyr: 18
Muhasabah dan Urgensi Persiapan Amal Menuju Hari Esok dalam Tinjauan Surah Al-Hasyr: 18
MAJALENGKA, BAZNAS – Dalam mengarungi kehidupan dunia yang fana, seorang mukmin dituntut untuk memiliki visi yang melampaui batas cakrawala materialistik. Al-Qur'an melalui Surah Al-Hasyr ayat 18 memberikan panduan strategis mengenai pentingnya pengelolaan diri, ketakwaan, dan evaluasi amal sebagai bekal perjalanan menuju akhirat. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini mengandung kedalaman makna yang menjadi fondasi bagi setiap Muslim dalam beramal, termasuk dalam menunaikan kewajiban Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih baik. Berikut adalah beberapa faidah fundamental yang terkandung di dalamnya: 1. Repetisi Perintah Takwa: Sebuah Peringatan Mutlak Allah SWT mengulang perintah takwa sebanyak dua kali dalam satu ayat yang sama. Dalam kaidah ilmu tafsir, pengulangan ini menunjukkan urgensi yang sangat tinggi. Takwa bukanlah sekadar identitas, melainkan komitmen yang harus hadir dalam setiap helai napas—baik dalam kondisi ramai maupun sepi. 2. Konsep Nadhor: Bukan Sekadar Melihat, Tapi Memerhatikan Ayat ini menggunakan kata Faltandhur (hendaklah memerhatikan). Secara etimologis, Nadhor berarti memperhatikan dengan seksama, detail, dan penuh ketelitian. Dalam konteks pengelolaan dana umat di BAZNAS, hal ini mencerminkan pentingnya aspek akuntabilitas dan ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan. 3. Esensi Muhasabah (Evaluasi Diri) Umar bin Khaththab RA pernah berpesan, “Hasibu anfusakum qobla an-tuhaasabu” (Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab). Ayat ini adalah dalil utama perintah muhasabah. Seorang muzaki maupun munfik hendaknya mengevaluasi harta dan amalannya, memastikan bahwa kontribusi sosial yang diberikan benar-benar murni demi mengharap rida Illahi. 4. Akhirat sebagai "Hari Esok" yang Dekat Penggunaan diksi Ghad (Besok) untuk menggambarkan hari kiamat menunjukkan betapa dekatnya fase tersebut. Dengan menganggap akhirat sebagai "besok", seorang mukmin akan lebih terpacu untuk bersungguh-sungguh dalam beramal dan memberikan kemaslahatan bagi sesama tanpa menunda-nunda. 5. Landasan Keilmuan dalam Beramal Perintah memperhatikan amal secara otomatis merupakan perintah untuk menuntut ilmu. Literasi mengenai zakat dan tata cara ibadah lainnya menjadi kewajiban agar setiap langkah pengabdian kita berjalan di atas rel syariat yang benar. Kesimpulan Surah Al-Hasyr ayat 18 adalah seruan bagi kita semua untuk berhenti sejenak dan bertanya: "Bekal apa yang sudah saya siapkan untuk hari esok?" Sejalan dengan semangat pembenahan diri dan peningkatan kualitas di berbagai lini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk terus berbenah dan mengoptimalkan zakat serta sedekah sebagai investasi abadi menuju masa depan yang lebih mulia. #BAZNASMajalengka #Muhasabah #ZakatMensejahterakan #AlHasyr18 #Taqwa #AmalSholeh #IslamRahmatanLilAlamin #MajalengkaLangkungSae
BERITA12/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Saring Sebelum Sharing: Etika Menyebar Informasi dalam Perspektif Hadits
Saring Sebelum Sharing: Etika Menyebar Informasi dalam Perspektif Hadits
MAJALENGKA Di era keterbukaan informasi saat ini, kecepatan berita seringkali mengalahkan keakuratan. Media massa, media sosial, hingga percakapan sehari-hari dipenuhi dengan berbagai kabar yang belum tentu kebenarannya. Menanggapi fenomena ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat, khususnya para muzaki dan mustahik, untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi atau "kabar burung." Menyebarkan setiap hal yang kita dengar tanpa verifikasi bukan hanya berisiko menimbulkan fitnah, tetapi juga merupakan bentuk kedustaan sebagaimana diperingatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Landasan Syariat dalam Berita Diriwayatkan dari Hafsh bin ‘Ashim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: $$ ext{????? ??????????? ??????? ???? ????????? ??????? ??? ??????}$$ "Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar." (HR. Muslim no. 5) Pelajaran dari Imam Nawawi Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim memberikan penjelasan mendalam mengenai hadits ini. Beliau menegaskan bahwa seseorang bisa dikatakan berdusta karena berita yang didengar sering kali dibumbui atau ditambah-tambah. Secara esensial, dusta didefinisikan sebagai memberitakan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Meskipun seseorang tidak berniat berbohong, menceritakan berita yang tidak valid secara otomatis menjerumuskannya pada kedustaan. Jika dilakukan dengan sengaja, maka hal tersebut menjadi dosa yang nyata. Pesan BAZNAS Majalengka Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa prinsip tabayyun (verifikasi) sangat penting, terutama menyangkut informasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas sumbernya. Pastikan setiap informasi, baik itu program bantuan maupun laporan keuangan, berasal dari saluran resmi BAZNAS Majalengka agar terjaga amanah dan ukhuwah di antara kita," ujarnya. Marilah kita jadikan lisan dan jari kita sebagai sarana penyebar kebaikan, bukan menjadi corong berita yang tidak jelas muaranya. Ingatlah, menjadi bijak dalam berbagi berita adalah bagian dari takwa. Tag: #BAZNASMajalengka #ZakatPemberdayaan #EtikaInformasi #SaringSebelumSharing #Tabayyun #HaditsHarian #MajalengkaLangkungSae #ZakatAmanah
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Tekankan Solidaritas demi Capai Target Langkung Sae
Pererat Silaturahmi, BAZNAS Majalengka Tekankan Solidaritas demi Capai Target Langkung Sae
MAJALENGKA Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam pertemuan terbaru bersama seluruh jajaran staf, Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Majalengka, Humed, M.Pd., memberikan arahan strategis mengenai pentingnya menjaga harmoni internal organisasi. Beliau mengajak seluruh amilin (pengelola zakat) untuk tetap menjaga dan menguatkan tali silaturahmi serta kebersamaan. Menurutnya, pondasi utama untuk mewujudkan BAZNAS Majalengka yang "Langkung Sae" (Lebih Baik) adalah soliditas tim yang tidak tergoyahkan. "Kesuksesan BAZNAS Majalengka dalam berbagai program, mulai dari penyaluran bantuan hingga pemberdayaan ekonomi umat, bukanlah hasil kerja individu. Ini adalah kesuksesan bersama yang lahir dari sinergi seluruh lini," tegas Humed. Strategi Mempertahankan Prestasi dan Kemajuan Lembaga Mempertahankan prestasi seringkali lebih sulit daripada meraihnya. Untuk memastikan BAZNAS Majalengka tetap berada di jalur kemajuan, Humed membagikan beberapa kiat utama bagi lembaga: Inovasi Berkelanjutan: Jangan cepat puas dengan sistem yang ada. Lembaga harus adaptif terhadap teknologi digital untuk memudahkan muzaki dalam menunaikan zakat. Transparansi dan Akuntabilitas: Menjaga kepercayaan publik melalui pelaporan keuangan yang auditabel dan publikasi program secara berkala. Peningkatan Kompetensi Amilin: Rutin melakukan pelatihan dan sertifikasi agar amilin memiliki keahlian yang relevan dengan perkembangan zaman. Optimalisasi Pendayagunaan: Memastikan setiap rupiah yang disalurkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi para mustahik. Solusi Penguatan Kerja Sama dan Silaturahmi Antar Amilin Guna menghindari kejenuhan dan menjaga ritme kerja yang harmonis, Humed menekankan pentingnya aspek psikologi organisasi melalui beberapa langkah taktis: Komunikasi Dua Arah: Menciptakan ruang diskusi yang terbuka di mana setiap amilin bisa menyampaikan ide maupun kendala tanpa rasa sungkan. Kegiatan "Internal Bonding": Menyelenggarakan kegiatan informal seperti makan bersama atau kajian rutin untuk mencairkan suasana di luar urusan pekerjaan. Budaya Saling Apresiasi: Memberikan penghargaan kecil (recognition) atas pencapaian rekan kerja demi memupuk semangat saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Mitigasi Konflik Sejak Dini: Menyelesaikan setiap perbedaan pendapat melalui musyawarah kekeluargaan dengan mengutamakan kepentingan lembaga di atas ego pribadi. Dengan semangat kebersamaan ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka optimis dapat terus memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat Majalengka, sejalan dengan visi menjadi lembaga pengelola zakat yang amanah, transparan, dan profesional. #BAZNASMajalengka #LangkungSae #ZakatMensejahterakanUmat #SilaturahmiAmilin #MajalengkaReligius #AmilZakatProfesional
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Wujudkan Majalengka Langkung Sae, Kemenhaj dan BAZNAS Sinergikan Tata Kelola Dam untuk Kesejahteraan Umat
Wujudkan Majalengka Langkung Sae, Kemenhaj dan BAZNAS Sinergikan Tata Kelola Dam untuk Kesejahteraan Umat
JAKARTA Upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kesejahteraan umat terus diperkuat. Hal ini sejalan dengan semangat Majalengka Langkung Sae, di mana transparansi pengelolaan dana sosial dari tingkat pusat hingga ke daerah menjadi kunci utama. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi memberikan dukungan penuh kepada BAZNAS dalam memfasilitasi tata kelola dam bagi jemaah haji Indonesia. Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan Kemenhaj di Gedung Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta jajaran pimpinan BAZNAS RI lainnya. Transparansi Pusat untuk Dampak Daerah Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menekankan bahwa pengelolaan dam melalui BAZNAS mengedepankan akuntabilitas yang tinggi. Jemaah akan mendapatkan transparansi penuh, mulai dari konfirmasi pembayaran, bukti pemotongan hewan, hingga laporan penyaluran. Semangat transparansi ini merupakan bagian integral dari upaya kolektif pemerintah untuk memastikan dana sosial dikelola secara profesional. Dampaknya tidak hanya terasa di tanah suci, tetapi juga menjangkau peternak UMKM di berbagai daerah, termasuk di wilayah Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan yang selaras dengan visi pembangunan daerah yang lebih baik. Kolaborasi Inklusif Demi Kemaslahatan “Tata kelola dam oleh BAZNAS bukan sekadar pemenuhan kewajiban ibadah, tetapi memiliki dimensi sosial-ekonomi yang besar. Kami melibatkan peternak binaan di berbagai pelosok untuk penyaluran manfaatnya,” ujar Sodik. Dalam pertemuan tersebut, Kemenhaj juga menekankan pentingnya kolaborasi inklusif yang melibatkan berbagai pihak seperti LAZ dan KBIH. Namun, bagi jemaah yang ibadah hajinya dikelola oleh lembaga pemerintah, sangat disarankan untuk menyalurkan dam melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara. Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang lebih terukur. Dengan tata kelola yang tertib dari pusat hingga ke daerah, cita-cita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata—sebagaimana semangat Majalengka Langkung Sae—dapat terwujud melalui sistem yang lebih transparan, amanah, dan profesional.
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Digitalisasi dan Etika: Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah yang Transparan di Era Transformasi Teknologi
Digitalisasi dan Etika: Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah yang Transparan di Era Transformasi Teknologi
MAJALENGKA – Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah ekonomi global secara fundamental. Fenomena algoritma media sosial yang mampu memetakan kebutuhan pengguna hingga efisiensi e-commerce yang memangkas jarak antara penjual dan pembeli adalah bukti nyata bahwa inovasi digital telah menjadi denyut nadi kehidupan modern. Namun, di tengah kemudahan tersebut, penguatan nilai-nilai etika dan prinsip syariah menjadi instrumen krusial dalam menjaga keadilan ekonomi bagi masyarakat. Dalam perspektif filsafat ilmu, hubungan antara ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat simbiosis mutualisme. Ilmu pengetahuan menjadi landasan lahirnya inovasi, sementara teknologi mempercepat akses terhadap informasi. Namun, transformasi ini menyisakan tantangan besar terkait aspek kejujuran dan transparansi. Mengikis Gharar dalam Transaksi Digital Salah satu isu sentral dalam aktivitas ekonomi digital adalah risiko munculnya Gharar—unsur ketidakjelasan atau manipulasi informasi yang dilarang dalam syariat Islam. Praktik ketidaksesuaian antara foto produk dengan realita fisik barang merupakan bentuk degradasi etika bisnis yang mencederai kepercayaan konsumen. Ekonomi Islam menekankan bahwa teknologi seharusnya berfungsi sebagai instrumen untuk menghilangkan ketidakpastian, bukan justru menjadi alat untuk membungkus kebohongan. Penjual yang memegang teguh prinsip syariah akan mengedepankan keterbukaan informasi dalam deskripsi produk, memastikan hak-hak pembeli terpenuhi tanpa ada yang terzalimi. Peran Perbankan sebagai Jembatan Amanah Dalam ekosistem digital, institusi perbankan memegang peran vital sebagai jembatan wewenang yang transparan. Perbankan syariah, khususnya, dituntut tidak sekadar mengelola lalu lintas dana, tetapi menjadi penyedia layanan yang menjamin keamanan harta nasabah dari praktik penipuan digital seperti phishing atau aplikasi ilegal. Teknologi perbankan harus dioptimalkan untuk menciptakan sistem deteksi dini yang melindungi nasabah. Prinsip saling percaya (trust) harus tetap menjadi pondasi utama, meskipun transaksi dilakukan tanpa tatap muka secara fisik. Dengan sistem yang kuat, keadilan bagi pembeli dan hak bagi penjual dapat terjamin secara beriringan. Inovasi untuk Kesejahteraan Umat Kemajuan bisnis tidak boleh hanya diukur melalui angka keuntungan semata, melainkan melalui dampak sosial yang dihasilkan. Inovasi yang mengeksploitasi pelaku usaha mikro atau mengabaikan kesejahteraan pekerja lapangan bertentangan dengan semangat ekonomi Islam. Bisnis yang berlandaskan syariah memastikan bahwa kesejahteraan harus berputar secara adil di seluruh lapisan masyarakat, selaras dengan semangat Majalengka Langkung Sae. Pengelolaan dana sosial yang transparan dari tingkat pusat hingga daerah merupakan bagian integral dari tata kelola yang baik untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Kesimpulan: Teknologi Bermata Dua Teknologi adalah instrumen yang bergantung pada pemakainya. Ia dapat membawa keberkahan jika dibarengi dengan nilai moral, namun bisa menjadi bencana jika dilepaskan dari etika. Ekonomi dan bisnis Islam menawarkan solusi relevan: maju mengikuti zaman dengan tetap mempertahankan ketulusan niat dan kejujuran. Di tengah persaingan digital yang semakin kompetitif, bisnis yang memiliki "hati" dan integritas akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sukses bisnis yang sesungguhnya bukan sekadar mutasi rekening yang meningkat, melainkan ketenangan hati karena mengetahui setiap transaksi dijalankan dengan cara yang benar dan bernilai ibadah. Mari jadikan teknologi dan layanan keuangan sebagai jalan untuk menebar manfaat, memastikan kemajuan digital berjalan selaras dengan rasa kemanusiaan dan keadilan.#BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #KabupatenMajalengka #ZakatPemberdayaan #PilihanPertamaPembayarZakat #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat #LiterasiZakat #AmanahDanTransparan #ZakatDigital #MembangunUmat #EkonomiUmat #TeknologiUntukKebaikan #BerkahBerzakat #KeadilanEkonomi
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Menjemput Ridha Allah: Mengulas Urgensi Ikhlas dalam Ibadah dan Muamalah
Menjemput Ridha Allah: Mengulas Urgensi Ikhlas dalam Ibadah dan Muamalah
MAJALENGKA, BAZNAS Ikhlas merupakan fondasi utama dalam setiap helaan napas seorang muslim. Kata yang singkat namun memiliki bobot luar biasa ini menjadi penentu apakah amal seorang hamba diterima di sisi Allah SWT atau justru menjadi sia-sia. Dalam menjalankan syariat, keikhlasan bukan sekadar pelengkap, melainkan syarat mutlak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: “Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2). Dua Syarat Diterimanya Amal BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa menekankan bahwa dalam berzakat, berinfak, maupun bersedekah, niat adalah kunci. Mengutip perkataan Ibnu Mas’ud RA, suatu amal tidak akan bermanfaat kecuali dengan niat yang ikhlas dan tata cara yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanpa keikhlasan, amalan sebesar gunung sekalipun bisa sirna tanpa pahala. Ikhlas: Bukan Hanya dalam Ritual Ibadah Seringkali masyarakat memahami ikhlas hanya terbatas pada salat, puasa, atau zakat. Namun, makna ikhlas jauh lebih luas, mencakup aspek muamalah (hubungan antarmanusia). Dalam Keluarga: Memberi nafkah atau sekadar menyuapkan makanan ke mulut istri dengan mengharap wajah Allah akan bernilai pahala besar. Dalam Sosial: Tersenyum kepada sesama, meminjamkan barang kepada tetangga yang membutuhkan, hingga mengunjungi saudara, semua harus didasari niat karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau takut dicela manusia. Keajaiban Amal Kecil yang Ikhlas Abdullah bin Mubarak pernah berpesan: "Betapa banyak amalan kecil menjadi besar karena niat, dan amalan besar menjadi kecil karena niat." Sejarah mencatat bagaimana seorang pria masuk surga hanya karena menyingkirkan dahan pohon di jalan agar tidak mengganggu orang lain. Begitu pula kisah seorang wanita yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Hal ini membuktikan bahwa Allah tidak hanya melihat kuantitas, melainkan kualitas ketulusan hati pelakunya. Buah Manis Keikhlasan Selain mendapatkan pahala di akhirat, ikhlas memberikan perlindungan nyata di dunia: Benteng dari Godaan Setan: Allah menegaskan dalam QS. Shad ayat 82-83 bahwa setan tidak akan mampu menyesatkan hamba-hamba-Nya yang mukhlis (ikhlas). Penjaga dari Maksiat: Sebagaimana Nabi Yusuf AS yang dijaga dari perbuatan keji karena keikhlasannya, kita pun dapat terhindar dari kemaksiatan jika hati senantiasa terpaut hanya kepada Allah. Penutup Mari kita jadikan momentum ini untuk mengintrospeksi diri. Apakah zakat dan sedekah yang kita keluarkan sudah murni karena Allah? Ataukah masih terselip keinginan untuk dilihat (riya') dan didengar (sum'ah) oleh manusia? Semoga Allah SWT senantiasa menjaga hati kita, menerima setiap amal jariyah kita, dan menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang ikhlas. Amin ya Rabbal ‘alamin. Tanda Pagar (Hashtags): #BAZNASMajalengka #PilihanPastiZakat #IkhlasBeramal #Tauhid #ZakatPembersihHarta #MutiaraHikmah #MajalengkaReligius #KeutamaanIkhlas #ZakatNasional
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Empat Pilar Adab: Kunci Kesalehan Sosial dalam Perspektif Hadits Nabi
Empat Pilar Adab: Kunci Kesalehan Sosial dalam Perspektif Hadits Nabi
MAJALENGKA, BAZNAS – Membangun karakter bangsa yang luhur dimulai dari perbaikan adab individu. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Majalengka tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan materi, tetapi juga berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai spiritual dan akhlakul karimah. Imam Abu ‘Amr Ibnu Shalah dalam kitabnya menukil perkataan Imam Abu Muhammad Ibn Abi Zaid, seorang ulama besar mazhab Maliki. Beliau menegaskan bahwa inti serta kunci dari seluruh adab yang baik terangkum dalam empat hadits utama Rasulullah $SAW$. Berikut adalah empat pedoman hidup yang menjadi landasan dalam berinteraksi sosial dan beribadah: 1. Menjaga Lisan (Self-Control) Rasulullah $SAW$ bersabda: "Barangsiapa yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim) Lisan adalah cerminan hati. Dalam konteks kemanusiaan, menjaga tutur kata sangat penting untuk menjaga harmoni dan menghindari fitnah di tengah masyarakat. 2. Meninggalkan Hal yang Sia-sia (Productivity) Rasulullah $SAW$ bersabda: "Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat." (HR. Tirmidzi) Hadits ini mengajarkan kita untuk fokus pada hal-hal produktif. BAZNAS senantiasa mengajak muzaki dan mustahik untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang memberikan maslahat, baik bagi diri sendiri maupun umat. 3. Mengelola Emosi (Emotional Intelligence) Ketika seorang sahabat meminta wasiat, Rasulullah $SAW$ menekankan: "Jangan marah." (HR. Bukhari) Pesan ini diulang hingga tiga kali, menunjukkan betapa pentingnya kesabaran. Menahan amarah adalah kunci dalam menyelesaikan konflik dan membangun kedamaian sosial. 4. Menumbuhkan Empati (Social Solidarity) Rasulullah $SAW$ bersabda: "Seorang mukmin itu menginginkan untuk saudaranya apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari & Muslim) Inilah ruh dari gerakan zakat. Rasa empati inilah yang menggerakkan kita untuk membantu sesama, memastikan bahwa saudara kita merasakan kesejahteraan yang sama seperti yang kita rasakan. Penutup Keempat hadits di atas bukan sekadar hafalan, melainkan pedoman untuk diamalkan dalam setiap aktivitas harian kita. Dengan meresapi maknanya, kita dapat mewujudkan masyarakat Majalengka yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan. Mari terus tebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah untuk membantu sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat. #BAZNASMajalengka #AdabIslami #HaditsNabi #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #AkhlakulKarimah #MutiaraHikmah #AmalanHarian #ZakatProfesional
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Majalengka Bersama Komunitas Pedagang Jatiwangi Salurkan Santunan bagi Lansia di Ciborelang
Sinergi Kemanusiaan: BAZNAS Majalengka Bersama Komunitas Pedagang Jatiwangi Salurkan Santunan bagi Lansia di Ciborelang
MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus memperkuat komitmennya dalam menjangkau mustahik hingga ke pelosok desa. Melalui kolaborasi strategis bersama Komunitas Pedagang Jatiwangi (KOPI), BAZNAS Majalengka menyelenggarakan aksi pendistribusian bantuan bagi warga lanjut usia (lansia) dan kaum jompo di Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, pada Sabtu (11/04/2026). Wujud Kepedulian Melalui Bantuan Tunai Kegiatan yang berlangsung khidmat ini berfokus pada pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai. Keputusan untuk memberikan stimulan berupa dana tunai diambil agar para penerima manfaat memiliki fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan prioritas mereka, baik untuk pemenuhan gizi harian maupun akses layanan kesehatan. Perwakilan Komunitas Pedagang Jatiwangi (KOPI) menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk bakti sosial para pedagang terhadap masyarakat sekitar. "Kami ingin memastikan bahwa kehadiran komunitas kami memberikan dampak nyata. Bantuan ini adalah wujud kasih sayang dan penghormatan kami kepada para orang tua dan lansia di wilayah Jatiwangi," ungkapnya. Kolaborasi Strategis untuk Ketepatan Sasaran Pihak BAZNAS Kabupaten Majalengka menyambut baik inisiatif dari komunitas lokal seperti KOPI. Sinergi ini dinilai menjadi kunci efektivitas dalam pemetaan dan penyaluran bantuan agar lebih cepat dan akurat (tepat sasaran). "Kolaborasi bersama komunitas pedagang seperti KOPI sangat membantu BAZNAS dalam menyisir titik-titik masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Kami mengapresiasi semangat gotong royong ini sebagai pilar kekuatan ekonomi umat," ujar perwakilan BAZNAS Majalengka dalam keterangannya. Detail Penyaluran Bantuan: Unsur Kegiatan Deskripsi Penyelenggara BAZNAS Majalengka & Komunitas Pedagang Jatiwangi (KOPI) Lokasi Desa Ciborelang, Kec. Jatiwangi, Majalengka Kategori Mustahik Lansia dan Kaum Jompo Jenis Bantuan Santunan Tunai Melalui program ini, BAZNAS Majalengka berharap semangat kedermawanan terus tumbuh di tengah masyarakat dan menginspirasi berbagai sektor komunitas lainnya untuk berkolaborasi dalam menebar kebaikan. #BAZNASMajalengka #ZakatPemberdayaan #JatiwangiPeduli #Ciborelang #LansiaSejahtera #Kemanusiaan #InfoMajalengka #SinergiUmat #ZakatMensejahterakan #KOPIJatiwangi
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjaga Hati dari Jerat Pujian: Meneladani Keikhlasan Para Salafus Shalih
Menjaga Hati dari Jerat Pujian: Meneladani Keikhlasan Para Salafus Shalih
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam kehidupan bersosial, pujian seringkali datang sebagai bentuk apresiasi atas sebuah pencapaian atau kebaikan. Namun, bagi seorang mukmin, pujian ibarat pedang bermata dua; ia bisa menjadi motivasi, namun seringkali menjadi pintu masuknya penyakit hati seperti ujub (bangga diri) dan sombong. Penting bagi kita untuk memiliki "benteng" mental agar tetap rendah hati dan tidak merasa di atas angin saat sanjungan datang bertubi-tubi. Esensi Ikhlas: Tak Silau Pujian, Tak Ciut Celaan Para ulama terdahulu telah memberikan resep spiritual mengenai cara menyikapi penilaian manusia. Yahya bin Mu’adz pernah ditanya mengenai kapan seorang hamba mencapai derajat ikhlas. Beliau menjawab dengan analogi yang sangat menyentuh: "Jika keadaannya mirip dengan anak yang menyusui. Ia tidak lagi peduli apakah orang di sekitarnya memuji atau mencelanya." Senada dengan hal tersebut, Dzun Nuun Al Mishri menegaskan bahwa ciri keikhlasan adalah ketika seseorang telah mengerahkan seluruh upaya ketaatan namun hatinya sama sekali tidak "gila" akan pujian manusia. Keikhlasan sejati membuat orientasi amal hanya tertuju pada ridha Allah SWT, bukan pada pengakuan publik. Memandang Kekurangan Diri di Balik Sanjungan Seringkali kita merasa besar hati karena orang lain hanya melihat sisi lahiriah kita. Ibnu 'Atho' dalam kitab Al-Hikam mengingatkan bahwa manusia memuji berdasarkan apa yang nampak, sementara kita sendiri yang paling tahu betapa banyak kekurangan dan aib yang tersembunyi. Beliau menyebut bahwa orang yang paling bodoh adalah mereka yang lebih mempercayai pujian orang lain daripada keyakinan atas kekurangan dirinya sendiri. Bahkan sahabat mulia sekelas Ibnu Mas'ud pun tetap menjaga kerendahan hatinya dengan berkata: "Jika kalian mengetahui aibku, tentu tidak ada dua orang dari kalian yang akan mengikutiku." Panduan Praktis Menghadapi Pujian Agar tetap membumi, berikut adalah ringkasan kiat-kiat dari para ulama untuk menjaga hati: Keyakinan Tauhid: Sadari bahwa segala nikmat dan keberhasilan datangnya dari Allah SWT, bukan semata-mata usaha manusia. Introspeksi Diri: Lebih fokus melihat kekurangan diri daripada menghitung-hitung kelebihan. Keseimbangan Mental: Tidak terlalu bereaksi berlebihan terhadap pujian maupun celaan. Keduanya dipandang sebagai ujian. Konsistensi Beramal: Ada atau tidak adanya pujian, kualitas ibadah dan kinerja harus tetap sama. Orientasi Akhirat: Tidak mengharapkan pujian berkelanjutan, melainkan hanya mengharap pahala dari Allah semata. Mengamalkan Doa Abu Bakar Ash-Shiddiq Sebagai bentuk perlindungan hati, para ulama menyarankan untuk membaca doa yang sering dipanjatkan oleh sahabat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq, saat beliau disanjung oleh orang lain: ?????????? ?????? ???????? ?????? ????????? ??????? ???????? ????????? ???????? ?????????? ?????????? ??????? ?????? ??????????? ????????? ??? ??? ??? ???????????? ????? ???????????? ????? ???????????? "Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan kata-kata mereka." (HR. Al-Baihaqi) Membaca doa ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk pengakuan bahwa kita adalah hamba yang fakir di hadapan Allah. Dengan menjaga hati dari sifat sombong, kita berharap setiap amal zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan tetap bernilai murni hanya untuk-Nya. Editor: Admin BAZNAS Majalengka Sumber: Syu'ab Al-Iman, Al-Hikam, Adab Al-Mufrod #BAZNASMajalengka #Tausiyah #Ikhlas #RendahHati #AdabIslam #TazkiyatunNufus #MajalengkaLangkungSae
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Digital: Memposisikan Al-Qur'an di Tengah Dominasi Smartphone
Refleksi Digital: Memposisikan Al-Qur'an di Tengah Dominasi Smartphone
MAJALENGKA, BAZNAS – Di era disrupsi digital saat ini, smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia. Mulai dari anak-anak hingga lansia, perangkat mungil ini hampir tidak pernah lepas dari genggaman. Fenomena sosial menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat menyentuh layar ponsel mereka setiap tiga puluh menit sekali hanya untuk sekadar memantau arus informasi atau berita. Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar bagi setiap Muslim: Sudahkah penggunaan teknologi ini selaras dengan skala prioritas ibadah kita? Kebutuhan Informasi vs Kebutuhan Spiritual Secara leksikal, berita mencakup segala keterangan mengenai peristiwa yang hangat. Kini, sumber berita tidak lagi terbatas pada jurnalis profesional, melainkan meluas hingga ke lingkaran media sosial seperti Facebook, Twitter (X), dan WhatsApp. Kecepatan arus informasi inilah yang sering kali membius pengguna untuk menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk kembali melakukan audit terhadap aktivitas harian. Sering kali terjadi paradoks di mana sepuluh menit mengakses media sosial terasa sangat singkat, namun sepuluh menit membaca mushaf Al-Qur'an terasa begitu lama. Begitu pula dengan antusiasme mencari klarifikasi isu politik yang jauh lebih tinggi dibandingkan mencari tafsir ayat-ayat Allah. Al-Qur'an sebagai Standar Kemuliaan Merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Allah sejatinya meninggikan derajat suatu kaum karena berpegang teguh terhadap Kitab ini (Al-Qur'an) dan merendahkan kaum lainnya karena menelantarkan Kitab ini.” Syaikh Muhammad Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menekankan bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan tiga tujuan utama: membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkannya. Kebutuhan manusia terhadap petunjuk Al-Qur'an sejatinya jauh lebih besar daripada kebutuhan terhadap udara, karena ia merupakan kunci keselamatan di dunia maupun di akhirat. Menempatkan Teknologi pada Porsinya Pemanfaatan smartphone tentu tidak dilarang. Secara fungsional, perangkat ini sangat bermanfaat sebagai alat bantu komunikasi bahkan sarana membaca Al-Qur'an digital. Namun, tantangan terbesarnya adalah beragam fitur hiburan yang berpotensi melalaikan. Sikap dan perbuatan seseorang mencerminkan apa yang paling ia cintai. Jika perhatian terhadap notifikasi smartphone jauh melampaui perhatian terhadap panggilan Allah, maka diperlukan evaluasi iman yang mendalam. Jangan sampai kecanggihan teknologi justru menjadi tabir yang menjauhkan kita dari kemuliaan Kalamullah. Mari jadikan momentum ini untuk menata kembali prioritas kita. Jadikan teknologi sebagai pelayan bagi ibadah kita, bukan sebaliknya. Pembahasan lebih mendalam mengenai keutamaan Al-Qur'an akan kami ulas pada artikel selanjutnya: "Antara Al-Qur'an dan Smartphone Bagian Ke-2". Editor: Tim Media BAZNAS Kabupaten Majalengka Sumber: Adaptasi Artikel Literasi Islam #BAZNASMajalengka #LiterasiIslam #AlQuranSelfie #ZakatMajalengka #RefleksiDiri #DakwahDigital #MajalengkaReligius
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengapa Ghibah Disamakan dengan Memakan Bangkai Saudara? Menyelami Kedalaman Tafsir Surah Al-Hujurat Ayat 12
Mengapa Ghibah Disamakan dengan Memakan Bangkai Saudara? Menyelami Kedalaman Tafsir Surah Al-Hujurat Ayat 12
MAJALENGKA, BAZNAS Dalam interaksi sosial sehari-hari, sering kali kita terjebak dalam percakapan yang tanpa disadari mengikis pahala amalan: Ghibah. Islam dengan tegas melarang perbuatan ini, bahkan menggambarkannya dengan analogi yang sangat eksplisit dan menggetarkan jiwa. Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 12: "Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik padanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." Rahasia di Balik Analogi "Memakan Bangkai" Mengapa Allah memilih perumpamaan yang begitu mengerikan? Imam Al-Qurthubi dalam karya monumentalnya, Tafsir Al-Qurthubi, membedah empat rahasia besar di balik permisalan ini: Pengoyakan Kehormatan: Sebagaimana seseorang yang memakan daging akan mengoyak daging dari kulitnya, ghibah pun mengoyak kehormatan seseorang. Luka pada harga diri sering kali lebih dalam dan sulit disembuhkan daripada luka fisik. Ikatan Persaudaraan yang Terkhianati: Allah menyebutkan "daging saudara", bukan daging hewan. Ini menunjukkan betapa hinanya mengkhianati ikatan persaudaraan iman hanya demi kepuasan lisan sesaat. Ketidakberdayaan Korban: Orang yang dighibahi disamakan dengan "mayit" (bangkai). Seorang mayit tidak mampu membela diri saat tubuhnya disakiti. Demikian pula orang yang sedang dibicarakan di belakangnya; ia tidak hadir untuk membela kehormatannya. Efek Jera (Preventif): Penggunaan analogi yang menjijikkan bertujuan agar setiap mukmin merasa mual dan benci terhadap perbuatan tersebut, sehingga mereka menjauhinya sejauh mungkin. Ghibah Sebagai Dosa Besar Senada dengan Imam Al-Qurthubi, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menegaskan bahwa penyamaan ini bukan sekadar kiasan biasa. "Ayat di atas menerangkan sebuah ancaman yang keras dari perbuatan ghibah. Dan bahwasanya ghibah termasuk dosa besar," tulis beliau. Pesan Bagi Muzaki dan Munfik BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesucian amal ibadah. Zakat, infak, dan sedekah yang kita tunaikan adalah sarana pembersihan harta dan jiwa. Namun, kesucian tersebut dapat ternoda jika lisan kita tidak terjaga dari membicarakan aib sesama. Mari kita jadikan momentum ini untuk saling menjaga kehormatan saudara kita, sebagaimana kita menjaga harta yang kita titipkan untuk kemaslahatan umat. Bertaubatlah, karena Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Redaksi BAZNAS Kabupaten Majalengka Membangun Umat, Menjaga Martabat. #BAZNASMajalengka #KajianTafsir #AlHujurat12 #JagaLisan #StopGhibah #ZakatMembersihkanJiwa #MajalengkaLangkungSae
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Keberkahan: Menggali Makna Zakat, Infaq, dan Sedekah untuk Kesejahteraan Umat
Menjemput Keberkahan: Menggali Makna Zakat, Infaq, dan Sedekah untuk Kesejahteraan Umat
Dalam perjalanan hidup, harta yang kita miliki bukan sekadar alat pemuas kebutuhan duniawi, melainkan amanah yang di dalamnya terdapat hak orang lain. Memahami esensi dari Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) adalah langkah awal untuk membersihkan jiwa, menyucikan harta, dan menjemput rida Allah SWT. 1. Memahami Perbedaan ZIS Seringkali kita mencampuradukkan ketiga istilah ini. Berikut adalah panduan ringkas untuk memahaminya: Zakat: Hukumnya wajib bagi yang memenuhi syarat (Nisab dan Haul). Merupakan rukun Islam yang memiliki aturan baku mengenai waktu dan golongan penerimanya. Infaq: Mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan yang diperintahkan dalam Islam. Waktunya bebas dan hukum asalnya adalah sunnah. Sedekah: Cakupannya paling luas. Tidak hanya terbatas pada materi atau uang, tetapi juga mencakup tenaga, ide, hingga senyuman yang tulus. 2. Janji Pahala yang Melimpah Berbagi tidak akan membuat kita miskin. Sebaliknya, Allah SWT menjanjikan investasi akhirat yang luar biasa: Pelipatgandaan Harta: Sebagaimana benih yang tumbuh menjadi ratusan biji, kebaikan yang tulus akan dibalas berlipat ganda. Pembersih Jiwa: Zakat berfungsi mengikis sifat kikir dan sombong serta memberikan ketenangan batin. Penolak Bala: Sedekah dikenal sebagai "tameng" yang dapat menghindarkan kita dari musibah yang tidak terduga. 3. Tips Agar Tidak Lupa dan Terbiasa Berbagi Tantangan terbesar dalam beramal adalah rasa malas dan sifat pelupa. Berikut adalah strategi praktis agar ZIS menjadi gaya hidup: Gunakan Sistem Otomatis: Manfaatkan fitur donasi digital atau pemotongan saldo otomatis setiap tanggal gajian agar kewajiban tertunaikan di awal waktu. Prinsip "Bayar Dulu": Jadikan zakat dan sedekah sebagai pengeluaran pertama dalam pos keuangan, sejajar dengan kebutuhan pokok lainnya. Sediakan Wadah Khusus: Taruhlah celengan atau kotak amal di tempat yang mudah terlihat di rumah untuk membiasakan diri berbagi secara konsisten (istiqomah), meski dalam jumlah kecil. Manfaatkan Pengingat: Pasang alarm atau notifikasi di ponsel pada waktu-waktu utama, seperti setiap hari Jumat atau awal bulan. Penutup: Menuju Majalengka Langkung Sae Setiap rupiah yang kita tunaikan melalui Zakat, Infaq, dan Sedekah bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata dari perbaikan ucap, laku, dan perbuatan kita sebagai pribadi yang bertakwa. Pengelolaan dana sosial yang transparan dan amanah dari tingkat pusat hingga daerah adalah bagian dari upaya kolektif kita untuk mewujudkan tata kelola yang lebih baik. Mari kita jadikan setiap aksi nyata ini sebagai langkah konsisten dalam membangun kesejahteraan umat dan mendukung visi Majalengka Langkung Sae—sebuah komitmen untuk menjadikan daerah kita lebih baik, lebih berkah, dan lebih bermartabat melalui kemuliaan berbagi. #ZakatPembersihHarta #InfaqSedekah #BerkahBerbagi #ZakatUntukUmat #SedekahIstiqomah #InvestasiAkhirat #MajalengkaLangkungSae #TataKelolaUmat #MajalengkaBerbagi #KesejahteraanUmat
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Kebaikan Tidak Melulu Soal Rupiah: Sedekah Ide dan Tenaga yang Tak Ternilai
Kebaikan Tidak Melulu Soal Rupiah: Sedekah Ide dan Tenaga yang Tak Ternilai
Seringkali, ketika mendengar kata "berbuat baik", pikiran kita langsung tertuju pada donasi materi. Padahal, kebaikan memiliki spektrum yang sangat luas. Membantu sesama tidak selalu harus menunggu dompet tebal; setiap niat tulus yang diwujudkan dalam tindakan nyata adalah sebuah kaSAEan (kebaikan). Justru, berbagi melalui ide, gagasan, dan tenaga seringkali memiliki dampak yang jauh lebih "hidup" dan berkelanjutan. Landasan Spiritual Kebaikan Non-Materi Dalam kebijaksanaan spiritual, konsep sedekah sangatlah luas. Tuhan tidak membatasi hamba-Nya untuk mendulang pahala hanya melalui jalur kekayaan. Berikut adalah landasan mengapa ide, tenaga, dan sikap baik adalah ibadah yang sangat mulia: Setiap Tindakan Positif adalah Sedekah: Rasulullah SAW bersabda untuk menegaskan bahwa setiap gerak kita bisa bernilai ibadah: "Setiap persendian manusia wajib bersedekah setiap hari. Engkau mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah. Engkau menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah. Ucapan yang baik adalah sedekah... dan engkau menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim). Keutamaan Kata-kata dan Maaf: Al-Qur'an menekankan bahwa sikap dan tutur kata yang baik terkadang jauh lebih berharga daripada materi: "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti..." (QS. Al-Baqarah: 263). Menjadi Manusia yang Paling Bermanfaat: Kebaikan melalui tenaga dan gagasan adalah wujud nyata dari misi kemanusiaan kita: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain." (HR. Ahmad). Mengapa Ide dan Tenaga Bisa Lebih Mulia? Ide adalah Solusi Jangka Panjang: Uang bisa habis dalam sekejap, namun sebuah gagasan atau solusi untuk masalah seseorang bisa mengubah jalan hidup mereka selamanya. Memberikan "kail" (cara/ide) seringkali lebih menyelamatkan daripada sekadar memberikan "ikan". Keterlibatan Emosional yang Mendalam: Saat kita menyumbangkan tenaga, kita sedang memberikan aset yang paling berharga: waktu. Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli kembali, sehingga memberikannya untuk orang lain adalah bentuk pengorbanan yang sangat tinggi. Ketulusan yang Teruji: Berbuat baik dengan tenaga membutuhkan usaha fisik dan komitmen mental. Ini adalah bentuk pengabdian murni yang melibatkan raga dan jiwa secara langsung. Manifestasi kaSAEan dalam Keseharian Mari kita tanam benih kebaikan setiap hari melalui hal-hal sederhana: Sedekah Gagasan: Memberikan saran membangun bagi teman yang sedang merintis usaha atau menyumbangkan ide kreatif untuk kemajuan lingkungan. Sedekah Tenaga: Membantu lansia menyeberang jalan, ikut serta dalam kerja bakti, atau sekadar meringankan beban fisik orang di sekitar kita. Sedekah Sikap: Jangan remehkan kekuatan senyuman. Sebagaimana hadist menyebutkan, "Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu" (HR. Tirmidzi). Penutup Dunia tidak hanya butuh orang kaya yang dermawan, tapi juga butuh manusia-manusia yang peduli dan mau bergerak. KaSAEan yang lahir dari keringat tenaga dan kecemerlangan ide adalah bentuk syukur paling nyata atas fisik dan akal yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Jangan jadikan "tidak punya uang" sebagai alasan untuk berhenti peduli. Mulai hari ini, mari kita jadikan setiap interaksi kita sebagai ladang untuk menabur manfaat. Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak harta yang kita tumpuk, melainkan seberapa luas jejak kebaikan yang kita tinggalkan bagi sesama. Mari jadikan hari-hari kita penuh dengan kebaikan, karena setiap langkah tulusmu adalah sedekah yang tak ternilai.
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjadi Pribadi yang "Langkung Sae": Rahasia Hidup Berkah dalam Islam
Menjadi Pribadi yang "Langkung Sae": Rahasia Hidup Berkah dalam Islam
Setiap manusia diberikan jatah waktu yang sama, namun yang membedakan adalah bagaimana kita mengisi ruang di antara matahari terbit dan terbenam. Dalam ajaran Islam, konsep keberuntungan bukan terletak pada tumpukan harta semata, melainkan pada progres kualitas diri. Ada sebuah ungkapan bijak yang menjadi cermin bagi kita: "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini." 1. Menanamkan Niat sebagai Fondasi Perubahan yang besar dimulai dari niat yang tulus. Untuk membuat hari kita lebih baik, mulailah pagi hari dengan komitmen bahwa segala lelah dan aktivitas kita adalah bentuk ibadah. Tanpa niat yang benar, hari-hari hanya akan menjadi rutinitas yang hampa tanpa nilai di hadapan Allah SWT. 2. Evaluasi Diri (Muhasabah) Kita tidak bisa memperbaiki apa yang tidak kita ukur. Mengambil waktu sejenak sebelum tidur untuk merenungkan apa yang telah dilakukan sepanjang hari adalah kunci. Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati." (HR. Tirmidzi) Dengan muhasabah, kita bisa melihat kekurangan kemarin untuk tidak diulangi hari ini, sehingga kualitas hidup kita pun perlahan meningkat dan menjadi lebih baik. 3. Mengoptimalkan Ikhtiar dan Tawakal Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk berdoa, tetapi juga untuk bekerja keras secara profesional. Keseimbangan antara usaha yang maksimal (ikhtiar) dan penyerahan hasil kepada Allah (tawakal) akan menciptakan ketenangan batin. Jika hari ini kita gagal, tawakal menjaga kita dari keputusasaan. Jika hari ini berhasil, syukur menjaga kita dari kesombongan. Dasar utama dari motivasi ini terdapat dalam firman Allah SWT: ??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ???????????? ?????? ??? ????????? ?????? ? ?????????? ??????? ? ????? ??????? ??????? ????? ??????????? "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hashr: 18) Kata Penutup Menjadi lebih baik dari hari kemarin bukanlah tentang kompetisi dengan orang lain, melainkan kompetisi dengan diri kita sendiri. Mari kita jadikan setiap detik sebagai peluang untuk menebar manfaat, memperbaiki ibadah, dan memperkuat dedikasi kita. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan agar hari-hari yang kita lalui selalu berada dalam keridaan-Nya dan senantiasa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dalam segala aspek. #MotivasiIslam #LangkungSae #MuhasabahDiri #IslamiDaily #SelfImprovement #Hijrah #JumatBerkah #MajalengkaLangkungSae
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Menjemput Cahaya di Usia Dewasa: Saat Gengsi Kalah oleh Nurani
Menjemput Cahaya di Usia Dewasa: Saat Gengsi Kalah oleh Nurani
Banyak anak muda atau orang dewasa hari ini yang terjebak dalam dilema spiritual. Di satu sisi, ada kerinduan mendalam untuk memperbaiki shalat dan memahami rukun Islam. Di sisi lain, ada rasa malu yang membenteng: "Masa sudah sebesar ini belum hafal bacaan shalat?" atau "Malu kalau harus belajar bareng anak kecil." Ketahuilah, bahwa mengakui kekurangan di hadapan Allah adalah bentuk kemuliaan yang tertinggi. Langkah pertama untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae (Majalengka yang Lebih Baik) adalah dengan menciptakan individu-individu yang memiliki kualitas spiritual yang juga langkung sae. Memahami Landasan: Mengapa Harus Sekarang? Belajar agama bukan tentang kapan kita memulainya, tapi tentang ketulusan untuk berbenah. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan-Nya. Landasan Ayat Al-Qur'an: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (QS. Az-Zumar: 53) Landasan Hadits: "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." (HR. Ibnu Majah). Tidak disebutkan dalam hadits tersebut bahwa kewajiban itu hanya untuk anak-anak; itu adalah tugas seumur hidup. Solusi Praktis: Belajar Tanpa Harus Malu Jika rasa gengsi masih membayangi, berikut adalah langkah-langkah strategis untuk mulai belajar secara mandiri maupun terukur: 1. Manfaatkan Teknologi (Belajar Mandiri) Di era digital, Anda bisa mempelajari tata cara wudhu dan bacaan shalat melalui video tutorial di YouTube atau aplikasi belajar shalat. Ini adalah langkah awal yang privat untuk membangun rasa percaya diri sebelum terjun ke majelis ilmu. 2. Cari Guru atau Teman Dekat yang Dipercaya Jika malu belajar di TPA (Teman Pendidikan Al-Qur'an) bersama anak-anak, carilah satu orang teman yang sudah paham atau ustadz yang bisa diajak diskusi secara privat. Belajar satu lawan satu seringkali lebih efektif dan menjaga privasi Anda. 3. Fokus pada Rukun Terlebih Dahulu Jangan merasa terbebani dengan hafalan surat-surat panjang. Fokuslah pada rukun shalat (seperti Al-Fatihah, gerakan yang benar, dan thuma'ninah). Islam itu mudah, yang penting adalah keabsahan ibadah kita terlebih dahulu. 4. Ubah Mindset: Belajar adalah Prestasi Hapus pikiran bahwa "belajar saat dewasa itu memalukan". Sebaliknya, tanamkan bahwa "berani belajar saat dewasa adalah keberanian luar biasa". Orang yang belajar Al-Qur'an dengan terbata-bata justru mendapatkan dua pahala: pahala membaca dan pahala usahanya yang susah payah. Kesimpulan: Dimulai dari Diri Sendiri Mewujudkan visi daerah yang lebih baik tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar. Perubahan besar dimulai dari sujud yang benar, hati yang tenang, dan pribadi yang taat. Mari jadikan diri kita pribadi yang Langkung Sae untuk Majalengka yang Langkung Sae. Jangan biarkan gengsi mencuri kesempatan Anda untuk merasakan nikmatnya sujud yang sempurna. Hari ini adalah waktu terbaik untuk memulai. #MajalengkaLangkungSae #PemudaHijrah #BelajarAgama #SelfImprovement #IbadahShalat #Spirituality
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Ketua BAZNAS Majalengka: Perubahan Daerah Dimulai dari Kesalehan Pribadi yang ‘Langkung Sae’
Ketua BAZNAS Majalengka: Perubahan Daerah Dimulai dari Kesalehan Pribadi yang ‘Langkung Sae’
MAJALENGKA Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb, menekankan pentingnya transformasi spiritual sebagai fondasi utama dalam membangun kemajuan daerah. Hal tersebut disampaikannya sebagai refleksi dalam upaya menyelaraskan program pendayagunaan zakat dengan visi besar pembangunan Kabupaten Majalengka. Menurut beliau, indikator keberhasilan sebuah daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan juga melalui kualitas religiusitas masyarakatnya. "Mewujudkan visi daerah yang lebih baik tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar. Perubahan besar dimulai dari sujud yang benar, hati yang tenang, dan pribadi yang taat," ujar H. Agus Asri Sabana saat memberikan arahan di Kantor BAZNAS Majalengka. Integrasi Spiritual dan Kemajuan Daerah H. Agus Asri Sabana menjelaskan bahwa konsep "Langkung Sae" (Lebih Baik) yang menjadi semangat Kabupaten Majalengka harus berakar pada karakter individu. Individu yang memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta cenderung memiliki integritas, empati sosial, dan semangat gotong royong yang tinggi—tiga pilar utama dalam efektivitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para muzaki (pembayar zakat) dan mustahik (penerima zakat), untuk memulai perubahan dari diri sendiri. Dengan pribadi yang taat, diharapkan pengelolaan dana umat dapat dilakukan dengan lebih amanah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pengentasan kemiskinan di Majalengka. Menuju Majalengka Langkung Sae BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menyejahterakan umat melalui berbagai program inovatif. Namun, H. Agus mengingatkan bahwa efektivitas program tersebut sangat bergantung pada dukungan moral dan spiritual masyarakat. "Mari jadikan diri kita pribadi yang Langkung Sae untuk Majalengka yang Langkung Sae," pungkasnya optimis. Melalui pesan ini, BAZNAS Majalengka berharap dapat memicu gelombang positif di mana ketaatan individu bertransformasi menjadi kekuatan kolektif untuk membangun daerah yang lebih berkah, maju, dan sejahtera. Editor: Humas BAZNAS Majalengka Tagar: #BAZNASMajalengka #MajalengkaLangkungSae #ZakatMensejahterakan #PribadiTaat #AgusAsriSabana #KabarZakat #MajalengkaLangkungSae
BERITA11/04/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →