WhatsApp Icon
Harapan Baru untuk Junanta, BAZNAS Majalengka Hadir melalui Program Rumah Layak Huni

MAJALENGKA — Harapan untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak menjadi bagian penting dalam kehidupan setiap keluarga. Melalui Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka terus berikhtiar menghadirkan kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan kepada Junanta, warga Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, pada Selasa (27/10/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di kediaman Junanta pada pukul 09.26 WIB. Bantuan diserahkan oleh Eman Sulaeman, M.Pd., Kepala Divisi Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kabupaten Majalengka, dengan didampingi unsur pemerintahan desa setempat.

Bagi keluarga yang membutuhkan, rumah bukan sekadar bangunan untuk berteduh. Di dalamnya ada tempat beristirahat, ruang berkumpul bersama keluarga, serta harapan untuk menjalani kehidupan dengan lebih aman dan tenang. Karena itu, kepedulian terhadap kondisi tempat tinggal masyarakat kurang mampu menjadi salah satu bentuk nyata upaya menjaga martabat dan kesejahteraan sesama.

Melalui Program RLHB, BAZNAS Kabupaten Majalengka berupaya membantu mustahik memperbaiki kondisi rumah agar lebih layak dan aman untuk dihuni. Besaran bantuan disesuaikan dengan jenis kerusakan serta hasil survei dan asesmen lapangan, dengan memperhatikan kebutuhan perbaikan yang menjadi prioritas bagi keselamatan penghuni.

Perbaikan dapat mencakup bagian rumah yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan, seperti atap bocor, penyangga bangunan yang rapuh, maupun fasilitas sanitasi dan kamar mandi yang belum layak. Dengan demikian, bantuan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.

Junanta menjadi salah satu mustahik yang telah melalui tahapan survei lapangan dan verifikasi kelayakan. Proses tersebut dilaksanakan untuk memastikan bahwa bantuan disalurkan secara tepat sasaran, berdasarkan kondisi nyata dan kebutuhan calon penerima manfaat.

Dalam prosesnya, BAZNAS Kabupaten Majalengka bersinergi dengan unsur pemerintahan desa serta mempertimbangkan informasi dari tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bantuan RLHB ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Perhatian terhadap kebutuhan dasar sesama, termasuk tempat tinggal yang aman, merupakan langkah berarti untuk menumbuhkan harapan dan memperkuat solidaritas sosial.

BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap bantuan yang diterima Junanta dapat menjadi ikhtiar menuju kondisi hunian yang lebih baik. Semoga setiap manfaat yang hadir membawa ketenangan bagi keluarga, menjadi jalan tumbuhnya harapan baru, serta menghadirkan keberkahan bagi para muzaki dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam gerakan kebaikan ini.

Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya mengoptimalkan dana ZIS agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup.

Sebab, zakat bukan hanya tentang menunaikan kewajiban, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, menguatkan mereka yang membutuhkan, dan memastikan bahwa harapan untuk hidup lebih baik tetap tumbuh di tengah masyarakat.

Dari zakat yang ditunaikan, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian yang disalurkan, hadir harapan untuk kehidupan yang lebih layak.

#BAZNASMajalengka #RumahLayakHuni #RLHB #PeduliMustahik #ZakatMenguatkanUmat #ZakatUntukKesejahteraan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

28/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Wujudkan Harapan Ibu Yayah, Penyandang Stroke, Miliki Kamar Mandi Layak di Rumah Sendiri

MAJALENGKA – Senyum haru dan ucapan terima kasih yang terbata-bata mengiringi penyerahan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kepada Ibu Yayah, warga Blok Sukapancar RT 18 RW 05, Desa Sukasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Selasa (27/10/2026) pukul 08.00 WIB. Bantuan yang diserahkan langsung di kediaman Ibu Yayah ini menjadi jawaban atas harapan sederhana yang selama ini begitu berarti bagi kehidupannya: memiliki kamar mandi sendiri yang layak dan mudah dijangkau.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Eman Suherman, S.Pd.I., Komandan Tim Tanggap Bencana BAZNAS Kabupaten Majalengka, didampingi Kaur Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Sukasari dan tokoh masyarakat setempat.

Di balik bantuan tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan yang harus menjalani hari-harinya dengan keterbatasan akibat penyakit stroke yang dideritanya.

Keinginan Sederhana yang Begitu Berarti

Bagi sebagian orang, kamar mandi di dalam rumah mungkin merupakan fasilitas biasa yang tidak pernah terpikirkan sebagai sesuatu yang istimewa. Namun, bagi Ibu Yayah, keberadaan kamar mandi sendiri merupakan harapan yang telah lama dinantikan.

Kondisi kesehatannya membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak mudah. Bahkan, untuk sekadar pergi ke jamban, Ibu Yayah harus menuju rumah saudaranya. Kesulitan itu terasa semakin berat ketika kebutuhan tersebut datang pada malam hari, saat keadaan tidak selalu memungkinkan untuk keluar rumah dengan mudah.

Di tengah keterbatasan fisik yang harus dihadapinya, kebutuhan yang bagi orang lain terlihat sederhana justru menjadi persoalan besar bagi Ibu Yayah.

Setiap hari, ada perjuangan yang harus dilalui. Ada rasa tidak nyaman yang mungkin tak selalu terucapkan. Ada pula keinginan untuk menjalani kehidupan dengan lebih mandiri, tanpa harus terus bergantung kepada orang lain untuk kebutuhan paling mendasar.

Karena itulah, bantuan yang diterimanya bukan sekadar pembangunan atau penyediaan fasilitas rumah. Lebih dari itu, bantuan tersebut menghadirkan harapan, meringankan beban, serta memberikan kesempatan bagi Ibu Yayah untuk menjalani hari-harinya dengan lebih nyaman dan bermartabat.

Ketika Kepedulian Menjadi Jawaban atas Doa

Kepedulian masyarakat dan BAZNAS Kabupaten Majalengka akhirnya menghadirkan perubahan berarti dalam kehidupan Ibu Yayah. Harapan untuk memiliki kamar mandi sendiri yang layak kini dapat terwujud melalui bantuan program Rumah Layak Huni BAZNAS.

Momen penyerahan bantuan berlangsung penuh haru. Dengan kondisi kesehatan yang membatasi kemampuannya untuk berbicara, Ibu Yayah menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dan BAZNAS Kabupaten Majalengka yang telah mendengarkan suara hati serta membantu memenuhi kebutuhan yang selama ini dirasakannya.

Meski kata-kata yang terucap tidak banyak, rasa syukur itu tersampaikan melalui ungkapan sederhana yang sarat makna.

Sebab, tidak semua kebahagiaan harus disampaikan dengan kalimat panjang. Terkadang, ucapan terima kasih yang terbata-bata dari seseorang yang telah lama menanggung kesulitan justru menjadi ungkapan paling tulus atas hadirnya kepedulian.

Bagi Ibu Yayah, bantuan ini bukan hanya tentang memiliki kamar mandi sendiri. Ini adalah tentang kemudahan yang selama ini dirindukan, tentang berkurangnya beban yang harus ditanggung, dan tentang keyakinan bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap kesulitan yang dihadapinya.

Apresiasi Pemerintah Desa atas Kepedulian BAZNAS

Kaur Kesra Desa Sukasari yang turut mendampingi penyerahan bantuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas perhatian yang diberikan kepada warganya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi Ibu Yayah yang tengah berjuang menghadapi keterbatasan akibat penyakit stroke. Kepedulian seperti ini diharapkan dapat terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Kaur Kesra Desa Sukasari juga menyampaikan doa untuk Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, yang saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Majalengka.

Ia berharap H. Agus Asri Sabana segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan agar dapat kembali beraktivitas serta melanjutkan pengabdiannya dalam mengemban amanah umat.

Doa tersebut menjadi ungkapan ketulusan sekaligus pengingat bahwa di balik setiap ikhtiar membantu sesama, terdapat harapan agar mereka yang berjuang menebarkan kebaikan juga senantiasa mendapatkan pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Amanah Zakat Kembali kepada Mereka yang Membutuhkan

Dalam keterangannya, Eman Suherman, S.Pd.I., Komandan Tim Tanggap Bencana BAZNAS Kabupaten Majalengka yang bertugas menyerahkan bantuan, menjelaskan bahwa publikasi kegiatan penyaluran bantuan merupakan bagian dari upaya membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.

Menurut Eman, masyarakat perlu mengetahui bahwa dana zakat yang dititipkan melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka, khususnya yang berasal dari zakat profesi para aparatur sipil negara (ASN), disalurkan kepada pihak yang berhak menerima sesuai dengan peruntukannya.

“Bantuan ini perlu diketahui masyarakat agar semakin tumbuh kepercayaan bahwa zakat yang dititipkan melalui BAZNAS benar-benar disalurkan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Di balik setiap dana zakat yang ditunaikan, ada harapan saudara-saudara kita yang menanti uluran tangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan yang diterima Ibu Yayah merupakan salah satu wujud nyata bagaimana amanah para muzaki dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Zakat yang ditunaikan tidak berhenti sebagai angka dalam laporan penghimpunan, tetapi diwujudkan menjadi pertolongan yang dapat dirasakan langsung oleh penerimanya.

Eman juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan dan mendukung para muzaki, munfik, dan sedekahwan yang telah mempercayakan sebagian hartanya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka.

Ia berharap jumlah masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS semakin bertambah, sehingga semakin banyak pula masyarakat yang dapat dibantu melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

“Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar semakin banyak muzaki, munfik, dan orang-orang yang bersedekah mempercayakan amanahnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Semakin besar kepedulian yang terhimpun, insyaallah semakin luas pula manfaat yang dapat kita hadirkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Zakat yang Menghadirkan Harapan dan Martabat

Kisah Ibu Yayah menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar dan mewah. Terkadang, membantu seseorang memenuhi kebutuhan dasar justru menjadi bentuk pertolongan yang paling bermakna.

Sebuah kamar mandi yang layak mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi seseorang yang tengah berjuang melawan penyakit dan keterbatasan fisik, keberadaannya dapat menghadirkan kenyamanan, menjaga martabat, serta mengurangi ketergantungan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan, dengan harapan setiap bantuan dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih layak.

Di rumah sederhana Ibu Yayah di Desa Sukasari, bantuan itu menjadi bukti bahwa kepedulian yang ditunaikan dengan tulus dapat mengubah kesulitan menjadi harapan.

Semoga langkah kebaikan ini menjadi amal jariyah bagi para muzaki, munfik, dan seluruh pihak yang terlibat. Semoga Allah SWT membalas setiap zakat, infak, dan sedekah dengan pahala berlipat ganda, melapangkan rezeki para dermawan, serta memberikan kesembuhan kepada Ibu Yayah dan H. Agus Asri Sabana.

Sebab, pada akhirnya, zakat bukan hanya tentang harta yang dikeluarkan, melainkan juga tentang harapan yang dihidupkan, beban yang diringankan, dan kepedulian yang sampai kepada mereka yang membutuhkan.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Kepedulian, Menghadirkan Harapan.

27/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Majalengka Berduka, Doakan Ana Triana, S.T. Mendapat Tempat Terbaik di Sisi Allah SWT

MAJALENGKA – Keluarga besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Ana Triana, S.T., Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Majalengka, yang berpulang ke rahmatullah pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB di RS Livasya Kadipaten.

Kepergian almarhumah menjadi duka bagi keluarga, kerabat, serta rekan-rekan yang mengenal dan berinteraksi dengannya dalam pengabdian di bidang keagamaan. Dalam suasana duka ini, keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar almarhumah memperoleh ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Doa dan Harapan untuk Almarhumah

Ucapan belasungkawa ini disertai doa agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, dan menempatkannya di dalam surga-Nya.

Semoga setiap kebaikan yang telah dilakukan almarhumah selama hidupnya menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala. Semoga Allah SWT juga memberikan kemudahan dalam setiap urusan yang berkaitan dengan kepergiannya serta menganugerahkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, BAZNAS Kabupaten Majalengka berharap agar Allah SWT melimpahkan kesabaran, ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian kehilangan orang tercinta.

Menguatkan Kepedulian dan Ukhuwah Islamiyah

Dalam ajaran Islam, kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang mengingatkan setiap manusia bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan seluruh makhluk pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 156:

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un"

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”

Ayat tersebut mengajarkan umat Islam untuk senantiasa berserah diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta saling menguatkan ketika menghadapi musibah dan kehilangan.

Keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa terbaik bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.

Semoga Allah SWT menerima segala amal salehnya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta mempertemukannya dengan orang-orang saleh di surga-Nya.

#BAZNASMajalengka #BeritaBAZNAS #InnalillahiWaInnaIlaihiRajiun #TurutBerdukaCita #DoaUntukAlmarhumah #PenyuluhAgamaIslam #UkhuwahIslamiyah #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

27/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka
Merawat Rumah Allah, Menebar Keberkahan: BAZNAS Majalengka Hadirkan Dukungan bagi Masjid Al Imam

MAJALENGKA — Sebagai wujud kepedulian terhadap kemakmuran rumah ibadah dan keberlangsungan syiar Islam, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan operasional untuk Masjid Al Imam, Kabupaten Majalengka, pada Selasa (27/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, kepada Bapak Encang Permana selaku penanggung jawab Masjid Al Imam. Prosesi penyerahan berlangsung di Ruang Pelayanan dan Pendistribusian BAZNAS Kabupaten Majalengka pada pukul 12.29 WIB.

Bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam menghadirkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperkuat peran masjid sebagai tempat bersujud, menimba ilmu agama, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Majalengka, Drs. Uuh Fathulloh, menyampaikan bahwa masjid memiliki kedudukan yang mulia dalam kehidupan umat Islam. Karena itu, kepedulian terhadap keberlangsungan operasional masjid merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga cahaya syiar Islam agar senantiasa hidup di tengah masyarakat.

“Masjid adalah rumah Allah yang menjadi tempat umat mendekatkan diri kepada-Nya, menenangkan hati, serta memperkuat iman dan ketakwaan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan operasional Masjid Al Imam dan mendukung kelancaran kegiatan ibadah serta pembinaan umat. Semoga setiap ikhtiar untuk memakmurkan masjid dicatat oleh Allah SWT sebagai amal kebaikan yang mendatangkan keberkahan,” ungkap Uuh Fathulloh.

Sementara itu, Bapak Encang Permana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Majalengka kepada Masjid Al Imam.

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin, kami bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Majalengka atas bantuan operasional yang telah diberikan. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga dan memakmurkan masjid, sehingga rumah Allah ini senantiasa menjadi tempat yang nyaman bagi umat untuk beribadah dan memperdalam ilmu agama. Semoga Allah SWT membalas kebaikan seluruh pihak yang telah membantu, melimpahkan keberkahan kepada para muzaki, dan menjadikan setiap rupiah yang ditunaikan sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” tutur Encang Permana.

Penyaluran bantuan ini mengandung makna bahwa kepedulian terhadap rumah ibadah bukan semata-mata tentang dukungan materi, melainkan juga tentang menjaga kehidupan spiritual masyarakat. Di balik setiap bantuan yang disalurkan, terdapat harapan agar lantunan ayat suci Al-Qur’an terus bergema, salat berjamaah tetap terjaga, dan generasi penerus tumbuh dengan kecintaan terhadap masjid.

Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara amanah, BAZNAS Kabupaten Majalengka terus berupaya menjembatani kebaikan para muzaki dan munfik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk dalam mendukung sarana keagamaan dan penguatan kehidupan umat.

Ikhtiar ini sejalan dengan semangat menjadikan zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan untuk menumbuhkan kasih sayang, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Semoga bantuan operasional bagi Masjid Al Imam menjadi wasilah kebaikan yang membawa kebermanfaatan berkelanjutan. Semoga Allah SWT menerima amal para muzaki dan munfik, melapangkan rezeki mereka, serta melimpahkan pahala kepada semua pihak yang turut mengambil bagian dalam memakmurkan rumah-Nya.

BAZNAS Kabupaten Majalengka — Menebar Kebaikan, Menguatkan Keimanan, Menghadirkan Keberkahan bagi Umat.

#MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana #BAZNASMajalengka #MemakmurkanMasjid #PeduliRumahAllah #BantuanOperasionalMasjid #ZakatInfakSedekah #SyiarIslam #KemaslahatanUmat

27/10/2026 | Kontributor: Humas Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Majalengka
BAZNAS Perkuat Respons Karhutla, Puluhan Personel Dikerahkan dan Ratusan Warga Terlayani

25 Oktober 2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Majalengka

MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan. Hingga Sabtu (24/10/2026), sebanyak 70 personel respons telah dikerahkan untuk mendukung pemadaman kebakaran, pelayanan kesehatan, serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat, petugas, dan relawan terdampak.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menjalankan misi kemanusiaan melalui respons kebencanaan yang terintegrasi, mulai dari penanganan langsung di lokasi kebakaran hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa BAZNAS terus mengoptimalkan pengerahan personel dan sumber daya untuk mendukung penanganan karhutla di berbagai daerah.

Menurutnya, upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan dan pemberian bantuan logistik guna membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

Layanan Kesehatan dan Bantuan Logistik Terus Diperkuat

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman langsung di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah, serta Sulawesi Barat. Upaya tersebut didukung oleh personel medis yang bertugas di Kalimantan Tengah.

Untuk menunjang kebutuhan petugas dan relawan di lapangan, BAZNAS juga mendirikan dapur air yang menyediakan minuman dan makanan ringan. Selain itu, Rumah Sehat Oksigen di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dioperasikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hingga periode pelaporan tersebut, Rumah Sehat Oksigen telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 261 jiwa. Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan BAZNAS dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan penurunan kualitas udara.

Selain pelayanan kesehatan, BAZNAS menyalurkan beragam bantuan logistik, meliputi masker bagi masyarakat dan siswa sekolah, makanan siap saji, susu UHT, roti untuk anak-anak, air bersih, serta multivitamin bagi warga dan relawan.

Penyaluran bantuan tersebut menjangkau sejumlah wilayah terdampak, termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai di Jawa Barat, sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan dukungan terhadap penanganan dampak karhutla.

Tim BAZNAS Tanggap Bencana Lanjutkan Pemadaman di Palangka Raya

Sementara itu, Wakil Kepala BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), Taufik Hidayat, melaporkan bahwa tim masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kebakaran yang kembali terjadi selama beberapa hari terakhir membuat personel BTB tetap berada di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman. Upaya tersebut dilakukan guna membantu mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

“Sudah beberapa hari kejadian ini kembali terulang dan hingga saat ini tim kami masih berada di lokasi ini untuk terus melakukan proses pemadaman. Kita berharap semoga bencana ini bisa segera berlalu dan masyarakat, khususnya yang ada di wilayah Kalimantan Tengah ini, bisa kembali menghirup udara segar,” ujar Taufik dalam laporannya langsung dari Kalimantan Tengah.

Kepedulian dan Kolaborasi Menjadi Kunci Penanganan Bencana

BAZNAS menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak. Selain upaya pemadaman, dukungan kemanusiaan berupa pelayanan kesehatan, penyediaan kebutuhan dasar, dan bantuan logistik menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.

Melalui pengerahan personel dan berbagai bentuk pelayanan tersebut, BAZNAS terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sekaligus menegaskan peran zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen kepedulian sosial yang dapat dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana dan pemulihan kehidupan masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Majalengka turut menyampaikan apresiasi atas upaya para personel, tenaga medis, dan relawan yang bekerja di lapangan. Semangat kemanusiaan dan gotong royong diharapkan terus tumbuh agar masyarakat terdampak dapat memperoleh perlindungan, bantuan, dan pelayanan yang dibutuhkan.

Sumber: Humas BAZNAS RI


#BAZNAS #BAZNASRI #BAZNASKabupatenMajalengka #BAZNASKabMajalengka #BAZNASCepatTanggap #BAZNASTanggapBencana #Karhutla #KebakaranHutanDanLahan #Kalimantan #AksiKemanusiaan #TanggapBencana #PeduliSesama #ZakatUntukKemanusiaan #MajalengkaLangkungSae #SAEkeunMajalengka #AgusAsriSabana

26/10/2026 | Kontributor: Humas BTB Baznas Majalengka

Berita Terbaru

Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran: Ketua BAZNAS Majalengka Ajak Amilin Jadikan Spirit Ramadan Sebagai Booster Kinerja
Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran: Ketua BAZNAS Majalengka Ajak Amilin Jadikan Spirit Ramadan Sebagai Booster Kinerja
MAJALENGKA Mengawali hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri 1447 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menggelar apel pagi sekaligus silaturahmi antar-amilin di Kantor BAZNAS Majalengka, Rabu (25/03/2026). Dalam arahannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menekankan pentingnya memaknai momentum Ramadan dan Idul Fitri bukan sebagai garis "finish", melainkan sebagai titik "start" untuk meningkatkan dedikasi dan kualitas pelayanan kepada umat. Ramadan dan Idul Fitri Sebagai Titik Awal H. Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa kedisiplinan dan nilai-nilai spiritual yang ditempa selama bulan suci harus bertransformasi menjadi etos kerja yang lebih kuat. "Ramadan dan Idul Fitri jangan hanya dimaknai sebagai ritual tahunan yang telah usai. Justru, ini adalah awal bagi kita semua para amilin untuk tancap gas. Semangat 'kembali ke fitrah' harus dibarengi dengan semangat memberikan performa terbaik dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS)," ujar beliau di hadapan seluruh jajaran staf dan pimpinan. Apresiasi Atas Lonjakan Penerimaan Zakat Fitrah Momentum hari pertama kerja ini juga diwarnai dengan kabar menggembirakan. Berdasarkan data evaluasi sementara, capaian penerimaan Zakat Fitrah tahun ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan yang signifikan, melampaui perolehan pada tahun sebelumnya. Atas capaian tersebut, Ketua BAZNAS secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat: Amilin BAZNAS Majalengka: Apresiasi atas kerja keras, loyalitas, dan pelayanan tanpa lelah selama bulan Ramadan dalam menjemput dan mengelola dana umat. Pemerintah Daerah: Ucapan terima kasih atas dukungan regulasi dan sinergi kebijakan yang memudahkan jangkauan layanan BAZNAS ke seluruh lapisan masyarakat. Sponsorship & Mitra Kerja: Penghargaan bagi para mitra yang telah berkolaborasi dalam berbagai program syiar dan kemanusiaan. Para Muzaki: Rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Majalengka yang terus memberikan kepercayaan penuh kepada BAZNAS sebagai lembaga utama menunaikan kewajiban zakat. "Kepercayaan masyarakat yang meningkat, terbukti dari melampauinya target zakat fitrah tahun ini, adalah amanah besar. Tugas kita sekarang adalah memastikan pendistribusian dan pendayagunaan dana tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di Majalengka," tambah H. Agus. Fokus Kedepan Menutup arahannya, beliau mengajak seluruh elemen di BAZNAS Majalengka untuk segera melakukan akselerasi program-program kerja triwulan kedua tahun 2026. Fokus utama tetap pada penguatan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan inovatif guna mewujudkan Majalengka yang religius, harmonis, dan sejahtera. Hashtag: #BAZNASMajalengka #ZakatMajalengka #IdulFitri2026 #AmilinProfesional #ZakatTumbuhBermanfaat #MajalengkaReligius #HAgusAsriSabana #InfoMajalengka
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Kembali ke Fitrah: Menjaga Konsistensi Kebaikan Sepanjang Waktu
Kembali ke Fitrah: Menjaga Konsistensi Kebaikan Sepanjang Waktu
MAJALENGKA Idul Fitri bukan sekadar momen perayaan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah momentum sakral yang mengantarkan setiap Muslim kembali ke fitrah—kondisi hati yang bersih dan jiwa yang lebih dekat kepada Allah SWT. Namun, satu hal yang perlu kita maknai bersama adalah bahwa Idul Fitri bukanlah titik akhir atau garis finish dari perjalanan spiritual kita. Sebaliknya, ini adalah titik awal (start) untuk membuktikan apakah nilai-nilai kebaikan yang ditempa selama Ramadhan dapat terus terjaga dan hidup dalam keseharian. Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan Selama bulan suci Ramadhan, kita telah dilatih secara intensif untuk memperkuat ibadah, memperluas kepedulian melalui berbagi (zakat, infak, dan sedekah), serta kedisiplinan dalam menahan diri. Pelajaran berharga tersebut seharusnya menjadi pondasi kuat bagi karakter kita di bulan-bulan berikutnya. Tugas besar kita saat ini adalah menjaga agar api istiqomah tersebut tidak padam. Mempertahankan kesucian fitrah memerlukan usaha yang berkelanjutan melalui amal shaleh yang terus berjalan, hati yang tetap terjaga dari penyakit duniawi, serta kepedulian sosial yang tidak boleh berhenti hanya karena Ramadhan telah berlalu. Langkah Sederhana Menuju Istiqomah BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghidupkan suasana Ramadhan dalam 11 bulan ke depan melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna: Melanjutkan Tradisi Berbagi: Terus membiasakan sedekah rutin sebagai bentuk syukur atas nikmat fitrah. Menjaga Ibadah Sunnah: Menghidupkan puasa sunnah (seperti puasa Syawal) dan salat malam. Mempererat Silaturahmi: Menjaga hubungan baik antar sesama sebagai wujud kesucian hati. Kebaikan yang Terus Hidup Kembali ke fitrah adalah tentang transformasi diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama. Mari kita jadikan pasca-Idul Fitri ini sebagai ajang untuk membuktikan bahwa kebaikan yang kita tanam di bulan suci akan terus tumbuh, berbuah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Majalengka secara luas. Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan seseorang terlihat dari bagaimana ia menjaga kualitas ketakwaannya setelah bulan itu pergi. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka “Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat”
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Menjaga Api Kebaikan: Menghidupkan Momentum Syawal dengan Sedekah Terbaik
Menjaga Api Kebaikan: Menghidupkan Momentum Syawal dengan Sedekah Terbaik
MAJALENGKA – Berlalunya bulan suci Ramadhan bukanlah tanda berakhirnya semangat ibadah kita. Sebaliknya, hadirnya bulan Syawal menjadi sebuah garis start atau titik awal untuk membuktikan konsistensi iman melalui amal jariyah. Salah satu cara terbaik untuk menjaga ritme ibadah tersebut adalah dengan memperbanyak sedekah. Syawal adalah momentum krusial untuk menjaga dan meningkatkan amal kebaikan yang telah kita asah selama sebulan penuh di bulan puasa. Jangan biarkan semangat berbagi meredup seiring kembalinya kita ke rutinitas pasca-lebaran. Sedekah di bulan Syawal menjadi simbol bahwa kedermawanan kita tidak bersifat musiman, melainkan sebuah kebiasaan yang melekat dalam jiwa. Mengapa Sedekah di Bulan Syawal? Sedekah bukan sekadar mengeluarkan materi, tetapi merupakan bentuk syukur atas kemenangan yang diraih di hari Idul Fitri. Dengan bersedekah, kita membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, sekaligus memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para mustahik di wilayah Kabupaten Majalengka. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai jembatan profesional untuk menyalurkan kepedulian Anda. Setiap rupiah yang Anda titipkan akan dikelola secara transparan dan akuntabel demi mendukung berbagai program sosial, bantuan kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Kemudahan Berbagi dalam Genggaman Untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan kedermawanannya, BAZNAS Kabupaten Majalengka menyediakan layanan digital yang cepat dan praktis. Anda dapat menyalurkan sedekah kapan saja dan di mana saja melalui tautan resmi: ???? kabmajalengka.baznas.go.id/sedekah Selain melalui layanan digital, Anda juga dapat melakukan transfer melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka berikut: Bank BJB: 0137402262100 Bank BRI: 004601002685969 Bank BSI: 7313997361 Bank Mandiri: 1340000833334 Mari kita jadikan bulan Syawal ini lebih bermakna dengan terus menyambung rantai kebaikan. Sedekah Anda adalah harapan bagi mereka, dan keberkahan bagi kita semua. BAZNAS Kabupaten Majalengka: Amanah, Transparan, dan Profesional. #SedekahSyawal #BAZNASMajalengka #LanjutkanKebaikan #BerbagiItuIndah #MajalengkaLangkungSAE
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Ketua BAZNAS Majalengka: BAZNAS Adalah Rumah Kita, Jaga dan Jangan Dicederai
Ketua BAZNAS Majalengka: BAZNAS Adalah Rumah Kita, Jaga dan Jangan Dicederai
MAJALENGKA, BAZNAS Suasana khidmat dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti Masjid Islamic Center Majalengka hari ini, Rabu (25/03/2026). Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, amilin, relawan, serta mitra strategis. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas dedikasi seluruh pihak selama bulan suci Ramadan. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas capaian zakat fitrah tahun 2026 yang menunjukkan tren kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2025. Apresiasi untuk Kerja Kolektif H. Agus menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah kerja individu, melainkan buah dari sinergi kolektif. Ia secara khusus berterima kasih kepada Dewan Syariah yang terus mengawal aspek regulasi keagamaan, serta energi luar biasa dari para relawan muda. "Terima kasih kepada para siswa PKL SMK dan Duta Zakat yang telah berjibaku, baik di lapangan maupun di meja administrasi. Kehadiran kalian adalah napas segar bagi gerakan zakat di Majalengka," ujar H. Agus. Ucapan terima kasih juga mengalir deras bagi para mitra strategis seperti Kadin Majalengka, FLANK, UD TS, Bank BRI, Bank BJB, serta Bank BJB Syariah. Beliau menekankan bahwa dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Majalengka di bawah kepemimpinan Bupati Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, dan Sekretaris Daerah, menjadi kunci utama suksesnya program-program BAZNAS selama ini. Pesan Menyentuh: Menjaga Marwah "Rumah Kita" Meski tengah berada dalam euforia prestasi, H. Agus memberikan pesan mendalam yang menyentuh hati para hadirin. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tetap rendah hati dan tidak terjebak dalam sikap jumawa (sombong). Dengan nada penuh wibawa, beliau menganalogikan BAZNAS sebagai sebuah hunian yang harus dirawat bersama. "BAZNAS adalah rumah kita. Jangan rusak rumah itu, jangan cederai rumah sendiri. Manakala kita merusak rumah kita sendiri, maka yang merasa sakit pasti semuanya. Capaian yang lebih baik hanya bisa kita lakukan dengan skema kebersamaan," tegas H. Agus. Komitmen Kedepan Melalui momentum Halal Bihalal ini, BAZNAS Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Semangat kebersamaan yang ditekankan oleh Ketua BAZNAS diharapkan menjadi fondasi kuat untuk melayani masyarakat Majalengka dengan lebih baik lagi di masa mendatang.
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Momentum Haru Halal Bihalal BAZNAS Majalengka: Selebrasi Kemenangan Zakat Fitrah dan Deklarasi Menjaga Rumah
Momentum Haru Halal Bihalal BAZNAS Majalengka: Selebrasi Kemenangan Zakat Fitrah dan Deklarasi Menjaga Rumah
MAJALENGKA Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid Islamic Center Majalengka pada Rabu (25/03/2026). Seluruh pimpinan dan amilin Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkumpul dalam agenda Halal Bihalal yang bukan sekadar seremonial, melainkan panggung apresiasi atas capaian gemilang zakat fitrah tahun 1447 H. Acara yang dipandu hangat oleh Kepala Kesekretariatan, Iwan S. Anwar, ini menjadi titik balik penguatan komitmen seluruh pejuang zakat di Majalengka. Banjir Apresiasi: Zakat Fitrah 2026 Lampaui Capaian Tahun Lalu Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., C.Me., CPArb., dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa bangga. Beliau memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh amilin atas dedikasi tanpa batas yang membuahkan hasil nyata: kenaikan pencapaian zakat fitrah dibandingkan tahun 2025. "Ini adalah kerja kolektif. Terima kasih kepada Dewan Syariah yang selalu setia mengawal, serta para relawan muda—siswa PKL SMK dan Duta Zakat—yang telah berjibaku di lapangan maupun di meja administrasi selama Ramadan," ujar H. Agus. Ucapan terima kasih mendalam juga mengalir bagi para mitra strategis yang menjadi tulang punggung gerakan zakat, mulai dari Kadin Majalengka, FLANK, UD TS, Bank BRI, Bank BJB, Bank BJB Syariah, hingga para Muzaki. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Majalengka, di bawah kepemimpinan Bupati Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, dan Sekretaris Daerah, diakui sebagai kunci sukses sinergitas program BAZNAS selama ini. Pesan Sentral: "Jangan Rusak Rumah Kita Sendiri" Meski di tengah euforia prestasi, H. Agus memberikan pesan yang sangat menyentuh dan mendalam. Beliau mengingatkan agar seluruh jajaran tidak terjebak dalam sikap jumawa. "BAZNAS adalah rumah kita. Jangan rusak rumah itu, jangan cederai rumah sendiri. Manakala kita merusak rumah kita sendiri, maka yang merasa sakit pasti semuanya. Capaian yang lebih baik hanya bisa kita lakukan dengan skema kebersamaan," tegasnya dengan penuh wibawa. Penutup yang Menguras Air Mata: Doa dan Musafahah Puncak acara berlangsung dengan suasana yang sangat emosional. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan atas zakat yang telah dihimpun dan disalurkan. Acara kemudian diakhiri dengan musafahah atau saling bersalaman. Isak tangis haru tak terbendung saat seluruh pimpinan dan amilin saling berangkulan, memaafkan, dan memperkuat ikatan batin. Keharuan ini menjadi simbol soliditas bahwa mereka bukan sekadar rekan kerja, melainkan keluarga besar yang siap menjaga marwah BAZNAS Majalengka demi kemaslahatan umat.
BERITA25/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I.
Di Mana Posisi Nurani Kita? Menakar Ulang Makna Kemenangan di Tengah Krisis Kemanusiaan
Di Mana Posisi Nurani Kita? Menakar Ulang Makna Kemenangan di Tengah Krisis Kemanusiaan
Langit Idulfitri tahun ini terasa berbeda. Di balik gema takbir yang memenuhi angkasa, ada rasa haru yang menyeruak, membuat pandangan tak sepenuhnya bening. Di hari ke-4 kemenangan ini, sebuah perenungan hadir di tengah-tengah kita: Apakah kemenangan yang kita rayakan hari ini benar-benar telah utuh? Otot diafragma serasa tak bisa mengembang sempurna saat bernapas. Ada isak yang tertahan dari negeri-negeri yang retak oleh konflik, serta dari dapur-dapur sunyi yang mulai kehilangan asap harapan. Di saat sebagian besar dari kita merayakan dengan penuh kelapangan, ada saudara-saudara kita di belahan bumi lain yang bertahan dalam tekanan dan ancaman. Kembali pada Fitrah, Kembali Merasakan Idulfitri memang merupakan momentum untuk kembali pada kesucian (fitrah). Namun, lebih dari itu, ia adalah panggilan untuk kembali "peka". Dunia saat ini semakin bising oleh konflik dan amarah keserakahan. Akar masalahnya seringkali sederhana namun mendasar: manusia perlahan kehilangan kepekaannya. Kita melihat anak-anak yang harus kehilangan anggota keluarganya karena konflik, atau orang-orang dewasa yang menghitung hari bukan dengan kalender, melainkan dengan sisa uang di dompet yang kian menipis. Di tengah situasi tersebut, kita patut bersyukur masih bisa merayakan hari raya dengan pakaian terbaik, hidangan lezat, dan keluarga yang masih dalam dekapan. Namun, syukur tersebut harus melahirkan pertanyaan besar: “Siapa yang kita ingat di tengah perayaan ini?” Zakat dan Sedekah sebagai Jembatan Sunyi Ramadan telah melatih kita menahan diri, amarah, keinginan, hingga ego. Kini, Idulfitri menguji hal yang lebih sulit: mampukah kita menunda atau melepas kepentingan diri demi merengkuh kepentingan sesama yang lebih luas? Di sinilah makna Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menemukan ruhnya. Melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka, instrumen ini bukan sekadar ritual tahunan atau penggugur kewajiban. Ia adalah "jembatan sunyi" yang menghubungkan rasa kenyang kita dengan rasa lapar orang lain. Ia adalah bahasa cinta yang nyata terasa tanpa perlu banyak bicara. Menjadi Manusia di Tengah Dunia yang Kehilangan Rasa Krisis ekonomi dan konflik global bukan sekadar persoalan angka atau benturan kepentingan, melainkan cermin kegagalan manusia dalam merawat kemanusiaannya. Idulfitri hadir memantulkan wajah kita yang sebenarnya: Apakah kita menjadi lebih lembut dan peduli, atau justru kembali keras dan sibuk dengan diri sendiri? Kita mungkin tidak memiliki kuasa untuk menghentikan perang dunia atau mengendalikan krisis ekonomi global secara langsung. Namun, kita selalu punya pilihan untuk tidak menjadi bagian dari ketidakpedulian. Dunia tidak hancur oleh kebencian segelintir orang, tetapi oleh diamnya banyak orang yang sebenarnya mampu berbuat sesuatu. Penutup: Kemenangan Sejati Mari kita rayakan kemenangan tahun ini dengan cara yang lebih mendalam. Mari tumbuhkan empati yang tidak sebatas musiman dan hidupkan kepedulian yang tidak sekadar seremonial. Menjaga nurani agar tetap menyala adalah tugas kita, meski cahaya di sekeliling mungkin mulai meredup. Sebab, kemenangan terbesar bukanlah sebatas kembali menjadi suci, tetapi tetap teguh menjadi manusia—di saat dunia perlahan kehilangan rasa kemanusiaannya. Ditulis Oleh: Eman Suherman Staf Media dan Publikasi BAZNAS Kabupaten Majalengka H+4 Idul Fitri 1447 H#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
RAMADHAN DAN IDUL FITRI BUKAN FINISH, TAPI START: Menjaga Api Takwa Tetap Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari
RAMADHAN DAN IDUL FITRI BUKAN FINISH, TAPI START: Menjaga Api Takwa Tetap Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari
Gema takbir telah berlalu, dan hiruk pikuk arus balik mulai mereda. Namun, bagi seorang mukmin yang sadar, berakhirnya Ramadhan dan Idul Fitri bukanlah sebuah garis finish untuk berhenti beramal saleh. Sebaliknya, ini adalah titik start yang krusial untuk membuktikan kualitas diri yang baru dalam kehidupan sehari-hari. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak bermuhasabah dan merefleksikan makna kemenangan yang sesungguhnya. 1. Apakah Hati Telah Kembali Langkung Sae (Lebih Baik)? Kembali kepada fitrah (suci) tidak terjadi secara otomatis hanya dengan bergantinya kalender. Kesucian hati diukur dari sejauh mana transformasi batin kita pasca-Madrasah Ramadhan. Hati dikatakan telah benar-benar kembali langkung sae jika memenuhi indikator perilaku yang nyata, bukan sekadar simbol: Perubahan Perilaku Nyata: Kita harus menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan disiplin dibandingkan sebelum Ramadhan. Kemenangan sejati adalah kemenangan atas kebiasaan buruk lama. Keikhlasan Memaafkan dari Hati: Tidak sekadar lisan mengucapkan "Minal Aidin wal Faizin", tetapi hati benar-benar mampu melepaskan dendam, ego, dan prasangka buruk. Ini adalah kunci ketenangan. Ketenangan Jiwa dan Kepedulian: Mampu menemukan ritme hidup yang tenang, tidak lagi tergesa-gesa dikejar urusan duniawi, serta memiliki empati yang lebih tinggi terhadap lingkungan dan sesama. Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya perubahan hati ini: "Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari & Muslim) 2. Mengaplikasikan Makna Kemenangan dengan Benar Idul Fitri adalah simbol kemenangan besar atas hawa nafsu. Mengaplikasikan makna kemenangan ini berarti menjaga momentum kebaikan agar tidak layu setelah Ramadhan usai. Ini adalah awal dari pertempuran yang sesungguhnya. Langkah nyata yang dapat kita lakukan adalah: Istiqomah (Konsistensi) tanpa Jeda: Melanjutkan kebiasaan baik yang telah dilatih selama 30 hari—seperti shalat tepat waktu, tadarus Al-Qur'an, dan menjaga lisan—tanpa terputus. Ini adalah tanda keimanan yang tangguh. Semangat Berbagi yang Tak Kunjung Padam: BAZNAS Kabupaten Majalengka mengingatkan bahwa semangat berbagi (zakat, infak, sedekah) yang memuncak di bulan Ramadhan harus tetap dijaga. Kedermawanan tidak boleh berhenti saat Idul Fitri usai; justru sekaranglah saatnya membuktikan kepedulian sosial kita secara berkelanjutan. Menyempurnakan dengan Puasa Syawal: Menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal sebagai wujud syukur dan tanda bahwa kita ingin mempertahankan kesucian fitrah. Sebagaimana hadist Nabi SAW: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim) 3. Refleksi Arus Balik: Membawa "Takwa Kampung" ke Kota Bagi warga Majalengka yang kembali ke perantauan, makna "mudik" yang sesungguhnya adalah membawa pulang bekal ketakwaan dari kampung halaman (tempat asal/fitrah) ke kehidupan urban yang penuh tantangan. Jangan tinggalkan ketakwaan di kampung, bawalah ia bersamamu. Pribadi Baru di Tengah Tantangan: Jika setelah arus balik perilaku kita masih sama dengan diri kita sebelum Ramadhan, maka kita perlu bermuhasabah kembali dengan serius. Ramadhan harus mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik di mana pun kita berada. Aktualisasi Diri yang Berkelanjutan: Lebaran bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan titik awal untuk mengaktualisasikan diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama, kapan pun dan di mana pun. Kesimpulan Mari kita jadikan masa pasca-Lebaran ini sebagai momentum untuk membuktikan bahwa puasa kita membuahkan hasil yang permanen. Ramadhan adalah pelatihan, dan hidup setelahnya adalah medan ujian yang sesungguhnya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang berhasil mempertahankan nilai-nilai Ramadhan dalam setiap derap langkah kehidupan sehari-hari, dan terus meningkatkan kepedulian sosial. BAZNAS Kabupaten Majalengka “Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat”#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mudik Aman, Hati Nyaman: Menabur KaSAEan di Hari Keempat Lebaran 1447 H
Mudik Aman, Hati Nyaman: Menabur KaSAEan di Hari Keempat Lebaran 1447 H
MAJALENGKA – Suasana hangat Idul Fitri 1447 H masih menyelimuti Kabupaten Majalengka. Memasuki hari keempat lebaran, arus silaturahmi dan perjalanan mudik masih terpantau ramai. Di tengah kebahagiaan berkumpul bersama keluarga, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga spirit "Mudik Aman, Hati Nyaman" dengan terus melangitkan doa dan memperluas kebermanfaatan. Lebaran bukan sekadar momentum pulang ke kampung halaman, melainkan saat yang tepat untuk mempererat ukhuwah melalui budaya berbagi. Melalui semangat "Sahabat Mendoakan", kita diingatkan bahwa dukungan moril berupa doa yang tulus antar sesama adalah kado yang tak ternilai harganya. Kekuatan Doa dan Keberkahan Berbagi Berbagi tidak selalu tentang materi. Di hari yang fitri ini, saling mengingat dalam kebaikan dan mendoakan keselamatan serta kesejahteraan satu sama lain adalah wujud nyata dari keshalehan sosial. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seorang muslim untuk saudaranya secara diam-diam (tanpa diketahui saudaranya) adalah doa yang mustajab. "Ketika kita mendoakan orang lain agar mendapatkan kelancaran rezeki dan keselamatan, sejatinya malaikat pun mendoakan hal yang sama untuk kita. Inilah pintu rezeki yang sering kali terbuka melalui ketulusan hati kita mendoakan sesama." Tetap Istiqomah dalam KaSAEan BAZNAS Majalengka terus mendorong masyarakat untuk konsisten menebar KaSAEan (Kebaikan). Meski Ramadan telah berlalu, semangat untuk membantu mereka yang membutuhkan tidak boleh luntur. Ada beberapa cara untuk menjaga kemuliaan di hari keempat lebaran ini: Dukungan Materi: Menyalurkan infak dan sedekah sisa keberkahan lebaran untuk program kemanusiaan. Dukungan Moril: Memberikan apresiasi dan doa bagi mereka yang bertugas selama arus mudik/balik agar tetap aman dan selamat. Budaya Saling Mengingat: Menghubungi kerabat atau tetangga yang mungkin belum sempat dikunjungi untuk sekadar memberikan semangat dan doa terbaik. Penutup Mari jadikan Idul Fitri 1447 H sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih peduli. Dengan menjaga hati agar tetap nyaman melalui ibadah dan berbagi, serta memastikan perjalanan mudik tetap aman, kita berharap Allah SWT melimpahkan rezeki yang berkah atas doa-doa yang terkabul. Segenap keluarga besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Teruslah berbagi KaSAEan, karena setiap doa dan bantuan Anda adalah senyum bagi mereka yang membutuhkan. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka untuk Majalengka yang lLangkung SAE
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Puasa Syawal: Raih Pahala Setahun Penuh Selepas Ramadhan
Puasa Syawal: Raih Pahala Setahun Penuh Selepas Ramadhan
MAJALENGKA – Gema takbir Idul Fitri masih terasa, namun semangat ibadah tidak boleh luntur begitu saja. Setelah satu bulan penuh kita ditempa di madrasah Ramadhan, kini tiba saatnya kita membuktikan konsistensi iman melalui amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yakni Puasa Enam Hari di Bulan Syawal. Puasa ini bukan sekadar pelengkap, melainkan wujud syukur seorang hamba atas kemenangan yang diraih serta upaya menjaga grafik ketakwaan agar tetap stabil sepanjang tahun. 1. Keutamaan: Investasi Pahala Setahun Penuh Puasa Syawal memiliki kedudukan yang istimewa dalam syariat. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang melaksanakannya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim) Mengapa dihitung setahun penuh? Secara matematis, Allah SWT melipatgandakan satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Puasa Ramadhan (30 hari) $ imes 10 = 300$ hari. Puasa Syawal (6 hari) $ imes 10 = 60$ hari. Total: 360 hari (setara dengan jumlah hari dalam satu tahun hijriah). 2. Panduan Praktis dan Tata Cara Pelaksanaan Agar ibadah puasa Syawal Anda berjalan lancar di tengah suasana lebaran, perhatikan poin-poin berikut: Waktu Pelaksanaan: Afdal dilakukan mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal. Namun, diperbolehkan melakukannya secara terpisah (tidak berurutan) selama masih dalam bulan Syawal. Dahulukan Qadha (Hutang) Puasa: Utamakan menunaikan qadha Ramadhan terlebih dahulu agar kewajiban gugur, kemudian dilanjutkan dengan puasa sunnah Syawal. Niat Puasa Syawal: Latin: "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatisy Syawwali lillahi ta'ala." Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala." 3. Sempurnakan Kemenangan dengan Zakat dan Infaq Menjaga ketaatan tidak hanya melalui puasa, tetapi juga dengan mensucikan harta. Sebagaimana pesan kami: "Selesaikan yang wajib, sempurnakan dengan yang sunnah, dan sucikan dengan zakat." BAZNAS Kabupaten Majalengka memfasilitasi Anda untuk menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah secara aman dan amanah melalui kanal resmi berikut: ???? Layanan Donasi Online: kabmajalengka.baznas.go.id Daftar Rekening Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka: Bank Nomor Rekening Atas Nama Bank BRI 0046-01-002689-56-9 BAZNAS Majalengka Infaq Bank BSI 7313-9972-72 BAZNAS Kab. Majalengka Bank BRI 0046-01-002688-56-3 BAZNAS Kab. Majalengka Bank BJB 0132-0536-341-00 BAZNAS Kab. Majalengka BJB Syariah 5190-3010-0118-1 Baz Kab Majalengka Infaq BJB Syariah 5190-3010-0117-1 Baznas Kab Majalengka Dengan menjaga ritme ibadah dan kepedulian sosial selepas Ramadhan, kita berharap predikat "Taqwa" benar-benar melekat dalam diri kita hingga bertemu Ramadhan tahun berikutnya. Amin. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Optimalkan Sisa Libur Lebaran: Raih Keberkahan Syawal dengan Amalan Utama
Optimalkan Sisa Libur Lebaran: Raih Keberkahan Syawal dengan Amalan Utama
MAJALENGKA Suasana Idul Fitri 1447 H masih menyelimuti seluruh penjuru Kabupaten Majalengka. Setelah sebulan penuh menjalani pendidikan di Madrasah Ramadan dan merayakan kemenangan dengan sajian khas ketupat serta opor ayam, kini saatnya kita fokus menjaga konsistensi ibadah di bulan Syawal. Secara etimologi, Syawal memiliki makna "peningkatan". Oleh karena itu, sisa libur lebaran bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan momentum emas untuk meningkatkan kualitas iman dan kepedulian sosial kita. Berikut adalah panduan amalan mulia menurut ajaran Islam agar kebahagiaan Ramadan tetap terjaga dalam sisa libur Idul Fitri Anda: 1. Menunaikan Puasa Sunnah Enam Hari Syawal Inilah amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad) setelah Idul Fitri. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Ini adalah bentuk rasa syukur kita karena masih diberikan kesempatan beribadah. 2. Mempererat Silaturahmi (Halal bi Halal) Mengunjungi keluarga, kerabat, hingga tetangga merupakan inti dari Idul Fitri. Selain saling memaafkan, silaturahmi secara syar’i diyakini dapat memperpanjang usia dan melapangkan pintu rezeki bagi pelakunya. Jadikan sisa libur ini untuk menjangkau saudara yang mungkin sempat terputus komunikasinya. 3. Memperbanyak Sedekah dan Berbagi BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa mengajak para muzzaki dan munfiq untuk terus berbagi meski Zakat Fitrah telah ditunaikan. Sedekah di bulan Syawal adalah bukti nyata bahwa semangat kedermawanan Ramadan telah mendarah daging dalam diri kita sebagai umat Muslim. 4. Memperbanyak Dzikir, Takbir, dan Istighfar Meskipun gema takbir di masjid telah berlalu, lisan kita dianjurkan untuk tetap basah dengan dzikir dan istighfar. Hal ini merupakan sarana penghapus dosa dan ungkapan rasa syukur yang mendalam atas hidayah yang Allah berikan selama satu bulan penuh. 5. Istiqomah dalam Ibadah (Istiqomah Al-Ibadah) Ujian sebenarnya dari Ramadan adalah bulan-bulan setelahnya. Tetaplah menjaga shalat berjamaah di masjid, meluangkan waktu membaca Al-Qur'an, dan menghidupkan malam dengan tahajud sebagaimana kebiasaan yang telah kita bangun dengan susah payah selama Ramadan. 6. Melangsungkan Pernikahan di Bulan Syawal Bagi Anda yang sudah berencana, Syawal adalah bulan yang disunnahkan untuk menikah. Hal ini merujuk pada teladan Rasulullah SAW, sekaligus mematahkan tradisi jahiliyah yang menganggap Syawal adalah bulan yang mendatangkan kesialan. Pesan Utama: > "Inti dari sisa libur lebaran menurut Islam adalah menjadikan hari kemenangan sebagai momentum meningkatkan kualitas iman, bukan sekadar perayaan makan-makan. Mari kita jaga api semangat ibadah ini agar tetap menyala hingga Ramadan tahun depan." Selamat melanjutkan liburan yang penuh keberkahan. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita. #BAZNASMajalengka #SyawalMulia #MajalengkaReligius #ZakatTandaSyukur
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Mengukir Senyum di Hari Kemenangan: BAZNAS Majalengka Berbagi Berkah Idulfitri bagi Pejuang Kebersihan dan Juru Parkir
Mengukir Senyum di Hari Kemenangan: BAZNAS Majalengka Berbagi Berkah Idulfitri bagi Pejuang Kebersihan dan Juru Parkir
MAJALENGKA – Gema takbir masih sayup terdengar menyertai suasana hari ke-4 Idulfitri 1447 H. Di saat sebagian besar masyarakat masih menikmati momen silaturahmi bersama keluarga besar, para pahlawan tanpa tanda jasa—petugas kebersihan dan juru parkir—telah kembali bergelut dengan debu dan peluh di sekitar kawasan Gedung Islamic Center Majalengka. Demi mengapresiasi dedikasi mereka yang tak kenal lelah menjaga kenyamanan kota, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan paket bantuan sembako pada Selasa pagi, 24 Maret 2026. Penyerahan Amanah di Pagi yang Fitri Tepat pukul 08.09 WIB, suasana haru menyelimuti pelataran Islamic Center. Paket sembako tersebut diserahkan langsung oleh Sdr. Imam, Staf Penjaga Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyerahan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud kehadiran muzaki (pembayar zakat) di tengah-tengah mereka yang membutuhkan. "Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Idulfitri juga dirasakan oleh saudara-saudara kita yang tetap bekerja keras di lapangan saat yang lain berlibur. Ini adalah amanah dari masyarakat Majalengka untuk mereka," ujar Imam saat menyerahkan paket tersebut. Haru dan Syukur yang Tak Terbendung Pemandangan yang menyentuh hati terlihat jelas saat satu per satu petugas kebersihan dan juru parkir menerima bingkisan tersebut. Kegembiraan seketika terpancar dari wajah-wajah yang mulai dimakan usia dan terbakar matahari. Beberapa dari mereka tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan tangan yang masih memegang sapu dan peluit, ucapan syukur dan terima kasih meluncur tulus dari bibir mereka yang tampak kelu. Bagi mereka, bantuan ini adalah oase di tengah perjuangan mencari nafkah di hari raya. Paket Bantuan: Berisi kebutuhan pokok untuk membantu dapur keluarga tetap mengepul. Penerima Manfaat: Seluruh petugas lapangan yang beraktivitas di zona Islamic Center Majalengka. Harapan: Menjadi pemantik semangat bagi para pekerja harian agar tetap tegar dalam menebar manfaat bagi ketertiban kota. Penutup Aksi nyata ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa makna Idulfitri yang sesungguhnya adalah tentang kepedulian dan berbagi rasa. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan muzaki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya, sehingga senyum mereka dapat terus terukir di hari yang suci ini. BAZNAS Kabupaten Majalengka Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.#SigapBaznas #agusasrisabana #baznasmajalengka #majalengkalangkungsae #baznasmulia #baznassaemajalengka #ketuabaznasmajalengka #BTBmajalengka #ketuabaznas #zakatindonesia #zakatuntukumat #bantuanbaznas#baznasuntukumat #zakatmenguatkanindonesia #saranakeagamaanmajalengka #emanbupatimajalengka #emansuhermanmajalengka #manfaatzakat #zakatinfaqsedekah #infomajalengka #majalengkaviral #zakatmajalengka #kegiatankeagamaan #bantuansosial
BERITA24/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Bayar Utang Puasa Sekaligus Puasa Syawal, Bolehkah? Simak Penjelasannya!
Bayar Utang Puasa Sekaligus Puasa Syawal, Bolehkah? Simak Penjelasannya!
MAJALENGKA, BAZNAS Memasuki bulan Syawal, semangat beribadah umat Islam di Kabupaten Majalengka biasanya tetap tinggi. Salah satu amalan yang paling dikejar adalah Puasa Sunnah Enam Hari di Bulan Syawal, yang menurut hadits Rasulullah SAW, pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh. Namun, muncul pertanyaan klasik yang sering membingungkan masyarakat: “Bagaimana jika saya masih memiliki utang puasa Ramadhan (Qadha)? Bolehkah saya menggabungkan niat puasa Qadha dengan puasa Syawal sekaligus?” Mendahulukan Kewajiban atau Mengejar Kesunahan? Secara syariat, orang yang tidak berpuasa Ramadhan karena uzur (sakit, perjalanan jauh, haid, atau nifas) wajib menggantinya di hari lain. Mengutip penjelasan Ustadz Alhafiz Kurniawan melalui kitab Mughnil Muhtaj karya Al-Khatib As-Syarbini, terdapat beberapa poin penting: Pahala "Setahun Penuh" Ada Syaratnya Hadits Nabi menyebutkan pahala setahun penuh didapat bagi mereka yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari Syawal. Artinya, idealnya puasa Ramadhan harus tuntas terlebih dahulu sebelum memulai puasa sunnah. Hukum Menggabungkan Niat Melaksanakan puasa wajib (Qadha) di bulan Syawal memang tetap mendatangkan keutamaan berpuasa di bulan tersebut. Namun, para ulama berpendapat bahwa orang tersebut tidak mendapatkan pahala khusus "setara setahun", karena tidak memenuhi kriteria berpuasa Ramadhan secara penuh sebelum memulai Syawal. Status Hukum (Haram & Makruh) Haram hukumnya mendahulukan puasa sunnah bagi yang sengaja meninggalkan Ramadhan tanpa uzur. Sedangkan bagi yang memiliki uzur syar'i, mendahulukan sunnah sebelum Qadha dihukumi makruh. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyelesaikan utang puasa (Qadha) terlebih dahulu agar ibadah kita lebih sempurna dan tenang. Mari Bersihkan Diri, Sucikan Harta Sembari menuntaskan kewajiban puasa, mari sempurnakan ketaatan dengan berbagi kepada sesama. BAZNAS Kabupaten Majalengka hadir sebagai jembatan kebaikan untuk menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Anda. Layanan Donasi Online: ???? kabmajalengka.baznas.go.id Daftar Rekening Resmi BAZNAS Kabupaten Majalengka: Bank Nomor Rekening Atas Nama Bank BRI 004601002689569 BAZNAS Majalengka Infaq Bank BSI 7313997272 BAZNAS Kab. Majalengka Bank BRI 004601002688563 BAZNAS Kab. Majalengka Bank BJB 0132053634100 BAZNAS Kab. Majalengka BJB Syariah 5190301001181 Baz Kab Majalengka Infaq BJB Syariah 5190301001171 Baznas Kab Majalengka "Selesaikan yang wajib, sempurnakan dengan yang sunnah, dan sucikan dengan zakat."
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Merajut Kebaikan di Hari Kemenangan: Menebar "kaSAEan" di Momen Idul Fitri
Merajut Kebaikan di Hari Kemenangan: Menebar "kaSAEan" di Momen Idul Fitri
MAJALENGKA Gema takbir mulai berkumandang, menandakan perjuangan satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan telah mencapai puncaknya. Idul Fitri bukan sekadar ritual mudik atau perayaan kemenangan pribadi, melainkan momentum emas untuk memperkuat kesalehan sosial. BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat Kota Angin untuk mengisi libur Idul Fitri dengan menebar kaSAEan (Kebaikan)—sebuah nilai luhur yang mencerminkan karakter warga Majalengka yang religius, harmonis, dan peduli sesama. Dasar Hukum dan Landasan Syariat Berbagi di hari raya bukanlah sekadar tradisi, melainkan wujud syukur atas nikmat iman dan Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Ali Imran: 92) Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya silaturahmi dan kepedulian sosial: "Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim) Inspirasi Menebar kaSAEan di Hari Lebaran Untuk menjadikan Idul Fitri kali ini lebih bermakna dan inklusif bagi seluruh kalangan, berikut adalah langkah-langkah nyata yang dapat kita lakukan: 1. Berbagi Kebahagiaan dan Rezeki Kemenangan akan terasa lebih indah jika dirasakan bersama mereka yang kurang beruntung. Hampers untuk Pejuang Lapangan: Berikan paket lebaran tidak hanya untuk keluarga, tapi juga untuk asisten rumah tangga, petugas keamanan (hansip), dan petugas kebersihan yang tetap bekerja menjaga kenyamanan kita saat hari raya. Berbagi Hidangan Lebaran: Antarkan ketupat dan opor kepada tetangga atau mereka yang membutuhkan, memastikan tidak ada satu pun orang di lingkungan kita yang merasa lapar di hari kemenangan. Santunan Anak Yatim & Dhuafa: Salurkan sebagian rezeki (THR) untuk anak-anak panti asuhan, kaum difabel, dan lansia agar mereka turut merasakan sukacita lebaran. Zakat dan Sedekah Tepat Sasaran: Pastikan kewajiban Zakat Fitrah dan Zakat Mal telah tertunaikan melalui lembaga resmi agar manfaatnya meluas bagi pengentasan kemiskinan di Majalengka. 2. Mempererat Silaturahmi Tanpa Batas Idul Fitri adalah momen meluruhkan ego dan membangun persaudaraan yang inklusif. Halal bi Halal Komunitas: Manfaatkan momen ini untuk mempererat kerukunan antarwarga di tingkat RT/RW tanpa memandang status sosial. Open House Ramah Warga: Jadikan rumah kita sebagai tempat yang hangat bagi tetangga dan rekan dari berbagai latar belakang untuk saling memaafkan. Sowan kepada Sesepuh: Kunjungi tokoh masyarakat, guru, dan lansia yang sedang sakit untuk menunjukkan penghormatan dan kasih sayang. 3. Solidaritas Sosial dan Lingkungan Wujudkan kepedulian melalui tindakan nyata di lingkungan sekitar. Berbagi Paket Sembako: Distribusikan bahan pokok bagi keluarga prasejahtera pasca-lebaran untuk membantu ketahanan pangan mereka. Bakti Sosial Lingkungan: Ajak warga bergotong royong membersihkan sisa perayaan lebaran sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap kebersihan daerah kita. Penutup: Mari Menjadi Bagian dari Kebaikan Kebahagiaan Idul Fitri yang sejati tidak terletak pada pakaian yang baru, melainkan pada hati yang bersih dan tangan yang terulur untuk membantu. Mari masyarakat Majalengka, kita jadikan momen ini sebagai pembuktian bahwa kita adalah masyarakat yang SAE (Sae Akhlakna, Sae Amalnya, Sae Manahnya). Dengan berbagi, kebahagiaan lebaran tidak hanya berhenti di pintu rumah kita, tetapi menyebar hingga ke pelosok desa di seluruh penjuru Majalengka. Mari Tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka. Layanan Zakat Amanah, Majalengka Berkah.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Lupa Membayar Zakat Fitrah? Jangan Panik, Ini Hukum dan Solusinya Menurut Syariat
Lupa Membayar Zakat Fitrah? Jangan Panik, Ini Hukum dan Solusinya Menurut Syariat
MAJALENGKA – Zakat fitrah adalah kewajiban yang berfungsi menyucikan jiwa bagi setiap Muslim setelah berpuasa di bulan Ramadan, sekaligus menjadi penopang bagi kaum duafa agar dapat merayakan Idulfitri dengan suka cita. Namun, di tengah kesibukan persiapan Lebaran, terkadang ada saudara kita yang terlewat atau lupa menunaikan kewajiban ini hingga salat Idulfitri selesai dilaksanakan. Bagaimana status hukumnya dalam Islam dan apa yang harus dilakukan? Berikut adalah penjelasannya. Hukum Lupa Membayar Zakat Fitrah Secara syariat, waktu utama pembayaran zakat fitrah dimulai sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum salat (Idulfitri), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang menunaikannya setelah salat, maka itu hanyalah sedekah biasa." (HR. Abu Daud). Berdasarkan hadis tersebut, jika seseorang sengaja menunda hingga lewat waktu salat Id, perbuatannya dianggap berdosa. Namun, jika hal tersebut terjadi karena benar-benar lupa, maka ia tidak berdosa secara hukum moral (karena ketidaksengajaan), tetapi kewajiban zakatnya tetap melekat dan wajib segera ditunaikan. Solusi Jika Terlanjur Lupa Jika Anda menyadari bahwa Anda lupa membayar zakat fitrah saat khatib sudah naik mimbar atau bahkan setelah pulang dari lapangan salat Id, jangan mengabaikannya. Berikut langkah yang harus diambil: Segera Membayar (Qadha): Para ulama bersepakat bahwa kewajiban zakat fitrah tidak gugur karena terlewatinya waktu. Anda harus segera mengeluarkan zakat tersebut saat itu juga sebagai bentuk qadha (mengganti kewajiban yang terlewat). Niat sebagai Zakat Fitrah: Meskipun secara teknis pahalanya tercatat sebagai sedekah biasa karena telah melewati batas waktu, secara status hukum Anda telah menggugurkan kewajiban/hutang kepada Allah SWT. Bertaubat dan Memohon Ampun: Mintalah ampun kepada Allah atas kelalaian tersebut dan bertekad untuk lebih teliti di tahun-tahun mendatang. Tips Agar Tidak Lupa di Tahun Depan BAZNAS Kabupaten Majalengka menyarankan masyarakat untuk: Membayar Lebih Awal: Zakat fitrah sudah bisa ditunaikan sejak awal Ramadan. Tidak perlu menunggu malam takbiran. Gunakan Layanan Digital: Manfaatkan platform pembayaran zakat online resmi BAZNAS untuk kemudahan transaksi di mana saja. Manfaatkan UPZ Terdekat: Segera hubungi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid atau desa setempat begitu Ramadan dimulai. Mari pastikan setiap jiwa tersucikan dan setiap perut kaum fakir miskin terisi di hari kemenangan. Jangan biarkan kelalaian menghalangi keberkahan ibadah kita. Salurkan Zakat, Infak, dan Sedekah Anda melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka: Amanah, Transparan, dan Tepat Sasaran. #BAZNASMajalengka #ZakatFitrah #HukumZakat #MajalengkaReligius #ZakatMenyucikan #InfoZakat #RamadanKarem
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Merajut Ukhuwah di Hari Kemenangan: Panduan Adab Silaturahmi Idul Fitri bagi Keluarga dan Masyarakat
Merajut Ukhuwah di Hari Kemenangan: Panduan Adab Silaturahmi Idul Fitri bagi Keluarga dan Masyarakat
MAJALENGKA Momentum Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan atas kembalinya kita kepada fitrah setelah sebulan penuh berpuasa. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah jembatan emas untuk mempererat tali silaturahmi, baik kepada keluarga inti, sanak saudara, maupun tetangga sekitar. Dalam rangka menjaga kekhidmatan hari kemenangan, penting bagi setiap muslim untuk mengedepankan adab dan tata krama saat berkunjung. Berikut adalah panduan adab bersilaturahmi yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam: 1. Meluruskan Niat karena Allah SWT Silaturahmi harus didasari oleh niat tulus untuk menyambung kasih sayang, bukan untuk ajang pamer (riya) atau sekadar formalitas sosial. Niat yang bersih akan mendatangkan keberkahan dan melapangkan rezeki. Landasan Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim). 2. Memperhatikan Urutan Prioritas Dalam Islam, silaturahmi memiliki skala prioritas. Mulailah dengan mengunjungi orang tua kandung, kemudian saudara kandung (kakak/adik), paman, bibi, dan barulah kerabat jauh serta tetangga. Mengutamakan orang tua adalah bentuk bakti (birrul walidain) yang paling utama di hari raya. 3. Adab Bertamu: Waktu dan Perizinan Saat berkunjung ke rumah saudara atau tetangga, perhatikan waktu yang tepat. Hindari waktu istirahat (seperti saat Dzuhur atau larut malam). Pastikan pula untuk mengetuk pintu dengan sopan dan mengucapkan salam maksimal tiga kali. Landasan Dalil: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya..." (QS. An-Nur: 27). 4. Menjaga Lisan dan Menghindari Pertanyaan Sensitif Momentum kumpul keluarga sering kali diwarnai dengan obrolan hangat. Namun, kita wajib menjaga lisan agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Hindari pertanyaan yang bersifat pribadi atau membandingkan pencapaian materi antar anggota keluarga. Sebaliknya, hiasilah pertemuan dengan doa dan kata-kata yang memotivasi. 5. Berpakaian Rapi dan Menutup Aurat Menampilkan penampilan terbaik di hari raya adalah sunnah, selama tidak berlebihan (tabarruj). Gunakan pakaian yang bersih, rapi, dan sesuai dengan kaidah syariat sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah. 6. Menghormati Hidangan Tuan Rumah Saat disuguhi makanan atau minuman, hendaknya kita mencicipinya sebagai bentuk apresiasi terhadap kemuliaan tuan rumah. Jika memiliki pantangan tertentu, sampaikanlah dengan bahasa yang halus tanpa mencela hidangan yang disajikan. Hikmah Silaturahmi: Memperpanjang Umur dan Melapangkan Rezeki Menyambung kekeluargaan memiliki kaitan erat dengan keberkahan hidup. Allah SWT menjanjikan keutamaan bagi hamba-Nya yang gemar menyambung tali persaudaraan. Landasan Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari). Penutup Mari kita jadikan Idul Fitri tahun ini sebagai momentum untuk membersihkan hati dari segala dengki dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Majalengka. Semoga setiap langkah kita menuju rumah saudara dan tetangga dicatat sebagai amal salih yang diridai Allah SWT.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Lebaran di Era Digital: Sahkah Silaturahmi Hanya Via WhatsApp?
Lebaran di Era Digital: Sahkah Silaturahmi Hanya Via WhatsApp?
MAJALENGKA Gema takbir telah berkumandang, menandai kemenangan setelah sebulan penuh kita berpuasa. Di tengah keriuhan hari raya, muncul sebuah fenomena modern: fenomena "Lebaran Online". Jempol seolah bekerja lebih cepat daripada langkah kaki, mengirimkan ucapan Minal Aidin wal Faizin ke berbagai grup WhatsApp dan media sosial. Namun, muncul pertanyaan di benak kita: Bagaimana pandangan Islam mengenai silaturahmi yang hanya dilakukan lewat layar ponsel? BAZNAS Kabupaten Majalengka merangkum ulasannya untuk Sahabat Zakat sekalian. 1. Silaturahmi Online: Hukumnya Sah dan Diperbolehkan Dalam kacamata fikih, silaturahmi melalui media sosial atau WhatsApp hukumnya adalah boleh dan sah. Merujuk pada pemikiran Imam Zakariya al-Anshari, menyambung tali persaudaraan melalui perantara (termasuk teknologi) dianggap sah untuk menggugurkan kewajiban menyambung silaturahmi yang terputus. Hal ini menjadi solusi mulia bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, seperti: Jarak tempuh yang sangat jauh (merantau). Kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Keterbatasan waktu yang mendesak. 2. Mengapa Tatap Muka Tetap Menjadi Sang Primadona? Meski teknologi memudahkan, Islam tetap menempatkan silaturahmi fisik (tatap muka) pada derajat yang lebih tinggi. Mengapa demikian? Keutamaan yang Lebih Afdal: Bertemu langsung memiliki nilai pahala dan kemuliaan yang lebih besar dibandingkan sekadar teks digital. Kehangatan Adab: Ada keberkahan dalam jabat tangan. Rasulullah SAW bersabda bahwa dua orang Muslim yang bertemu lalu bersalaman, maka dosa keduanya diampuni sebelum mereka berpisah. Sentuhan Emosional: Tatap muka memperkuat Ukhuwah Islamiyah secara batiniah, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh emoticon secanggih apa pun. 3. Etika Berlebaran di Media Sosial Jika memang kondisi memaksa kita untuk berlebaran via gadget, pastikan kita tetap menjaga adab agar esensi Idulfitri tidak hilang: Niat yang Tulus: Jangan sekadar "copy-paste" pesan untuk menggugurkan kewajiban. Niatkan tulus untuk menyambung kasih sayang. Pesan Personal Lebih Baik: Mengirim pesan secara pribadi (japri) jauh lebih menghargai penerima dibandingkan pesan siaran (broadcast) massal yang terasa kaku. Jaga Lisan Digital: Hindari ghibah, pamer (riya), atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di hari yang suci ini. Kesimpulan untuk Warga Majalengka: Media sosial adalah jembatan, namun jangan biarkan ia menjadi tembok. Jika kerabat masih berada dalam satu kota (misalnya sama-sama di wilayah Majalengka) dan Anda sehat walafiat, sempatkanlah untuk berkunjung. Namun, jika jarak memisahkan, manfaatkan teknologi dengan penuh adab dan ketulusan. Mari jadikan momentum Idulfitri ini untuk saling memaafkan dan berbagi kebahagiaan. Jangan lupa, sempurnakan kesucian hari raya dengan menunaikan Zakat Fitrah dan Sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya terasa bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh pelosok Majalengka. Segenap Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan: "Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum. Mohon Maaf Lahir dan Batin."
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Refleksi Hari Ketiga Lebaran: Menganyam Maaf dalam Filosofi Kupat dan Hangatnya Silaturahmi
Refleksi Hari Ketiga Lebaran: Menganyam Maaf dalam Filosofi Kupat dan Hangatnya Silaturahmi
MAJALENGKA Memasuki hari ketiga Idul Fitri, suasana kemenangan masih terasa hangat di pelosok Bumi Sindangkasih. Jika hari pertama dan kedua menjadi panggung utama bagi keluarga inti, maka hari ketiga sering kali menjadi momen puncak silaturahmi yang lebih santai namun tetap sarat makna. Di tengah hiruk-pikuk tradisi mudik dan ramah tamah, hadir satu ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu: Ketupat. Lebih dari sekadar hidangan pendamping opor, ketupat adalah media dakwah visual yang diwariskan oleh Sunan Kalijaga untuk menyatukan budaya lokal dengan nilai Islam yang luhur. 1. Filosofi Kupat: Antara Pengakuan Dosa dan Kesucian Hati Secara etimologi dan filosofi Jawa, "Kupat" mengandung makna mendalam yang sangat relevan dengan semangat BAZNAS dalam menyebarkan kebaikan: Ngaku Lepat (Mengakui Kesalahan): Kupat menjadi simbol keberanian untuk mengakui kekhilafan. Lebaran adalah waktu terbaik untuk menanggalkan ego dan saling memaafkan. Laku Papat (Empat Tindakan): 1. Lebaran: Usainya masa berpuasa. 2. Luberan: Melimpahnya rezeki yang dibagikan melalui zakat dan sedekah. 3. Leburan: Meleburnya dosa antar sesama. 4. Laburan: Kembali suci (putih) layaknya kapur/labur. Janur & Nasi: Anyaman Janur (Sejatinining Nur) melambangkan hati nurani manusia, sementara nasi putih di dalamnya melambangkan kesucian hati setelah ditempa sebulan penuh di madrasah Ramadan. 2. Silaturahmi: Merajut Kembali Ukhuwah yang Renggang Hari ketiga Lebaran adalah waktu yang tepat untuk memperluas jangkauan silaturahmi. Mengunjungi tetangga jauh, sahabat lama, hingga mitra kerja menjadi jembatan untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah. Tradisi Bodo Kupat di Majalengka mencerminkan keterbukaan hati. Dengan membuka pintu rumah bagi siapa pun yang singgah, kita sedang meruntuhkan sekat sosial. Di sinilah nilai inklusivitas Islam terpancar; bahwa kebahagiaan hari raya harus dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. 3. Nilai Ibadah: Lebih dari Sekadar Tradisi BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk melihat silaturahmi dan tradisi kupatan sebagai ladang pahala: Pembuka Pintu Rezeki: Sebagaimana janji Rasulullah SAW, silaturahmi adalah kunci meluasnya rezeki dan panjangnya usia. Hablum Minannas: Jika puasa memperbaiki hubungan dengan Allah, maka silaturahmi di hari raya adalah penyempurna hubungan antarmanusia. Manifestasi Syukur: Menikmati hidangan bersama adalah bentuk syukur kolektif atas kemenangan melawan hawa nafsu dan kesiapan menyambut puasa sunnah Syawal. "Kupat bukan hanya soal rasa, tapi soal bagaimana kita menganyam kembali hubungan yang sempat renggang menjadi ikatan persaudaraan yang kuat." Dengan semangat hari ketiga Lebaran, mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan berbagi. Karena sejatinya, kesucian hati akan lebih sempurna jika dibarengi dengan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah. Selamat Merayakan Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin. BAZNAS Kabupaten Majalengka Tentramnya Muzaki, Bahagianya Mustahik.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memaknai Hari Kedua Idul Fitri: Menjaga Konsistensi Ibadah dan Merajut Silaturahmi
Memaknai Hari Kedua Idul Fitri: Menjaga Konsistensi Ibadah dan Merajut Silaturahmi
MAJALENGKA Gema takbir mungkin mulai mereda, namun semangat kemenangan Idul Fitri harus tetap menyala di sanubari setiap Muslim. Memasuki hari kedua bulan Syawal, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar terjebak dalam euforia perayaan, melainkan mendalami esensi hari kedua ini sebagai momentum transisi menuju pribadi yang lebih bertakwa. Secara filosofis, hari kedua Idul Fitri adalah ujian pertama bagi konsistensi (istiqomah) seorang hamba setelah menuntaskan madrasah Ramadhan. Jika hari pertama adalah perayaan kemenangan, maka hari kedua adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kebaikan yang dipupuk selama sebulan penuh tetap membekas dalam perilaku sehari-hari. Hal-Hal yang Dianjurkan Dilakukan di Hari Kedua Idul Fitri Sebagai upaya menyempurnakan ibadah dan mempererat tali persaudaraan di wilayah Kabupaten Majalengka, berikut adalah beberapa amalan yang sebaiknya dilakukan oleh seorang Muslim: 1. Menyambung Tali Silaturahmi (Ukhuwah Islamiyah) Hari kedua biasanya menjadi waktu yang tepat untuk memperluas jangkauan silaturahmi. Kunjungi kerabat jauh, tetangga, hingga sahabat lama. Di tengah suasana hangat ini, mari kita saling memaafkan dengan tulus guna membersihkan hati dari segala prasangka dan kekhilafan. 2. Memulai Puasa Sunnah Syawal Bagi umat Muslim yang ingin meraih pahala seperti berpuasa setahun penuh, hari kedua Syawal adalah waktu awal yang diperbolehkan untuk memulai Puasa Enam Hari Syawal. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya menyambung puasa Ramadhan dengan puasa sunnah di bulan ini. 3. Tetap Menjaga Shalat Berjamaah dan Tilawah Jangan biarkan masjid dan mushola menjadi sepi setelah Ramadhan usai. Hari kedua adalah pembuktian komitmen kita untuk tetap menjaga shalat lima waktu berjamaah di masjid dan melanjutkan tradisi membaca Al-Qur’an yang telah menjadi kebiasaan selama bulan suci. 4. Berbagi Kebahagiaan Melalui Zakat, Infak, dan Sedekah Semangat berbagi tidak boleh berhenti pada Zakat Fitrah saja. Idul Fitri adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial. BAZNAS Kabupaten Majalengka senantiasa memfasilitasi masyarakat untuk menyalurkan Infak dan Sedekah guna membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung, sehingga mereka pun dapat merasakan kebahagiaan hari raya yang berkelanjutan. 5. Refleksi dan Muhasabah Diri Gunakan waktu luang di hari kedua ini untuk merenung: "Apakah kualitas diri saya hari ini lebih baik dari sebelum Ramadhan?". Muhasabah diri penting agar semangat Idul Fitri benar-benar membawa perubahan positif pada karakter dan integritas kita ke depannya. Penutup Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Majalengka mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H. Semoga di hari kedua ini dan seterusnya, Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kekuatan bagi kita semua untuk terus menebar manfaat bagi sesama di tanah Sindangkasih yang kita cintai ini. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Cahaya Ramadhan di Trotoar Siti Armilah: Kala Doa Sang Kakek Menjemput Langit
Cahaya Ramadhan di Trotoar Siti Armilah: Kala Doa Sang Kakek Menjemput Langit
MAJALENGKA — Malam itu, 22 Maret 2026, jarum jam menunjukkan pukul 20.26 WIB. Udara dingin menyelinap di sela-sela tumpukan barang bekas yang dipanggul renta oleh seorang kakek pemulung. Namun, dingin itu sejenak sirna saat sebuah langkah mendekat membawa secercah harapan. Program Ramadhan Bahagia, sebuah harmoni kolaborasi antara BAZNAS RI dan Alfa Group (Alfamart & Alfamidi), hadir menyapa sang kakek di tempatnya berjuang mencari nafkah. Paket sembako itu diserahkan langsung oleh Imam, sang penjaga Kantor BAZNAS Kabupaten Majalengka, yang menjadi perantara bagi jutaan doa dan kepingan rupiah dari para pembeli setia Alfamart yang rela menyisihkan sisa belanja mereka. Siapa sangka, recehan yang mungkin dianggap kecil oleh dunia, malam itu menjelma menjadi mukjizat kecil bagi seorang hamba yang tak pernah lelah bersandar pada takdir. Gemetar Syukur di Balik Punggung Renta Saat paket tersebut berpindah tangan, suasana seolah membeku. Sang kakek, dengan jemari yang kasar karena debu jalanan, menerima bantuan itu seolah menggenggam harta paling berharga. Dengan mata yang mulai berkaca-kaca memantulkan cahaya lampu jalan, untaian kata pun mengalir tulus dari lubuk hatinya: "Gusti Allah... Hamba kira malam ini hanya akan pulang dengan karung yang berat tapi perut yang kosong. Di saat orang-orang sibuk memakai baju baru lebaran, hamba cuma bisa bertanya-tanya pada aspal jalan, apakah besok dapur hamba bisa mengepul? Ternyata, Allah tidak tidur. Lewat tangan-tangan baik ini, doa hamba diijabah. Terima kasih untuk orang-orang yang belanja dan menyisihkan uang kecilnya. Mungkin bagi mereka itu hanya kembalian, tapi bagi hamba, ini adalah napas untuk menyambung hidup. Semoga kebaikan kalian menjadi jembatan ke surga, Nak..." Kisah di Jalan Siti Armilah ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa kebahagiaan Idul Fitri bukan tentang seberapa mewah hidangan di meja, melainkan tentang seberapa luas kita mampu berbagi rasa. BAZNAS Kabupaten Majalengka akan terus bergerak di senyap malam dan terang siang, memastikan tidak ada lentera harapan yang padam di tanah Majalengka.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Memetik Berkah di Hari Kemenangan: Mengisi Libur Idulfitri dengan Jejak Kebaikan
Memetik Berkah di Hari Kemenangan: Mengisi Libur Idulfitri dengan Jejak Kebaikan
MAJALENGKA – Idulfitri bukan sekadar garis finis dari ibadah puasa Ramadan, melainkan titik awal untuk membuktikan transformasi diri menjadi pribadi yang lebih peduli. Di tengah euforia libur lebaran dan hangatnya berkumpul bersama keluarga di tanah kelahiran, BAZNAS Kabupaten Majalengka mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghidupkan semangat berbagi. Libur panjang seringkali identik dengan konsumerisme dan rekreasi. Namun, bagi seorang muslim yang bertakwa, setiap waktu adalah peluang untuk menanam benih pahala. Mengisi masa libur dengan kebaikan bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menyempurnakan kemenangan yang kita raih. Menebar Maslahat di Masa Liburan Ada banyak cara sederhana namun bermakna untuk mengisi libur Idulfitri dengan aktivitas yang bernilai ibadah: Menguatkan Silaturahmi dengan Tangan Di Atas: Saat berkunjung ke sanak saudara, sempatkanlah untuk memperhatikan kondisi ekonomi mereka. Memberikan bantuan atau hadiah kepada kerabat yang membutuhkan adalah sedekah yang paling utama. Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Dhuafa: Suasana lebaran adalah momen yang tepat untuk menghadirkan senyum di wajah mereka yang kurang beruntung. Sedekah sekecil apa pun akan sangat berarti bagi mereka untuk ikut merasakan nikmatnya hari raya. Menjaga Kebersihan Lingkungan Tempat Wisata: Jika Anda mengisi liburan dengan mengunjungi objek wisata di Majalengka, jagalah kebersihan. Menyingkirkan duri atau sampah dari jalan adalah bagian dari iman. Optimalisasi Zakat Mal dan Sedekah Jariyah: Jangan biarkan semangat berzakat berhenti di Zakat Fitrah saja. Masa libur ini bisa menjadi momentum untuk menghitung kembali zakat harta (maal) atau menunaikan sedekah subuh sebagai bentuk syukur atas nikmat umur dan kesehatan. Pesan Ketua BAZNAS Majalengka Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H Agus Asri Sabana menyampaikan bahwa nilai utama dari Idulfitri adalah kembalinya kita kepada kesucian, dan kesucian itu tercermin dari kepedulian sosial. "Kami mengimbau masyarakat Majalengka, baik yang menetap maupun yang sedang mudik, untuk menjadikan libur Idulfitri sebagai momentum 'panen kebaikan'. Jangan biarkan kemenangan kita ternoda dengan sikap boros atau abai terhadap tetangga yang kesusahan. Mari kita jadikan Majalengka yang Religius, Harmonis, dan Sejahtera melalui zakat, infak, dan sedekah." Salurkan Kebaikan Anda BAZNAS Kabupaten Majalengka tetap membuka layanan bagi Bapak/Ibu yang ingin menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah selama masa libur Idulfitri melalui layanan digital kami. Harta yang kita bagikan tidak akan berkurang, melainkan menjadi pembersih jiwa dan pembuka pintu rezeki. Mari tutup masa libur ini dengan catatan amal yang gemilang. BAZNAS Majalengka: Pilihan Pertama Pembayar Zakat, Lembaga Utama Menyejahterakan Umat.
BERITA23/03/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Majalengka.

Lihat Daftar Rekening →